Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 PERWUJUDAN DAN IMPLEMENTASI ETIKA DALAM PELAYANAN PUBLIK DI ERA OTONOMI DAERAH Ni Wayan Sutiani Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mahendradatta - Denpasar e-mail : sutianiwayan12@gmail. Abstrak. Pelayanan Publik baik di pusat maupun di daerah masih belum menerapkan nilai-nilai Etika disebabkan adanya pemahaman yang beragam, tidak didukung kebijakan yang memadai, bertentangan dengan nilai budaya lokal, dan bersifat tidak mengikat. Untuk itu pemerintah perlu menetapkan kebijakan mengenai Etika Pelayanan Publik secara terintegrasi dan lebih operasional yang mampu menciptakan kesepahaman dari aparatur pemerintah pusat dan daerah mengenai bentuk kebijakan Etika Pelayanan Publik serta berlaku bagi aparat yang langsung berhubungan dengan masyarakat dan tidak berlaku bagi aparat yang tidak langsung berhubungan dengan masyarakat. Pemerintah perlu menyusun dan mensosialisasikan strategi pengembangan Etika Pelayanan Publik yang operasional dan terintegrasi yang mengakomodasi muatan budaya lokal dan melibatkan seluruh stakeholders pelayanan publik yang ada, baik di kantor Ae kantor pemerintahan maupun di lembaga swasta Kata Kunci : Implementasi, . Etika. Pelayanan Publik. Era Otonomi Daerah Abstract. Public services both at the central and regional levels still do not apply Ethical values due to diverse understanding, not supported by adequate policies, contrary to local cultural values, and nonbinding. For this reason, the government needs to establish a policy on public service ethics in an integrated and more operational manner that is able to create an understanding of central and regional government officials regarding the form of Public Service Ethics policy and applies to officials directly related to the community and does not apply to officials who are not directly related to society. The government needs to develop and socialize a strategy for developing operational and integrated Public Service Ethics that accommodates the content of local culture and involves all existing public service stakeholders, both in government offices and in private institutions. Keywords: Implementation. Ethics. Public Service. Era of Regional Autonomy Pendahuluan Saat menjawab berbagai tantangan dari persoalanadministrasi persoalan yang ada dengan menempuh beragam menghadapi tantangan yang cukup banyak cara yang dapat dilakukannya. Salah satu cara sebagai akibat dari adanya tuntutan masyarakat yang dapat ditempuh guna menjawab tantangan yang semakin beragam, sementara itu sumber daya manusiayang dimiliki sangat terbatas baik administrasi publik. Reformasi administrasi dalam jumlah maupun kualitasnya. Oleh sebab publik dilakukan pada berbagai aspek yang ituadministrasi publik dituntut untuk mampu Salah satu aspek yang penting Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 Pelayanan publik sebagai penggerak administrasi publik adalah aspek etika dalam utama juga dianggap penting oleh semua aktor dari unsur good governance. Para pejabat masyarakat atau yang lebih dikenal sebagai publik, unsur-unsur dalam masyarakat sipil dan etika dalam pelayanan publik. Etika dalam dunia usaha sama-sama memiliki kepentingan pelayanan publik bagi aparatur pemerintah baik terhadap perbaikan kinerja pelayanan publik. di pusat maupun di daerah sering kurang Ada tiga alasan penting yang melatar-belakangi bahwa pembaharuan pelayanan publik dapat kajian-kajian administrasi publik yang dilakukan selama ini, padahal kinerja pelayanan publik sangat Indonesia. Pertama, ditentukan oleh etika para aparatur yang melaksanakan pelayanan tersebut. Bila aparatur stakeholders, yaitu pemerintah , warga, dan pemerintah memahami dan menerapkan etika sektor usaha. Kedua, pelayanan publik adalah dalam memberikan pelayanan secara benar ranah dari ketiga unsur governance melakukan maka kinerja pelayanan diharapkan akan interaksi yang sangat intensif. Ketiga, nilai- nilai yang selama ini mencirikan