Jurnal Citrakara. Vol. 6 No. 3, 297 - 315 e-ISSN: 2807-7296 PERANCANGAN BUKU POP UP CERITA ESTER DARI ALKITAB UNTUK ANAK USIA 9 - 12 TAHUN Sekar Kinasih1. Bernardus Andang P. Adiwibawa2 Desain Komunikasi Visual Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro e-mail: sarasekarr@gmail. INFO ARTIKEL Riwayat Artikel : Diterima : 5 Agustus 2024 Disetujui : 9 September 2024 Kata Kunci : Buku pop up. Ester. Alkitab ARTICLE INFO Article History : Received : August 5, 2024 Accepted : September 9, 2024 Keywords: Pop up book. Ester. Bible ABSTRAK Cerita Ester adalah salah satu cerita Alkitab yang asing bagi anakanak usia 9-12 tahun karena anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu menjelajahi media sosial dan kurangnya peran orang tua dalam menyampaikan firman Tuhan. Selain itu, di dalam kurikulum sekolah minggu belum ada media yang dapat digunakan untuk menyampaikan cerita Ester secara mudah dan Oleh karena itu perancangan buku pop-up diperlukan sebagai media pembelajaran di sekolah minggu. Penelitian untuk perancangan ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui observasi, kuisioner dan studi pustaka. Analisis data menggunakan analisis kebutuhan, dan metode perancangan menggunakan lima fase proses desain grafis. Perancangan ini menghasilkan media utama buku pop up cerita Ester dan dua media pendukung berupa stiker dan 3d paper toy. ABSTRACT The story of Esther is among the unfamiliar Bible stories to the 912-year-old children since they spend more time on social media and lack a parental role in delivering God's word. In addition, in the Sunday school curriculum, no simple and effective media that can convey the story of Esther. Therefore, a pop-up book design is needed as a learning medium in Sunday school. The research for this design uses qualitative research methods through observation, questionnaires, and literature studies. Data analysis uses needs analysis, and the design method uses the five phases of the graphic design process. This design produces a pop-up book of Esther's storythe primary media, and two supporting media in the form of stickers and 3d paper toys. PENDAHULUAN Ester, satu diantara tokoh wanita yang ceritanya dicatat dalam Alkitab. Tokoh wanita yang kisahnya dituliskan dalam satu kitab . sendiri, bercerita tentang seorang gadis dari bangsa buangan, tercerai berai,dan terasing (Alkitab. Ester 3 : . , yaitu bangsa Yahudi yang berhasil menjadi Ratu dari Kerajaan Persia dan Midia. Setelah menjadi Ratu Ester harus berjuang berkorban demi menyelamatkan bangsanya dari penindasan yang dilakukan Haman. Cerita Ester memberikan teladan untuk tetap peduli terhadap orang lain meskipun dalam keadaan Ester sudah berjasa dengan menyelamatkan bangsa Yahudi, meski begitu Ester tidak Jurnal Citrakara. Vol. 6 No. 3, 297 - 315 e-ISSN: 2807-7296 memanfaatkan kemenangan tersebut untuk merendahkan orang lain (Sukarno, 2. Memberi teladan untuk memiliki sikap yang rendah hati dan mengasihi sesama manusia. Kemudian kisah Ester juga menunjukkan akan kasih dan pemeliharaan Allah kepada umat yang mengandalkan-Nya (Suyatemi, 2. Keselamatan Bangsa Yahudi sesungguhnya terjadi karena adanya doa dan puasa yang dilakukan oleh Ester dan seluruh Bangsa Yahudi. Mendengar akan doa dan pengorbanan Ester. Allah berkenan untuk menyelamatkan umat-Nya. Dan terakhir kisah Ester mengajarkan untuk tidak kehilangan identitas diri dalam keadaan apapun, jati dirinya sebagai orang Yahudi yang harus Ester perjuangkan demi kelangsungan hidup dan kesejahteraannya (Sukarno, 2. Mengajarkan kepada anak bahwa Tuhan selalu menolong untuk melakukan