Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Pengelolaan Sampah dan Ekonomi UMKM Untuk Pembangunan Berkelanjutan Hj. Ade Muslimat. Mn. MM. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Serang Raya ademuslimatmufrodi@gmail. ABSTRAK Sampah selalu menjadi permasalahan yang tak kunjung usai dan menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia. Kesadaran masyarakat Indonesia dalam pengelolaan sampah masih harus terus Secara umum sampah dapat dikategorikan sebagai sampah organik dan non organik. Kedua jenis sampah tersebut sejatinya dapat dimanfaatkan lagi. Sebagai contoh dengan mendaur ulang sampah plastik menjadi barang-barang yang bermanfaat seperti vas bunga, pot, tempat pensil dan lain sebagainya Sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos atau bahkan untuk sampah dalam jumlah banyak dapat dimanfaatkan sebagai bank sampah. Oleh karenanya dalam usulan pengabdian ini, akan dilakukan edukasi pengelolaan sampah dan pemilahan sampah organik anorganik oleh para mahasiswa KKM Kelompok 9 Universitas Serang Raya dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Yayasan Pendidikan Al-Khairiyah Kotasari Rawaarum. Yayasan Pendidikan Al-Khairiyah Kotasari Rawaarum membawahi beberapa lembaga pendidikan yaitu TK IT. SD IT. MDTA, dan MTS. Dari pengabdian masyarakat ini diharapkan masyarakat mendapatkan kemanfaatan edukasi dalam usaha pengelolaan sampah dan pemilahan sampah organik dan anorganik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk kuliah kerja nyata dari KKM Kelompok 9 bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pemilahan sampah organik anorganik. Bentuk pengabdian lainnya yang dilakukan pada KKM Kelompok 9 Universitas Serang Raya pada UMKM Radeng yang meproduksi kentang mustofa dan dendeng kemasan di Kota Cilegon dengan melakukan sosialisasi, penyuluhan pengenai penerapan digital marketing dalam upaya meningkatkan UMKM yang Serta mahasiswa mendapatkan pengalaman mengikuti praktek/pelatihan pengolahan produk UMKM Radeng tersebut. Pengabdian dilakukan melalui kegiatan, workshop pelatihan desain, seminar digital marketing, pengembangan umkm lokal, dan KKM Mengajar. Dengan demikian. KKM dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif dan bermakna bagi mahasiswa. UMKM yang bersangkutan dan masyarakat. Hasil kegiatan pegabdian ini dapat disimpulkan bahwa implementasi dari kegiatan tersebut dapat memberikan kesadaran dan pemahaman kepada masyarakat serta pembentukan karakter dengan melalui penyampaian materi dan diskusi terkait pentingnya memilah sampah organik dan anorganik. Saran yang diberikan yaitu dari program sosialisasi pemilahan sampah, diharapkan dapat melanjutkan sikap membuang sampah sesuai jenisnya dan KKM Kelompok 9 juga menyediakan sarana dalam pemilahan sampah, seperti tempat sampah sesuai jenis sampahnya agar mampu mendukung lingkungan yayasan dan juga masyakarakat sekitarnya dalam melakukan pemilahan sampah. Dan hasil pengabdian dari UMKM Radeng memberikan gambaran naiknya semangat dan meningkat pemahaman masyarakat terutama dibidang branding dan pengembangan umkm menggunakan media online. Kata Kunci: Pemilahan sampah, sampah organik anorganik. UMKM Radeng. SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 ABSTRACT Waste remains a persistent problem and a serious concern for the Indonesian government. Public awareness of waste management in Indonesia still needs to be improved. Generally, waste can be categorized as organic and anorganic. Both types of waste can be reused. For example, by recycling plastic waste into useful items such as flower vases, pots, pencil cases, and so on. Meanwhile, organic waste can be used to make compost, or even large amounts can be used as a waste bank. Therefore, in this community service proposal, students from KKM Group 9 of Serang Raya University will conduct education on waste management and sorting organic and inorganic waste in a community service activity at the Al-Khairiyah Kotasari Rawaarum Education Foundation. The Al-Khairiyah Kotasari Rawaarum Education Foundation oversees several educational institutions, including TK IT Kindergarten. SD IT Elementary School. MDTA Junior High School, and MTS Senior High School. This community service program is expected to provide educational benefits in waste management and the separation of organic and inorganic waste. The community service program, conducted in the form of a real-world work lecture by KKM Group 