praktik good masyarakat yang dilayani. Sebaliknya, apabila governance diterjemahkan secara lebih mudah etika tersebut tidak dipahami dan dilaksanakan. dan nyata melalui pelayanan publik Secara benar maka kinerja pelayanan menjadi Fenomena masyarakat yang dilayani. Realitas di lapangan permasalahan, misalnya prosedur pelayanan menunjukkan bahwa kinerja pelayanan publik yang bertele-tele, ketidakpastian waktu dan yang diberikan oleh aparatur pemerintah pusat harga yang menyebabkan pelayanan menjadi dan daerah kepada masyarakat belum berakar sulit dijangkau secara wajar oleh masyarakat. pada norma-norma etika yang benar. Fenomena Hal ini menyebabkan terjadi ketidakpercayaan lain yang terlihat di lapangan menunjukkan kepada pemberi pelayanan dalam hal ini bahwa pola pelayanan aparat pemerintah birokrasi sehingga masyarakat mencari jalan buruk dan akan timbul banyakkomplain dari pendekatan kekuasaan, sehingga kurang peka melalui cara tertentu yaitu dengan memberikan biaya tambahan. Dalam pemberian pelayanan publik, disamping permasalahan diatas, juga seharusnya terbuka, profesional dan akuntabel. tentang cara pelayanan yang diterima oleh Implikasi dari ketidakhadiran . etika dalam pelayanan publik yang paling dirasakan masyarakat adalah perilaku aparatur yang Masyarakat ditempatkan sebagai klien yang diskriminatif dan tidak efisien. Negara. sehingga harus tunduk pada ketentuan birokrasi Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 dan kemauan dari para pejabatnya. Hal ini diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa terjadi karna budaya yang berkembang dalam yang seharusnya dilakukan oleh manusia. birokrasi selama ini bukan budaya pelayanan. Menurut adalah adalah suatu ilmu yang memberikan Soergarda Poerbakawatja, arahan, acuan, serta pijakan kepada suatu Berdasarkan uraian pada latar belakang tindakan manusia. mengenai kondisi kinerja pelayanan publik di Menurut H. Mustafa, pengertian etika adalah pusat dan daerah maka dapat dirumuskan ilmu yang menyelidiki terhadap suatu perilaku adalahAuBagaimanakah memerhatikan perbuatan manusia sejauh apa dalam penyelenggaraan pelayanan publik oleh yang diketahui oleh akan serta pikiran manusia aparatur pemerintah di pusat dan di daerah saat Menurut Poerwadarminto, arti etika adalah ini?Ay ilmu pengetahuan tentang suatu perilaku atau Metode Penelitian perbuatan manusia yang dilihat dari sisi baik Penelitian dan buruknya yang sejauh mana dapat pencatatan dan dokumentasi. Sumber data ditentukan oleh akal manusia. Teknik analisis data yang diterapkan pada Pelayanan adalah suatu kegiatan atau penelitian ini adalah menggunakan analisis urutan kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung antar seseorang dengan orang lain Landasan Teori atau mesin secara fisik, dan menyediakan Etika . alam bahasa Yunani Kuno: kepuasan pelanggan1. Sementara dalam Kamus AuethikosAy, berarti Autimbul dari kebiasaanA. Besar Bahasa Indonesia dijelaskan pelayana adalah sebuah sesuatu di mana dan bagaimana sebagai hal, cara atau hasil pekerjaan melayani. cabang utama filsafat yang mempelajari nilai Sedangkan melayani adalah menyuguhi . rang atau kualitas yang menjadi studi mengenai dengan makanan atau minuman. standar dan penilaian moral. Etika mencakup keperluan orang. mengiyakan, menerima. analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika 2009. Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian dalam rangka pemenuhan kebutuhan pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang- akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain undangan bagi setiap warga Negara dan karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan unsur-unsur Menurut Undang-undang No. 25 Tahun dengan pendapat orang lain. Untuk itulah 1 Sampara Lukman, manajemen Kualitas Pelayanan, jakarta. STIA LAN Press 2000, hlm 8 Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 penyelenggara publik. diharapkan oleh masyarakat. Sementara itu istilah publik berasal dari