hal yang benar. Meskipun cerita Ester tertulis dalam satu perikop sendiri, cerita ini masih asing bagi anak-anak 9-12 tahun. Berdasarkan penelitian yang dilakukan melalui kuisioner hal ini terjadi karena anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu menjelajahi sosial media menggunakan handphone daripada membaca buku ataupun mempelajari firman Tuhan. Kenyataannya penggunaan handphone untuk anak-anak menimbulkan dampak buruk, seperti terganggunya waktu tidur, kekurangan gizi, fungsi motorik dan kognitif terganggu, dan ancaman radiasi. Berdampak pula pada psikologi anak yaitu memiliki sikap agresif bila keinginan tidak terpenuhi, belajar terganggu, kurangnya kreatifitas anak, menimbulkan sikap malas, kurangnya interaksi yang dapat menimbulkan anak merasa kurang perhatian dan kasih sayang, dan karakter anak terbentuk dengan tidak baik (Tuhuteru. Keloko. Rumfot. Pandji, & Hariyadi, 2. Permasalahan ini didukung dengan kurangnya peran orang tua dalam menyampaikan firman Tuhan. Selain itu, di dalam kurikulum seklah minggu yang digunakan untuk gereja belum memiliki media yang tepat untuk menyampaikan cerita Ester. Gereja-gereja yang telah diamati menyampaikan cerita Ester secara lisan mengandalkan kemahiran guru sekolah minggu dalam bercerita ataupun membuat media secara tradisional yang terbatas seperti gambar dari internet. Oleh karena itu, buku pop up menjadi media yang efektif dalam mengatasi masalah-masalah ini. Buku pop up menjadi pilihan karena bentuk visualnya yang unik dapat menumbuhkan minat baca anak dan cerita tersampaikan secara efektif. Tumbuhnya niat baca akan meningkatkan fokus anakanak dalam pendalaman Alkitab bersama orang tua juga guru sekolah minggu. Dengan begitu tujuan perancangan ini adalah terciptanya buku pop up untuk mengenalkan dan menjelaskan cerita Ester secara efektif dan mudah dimengerti sekaligus membentuk karakter anak-anak. Perancangan ini didasarkan pada beberapa teori, yaitu teori ilustrasi dari perancangan buku ilustrasi sebagai media informasi tentang stres (Pratama & Yasa, 2. , buku panduan mengilustrasi dan mendesain cerita anak untuk tenaga profesional (Ghozalli, 2. dan perancangan buku ilustrasi perjalanan majapahit Gajah Mada (Soedarso, 2. Teori lay out dari buku desain lay out (Anggarini, 2. , teori tipografi dari buku huruf, font, dan tipografi (Rustan, 2. , psikologi warna dalam teori warna dalam dunia visual (Paksi, 2. , teori perkembangan kognitif anak (Marinda, 2. , dan teori perancangan buku pop up oleh Robert Sabuda (Arjuna D, 2. dan Rob Ives (Isabella. Artawan, & Tri, 2. Diharapkan melalui buku pop up cerita Ester dapat membantu anak-anak meningkatkan minat baca dan menjadi media baru yang efektif untuk menyampaikan cerita Ester, sekaligus membangun karakter anak Kristen yang baik. Dengan dirancangnya buku pop up cerita Ester, diharapkan mampu membuat kisah Ester menjadi cerita yang dikenal dan dipahami oleh anak-anak. METODE Metode pengumpulan data yang digunakan dalam perancangan ini adalah kuisioner yang dibagikan kepada 100 anak usia 9-12 tahun dari SD Immanuel. PPA 991 GKMI Sola Gratia. GIA Dr. Cipto. GIA Pringgading. GIA Condrokusumo. GIA Sentiaki dan GIA Sampangan. Kemudian observasi terhadap media yang sudah dipublikasi dan mengevaluasi media buku pop up, juga dilakukan studi pustaka. Jurnal Citrakara. Vol. 6 No. 3, 297 - 315 e-ISSN: 2807-7296 Data yang telah dikumpulkan kemudia akan dianalisis menggunakan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan bertujuan untuk menetapkan dan menganalisis kebutuhan-kebutuhan dalam pengembangan media (Yasa. Dantes, & Dewi, 