9, aims to educate the community about the separation of organic and inorganic waste. Another form of community service conducted by KKM Group 9 at Serang Raya University, with UMKM Radeng , which produces mustofa potatoes and packaged beef rabeg in Cilegon City, involves conducting outreach and providing education on the application of digital marketing to improve the sustainability of UMKM. Students also gain experience participating in practical/training activities on processing UMKM Radeng products. This community service program is conducted through activities such as design training workshops, digital marketing seminars, local UMKM development, and KKM Taching Student Activity Unit. KKM can be an effective and meaningful learning tool for students, the UMKM involved, and the community. The results of this community service activity concluded that the implementation of the activity raised awareness and understanding among the community, as well as fostered character building through the delivery of materials and discussions related to the importance of separating organic and inorganic waste. Recommendations for the waste sorting socialization program include continuing the practice of disposing of waste according to its type. Group 9's Community Service Program (KKM) also provided facilities for waste sorting, such as bins for each type, to support the foundation's environment and the surrounding community in sorting waste. The results of the community service program from UMKM Radeng illustrated increased enthusiasm and increased public understanding, particularly in the areas of branding and developing UMKM using marketing strategic online media. Keywords: Waste sorting, organic and anorganic waste. UMKM Radeng Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Kesadaran masyarakat Indonesia dalam pengelolaan sampah masih harus terus Secara umum sampah dapat dikategorikan sebagai sampah organik dan non organik. Kedua jenis sampah tersebut sejatinya dapat dimanfaatkan lagi. Sebagai contoh dengan mendaur ulang sampah plastik menjadi barang-barang yang bermanfaat seperti vas bunga, pot, tempat pensil dan lain sebagainya Sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos atau bahkan untuk sampah dalam jumlah banyak dapat dimanfaatkan sebagai bank sampah. Oleh karena itu pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik dan anorganik. Pemberdayaan masyarakat dapat dikatakan berhasil keberdayaan dan partisipasi yang baik dalam program pemberdayaan dan tujuannya ialah meningkatkan kapasitas serta kemandirian masyarakat serta memiliki kekuatan atau pengetahuan dan kemampuan untuk menanggapinya (Putra Ismaniar. Pemberdayaan masyarakat adalah proses yang sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, berdaya, dan partisipatif. Dengan pemberdayaan, masyarakat dapat mengatasi tantangan yang dihadapi dan memperbaiki kualitas hidup Masyarakat secara berkelanjutan. Pengelolaan sampah dan kesehatan lingkungan merupakan masalah yang sering dihadapi oleh masyarakat, terutama di lingkungan wilayah Yayasan Pendidikan Al-Khairiyah Kotasari Rawaarum dan sekitarnya. Kurangnya kesadaran para siswa pengelolaan sampah yang baik sering kali menyebabkan masalah lingkungan, seperti pencemaran udara, air, dan tanah. Hal ini berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat serta kenyamanan lingkungan tempat tinggal. Timbulnya permasalahan sampah saat ini tidak terlepas dari perilaku warga masyarakat sebagai penghasil sampah, maupun lemahnya aturan terkait hal tersebut. Kenyataan di lapangan masyarakat yang belum melakukan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga dengan baik, mulai dari memilah sampah, menyimpannya, dan membuang sampah pada tempatnya, sementara kelemahan aturan dan kordinasi antar lembaga disinyalir ikut memberi andil terhadap permasalahan tersebut (Kahfi. Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah merupakan kunci untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, kita dapat mengubah kebiasaan buruk dalam mengelola sampah pentingnya menjaga lingkungan. Untuk mengatasi persoalan sampah, perlu dilakukan perubahan paradigma yang memandang sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomis dan dapat Yang semula hanya sekedar membuang sampah ke TPA berganti menjadi pengelolaan sampah dengan menerapkan 3 R (Reduce. Reuse. Recycl. (Dai & Pakaya, 2. Pengelolaan sampah ini meliputi banyak aspek yaitu mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, misalnya dengan menggunakan produk yang dapat digunakan kembali atau menghindari Memisahkan sampah berdasarkan jenisnya . isalnya, sampah organik dan anorganik, sampah daur ulang, atau sampah Pemilahan ini penting untuk memudahkan proses daur ulang dan pengelolaan lebih lanjut. Sampah yang tidak dapat didaur ulang atau diolah lebih lanjut akhirnya dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) atau tempat pemrosesan sampah lainnya yang sesuai. Kemudian aspek lainnya yaitu mengolah sampah yang dapat didaur ulang . eperti kertas, plastik, logam, dan kac. menjadi produk baru. Ini membantu mengurangi kebutuhan akan bahan baku baru dan mengurangi sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir. Di sisi lain, perkembangan era digital membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro. Kecil. Menengah (UMKM) Terutama UMKM Radeng yang meproduksi kentang mustofa dan dendeng kemasan di Kota Cilegon dengan Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 pengenai penerapan digital marketing dalam upaya meningkatkan UMKM yang Namun, tidak semua pelaku UMKM memiliki akses dan keterampilan yang memadai dalam memanfaatkan teknologi digital. Adanya keterbatasan mengakibatkan sebagian besar pelaku usaha tidak mengembangkan produknya. Di era perkembangan zaman saat ini digitalisasi dalam bisnis sangat diandalkan. Digitalisasi ini memberikan keuntungan bagi para pelaku usaha yang sudah Masyarakat belum secara maksimal memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana untuk mengembangkan usaha. Pengetahuan yang terbatas tersebut menyebabkan pelaku UMKM kesulitan (Budiwitjaksono et al, 2. Digitalisasi bisnis adalah proses dimana mengubah cara-cara yang konvensional menjadi yang digital (Hasan et al, 2. Perubahan bisnis ke arah digitalisasi merupakan proses transformasi yang memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan cara sebuah bisnis beroperasi, berinteraksi dengan pelanggan, dan berinovasi. Digitalisasi bukan hanya tentang menggunakan teknologi baru, namun juga merubah model bisnis dan budaya usaha untuk dapat beradaptasi dengan tuntutan zaman yang semakin terhubung secara digital. Sehingga dengan digitalisasi ini dapat meningkatkan efisiensi, akses pasar, dan daya saing UMKM di era teknologi yang semakin maju. Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, pendekatan pengelolaan sampah yang berbasis komunitas dapat digabungkan dengan pemberdayaan ekonomi berbasis Dengan menciptakan ekosistem di mana pengelolaan sampah menjadi aktivitas produktif, masyarakat dapat menghasilkan produk bernilai tambah seperti kompos, kerajinan dari barang bekas, atau energi terbarukan. Proses ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru yang mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat. Selain itu, program digitalisasi UMKM dapat dirancang sebagai masyarakat untuk mendorong transformasi digital di tingkat lokal. Pendampingan dalam penggunaan platform digital, seperti marketplace online dan media sosial, memungkinkan UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing produk mereka. Dengan demikian, pengelolaan sampah yang baik dan digitalisasi UMKM dapat berjalan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan uraian diatas tim pengabdian masyarakat tertarik untuk memberikan pendampingan terhadap masyarakat dalam mengelola sampah untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan memberikan solusi pada UMKM dengan membentuk digitalisasi UMKM. Dengan diadakannya pengabdian ini diharapkan Masyarakat memiliki pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan, terbentuknya kebiasaan baru dalam membuang sampah yang lebih ramah lingkungan, kualitas Kesehatan Masyarakat meningkat serta pelaku UMKM menggunakan teknologi digital untuk mengembangkan usaha mereka dan memperluas pasar. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan mulai bulan April hingga Juni 2025 di Cilregon. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini terdiri dari tiga tahap utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Setiap tahap dirancang untuk memastikan bahwa program berjalan efektif dan memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat. Tahap Persiapan Pada tahap persiapan, tim pengabdian masyarakat melakukan survei awal untuk mengidentifikasi potensi, kebutuhan, dan tantangan yang dihadapi oleh Yayasan Pendidikan Al-Khairiyah Kotasari Rawaarum dan UMKM Radeng. Survei ini melibatkan observasi langsung, wawancara dengan tokoh dan pelaku UMKM Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan dibagi ke dalam dua program inti: - Pengelolaan Sampah. Program ini dilakukan melalui penyuluhan, sosialisasi. Penyuluhan mencakup edukasi terkait konsep 3R (Reduce. Reuse. Recycl. dan pembuatan Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 tong sampah terpisah organik dan anorganik serta dampak sampah terhadap kesehatan lingkungan. Kegiatan praktik langsung melibatkan pelatihan para siswa dan guru untuk memilah dan mendaur ulang sampah menjadi produk bernilai - Digitalisasi UMKM Program ini mencakup pelatihan intensif, pendampingan, dan simulasi penggunaan teknologi digital dalam bisnis. Pelaku UMKM diberikan pelatihan tentang penggunaan media sosial, e-commerce, dan alat digital lainnya untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan pasar. Pendampingan dilakukan masyarakat mengaplikasikan teknologi dalam aktivitas bisnis mereka, seperti pembuatan akun media sosial, pengelolaan toko online, dan pemasaran digital. Tahap Evaluasi Tahap evaluasi bertujuan untuk mengukur keberhasilan dan dampak dari program yang dilaksanakan. Evaluasi dilakukan melalui survei, wawancara, dan observasi Data dianalisis untuk menilai peningkatan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah dan adopsi teknologi digital oleh pelaku UMKM. Hasil evaluasi ini digunakan untuk menyusun rekomendasi perbaikan dan memastikan program memiliki dampak Dengan implementasi ketiga tahap ini, program pengabdian masyarakat Cilegon lingkungan serta daya saing UMKM melalui HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi ini khususnya dalam pengabdian masyarakat ini berfokus pada dua aspek utama, yaitu pengelolaan sampah dan digitalisasi UMKM. Kedua program ini dirancang masyarakat melalui pendekatan yang berkelanjutan dan berbasis teknologi. Melalui kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengembangkan potensi ekonomi lokal dengan memanfaatkan teknologi digital. Adapun kegiatan yang dilakukan yaitu sosialisasi serta digitalisasi produk umkm dan kegiatan edukasi dalam pengelolaan sampah untuk menjaga lingkungan agar bersih dan sehat. Edukasi mengenai pengelolaan sampah dilakukan masyarakat akan pentingnya menjaga Masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan sampah secara aktif akan lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan, baik dari segi kesehatan fisik maupun sosial. Pengelolaan Sampah dan Kesehatan Lingkungan Kegiatan edukasi pengelolaan sampah dilakukan dengan pendekatan partisipatif, di mana masyarakat diajak untuk memahami konsep 3R (Reduce. Reuse. Recycl. serta mempraktikkannya secara Reduce Upaya dihasilkan dengan cara menghindari pemborosan sumber daya, menggunakan barang-barang yang lebih efisien, dan mengurangi konsumsi barang sekali pakai. Misalnya, menggunakan tas belanja yang dapat dipakai berulang kali atau memilih produk dengan kemasan minimal. Reuse yang merupakan upaya menggunakan kembali barang atau bahan yang masih alih-alih membuangnya setelah digunakan sekali. Dan Recycle sebagai Upaya mengolah sampah yang dapat didaur ulang . eperti kertas, plastik, logam, dan kac. menjadi produk baru. Upaya ini bertujuan untuk membangun budaya hidup yang ramah Kesadaran masyarakat dalam hal ini menjadi fondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman polusi. Selain itu, program ini juga memberikan panduan praktis mengenai teknik daur ulang sampah rumah tangga, seperti mengubah limbah organik menjadi kompos dan mengolah limbah plastik menjadi kerajinan tangan. Peningkatan terbukti dari antusiasme mereka selama sesi diskusi dan praktik. Beberapa warga bahkan mulai merancang inisiatif lokal untuk memperluas penerapan konsep 3R. Program ini tidak hanya berdampak pada kesehatan lingkungan tetapi juga memberikan nilai Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 ekonomi melalui pengolahan sampah menjadi barang yang bernilai jual. Gambar 1 Praktek Pengemasan dan digitalisasi Produk Kemus di UMKM RADENG. Kegiatan digitalisasi UMKM ini memiliki beberapa pencapaian yaitu membantu UMKM untuk memanfaatkan platform digital seperti e-commerce, media sosial, atau situs web guna memperluas jangkauan pasar dan menarik pelanggan baru, baik lokal maupun internasional. Pelatihan ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan visibilitas produk mereka di pasar yang lebih