Terbit online pada laman web jurnal: http://journal. id/index. php/JASENS JOURNAL OF APPLIED SMART ELECTRICAL NETWORK AND SYSTEMS (JASENS) Vol. 4 No. 06 - 23 ISSN Media Elektronik: 2723-5467 Kontrol Kelembaban Pada Media Budidaya Cacing Lumbricus Terrestris Dengan Metoda Fuzzy Raka Pinudya Bimantara1. Donny Radianto2. Fitri3 . Anindya Dwi Risdhayanti4 1,2,3 Jurusan Teknik Elektro. Politeknik Negeri Malang rakabimantara11@gmail. com, 2Donny. radianto@polinema. id, 3fitri@polinema. id* ,4 risdhayanti@polinema. Abstract Lumbricus worm is one of the cultivated animals wich contain high protein. Other benefit of lumbricus worm is can be medicine for tipes. In worm cultivation there are parameters that we have to control. These parameter is moisture of media and air temperature around cultivation media. Based on that problem, the moisture control is designed to control moisture media of cultivation and air temperature with fuzzy logic controller method. The component that use in the moisture control is soil moisture sensor. DHT11. Arduino, and pump dc for actuator. The mechanism of this plant in these sensor will read parameter and send the data to Arduino, the data will be processed with fuzzy metode, the output of fuzzy metode is timer that use to trigger the pump on and off. The result of final test is the plant can control moisture of media cultivation and air temperature properly. The final weight of worm from harves is increase 40% from the seed dispersal. From that case can conclude that implementation of this plant is give real positif affect to harves of lumbricus terrestris worm. Keywords: Lumbricus worm. Fuzzy Logic Controller. Moisture Control Abstrak Cacing lumbricus merupakan salah satu hewan budidaya yang mengandung protein yang tinggi, manfaat lainnya dari cacing lumbricus dapat dijadikan sebagai obat yaitu obat demam dan tipes. Dalam budidaya cacing lumbricus, ada beberapa parameter yang harus diperhatikan guna meningkatkan produktifitas saat panen. Parameter tersebut adalah kelembaban media dan suhu udara sekitar media. Berdasarkan latar belakang tersebu, kontrol kelembaban dirancang untuk mengontrol kelembaban media dan suhu udara pada budidaya cacing menggunakan metode fuzzy logic control. Komponen yang digunakan pada kontrol kelembaban ini meliputi Arduino,soil moisture sensor. DHT11 dan pompa dc sebagai actuator. Prinsip kerja plant adalah kedua sensor akan mengambil data pada lapangan kemudian data tersebut dikirim ke Arduino yang mana data tersebut akan diolah oleh fuzzy, output fuzzy berupa timer yang akan men trigger pompa on dan off. Pada pengujian secara keseluruhan menunjukan bahwa kelembaban media dan suhu udara dapat dikontrol dan dipertahankan dengan baik. Berat biomassa cacing pada panen meningkat sebesar 40% dari penebaran awal bibit cacing. Dapat disimpulkan bahwa implementasi plant ini memiliki dampat positif pada hasil akhir panen cacing lumbricus. Kata kunci: Cacing Lumbricus. Fuzzy Logic Control. Kontrol Kelembaban Diterima Redaksi : 13-05-2023 | Selesai Revisi : 20-06-2023 | Diterbitkan Online : 30-06-2023 Pendahuluan sebagai obat tipes, cacing juga digunakan sebagai obat penurun demam, cacing dapat dimanfaatkan sebagai Cacing adalah hewan berjenis artevebrata yang banyak antibiotic karena memiliki protein dan asam amino ditemukan di dalam tanah. Indonesia adalah salah satu yang tinggi . Pada negara maju seperti jepang dan negara dengan biodiversitas yang tinggi . korea cacing dimanfaatkan sebagai bahan dasar Biodiversitas adalah semua makhluk hidup yang ada di kosmetik kecantikan. muka bumi, baik hewan, jamur, tumbuhan dan Dalam budidaya cacing, beberapa parameter yang harus termasuk cacing. Adapun manfaat dari cacing adalah dijaga agar cacing dapat tumbuh maksimal adalah dari dapat digunakan sebagai obat tipes. Perebusan cacing segi kelembaban media cacing. Kelembaban tanah selama 10 menit dengan suhu 50 derajat celcius cacing media yang optimum bagi budidaya cacing yaitu 30%tanah akan menghasilkan enzyme lyosomal yang 50% dari kelembaban