2. Analisis kebutuhan Analisis ini bermanfaat untuk menemukan komponen-komponen yang diperlukan dalam proses perancangan buku pop up, mencakup analisis kebutuhan materi, analisis kebutuhan ilustrasi, dan analisis kebutuhan media. Metode perancangan yang digunakan adalah phase of design graphic process dari Robin Landa (Pratikasari , 2. Metode ini terdiri dari 5 tahapan, yaitu orientasi, analisis dan strategi, konsep desain, pengembangan desain, dan implementasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Data Kebutuhan Materi Melalui proses analisis dari 10 pasal materi cerita Ester hanya akan digunakan beberapa pasal saja yaitu pasal 2-5 dan pasal 7-8. Hal untuk mefokuskan cerita pada Ester. Setelah itu pasal yang telah ditentukan dianalisis dan dijabarkan dalam bab-bab cerita untuk dibuat menjadi 11 halaman seperti dibawah ini: Ester 2: - Pemberitaan Raja untuk mengumpulkan gadis di seluruh kerajaan untuk mencari seorang menjadi ratu menggantikan ratu Wasti. - Ester dinobatkan sebagai Ratu. - Mordekhai memperhatikan Ester setiap hari dipelataran istana. Ester 3: - Haman dikaruniai kebesaran oleh Raja, pangkat Haman dinaikkan, dan kedudukannya ditetapan diatas semua pembesar, semua sujud kepadanya kecuali Mordekhai - Haman berencana memusnahkan orang Israel, menggunakan kewenangan dari Raja, mengeluarkan undang-undang menghancurkan bangsa Israel. Ester 4: - Mordekhai berkabung menangis di pelataran istana. - Mordekhai meminta Ester meminta bantuan Raja Ahasyweros. Tetapi Ester takut karena orang yang tidak dipanggil raja tidak dapat bertemu dengan raja, bila memaksa ia bisa mati. - Maka Ester memintanya Mordekhai mengumpulkan seluruh orang Yahudi untuk berpuasa dan berdoa selama 3 hari, tidak makan dan minum, baik siang maupun Setelah itu Ester akan menghadap raja, bila ia memberanikan diri meskipun ia bisa dihukum. Ester 5: - Ester menghadap raja, dan raja berkenan akan kedatangan ratu Ester. Ester mengundang ke perjamuan yang diadakannya. Raja beserta Haman. Ester 7: - Diperjamuan Kedua Ester menyampaikan bahwa Haman hendak memusnahkan Raja bertanya siapakah yang berani menyakiti bangsa dari Ratu Ester dan ditunjuklah Haman. Maka marahlah Raja dan menghukum Haman. Ester 8: - Seluruh bangsa Yahudi bersukacita dan bersorak sorai karena telah diselamatkan oleh Tuhan. Kebutuhan Ilustrasi Ilustrasi akan didesain sesuai dengan kesukaan anak-anak. Analisis menghasilkan data sebagai berikut: Jurnal Citrakara. Vol. 6 No. 3, 297 - 315 e-ISSN: 2807-7296 Style ilustrasi menggunakan gaya kartun semi realisme, dengan referensi style kartun - Warna yang digunakan menggunakan color mood soft dan tone warna hangat dan Pemilihan warna ini didapatkan melalui penelitian yang telah dilakukan melalui kuisioner. - Tipografi menggunakan jenis serif untuk headline dan sans-serif untuk sub-headline dan bodycopy, pemilihan ini merupakan hasil dari penelitian melalui kuisioner. Berdasarkan hal ini typeface yang digunakan adalah Rumble Brave sebagai headline, dan typeface Aesthetic Rainbow dan Candy Shop sebagai sub headline dan body Kebutuhan Media Pop Up Analisis kebutuhan menghasilkan data yang menjadi pedoman dalam perancangan buku pop up seperti dibawah ini: - Format dan ukuran buku Buku pop up menggunakan format kotak, berukuran 20cm x 20 cm. Dikarenakan memiliki bentuk yang stabil, kemudian ukuran ini tidak terlalu besar sehingga menyesuaikan dengan anak-anak 9-12 tahun, sekaligus tidak terlalu kecil untuk menampilkan pop up. - Penjilidan Penjilidan akan menggunakan hardcover, yaitu penjilidan dengan karton keras dan tebal sebagai cover. Hardcover