Tujuan bahasa inggris public yang berarti umum, memuaskan dan bisa sesuai dengan keinginan masyarakat, negara. Kata publik sebenarnya masyarakat atau pelayanan pada umumnya4. sudah diterima menjadi bahasa Indonesia baku Untuk mencapai hal ini diperlukan kualitas menjadi publik yang berarti umum, orang pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan dan banyak, ramai. Padanan kata yang tepat keinginan masyarakat. Berdasarkan Keputusan digunakan adalah praja yang sebenarnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No bermakna rakyat sehingga lahir istilah pamong 62 tahun 2003 tentang penyelenggaraan praja yang berarti pemerintah yang melayani pelayanan publik setidaknya mengandung kepentingan seluruh rakyat . sendi-sendi : Oleh karena itu pelayanan publik diartikan Kesederhanaan, dalam arti prosedur atau sebagai setiap kegiatan yang dilakukan oleh tata cara pelayanan diselenggarakan secara pemerintah terhadap sejumlah manusia yang cepat, tidak berbelit-belit, mudah dipahami memiliki setiap kegiatan yang menguntungkan dan mudah dilaksanakan. dalam suatu kumpulan atau kesatuan, dan Kejelasan yang mencakup : menawarkan kepuasan meskipun hasilnya tidak Rincian biaya atau tarif pelayanan publik. terikat pada suatu produk secara fisik. Prosedur/tata cara umum, baik teknis Lijan Poltak Sinambela maupun administratif. pelayanan publik sebagai pemberian layanan Kepastian waktu, yaitu pelaksanaan . keperluan orang atau masyarakat pelayanan publik harus dapat diselesaikan yang mempunyai kepentingan pada organisasi dalam kurun waktu yang telah ditentukan. itu sesuai dengan aturan pokok yang telah Kemudahan akses, yaitu bahwa tempat dan Pelayanan masyarakat pada penyelenggaraan negara . masyarakat, dan dapat memanfaatkan Negara didirikan oleh publik atau masyarakat teknologi telekomunikasi dan informatika. Kedisiplinan, kesopanan dan keramahan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada yakni memberi pelayanan harus bersikap hakekatnya negara dalam hal ini birokrasi disiplin, sopan dan santun, ramah serta memberikan pelayanan dengan ikhlas. Kebutuhan dalam hal ini bukanlah akan tetapi Kelengkapan sarana dan prasarana kerja, peralatan kerja dan pendukung lainnya 2 L. Sinambela. Reformasi Pelayanan Publik. Jakarta. Bumi Aksara, 2010, hlm 5 3 Opcit. P Sinambela. Hlm 5 4 opcit. P Sinambela. Hlm 6 Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 yang memadai termasuk penyediaan sarana teknologi telekomunikasi dan informatika kebenaran itu bersifat relatif sesuaidengan Pembahasan Mereka kondisi yang ada. Dengan kata lain bahwa Faktor yang mempengaruhi Implementasi Etika dalam Pelayanan Publik di Indonesia Saat yangbaik berdasarkan kenyataan lapangan. Ini Petugas yang memiliki keyakinan seperti Indonesia menurut penulis dapat diidentifikasi iniberanggapan bahwa norma yang bersifat sebagai berikut : universal itu belum tentu baik apabila tidak Dalam praktek penyelenggaraan pelayanan sesuaidengan kondisi yang ada. Dengan instansi-instansi instansi-instansi demikian akan terjadi kecenderungan untuk benar pada saat melaksanakan tugasnya masyarakat baik individu maupun badan, sesuai dengan kondisiyang ada akan lebih petugas-petugas sering terjadi. Hal inilah yang membuka AykerjasamaAy memiliki dua sikap yang berbeda, yaitu sikap yang absolutis dan sikap yang realitis. Sikap absolutis muncul berkaitan dengan layananAy keyakinan petugas yang ber sangkutan memperhatikan aturan main yang berlaku. Aypenerima Belum ada kebenaran yang hakiki terhadap norma-norma yang bersifat absolute yang Etika dalam penyelenggaraan pelayanan publik baik bagi petugas pemberi layanan bersifat universal . niversal rule. Petugas Kebenaran dalam beretika akanmelaksanakan tugasnya dengan sebaik- dalam penyelenggaraan pelayanan publik nilai-nilai diyakininya baikdan bersifat umum. Petugas pada keyakinan pemberi pelayanan terhadap yang termasuk kelompok ini adalah petugas yang memilikikeyakinan profesi, keyakinan agama dan