Equilibrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya Tersedia online di http://e-journal. id/index. php/equilibrium/index P-ISSN: 2303-1565 E-ISSN: 2502-1575 Faktor yang mempengaruhi kualitas laporan keuangan dimoderasi kompetensi sumber daya manusia Alqibran Syach RM1. Suhartono1. Nur Rahmah Sari1 UIN Alauddin Makassar. Indonesia, 92118 alqibran0@gmail. suhartono@uin-alauddin. rahmahsari@uin-alauddin. Abstrak Berdasarkan data BPK tahun 2020. Kabupaten Bulukumba adalah pemerintah daerah yang belum memperoleh opini wajar tanpa pengecualian. Namun, di tahun 2022 Kabupaten Bulukumba menunjukkan perkembangan yang siginifikan dengan perolehan opini wajar tanpa pengecualian berdasarkan hasil hasil pemeriksaan laporan keuangan tahun. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan secara empiris mengenai pengaruh sistem informasi akuntansi dan pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan. Gap pada penelitian ini terletak pada variabel kompetensi sumber daya manusia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah seluruh pegawai bagian keuangan SKPD yang terdapat di Kabupaten Bulukumba, dengan metode non-probabilty sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel sistem informasi akuntansi dan pengendalian internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Kompetensi sumber daya manusia tidak mampu memoderasi pengaruh sistem informasi akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan. Kompetensi sumber daya manusia mampu memoderasi pengaruh pengendalian internal terhadap kualitas laporan Kata Kunci : Sistem Informasi Akuntansi. Pengendalian Internal. Kompetensi Sumber Daya Manusia. Kualitas Laporan Keuangan Factors that influence the quality of financial reports are moderated by human resource competence Abstract Based on 2020 BPK data. Bulukumba Regency is a regional government that has not received an unqualified opinion. However, in 2022. Bulukumba Regency will show significant development by obtaining an unqualified opinion based on the results of the audit of the year's financial statements. Therefore, this research aims to test and prove empirically the influence of accounting information systems and internal control on the quality of financial reports. The gap in this research lies in the human resource competency variable. This research is quantitative research. The population used was all employees of the SKPD finance department in Bulukumba Regency, using a non-probability sampling method as a sampling technique. The results of this research show that the accounting information system and internal control variables have a positive and significant effect on the quality of financial reports. Human resource competency is unable to moderate the influence of accounting information systems on the quality of financial reports. Human resource competency is able to moderate the influence of internal control on the quality of financial reports. This research aims to test and prove empirically the influence of accounting information systems and internal control on the quality of financial reports with human resource competency as a moderating variable. The gap in this research lies in the human resource competency variable. This research is quantitative research. The population used was all employees of the SKPD finance department in Bulukumba Regency, using a non-probability sampling method as a sampling technique. The results of this research show that the accounting information system and internal control variables have a positive and significant effect on the quality of financial reports. Human resource competency is unable to moderate the influence of accounting information systems on the quality of financial reports. Human resource competency is able to moderate the influence of internal control on the quality of financial reports. Keywords: Accounting Information System. Internal Control. Human Resource Competency. Quality of financial reports. DOI: 10. 