Vol. No. June 2026, pp. ISSN: 2964-6677 Description Context of Factors that Influence Pregnant Women in the Third Trimester Gambaran Hubungan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester i Yohana Bangngu1. Alfonsa I. Seran2. Mariance E. Lepa3 STIKES Nusantara Kupang ABSTRACT The research promlem in the research of this kind is how is the description context of factors that influence pregnant women in the third trimester in the Local Government Clinic of Sikumana? Thus, the aim of this research is to know the description context of factors that influence pregnant women in the third trimester in the Local Government Clinic of Sikumana. The research method used in this research is qualitative-descriptive method. The population in this research were all pregnant women with anemia during three mounths . in the Local Government Clinic of Sikumana with the amount of 712 people and 35 people were used as the sample of this study. The collection data was done by the distribution of questionnaire sheets. While the analysis data was done by the ChiSquare Test. The result of this research shows that there is significant relationship between age, length of pregnance. ANC frequency, nutrient status, education and degree of iron tablet consumption at the significance level O0,05. Key words: anemia, pregnant women. ABSTRAK Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil trimester i di Puskesmas Sikumana? Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil trimester i di Puskesmas Sikumana. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif-deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami anemia selama tiga tahun terakhir . di Puskesmas Sikumana yakni sebanyak 712 orang dengan sampel sebanyak 35 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan pembagian lembaran kuisioner untuk diisi oleh responden. Sedangkan analisis data dilakukan dengan Uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara umur, jarak kehamilan, frekwensi ANC, status gizi, pendidikan dan tingkat kepatuhan mengkonsumsi table Fe pada tingkat kemaknaan <0,05. Kata kunci: anemia, ibu hamil Corresponding Author: Yohana. Bangngu. Email: yohanabangngu24@gmail. PENDAHULUAN Anemia merupakan suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin yang kurang dari kadar normal. Kadar hemoglobin normal pada umumnya berbeda antara laki-laki dan perempuan. Untuk laki-laki anemia biasannya didefinisikan sebagai kadar hemoglobin kurang dari 13,5gr/100ml, sedangkan pada perempuan kurang dari 12,0gr/100ml (Saifuddin, 2. Anemia dalam kehamilan merupakan salah satu indikator untuk gizi buruk dan kesalahan gizi. Oleh karena itu, anemia pada ibu hamil sangat terkait dengan kejadian mortalitas dan morbiditas pada ibu dan bayi, termasuk risiko keguguran, lahir mati, prematuritas dan berat bayi lahir rendah (WHO, 2. Anemia dalam kehamilan merupakan kondisi ibu dengan kadar haemoglobin di bawah 11gr% pada trimester 1 dan 3 atau kadar <10,5gr% pada trimester 2 (Saifuddin, 2. Anemia pada ibu hamil disebut Aypotential danger of mother and childAy atau potensi yang dapat membahayakan ibu dan anak. Oleh karena itu, anemia memerlukan perhatian serius dari semua pihak yang terkait terutama perhatian dari pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan pada hari terdepan (Manuaba, 2. Bahaya dari anemia pada ibu hamil tidak saja berpengaruh terhadap keselamatan dirinya, tetapi juga pada janin yang dikandungnya. Anemia pada masa kehamilan dapat menyebabkan abortus, hambatan tumbuh kembang janin, partus prematurus, perdarahan antepartum, bahkan kematian ibu dan janin. Berbagai faktor yang saling berpengaruh dan tidak menutup kemungkinan usia yang matang sakalipun untuk hamil yaitu usia 25-35 tahun angka kejadian anemia jauh lebih tinggi. Selanjutnya, paritas yakni jumlah anak yang Description Context of Factors that Influence Pregnant Women in the Third