AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 75-81 Pengembangan Pendidikan Kewirausahaan di Universitas Muhammadiyah Sidenreng-Rappang: Pendekatan Teori Efektuasi dan Business Model Canvas Elia Ardyan1,2*. Maichal Maichal1. Erwin Erwin1. Cindy Y. Tanesia1. Yuyun Karystin Meilisa Suade1. Natali Ika Widjaya1. Tony Antonio1,2 1Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ciputra Makassar. Makassar 2Universitas Ciputra Surabaya. Surabaya Email: 1,2 elia. ardyan@ciputra. id, 1 maichal@ciputra. id, 1 erwin. parega@ciputra. 1 cindy. yoel@ciputra. id, 1 yuyun. suade@ciputra. id, 1 natali. ikawidjaja@ciputra. 1,2 tonyantonio@ciputra. Abstrak- Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengajarkan perencanaan dasar di dalam pendidikan kewirausahaan melalui teori efektuasi dan business model canvas (BMC). Mitra pengabdian adalah Universitas Muhammadiyah Sidenreng-Rappang. Pesertanya adalah 18 dosen dan 32 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Sidenreng-Rappang. Tema pengembangan pendidikan kewirausahaan dimana fokus pembahasan adalah teori efektuasi dan business model Hasil pengabdian ini adalah mahasiswa mampu menerapkan teori efektuasi dan business model canvas sebagai bagian dari perencanaan bisnis mereka. Terdapat 8 kelompok yang memiliki perencanaan business model canvas. Kegiatan dilakukan dengan cara pemaparan materi, diskusi, mentoring, dan kompetisi. Hasil pengabdian ini memberikan dampak yang signifikan kepada peserta, dimana peserta sangat antusias untuk mengikuti pelatihan selama 3 hari. Peserta juga memiliki ide-ide unik dan dapat diimplementasikan. Kata Kunci: Pendidikan Kewirausahaan. Teori Efektuasi, dan Business Model Canvas. Abstract-The purpose of this community service is to teach basic planning in entrepreneurship education through effectuation theory and the business model canvas (BMC). The dedication partner is Muhammadiyah Sidenreng-Rappang University. The participants were 18 lecturers and 32 students from Muhammadiyah Sidenreng-Rappang University. The theme of developing entrepreneurship education is where the focus of discussion is effectuation theory and the business model canvas. The result of this dedication is that students are able to apply effectuation theory and the business model canvas as part of their business planning. There are 8 groups that have a business model canvas planning. Activities are carried out by means of material presentation, discussion, mentoring, and competition. The results of this dedication significantly impacted the participants, who were enthusiastic about participating in the 3-day training. Participants also have unique ideas that can be implemented. Keywords: Entrepreneurship Education. Effectuation Theory. Business Model Canvas. PENDAHULUAN Pendidikan kewirausahaan menjadi bagian penting di dalam pengembangan kompetensi Kewirausahaan merupakan proses identifikasi dan implementasi inovasi bisnis, membangun dan mengelola perusahaan baru, dan memanfaatkan peluang untuk memperoleh keuntungan (Shane & Venkataraman, 2. Ini melibatkan kemampuan mengukur risiko, pengambilan keputusan dan tanggung jawab penuh atas hasil. Definisi ini menekankan bahwa entrepreneurship adalah proses aktif menciptakan sesuatu baru dan mengubahnya menjadi suatu bisnis yang berhasil. Pengembangan entrepreneurship melalui berbagai program dan kegiatan, seperti pelatihan dan konsultasi bisnis, pitch competition, dan inkubasi bisnis. Ini menunjukkan adanya upaya yang serius untuk meningkatkan kapasitas entrepreneurship di kalangan mahasiswa dan alumni. Banyak penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan akan menumbuhkan minat mahasiswa untuk berwirausaha (Nguyen & Nguyen, 2023. Ramadani et al. , 2022. Uddin et , 2. Selain menumbuhkan minat berwirausaha, output dari pendidikan kewirausahaan adalah mahasiswa mampu membuat bisnis serta menjalankan bisnis dan mengembangkan bisnis tersebut. Elia Ardyan | https://journal. id/index. php/amma | Page 75 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 75-81 Pendidikan kewirausahaan seharusnya mendorong mahasiswa untuk memiliki bisnisnya sendiri dan mengembangkannya secara maksimal. Ardyan and Wijaya . menjelaskan bahwa efektivitas pendidikan kewirausahaan mampu mendorong kesuksesan mahasiswa dalam membuat bisnis. Perencanaan bisnis menjadi bagian penting agar bisnis yang nantinya dijalankan mahasiswa menjadi sukses. Salah satunya adalah mengajarkan Business Model Canvas (BMC). BMC awalnya dikembangkan oleh Osterwalder and Pigneur . Business model pada dasarnya adalah metode untuk merencanakan, mengkomunikasikan, dan melakukan pemetaan untuk operasional bisnis di masa depan (Duin, 2. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengembangkan sebuah business model adalah dengan menggunakan business model canvas. Business model canvas adalah alat visual yang digunakan untuk menggambarkan dan memahami model bisnis suatu perusahaan. Ini terdiri dari 9 blok kunci: value proposition, customer segments, channels, customer relationships, revenue streams, key resources, key activities, key partnerships, dan cost structure (Osterwalder & Pigneur, 2. Blok-blok ini membantu menyampaikan bagaimana suatu bisnis berencana untuk menghasilkan uang dan menciptakan nilai bagi pelanggan dan stakeholder lainnya. Business Model Canvas sangat berguna dalam fase awal pemikiran bisnis dan dalam mengevaluasi bisnis yang ada. Teori efektuasi juga penting untuk diajarkan kepada peserta didik. Teori ini awalnya dikembangkan oleh Sarasvathy . Pendekatan efektuasi digunakan untuk menggambarkan bagaimana pengusaha berperilaku saat menciptakan usaha baru (Sarasvathy, 2. dan cenderung terjadi pada lingkungan yang tidak pasti . Teori ini secara tradisional mempersepsikan identitas individu sebagai salah satu prasyarat atau cara yang diprakarsai oleh proses wirausaha, dengan asumsi bahwa individu sejak hari pertama memiliki persepsi yang relatif jelas dan koheren tentang siapa mereka dan bertindak berdasarkan persepsi ini (Sarasvathy, 2. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengajarkan perencanaan dasar di dalam pendidikan kewirausahaan melalui teori efektuasi dan business model canvas (BMC). Kegiatan dilakukan dengan cara pemaparan materi, diskusi, mentoring, dan kompetisi. METODE Mitra Mitra pengabdian masyarakat ini adalah Universitas Muhammadiyah Sidenreng-Rappang. Universitas Muhammadiyah Sidenreng-Rappang adalah sebuah universitas swasta yang berlokasi di Sidenreng Rappang. Sulawesi Selatan. Indonesia. Universitas Muhammadiyah SidenrengRappang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Muhammadiyah dan merupakan bagian dari jaringan universitas Muhammadiyah di Indonesia. UMS menawarkan program-program studi dalam bidang ekonomi, teknik, pendidikan, dan ilmu sosial. Universitas Muhammadiyah Sidenreng-Rappang akan mengutamakan lulusan yang berorientasi pada tujuan dan berjiwa wirausaha. Kami meminta peserta pelatihan dibatasi hanya 50 peserta. Salah satu alasannya adalah supaya fasilitator bisa maksimal di dalam melatih peserta. Peserta terdiri dari 18 dosen dan 32 Peserta akan dibagi kedalam 8 kelompok. Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Lokasi Lokasi pengabdian masyarakat adalah di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Muhammadiyah Sidenreng-Rappang Waktu Waktu pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah tanggal 6-8 Februari 2023. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Ada beberapa kegiatan yang dilakukan untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di Universitas Muhammadiyah Sidenreng-Rappang: Elia Ardyan | https://journal. id/index. php/amma | Page 76 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 75-81 Pertama, adanya rapat koordinasi persiapan pengabdian masyarakat. Rapat koordinasi persiapan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2022. Tim pengabdian masyarakat ada 7 dosen dan 2 mahasiswa. Ketua pelaksana kegiatan pengabdian adalah Bapak Maichal. Sc. , sedangkan anggota nya adalah Dr. Ir. Tony Antonio. Eng. Dr. Elia Ardyan. SE. MBA. Erwin. SE. Yuyun Karystin Meilisa Suade. Cindy Yoel Tanesia. MBA. Dr. Natali Ikawidjaja. Mahasiswa yang membantu antara lain: Joel Ernst Marchelino Sumolang dan Muhammad Aththur Shadiq. Kedua, melakukan survey lokasi. Survey lokasi dilakukan pada tanggal 16 Januari 2023. Kami diterima oleh pihak Universitas Muhammadiyah Sidenreng-Rappang di ruang rektorat. Ada beberapa pembahasan antara tim STIE Ciputra Makassar dengan pihak Universitas Muhammadiyah Sidenreng-Rappang, antara lain: kesepakatan pelaksanaan