Rahmawati Fajar Setianingrum. Mastur. Endah Puspitojati JURNAL Edueco Universitas Balikpapan STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA OLAHAN SALAK PADA KELOMPOK WANITA TANI KUSUMA BERDASARKAN ANALISIS SWOT DI KAPANEWON TURI. SLEMAN Rahmawati Fajar Setianingrum1. Mastur2. Endah Puspitojati3 Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta1. Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta2 Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta3 pos-el: rhmawattyy@gmail. com1, mastury. el@gmail. com2, endahpuspitojati@gmail. ABSTRAK Kapanewon Turi merupakan salah satu Kapanewon yang menjadi sentra buah salak di Kabupaten Sleman. Produksi buah salak yang melimpah menyebabkan harga salak menjadi rendah. Oleh karena itu, diperlukan teknologi pengolahan buah salak. Salah satu KWT yang mengelola buah salak menjadi produk adalah KWT Kusuma. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal KWT Kusuma dalam menjalankan usaha olahan salak dan menentukan strategi prioritas dalam pengembangan usaha olahan salak. Penelitian dilakukan di Kapanewon Turi. Kabupaten Sleman. Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kombinasi yang menggabungkan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi dan Focus group Discussion (FGD) dan analisis SWOT yang melibatkan 10 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang dianalisis menggunakan matriks IFAS memperoleh total skor Au2,46Ay dan faktor eksternal yang dianalisis menggunakan matriks EFAS memperoleh total skor Au2,95Ay. Berdasarkan skor IFAS dan EFAS, diketahui bahwa matriks SWOT KWT Kusuma berada pada kuadran i yaitu strategi WO. Strategi WO adalah memanfaatkan peluang yang ada dengan tujuan untuk mengatasi kelemahan untuk pengembangan usaha olahan salak. Strategi yang dipilih antara lain . Mengembangkan berbagai variasi produk keripik salak, . mengoptimalkan penggunaan platform digital seperti media sosial dan marketplace, melalui dukungan aktif dari pemerintah daerah dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan KWT . Menjalin kerja sama dengan tokotoko oleh-oleh, pariwisata dan stakeholder/pemerintah sebagai upaya perluasan Kata kunci : usaha olahan salak, strategi pengembangan, analisis SWOT ABSTRACT Kapanewon Turi is one of the Kapanewon that is the center of salak fruit in Sleman Regency. The abundant production of salak fruit causes the price of salak to be Therefore, a processing technology for salak fruit is needed. One of the KWTs that manages salak fruit into products is KWT Kusuma. This study aimed to analyze the internal and external factors influencing KWT Kusuma's operation of the processed salak business and to determine priority strategies for the development of the processed salak The research was conducted in Kapanewon Turi. Sleman Regency. Yogyakarta. The research method used is a combination method that combines descriptive qualitative, and quantitative methods. The data collection method used interviews, observation, documentation, and Focus group Discussion (FGD) and SWOT analysis involving 10 The results showed that the internal factors analyzed using the IFAS matrix obtained a total score of Au2. 46Ay, and the external factors analyzed using the EFAS matrix obtained a total score of Au2. 