Trimester (Yohana Bangngu et a. Jurnal Tropical Diseases and Health Science (JTDHS) ISSN: 2964-6677 telah dilahirkan oleh seorang ibu baik lahir hidup maupun lahir mati. Seorang ibu yang sering melahirkan mempunyai risiko mengalami anemia pada kehamilan berikutnya apabila tidak memperhatikan kebutuhan nutrisi. Karena selama hamil zat-zat gizi akan terbagi untuk ibu dan untuk janin yang dikandungnya (Herlina, 2. Selain itu. Jarak kehamilan adalah waktu sejak ibu hamil sampai terjadi kelahiran berikut. Jarak kelahiran terlalu dekat dapat menyebabkan terjadi anemia (Wahyudin, 2. Kemudian, status gizi. Terjadinya anemia pada ibu hamil dimungkinkan karena pada saat kehamilan ibu hamil mengalami masalah gizi. Adanya kecendrungan bahwa semakin kurang baik pola makan, maka akan semakin tinggi angka kejadian anemia (Fariansjah, 2. Faktor selanjutnya adalah pendidikan. Tingkat pendidikan ibu hamil yang rendah mempengaruhi penerimaan informasi sehingga pengetahuan tentang anemia dan faktor-faktor yang berhubungan dengannya menjadi terbatas, terutama pengetahuan tentang pentingnya zat besi (Budiono, 2. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenke. pada tahun 2015 tercatat 305 ibu meninggal per 000 orang. Menurut Direktur Jenderal Kesehatan tingginya angka kematian pada ibu dipengaruhi oleh status kesehatan dan gizi yang rendah khususnya pada ibu hamil. Berdasarkan data Kemenkes, sekitar 28,8% ibu hamil menderita hipertensi, 32,9% ibu hamil mengalami obesitas dan 37,1% menderita anemia, bisa disebabkan oleh faktor gizi dan asupan makanan yang kurang. Selanjutnya, angka kematian ibu adalah 70% untuk ibu-ibu yang yang menderita anemia dan 19,7% untuk mereka yang non anemia. Kematian ibu 15-20% secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan anemia, (Amiruddin, 2. Selain itu, adapun data yang ditemukan oleh Bidang Kesehatan Keluarga di kota Kupang pada tahun 2010 tercatat bahwa terdapat 78/100. 000 jumlah kelahiran hidup, sedangkan pada tahun 2011 meningkat menjadi 88/100. 000 kelahiran hidup (Profil kesehatan kota Kupang tahun Kemudian, pada tahun 2012 angka kematian ibu (AKI) sebesar 82/100. 000 kelahiran hidup, dan pada tahun 2013 angka kematian ibu (AKI) menurun menjadi 61/100. 000 kelahiran hidup, (Profil Kesehatan Kota Kupang, tahun 2. Terkait dengan paparan data di atas, adapun data yang dikemukakan di Puskesmas Sikumana sejak tahun 2016 hingga tahun 2018 bahwa ibu hamil yang mengalami anemia yakni tahun 2016 sebanyak 117 orang, kemudian pada tahun 2017 meningkat menjadi 216 orang, dan pada tahun 2018 juga mengalami peningkatan hingga 379 orang. Berdasarkan data-data di atas, maka dapat disimpulkan bahwa jumlah ibu hamil yang menderita penyakit anemia sejak tahun 2016 hingga tahun 2018 khususnya di Puskesmas Sikumana semakin meningkat dari tahun ke Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil trimester i METODE PENELITIAN Penilitian ini merupakan jenis penilitian kualitatif-deskriptif penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap suatu obyek penelitian yang diteliti melalui sampel atau data yang terkumpul dan membuat kesimpulan yang berlaku secara umum, (Sugiyono, 2. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Sikumana pada bulan Februari 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang menderita penyakit anemia di Puskesmas Sikumana 712 orang. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5% dari jumlah populasi yakni 35 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu hubungan antara faktorfaktor yang mempengaruhi tingkat kejadian anemia pada ibu hamil . mur, jarak kehamilan, frekuensi ANC, status gizi, pendidikan, dan konsumsi tablet tambah dara. Pengumpulan data dilakukan setelah mendapat izin dari Kepala Puskesmas Sikumana. Setelah itu peneliti melakukan pendekatan dengan responden yang meliputi perkenalan, menjelaskan tujuan penelitian, meminta persetujuan responden, serta menjelaskan cara pengisian kuisioner tersebut. Kuisioner dibagikan kepada responden, kemudian diberikan waktu untuk mengisi. Selama responden mengisi kuisioner, peneliti mendampingi untuk menjelaskan hal-hal yang tidak dipahami. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan kuisioner yang meliputi faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil dan diberikan pada responden yang telah menandatangani lembar persetujuan responden. HASIL PENELITIAN Hasil penelitian ini menyajikan gambaran mengenai hubungan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap kejadian anemia pada ibu hamil trimester i. Anemia pada kehamilan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan dan dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu maupun janin. Pada trimester i, kebutuhan zat besi meningkat secara signifikan seiring dengan pertumbuhan janin dan peningkatan volume darah ibu, sehingga ibu hamil menjadi lebih rentan mengalami anemia. Penelitian ini menganalisis beberapa faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian anemia, seperti usia ibu, paritas, status gizi, tingkat pendidikan, kepatuhan konsumsi tablet Fe, serta frekuensi pemeriksaan antenatal care (ANC). Melalui hasil analisis data, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai faktor dominan yang memengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil trimester i, sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi pencegahan dan intervensi yang lebih efektif dalam pelayanan kesehatan maternal. Distribusi Responden Berdasarkan Umur Ibu Tabel 1 Distribusi Karateristik Responden Berdasarkan Umur Ibu Umur Frekuensi Presentase Description Context of Factors that Influence Pregnant Women in the Third Trimester (Yohana Bangngu et a. Jurnal Tropical Diseases and Health Science (JTDHS) ISSN: 2964-6677 Beresiko <20 tahun 20-30 tahun Tidak Beresiko >35 tahun Total Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui bahwa dari 35 responden yang berumur < 20 tahun sebanyak 3 orang . ,6%), umur 20-35 tahun sebanyak 11 orang . ,4%), dan yang berumur >35 tahun sebanyak 21 orang . ,0%). Distribusi Responden Berdarakan Jarak Kehamilan Ibu Tabel 2 Karateristik responden berdasarkan jarak kehamilan ibu Jarak kehamilan Frekuensi Persentase Tidak Beresiko Beresiko Total Berdasarakan tabel 2 hasil analisa dapat di peroleh dengan responden 35 orang dengan jarak kehamilan tidak beresiko 8 orang . ,9%), sedangkan jarak kehamilan beresiko 27 . ,1%). Distribusi Responden Berdasarkan Frekuensi ANC Tabel 3 Karakteristik responden berdasarkan frekuensi ANC Frekuensi ANC Frekuensi Presentase Kurang Baik Baik Total Berdasarkan tabel 3 hasil analisa data diperoleh dengan responden 35 orang dengan frekuensi ANC Kurang Baik sebanyak 11 orang . ,4%), sedangankan frekuensi ANC Baik sebanyak 24 orang . ,6%). Distribusi Responden Berdasarkan Status Gizi Pada Ibu Tabel 4 Karakteristik responden berdasarkan status gizi pada ibu Status gizi Frekuensi Presentase Gizi Baik Gizi Kurang Total Berdasarkan tabel 4 hasil analisa data yang di peroleh dengan responden 35 orang dengan status gizi baik sebanyak 10 orang . ,6%) sedangkan status gizi kurang sebanyak 25 orang . ,4%). Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Ibu Tabel 5 Karateristik responden berdasarkan tingkat pendidikan Ibu Pendidikan Frekuensi Presentasi Rendah SD Tinggi SMP SMA Total Berdasrakn tabel 5 hasil analisis data terdapat 35 responden dengan tingkat pendidikan Rendah SD sebanyak 7 orang . ,0%), berpendidikan Tinggi SMP 7 orang . ,0%), berpendidikan SMA sebanyak 10 orang . ,6%), sedangkan PT sebanyak 11 . ,4%). Distribusi Responden Berdasarkan Konsumsi Tablet Fe Tabel 6 Karasteristik berdasarkan konsumsi tablet Fe Konsumsi Tablet FE Frekuensi Presentasi Cukup Tidak Cukup Total Berdasarkan tabel 6 hasil analisa data yang diperoleh dengan jumlah responden 35 orang. Yang mengonsumsi