http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 26-37 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. ANALISA ERGONOMI DALAM PENGUKURAN POSTUR KERJA KARYAWAN PROSES PENGELASAN DAN GERINDA MENGGUNAKAN METODE RAPPID UPPER LIMB ASSESMENT DAN OVAKO POSTURE ANALYSIS SYSTEM PADA PRODUKSI PEMBUATAN BOX PANEL LISTRIK CV DWITAMA SIDOARJO Irwanto Widjaja1. Ida Kusnawati Tjahjani2. Devi Susiati3 Program Studi Teknik Industri Ae Universitas 45 Surabaya Program Studi Teknik Industri Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Email: 2irwantoindra0@gmail. com, 2idakusnawati43@gmail. devisusiati@univ45sby. ABSTRAK CV Dwitama merupakan perusahaan yang telah menerima pesanan produksi panel listrik. Selama seluruh proses produksi, perusahaan seperti CV Dwitama Sidoarjo akan memastikan bahwa standar keselamatan dan kualitas terpenuhi untuk memastikan kinerja yang handal dan keamanan listrik. Pada proses pengelasasan dan proses gerinda, karyawan melakukan pekerjaan dalam keadaan jongkok, sedangkan pekerjaan yang harus diselesaikan tidaklah sedikit. Sedangkan setelah proses kerja, karyawan mengalami keluhan sakit pada pinggang, sakit pada punggung, sakit pada paha atas serta pada leher. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil pengukuran postur kerja serta menganalisa apakah postur telah sesuai dengan standar ergonomic. Metode RULA digunakan dalam investigasi ergonomi di tempat kerja yang memiliki risiko akibat kerja. Metode OWAS digunakan untuk menganalisa suatu pembebanan pada postur tubuh. Hasil perhitungan menggunakan metode RULA menunjukkan bahwa pada postur 1, skor yang didapatkan adalah 6 yang menunjukkan postur ini berada pada kategori 3 yang artinya sikap ini berbahaya dan perlu perbaikan segera mungkin. Sedangkan pada postur 2, 3, dan 4 menunjukkan bahwa, skor yang didapatkan adalah 7 pada kategori 4 yang menunjukkan postur ini berbahaya dan perlu perbaikan segera mungkin langsung/saat ini. Hasil perhitungan menggunakan metode OWAS menunjukkan pada postur 1, skor yang didapatkan adalah 1 dengan kategori tidak perlu perbaikan. Sementara pada postur 2 dan 4 menunjukkan skor 2 yang artinya perbaikan perlu di masa yang akan datang. Sedangkan pada postur 3, menunjukkan skor 4 bahwa postur ini sangat berbahaya dan perlu perbaikan langsung. Kata Kunci : Karyawan Produksi Panel Listrik. OWAS. Postur Kerja. RULA PENDAHULUAN CV Dwitama merupakan perusahaan yang telah menerima pesanan produksi panel listrik dan juga dituntut untuk memenuhi ekspektasi pelanggan dengan memproduksi panel listrik berkualitas dengan harga bersaing, serta memberikan jasa pemasangan dan perawatan produk sesuai kebutuhan. Proses produksi pembuatan box panel listrik di CV Dwitama Sidoarjo bervariasi tergantung pada peralatan, material, dan metode yang digunakan oleh perusahaan tersebut. Pada proses pengelasasan dan proses gerinda, karyawan melakukan pekerjaan dalam keadaan duduk dengan kaki satu http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 26-37 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. menopang tubuh. Setelah proses kerja, karyawan mengalami keluhan sakit pada pinggang, sakit pada punggung, sakit pada paha atas serta pada leher. Postur tubuh yang tidak ergonomis saat bekerja, seperti posisi duduk atau berdiri yang buruk, dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan muskuloskeletal . Misalnya, posisi duduk yang buruk dengan sudut lutut yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menyebabkan tekanan tambahan pada tulang belakang dan persendian . Kemudian beban kerja yang berlebihan atau tugas-tugas yang berulang-ulang juga dapat berkontribusi pada risiko gangguan muskuloskeletal . Hal ini dapat terjadi ketika pekerja terlalu lama dalam posisi tertentu atau melakukan gerakan yang sama berulang kali tanpa istirahat yang cukup. Metode yang biasa digunakan untuk menganalisa keluhan tubuh adalah metode RULA (Rapid Upper Limb Assessmen. Metode RULA merupakan metode survei yang untuk digunakan dalam investigasi ergonomi di tempat