nilai-nilai kemanusiaan yang Kondisi ini dapatdiketahui dari kenyataan di Petugas yangmemiliki sikap absolutis ini akan bersikap tegas dan cenderung kaku beretikaAytergantung . idak Aykebenaran penyimpangan terhadap prosedur yang masyarakat penerima layanan. Apabila nilai-nilai universalyang diyakininy. Sikap realistis proses pelayanan maka pelayanan tersebut Aykebenaran etikaAy. Padahal dapat saja Aykebenaran dalam keyakinan yang berbedadengan keyakinan Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 beretikaAy tersebut melanggar rasa keadilan dengan organisasi tempat bekerja. Etika terhadap anggota masyarakat yang lain atau organisasi akan mewarnai perilaku yang bahkan masyarakatpenerima layanan secara dimiliki pegawai negeri yang merupakan anggota organisasi temapat ia bekerja. Etika pelanggaran AyetikaAy hanya memiliki sanksi sosial adalah norma-norma yang menuntun sosial saja yang sering kali tidak efektif perilaku dan tindakan anggota masyarakat untuk mengubah tingkah laku melanggar agar keutuhan kelompok dan anggota masyarakat selalu terjaga atau terpelihara. Kondisi masyarakat penerima layanan. Terjadi Pegawai implementasi keempat tingkatan etika dalam merupakan anggota masyarakat yang tidak proses penyelenggaraan pelayanan publik kepada masyarakat. Etika pelayanan publik masyarakat disekelilingnya yang dapat terdiri atas empat tingkatan, yaitu . etika berupa budaya, tradisi, pola pikir. Etika individu, . etika profesi, . etika organisasi, dan . etika sosial. Etika individu atau moral pribadi yaitu etika yang memberikan disadari ataupun tidak. Faktor penerapan tuntunan mengenai baik atau buruk yang keempat tingkatan etika pelayanan publik dipengaruhi orang tua, keyakinan agama, budaya, adat istiadat, dan pengalaman masa kebingungan para petugas penyelenggara Biasanya etika ini terbentuk sebelum menyangkut penentuan prioritas keempat . etugas Kebingungan profesi adalah serangkaian norma atau aturan yang menuntun perilaku kalangan dengan kondisi saat pelayanan tersebut Apabila kondisi berbeda maka pegawai negeri yang menyelenggarakan penentuan prioritas keempat tingkatan etika pelayanan kepada masyarakat. Etika ini pelayanan publik pun akan berbeda yang terbentuk pada saat menjalankan atau mengakibatkan keputusan yang diambil menduduki jabatan tertentu atau dengan kata akan berbeda pula. Misalnya, petugas lain terbentuk pada saat menjadi pegawai pelayanan publik menghadapi saudaranya Etika organisasi adalah serangkaian yang menjadi penerima layanan tentu etika aturan dan norma yang bersifat formal dan individu akan lebih dominan, sebaliknya tidak formal yang menuntun perilaku dan bila yang dihadapi adalah atasannya yang menjadi penerima layanan tentu etika organisasi akan lebih dominan. Kondisi penyelenggara pelayanan publik juga terikat seperti inilah yang selalu AymenghantuiAy Pegawai penyelenggara pelayanan publi. Etika Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 petugas penyelenggara pelayanan publik pelayanan di bidangkesehatan menyangkut pada saat bertugas profesi dokter dan profesi perawat . enaga Keputusan medi. , profesi apoteker,dan profesi lainnya. Berdasarkan pelayanan publik tergantung pada atasan literatur dan pengamatan lapangandiketahui bahwa masih terbatasnya kode etik profesi Petugas garapelayanan publik tidak terlepas dari pengaruh etika organisasi tempat mereka yangmelaksanakan pelayanan publik atau Sebenarnya etika penyelenggaraan dengan kata lain masih banyak profesi yang pelayanan merupakan Dalam beberapa profesi yang memiliki kode etik organisasi formal aturan yang berlaku Meskipun secara umum para petugas dokter,akuntan. Dengan demikian maka etika pegawai negeri telah memiliki kode etik Kode pejabat yang berwenang. Oleh sebab itu negerimemiliki sifat yang umum . sehingga belum dapat dijadikan acuan bagi keputusan-keputusan pelayanan identik dengan keputusan pejabat memiliki profesi yang khusus . yang bersifat teknis. Olehsebab itu kode etik pelayanan kesehatan di suatu