menjadi pilihan yang paling tepat untuk buku pop up karena untuk menjaga objek 3d isi buku. - Jenis kertas Dianalisis jenis kertas yang tepat untuk membuat buku pop up adalah jenis kertas yang tebal agar objek 3D dapat muncul dengan baik, maka dipilih kertas ivory 260gsm. - Teknik Teknik yang cocok untuk anak-anak usia 9-12 tahun merupakan teknik yang sederhana, tidak rumit. Dengan demikian teknik yang akan diaplikasikan dalam buku ini adalah v-fold, dan multiple layer. Konsep Desain Statement Pokok dan Wording Tabel 1. Tabel Statement Pokok dan Woriding Buku Pop Up Cerita Ester [Sumber: Sekar Kinasi. No Statement Pokok Pengumuman dicarinya Ratu baru. Wording Suara riuh terdengar diseluruh kerajaan persia dan midian sesaat setelah Raja Ahasyweros mengumumkan dicarinya Ratu baru menggantikan Ratu Wasti. Semua wanita diseluruh kerajaan diperbolehkan mengajukan diri, tak terkecualiA. Ester menimbulkan kasih sayang bagi semua Ester. Seorang gadis yatim piatu dari bangsa orang, dan Raja Ahasyweros, sehingga ia buangan. Ester selalu menimbulkan kasih diangkat menjadi Ratu. sayang kepada siapapun karena sikap hatinya, begitupula oleh Raja Ahasyweros sehingga ia dinobatkan menjadi Ratu. Mordekhai meminta Ester menyembunyikan Mordekhai, paman Ester berpesan untuk tidak memberitahukan kebangsaan Ester sebagai Bangsa Yahudi. Setiap hari Jurnal Citrakara. Vol. 6 No. 3, 297 - 315 e-ISSN: 2807-7296 Mordekhai berjalan dipintu gerbang istana raja untuk melihat Ester. Setelah peristiwa-peristiwa ini Haman pangkatnya atas semua pembesar dikerajaan. Semua orang berlutut dan sujud kepada haman, namun tidak dengan satu orang yaitu Mordekhai. Mordekhai hanya mau sujud kepada Tuhan, hal ini menimbulkan amarah pada hati Haman. Karena amarahnya yang begitu besar Haman Mordekhai dan seluruh bangsa Yahudi. Haman membuat undang-undang bermaterai Raja, berisi perintah untuk memusnahkan Bangsa Yahudi diseluruh kerajaan Persia dan Midia. Mendengar hal itu mordekhai mengoyakkan pakaiannya, ia menangis ditengah kota begitu nyaring dan sedih. Haman mendapatkan kenaikan pangkat dan kedudukannya ditetapkan diatas semua pembesar kerajaan, sehingga semua orang berlutut dan sujud kepada Haman. Tetapi Mordekhai tidak berlutut dan sujud karena dia hanya mau sujud kepada Tuhan Hal ini menumbulkan marah pada Haman dan ia berencana memusnahkan Haman beserta seluruh bangsa Yahudi dengan menggunakan kekuasaan Raja membuat undang-undang untuk memusnahkan setiap orang Yahudi. Mordekhai berkabung akan hal yang dilakukan Haman. Mordekhai mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain kabung di tengah kota sambil menangis nyaring dan Ester mengetahui apa yang terjadi. Mordekhai Ester mengetahui perkara itu. Mordekhai meminta Ester menghadap Raja agar perkara meminta Ester bertemu Raja untuk ini terselesaikan. menyelamatkan Bangsanya. Namun Ester takut karena Auseseorang yang datang tanpa kehendak Raja pasti akan dihukum. Ay Tetapi Mordekhai berkata AuKamupun tidak akan terbebas dari hal ini, sekalipun kamu berdiam diri pertolongan Tuhan akan datang dari tempat lain. Siapa tahu karena saat inilah kamu dikaruniau kedudukan ratu. Ay Ester takut awalnya karena bila menghadap Maka Ester menjawab Mordekhai Au Pergi Raja tanpa permintaan Raja sendiri, siapapun kumpulkanlah seluruh Bangsa Yahudi, itu akan dimusnahkan bila Raja tidak berdoa dan berpuasalah untukku, jangan mengulurkan tongkatnya. Namun untuk makan dan minum tiga hari lamanya, baik Menyelamatkan bangsanya Ester meminta siang maupun malam. Kemudian aku akan seluruh bangsa Yahudi berdoa dan berpuasa menghadap