kerja yang memiliki risiko akibat kerja dengan memakai diagram dari postur tubuh dan tabel skor untuk mengevaluasi faktor risiko tersebut . Metode OWAS merupakan sebuah metode yang sederhana dan dapat digunakan untuk menganalisa suatu pembebanan pada postur tubuh . Aplikasi kedua metode ini dalam beberapa kasus dalam kegiatan mampu memperbaiki postur kerja yang mampu mengurangi keluhan sakit yang pernah terjadi . Berdasarkan penjabaran terkait, maka metode Rapid Upper Limb Assessment dan metode Ovako Posture Analysis System dapat digunakan sebagai metode pengukuran postur kerja untuk dapat diketahui perbaikan postur kerja yang beresiko menimbulkan keluhan musculoskeletal disorder. TINJAUAN PUSTAKA Ergonomi Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia, perangkat, dan lingkungan kerja. Ini bertujuan untuk menciptakan desain yang sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan manusia, serta meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kesejahteraan di lingkungan kerja . Musculoskeletal Disorders Musculoskeletal Disorders merupakan salah satu cedera yang sering dialami pekerja dalam melakukan kegiatan Manual Material Handling (MMH) yaitu cedera pada otot, urat syaraf, urat daging, tulang, persendian tulang, tulang rawan yang disebabkan aktivitas kerja. Ketika seseorang bekerja pada posisi berdiri atau duduk, pergerakan bagian tulang belakang, terutama bagian pinggang yang rentan dengan gerakan ekstrim yang dapat menyebabkan cedera . RULA (Rapid Upper Limb Assesmen. RULA dikembangkan oleh Dr. Lynn McAtamney dan Dr. Nigel Corlett, bukan "McAttanmey. " Kedua ilmuwan ini adalah ahli ergonomi yang berasal dari University of Nottingham di Inggris. Metode RULA pertama kali diperkenalkan pada tahun 1993 dalam jurnal ilmiah "Applied Ergonomics. " (Lueder, 1. Rapid Upper Limb Assesment. RULA telah digunakan secara luas dalam dunia industri dan http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 26-37 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. ergonomi untuk membantu mengidentifikasi dan mengurangi risiko cedera otot dan persendian yang disebabkan oleh pekerjaan yang melibatkan gerakan repetitif atau posisi tubuh yang tidak ergonomis. Metode ini melibatkan pengamatan pekerjaan, penilaian posisi tubuh, dan penentuan tindakan perbaikan yang dapat diambil untuk mengurangi risiko cedera. Penilaian dengan menggunakan metode RULA membutuhkkan waktu sedikit untuk melengkapi dan melakukan scoring general pada daftar aktivitas yang mengindikasikan perlu adanya pengurangan resiko yang diakibatkan pengangkatan fisik yang dilakukan operator . OWAS (Ovako Working Posture Analysis Syste. Metode Ovako Working Posture Analysis System (OWAS) merupakan metode yang mengevaluasi dan menganalisa sikap kerja yang tidak nyaman dan berakibat pada cidera muskuloskeletal. Bagian sikap kerja yang diamati meliputi pergerakan bagian tubuh dari punggung, bahu, tangan dan kaki. Hasil penelitian menunjukan metode OWAS efektif digunakan menilai mengevalusi dan menganalisa sikap kerja sehingga diperoleh kategori dan rekomendasi metode kerja . Metode OWAS juga dirancang untuk memberikan gambaran cepat tentang risiko ergonomi dalam pekerjaan. Dengan mengikuti langkah ini, perusahaan dapat meningkatkan kondisi kerja dan mengurangi potensi cedera pada pekerja. METODE PENELITIAN Penelitian ini bersifat observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian yang bersifat observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional adalah salah satu jenis penelitian ilmiah yang umumnya digunakan untuk menggambarkan dan menganalisis hubungan atau karakteristik dalam satu waktu Variabel yang diteliti pada penelitian ini adalah postur kerja. Postur kerja dilakukan pengukuran dengan metode REBA (Rapid Entire Body Assessmen. , metode RULA (Rapid Upper Limb Assessmen. dan metode OWAS (Ovako Work Posture Analysis Syste. Keluhan muskuloskeletal dilakukan pengukuran dengan menggunakan Nordic Body Map. Gambar 1. Flowchart Metode Penelitian ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 26-37 . HASIL DAN PEMBAHASAN Rappid Upper Limb Assesment RULA (Rapid Upper Limb Assessmen. sebagai metode penilaian ergonomis yang digunakan untuk mengevaluasi risiko cedera muskuloskeletal pada bagian tubuh atas . eher, punggung, lengan, pergelangan tanga. terkait dengan pekerjaan atau aktivitas Tabel 1. Rekapitulasi Skor Postur 1 SKOR A Lengan Atas Lengan Bawah Pergelangan Tangan Putaran Pergelangan Tangan SKOR AKHIR A SKOR B Leher Punggung Kaki SKOR AKHIR B SKOR GERAKAN Beban < 2 kg Aktivitas >4x/men SKOR AKHIR A = A h i SKOR AKHIR B = B h i SKOR C = A B AKHIR Tabel 2. Rekapitulasi Skor Postur 2 SKOR A Lengan Atas Lengan Bawah Pergelangan Tangan Putaran Pergelangan Tangan SKOR AKHIR A Leher Punggung Kaki SKOR AKHIR B SKOR B ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 26-37 . SKOR GERAKAN Beban < 2 kg Aktivitas >4x/men SKOR AKHIR A = A h i SKOR AKHIR B = B h i SKOR C = A B AKHIR Tabel 3. Rekapitulasi Skor Postur 3 SKOR A Lengan Atas Lengan Bawah Pergelangan Tangan Putaran Pergelangan Tangan SKOR AKHIR A SKOR B Leher Punggung Kaki SKOR AKHIR B Beban < 2 kg Aktivitas >4x/men SKOR AKHIR A = A h i SKOR AKHIR B = B h i SKOR C = A B AKHIR SKOR GERAKAN Tabel 4. Rekapitulasi Skor Postur 4 SKOR A Lengan Atas Lengan Bawah Pergelangan Tangan Putaran Pergelangan Tangan SKOR AKHIR A SKOR B Leher Punggung Kaki ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 26-37 . SKOR AKHIR B SKOR GERAKAN Beban < 2 kg Aktivitas >4x/men SKOR AKHIR A = A h i SKOR AKHIR B = B h i SKOR C = A B AKHIR Analisis Data RULA Skor RULA yang didapatkan adalah pada skala 6 dan 7. Skor 6 berada pada kategori 3 dan skor 7 pada kategori 4 yang berarti perlu perbaikan segera. Postur Skor Kategori Tabel 5. Kategori RULA Penjelasan Postur ini bermasalah pada sistem musculoskeletal, tidak perlu perbaikan. Sedikit bahaya pada sistem musculoskeletal. Perlu perbaikan di masa akan datang. Berbahaya bagi sistem musculoskeletal. Perlu berbaikan segera mungkin. Sangat berbahaya bagi sistem musculoskeletal. Perlu berbaikan secara langsung/saat ini. Postur ini bermasalah pada sistem musculoskeletal, tidak perlu perbaikan Sedikit bahaya pada sistem musculoskeletal. Perlu perbaikan di masa akan datang. Berbahaya bagi sistem musculoskeletal. Perlu berbaikan segera mungkin. Sangat berbahaya bagi sistem musculoskeletal. Perlu berbaikan secara langsung/saat ini. Postur Skor Kategori http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 26-37 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. Penjelasan Postur ini bermasalah pada sistem musculoskeletal, tidak perlu perbaikan. Sedikit bahaya pada sistem musculoskeletal. Perlu perbaikan di masa akan datang. Berbahaya bagi sistem musculoskeletal. Perlu berbaikan segera mungkin. Sangat berbahaya bagi sistem musculoskeletal. Perlu berbaikan secara langsung/saat ini. Postur ini bermasalah pada sistem musculoskeletal, tidak perlu perbaikan Sedikit bahaya pada sistem musculoskeletal. Perlu perbaikan di masa akan datang. Berbahaya bagi sistem musculoskeletal. Perlu berbaikan segera mungkin. Sangat berbahaya bagi sistem musculoskeletal. Perlu berbaikan secara langsung/saat ini. Skor 7 adalah nilai tertinggi dalam skala RULA dan menunjukkan bahwa ada masalah serius yang harus segera ditangani untuk mencegah cedera. Bagian yang dominan memiliki postur dengan nilai tinggi adalah leher dan punggung. Postur yang buruk dapat menyebabkan ketegangan dan tekanan berlebih pada otot punggung dan tulang belakang, meningkatkan risiko cedera seperti herniasi diskus, nyeri punggung bawah, dan spasme otot. Kemudian postur yang tidak mendukung dapat menyebabkan ketegangan pada otot leher dan tulang belakang leher, mengakibatkan nyeri leher kronis, ketegangan otot, dan potensi perkembangan kondisi seperti spondilosis servikal. Postur yang melibatkan angkat lengan di atas bahu atau posisi tidak alami lainnya juga dapat menyebabkan ketegangan otot, tendinitis, bursitis, dan cedera rotator cuff. Selain itu postur yang buruk dapat meningkatkan tekanan pada pergelangan tangan dan lengan bawah, menyebabkan kondisi seperti sindrom terowongan karpal, tendinitis, dan nyeri lengan bawah. ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 26-37 . Ovako Work Posture Analysis System OWAS (Ovako Working Posture Analysis Syste. adalah metode penilaian ergonomis yang digunakan untuk mengevaluasi postur kerja dan menentukan risiko muskuloskeletal terkait pekerjaan atau aktivitas tertentu. OWAS Punggung Tabel 6. Skor Akhir OWAS Postur Kerja 1 Kaki Lengan Tabel 7. Skor Akhir OWAS Postur Kerja 2 Kaki OWAS Punggung Lengan ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 26-37 . Tabel 8. Skor Akhir OWAS Postur Kerja 3 Kaki OWAS Punggung Lengan Tabel 9. Skor Akhir OWAS Postur Kerja 4 Kaki OWAS Punggung Lengan Analisis Data OWAS Sementara itu pada skor OWAS dengan nilai tertinggi adalah pada postur ke 3 dengan nilai 4 . erbaikan harus dilakukan saat itu jug. , kemudian pada postur 2 dan 4 memiliki skor 2 . erbaikan di masa yang akan datan. http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 26-37 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. Skor Tabel 10. Kategori OWAS Postur Penjelasan Pada sistem ini masalah pada sistem musculoskeletal, tidak perlu perbaikan. Pada sikap ini sedikit bahaya pada sistem musculoskeletal. Perlu perbaikan di masa akan datang. Pada sikap ini berbahaya bagi sistem Perlu berbaikan segera mungkin. Pada sikap ini sangat berbahaya bagi sistem Perlu berbaikan secara langsung/saat ini. Pada sistem ini masalah pada sistem musculoskeletal, tidak perlu perbaikan. Pada sikap ini sedikit bahaya pada sistem musculoskeletal. Perlu perbaikan di masa akan datang. Pada sikap ini berbahaya bagi sistem Perlu berbaikan segera mungkin. Pada sikap ini sangat berbahaya bagi sistem Perlu berbaikan secara langsung/saat ini. Pada sistem ini masalah pada sistem musculoskeletal, tidak perlu perbaikan. Pada sikap ini sedikit bahaya pada sistem musculoskeletal. Perlu perbaikan di masa akan datang. Pada sikap ini berbahaya bagi sistem Perlu berbaikan segera mungkin. Pada sikap ini sangat berbahaya bagi sistem Perlu berbaikan secara langsung/saat ini. Skor http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 26-37 . Postur ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. Penjelasan Pada sistem ini masalah pada sistem musculoskeletal, tidak perlu perbaikan. Pada sikap ini sedikit bahaya pada sistem musculoskeletal. Perlu perbaikan di masa akan datang. Pada sikap ini berbahaya bagi sistem Perlu berbaikan segera mungkin. Pada sikap ini sangat berbahaya bagi sistem Perlu berbaikan secara langsung/saat ini. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Hasil perhitungan menggunakan metode RULA menunjukkan bahwa pada postur 1, skor yang didapatkan adalah 6 yang menunjukkan postur ini berada pada kategori 3 yang artinya sikap ini berbahaya dan perlu perbaikan segera Sedangkan pada postur 2, 3, dan 4 menunjukkan bahwa, skor yang didapatkan adalah 7 pada kategori 4 yang menunjukkan postur ini berbahaya dan perlu perbaikan segera mungkin langsung/saat ini. Hasil perhitungan menggunakan metode OWAS menunjukkan pada postur 1, skor yang didapatkan adalah 1 dengan kategori tidak perlu perbaikan. Sementara pada postur 2 dan 4 menunjukkan skor 2 yang artinya perbaikan perlu di masa yang akan datang. Sedangkan pada postur 3, menunjukkan skor 4 bahwa postur ini sangat berbahaya dan perlu perbaikan langsung. Rekomendasi yang diperlukan adalah modifikasi tempat kerja, alat bantu kerja, pelatihan ergonomi, manajemen beban kerja serta Evaluasi. C Saran Pelatihan Ergonomi di tempat kerja diperlukan untuk memanajemen beban kerja serta memperkenalkan pekerja mengenai tanda-tanda ketegangan otot dan cara mengatasinya, serta mengadakan evaluasi secara berkala melalui penilaian postur kerja dan beban kerja menggunakan metode yang lain untuk mengurangi frekuensi dan postur yang beresiko. http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 26-37 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. DAFTAR PUSTAKA