tablet Fe cukup sebanyak 10 orang . ,6%), sedangkan tidak cukup sebanyak 25 orang . ,4%). PEMBAHASAN Gambaran usia pada ibu hamil anemia trimester i di Puskesmas Sikumana Description Context of Factors that Influence Pregnant Women in the Third Trimester (Yohana Bangngu et a. Jurnal Tropical Diseases and Health Science (JTDHS) ISSN: 2964-6677 Studi survei karakteristik ibu hamil dengan kejadian anemia yang dilakukan oleh Yuniarti . menunjukan bahwa ibu hamil yang menderita anemia lebih banyak terdapat pada umur <20 tahun atau >35 tahun mempunyai resiko yang tinggi mengalami anemia. Hasil survei tersebut sejalan dengan hasil peneltian ini (Tabel 5. bahwa jumlah kejadian anemia lebih banyak ditemukan pada responden yang termasuk dalam kategori umur beresiko (<20 tahun=3 orang atau 8,6%) dan (>35 tahun=21 orang atau 60,0%) dibandingkan dengan kelompok umur tidak beresiko . -35 tahun=11 orang atau 31,4%). Gambaran jarak kehamilan pada ibu hamil anemia trimester i di Puskesmas Sikumana Jarak kehamilan adalah waktu sejak ibu hamil sampai terjadi kelahiran berikut. Jarak kelahiran terlalu dekat dapat menyebabkan terjadi anemia (Wahyudin, 2. Jarak kehamilan sangat mempengaruhi status anemia gizi besi pada wanita hamil. Hal in disebabkan karena pada saat kehamilan cadangan zat besi yang ada dalam tubuh akan terkuras untuk memenuhi kebutuhan zat besi selama kehamilan, terutama pada ibu hamil yang mengalami kekurangan cadangan zat besi pada awal kehamilan dan pada saat persalinan wanita hamil juga banyak kehilangan zat besi melalui pendarahan. Selain itu, jarak kehamilan yang terlalu dekat dapat menyebabkan terjadinya anemia karena kondisi ibu masih belum pulih dan pemenuhan zat-zat gizi belum optimal sudah harus memenuhi kebutuhan nutrisi janin yang dikandungnya. Hasil penelitian ini (Tabel 5. menunjukan bahwa hasil analisis data diperoleh dengan responden 35 orang dengan jarak kehamilan tidak beresiko 8 orang . ,9%), sedangkan jarak kehamilan beresiko 27 . ,1%). Gambaran frekuensi ANC pada ibu hamil anemia trimester i di Puskemas Sikumana Kunjungan ANC adalah kunjungan ibu hamil ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional selama masa kehamilan, (Depkes, 2. Depkes menetapkan bahwa standar ANC adalah minimal 4 kali kunjungan selama kehamilan yaitu 1 kali pada trimester I, 1 kali pada trimester II, dan 2 kali pada trimester i. Hasil penelitian ini (Tabel 5. menunjukan bahwa hasil analisis data diperoleh dengan responden 35 orang dengan frekuensi ANC tidak beresiko sebanyak 11 orang . ,4%), sedangkan frekuensi ANC beresiko sebanyak 24 orang . ,6%). Gambaran status gizi (LILA) pada ibu hamil anemia trimester i di Puskesmas Sikumana Ukuran LILA yang normal adalah 23,5cm. Ibu hamil dengan ukuran LILA di bawah ukuran tersebut menunjukan adanya kekurangan energi kronis (KEK). Terjadinya anemia pada ibu hamil dimungkinkan karena pada saat kehamilan salah satunya yaitu ibu hamil mengalami masalah gizi yaitu status gizi KEK yang disebabkan asupan makan yang kurangnya, sehingga cadangan zat besi dalam tubuh berkurang, kurangnya pemanfaatan perawatan selama kehamilan atau ANC (Ante Natal Car. pada ibu selama kehamilan berlangsung yang mempengaruhi terjadinya anemia pada ibu hamil tidak terpantau dengan baik status gizi dan kadar Hb (Wahyudin, 2. Hasil penelitian ini (Tabel 5. menunjukan bahwa hasil analisis data yang diperoleh dengan jumlah responden 35 orang dengan status gizi baik sebanyak 10 orang . ,6%), sedangkan status gizi kurang sebanyak 25 orang . ,4%). Gambaran tingkat pendidikan pada ibu hamil anemia trimester i di Puskesmas Sikumana Menurut Natoatmodjo . pengetahuan adalah suatu hal yang sangat penting untuk terbentuknya perilaku dan tindakan sesorang, semakin baik pengetahuan masyarakat, maka semakin mudah merubah perilakunya ke arah yang lebih baik. Selain itu. Mariani . juga menyatakan bahwa pengetahuan dan pendidikan formal