Raja, bila terpaksa aku dihukum selama 3 hari untuk membuat rencananya biarlah aku dihukum. Ay Ester menghadap Raja dan Raja berkenan Menghadaplah Ester dan Tuhan melunakkan akan kedatangan Ester. Ester meminta Raja hati Raja sehingga Raja mengulurkan dan Haman datang ke perjamuan yang tongkatnya dan berkenan akan kedatangan AuApakah maksud kedatangan dan keinginanmu Ratu Ester? Sampai setengah kepadamu,Ay AuJikalau Raja perjamuanku bersama dengan Haman. Ay Dan Raja berkenan akan hal itu. Jurnal Citrakara. Vol. 6 No. 3, 297 - 315 e-ISSN: 2807-7296 Ester mengadukan perbuatan Haman kepada Dalam perjamuan kedua bertanyalah Raja Raja pada perjamuan kedua dan Haman untuk ketiga kalinya AuApakah permintaanmu Ratu Ester? Dan apakan keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan dipenuhiAy AuJikalau hamba mendapat kasih Raja, karuniakanlah nyawa bangsa Hamba, kami telah terjual dan hampir dimusnahkan oleh Haman. Ay Mengetahui perkara itu marahlah Raja kepada Haman dan menghukum Haman. 11 Seluruh Bangsa Yahudi diselamatkan. Seluruh Bangsa Yahudi bersukacita karena Tuhan Bangsa Yahudi diselamatkan melalui keberanian Ratu Ester. Moodboard Gambar 1. Moodboard [Sumber: Sekar Kinasi. Moodboard Konsep Warna Gambar 2. Palet Warna [Sumber: Sekar Kinasi. Warna yang digunakan menyesuaikan dengan hasil analisis berupa color mood soft dan tone warna hangat dan sejuk. Typeface Jurnal Citrakara. Vol. 6 No. 3, 297 - 315 e-ISSN: 2807-7296 Gambar 3. Typeface [Sumber: Sekar Kinasi. Rumble brave merupakan typeface yang akan digunakan untuk judul buku dan typeface aesthetic rainbow dan candy shop untuk bagian sub judul sekaligus bodycopy. Layout dan Teknik Pop Up Gambar 4. Layout dan Teknik Pop Up [Sumber: Sekar Kinasi. Layout yang digunakan menyesuaikan dengan teknik pop up yang digunakan dalam buku ini. Teknik yang digunakan merupakan teknik v-fold dan multiple layer. Kedua teknik ini berada ditengah sehingga layout yang sesuai dengan teknik tersebut adalah layout simetris. Layout simetris menampilkan keseimbangan elemen-elemen desain dikanan kiri maupun atas bawah. Layout ini memeberikan kemudahan bagi anak-anak untuk mengikuti alur baca cerita. Referensi Visual Gaya visual yang diterapkan dalam perancangan buku pop up ini adalah cartoonis. Untuk menghasilkan karakter dan ilustrasi tersebut didasarkan pada beberapa referensi sebagai berikut: Referensi Ester Ester merupakan wanita dari kebangsaan yahudi, karakter fisik yang umum adalah fitur wajah oval, mata almond berwarna coklat atau hitam, hidung menonjol dan lurus, bibir penuh dan tebal, kulit gelap dan rambut bergelombang. Dalam Alkitab dikatakan Ester memiliki paras cantik dan elok perawakannya, lemah lembut, pemberani, dan sangat beriman kepada Tuhan. Gambar 5. Referensi Visual Ester [Sumber: AI Generator Imag. Referensi Mordekhai Jurnal Citrakara. Vol. 6 No. 3, 297 - 315 e-ISSN: 2807-7296 Mordekhai adalah orang Yahudi memiliki ciri -ciri umum mirip dengan Ester karena berasal dari bangsa yang sama. Mordekhai merupakan pemimpin dari bangsanya yang dihormati oleh orang Yahudi, ia juga yang mengasuh Ester menunjukkan bahwa mordekhai seorang pekerja keras. Karena hal ini dapat diasumsikan mordekhai memiliki tubuh yang cukup kuat dan tegap. Wajah mordekahai digambarkan menggunakan bentuk dasar kotak yang dapat menyampaikan karakter pendiam, tenang, dan memiliki keinginan yang kuat. Gambar 6. Referensi Visual Mordekhai [Sumber: AI Generator Imag. Referensi Haman Haman berlatar belakang dari kerjaan persia dan midia. Memiliki sifat yang ambisius, egois dan sombong. Karena kedudukannya yang tinggi