AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1205-1210 Psikoedukasi Pola Pengasuhan pada Perkembangan Anak Nur Zuhriya Djuhaepa1. Nurul Ain2. Qhanita Ghanaya Has3. Sindi Agustina4. Ahmad Ridfah5. Ismalandari Ismail6 123456Jurusan Psikologi. Fakultas Psikologi. Universitas Negeri Makassar Email: 5ahmad. ridfah@unm. id, 6ismalandari@unm. Abstrak. Psikoedukasi yang dilakukan yaitu untuk memberikan informasi kepada para orangtua atau yang akan menjadi orangtua mengenai jenis-jenis pola asuh dan juga efeknya terhadap perkembangan anak. Topik psikoedukasi yaitu mengenai apa saja jenis-jenis dari pola asuh orangtua serta efek dari setiap jenis pola asuh tersebut pada perkembangan anak. Psikoedukasi dilakukan dengan menyebarkan kolom pendapat tentang efek dari pola pengasuhan di sosial media (Instagra. dan membagikan poster secara langsung kepada para orangtua yang ada di Puskesmas Kampili. Gowa. Hasil dari pelaksanan psikoedukasi ini yaitu responden memahami isi dan maksud dari poster yang dibagikan, responden juga mendapatkan manfaat dari informasi dan akan menerapkan informasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari sebagai pola asuh kepada anak mereka. Kata Kunci: Psikoedukasi. Pola Asuh Orangtua. Perkembangan Anak Abstract. Psychoeducation is carried out to provide information to parents or who will become parents about types of parenting and also their effects on child development. The topic of psychoeducation is about what types of parenting styles are and the effects of each type of parenting on children's development. Psychoeducation was carried out by distributing opinion columns about the effects of parenting on social media (Instagra. and distributing posters directly to parents at the Kampili Health Center. Gowa. The result of implementing this psychoeducation is that respondents understand the content and intent of the posters distributed, respondents also benefit from the information and will apply the information in their daily lives as parenting styles for their Key Word: Psychoeducation. Parenting Style. Child Development PENDAHULUAN Keluarga merupakan tempat pertama dimana anak dapat berinteraksi. Sangat besar pengaruh keluarga dalam pembentukan dan pengembangan anak. Menurut Brown, 1961 . alam Bun, dkk, 2. mengatakan bahwa keluarga merupakan lingkungan yang pertama kali menerima kehadiran Lingkungan keluarga merupakan ruang lingkup utama untuk anak dalam menjalani proses berkembang dan belajar bagi anak. Dalam lingkungan keluarga anak akan belajar mengenai nilai, sikap, norma, dan kepercayaan budaya, serta kebiasaan-kebiasaan dalam keluarga sehingga anak akan tumbuh menjadi manusia yang memiliki sikap positif dan mulia dalam bertindak di lingkungan yang lebih luas (Munch, 2. Anak yang akan menjadi generasi penerus yang harus diberikan stimulasi yang sangat baik dalam tahapan pertumbuhan dan perkembangannya, dimana anak harus diberikan pendidikan sejak usia dini untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan yang ada pada diri anak. Orang tua memiliki peran penting dalam hal ini menjadi orang terdekat bagi anak yang mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar terhadap perkembangan dan tumbuh kembangnya (Lasota, 2. Salah satu faktor dalam keluarga yang memiliki peran dalam pembentukan dan perkembangan anak adalah pola asuh yang diterapkan orang tua. Menurut Anisah . Perhatian, kendali dan tindakan orang tua merupakan salah satu bentuk pola asuh yang akan memberikan dampak panjang terhadap kelangsungan perkembangan fisik dan mental anak. Pola pengasuhan yang kurang baik akan berdampak buruk pada perkembangan anak, kemungkinan besar anak akan mengalami keterlambatan dalam berpikir dewasa, pola asuh yang salah akan menjadi penyebab perkembangan kepribadian anak menjadi sangat terlambat. Anak yang terlalu dimanjakan akan cenderung takut mengambil keputusan sendiri. Menurut Samaya, . kematangan emosi anak juga sangat ditentukan oleh pola asuh yang didapatkan. Sehingga hal inilah yang melatarbelakangi mengapa kami akhirnya memutuskan untuk melakukan psikoedukasi mengenai efek pola asuh terhadap perkembangan anak-anak guna untuk memberikan informasi mengenai pola asuh yang baik dan benar bagi para orang tua atau calon orang tua. Berbagai pola dan tipe pengasuhan penting diperhatikan