25273/equilibrium. Copyright A 2024 Universitas PGRI Madiun Some rights reserved. | 122 Faktor yang mempengaruhi kualitas laporan keuangan dimoderasi kompetensi sumber daya manusia (Syach RM) PENDAHULUAN Perkembangan akuntansi sektor publik di Indonesia semakin pesat, terutama dalam implementasi kebijakan otonomi daerah. Reformasi akuntansi di sektor publik ditandai dengan transisi dari akuntansi kas ke akuntansi akrual (Yanni Y et al. , 2. Adanya reformasi akuntansi sektor publik dari kas menjadi akuntansi akrual telah diiringi dengan perubahan dalam beberapa aspek, seperti adanya standar dan metode akuntansi (Herindraningrum & Yuhertiana, 2. Perubahan akuntansi ini diharapkan dapat menyeimbangkan reformasi akuntansi sektor publik, meningkatkan akuntabilitas, dan meningkatkan output. Output akuntansi sektor publik adalah laporan keuangan pemerintah pusat dan daerah (Herindraningrum & Yuhertiana, 2. Dalam teori keagenan. Pemerintah selaku agen harus mampu menyajikan laporan keuangan yang berisi informasi keuangan berkualitas baik kepada masyarakat selaku prinsipal. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam mewujudkan pengelolaan yang bertanggungjawab dan baik adalah dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) (Triyani & Tubarad, 2. Standar Akuntansi Pemerintah merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang disahkan untuk menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah. Berdasarkan PP No. 71 Tahun 2010, laporan keuangan pemerintah dapat dikatakan berkualitas jika informasi yang disajikan memenuhi syarat yaitu andal, relevan, dapat dibandingkan, dan mudah dipahami (Yuli & Budiyono, 2. Menurut (Gusherinsya & Samukri, 2. dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan terdapat salah satu faktor pendukung yaitu sistem informasi akuntansi, dimana laporan keuangan yang dihasilkan dari suatu proses yang terpadu dan berkesinambungan yaitu berdasarkan pada input, proses dan output yang baik. Sistem informasi akuntansi menggunakan analisis Theory Acceptance Model (TAM) dengan menekankan pada persepsi kegunaan dan kemudahan penggunaan (Davis, 1. Umumnya tujuan pemanfaatan sistem informasi dan teknologi informasi pada instansi pemerintah lebih menekankan pada tingkat pengurangan kesalahan dalam memproses transaksi yang selama ini dilakukan secara manual dan memberikan informasi laporan keuangan yang akurat dan tepat waktu yang dapat digunakan oleh manajemen untuk membuat keputusan, sehingga memberikan dampak yang luar biasa mengingat instansi pemerintah merupakan sektor publik yang paling tinggi tingkat ketergantunganya pada aktivitas-aktivitas pengumpulan, pemprosesan(Nengsy, 2. Tingginya kualitas laporan keuangan pemerintah daerah juga ditentukan oleh seberapa baik sistem pengendalian internal yang dimiliki pemerintah daerah. Pengendalian internal adalah prosedur yang bertujuan untuk menjaga kekayaan atau aset dari berbagai tindakan penyalahgunaan, menyediakan informasi yang diuji kebenarannya agar dapat dipercaya dan juga memastikan kebijakan manajemen serta semua undang-undang atau peraturan hukum harus dijalankan dan dipatuhi sebagaimana mestinya oleh entitas. Pengendalian intern yang lemah menyebabkan sulitnya mendeteksi kecurangan atau ketidakakuratan proses akuntansi sehingga bukti audit yang diperoleh dari data akuntansi menjadi tidak kompeten (Lestari & Dewi, 2. Tidak hanya itu, kualitas laporan keuangan sangat ditentukan oleh kompetensi sumber daya manusia, karena dengan sumber daya manusia yang kompeten, maka akan dihasilkan laporan keuangan yang tepat waktu, relevan, dan dapat dibandingkan (Yuli & Budiyono, 2. Kompetensi sumber daya manusia merupakan kemampuan pegawai atau suatu sistem untuk melaksanakan fungsi-fungsi atau kewenangannya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien (Rahmadani & Zulaika, 2. Sumber daya manusia yang berkompeten dalam menyusun laporan keuangan harus memiliki pengetahuan yang luas Jurnal Equilibrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 12 no 02 Hal 17-25 | 123 Faktor yang mempengaruhi kualitas laporan keuangan dimoderasi kompetensi sumber daya manusia (Syach RM) yang didukung dengan latar belakang pendidikan akuntansi, memiliki keterampilan yang bagus, sikap yang baik dan melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya sehingga memaksimalkan kemampuan yang dimilikinya demi tercapainya laporan keuangan yang berkualitas (Wulandari dalam Rahmadani & Zulaika, 2. Kualitas laporan keuangan pada pemerintah daerah erat kaitannya dengan pemberian opini dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) (Firmansyah et al. , 2. Berdasarkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2022, hasil