Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Gerak Ritmik dengan Metode Jigsaw Kelas IV SDN 1 Pelimbangan A. Saripudin SDN 1 Palimbangan pudins12023@gmail.com Abstract. This research aims to improve the learning outcomes of Basic Rhythmic Movement students using the Jigsaw method in class IV at SDN 1 Pelimbangan. This type of research is Classroom Action Research, this research emerged based on the problems faced by the researchers themselves. This research consists of 4 stages, namely planning, action, observation and reflection. The data collection techniques used are observation, knowledge tests, work tests, attitude tests and documentation. The results of this research show that using the Jigsaw method can improve learning outcomes in learning basic rhythmic movements and can be confident in basic rhythmic movements in cycle I. effective, but learning was more effective in cycle two even though there were still some students who did not achieve completeness in learning basic rhythmic movements. Keywords: Jigsaw, Rhythmic Movement 1. Pendahuluan Sekolah merupakan sebuah lembaga tempat anak didik memperoleh pendidikan dan pelajaran yang diberikan guru. Sekolah mempersiapkan anak didik memperoleh ilmu pengetahuan, keterampilan, budi pekerti, meningkatkan ketakwaaan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selanjutnya mampu membekali diri menuju ke arah pendidikan yang lebih tinggi sebagai bekal hidup di masyarakat (Sukmawati & Endrawan, 2022). Pendidikan jasmani merupakan alat untuk mencapai keterlaksanaanpembelajran mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Olah raga di sekolah sebelum mendapatkan format yang tepat, karena selalu menyesuaikan perubahan kurikulum (Pbl, 2023). Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat untuk pendidikan tinggi (UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab XI Pasal 39 ayat 2). Definisi pembelajaran menurut (Asri et al., 2022) adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (UU-SKN), pasal 1 ayat 11 menerangkan bahwa olahraga pendidikan atau pendidikan jasmani merupakan pendidikan jasmani dan olahraga yang dilaksanakan sebagai bagian proses pendidikan yang teratur dan berkelanjutan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, kesehatan dan kebugaran. Secara sederhana bahwa pendidikan jasmani itu merupakan proses belajar gerak dan belajar melalui gerak (moving to learning and leraning to move) (Anggrayani, 2019). 21 A. Saripudin, Upaya Meningkatkan Hasil Belajar ... 22 Menurut (Sumarta, 2019)"Belajar dimaknai sebagai proses perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi antara individu dengan lingkungannya, sementara kegiatan pembelajaran dilakukan oleh guru untuk memfasilitasi proses belajar". (Yuniarti, 2020)"Pembelajaran merupakan perubahan dalam diri seseorang yang berasal dari pengalaman" (Castyana et al., 2023). Keberhasilan peserta didik sangat ditentukan oleh keprofesionalan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran yang antara lain menentukan tujuan pembelajaran yang akan disampaikan dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) (Lenis Ary Sonta, 2015). Karena itu guru harus memahami benar tentang tujuan pengajaran, cara merumuskan tujuan pengajaran, secara khusus memilih dan menentukan metode mengajar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai (Nurafiati et al., 2019). Senam salah satu materi pembelajaran yang sangat menyenangkan untuk proses pembelajaran berlangsung dan ada banyak jenis senam diantaranya adalah senam lantai, gerak dasar ritmik, senam ketangkasan, senam artistik dan lain-lain. Peneliti memilih materi gerak ritmik pada penelitian ini (Ruswantini, 2019). Yang terjadi dalam mengikuti perose pembelajaran PJOK ini beberapa siswa yang kurang bersemangat, banyak alasan mengapa hal ini bias terjadi, diantaranya adalah teknik, kurangnya variasi ataupun strategi untuk mengajarkan gerak ritmik. Dengan kurangnya minat belajar siswa dalam memperoleh hasil belajar yang sesuai kriteria pada materi gerak ritmik. Hasil dari pembelajaran ini masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) (Priyanto, 2021). Dari keadaan diatas, proses pembelajaran Gerak Ritmik pada siswa