pelatihan, draf rundown acara, dan peluang MoU dan MoA. Gambar 1 menunjukkan pertemuan antara tim STIE Ciputra Makassar dan Universitas Muhammadiyah Sidenreng-Rappang Gambar 1. Pertemuan Antara Tim STIE Ciputra Makassar Dan Universitas Muhammadiyah Sidenreng-Rappang Ketiga. Rapat finalisasi. Rapat finalisasi pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2023. Pada rapat koordinasi ini, kami memfinalisasi baik dari acara, keuangan, skenario pembelajaran, skenario perjalanan Makassar-Sidrap, dan beberapa hal teknis lainnya. Rapat finalisasi dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Rapat Finalisasi Pengabdian Masyarakat Keempat, pelaksanaan kegiatan. Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 6-8 Februari 2023. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, simulasi, dan mentoring. Ada 7 narasumber, yaitu Maichal. SE. Sc. Dr. Ir. Tony Antonio. Eng. Dr. Elia Ardyan. SE. Elia Ardyan | https://journal. id/index. php/amma | Page 77 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 75-81 MBA. Erwin. SE. Yuyun Karystin Meilisa Suade. Cindy Yoel Tanesia. MBA. Dr. Natali Ikawidjaja. Poster kegiatan ini dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3. Narasumber Pengabdian Masyarakat HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan pengabdian masyarakat di Universitas Muhammadiyah Sidenreng-Rappang dibagi kedalam 3 tahap. Tahap pertama, berfokus pada teori efektuasi. Tahap pertama dilaksanakan pada tanggal 6 Februari 2023. Tahap kedua berfokus pada BMC dan mentoring. Tahap kedua dilaksanakan pada tanggal 7 Februari 2023. Tahap ketiga berfokus pada presentasi BMC yang telah peserta buat. Tahap ketiga dilaksanakan pada tanggal 8 Februari 2023. Tabel 1 menjelaskan tentang rundown acara. Tabel 1. Rundown acara. Hari/Tanggal Senin, 6 Februari Jam 00 - 11. Berangkat ke Sidrap 00 - 13. Istirahat & Makan Siang 00 - 13. Pembukaan & Sambutan 15 - 15. Effectuation Sesi 1: Bird in Hand. Lemonade Principle & Pilot in the Plane(Bu Cind. 00 - 15. Istirahat (Coffee Brea. Effectuation Sesi 2: Crazy Quilt. Affordable Loss & Intro to BMC (Pak Maicha. 30 - 17. Selasa, 7 Februari Kegiatan 00 - 08. 15 - 09. Ice Breaking 00 - 10. Istirahat (Coffee Brea. 15 - 12. 00 - 13. BMC Part 2: KP. KA. KR (Pak Erwi. 00 - 13. Ice Breaking BMC Part 1: CS. VP. CR. Channel (Pak Eli. Ice Breaking ISHOMA Elia Ardyan | https://journal. id/index. php/amma | Page 78 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 75-81 Hari/Tanggal Jam 15 - 14. 30 - 15. 15 - 15. 30 - 17. 00 - 08. Rabu, 8 Februari 10 - 08. 15 - 08. 55 - 10. 25 - 10. 40 - 12. Kegiatan BMC Part 3: RS & CS (Bu Yuyu. Entrepreneurial Mindset (Pak Ik. Istirahat (Coffee Brea. Mentoring BMC Sambutan Ketua STIE Ciputra dan Penandatanganan MoU Ice Breaking The Essential of Entrepreneurship (Pak Ton. Presentasi BMC (Split 2 ruanga. Istirahat (Coffee Brea. Penutup (Best BMC) (Closing Pak Ton. Foto Bersama Pada hari pertama, materi yang disampaikan adalah teori efektuasi. Teori effectuation menekankan pada bagaimana entrepreneur memulai bisnis mereka dengan menggunakan sumber daya yang tersedia dan membentuk peluang bisnis melalui tindakan kreatif dan berkoordinasi dengan stakeholder lain. Para entrepreneur yang menggunakan teori effectuation memiliki keyakinan bahwa mereka dapat mempengaruhi hasil dan membentuk masa depan bisnis mereka melalui tindakan yang diambil. Beberapa prinsip dalam teori efektuasi meliputi: fokus pada sumber daya yang ada, berkoordinasi dengan stakeholder lain, membentuk peluang bisnis melalui tindakan kreatif, dan memegang kendali atas masa depan bisnis. Teori ini menekankan pada bagaimana para entrepreneur membuat bisnis yang sukses dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia dan bekerja secara efektif dengan stakeholder lain. Ada beberapa materi yang disampaikan, antara lain: bird in hand, lemonade principles, pilot in the plane, crazy quilt, dan affordable loss. Kegiatan pada hari pertama dapat dilihat pada Gambar 4. Gambar 4. Kegiatan di Hari Pertama Pada hari kedua, materi yang disampaikan adalah Business Model Canvas (BMC). Metode pelatihan adalah dengan pemaparan materi, simulasi, dan mentoring. Ada beberapa materi yang dibahas, antara lain: . memahami dan menentukan value proposition . ilai yang ditawarka. untuk