oleh orangtua untuk mendukung Nur Zuhriya Djuhaepa | https://journal. id/index. php/amma | Page 1205 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1205-1210 keberhasilan dan perkembangan anak seperti yang dinyatakan oleh Mukarromah dkk, . Pola asuh adalah strategi orangtua dalam merawat, membimbing, mendidik, melindungi, sosialisasi, pendisiplinan anak yang merupakan proses anak dalam berperilaku. Selain itu menurut Sunderland . , selama berabad-abad orangtua memiliki pengaruh dari teknik pengasuhan yang diberikan kepada anak mereka tanpa menyadari adanya dampak jangka panjang dari pengasuhan tersebut dalam perkembangan anak. Gaya pengasuhan melibatkan berbagai interaksi antara anak dan orangtua dapat menentukan bagaimana perkembangan anak selanjutnya melalui pola asuh yang Pola asuh menurut Kohn dalam (Krisnawaty, 2. berkaitan dengan interaksi orangtua dalam menerapkan atau memberikan kegiatan pengasuhan mengartikan bahwa orangtua memberikan aturan-aturan, hukuman, apresiasi, keberadaan dan kekuasaan serta memberikan bentuk kasih sayang dan perhatian serta tanggapan kepada anaknya. Lebih lanjut lagi, pola asuh yang salah dapat berdampak menjadi penyebab konsep diri anak berubah jadi negatif serta condong tidak semangat untuk meraih cita-cita. Kejadian tersebut juga dapat terjadi akibat pola asuh yang diterapkan orangtuanya (Domina, 2. Bentuk pola asuh yang diterapkan oleh orangtua juga dapat meningkatkan atau bahkan sama sekali tidak memberikan karakter disiplin pada anak. Saat anak melakukan kesalahan, hendaknya anak diberikan penjelasan mengapa perbuatan yang dilakukan salah, teguran dan hukuman serta pemahaman tentang perilakunya yang kurang sesuai akan berdampak tidak baik bagi masa depannya. Begitu juga sebaliknya Ketika anak melakukan kebaikan atau perbuatan baik dan benar, hendaknya orangtua memberitahu alasan kenapa hal tersebut benar dan diberikan apresiasi terhadap perbuatan baiknya. Hal tersebut tentu akan memberikan dampak yang baik bagi perkembangan karakter disiplin anak dalam menerapkan nilai-nilai baik di dalam Baumrind (Ayun , 2. mengkategorikan pola asuh menjadi tiga jenis yaitu pola asuh . otoriter (Authoritaria. , . pola asuh demokratis (Authoritativ. , . pola asuh permisif . Pola asuh otoriter, yang ditunjukkan dengan perilaku orangtua yang cenderung menetapkan standar yang mutlak harus dituruti, menuntut kepatuhan, mendikte, hubungan kurang hangat, kaku, dan Pengaruh dari pola asuh otoriter yaitu anak cenderung akan menghasilkan anak dengan perilaku pasif dan cenderung menarik diri. Sikap orangtua yang keras akan menghambat inisiatif Anak kurang mendapat kepercayaan dari orangtua mereka, sering dihukum, dan apabila berhasil atau berprestasi anak jarang diberi hadiah atau pujian (Gordon, 2000. James, 2002. Pratt. Pola asuh otoritatif adalah pola asuh dengan sikap orangtua yang mengontrol dan menuntut tetapi dengan sikap yang hangat, ada komunikasi timbal balik antara orangtua dengan anak-anaknya yang dilakukan secara rasional (Santrock, 2. Orangtua memberikan pengawasan terhadap anakanaknya dan control yang kuat serta dorongan yang positif. Adapun pengaruh dari pola asuh otoritatif yaitu anak cenderung aktif, berinisiatif, tidak takut gagal, spontan karena anak diberi kesempatan untuk berdiskusi dan dalam pengambilan keputusan di keluarga. Pola asuh permisif adalah pola asuh yang memberikan sedikit tuntutan dan sedikit disiplin. Orangtua tidak menuntut anak untuk bertanggung jawab terhadap urusan rumah tangga, keinginan dan sikap serta perilaku anak selalu diterima dan disetujui oleh orangtua. Anak mempunyai kecenderungan kurang berorientasi pada prestasi, egois, suka memaksakan kehendaknya atau keinginannya, kemandirian yang rendah, serta kurang bertanggung jawab (Papalia, 2. METODE PELAKSANAAN Kegiatan psokoedukasi dilaksanakan dengan dua metode, yaitu: Penyebaran poster lewat media sosial Pelaksanaan awal psikoedukasi dilakukan dengan menyebarkan poster di insta story dan menyediakan kolom pendapat tentang pola asuh orangtua dan dampaknya terhadap perkembangan anak. Responden yang berpendapat akan dihubungi melalui direct message untuk tanggapan lebih lanjut dikarenakan dalam kolom tanggapan terbatas. Adapun bentuk kolom pendapat yang disebarkan sebagai berikut: Nur Zuhriya Djuhaepa | https://journal. id/index. php/amma | Page 1206 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1205-1210 Gambar 1. Poster dalam media social Isi dari poster di atas yaitu definisi orangtua dan pola asuh serta arahan bagi para followers untuk mengemukakan pendapatnya mengenai pola asuh yang orangtuanya berikan dan dampaknya terhadap responden. Penyebaran poster di Puskesmas dan Posyandu Pelaksanaan psikoedukasi selanjutnya yaitu melakukan penyebaran poster dengan turun lapangan langsung yang berlokasi di Puskesmas dan Posyandu Kampili. Gowa. Sulawesi Selatan. Kemudian disebarkan kepada orangtua dan calon orangtua yang sedang berkunjung ke puskesmas dan posyandu. Cara memperoleh datanya yaitu dengan membagikan poster, setelah itu meminta responden untuk membacanya lalu meminta tanggapan dan insight yang di peroleh setelah membaca poster tersebut. Adapun bentuk poster yang disebarkan sebagai Nur Zuhriya Djuhaepa | https://journal. id/index. php/amma | Page 1207 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1205-1210 Gambar 2. Poster Psikoedukasi HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan psikoedukasi dengan penyebaran poster pada media sosial instragram dilakukan pada tanggal 5 April 2022 dan memperoleh beberapa pendapat. Responden yang berpendapat adalah remaja yang berumur 18-20 tahun. Dari pendapat yang diterima, kami memilih tiga Yang pertama merasa pola asuh kedua orang tuanya membuatnya menjadi pribadi yang takut gagal, sedangkan yang kedua merasa bahwa pengasuhan yang diberikan oleh kedua orang tuanya membuatnya merasa terkekang dan tidak memiliki kebebasan dalam memutuskan maupun bertindak. Jika dua diantara tiga orang tersebut merasa pengasuhan yang mereka peroleh tidak cocok dengan mereka, satu lainnya merasa pengasuhan yang diperolehnya sudah cocok dan membuatnya puas. Efek yang ditimbulkan dari pengasuhan tersebut membuat komunikasi antara dia dan orang tuanya terjalin dengan baik. Selain itu ia juga tumbuh menjadi sosok yang mandiri, dapat membuat keputusan sendiri serta sehat secara psikologis. Adapun respon yang diambil sebagai berikut: Gambar 3. Respon kolom pendapat Nur Zuhriya Djuhaepa | https://journal. id/index. php/amma | Page 1208 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1205-1210 Gambar 4. Respon direct message Penyebaran poster yang dilakukan di puskesmas dan posyandu Kampili. Gowa. Sulawesi Selatan pada tanggal 14 dan 17 Mei 2022 memperoleh 50 orang responden dengan rentang usia 19-40 tahun. Poster dibagikan kepada 30 orang yang mengunjungi posyandu dan 20 orang yang mengunjungi puskesmas tersebut sehingga di peroleh sebanyak 50 responden. Dari ke-50 responden yang diperoleh melalui kedua tempat tersebut, kami mengumpulkan 20 tanggapan dan 1 pertanyaan. Berdasarkan tanggapan yang diperoleh, para responden merasa bahwa isi poster yang kami bagikan sangat bermanfaat bagi mereka yang telah menjadi orang tua maupun yang akan menjadi orang tua. Melalui poster tersebut, mereka menjadi tahu jenis-jenis pola asuh itu seperti apa, apa pengaruh dari setiap pola asuh, yang mana yang telah diterapkan oleh mereka yang telah menjadi orang tua, dan pola asuh apa yang akan diterapkan oleh mereka yang merupakan calon orang tua. Mereka berpendapat bahwa pola asuh yang paling bagus diterapkan berdasarkan pengaruhnya adalah pola asuh otoritatif, karena itu ada dari mereka juga yang berpikir untuk mengubah pola asuh mereka yang mereka anggap membawa pengaruh buruk menjadi ke pola asuh yang sekiranya memiliki pengaruh positif berdasarkan isi poster yang kami bagikan. Nur Zuhriya Djuhaepa | https://journal. id/index. php/amma | Page 1209 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1205-1210 Gambar 5. Penyebaran Poster di Puskesmas dan Posyandu KESIMPULAN Psikoedukasi dilaksanakan dengan 2 metode yaitu dengan menyebar poster melalui media social dan menyebar poster di puskesmas dan posyandu. Dari hasil pelaksanaan psikoedukasi pengaruh pola asuh orangtua terhadap perkembangan anak, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa responden merasa mendapatkan informasi yang bermanfaat yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-harinya saat mengurus dan mendidik anak mereka. Hasil dari penyebaran poster pun dapat dikatakan bahwa 30% responden tertarik dan menyukai posternya. REFERENCES