haman mengenakan tunik atau jubah, topi dan perhiasan perhiasan yang mewah. Pada karakter ini untuk menunjukkan karakter yang jahat, egois, dan sombong melalui bentuk bentuk lancip pada wajah haman. Gambar 7. Referensi Visual Haman [Sumber: AI Generator Imag. Referensi Ahasyweros Dalam relief-relief yang ditemukan Raja Ahasyweros atau Xerxes I digambarkan sebagai sosok megah dengan kepala yang dihiasi mahkota, dengan rambut dan jenggot yang panjang serta gaya pakaian yang mencolok. Kemudian pada perancangan ini wajah raja akan digambarkan garang dikarenakan ia adalah orang yang tidak mengenal Tuhan. Gambar 8. Referensi Visual Ahasyweros [Sumber: Wikipiedi. Sketsa Jurnal Citrakara. Vol. 6 No. 3, 297 - 315 e-ISSN: 2807-7296 Referensi-referensi visual tersebut kemudian diproses secara kreatif sehingga menghasilkan sketsa-sketsa desain sebagai berikut: Sketsa Karakter - Ester Gambar 9 Sketsa karakter Ester [Sumber: Kinasih. S] Karakter Ester memiliki rambut hitam gelap dengan kulit sawo matang, memiliki bentuk wajah oval yang menunjukkan sebagai karakter protagonis. Ester memiliki pakaian jubah panjang berwarna kecoklatan dan memakai mahkota yang sama dengan Ahasyweros. - Mordekhai Gambar 10. Sketsa Karakter Mordekhai [Sumber: Kinasih. S] Diatas merupakan sketsa karakter Mordekhai atau paman Ester, kulit berwarna sawo matangd engan fitur wajah kotak, berjongget tetapi memiliki rambut pendek. Dalam buku ini Mordekai memakai 2 pakaian yang berbeda yaitu satu paikaian tunik panjang dan pakaian berkabung berwarna abu-abu. - Haman Gambar 11. Sketsa Karakter Haman (Sumber: Kinasih. S) Jurnal Citrakara. Vol. 6 No. 3, 297 - 315 e-ISSN: 2807-7296 Karakter Haman digambarkan dengan bentuk bentuk lancip pada beberapa bagian wajah seperti jenggot dan kumis untuk menggambarkan karakter antagonis. Haman mengenakan tunik tanpa lengan dan jubah berwarna merah maroon. - Ahasyweros Gambar 12. Sketsa Karakter Ahasyweros (Sumber: Kinasih. S) Karakter terakhir adalah karakter Ahasyweros, memiliki rambut gelap dan kulit gelap. Karakteristik Ahasyweros didasarkan pada relief-relief yang ditemukan. Pakaian Ahasyweros sama memiliki warna yang sama dengan Ester untuk memberi makna bahwa Ahasyweros berada dipihak Ratu Ester. Sketsa Kompeherensif Gambar 13. Sketsa Cover Buku [Sumber: Sekar Kinasi. Cover depan didesain dengan karakter Ester yang sedang berdoa. Terdapat Judul Ester dan sub judul Pertolongan Dibalik Layar juga nama penulis. Kemudian pada cover belakang terdapat sinopsis. Cover buku ini dibuat menyambung dari depan kebelakang. Jurnal Citrakara. Vol. 6 No. 3, 297 - 315 e-ISSN: 2807-7296 Gambar 14. Sektsa Halaman 1-2 [Sumber: Sekar Kinasi. Diatas merupakan sketsa pop up pada halaman 1, yaitu kerjaan persia dan midia. Digambarkan dengan istana kerajaan di bagian center dan dikanan kiri terdapat bangunan-bangunan lainnya dari Halaman kedua adalah awal munculnya Ester yang telah diangkat menjadi Ratu baru bagi kerajan Persia dan Midia. Halaman ini menggunakan teknik pop up multiple layer. Gambar 15. Sketsa Halaman 3-4 [Sumber: Sekar Kinasi. Halaman ketiga menampilkan v-fold istana Ahasyweros dengan Modekhai di depan bangunan itu menggambarkan ia yang setiap hari memperhatikan iastana untuk melihat keadaan Ester. Halaman 4 pop up akan muncul pada bagian bawah halaman menampilkan seluruh ilustrasi. Disini terdapat Haman dan Modekhai yang saling memandang ketika Mordekhai tidak mau bersujud kepada Haman seperti yang orang lain lakukan. Gambar 16. Sketsa Halaman 5-6 [Sumber: Sekar Kinasi. Halaman 5 mengilustrasikan Haman yang sedang memberitakan undang-undang untuk memusnahkan Mordekhai dan seluruh bangsa Yahudi. Karakter haman akan muncul dengan pengembangan teknik v-fold yaitu jack in the box. Halaman 6 mengilustrasikan Mordekhai yang menangis mendengar undang-undang yang dibuat oleh Haman. Sama dengan halaman sebelumnya karakter Mordekhai akan menggunakan teknik jack in the box. Jurnal Citrakara. Vol. 6 No. 3, 297 - 315 e-ISSN: 2807-7296 Gambar 17. Sketsa Halaman 7-8 [Sumber: Sekar Kinasi. Halaman 7 keudian menunjukkan Ester yang khawatir karena Mordekhai meminta Ester menghadap Raja untuk menyelamatkan bangsa Yahudi. Pada halaman ini kedua karakter tersebut menggunakan teknik multiple layer. Pada halaman 8 mengilustrasikan Ester dengan ekspresi yang berani karen atelah membulatkan tekadnya untuk menghadap Raja dengan permintaan agar seluruh bangsa Yahudi berdoa selama 3 hari penuh. Karkater Ester akan muncul menggunakan tkenik jack in the box. Gambar 18. Sketsa Halaman 9-10 [Sumber: Sekar Kinasi. Halaman 9 adalah ilustrasi ketika akhirnya Ester menghadap kepada Raja dan Raja berkenan akan kedatangan Ester dengan megulurkan tongkatnya kepada Ester. Pop up akan muncul dibagian bawah menunjukkan kedatangan Ester. Halaman 10 ketika Ester mengadukan Haman kepada Raja pada perjamuan kedua yang telah dipersiapkan oleh Ester. Ester yang menujuk Haman. Raja menunjukkan ekspresi marah dengan tangan menggebrak meja, dan Haman yang ketakutan karena aduan Ester. Pop up akan muncul pada bagian atas dan bawah menampilkan ilustrasi keseluruhan. Gambar 19. Sketsa Halaman 11 [Sumber: Sekar Kinasi. Halaman terakhir adalah akhir bahagia bagi seluruh bangsa Yahudi karena mereka terselamatan dan terbebas dari ancaman pemusnahan. Pop up akan muncul pada bagian atas menampilkan seluruh ilustrasi dengan jelas. Sketsa Media Pendukung Sticker Jurnal Citrakara. Vol. 6 No. 3, 297 - 315 e-ISSN: 2807-7296 Gambar 20. Sketsa Sticker [Sumber: Kinasih. Seka. Media pendukung yang pertama adalah stiker. Stiker merupakan media yang disukai anak-anak dan melalui sticker ini anak-anak dapat mengingatt ingat nama-nama karakter dalam buku pop up cerita Ester. 3D Paper Toy Gambar 21. Sketsa 3D Paper Toy [Sumber: Kinasih. Seka. 3D paper toy menjadi media pilihan kedua untuk anak-anak bisa beraktifitas bermain disekolah minggu taupun dirumah bersama karakter karakter yang ada dalam buku. Karakter dalam buku msing-masing akan dibuat desain 3d paper toy. Implementasi . Media Utama Jurnal Citrakara. Vol. 6 No. 3, 297 - 315 e-ISSN: 2807-7296 Gambar 22. Hasil Akhir Cover Buku [Sumber: Sekar Kinasi. Hasil akhir cover buku memiliki ukuran 45x24 cm dicetak dengan menggunakan kertas ivory laminasi doff, kemudian dijilid secara hardcover. Gambar 23. Hasil Akhir Halaman 1-2 [Sumber: Sekar Kinasi. Pop up pada halaman pertama menampilkan ilustrasi kerajaan persia dan midia. Pop up menggunakan teknik v-fold, dengan tinggi 15 cm. Halaman 2 menampilkan pop up dengan teknik multiple layer menunjukkan Ester dibagian tengah. Gambar 24. Hasil Akhir Halaman 3-4 [Sumber: Sekar Kinasi. Pop up pada halaman 3 menggunkan teknik v-fold menampilkan ilustrasi istana persia dan Halaman 4 pop up dibagian bawah yang akan menampilkan ilustrasi secara penuh. Jurnal Citrakara. Vol. 6 No. 3, 297 - 315 e-ISSN: 2807-7296 Gambar 25. Hasil Akhir Halaman 5-6 [Sumber: Sekar Kinasi. Halaman kelima pada karakter Haman akan menggunkan pop up jack in the box dan parrarel v-fold. Berikutnya pada halaman 6 karakter Mordekhai yang menangis akan muncul melalui teknik jack in the box. Gambar 26. Hasil Akhir Halaman 7-8 [Sumber: Sekar Kinasi. Ilustrasi karakter Ester dan Mordekhai