kelas. IV SDN 1 Pelimbangan banyak mengalami permasalahan yang berakibat turunnya nilai hasil belajar dan tidak tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Yang telah disepakati sekolah adalah 77. Berdasarkan hasil dari observasi lapangan yang lakukan di SDN 1 Pelimbangan, peneliti mempunyai solusi untuk memecahkan rumusan masalah. yaitu menggunakan metode Jigsaw dalam materi Gerak Ritmik, olehnya itu peneliti bisa meningkatkan hasil belajar siswa pada Gerak Ritmik. Hal ini peneliti ingin mengangkat judul yaitu "Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Gerak Dasar Ritmik dengan Metode Jigsaw Kelas IV DI SDN 1 Pelimbangan". 2. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research), penelitian ini muncul berdasarkan masalah yang dihadapi oleh peneliti sendiri. Menurut (Arikunto, 2007), menjelaskan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan. belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Menurut (Arikunto, 2007), bahwa PTK adalah suatu pendekatan untuk meningkatkan pendidikan dengan melakukan perubahan kearah perbaikan terhadap hasil pendidikan dan pembelajaran. Berdasarkan definisi penelitian tindakan kelas di atas, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud PTK adalah suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis terhadap berbagai tindakan yang dilakukan oleh guru, sejak disusunnya suatu perencanaan sampai penilaian terhadap tindakan nyata di dalam kelas berupa kegiatan belajar mengajar, 23 Socratika: Journal of Progressive Education and Social Inquiry | Vol. 1 No. 1 Januari 2024 untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan (Rahmadi, 2011). Sedangkan kesimpulan dari tujuan dilaksanakanya PTK ialah untuk meningkatkan kualitas pendidikan atau pengajaran yang diselenggarakan, kemudian dalam perkembanganya. diharapkan tidak ada lagi permasalahan di kelas. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 4 fase, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Adapun yang menjadi tempat penelitian adalah siswa kelas IV SDN 1 Pelimbangan, Jl. Raya Desa Pelimbangan, Kec. Cengal, Kab. Ogan Komering Ilir. Untuk subjek penelitiannya adalah siswa kelas IV SDN | Pelimbangan dengan jumlah siswa 20 yang terdiri dari 11 siswa putri dan 9 siswa putra. Sedangkan prosedur penelitian yang digunakan peneliti yaitu metode penelitian tindakan kelas, dengan perbaikan pembelajaran sebanyak dua siklus. Adapun kriteria penilaian pada penelitian tindakan kelas ini yaitu melakukan gerakan 1x8 hitungan yakni sebanyak 4 gerakan antara lain, Gerakan 1: Jalan di tempat. Posisi awal adalah sikap sempurna, kedua tangan ditekuk di samping badan lalu mengayun ke depan sesuai gerakan kaki apabila kaki yang melangkah kanan maka tangan yang mengayun ke depan tangan kiri secara bergantian. Gerakan 2: Kaki melangkah ke kanan dan ke kiri dengan tangan diputar dari depan ke belakang dan kembali ke depan secara bergantian. Apabila kaki yang melangkah kaki kanan maka tangan yang diputar tangan kanan dan sebaliknya. Gerakan 3: Kaki melangkah 2 kali ke kanan dilanjutkan 2 kali ke kiri dengan kedua tangan diputar dari bawah, ke depan, ke atas, ke belakang lalu kembali ke bawah mengikuti gerakan kaki. Gerakan 4: Kaki melangkah 2 kali ke kanan kemudian hadap kanan dilanjutkan melangkah 2 kali ke kiri lalu melangkah lagi 2 kali kekanan setelah itu hadap kiri diakhiri dengan langkah 2 kali ke kiri. Tangan dipinggangdan pandangan mata ke depan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini berupa observasi, tes dan dokumentasi dikarenakan beberapa alasan yakni, Observasi dilakukan untuk mengamati serta mengumpulkan informasi tentang kondisi siswa, sarana dan prasarana yang ada disekolah. Tes dipergunakan untuk mendapatkan data tentang hasil belajar tolakpeluru yang dilakukan siswa. Tes ini mengukur pengetahuan dan keterampilan. Peneliti menggunakan tes sebagai alat untuk mendapatkan data hasil pembelajaran siswa tentang tolak peluru. Dokumentasi, dilakukan dengan mengumpulkan berbagai data yang diperlukan selama penelitian berlangsung sebagai bahan acuan penarikan kesimpulan hasil penelitian nantinya dan sebagai tanda bukti pelaksanaan penelitian Menurut sugiyono (2016:147) yang dimaksud teknik analisis data adalah kegiatan setelah data dari seluruh responden terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkandata berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden. Setelah data-data terkumpul teknis analisis data yang digunakan adalah dengan teknik deskriptif komparatif. Teknik deskriptif komparatif d igunakan untuk data kuantitatif yaitu dengan membandingkan hasil antar siklus. Data- data yang diperoleh pada penelitian ini melalui observasi aktivitas. siswa, angket motivasi siswa dan tes praktek. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana aktifitas siswa dalam proses meningkatkan hasil belajar gerak dasar dengan menggunakan metode Jigsaw kelas IV SDN 1 Pelimbangan. Kemudian indikator A. Saripudin, Upaya Meningkatkan Hasil Belajar ... 24 keberhasilan belajar dapat dilihat dari hasil belajar rata-rata siswa dari proses pembelajaran dengan standar ketentuan yang ada (KKM77). 3. Hasil Untuk lebih mengetahui perbandingan hasil belajar disetiap siklus dapat dilihat dari tabel dibahwa ini. Deskripsi ketuntasan hasil belajar siswa siklus I dan II Tabel 1. Hasil belajar siklus I dan II No Nilai Kategori Siklus I Siklus II 1 >77 Tuntas Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase 15 75,5% 19 87,5% 2 <77 Tidak 5 15,5% 1 3,5% 20 100% 20 100% Tuntas JUMLAH Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 1 Pelimbangan, yang menjadi responden ada 20 siswa, dalam penelitian ini dimana mengupayakan meningkatkan hasil belajar gerak dasar ritmik dengan metode Jigsaw. Berdasarkan dari hasil belajar siswa kelas kelas IV SDN 1 Pelimbangan, siswa yang memenuhi ketuntasan 63,5% atau sebanyak 11 orang dan yang tidak tuntas 24,5% atau sebanyak 9 siswa dari frekuensi 20 siswa. Setelah dilakukan pembelajaran gerak dasar ritmik pada kelas kelas IV SDN I Pelimbangan pada siklus 1. peneliti memperoleh data yaitu nilai tertinggi pelaksanaan siklus 1 adalah 83 sedangkan nilai terendah pada siklus 1 adalah 75. Nilai rata-rata yang ada pada siklus 1 adalah 77. Pada pembelajaran siklus I ini, mempunyai peningkatan dari data awal ketuntasan hasil belajar siswa berada pada 63,5%, kemudian peneliti menerapkan metode modifikasi alat peraga, ketuntasan hasil belajar berada di angka 75,5%. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa penerapan metode modifikasi alat cukup efektif dalam peningkatan hasil belajar siswa pada gerak dasar retmik. Berdasarkan dari hasil belajar yang diperoleh pada siklus 1, perlu ditingkatkan dan melakukan evaluasi setelah proses pembelajaran gerak dasar ritmik dengan tujuan untuk pembelajaran yang lebih efektif di siklus berikutnya. Selanjutnya pada siklus II ini, masih ada beberapa siswa yang tidak mencapai ketuntasan dalam hasil belajar gerak dasar ritmik dari KKM yang telah ditentukan. Kemudian hasil penilaian pada siklus II berdasarkan hasil belajar, nilai tertinggi adalah 84 sedangkan nilai terendah adalah 76, dengan rata-rata 85. Berdasarkan pengamatan peneliti pada siklus II ini, ada beberapa siswa yang tidak tuntas dikarenakan ada beberapa penilaian yang tidak diikuti dan siswa. yang bersangkutan jarang masuk pada proses pembelajaran. Hal tersebut menunjukkan bahwa jumlah siswa yang berada dalam kategori tuntas peningkatannya yakni 75,5% pada siklus I. Proses pembelajaran dilakukan 2 kali pertemuan dan begitu juga pada siklus II, dengan pelaksanaan proses penelitian yang hampir sama dengan siklus I tetapi pada siklus II diberikan tindakan yang lebih dari hasil perbaikan siklus I. Penelitian ini menunjukkan peningkatan ketuntasan kelas secara klasikal pada siklus II sebanyak 87,5% dan mencapai ketuntasan kelas secara individu maupun kelompok 25 Socratika: Journal of Progressive Education and Social Inquiry | Vol. 1 No. 1 Januari 2024 dengan nilai siswa berada pada kategori sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas tentang meningkatkan hasil belajar gerak dasar ritmik dengan metode Jigsaw tingkat pencapaian nilai rata-rata 85 dengan standar KKM 77. 