tanah . , serta keadaan suhu berfungsi untuk melindungi serangan mikroba pathogen udara budidaya antara 15AC - 25AC . suhu yang lebih dan menghasilkan antibakteri . Selain digunakan Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . x No. xx Ae xx tinggi masih dapat ditoleransi asalkan diimbangi yang telah dibaca oleh sensor, terdapat juga aktuator dengan kelembaban yang memadai . Pembudidaya plant berupa pompa 12VDC yang berfungsi untuk cacing melakukan pengkondisian kelembaban pada menghasilkan misting spray atau semprotan embun media budidaya biasanya dengan cara memberi air, dan yang dihasilkan dengan cara mengkombinasikan memeriksa tingkat kelembaban pada media dengan cara tekanan air pada titik tertentu dan misting nozzle . menyentuh secara langsung media dengan tangan Gambar 1 merupakan diagram blok sistem secara Hal tersebut tentunya sangat tidak efektif keseluruhan, terdiri dari blok input, blok proses dan karena tidak mengetahui berapa kelembaban yang blok output terukur secara pasti pada media budidaya. Pada penelitian ini akan membuat sebuah alat yang mana dapat mengontrol kelembaban pada media budidaya Sistem kontrol yang dirancang bertujuan agar tingkat kelembaban dari media budidaya dan nilai suhu udara media tetap stabil, setpoint yang dipertahankan adalah 30%-50% pada kelembaban media, dan 15AC 25AC pada suhu udara media. Sistem kendali yang digunakan berjenis close loop dengan menggunakan metode kontrol fuzzy logic Metode Penelitian Perancangan Sistem Gambar 1. Digram Blok Sistem Diagram Blok Kontrol Pada perancangan sistem akan dijelaskan mengenai Sistem kendali untuk kontrol kelembaban pada media sistem yang akan dibuat secara keseluruhan, mulai dari dan suhu ini menggunakan soil moisture sensor sebagai input sistem, proses sampai output sistem serta prinsip sensor untuk inputan kelembaban . Sementara sensor kerja pada sistem secara keseluruhan mulai dari alat DHT11 sebagai inputan suhu pada plant. kedua inputan ini akan diproses dengan mengimplementasikan sistem start loop sampai end loop pada sistem kendali logika fuzzy. Sistem fuzzy akan mengolah Sistem yang akan dibuat adalah untuk mengontrol dan inputan tersebut dengan metode mamdani yang mana mempertahankan setpoint pada kelembaban dan suhu output dari fuzzy tersebut berupa lama waktu yang media, dimulai dengan kedua sensor yang mengambil mana lama waktu tersebut akan menjadi trigger atau set data terkait kelembaban dan suhu, kemudian mengirim nilai untuk on off pompa DC, pompa tersebut akan data tersebut ke mikrokontroller. Pada mikrokontroller menghasilkan misting spray yang berguna untuk terdapat fuzzy logic control yang mana output dari menstabilkan kelembaban media maupun suhu udara sistem fuzzy berupa timer yang akan mengaktifkan . Gambar 2 menunjukkan diagram blok sistem yang Output timer yang dikeluarkan oleh fuzzy menjelaskan secara rinci terkait parameter input, proses, berdasarkan dengan rule base yang telah dirancang. serta output pada plant. Pada sistem ini, rule base dirancang agar output timer Kendali Fuzzy Logic Control mendapatkan input dari yang dikeluarkan oleh fuzzy sesuai dengan takaran error kelembaban yang didapatkan dari selisih dari set debit pompa, sehingga variasi kombinasi dari kedua point kelembaban dengan hasil pembacaan sensor inputan sensor akan menghasilkan output timer yang kelembaban pada kotak budidaya. Blok kendali akan mempertahankan kelembaban media dan suhu menghasilkan nilai input kendali untuk plant. udara sesuai dengan setpoint yang telah ditentukan Diagram Blok Sistem Diagram blok sistem yang mempunyai 3 blok yaitu input, kontroller dan output. Dimana pada bagian blok input terdiri dari beberapa sensor. Sensor yang pertama adalah soil moisture sensor atau sensor kelembaban Gambar 2 Diagram Blok Kontrol tanah untuk mendeteksi kelembaban yang ada di tanah, sensor yang kedua adalah DHT11 yaitu sensor untuk mendeteksi suhu pada udara. Pada bagian blok 2. Desain Mekanik controller meliputi mikrokontroller Arduino yang menjadi controller pada plant. Pada