pemeriksaan BPK atas 541 LKPD Tahun 2021 mengungkapkan peningkatan opini WTP atas 500 LKPD mencapai 95% atau telah melampaui target RPJMN yaitu 92% (DPR RI, 2. Di sisi lain, masih terdapat pemerintah daerah yang belum memperoleh opini tersebut (Firmansyah et al. Kondisi ini menunjukkan bahwa belum semua laporan keuangan saat ini disajikan dengan baik dan tidak terdapat kecukupan bukti untuk mendukung kewajaran laporan keuangan pemerintah daerah. Berdasarkan data Badan Pemeriksa Keuangan tahun 2020. Kabupaten Bulukumba adalah pemerintah daerah yang belum memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (BPK RI, 2. Hal ini terjadi karena permasalahan terkait Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) yang berdampak terhadap kewajaran penyajian LKPD. Namun, di tahun 2022 Kabupaten Bulukumba meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian atas Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2022 dari Badan Pemeriksa Keuangan (DISKOMINFO, 2. Hal ini dicapai karena aparat Pemerintah yang bekerja dan saling bersinergi melaksanakan anggaran sesuai peruntukannya sehingga mencapai hal yang lebih Bupati Bulukumba. Andi Muchtar Ali Yusuf dalam serah terima Laporan Hasil Pemeriksaan LKPD Kab/Kota Se-Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan bahwa dalam pengelolaan keuangan ini, opini WTP ini adalah sebuah keharusan yang mesti diraih oleh pemerintah daerah (DISKOMINFO, 2. Namun, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diberikan BPK terhadap laporan keuangan tersebut bukan berarti bebas dari kesalahan dan kelemahan. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah. Andi Sufardiman menyampaikan bahwa setiap tahun pemeriksaan BPK memiliki tantangan yang berbeda, tantangan pemeriksaan kali ini mencakup beberapa item yang harus ditindaklanjuti diantaranya penatausahaan aset, database pajak dan retribusi serta penempatan nomenklatur belanja (DISKOMINFO, 2. Berdasarkan fenomena tersebut dapat dinyatakan bahwa laporan keuangan pemerintah daerah masih belum seluruhnya memenuhi karakteristik kualitatif yang disyaratkan, sehingga diperlukan pembenahan terhadap sistem kerja pada pegawai pemerintah daerah terutama pada bagian penatausahaan keuangan agar kualitas informasi laporan keuangan yang dihasilkan bermanfaat serta bernilai akurat. METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian adkuantitatif dengan mengumpulkan data berupa angka untuk diolah dan dianalisis agar dapat dilakukan pengujian hipotesis. Lokasi penelitian dilaksanakan pada pemerintah daerah Kabupaten Bulukumba. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai bagian keuangan SKPD Kabupaten Bulukumba dengan total keseluruhan 22 SKPD. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling dengan kriteria sebagai berikut: Pegawai yang terdaftar dalam SKPD di Kabupaten Bulukumba. Jurnal Equilibrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 12 no 02 Hal 17-25 | 124 Faktor yang mempengaruhi kualitas laporan keuangan dimoderasi kompetensi sumber daya manusia (Syach RM) Pegawai bagian keuangan dan AKLAP (Akuntansi dan Pelapora. pada SKPD di Kabupaten Bulukumba. Pegawai dengan minimal pendidikan terakhir adalah D3 (Diploma . , dan Pegawai yang memiliki pengalaman kerja minimal 1 . tahun pada SKPD di Kabupaten Bulukumba. Dalam penelitian ini, jenis data yang digunakan berupa data subjek dengan sumber data primer melalui kuesioner. Pertanyaan kuesioner dalam instrumen penelitian ini terdiri dari skala lima poin pertanyaan menggunakan skala likert yang diadopsi dari artikel acuan Risnawati . Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan menggunakan software SPSS 25. Bentuk persamaan regresi adalah sebagai berikut: Y = 1X1 2X2 e Y = 1X1 2X2 3X1Z 4X2Z e Keterangan: : Kualitas Laporan Keuangan : Konstanta 1, 2 : Koefisien Regresi : Sistem Informasi Akuntansi : Pengendalian Internal : Kompetensi Sumber Daya Manusia : Error Term HASIL DAN PEMBAHASAN Pada instrumen penelitian, hasil pengujian validitas menggunakan metode pearson product moment dengan membandingkan nilai koesfisien korelasi antara item pernyataan dengan total jawaban dari 4 variabel penelitian dinyatakan valid karena memiliki hasil nilai rhitung > 0,50 pada setiap indikator. Hasil uji reliabilitas pada setiap variabel yang diukur menggunakan