95Ay. Based on the IFAS and EFAS scores, it is known that the KWT Kusuma SWOT matrix is in quadrant i, namely the WO strategy. The WO strategy is to take advantage of existing opportunities with the aim of overcoming weaknesses for the development of processed salak business. The selected strategies include . Developing various variations of salak chips products, . optimizing the use of digital platforms such as social media and marketplaces, through active support from the local government in increasing KWT knowledge and abilities . Establishing Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 Rahmawati Fajar Setianingrum. Mastur. Endah Puspitojati JURNAL Edueco Universitas Balikpapan cooperation with souvenir shops, tourism and stakeholders/government as an effort to expand marketing. Keywords: processed snake fruit business, development strategy. SWOT analysis PENDAHULUAN Salak (Salacca merupakan buah tropis yang terkenal karena rasanya yang manis dan teksturnya yang renyah. Kulit salak menyerupai sisik ular sehingga sering disebut sebagai snake Salak termasuk family Arecaceae, memiliki beragam karakteristik. Buahnya bisa dibedakan berdasarkan rasa . anis, asam, sepat, atau pahi. , bentuk . ulat atau lonjon. , ukuran . ecil atau besa. , tekstur kulit . ulus, berlekuk, atau berdur. , dan warna . ijau, kuning, atau mera. (Abu Sutikno et al. , 2. Menurut SuicaBunghez et al. , . salak merupakan buah tropis yang memiliki kandungan antioksidan yang baik berupa polifenol, flavonoid, tanin dan monoterpenoid. Produksi salak di Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik Indonesia tahun . ton pada tahun 2022 dan 1. 739 ton pada tahun 2023 . Salah satu wilayah yang terkenal dengan potensi salaknya yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta. Produksi salak di DIY pada tahun 2023 sebanyak 412 kwintal. Wilayah di DIY memiliki sentra salak pondoh yang berada di Kapanewon Turi. Sleman. Produksi salak pada tahun 2021 di Kapanewon Turi 141 kuintal/Ha dan pada tahun 2022 produksi salak mencapai 768 (BPS, 2. Produksi salak yang melimpah saat panen menyebabkan harga jual buah segar menjadi turun. Harga buah salak saat panen raya dapat berkisar bekisar Rp. 000 per kg dan Rp. 000/kg sedangkan harga normal buah salak berkisar Rp. 000 sampai dengan Rp. 7000 per kg. Hal ini membuat petani salak merasakan Oleh karena itu, perlu adanya teknologi pengolahan salak. Pemanfaatan teknologi pengolahan yang tepat, dapat mengubah salak yang awalnya hanya dijual dalam bentuk segar menjadi produk yang lebih bernilai tinggi. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 Salah satu kelompok yang mengolah salak menjadi olahan yaitu KWT Kusuma. KWT Kusuma merupakan salah satu kelompok Wanita tani di kapanewon Turi. KWT Kusuma melakukan usaha olahan salak mulai dari tahun 2019. Namun, seiring berjalannya waktu mengalami penurunan akibat kurangnya pangsa pasar. Saat ini kegiatan produksi dilakukan apabila menerima orderan dari konsumen, seperti pada saat adanya kegiatan pameran, bazar, atau acara masyarakat. Hambatan lainnya yaitu dalam usaha olahan salak ini belum melakukan promosi secara optimal sehingga pemasaran belum menjangkau pasar lokal. Kendala yang terjadi pada usaha olahan salak ini, menunjukkan bahwa pemanfaatan salak belum terlaksanakan secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengembangan usaha olahan Pengembangan usaha merupakan tanggung jawab dari setiap pelaku usaha yang bertujuan mengembangkan kegiatan usaha guna meningkatkan pendapatan (Nugraha et al. , 2. Upaya pengembangan usaha olahan salak lingkungan internal dan lingkungan Analisis lingkungan ini dilakukan untuk menemukan strategi yang tepat dalam menghadapi kendala pada usaha olahan salak. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan kajian terhadap faktor-faktor internal kekuatan dan kelemahan serta faktor eksternal peluang dan ancaman dalam usaha olahan salak KWT Kusuma. Kapanewon Turi. Kabupaten Sleman. DIY. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pengembangan usaha olahan salak. Berbeda dengan yang dilaporkan oleh Abu Sutikno et al. , 2023 yang menggunakan analisis SWOT pada kegiatan on farm . , pada penelitian ini dilakukan analisis SWOT pada kegiatan off-farm. Hasil penelitian Rahmawati Fajar Setianingrum. Mastur. Endah Puspitojati JURNAL Edueco Universitas Balikpapan diharapkan dapat diadopsi pelaku usaha dan pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan nilai tambah dan daya saing usaha tani di Kabupaten Sleman. penilaian secara umum di lapangan dengan cara diskusi kelompok terarah (Indrizal. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2025 Ae Mei 2025. Penelitian ini dilakukan di KWT Kusuma yang berlokasi di Kusuma yang berlokasi di Kapanewon Turi. Kabupaten Sleman. DIY. Lokasi penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling dimana lokasi tersebut memiliki potensi usaha yang dapat dikembangkan. Teknis Analisis Data Pengumpulan Data Pengumpulan data merupakan tahap pertama yang dilakukan dengan cara observasi partisipatif, wawancara, angket atau kuesioner dokumentasi dan FGD. Data yang dikumpulkan meliputi faktor pengembangan usaha olahan salak. Seleksi Data Seleksi data dilakukan untuk menyeleksi data yang telah dikumpulkan agar data relevan dengan keadaan yang pengembangan usaha olahan salak di KWT Kusuma Kecamatan Turi. Kabupaten Sleman. DIY. Klasifikasi Data Klasifikasi tahapan setelah dilakukan seleksi data. Pada tahap ini bertujuan untuk mengklasifikasi data yang sebelumnya mengelompokkan sesuai faktor Ae faktor keberhasilan yang diteliti di lokasi KWT Kusuma. Kecamatan Turi Kabupaten Sleman. Analisis SWOT Teknis analisis SWOT yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. EFAS,IFAS, analisis diagram SWOT dan Matrik SWOT. Analisis SWOT mengidentifikasi berbagai faktor internal dan eksternal. Analisis ini dilakukan . dan peluang . pportunities, . dan ancaman . (Riscal & Sahbany, 2. Adapun tahapan analisis SWOT di antaranya sebagai berikut : Melakukan wawancara dengan pelaku untuk kepentingan dalam Menyusun faktor Ae faktor SWOT. Jenis Penelitian dan Sumber Data Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kombinasi deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif yaitu metode yang prosedur deskriptif untuk meneliti suatu kelompok, suatu objek, suatu kondisi suatu pemikiran dari suatu objek, sedangkan metode kuantitatif yaitu penelitian dengan menggunakan angka dalam proses perhitungan dan analisis hasil penelitian. Metode kuantitatif dalam hal ini yaitu melakukan pembobotan matriks IFAS dan EFAS sebagai penilaian yang akan digunakan dalam perumusan strategi alternatif atau prioritas strategi. Pendekatan dengan kualitatif dan pemahaman lebih yang lebih spesifik baik terkait permasalahan maupun pertanyaan penelitian (Azhari et al. , 2. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini melibatkan 10 orang Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dimulai dokumentasi dan Focus Group Discussion (FGD), yaitu pendekatan partisipatif secara umum di lapangan untuk mendapatkan data atau informasi dan Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 Rahmawati Fajar Setianingrum. Mastur. Endah Puspitojati Menyusun kuesioner kepada pelaku kepentingan yang telah ditentukan yaitu, seluruh anggota Kelompok Wanita Tani Kusuma. Menghitung bobot hasil kuesioner menggunakan matriks IFAS dan EFAS. Menentukan hasil kuadran strategi SWOT. Teknik analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi pengembangn usaha olahan salak. Teknik analisis analisis SWOT, yaitu pemberian bobot pada masing Ae masing faktor, melakukan skoring sebagai pedoman perumusan matriks SWOT serta peletakan posisi pada matriks kuadran SWOT( kuadran I Ae IV) dan terakhir dilakukan pemilihan strategi yang sesuai berdasarkan matriks. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Kelompok Wanita Tani Kusuma didirikan pada tahun 2014 yang terletak di Ledoknongko. Bangunkerto, kapanewon Turi. Kabupaten Sleman. Kelompok ini beranggotakan 30 orang. Struktur organisasi KWT Kusuma yaitu terdiri dari ketua KWT, bendahara dan Kegiatan yang ada pada kelompok ini hanya budidaya tanaman sayuran, namun tidak berjalan lama sehingga kelompok menjadi tidak aktif Pada tahun 2019. KWT Kusuma mulai digerakkan kembali dengan adanya pelatihan olahan salak dari mahasiswa AoXAo kepada ibu - ibu KWT Kusuma. Produk yang pertama kali dibuat yaitu brown chips, yogurt, manisan salak, dan geplak Usaha ini dijalankan oleh 10 orang anggota KWT yang secara aktif mengelola olahan salak. Namun, hingga saat ini hanya olahan salak brown chips yang berjalan secara berkelanjutan dan hanya produk brown chips ini yang berbadan hukum P-IRT. Produksi olahan salak menjadi brown chips membantu KWT Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Kusuma untuk aktif lagi. Kegiatan ini juga membantu ibu Ae ibu KWT dalam meningkatkan perekonomian keluarganya Identifikasi Faktor Internal dan Eksternal Kekuatan Faktor yang menjadi kekuatan dalam pengembangan usaha olahan salak di KWT Kusuma meliputi : . Adanya kerja sama dan komunikasi yang baik antar anggota, . Bahan baku salak selalu tersedia,. Sarana produksi telah mewadahi dan tersedia, . KWT mampu meningkatkan nilai tambah buah salak, . Produk olahan telah memiliki jaminan keamanan pangan (S-PIRT). Kelemahan Faktor yang menjadi kelemahan dalam pengembangan usaha olahan salak di KWT Kusuma meliputi : . Kurangnya inovasi produk atau variasi dari produk olahan, . Kegiatan produksi dilakukan apabila terdapat pesanan, . KWT belum mampu memasarkan produk dengan maksimal, . Kegiatan produksi belum dilakukan secara maksimal, . KWT belum memanfaatkan marketplace. Peluang Faktor yang menjadi peluang dalam pengembangan usaha olahan salak di KWT Kusuma meliputi : . Tingkat persaingan brown chips masih rendah, . Adanya dukungan permodalan yang berasal dari sponsor, . Membuka peluang kemajuan UMKM inovasi olahan buah, . Adanya dukungan stakeholder/ pemerintah setempat seperti pelatihan, . Produk olahan salak dapat dijadikan oleh Ae oleh khas daerah. Ancaman Faktor yang menjadi ancaman dalam pengembangan usaha olahan salak di KWT Kusuma meliputi : . Persaingan sangat tinggi untuk produk geplak salak, . Persaingan dengan produk olahan buah dapat menekan pangsa pasar, . H arga bahan pelengkap naik turun (Fluktuati. , . Adanya perubahan tren konsumen, . Perubahan iklim dan hama Rahmawati Fajar Setianingrum. Mastur. Endah Puspitojati JURNAL Edueco Universitas Balikpapan penyakit dapat mengganggu pasokan bahan baku. Tabel 1. Matriks IFAS Faktor Internal Adanya kerja sama dan komunikasi yang baik antar Bahan baku salak selalu tersedia Sarana produksi telah mewadahi dan tersedia KWT mampu meningkatkan nilai tambah buah Produk olahan telah memiliki jaminan keamanan (S-PIRT) Jumlah Bobot Rating . Skor 0,08 4,00 0,31 0,12 0,12 0,08 3,00 3,00 4,00 0,35 0,35 0,31 0,12 3,00 0,35 0,50 17,00 1,65 0,12 2,00 0,23 0,12 2,00 0,23 0,08 2,00 0,15 0,12 1,00 0,12 0,08 0,50 1,00 0,84 1,00 8,00 25,00 0,08 0,81 2,46 Kelemahan Kurangnya inovasi produk atau variasi dari produk Kegiatan produksi dilakukan apabila terdapat KWT belum mampu memasarkan produk dengan Kegiatan produksi belum dilakukan secara KWT belum memanfaatkan marketplace Jumlah Total Selisih skor kekuatan Ae kelemahan Berdasarkan hasil analisis IFAS pada Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa terdapat 10 faktor internal yang teridentifikasi, terdiri dari 5 faktor kekuatan dan 5 faktor kelemahan. Faktor kekuatan menunjukkan skor angka 1,65 sedangkan faktor kelemahan menunjukkan skor angka 0,81. Hal ini dapat diartikan bahwa usaha olahan salak memiliki faktor kekuatan yang begitu besar terhadap pengembangan usaha sehingga dapat mengatasi kelemahan dengan faktor Ae faktor kekuatan yang dimilikinya. Tabel 2. Matriks EFAS Faktor Eksternal Peluang Tingkat pesaing brown chips masih rendah Adanya dukungan permodalan yang berasal dari Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 Bobot Ratin Skor 0,14 0,14 4,00 3,00 0,04 0,03 Rahmawati Fajar Setianingrum. Mastur. Endah Puspitojati JURNAL Edueco Universitas Balikpapan 4,00 0,04 3,00 0,04 4,00 0,04 Membuka peluang kemajuan UMKM inovasi olahan 0,14 Adanya dukungan stakeholder/pemerintah setempat 0,09 seperti pelatihan Produk olahan salak dapat dijadikan oleh Ae oleh khas 0,04 Jumlah 0,64 Ancaman Persaingan sangat tinggi untuk produk geplak salak 0,09 Persaingan dengan produk olahan buah dapat 0,05 menekan pangsa pasar Harga bahan pelengkap naik turun (Fluktuati. 0,09 Adanya perubahan tren konsumen 0,09 Perubahan iklim dan hama penyakit dapat 0,05 mengganggu pasokan bahan baku Selisih peluang Ae ancaman 1,68 18,00 2,32 2,00 1,00 0,18 0,05 2,00 2,00 1,00 0,18 0,18 0,05 Berdasarkan hasil analisis EFAS pada Tabel 2 di atas menunjukkan bahwa terdapat 10 faktor internal yang teridentifikasi, terdiri dari 5 faktor peluang dan 5 faktor ancaman. Skor dari faktor peluang pada usaha olahan salak KWT Kusuma adalah 2,32 sedangkan skor pada faktor ancaman adalah 0,64. Angka ini menunjukkan bahwa faktor peluang yang dimiliki usaha olahan salak KWT Kusuma berpengaruh sangat besar terhadap pengembangan usaha, sedangkan angka pada faktor ancaman menunjukkan bahwa faktor ancaman tidak begitu berpengaruh, namun tetap perlu strategi yang tepat dalam menghadapi ancaman yang dapat terjadi dalam pengembangan usaha olahan salak KWT Kusuma. Diagram SWOT Berdasarkan penilaian IFAS dan EFAS maka didapatkan hasil faktor kekuatan sebesar 1,65 dan faktor kelemahan sebesar 0,81, serta faktor peluang sebesar 2,32 dan faktor ancaman sebesar 0,64. Berdasarkan nilai tersebut diketahui bahwa nilai kekuatan lebih tinggi dari nilai kelemahan dengan selisih 0,84 dan nilai peluang diketahui lebih tinggi dari ancaman dengan selisih 1,68 sehingga dapat dilihat pada analisis diagram SWOT berikut : Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 Gambar 1. Diagram SWOT Berdasarkan hasil analisis diagram SWOT diatas, maka diperoleh koordinat . ,84 : 1,. yang berada pada strategi WO. Posisi tersebut merupakan posisi yang memanfaatkan peluang yang ada untuk meminimalisir kelemahan pada usaha olahan salak. Hasil analisis SWOT memberikan banyak strategi alternatif yang dapat diterapkan pada usaha olahan salak di KWT Kusuma dalam mengembangkan Berdasarkan hasil analisis SWOT dapat diambil kesimpulan bahwa Rahmawati Fajar Setianingrum. Mastur. Endah Puspitojati JURNAL Edueco Universitas Balikpapan faktor internal dan faktor eksternal dapat mempengaruhi dalam perumusan strategi pengembangan usaha. pada tabel 3 yaitu matriks SWOT telah dirumuskan 11 strategi alternatif untuk pengembangan usaha olahan salak sebagai berikut : Strategi SO Memanfaatkan kerjasama anggota KWT dalam mengelolah buah salak sebagai upaya memajukan UMKM inovasi buah dengan menciptakan produk olahan (S1,O3,S4,O. Memanfaatkan modal awal, bahan baku dan sarana produksi yang tersedia guna meningkatkan kualitas produk dengan tujuan membuka peluang inovasi olahan buah (S2,O2,S3,O. Strategi WT Memfokuskan pengembangan variasi produk olahan geplak salak yang memiliki daya tarik unik dan memprioritaskan pemasaran tingkat lokal atau komunitas sekitar untuk membangun konsumen yang setia (W1,T1,W. Memaksimalkan promosi dari mulut ke mulut dengan tetap menjaga kualitas produk dan pelayanan yang baik