luas. Dalam implementasinya, pelaku UMKM dilatih untuk mengelola akun media sosial, memanfaatkan fitur iklan berbayar untuk menjangkau audiens yang lebih besar. Mengimplementasikan solusi digital untuk UMKM, inventaris, akuntansi digital, dan alat otomatisasi proses bisnis. Memberikan pelatihan dan edukasi kepada pemilik UMKM dan karyawan tentang penggunaan teknologi digital, seperti perangkat lunak akuntansi, alat pemasaran online, dan sistem manajemen pelanggan. Membantu UMKM dalam menggunakan teknologi digital untuk mengembangkan produk atau layanan baru, atau untuk meningkatkan produk yang ada sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar yang berubah. Salah satu UMKM yang paling mencolok di dusun Pengembangan produk umkm melalui digitalisasi yang di bantu oleh tim pengabdian masyarakat pada Kentang Mustofa (Kemu. RADENG dengan lancar yang mengakibatkan bertambahnya jumlah pelanggan yang masuk untuk membeli produk tersebut. Program Digitalisasi yang dilaksanakan oleh mawahasiswa KKM yakni Branding baru pada produk Kentang Mustofa (Kemu. RADENG. Kita ubah dari segi pengemasan dengan kemasan yang lebih menarik dari sebelumnya. Membuatkan logo usaha Membuatkan akun sosial media & akun e-commerce . iktok dan shope. Pembuatan banner pada UMKM RADENG untuk memperluas jangkauan tidak hanya dalam lingkup teman dekat, keluarga ataupun tetangga. Bahkan sampai memiliki mitra dengan toko-toko retail di sekitar Merak. Cilegon. Serang jangkauannya lebih jauh dan luas. Dalam kegiatan digitalisasi UMKM ini Masyarakat juga diajak untuk mencoba atau simulasi usaha/bisnis mereka. Dimulai dari sosial media berupa Facebook. Tiktok dan Instagram. Dari sosial media tersebut para pelaku UMKM dapat mulai mengupload mengiklankan produk mereka dan juga dapat membuat konten tentang produk tersebut agar terkenal. Kemudian para pelaku UMKM juga mencoba menggunakan Shopee dengan mendaftarkan akun kemudian mulai mengupload produk Dampak Sosial dan Ekonomi Program ini memberikan dampak yang signifikan pada masyarakat. Dalam aspek lingkungan, pengelolaan sampah yang lebih baik telah meningkatkan kualitas hidup warga, mengurangi risiko kesehatan, dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Sedangkan pada aspek ekonomi, digitalisasi UMKM membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar mereka, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat daya saing di era digital. Tidak hanya itu, program ini juga memupuk kolaborasi antara masyarakat dan tim Keberhasilan program ini partisipatif dan edukasi berbasis praktik adalah kunci dalam membangun kapasitas Ke depan, diharapkan program ini dapat direplikasi di wilayah lain dengan penyesuaian sesuai kebutuhan lokal. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 ekosistem, dan mendukung keberlanjutan kegiatan pelatihan digitalisasi umkm ini menjadi kunci untuk bertahan dan berkembang di era digital. Dengan memanfaatkan teknologi digital. UMKM dapat meningkatkan efisiensi, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan daya Pada gambar 2 KKM Kelompok 9 UNSERA menyediakan tong sampah terpisah organik dan non organik serta sosialisasi kepada seluruh siswa siswi yang ada di lingkungan sekolah termasuk guru untuk pembiasaan membuang sampah sesuai jenisnya. Yang merupakan kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah dan Kesehatan lingkungan. Kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah ini perlu dibangun kembali. Kesehatan lingkungan ditentukan oleh masyarakat setempat itu sendiri karena pentingnya budaya membuang sampah pada tempatnya. Dengan sosialisasi ini merupakan langkah awal yang tepat agar kebiasaan hidup yang ramah lingkungan bisa diterapkan secara keberlanjutan. Materi yang disampaikan yaitu tentang daur ulang sampah yang meliputi pembersihan, pengolahan atau pemroses sampah menjadi bahan yang dapat Tidak memberikan informasi, tim pengabdian juga mempraktikkan dari materi yang disampaikan tersebut. Masyarakat pun antusias mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut dengan diakhiri diskusi/tanya KESIMPULAN Dari kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah dan pemilahan sampah serta digitalisasi UMKM dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi masyarakat setempat. Dengan pengelolaan sampah yang baik memiliki dampak kesehatan lingkungan. Dengan mengelola sampah dengan benar, dapat mencegah penyakit, mengurangi polusi, melestarikan DAFTAR PUSTAKA