serta keikutsertaan dalam pendidikan non formal dari orang tua dan anak-anak sangat penting dalam menentukan status Hasil penelitian ini (Tabel 5. menunjukan bahwa hasil analisis data terdapat 35 responden dengan tingkat pendidikan SD atau rendah sebanyak 7 orang . ,0%), sedangkan yang berpendidikan tinggi (SMP 7 orang atau 20,0%. SMA sebanyak 10 orang atau 28,6%, dan PT sebanyak 11 orang atau 31,4%). Gambaran kepatuhan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil anemia trimester i di Puskesmas Sikumana Konsumsi tablet Fe atau Tablet Tambah Darah (TTD) ibu hamil sudah mencukupi apabila ibu hamil telah mengkonsumsi sebanyak 90 tablet Fe yang mengandung 60 mg elemental iron dan 0,25% asam folat yang diminum setiap hari (Depkes, 2. Selain itu. Sulistyawati . juga menyatakan bahwa besi mempunyai fungsi esensial di dalam tubuh yaitu sebagai alat pengangkut elektron di dalam sel, dan sebagai bagian terpadu berbagai reaksi enzim di dalam jaringan tubuh. Tablet besi juga mengurangi mengurangi resiko anemia pada masa kehamilan jika diminum secara teratur. Ibu hamil minimal mendapatkan 90 tablet, dan bermanfaat jika diminum secara teratur setiap hari selama kehamilan . kali/har. Hasil penelitian ini (Tabel 5. menunjukan bahwa hasil analisis data yang diperoleh dengan jumlah responden 35 orang diketahui yang mengonsumsi tablet Fe cukup sebanyak 10 orang . ,6%), sedangkan yang tidak cukup sebanyak 25 orang . ,4%). KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa umur yang matang sakalipun untuk hamil yaitu usia 25-35 tahun angka kejadian anemia jauh lebih tinggi. Frekwensi Antenatal Care atau yang sering disebut dengan ANC adalah pelayanan ibu hamil dan janinnya oleh tenaga professional meliputi pemeriksaan kehamilan sesuai dengan standar pelayanan yaitu minimal 4 kali pemeriksaan selama kehamilan, yakni 1 kali pada trimester I, 1 kali pada trimester II, dan 2 kali pada trimester i. Jarak kehamilan adalah waktu sejak ibu hamil sampai terjadi kelahiran berikut. Jarak kelahiran terlalu dekat dapat menyebabkan terjadi anemia. Terjadinya anemia pada ibu hamil dimungkinkan karena pada saat kehamilan ibu hamil mengalami masalah gizi. Adanya Description Context of Factors that Influence Pregnant Women in the Third Trimester (Yohana Bangngu et a. Jurnal Tropical Diseases and Health Science (JTDHS) ISSN: 2964-6677 kecendrungan bahwa semakin kurang baik pola makan, maka akan semakin tinggi angka kejadian anemia. Tingkat pendidikan ibu hamil yang rendah mempengaruhi penerimaan informasi sehingga pengetahuan tentang anemia dan faktor-faktor yang berhubungan dengannya menjadi terbatas, terutama pengetahuan tentang pentingnya zat besi. Konsumsi tablet tambah darah (F. sangat berpengaruh terhadap terjadinya anemia khususnya pada trimester II, trimester i dan masa nifas. Hal ini disebabkan kebutuhan zat besi pada masa ini lebih besar dibandingkan trimester I dan menunjukkan pentingnya pemberian tablet besi (F. untuk mencegah terjadinya anemia pada kehamilan dan Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan informasi bagi peserta didik serta sebagai bahan bacaan/literatur bagi mahasiswa untuk menambah wawasan. Selain itu, juga dapat memberikan informasi dan masukan bagi pihak Puskesmas khususnya wilayah kerja Puskesmas Sikumana untuk meningkatkan mutu dan pelayanan khususnya para ibu hamil dengan anemia. Selanjutnya hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menambah pengetahuan serta wawasan peneliti khususnya tentang anemia dalam masa kehamilan, dan sebagai upaya pencegahannya serta sebagai aplikasi langsung ke lapangan. ETIK PENELITIAN Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan dari seluruh responden telah memberikan informed consent sebelum pengambilan data dilakukan. Penelitian ini tidak melibatkan intervensi langsung pada manusia dan telah mengikuti prinsip etika penelitian yang berlaku. UCAPAN TERIMA KASIH