serta memberikan ciri khas yang dimiliki produk olahan untuk menarik konsumen (W4,T. Memanfaatkan marketplace secara bertahap dengan fokus pada platform yang mudah digunakan dan memiliki potensi menjakau pasar lokal dan jalan Strategi ST Memanfaatkan bahan baku salak yang tersedia untuk menciptakan produk olahan geplak salak yang unik seperti fokus terhadap inovasi rasa, tekstur dan kemasan (S2,T. Memanfaatkan Kerjasama komunikasi anggota KWT untuk memantau perubahan selera konsumen terhadap produk olahan serta lakukan riset pasar secara berkala (S1,T. Menjalin kerja sama atau kemitraan antara pemasok bahan baku . dengan KWT Kusuma sebagai upaya mitigasi iklim dan hama penyakit yang dapat menyebabkan kelangkaan bahan baku (S1,S2,T. Berdasarkan hasil perumusan strategi alternatif paling tepat digunakan untuk usaha olahan salak di KWT Kusuma dalam mengembangkan usahanya ialah strategi WO. Strategi WO dipilih berdasarkan hasil analisis pada diagram SWOT dan Matriks SWOT yang menunjukkan bahwa usaha olahan salak berada pada kuadran i . Hal ini dapat diartikan bahwa usaha ini dapat memanfaatkan peluang yang ada untuk mengatasi kelemahan pada usaha olahan Diversifikasi produk salak melalui pembuatan produk brown chip dan geplak salak merupakan salah satu inovasi produk penting di Kabupaten Sleman. Produk ini diharapkan dapat mengatasi persoalan daya tahan yang sering dihadapi pada produk olahan yang lebih tradisional (Unifah, 2. Begitu juga strategi penguatan pemasaran secara digital, merupakan upaya lebih lanjut untuk memperkuat pemasaran agar pemasaran produk olahan salak menjadi lebih luas. Strategi WO Mengembangkan berbagai variasi dari produk brown chips (W1. Mengoptimalkan media sosial dan marketplace sebagai media promosi dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan SDM melalui dukungan pemerintah ( W3. W4. W5. O3,O. Menjalin Kerjasama dengan pihak toko oleh Ae oleh, pariwisata dan stakeholder/pemerintah sebagai upaya perluasan pemasaran (W3,O4,O. Jurnal Edueco Volume 8 Nomor 1. Juni 2025 KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa faktor internal Rahmawati Fajar Setianingrum. Mastur. Endah Puspitojati JURNAL Edueco Universitas Balikpapan yang lebih dominan mempengaruhi usaha Nugraha, . Rahmi Rahmadania. , & olahan salak KWT Kusuma yaitu faktor Putri Duari, . kelemahan, sedangkan faktor eksternal Pengembangan Usaha Industri yang dominan adalah faktor peluang usaha Rumah tangga Opak Singkong salak yang dimiliki KWT Kusuma. Hasil E-Commerce analisis SWOT diperoleh strategi yang Pengembangan Usaha Industri tepat digunakan oleh usaha olahan salak Rumah Tangga Opak Singkong Melalui E-Commerce. Jurnal KWT Kusuma adalah strategi WO. Pengabdian Kepada Masyarakat Strategi WO yaitu memanfaatkan peluang Nusantara, 3. , 883Ae888. yang dimiliki usaha olahan salak KWT Riscal. , & Sahbany. Kusuma untuk dengan cara mengatasi Analisis Strategi Pengembangan kelemahan yang ada. Strategi WO yang Bisnis Dengan Pendekatan Bisnis menjadi strategi penting diantaranya Model Canvas ( Bmc ) Dan Swot adalah . Mengembangkan berbagai Di era digital ini , bisnis memiliki jangkauan yang sangat variasi dari produk brown chips, . Perubahan pola pikir untuk optimalisasi pemanfaatan platform digital memanfaatkan peluang yang ada . seperti media sosial dan marketplace. Setiap individu pada dasar. melalui dukungan aktif dari pemerintah 1806Ae1818. daerah dalam meningkatkan pengetahuan Suica-Bunghez. Teodorescu. dan kemampuan KWT . Menjalin Dulama. Voinea. Kerjasama dengan pihak toko oleh Ae oleh. Imionescu. , & Ion. Antioxidant pariwisata dan stakeholder/pemerintah sebagai upaya perluasan pemasaran. fruit (Salacca Zalacc. IOP Conference Series: Materials DAFTAR PUSTAKA