Puskesmas pegawai negeri perlu didukung dengan kode identik dengan keputusanKepala Puskesmas yang bersangkutan. menunjukkan bahwa narasumber di lokasi Misalkan Pembahasan Implementasi Etika Kondisi Implementasi Etika Kenyataan penelitian menekankan pentingnya kodeetik Pelayanan Publik , dengan bertitik tolak pada faktor yang mempengaruhi implementasi etika Misalnya narasumber dari Sulawesi Tengah memberikan Aybekal etikaAy. tika profes. implementasi etika dalam pelayanan publik di bagi para petugas yang melaksanakan pusat dan di daerah adalah sebagai berikut Dalam penyelenggaraan pelayanan publik masih belum didukung dengan kode etik profesi yang memadai. Penyelenggaraan Tak jauh berbeda narasumber pelayanan publikmencakup berbagai profesi dari Papua menyatakan bahwa kondisi yang sesuai dengan jenis pelayanan, misalnya ada saat ini adalah PNS belummemiliki penyelenggaraan pelayanan Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 Code Of Conduct dan tak diikuti dengan Sementara itu terkait dengan etikaprofesi, ada beberapa kalangan yang masih memiliki . denganotoriter dalam demokrasi. Aparat terhanyut dalam AyThe Shadow Of SystemAy meskipunbelum ada kode etik petugas . ekuatan sistembayanga. yang mengikis penyelenggara pelayanan publik . ode etik budaya positif yang dimiliki aparatur yang profes. tetapi pelayanan publik masih dapat Hal senadadikemukakan nara dilaksanakan dengan rambu-rambu nilai- sumber dari Gorontalo yang menyatakan bahwa berkaitan dengan etika, diIndonesia. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa baik di pusat maupun di daerah tidak ada ketidakadaan kode etikmenciptakan peluang atau kurangnya kode etik yang menjadidasar bagi petugas untuk mengabaikan etika birokrasi/aparatur untuk bekerja dalam pelayanan publik atau dengankata lain tidak rangka pelayanan pada masyarakat etika yangperlu diterapkan dalam berorganisasi penyelenggara pelayanan publik. Kisah adalah etika individu, etika organisasi dan yang menarik mengenai pentingnya kode etika profesi. Etika individu menentukan etik profesi terjadi di Sulawesi Tengah baik atau buruk perilaku orang perorangan dalam hubungannyadengan orang lain. Etika Kabupaten organisasi berfungsi menetapkan parameter Morowali ini dipimpin olehseorang Bupati dan merinci kewajiban kewajiban organisasi yang . tidak memiliki kemapuan. itu sendiri serta menggariskan konteks Waktunya sebagian besardihabiskan di Jakarta, keberadaan di kantor hanya 3 hari keputusan-keputusan nilai-nilaiPancasila. diKabupaten Morowali Parigimoto. Kabupaten Etika dalam seminggu pada jam 6 subuhdan jam 6 organisasi sebagai aturan yang dicerminkan Dengan kondisi ini maka pelayanan dalam strukturorganisasi dan fungsi-fungsi serta prosedur, termasuk di dalamnya sistem ituBupati tidak memiliki hubungan baik AulumpuhAy. Disamping sanksi-sanksi sebagai Wakil Bupati yang merupakan Etika wakilnya bila dia berhalangan. Kondisi ini berlaku dalam suatu kerangka yangditerima ditengarai merupakan hasil dari proses oleh semua yang secara hukum atau secara rekrutmen dari sistem yangtidak baik . arbage in garbage ou. Kondisi yang kelompokprofesi yang bersangkutan. Ketiga macam etika tersebut idealnya dapat diikuti, dengankondisi yang terjadi di Kabupaten dipatuhi dan dijadikan pedoman, pegangan. Parigimoto. Di Kabupaten ini memiliki Bupati yang dianggapmemiliki kemampuan. Sebagai organisasi, menjalankan tugas/profesinya. Morowali Bupati kemudahan akses kepada nelayandalam Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 berhubungan dengan Bank, karena apabila Tengah menyatakan bahwa Ada beberapa nelayan langsung berhubungan denganpihak kalangan yangselalu mengkaitkan antara etika Perbankan akan mengalami kesulitan. Kisah dengan hukum . tika diidentikkan dengan Tetapi Ketidakadaan kode etik profesi sebagai membedakan antara etika dengan hukum. seorang Bupati (Penyelenggara pelayanan Kalangan yang terakhir berpendapatbahwa publi. maka etika merupakan sesuatu yang melekat dari diri