bagian blok output Pada desain mekanik, kerangka penopang alat dan meliputi relay 1 channel yang berfungsi sebagai wadah media cacing berupa besi siku dengan ukuran switching pada rangkaian penghubung antara 100 cm x 50 cm x 100 cm. Sementara wadah media mikrokontroller dan actuator. Kemudian terdapat LCD cacing terbuat dari terpal kotak berukuran 50 cm x 100 16x2 yang berfungsi sebagai penampil data parameter cm x 20 cm dengan tipe terpal A15. Pada bagian depan Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . x No. xx Ae xx kerangka terdapat panel putih yang berfungsi untuk melindungi mikrokontroller dan rangkaian elektrik plant lainnya. Pada Gambar 3 merupakan perancangan desain mekanik alat sebagai berikut : Gambar 5 Himpunan Keanggotaan Kelembaban Gambar 3 Design Mekanik Alat Eo Himpunan Keanggotaan suhu Himpunan keanggotaan suhu memiliki 2 fungsi keanggotaan, yaitu : dingin dengan parameter Wiring Elektrik ,14,22,. ,34,37,. Gambar Sumber catu daya 220VAC diturunkan menjadi 12VDC dengan rectifier, kemudian tegangan 12VDC ini diturunkan lagi dengan buck converter menjadi tegangan 9VDC dan 5VDC, tegangan 9VDC menjadi sumber daya untuk mikrokontroller Arduino Uno R3, sedangkan 5VDC menjadi tegangan untuk semua sensor dan menggabungkan semua gnd menjadi com. Power supply 12VDC juga menjadi input tegangan untuk pompa dan kipas DC. Gambar 4 merupakan gambar rangkaian elektrik dari plant secara Gambar 6 Himpunan Keanggotaan Suhu Eo Himpunan Keanggotaan Output Himpunan keanggotaan timer memiliki 5 fungsi keanggotan, yaitu : mati dengan parameter. ,0,. , sangatcepat dengan parameter. ,10,. , kemudian cepat dengan parameter. ,20,. , sedang dengan parameter . ,30,. , dan lama dengan parameter . ,40,55,. yang dapat dilihat dari Gambar 7. Gambar 4 Wiring Keseluruhan Alat Perancangan Fuzzy Logic Controller Gambar 7 Himpunan Keanggotaan Output Eo Himpunan Keanggotaan Fuzzy Kelembaban Himpunan keanggotaan kelembaban memiliki 4 fungsi keanggotaan, yaitu: memiliki 3 fungsi keanggotaan Eo Perancangan RuleBase yaitu : kering dengan parameter . ,10,. , sedang Perancangan rulebase pada table dibawah ini dengan parameter . ,19,. , lembab memiliki merupakan perancangan berdasarkan input kelembaban parameter . ,23,. , dan basah dengan parameter dan juga suhu yang telah dioptimalkan pada metode . ,30,52,. Gambar 5 merupakan gambar dari fuzzy grid search. Table 1 merupakan table aturan himpunan keanggotaan fuzzy parameter kelembaban fuzzy yang terdiri dari 8 aturan Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . x No. xx Ae xx Gambar 9 merupakan diagram kelembaban pada media budidaya dari hari pertama sampai dengan hari ke 14. Kelembaban media naik secara linier dari hari petama Mati Cepat sampai 14 dikarenakan penurunan kelembaban tiap hari tidak sebanding atau lebih kecil dari pada kenaikan Cepat Sangatcepat kelembaban perhari. Pada awal penelitian kelembaban berada pada titik 35% dan pada akhir penelitian kelembaban berada pada titik 46%. Namun meskipun trend cenderung naik, tetapi alat dapat mengontrol dan mempertahankan kenaikan kelembaban selama 14 hari Hasil dan Pembahasan sesuai dengan set point yang telah ditentukan. Pengujian Fuzzy Logic Controller Parameter yang dikontrol selanjutnya adalah suhu Pengujian system fuzzy logic menggunakan aplikasi udara, hasil penelitian terkait suhu ditunjukan pada matlab, matlab dapat menyelesaikan persaman numerik Gambar 10 Table 1 Rulebase Fuzzy dan alat bantu pembelajaran sistem control seperti fuzzy . Pada pengujian system fuzzy dilakukan dengan melihat respon output dari system kemudian dibandingkan dengan data real. Hasil dari perbandingan tersebut kemudian akan menghasilkan nilai error yang akan menjadi acuan baik atau buruknya sistem. Gambar 8 merupakan gambar hasil pengujian system fuzzy pada aplikasi matlab Gambar 10 Diagram Suhu Udara Media Pada gambar 10 metupakan diagram suhu udara sekitar pada media budidaya dari hari pertama sampai dengan hari ke 14. Suhu dapat dikontrol oleh plant dengan rata rata suhu minimum sebesar 23. 