pada halaman 7 akan ditampilkan menggunakan teknik multiple layer. Halaman ini menampilkan ekspresi wajah Ester yang akan muncul menggunakan teknik v-fold jack in the box. Gambar 27. Hasil Akhir Halaman 9-10 [Sumber: Sekar Kinasi. Halaman 10 pop up akan ditampilkan pada karakter Ester dibagian bawah buku menggunakan teknik v-fold. Halaman 10 akan memiliki ukuran yang lebih besar yaitu 35x20 sehingga pop up akan berada dibagian atas dan bawah dengan teknik v-folding. Jurnal Citrakara. Vol. 6 No. 3, 297 - 315 e-ISSN: 2807-7296 Gambar 28. Hasil Akhir Halaman 11 [Sumber: Sekar Kinasi. Halaman terakhir berukuran 25x20 ditampilkan dengan teknik v-folding dibagian atas. Media Pendukung Terdapat dua media pendukung yang dirancangan dalam perancangan ini untuk menjadi media peraga bagi anak-anak. Media pendukung tersebut adalah sticker dan 3D paper toy, stiker sebagai alat bermain anak-anak sekaligus membantu anak untuk mengingat karakter-karakter dalam cerota Ester. Kemudia media 3D paper toy dapat digunakan sebagai alat peraga dalam penceritaan cerita Ester yang dapat melatih kreatifitas dan motirok anak 9-12 tahun. Gambar 29. Sticker [Sumber: Sekar Kinasi. Hasil akhir sticker menampilkan masing masing karakter yang terdapat dalam buku pop up cerita Ester Gambar 30. 3D Paper Toy [Sumber: Sekar Kinasi. 3D pop up juga menampilkan 4 desain dari masing-masing karakter Ester. Mordekhai. Haman, dan Ahasyweros. Jurnal Citrakara. Vol. 6 No. 3, 297 - 315 e-ISSN: 2807-7296 Mockup Gambar 31. Mockup Buku Pop Up [Sumber: Sekar Kinasi. Gambar 32. Mockup Sticker [Sumber: Sekar Kinasi. Gambar 33. Mockup 3D Paper Toy [Sumber: Sekar Kinasi. PENUTUP Kesimpulan Jurnal Citrakara. Vol. 6 No. 3, 297 - 315 e-ISSN: 2807-7296 Cerita Alkitab Ester menjadi salah satu cerita yang asing bagi anak-anak usia 9-12 tahun karena kurang efektifnya penyampaian cerita ini kepada anak-anak melalui kurikulum sekolah minggu yang Kurikulum sekolah minggu cerita Ester tidak memiliki media untuk mendukung penyampaian Orang tua juga kurang berkontribusi menyampaikan firman dan lebih banyak memberikan handphone kepada anak yang menyebabkan anak-anak lebih banyak menjelajahi media sosial daripada waktu untuk membaca. Oleh karena itu, dirancang media Buku Pop Up sebagai media yang efektif dalam penyampaian cerita Ester, dengan menampilkan objek 3D yang dapat menarik minat anak-anak untuk mulai memperhatikan dan membaca. Buku pop up dirancangan dengan menggunakan teknik v-fold dan multiple layer dengan format square 20x20, ilustrasi digambar dalam style kartun yang mengikuti preferensi anak-anak. Terdapat kendala untuk mendapatkan referensi visual dari perempuan dan pria yahudi. Kendala tersebut dapat diatasi dengan menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligenc. untuk memberikan referensi visual yang diperlukan. Saran Buku pop up cerita Ester digunakan untuk anak-anak usia 9-12 tahun dengan membaca dan memahami objek 3d yang ditampilkan ketika setiap halaman dibuka. Buku pop up cerita Ester dapat digunakan dalam kegiatan sekolah minggu sebagai media atau alat peraga. Selain itu buku pop up ini dapat pula digunakan secara pribadi sebagai media pembelajaran Firman Tuhan dirumah. Dalam penggunaannya disarankan orangtua atau guru sekolah minggu tetap mendampingi anak-anak untuk penjelasan pertama kali, sekaligus guna mencontohkan cara menggunakan buku pop up tersebut. Diharapkan dalam perancangan berikutnya dapat mengembangkan topik lebih luas seperti menceritakan keseluruhan pasal Ester, ataupun perancangan berikutnya dapat menggunakan media yang lebih baru. DAFTAR PUSTAKA