pelanggan, . Menentukan dan mengelola channel untuk menjangkau pelanggan . , . Menentukan dan mengelola customer segments . egmen pelangga. , . Menentukan dan mengelola relasi bisnis . ustomer relationshi. , . Memahami dan mengelola sumber pendapatan . , . Menentukan dan mengelola kegiatan . ey activitie. , . menentukan dan mengelola sumber daya yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis . ey resource. , . Menentukan dan mengelola aliansi dan mitra bisnis (Key Partne. , . Memahami dan mengelola biaya dan struktur biaya bisnis . Elia Ardyan | https://journal. id/index. php/amma | Page 79 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 75-81 Business model canvas penting untuk dipelajari karena memberikan banyak manfaat, seperti: Pertama, visualisasi yang mudah dipahami. Business model canvas mempresentasikan model bisnis dalam bentuk visual yang mudah dipahami dan diterima, sehingga membantu menyampaikan ide dan rencana bisnis dengan lebih efektif. Kedua, penilaian holistik. Business model canvas membantu melihat seluruh aspek bisnis dalam satu tampilan, sehingga mempermudah penilaian dan evaluasi bisnis secara keseluruhan. Ketiga, peningkatan kolaborasi. Business model canvas mempermudah diskusi dan kerja sama antar stakeholder dan tim, sehingga membantu meningkatkan kolaborasi dan kesepakatan dalam pengembangan bisnis. Keempat, fokus pada Business model canvas membantu fokus pada solusi bisnis dan memahami bagaimana menciptakan nilai bagi pelanggan dan menghasilkan pendapatan. Kelima, alat iterasi. Business model canvas juga bisa digunakan sebagai alat iterasi yang berguna dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah dan membuat perubahan dalam model bisnis. Dengan mempelajari Business model canvas, seseorang dapat memahami bagaimana membuat dan mengevaluasi model bisnis yang efektif dan inovatif. Kegiatan pada hari kedua dapat dilihat dari Gambar 5. Gambar 5. Kegiatan di Hari Kedua Pada hari ketiga, ketua STIE Ciputra Makassar (Dr. Ir. Tony Antonio. En. memberikan materi tentang dasar kewirausahaan dengan mencontohkan almarhum Bapak Ir. Ciputra. Bapak Tony memotivasi peserta untuk mampu berpikir kreatif, inovatif, dan berjiwa entrepreneurship. Setelah sesi dari pak Tony, peserta mempresentasikan BMC kepada dewan juri. Juri menilai dan memberikan masukan untuk setiap Business Model Canvas. Ada 8 kelompok yang mempresentasikan BMC. Nama-nama kelompoknya adalah sebagai berikut: Limu Liku (Mengolah Limba. Onserda . embuat marketplace yang menjual semua baran. Hijab Style Fashion (Menjual Hijab Kekinia. Pisang Yang . embuat snack dengan bahan dasar Pisang Raj. USPaper . embuat undangan berbasis green behavio. Leni atau Lendir Nila (Membuat olahan dari pohon Nil. UrGift (Membuat buket snack dan hamper. , dan Limokie atau Liquid Smoke (Penguat aroma dan pengawet makanan alam. Dari kedelapan BMC, terdapat 3 BMC yang realistis dan memiliki Juara pertama adalah USPaper, juara kedua adalah UrGift, dan juara ketiga adalah Limokie. Kegiatan dapat dilihat pada Gambar 6. Gambar 6. Kegiatan di Hari Ketiga Elia Ardyan | https://journal. id/index. php/amma | Page 80 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Febuari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 75-81 KESIMPULAN Pendidikan kewirausahaan penting karena memberikan bekal bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan dan mindset yang dibutuhkan untuk menjadi pengusaha sukses. Ini termasuk mengajarkan mereka bagaimana membuat bisnis dan mengelola risiko, membangun jaringan dan mempromosikan produk atau jasa, serta memahami pasar dan konsumen potensial. Dengan demikian, pendidikan kewirausahaan membantu siswa mempersiapkan diri untuk memulai dan mempertahankan bisnis mereka sendiri, membantu mereka menjadi pengusaha yang inovatif dan sukses, dan membuka peluang kerja dan karier baru. Di dalam pengabdian ini, teori efektuasi dan business model canvas digunakan sebagai dasar peserta pelatihan untuk memulai kegiatan entrepreneurial mereka. Teori efektuasi mempersiapkan peserta pelatihan memiliki keyakinan bahwa mereka dapat mempengaruhi hasil dan membentuk masa depan bisnis mereka melalui tindakan yang diambil. Business model canvas cenderung membantu peserta pelatihan untuk membuat gambaran bisnis yang akan mereka bangun. REFERENCES