rumus cronbachAos alpha dinyatakan reliabel karena nilai cronbachAos alpha > 0,60. Hasil pengujian statistik deskriptif pada variabel sistem informasi akuntansi dengan nilai mean sebesar 26,81 menunjukkan bahwa SIMDA dan SIPD memberikan dampak yang positif terhadap pegawai/staff bagian keuangan pada setiap SKPD di Kabupaten Bulukumba. Pada variabel pengendalian internal dengan nilai mean sebesar 25,88 menunjukkan rata-rata tingkat pengendalian internal yang dimiliki oleh setiap SKPD cukup baik dalam menjaga kualitas laporan keuangan. Variabel kualitas laporan keuangan pada penelitian ini memiliki nilai mean yaitu 17,64 dengan makna laporan keuangan pada setiap SKPD di Kabupaten Bulukumba memiliki kualitas yang tinggi. Kemudian, variabel kompetensi sumber daya manusia memiliki nilai mean sebesar 13,24 menunjukkan bahwa responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini memiliki kompetensi yang cukup Berdasarkan nilai standar deviasi antara 1,303 hingga 2,401 menunjukkan jawaban responden yang bervariasi dalam menjawab indikator. Jurnal Equilibrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 12 no 02 Hal 17-25 | 125 Faktor yang mempengaruhi kualitas laporan keuangan dimoderasi kompetensi sumber daya manusia (Syach RM) Tabel 1. Pengujian Instrumen dan Statistik Deskriptif Variable Sistem Informasi Akuntansi (X. Pengendalian Internal (X. Kualitas Laporan Keuangan (Y) Kompetensi Sumber Daya Manusia (M) Number Indicators Ou 0,50 Indikator Reliabel CronbachAos Alpha 0,615 0,670 0,801 0,753 0,777 0,768 Indicator Valid 0,736 0,671 0,689 0,588 0,433 0,884 0,926 0,895 0,914 0,812 0,763 0,886 Mean Std. Deviation 0,827 26,81 2,391 0,725 25,88 2,401 0,908 17,64 1,819 0,722 13,24 1,303 0,771 Sumber: Output SPSS 25 . Hasil uji hipotesis pada penelitian ini menunjukkan bahwa untuk hipotesis pertama (H. , dengan nilai koefisien regresi 0,209 memiliki arah positif dan p-value 0,003 O 0,05 maka sistem informasi akuntansi berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan. Hipotesis kedua (H. dengan nilai koefisien regresi 0,241 memiliki arah positif dan p-value 0,001 O 0,05 maka pengendalian internal berpengaruh positif terhadap kualitas laporan Pada hipotesis ketiga (H. yang menunjukkan nilai koesifien regresi -0,019 memiliki arah negatif dan p-value 0,074 > 0,05 maka kompetensi sumber daya manusia tidak memoderasi variabel sistem informasi akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan. Pada hipotesis keempat (H. dengan nilai koefisien regresi 0,035 memiliki arah positif dan p-value 0,002 O 0,05 maka kompetensi sumber daya manusia memoderasi pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan. Tabel 2. Pengujian Hipotesis Jurnal Equilibrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 12 no 02 Hal 17-25 | 126 Faktor yang mempengaruhi kualitas laporan keuangan dimoderasi kompetensi sumber daya manusia (Syach RM) Hipotesis Estimate P-Value Keterangan Sistem informasi akuntansi berpengaruh positif terhadap kualitas laporan 0,209 0,003 Diterima Pengendalian internal berpengaruh positif terhadap kualitas laporan 0,241 0,001 Diterima Kompetensi sumber daya manusia memoderasi pengaruh sistem informasi akuntansi terhadap kualitas laporan -0,019 Ditolak Kompetensi sumber daya manusia memoderasi pengaruh pengendalian internal terhadap kualitas laporan 0,035 0,002 Diterima Sumber: Output SPSS 25 . Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menyatakan bahwa hipotesis H3 ditolak sedangkan hipotesis H1. H2, dan H4 diterima. Sistem informasi akuntansi menunjukkan arah yang positif dan berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Gusherinsya & Samukri . yang menyatakan bahwa dengan diterapkannya sistem informasi akuntansi dengan baik dan benar dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan. Didukung oleh penelitian Animah et al. , . Lestari & Dewi . serta Rossa . yang menyatakan penerapan sistem informasi akuntansi memiliki hubungan yang sangat kuat dan terkait dengan kualitas laporan keuangan serta signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori Technology Acceptance Model (TAM) tentang persepsi kebermanfaatan dan kemudahan. Bagi pegawai/staff, sistem informasi akuntansi memberikan kemudahan dalam bekerja, dan bagi pemerintah sistem informasi akuntansi ini memberikan manfaat karena dengan adanya informasi keuangan yang secara transparan memberikan citra yang baik kepada pemerintah daerah karena mampu memberikan informasi keuangan kepada publik secara Pada H2 pengendalian internal memiliki arah yang positif dan juga berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan. Sehingga pengendalian internal berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan, hal ini sejalan dengan tujuan teori keagenan tentang sarana monitoring. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Maharani et al. , . yang menyatakan bahwa dengan diterapkannya pengendalian internal ini dengan baik akan terbentuk sistem kerja yang sesuai dengan aturan sehingga meminimalisir terjadinya kemungkinan kesalahan saat bekerja. Hasil penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa pengendalian internal berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan (Kadim . Jurnal Equilibrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 12 no 02 Hal 17-25 | 127 Faktor yang mempengaruhi kualitas laporan keuangan dimoderasi kompetensi sumber daya manusia (Syach RM) Rahayu & Kanita . Siagian . Sri Mulyati et al . Aditya & Surjono . Kompetensi sumber daya manusia dalam hubungan sistem informasi akuntansi dan kualitas laporan keuangan menunjukkan arah yang negatif dan tidak berperan sebagai variabel moderasi, sehingga H3 ditolak. Temuan penelitian ini membuktikan bahwa kehadiran kompetensi sumber daya manusia tidak mampu memoderasi pengaruh sistem informasi akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan pada pemerintah Kabupaten Bulukumba. Hal ini disebabkan karena usia pegawai/staff bagian keuangan SKPD Kabupaten Bulukumba didominasi pada rentang usia 46-67 tahun, terlebih lagi kurangnya pelatihan yang diadakan oleh pemerintah daerah Bulukumba sehingga pegawai/staff kurang berkompeten dalam hal pemanfaatan teknologi. Dalam penelitian ini, kompetensi sumber daya manusia hanya sebagai variabel penjelas atau variabel independen dalam hubungan ini. Kemudian hipotesis H4 menunjukkan bahwa variabel kompetensi sumber daya manusia memiliki arah yang positif sehingga memperkuat pengaruh pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan. Temuan penelitian ini membuktikan bahwa kehadiran kompetensi sumber daya manusia memoderasi pengaruh pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan pada pemerintah Kabupaten Bulukumba. Hal ini disebabkan karena rata-rata pegawai/staff bagian keuangan di setiap SKPD memiliki masa kerja lebih dari 6 tahun sehingga mampu dan terampil dalam menyajikan laporan keuangan yang Selain itu, pegawai/staff didominasi dengan latar belakang pendidikan terakhir sarjana ekonomi sehingga memiliki pengetahuan dan pemahaman yang sesuai dengan KESIMPULAN Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan total 4 hipotesis yang diajukan, 3 hipotesis diterima dan 1 hipotesis ditolak. Pengujian regresi linear berganda menunjukkan bahwa sistem informasi akuntansi dan pengendalian internal berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan. Pengujian moderasi dengan pendekatan uji interaksi menunjukkan bahwa kompetensi sumber daya manusia dapat memoderasi variabel pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan. Sementara dalam hubungan antara variabel sistem informasi akuntansi dan kualitas laporan keuangan, variabel kompetensi sumber daya manusia hanya berperan sebagai variabel penjelas. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap perkembangan teori Technology Acceptance Model (TAM) karena mencakup ruang lingkup instansi pemerintahan yang menerapkan sebuah sistem informasi akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan. Pengembangan penelitian ini juga didasarkan pada teori keagenan dimana pemerintah diwajibkan untuk memberikan laporan kepada masyarakat dalam bentuk pelaporan keuangan yang berkualitas. Keterbatasan penelitian ini terdapat pada variabel yang diteliti dan instrumen penelitian berupa kuesioner. Oleh karena itu, bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk mengembangkan variabel lain seperti faktor lingkungan eksternal dan menggunakan instrumen penelitian lain. Jurnal Equilibrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 12 no 02 Hal 17-25 | 128 Faktor yang mempengaruhi kualitas laporan keuangan dimoderasi kompetensi sumber daya manusia (Syach RM) DAFTAR PUSTAKA