semaunya sendiri tanpa mempedulikan seseorang bukan sesuatu yang dipaksakan dari tugasnya kepadamasyarakat seperti yang luar (Norm. Kalangan ini berpendapat bahwa terjadi di Kabupaten Morowali, ataupun norma bukan hukum dannorma tidak memiliki sebaliknya Bupati dapatberbuat banyak sanksi hukum. Etika tata pemerintahan yang untuk kepentingan masyarakatnya seperti baik . ermasuk di dalamnyaetika pelayanan yang terjadi di Kabupaten Parigimoto. tidak selalu diAypositifkanAy . ijadikan Bupati Belum aturan hukum yang memuat sanksibagi yang Meskipun Nara Papua menyatakan bahwa etika memiliki batasberupa ruang dan waktu. Etika sebagai norma hukum pelayanan publiktelah diterbitkan seperti Inpres tidak mengedepan unsur sanksi hukumyang No. 1 Tahun 1995 tentang Perbaikan dan bersifat nasional. Sanksi yang diberlakukan Peningkatan MutuPelayanan Pemerintah Aparatur Memang pada kenyataannya No. 63/KEP/M. PAN/7/2003 sanksi sosial yang diberikan pada pelanggaran Tanggal 10 Juli 2003 tentang Pedoman Umum etikabelum tersosialisasikan dengan baik dan PenyelenggaraanPelayanan tak mampu memberikan dampak menghukum belum terlaksana dengan baik di lapangan. Nara sumber dari Gorontalo Padahal menyatakan bahwa etika adalah seperangkat pengimplementasiannya di lapangan. Kendala nilai yangdapat dijadikan pedoman, referensi, yang ditemui adalah kebijakan tersebutbelum acuan, dan penuntun apa yang harus dilakukan sepenuhnya ditindaklanjuti dengan kebijakan dalam menjalankan tugas. Dengan demikian yang bersifat operasional oleh aparat baikdi etika merupakan standar yang berfungsi untuk tingkat pusat maupun di daerah. Bukti di menilaiapakah sifat, perilaku, tindakan atau sepak terjangnya dalam menjalankan tugas variasibentuk dan muatan kebijakan mengenai dinilai baikatau buruk. Dengan belum adanya kesepahaman mengenai etika pelayanan publik KepmenPAN Masyarakat Publik Lebih-lebih pelayanan publik dibuat dalam format hukum pengimplementasiannya di lapangan. Padahal positif atautidak. Nara sumber dari Sulawesi dengan belumadanya implementasi di lapangan Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 berarti kegiatan penilaian akan sulit dilakukan yang menimbulkan kondisi yang menyimpang yang akhirnya pengembangan dan penyesuaian . eviation kode etik pelayanan publik terhadap keadaan yangkurang dan kesejahteraan yang tidak danperubahan zaman akan sulit dilaksanakan, mendukung menyebabkan kinerja yang tidak . berdasarkan hasil pengamatan di lapangan Pada umumnya pada hari keduapuluh diketahui bahwa kesadaran untuk beretika . anggal 20 setiap bula. beras yang dimiliki telah habisdengan demikian pegawai yang bersangkutan akan berusaha untuk mencari masyarakat penerima pelayanan publik masih tambahan gunamenutup kekurangan tersebut Mereka masih cenderung berorientasi dengan cara mencari pekerjaan sambilan penyelenggaraan pelayanan . epentingan Disamping masih kurangnya Pendapatan tambahan penghasilan di kantor . ikal bakal pemahaman mereka terhadap etika pelayanan Bukti dilapangan menunjukkan di tiga Gorontalo menyatakan bahwa permasalahan lokasi penelitian menunjukkan kecenderungan yang muncul dalam proses etika, diantaranya yang samameskipun dengan alasan yang adalah belum adanya kesadaran beretika dalam berbeda-beda. Sementara ini pemahaman etika pelayanan publik baik di pusatmaupun di Narasumber Aparat/pegawai sehingga sering kali dipahami sebagai nilai- yangberada pada front office tidak mengerti Dengan akan tupoksinya sehingga mereka bekerja pemahaman seperti ini maka etika pelayanan dengankemauannya sendiri. Adanya sikap publik merupakan kebijakanyang bersifat tidak tidak perduli dari aparat dan masyarakat Etika pelayanan publik hanya terhadappentingnya etika dalam pelayanan Berdasarkan pendapat narasumber di melaksanakan kegiatan pelayanan terhadap lokasipenelitian bahwa kesadaran beretika masyarakat dan bukan oleh aparatdaerah yang dipengaruhioleh kemampuan aparat . etugas penyelenggara pelayanan publi. dan tingkat daerahAumelayani masyarakat tidak dengan kesejahteraanyang dimilikinya. Terkait dengan pemahaman terhadap etika pelayanan publik hatiAy penyelenggaraan pelayanan tidak secara totalitas tetapi hanya sekedarnya prioritas dalam penggunaan tingkatan etika di Fenomenaini semakin kuat pada era lokasi kajian dapat digambarkan menurut otonomi dan bahkan ada yang beranggapan pendapat narasumber berikut ini. Nara sumber AuTelah Hilangnya ProfesionalismeAy aparat dari Sulawesi Tengah menyatakan bahwa dalam melayani masyarakat. Kondisi inilah Pelayanan publik memiliki dua sisi, yaitu: Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 aturan dan etika. Aturan dalam pelayanan publik membawa konsekuensi pada kontra dipatuhi oleh aparat yangmemiliki kesempatan prestasi, artinya apabila aturan dilaksanakan secara baik maka akan diberikan penghargaan kesehariannya sebagai seorangaparatur yang terhadap aparat yang bersangkutan, sedangkan etika merupakan norma dalam memberikan Kesempatan yang dimilikiadalah pelayanaan . orma melayan. Etika dalam kondisi yang mendukung bagi aparat yang penyelenggaraan pelayanan publik di tingkat memiliki kinerja yang memadai, . daya perbedaan yang muncul merupakan dimensi tanggap yang dimiliki pegawai, dan . iklim kultural yang ada padalokasi penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat menciptakan budaya, menyangkut dua aspek utama, yaitu: aspek daerahsebagai sistem nilai yang terbentuk dari internal dan aspek eksternal. Aspek internal keterpaduan antara norma-norma yang telah menyangkut kondisi individual aparat yang adadalam masyarakat dan norma baru yang mempengaruhinya seperti norma-norma agama kondisi lingkungan aparat yang terdiri dari: . yangberkembang di daerah tersebut. Dalam tradisi dan budaya, . pendapatan, dan . perkembangan selanjutnya etnis-etnis tertentu kualitas pegawai yang bersangkutan. Tradisi mengagungkan suatu sistem nilai tertentu yang dan budaya aparat dipengaruhi olehkondisi tempat bekerja. Tradisi dan budaya ini tumbuh pemerintahan yang adakalanya tidak bersifat dalam birokrasi tempat aparat itubekerja sejak AufairAy. rekruitmen awal. Pada saat rekruitmen pegawai menyatakanbahwa Kentalnya pengaruh budaya biasanya didasarkan padaupaya untuk mengisi feodalistik yang masih ada pada sebagaian Hal tersebut banyak berpengaruh mengurangi pengangguran. Tradisiinilah yang pada pelayanan kepada masyarakat, sebagai menyebabkan pegawai tidak dapat berkinerja dengan baik dan bahkanmenimbulkan prilaku Gorontalo ada pelayanan khusus kepada marga- yang menyimpang atau sering disebut sebagai marga tertentu. Selanjutnya dalam rangka Etikadalam peningkatan kesadaran aparatur daerah dalam penyelenggaraan pelayanan publik terdiri dari penyelenggaraanetika dalam pelayanan publik dua kelompok, yaitu Etika birokrasi danEtika Etika birokrasi terbentuk karena kedewasaan aparaturdaerah dalam beretika. Untuk . ersifat Etika Aspek Nara yaitu:. Sistem diwilayah-wilayah Gorontalo nilai-nilai sedangkanetika individu terbentuk karena universal yang mengakomodasi nilai-nilai pengaruh keluarga dan dogma yang dimiliki budaya lokal yang positif agar mampu oleh pegawai yangbersangkutan. Etika dalam mendekatkan aparatur daerah terhadap perilaku Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 positif yang sehari-hari mereka hadapi dalam dapat lepas dari kepentingan organisasi yang pimpinan yang berwenang dari organisasi yang nilai-nilai Karena tidak adanya ukutan universalyang dapat dikembangkan adalah: yang jelas dan pasti dari etika pelayanan integritas, kebenaran, kejujuran, ketabahan, publikyang diberikan maka petugas akan respek,menaruh perhatian, keramahan, cepat . tanggap, mengutamakan kepentingan publik di ataskepentingan lain, bekerja KuatnyaAuimperatifAy terhadap kekuasaan yang Secara terbuka dantransparansi, kreativitas, dedikasi, merupakan manifestasi dari perintah atasan kasih sayang, penggunaan keleluasaan untuk kepada bawahan bukan merupakan kesadaran kepentingan publik, beri perlindungan terhadap dari aparatyang bersangkutan. Disamping itu adanya ego sektoral dari institusi tertentu yang Sedangkan nilai nilai lokal yang dapat menganggap bahwa satu institusi lebih baik diakomodasi adalah: senang melihat orang lain Tenga. , penyelenggaraan pelayanan publik. Fenomena solidaritas sosial, transparansi, kejujuran, teguh yang lain adalah adanya ikatan etnis lokal yang kuat menyebabkan penyelenggaraan pelayanan keputusan . ein-kein karkar. , menghargai publik lebih mengutamakan etnis tertentu, tuan rumah, untuk budaya Papua, memberi narasumber dari Gorontalo menyatakan bahwa kentalnya pengaruh budaya feodalistik yang Gorontalo, . Belum ada ukuran yang jelas masihada pada sebagian masyarakat. Hal danpasti dalam menilai etika pelayanan publik. tersebut banyak berpengaruh pada pelayanan Dari kepada masyarakat, sebagai contoh, di wilayah- belumditemukan ukuran yang jelas dan pasti wilayah tertentu di Gorontalo ada pelayanan terhadap etika pelayanan publik. Hal ini ketidakadaan/keterbatasan Ketidakadaan ukuran yang jelas dan pasti nilai etika yang dimiliki, contoh konkritnya terhadap etika mengakibatkan mekanisme kontrol yang lemah, sehingga Aytidak adaAy budayaSulawesi masing-masing Disamping pengembangan profesionalisme, komunikasi marga-marga mengutamakan kepentingan tertentu tanpa memperhatikan konteks . ondisi yang ad. Yang lebih parah lagipengadu pelayanan publik yang diberikan. Pegawai negeri sebagai salah satu penyelenggara anggotaorganisasi pemerintah . tidak AyimbalanAy yang terancam. Kondisi menyebabkan birokrasi sebagai penyelenggara Jurnal Cakrawarti. Vol. No. Agustus Ae Januari 2020 ISSN : 2620-5173 pelayananpublik menjadi Aybisu dan tuliAy seperti sehingga etika pelayanan publik yang ada ungkapan nara sumber dari Sulawesi Tengah yang menyatakan bahwa birokrasi Aubuta dan aparatur di pusat dan di daerah. Berdasarkan tuliAy yang berarti bahwa birokrasi sebagai unsur pembahasan mengenai Implementasi Etika dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik di pemerintah tidak tanggap terhadap kebutuhan Indonesia dapat dirumuskan rkomendasi yang masyarakat yang dilayani dan tidak mendengar sekiranya dapat dijadikan bahan masukan dan keluhan-keluhan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan dari aparat pemerintah daerah Aumelayani implementasi etika dalam pelayanan publik. masyarakat tidak dengan sepenuh hatiAy artinya Saran bahwa dalam memberikan pelayanan kepada Pemerintah perlu menetapkan kebijakan masyarakat tidak secara totalitas tetapi hanya mengenai etika pelayanan publik secara sekedarnya saja. Fenomena ini semakin kuat terintegrasi dan lebih operasional yang pada era otonomi dan bahkan ada yang mampu menciptakan kesepahaman dari beranggapan Autelah hilangnya profesionalismeAy aparatur pemerintah pusat dan daerah aparat dalam melayani masyarakat. Ketiadaan mengenai bentuk kebijakan etika pelayanan dialog antar stakeholer pelayanan publik makin publik serta berlaku bagi aparat yang memperparah kondisi pelayanan publik saat ini, langsung berhubungan dengan masyarakat karena masing-masing aktor pelayanan publik dan tidak berlaku bagi aparat yang tidak bergerak dengan aturan main yang berbeda- langsung berhubungan dengan masyarakat. beda dan dengan kepentingan sendiri-sendiri Pemerintah dalam kondisi ketidakjelasan dan ketidak mensosialisasikan strategi pengembangan pastian ukuran etika pelayanan publik Penutup mengakomodasi muatan budaya lokal dan Dari uraian pembahasan mengenai publik yang ada. Penyusun kebijakan perlu mengakomodasi nilai-nilai etika pelayanan publik dalam pelayanan publik baik di pusat maupun di setiap produk kebijakan penyelenggaraan daerah masih belum menerapkan nilai-nilai negara yang ditetapkan khususnya yang etika disebabkan adanya pemahaman yang menyangkut sumber daya aparatur. Indonesia Publik melibatkan seluruh stakeholders pelayanan Implementasi Etika dalam Penyelenggaraan Pelayanan beragam, tidak didukung kebijakan yang DAFTAR PUSTAKA