4. Pembahasan Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ruswantini (2019), melakukan penelitian tentang Upaya Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar Aktivitas Gerak Berirama melalui ProjectBased Learning Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 3 Panggang dengan menguasai kondisi kelas agar pembelajaran berjalan dengan. baik. Melalui model ini diharapkan proses pembelajran akan lebih menarik menyenangkan, dan siswa akan lebih aktif selama berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Selanjutnya menurut Lenis Ary Sonta (2015), juga melakukan penelitian peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 3 Pekalongan, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga pada materi gerak dasar ritmik dengan menggunakan model cooperative learning metode jigsaw dengan menggunakan metode ini siswa dapat melakukan gerakan dengan baik dan benar karena upayanya meningkatkan hasil belajar menggunakan metode dan model pembelajaran yang tepat. Berdasarkan beberapa keterangan peneliti diatas terkait dengan gerak dasar ritmik dengan menggunkan metode Jigsaw dapat menunjang gairah dan semangat siswa dalam bergerak untuk mencoba melakukan gerakan dasar pada ritmik. Gerakan dasar ritmik pembelajaran pendidikan jasmani sangat penting, tidak hanya itu dengan metode permainan juga dapat membangkitkansemangat siswa dalam mengikuti pembelajaran. Memilih metode yang baik maka setiap proses pembelajaran akan terasa nyaman dan efektif sehingga hasil belajar siswa tercapai dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh pada siklus 1 terdapat ketuntasan hasil belajar dengan persentase 75,5% sedangakn yang tidak tuntas dengan persentase 15,5%. Adapun beberapa faktor yang memicu siswa tidak menuntaskan hasil belajar dalam pembelajaran gerak dasar ritmik adalah beberapa siswa yang nakal dan membuat kegaduhan dalam proses pembelajaran sehingga konsentrasi temannya terganggu, kemudian ada juga beberapa siswa yang tidak memperhatikan materi yang diberikan sehingga hasil belajar pada siklus Il hanya mencapai persentase 87,5%. Hasil belajar siswa pada siklus 1 berada pada kategori cukup baik, akan tetapi peneliti melanjutkan ke siklus II dikarenakan belum mencapai target 85% indicator keberhasilan belajar. Nilai tertinggi pada siklus I yaitu 83, nilai terendah adalah 75 dan rata-rata nilai hasil belajar adalah 83. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus 1. peneliti melakukan evaluasi terkait proses pembelajaran pada gerak dasar ritmik sehingga kekurangan pada siklus I dapat diperbaiki sebelum melanjukan pada siklus II. Pada hasil penelitian siklus II dimana siswa yang telah mencapai nilai KKM sebanyak 29 siswa dengan persentase 87,5%, sedangkan siswa yang belum mencapai ketuntasan sebanyak 1 siswa dengan persentase 3,5%. Adapun penyebab beberapa siswa tidak menuntaskan hasil belajarnya adalah ada 1 siswa yang tidak ikut berpartisipasi dalam proses pembelajaran sehingga hasil belajarnya tidak memenuhi KKM, kemudian 1 siswa tersebut tidak menganggap serius terkait penelitian yang saya lakukan sehingga hasil yang saya kelolah pada siklus II terdapat 1 siswa tidak memenuhi kriteria ketuntasan dalam pembelajaran gerak dasar ritmik. Selanjutnya peneliti mengamati dan meninjau keseharian I siswa tersebut memang memiliki A. Saripudin, Upaya Meningkatkan Hasil Belajar ... 26 karakter yang bandel dan tidak mau diatur sehingga peneliti berinisiatif dalam memberikan materi pengulangan kepada 1 siswa tersebut (pengayaan dan remedial), sehingga dapat menutupi nilai pada mata pelajaran pendidikan jasmani. Dengan berat hati 1 siswa tersebut hanya mengerjakan dan tidak menanggapi dengan serius pembelajaran tambahan yang peneliti berikan sehingga nilai yang peneliti berikan dibawah standar KKM yang ada. Berdasarkan penjelasan pembahasan dalam penelitian diatas, peneliti dapat menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran gerak dasar ritmik dan dapat percaya diri dalam gerak dasar ritmik. 5. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh pada siklus 1 terdapat ketuntasan hasil belajar dengan persentase 75.5% sedangkan yang tidak tuntas dengan persentase 15,5%. Adapun beberapa faktor yang memicu siswa tidak menuntaskan hasil belajar dalam pembelajaran gerak dasar ritmik adalah beberapa siswa yang nakal dan membuat kegaduhan dalam proses pembelajaran sehingga konsentrasi temannya terganggu, kemudian ada juga beberapa siswa yang tidak memperhatikan materi yang diberikan sehingga hasil belajar pada siklus II hanya mencapai persentase 87,5%. Hasil belajar siswa pada siklus I berada pada kategori cukup baik, akan tetapi peneliti melanjutkan ke siklus II dikarenakan belum mencapai target 85% indicator keberhasilan belajar. Nilai tertinggi pada siklus 1 yaitu 83, nilai terendah adalah 75 dan rata-rata nilai hasil belajar adalah 83. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus 1, peneliti melakukan evaluasi terkait proses pembelajaran pada gerak dasar ritmik sehingga kekurangan pada siklus 1 dapat diperbaiki sebelum melanjukan pada siklus II. Pada hasil penelitian siklus II dimana siswa yang telah mencapai nilai KKM sebanyak 29 siswa dengan persentase 87,5%, sedangkan siswa yang belum mencapai ketuntasan sebanyak 1 siswa dengan persentase 3,5%. Adapun penyebab beberapa siswa tidak menuntaskan hasil belajarnya adalah ada 1 siswa yang tidak ikut berpartisipasi dalam proses pembelajaran sehingga hasil belajarnya tidak memenuhi KKM, kemudian 1 siswa tersebut tidak menganggap serius terkait penelitian yang saya lakukan sehingga hasil yang saya kelolah pada siklus II terdapat I siswa tidak memenuhi criteria ketuntasan dalam pembelajaran gerak dasar ritmik. Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti kemukakakan pada pembahasan bahwa kesimpulan dari penelitian ini "Terdapat upaya peningkatan hasil belajar siswa gerak dasar ritmik dengan metode Jigsaw". Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar pada siklus 1, ketuntasan siswa dalam pembelajaran gerak dasar sebanyak 79.5(%) 15 siswa, kemudian dilanjutkan pada siklus II dan hasilnya meningkat dengan jumlah persentase sebanyak (93,5%) 19 siswa. 6. Referensi Anggrayani, S. (2019). Penerapan metode jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran pai kelas x di sekolah menengah atas negeri 04 kaur. Skripsi. Arikunto, S. (2007). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk Guru, Kepala Sekolah, Pengawas, dan Penilai. Penelitian Tindakan Kelas., 13. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23956527/ 27 Socratika: Journal of Progressive Education and Social Inquiry | Vol. 1 No. 1 Januari 2024 Asri, A., Ikadarny, & Suparman. (2022). Pengaruh Motivasi Terhadap Kemampuan Lemparan Simpai Senam Ritmik Atlet Daradaeng Gymnastic Club. Sportify Journal, 2(1), 1–8. https://doi.org/10.36312/sfj.v2i1.11 Castyana, B., Ali, M. A., Anggita, G. M., Rahardjo, H. P., & Ngatinah, N. (2023). Upaya Meningkatkan Profesionalitas Pelatih Senam Ritmik Kabupaten Bantul melalui Coaching Clinic. Patria : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 21–28. https://doi.org/10.24167/patria.v5i1.4175 Lenis Ary Sonta. (2015). Peningkatan Hasil Belajar Gerak Dasar Ritmik Dengan Cooperative Learning Metode JigsawKelas V Sd Negeri 3 Pekalongan. Skripsi UNY, 3–8. Nurafiati, S., Makorohim, M. F., & Dwi, A. (2019). Peningkatan Kemampuan Kreativitas Merangkai Gerakan Senam Ritmik dengan Alat Simpai melalui Media Audio Visual pada Siswa SMP Khadijah Makassar. Pbl, P. (2023). Global Journal Sport. 1, 243–253. Priyanto, E. D. I. (2021). Volume 9, No. 8 Agustus 2021 | 11. 9(8), 11–22. Rahmadi. (2011). Pengantar Metodologi Penelitian. In Antasari Press. Ruswantini. (2019). Upaya Meningkatkan Proses Dan Hasil Belajar Aktivitas Gerak Berirama Melalui Project Based Learning Peserta Didik Kelas Viii Smp Negeri 3 Panggang. Universitas Negeri Yogyakarta. https://medium.com/@arifwicaksanaa/pengertian-use-case-a7e576e1b6bf Sukmawati, N., & Endrawan, I. B. (2022). Upaya Meningkatkan Gerak Dasar Melalui Senam Irama Siswa Kelas V di Sekolah Dasar Negeri 29 Gelumbang. Jurnal Kewarganegaraan, 6(2), 3707–3714. Sumarta, I. N. (2019). Meningkatan Hasil Belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Materi Permainan Kasti Melalui Pendekatan Bermain. Journal of Education Action Research, 3(3), 224. https://doi.org/10.23887/jear.v3i3.17373 Yuniarti, E. (2020). Peningkatan Hasil Belajar Geras Dasar Ritmik Dengan Cooperative Learning Metode Jigsaw Kelas IX. Jp3, 10(2), 983–991. A. Saripudin, Upaya Meningkatkan Hasil Belajar ... 28 ---Halaman ini sengaja dikosongkan---