6AC dan suhu maksimum sebesar 25. 9AC yang mana suhu pada 14 Gambar 8 Pengujian Fuzzy pada Matlab hari selama penelitian dapat dikontrol dan dipertahankan sesuai dengan setpoint yaitu sebesar Dari hasil percobaan gambar 8 dengan masukan nilai 15AC -25AC. Gambar 11 merupakan panen cacing kelembaban sebesar 20, dan nilai suhu sebesar 24 dengan implementasi alat, sementara Gambar 12 menghasilkan keluaran sebesar 26. 1 sedangkan pada merupakan panen akhir dari budidaya cacing tanpa data real memiliki keluaran sebesar 26 dan memiliki implementasi alat. Bisa dilihat perbandingan bobot dari error sebesar 0. Maka dapat disimpulkan bahwa wadah dengan implementasi alat mempunyai biomassa system fuzzy dalam keadaan baik dan siap lebih berat sebanyak 200 gram Pengujian Keseluruhan Pengujian plant dilakukan selama 14 hari dengan implementasi plant dan biomassa cacing menggunakan Ditunjukan pada Gambar 9 Gambar 11 Percobaan Budidaya Dengan Alat Gambar 9 Diagram Kelembaban Media Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . x No. xx Ae xx pada budidaya cacing lumbricus terrestris memberikan hasil positif terhadap panen akhir cacing Daftar Rujukan . Gambar 12 Percobaan Budidaya Tanpa Alat Kesimpulan . Alat yang dibuat dapat mengontrol kelembaban media budidaya dan suhu sekitar media budidaya dengan baik . sesuai dengan set point yang telah tentukan. Pada . waktu penelitian selama 14 hari, alat yang dibuat berhasil untuk mempertahankan tingkat kelembaban Meskipun trend dari respon kelembaban . cenderung naik, namun dalam 14 hari tingkat kelembaban tertinggi masih dalam cakupan setpoint. Hal ini dikarenakan penurunan pada parameter . kelembaban tidak sebanding dengan kenaikan kelembaban setiap hari. Sementara pada parameter untuk . mempertahankan suhu pada udara media sesuai dengan Rata rata suhu udara selama penelitian 14 hari berada pada titik 23. 6AC. Berat biomassa cacing saat . panen dengan implementasi alat meningkat sebesar 40% dari tebar awal bibit 1kg, yang mana berat cacing saat panen dengan alat sebesar 1. sementara berat biomassa cacing saat panen dengan cara konvensional . hanya meningkat sebesar 20%. yang mana berat cacing saat panen dengan cara konvensional hanya sebesar Dapat disimpulkan bahwa implementasi alat ini SUTARNO. , & SETYAWAN. Indonesia's biodiversity: the loss and management efforts to ensure the sovereignty of the nation. In Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia (Vol. No. 1, pp. Herawati. Purnama. Mawati. , & Sahrir. Pemanfaatan Rebusan Cacing Tanah Lumbricus Sp Oleh Masyarakat Dukupuntang Sebagai Obat Tipes. In Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sain. Hayati. Herdian. Damayanti. Istiqomah. , & Julendra. Profil asam amino ekstrak cacing tanah (LUMBRICUS RUBELLUS) Terenkapsulasi dengan metode spray drying. Jurnal Teknologi Indonesia, 34, 1-7. Maulida. Budidaya Cacing Tanah Unggul Ala Adam Cacing. Jakarta. AgroMedia Pustaka Zulkarnain. Rancang Bangun Sistem Kontrol Kelembapan Media Pada Budidaya Cacing Tanah. Jurnal Jaringan Telekomunikasi, 9. , 31-35. Araina. Yuliana. Haryono. , & Savitri. Pengaruh Komposisi Media terhadap Pertumbuhan Cacing Tanah (Lumbricus terrestri. Wahana-Bio: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, 12. , 41-47. MAKSUS. PURWIYANTO. , & HAZRINA. TUGAS AKHIR: PEMBUATAN BILIK DISINFEKTAN CORONA OTOMATIS DENGAN PANEL SURYA (Doctoral dissertation. Politeknik Negeri Cilaca. Latif. Penyiraman Tanaman Otomatis Menggunakan Sensor Soil Moisture dan Sensor Suhu. Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Fakultas Ilmu Komputer Universitas Al Asyariah Mandar, 7. , 16-20. Akbar. Yuliana. , & Fiolana. Pengatur Suhu. Kelembaban, dan Intensitas Cahaya pada Kumbung Jamur Tiram Menggunakan IoT. Ammer Journal Of Academic & Multidicipline Research, 1. , 15-23. Nasution. Nasution. , & Haryati. Pengembangan Bahan Ajar Metode Numerik dengan Pendekatan Metakognitif Berbantuan MATLAB. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 6. , 69-80. Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS)