Internal Control Analysis Of Merchandise Inventory At Gallery Rj Bengkulu Analisis Pengendalian Internal Atas Persediaan Barang Dagang Pada Gallery Rj Bengkulu Zurry Rafiul . Ida Anggriani . Kamelia Astuty . Universitas Dehasen Bengkulu Email: . zurryrafiul@gmail. ARTICLE HISTORY Received . Juli 2. Revised . Oktober 2. Accepted . November 2. KEYWORDS Internal Control. Inventory. This is an open access article under the CCAeBY-SA ABSTRAK Persediaan barang pada perusahaan dagang sangat rentan terhadap kerusakan maupun pencurian, karena itu perusahaan perlu memiliki pengendalian intem untuk menjaga persediaan perusahaan dari terjadinya kerusakan, pencurian, maupun tindakan penyimpangan Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sistem pengendalian internal atas persediaan barang dagang pada Gallery RJ Bengkulu berdasarkan teori Mulyadi . Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya kesesuian antara teori Mulyadi . dengan keadaan yang terjadi pada Gallery RJ Bengkulu untuk unsur organisasi, karena menurut teori Mulyadi untuk penghitungan fisik persediaan harus dilakukan oleh suatu panitia khusus yang dibentuk selain dari karyawan bagian gudang. Sedangkan yang terjadi pada Gallery RJ Bengkulu penghitungan fisik dilakukan langsung oleh karyawan bagian Gudang dan karyawan display. Untuk unsur system otorisasi dan prosedur pencataan adanya kesesuaian dan ketidak sesuaian antara teori Mulyadi . dengan Gallery RJ Bengkulu , ketidaksesuaian terdapat pada daftar hasil perhitungan fisik persediaan ditandatangani oleh ketua panitia sedangkan pada Gallery RJ perhitungan persdiaan ditanda tangani oleh manager toko. Selanjutnya penghitungan fisik persediaan dan pencatatan hasil perhitungan fisik persediaan didasrkan atas kartu penhitungan fisik yang telah diteliti kebenarannya. Adanya kesesuaian dan ketidak sesuaian antara teori Mulyadi . dengan Gallery RJ Bengkulu untuk unsur praktik yang sehat, karena pada Gallery RJ Bengkulu kartu perhitungan fisik persediaan barang dagang tidak diberi nomor berurut karena persediaan barang hanya dicatata pada buku catatan perhitungan barang. Kesesuaian terletak pada perhitungan persediaan barang telah dilakuakn tiga kali dalam satu ABSTRACT The aim of the research is to determine the internal control system for merchandise inventory at Gallery RJ Bengkulu based on Mulyadi's theory . The analytical method used in this research is a comparative descriptive method. The research results show that there is no compatibility between Mulyadi's theory . and the situation that occurred at Gallery RJ Bengkulu for organizational elements, because according to Mulyadi's theory the physical inventory count must be carried out by a special committee formed apart from warehouse Meanwhile, what happened at Gallery RJ Bengkulu was that the physical counting was carried out directly by warehouse employees and display employees. For the elements of the authorization system and recording procedures, there are conformities and discrepancies between Mulyadi's theory . and Gallery RJ Bengkulu, the discrepancies are found in the list of physical inventory count results signed by the committee chairman, while in Gallery RJ the inventory calculation is signed by the store manager. Furthermore, the physical inventory count and recording of the results of the physical inventory count are based on physical count cards whose veracity has been verified. There are compatibility and inconsistencies between Mulyadi's theory . and Gallery RJ Bengkulu for elements of healthy practice, because in Gallery RJ Bengkulu the physical calculation cards for merchandise inventory are not numbered sequentially because inventory is only recorded in the inventory of goods calculations. Conformity lies in the calculation of inventory of goods having been carried out three times in one PENDAHULUAN Perusahaan dagang ialah sebagai organisasi yang melakukan kegiatan usaha dengan membeli barang dari pihak/ perusahaan lain kemudian menjualnya kembali kepada masyarakat. Hal ini terlihat dengan adanya persaingan yang ketat dalam dunia usaha, baik perdagangan maupun perindustrian serta adanya peningkatan tuntutan konsumen terhadap suatu produk atau barang konsumsi lainnya. Perusahaan harus dapat meningkatkan kinerja dan kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan yang ada untuk dapat terus bcrsaing. Persaingan tersebut disebabkan oleh kemajuan teknologi dan perekonomian yang semakin berkembang dengan pesat tanpa diiringi oleh kualitas manusia sendiri. Setiap perusahaan didirikan dengan maksud bertujuan untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan yaitu untuk menghasilkan laba yang optimal agar dapat mempertahankan kelangsungan Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 4 No. 2 November 2024 page: 165Ae. 165 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 hidupnya, memajukan serta mengembangkan usahanya ketingkat yang lebih tinggi. Unsur yang paling aktif dalam perusahaan salah satunya ialah persediaan. Persediaan barang dagangan merupakan persediaan barang yang penting bagi kelangsungan hidup perusahaan dagang, di samping merupakan aset yang nilainya paling besar dibandingkan aktiva lancar dalam neraca perusahaan, juga merupakan sumber pendapatan utama dalam perusahaan dagang. Perusahaan senantiasa memberi perhatian yang besar pada persediaan karena bila tanpa persediaan, para pcngusaha akan berhadapan dengan resiko bahwa perusahaannya pada suatu waktu tidak dapat memenuhi keinginan para pelanggannya. Persediaan barang pada perusahaan dagang sangat rentan terhadap kerusakan maupun pencurian, karena itu perusahaan perlu memiliki pengendalian intem untuk menjaga persediaan perusahaan dari terjadinya kerusakan, pencurian, maupun tindakan penyimpangan lainnya. Untuk menghindari terjadinya penyimpangan pada pcmsahaan maka sistem pengendalian intem harus dilaksanakan dengan baik sesuai dengan empat unsur-unsur sistem pengendalian intem. Menurut Mulyadi . sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga aset organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi. Kibijakan- kebijakan tersebut tidak terbatas pada masalah-masalah yang berhubungan langsung dengan bagian akuntansi dan keuangan tetapi luas dari itu sistem pengendalian intern juga meliputi pengendalian yaitu pengendalian anggaran, biaya standar, laporan-laporan secara berkala dan lain- lain. Penyelidikan waktu dan gerak sebenarnya termasuk bidang teknik serta pengendalian kualitas. Adapun penyusunan dan perencanaan sistem pengendalian intern tersebut dilakukan oleh manajemen. Tanggung jawab manajemen terhadap sistem pengendalian intern adalah merancang dan menetapkan termasuk pula mengawasi efektifitas sistem pengendalian intern tersebut dan melakukan perbaikanperbaikan yang perlu. Penyusunan dan perancangan untuk tiap-tiap satuan usaha tersebut akan berbedah-bedah, tergantung pada besarnya satuan usaha, karakteristik pemilik, sifat dan keanekaragaman usaha, serta faktor-faktor yang terkait. Semua hal diakukan oleh manajemen dalam pelaksanaan sistem pengendalin intern tersebut memiliki tujuan utama yaitu memberikan keyakinan yang memadai kepada pihak-pihak yang tekait bahwa tujuan perusahaan dapat tercapai. Pengendalian intern yang efektif bertujuan menjaga kekayaan perusahaan serta pemberian informasi mengenai persdeiaan agar lebih terpercaya (Lumbanraja, 2021:. Menurut Mulyadi . unsur pokok sistem pengendalian intern adalah sturktur organisasi, sistem wewenang dan prosedur pencatatan praktik yang sehat dn karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawab. Walaupun Sistem Pengendalian Intern bukan merupakan komponen mutlak dalam mengukur persediaan barang, tetapi cukup kompeten untuk menggagalkan tujuan perusahaan apabila sistem pengendalian intern tidak dirancang dan dilaksanakan dengan baik oleh perusahaan. Didalam sistem pengendalian intern erat kaitannya dengan persediaan barang, karena sumber kegiatan utama pada perusahaan dagang adalah persediaan barang. Sistem pengendalian intern persediaan barang sangatlah penting bagi setiap perusahaan, tanpa adanya pengendalian intern persediaan barang yang baik dapat menimbulkan penyelewengan-penyelewengan, penyimpangan-penyimpangan, kecurangan, yang menyebabkan perusahaan lambat berkembang, rugi bahkan bangkrut. Pelaksanaan sistem pengendalian intern harus memperhatikan struktur organisasi yang memisahkan tanggungjawab fungsional secara tegas. Struktur organisasi digunakan untuk pembagian tugas terhadap unit organisasi yang melaksanakan kegiatan pokok perusahaan. Pada persediaan barang harus adanya pembagian tugas yang jelas antara bagian penerima barang, pencatatan persediaan dan pengiriman barang. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan merupakan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap aset, utang, pendapatan dan beban. Pencatatan yang jelas dalam perhitungan persediaan sangat erat sekali kaitannya dengan pengendaian intern, karena jika terjadi selisih persediaan barang maka dengan adanya pencatatan yang jelas akan memberikan penjelasan terhadap selisih persediaan yang terjadi. Praktek yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi, hal ini dapat dilakukan dengan cara penggunaan formulir bernomor, pemeriksaan mendadak, perputaran jabatan dan lain-lain. Hal ini akan membantu perusahaan dalam pelaksanaan pengendalian intern persediaan barang karena dengan adanya formulir yang bernomor akan memberikan kemudahan dalam pencarian data. Perputaran jabatan sangat penting sekali karena jabatan yang monoton akan mempengaruhi kecapakan karyawan dalam bekerja. Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya merupakan kriteria yang sangat penting sekali dalam sistem pengendalian intern, karena meskipun baiknya struktur organisasi, sistem otorisasi dan prosedur pencatatan serta berbagai cara yang diciptakan untuk mendorong praktik yang sehat semuanya terganung kepada manusia yang melaksanakannya. Gallery RJ Bengkulu merupakan perusahaan dagang yang menjual berbagai mcam kebutuhan seperti pakaian, sepatu, tas, kosmetik, perlatan bayi dan lain-lain. Gallery RJ Bengkulu. Salah satu produk yang banyak dicari konsumen adalah produk pakaian, karena Gallery RJ Bengkulu menjual berbagai macam produk pakaian dengan model yang kekinian dan banyak disukai anak muda. 166 | Zurry Rafiul. Ida Anggriani. Kamelia Astuty . Internal Control Analysis. Fenomena yang terjadi mengenai pengendalian intern persediaan barang pada Gallery RJ Bengkulu khususnya untuk produk pakaian adalah sering terjadi ketidakcocokan jumlah persediaan antara kartu persediaan dengan jumlah persediaan barang yang ada didalam program persediaan yang sudah terkomputerisasi, hal ini disebabkan karena ketidak telitian karyawan dalam penginputan barang. LANDASAN TEORI Sistem Menurut Mulyadi . sistem adalah: AuSekelompok unsur yang erat berhubungan sama dengan yang lainnya, yang betfungsi untuk mencapai tujuan bersama sama. Menurut Susanto . kumpulan atau group dari sub sistem-sub sistem, bagian- bagian atau komponen apapun baik phisik ataupun non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa Sistem adalah AuBagian atau Suatu kerangka, bagan dan prosedur-prosedur yang tersusun sesuai dengan skema yang rnenyeluruh dan saling berhubungan untuk melaksanakan fungsi utama dari perusahaan dan menjelaskan bagaimana prosedur yang semestinya dilakukan. Sistem Pengendalian Intern Dalam suatu perusahaan Sistem Pengendalian Intern sangat penting untuk diterapkan, guna mengawasi setiap kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk melindungi kekayaan perusahaan. Menurut Mulyadi . Sistem Pengendalian Intern adalah AuSistem Pengendalian Intern meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran Ae ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian, dan keandalan data akuntansi, mendorong efesiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemenAy. Menurut Susanto . pengendalian intern merupakan semua metode, kebijakan dan prosedur organisasi yang menjamin keamanan harga kekayaan perusahaan, akurasi dan kelayakan data manajemen serta standar operasi manajemen lainnya. Pengendalian intern sangat erat sekali hubungannya dengan prosedur organisasi, metode yang ditetapkan oleh perusahaan yang layak digunakan oleh perusahan dalam penentuan standar dalam bekerja dan dijadikan sebagai patokan yang harus dipatuhi. Arrens, dkk . mengungkapkan bahwa system pengendalian internal terdri dari kebijakan dan prosedur yang dirancang untuk memberikan manajemen kepastian yang layak bahwa perusahaan telah mencapai tujuan dan sasarannya,. Kebijakan prosedur ini sering kali disebut pengendalian dan secara kolektif membentuk pengendalian iteren entitas tersebut. Persediaan Menurut Mulyadi . persediaan produk jadi, persdiaan produk dalam proses, persediaan bahan baku, persediaan bahan penolong, persediaan perlengkapan pabrik dan persediaan suku cadang. Dalam perusahaan dagang persediaan hanya terdiri dari satu jenis yaitu persediaan barang dagang yang merupakan barang yang dibeli untuk dijual kembali,Jadi persediaan barang merupakan sejumlah barangbarang yang disediakan oleh perusahaan untuk proses produksi, serta barang-barang jadi yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan atau permintaan konsumen. Fungsi persediaan barang pada perusahaan industri berbeda dengan persediaan barang pada perusahaan dagang Sistem Pengendalian Intern Persediaan Suatu pengendalian intern yang baik memerlukan adanya unsur-unsur yang berhubungan langsung dengan pengendalian, sehingga tujuan dari pengendalian intern dapat tercapai. Menurut Mulyadi . , unsur pengendalian intern yang seharusnya ada dalam sistem akuntansi persediaan ialah sebagai berikut: Organisasi Perhitungan fisik persediaan harus dilakukan oleh suatu panitia yang terdiri dari fungsi pemegang kartu perhitungan fisik, fungsi penghitung, dan fungsi pengecek. Panitia yang dibentuk harus terdiri dari karyawan selain karyawan fungsi gudang dan fungsi akuntansi persediaan, karena karyawan di kedua fungsi inilah yang justru dievaluasi tanggung jawabnya atas persediaan. Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan Daftar hasil perhitungan fisik persediaan ditandatangani oleh Ketua Panitia Penghitungan Fisik Persediaan. Pencatatan hasil penghitungan fisik persediaan didasarkan atas kartu penghitungan fisik yang telah diteliti kebenarannya oleh pemegang kartu penghitungan fisik. Harga satuan yang dicantumkan dalam daftar hasil penghitungan fisik berasal dari kartu persediaan yang bersangkutan. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 4 No. 2 November 2024 page: 165Ae. 167 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Adjustment terhadap kartu persediaan didasarkan pada informasi . uantitas maupun harga pokok tota. tiap jenis persediaan yang tercantum dalam daftar penghitungan fisik. Praktik yang Sehat Kartu penghitungan fisik bernomor urut tercetak dan penggunaannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi pemegang kartu penghitungan fisik. Penghitungan fisik setiap jenis persediaan dilakukan dua kali secara independen, pertama kali oleh penghitung dan kedua kali oleh pengecek. Kuantitas dan data persediaan yang lain yang tercantum dalam bagian ke-3 dan bagian ke-2 kartu penghitungan fisik dicocokkan oleh fungsi pemegang kartu penghitungan fisik sebelum data yang tercantum dalam bagian ke-2 kartu penghitungan fisik dicatat dalam daftar hasil penghitungan fisik. Peralatan dan metode yang digunakan untuk mengukur dan menghitung kuantitas persediaan harus dijamin ketelitiannya. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian komparatif. Menurut Sugiyono . penelitian komparatif adalah penelitian yang membandingkan keadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau dua waktu yang berbeda. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Sistem Pengendalian Intern Persediaan Barang Dagangan pada Gallery RJ Bengkulu Unsur pengendalian intern pada Gallery RJ Bengkulu dalam system akuntansi persediaan barang dagangan terdiri dari 3 unsur pengendalian diantaranya sebagai berikut : Organisasi Pelaksanaan struktur organisasi pada Gallery RJ Bengkulu dilaksanakan secara fungsional. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Bapak Rahman Rahim selaku manager toko dengan hasil wawancara sebagai berikut:AuAdapun bagian yang terlibat dalam persediaan barang pada Galley RJ Bengkulu adalah bagian Gudang dan bagian Display. Bagian Gudang akan menghitung barang yang ada di Gudang dan bagian display akan menghitung barang yang ada di pajangan kemudian akan disatukan dan selanjutnya akan dicocokan dengan stovk barang yang ada di program computerAy. Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat dilihat bahwa bagian yang terkait dengan persediaan barang adalah bagian Gudang dan bagian display. Bagian Gudang bertugas untuk menerima barang yang masuk dari pembelian serta mencocokan jumlah barang yang masuk dengan faktur yang Setelah barang di cek dan dihitung selanjutnya barang masuk akan diserahkan kepada bagian display untuk memajang di rak pajangan. Untuk perhitungan stock atau persediaan barang juga dilakukan oleh bagian Gudang dan bagian display, bagian Gudang akan mencatat seluruh barang yang ada di Gudang dan dibuat catatan atau daftar barang yang ada. Begitu juga dengan bagian display juga akan menghitung seluruh barang yang ada di display melakukan pencatan seluruh barang yang ada di rak pajangan. Selanjutnya total barang yang ada di Gudang dan di rak pajangan akan dijumlahkan dan dibuatkan laporannya untuk diserahkan ke manager toko setelah diperiksa oleh manager toko catatan tersebut selanjutnya diserahkan kepada pimpinan toko. Sebelum diserahkan kepada manager toko jumlah barang yang ada di catatan akan dicocokan dengan jumlah persediaan yang ada di program computer. Jika terjadi selisih maka akan dicari penyebab terjadinya selisih persediaan barang tersebut. Berdasarkan catatan tersebut dapat dlihat jumlah persediaan barang yang ada setelah dilakukan perhitungan oleh bagian gudang dan bagian display. Pada catatan tersebut juga terlihat adanya kode barang, nama barang jumlah persediaan, harga jual dan harga beli. Namun pencatatan persediaan barang hanya dilakukan pada satu buah buku tanpa adanya kartu persediaan khusus untuk setiap jenis barang. Dalam perhitungan persediaan tidak adanya pembentukan tim khusus yang dilakukan untuk penghitungan persediaan karena semua penghitungan dan pengecekan persediaan barang langsung dilakukan oleh karyawan Gudang dan karyawan display. Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencataan Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan persediaan digunakan untuk mengecek hasil persediaan barang yang telah dihitung dan dicatat oleh bagian Gudang dan bagian display. Pada saat perhitungan persediaan telah selesai dilakukan maka daftar hasil perhitungan persediaan barang akan lansung ditanda tangani oleh bagian manager toko setelah perhitungan stock selesai dilakukan oleh bagian 168 | Zurry Rafiul. Ida Anggriani. Kamelia Astuty . Internal Control Analysis. Gudang dan bagian display. Pada perhitungan persediaan tidak adanya penetapan ketua panitia dalam penandatangan daftar perhitungan persediaan barang. Tidak adanya kartu persediaan barang pada Gallery RJ Bengkulu yang ada hanya catatan persediaan barang pada buku dicatat dan dipegang oleh bagian Gudang dan bagian display dan tidak adanya fungsi tersendiri yang bertugas untuk mencatat kartu persediaan karena kartu persediaan barang langsung di isi oleh bagian gudang. Catatan persediaan yang telah dibuat dijadikan sebagai acuan dalam perhitungan persediaan barang. Persediaan barang yang ada digudang akan dicocokan antara catatan persediaan yang dibuat oleh bagian Gudang dan bagian display, jumlah barang real yang dihitung berdasakan daftar persediaan dan jumlah barang sesuai dengan software di computer. Daftar perhitungan persediaan tidak ditanda tangani secara khusus dengan yang berwewenang karena belum diberikan wewenang yang jelas di bagian gudang sehingga tidak dapat mempertanggung jawabkan apabila terjadi kesalahan atau kehilangan dalam perhitungan persediaan yang menjadi asset utama pada perusahaan. Selanjutnya Bapak Rahman Rahim selaku manager toko juga menjelaskan:AuPengecakan dan perhitungan barang kami lakukan tiga kali dalam satu bulan, hal ini dilakukan untuk mengurangi kecurangan persediaan dan juga masalah dalam persediaan Selain itu juga memudahkan kami untuk melakukan pemesanan barang yang kosong atau persediaannya yang sudah menipis. Dengan adanya perhitungan persediaan yang rutin dilakukan dapat menjadi acuan dalam pemesanan barangAy. Berdasarkan wawancara tersebut dapat dilihat bahwa perhitungan persediaan akan dilakukan tiga kali dalam sebulan hal ini bertujuan untuk menjaga persediaan barang dan mengurangi kecurangan dalam persedian barang. Tujuan yang lain adalah untuk memudahkan pemesanan barang yang kosong atau yang memiliki stok sedikit. Mesikpun Gallery RJ telah memiliki software inventory sendiri namun perhitungan secara real tetap dilakukan dan akan dilakukan pencocokan jumlah persediaan agar terhindar dari kecurangan-kecurangan. Seperti yang telah diterapkan sebeiumnya, pemimpin Gallery RJ Bengkulu Bengkulu harus meningkatkan sistem pengendalian intern yang ada untuk mengatasi permasalahan kehilangan persediaan barang dagangan yang terjadi. Pihak Gallery RJ Bengkulu arus menerapkan sistem otorisasi untuk setiap transaksi yang terjadi sehingga setiap kegiatan yang terjadi dapat dipertanggung jawabkan dan dapat terjaga keamanan harta kekayaan perusahaan. Praktik yang Sehat Untuk pencatatan persediaan barang belum dilakukan dengan penggunaan formulir yang bernomor, karena pencatatan persediaan hanya dilakukan di buku catatan persedian. Namun Penggunaan formulir bernomor urut tercetak yang pemakainnya dipertanggungjawabkan oleh yang Cara ini telah diterapkan oleh pihak Gallery RJ Bengkulu dan memiliki kesesuaian dengan teori pengendalian ineren menurut Mulyadi, hal ini didasarkan pada hasil wawancara , dengan hasil wawancara :AuPemberian nomor pada faktur penjualan telah kita lakukan karena pada stuck penjualan semuanya tertera dengan jelas mulai dari nomor faktur yang berurutan, nama kasir, tanggal dan jam transaski. Hal ini bertujuan jika terjadi permasalahan atau barang yang dibeli konsumen dikembalikan maka akan memudahkan kita untuk mengecek di system komputerisasi AyBerdasarkan hasil wawancara tersebut dapat dilihat bahwa faktur penjualan memiliki nomor urut, nama kasir, tanggal dan jam transaksi. Hal ini bertujuan untuk membuktikan bahwa adanya praktek yang sehat pada Gallery RJ kota Bengkulu dan juga memudahkan admin jika terjadi pengembalian barang dari konsumen atau barang yang dibeli konsumen bermasalah. Contoh struk penjualan pada Gallery RJ adalah sebagai Gambar 3 Faktur Penjualan Berdasarkan gambar diatas dapat di lihat bahwa nomor faktur telah memiliki nomor urut dan juga tertera kode barang, nama barang, jumlah barang serta harga barang. Kode barang yang ada disetiap barang dagangan bertujuan untuk menjaga keamanan harta kekayaan perusahaan, laporan persediaan Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 4 No. 2 November 2024 page: 165Ae. 169 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 yang dibuat pada saat dilakukannya perhitungan fisik kekayaan yang mencocokan antara kekayaan fisik dengan pencatatan di komputer. Guna kode disetiap barang tersebut untuk menghindari terjadinya kehilangan persediaan yang menjadi aset yang paling penting di Gallery RJ Bengkulu , tetapi masih adanya kehilangan barang meskipun perhitungan persdiaan telah dilakukan tiga kali dalam satu bulan. Kehilangan barang ini biasanya disebabkan oleh kurangnya keamanan di toko sehingga sering terjadi kehilangan barang yang disebabkan karean konsumen yang jahil dan berniat jahat untuk mencuri barang Meskipun toko telah dilengkapi system keamanan dan juga CCTV tetapi kehingan barang tetap Untuk menjaga keamanan harta kekayaan perusahaan secara periodic harus diadakan pencocokan antara kekayaan secara fisik dengan catatan akuntansinya yang bersangkutan dengan kekayaan tersebut dengan cara melakukan perhitungan fisik persediaan dilakukan sebanyak dua atau tiga kali setiap bulannya sehingga kelalaian karyawan tersebut dapat terhindari. Kegiatan ini telah diterapkan oleh Gallery RJ Bengkulu Hal ini dapat terlihat dari perhitungan fisik persediaan tiga kali dalam satu bulan yang dapat menghindari terjadinya kecurangan persediaan seperti tindakan pencurian dan penyelewengan lainnya. Tabel 1 Hasil Perbandingan Antara Sistem Pengendalian Intern Persediaan Barang Dagang Menurut Mulyadi . ) dengan Gallery RJ Bengkulu Sesuai Keterangan Unsur Mulyadi Gallery RJ Pengendali . Bengkulu Tidak Sesuai Organisasi Perhitungan fisik Penghitungan fisik Tidak Ketidak persediaan harus persediaan Sesuai dibuktikan oleh dilakukan oleh dua panitia fungsi yaitu fungsi khusus yang dibentuk untuk yang terdiri dari gudang dan fungsi fungsi pemegang display stock dihitung langsung oleh kartu perhitungan adanya Gudang fungsi panitia persediaan. penghitung, dan untuk mendisplay barang fungsi pengecek. Panitia yang Perusahaan tidak Tidak Perhitungan stock dilakukan harus membentuk Sesuai langsung oleh karyawan dan dari timkhusus karyawan selain perhitungan Gudang karyawan fungsi persediaan karyawan display sehingga dan dilakukan fungsi akuntansi bagian Gudang dan bagian display yang disampaikan oleh Mulyadi karena karyawan merupakan di kedua fungsi karyawan Gallery inilah yang justru RJ dan juga tidak persediaan seharusnya diluar karyawan Gudang. atas mengawasi Sistem Daftar hasil Ditandatangani oleh Tidak Hasil perhitungan persediaan Otorisasi perhitungan fisik manajer toko Sesuai yang telah di caatat oleh bagian Gudang dan bagian Prosedur ditandatangani display akan ditanda tangani Pencatata oleh Ketua oleh manajer toko karena Panitia tidak adanya ketua pantia Penghitungan perhitungan fisik Fisik Persediaan. Pencatatan hasil penghitungan fisik Tidak adanya kartu persediaan barang yang ada hanya Tidak Sesuai Tidak persediaan barang karena yang ada hanya kartu catatan 170 | Zurry Rafiul. Ida Anggriani. Kamelia Astuty . Internal Control Analysis. Praktik yang Sehat didasarkan atas penghitungan fisik yang telah diteliti oleh pemegang persdiaan pada saat perhitngan stock barang yang ada digudang dan di rak pajangan Harga dalam daftar hasil penghitungan fisik berasal dari kartu persediaan yang Harga satuan yang dicantumkan dalam penghitungan fisik Sesuai Untuk harga satuan barang telah di cantuman di kartu catatan stock baik harga beli maupun harga jual Adjustment didasarkan pada . uantitas pokok tota. tiap jenis persediaan yang tercantum Adjusment terhadap daftar perhitungan Sesuai Pada kartu perhitungan stock berdasarkan jenis barang seperti baju atasan, baju gamis, baju kaus dan lain0lain Kartu penghitungan fisik abkan oleh fungsi pemegang kartu Kartu penghitungan fisik tidak bernomor urut tercetak dan -kan oleh pihak yang memilikinya. Tidak Sesuai Tidak bernomor karena hanya di catat pada buku catatann persediaan barang Penghitungan fisik setiap jenis dilakukan dua kali pertama kali oleh penghitung dan kedua kali oleh Adanya perhitungan persediaan tiga kali dalam satu bulan Sesuai Perhitungan stock dilakukan tiga kali dalam satu bulan stock dan mencatat barang yang habis untuk dilakukan pemesanan kembali Kuantitas data persediaan yang lain yang tercantum dalam bagian ke-3 dan bagian ke-2 kartu penghitungan fisik Kuantitas data yang penghitungan fisik dicatat dalam daftar hasil penghitungan persediaan barang Sesuai Seluruh jumlah barang akan di catat dalam buku catatan persediaan barang dan akan dicocokan dengan data stock yang ada di program di computer dan jika terjadi selisih stock maka itu akan Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 4 No. 2 November 2024 page: 165Ae. 171 p-ISSN 2809-9931 dicocokkan oleh fungsi pemegang penghitungan fisik yang tercantum dalam bagian ke2 penghitungan fisik penghitungan fisik Peralatan digunakan untuk persediaan harus e-ISSN 2809-9141 kekurangan barang. Metode perhitungan Sesuai Telah sesuai karena adanya bagian Gudang dan bagian display dan dicocokan dengan perhitungan menurut system di computer. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian mengenai system pengendalian interen persediaan barang pada Gallery RJ Bengkulu dengan cara membandingkan anatara system pengendalian interen menurut Mulyadi . , dengan pengendalian interen yang terjadi pada Gallery RJ Bengkulu yang dilihat dari tiga unsur sebagai berikut : Organisasi Adanya ketidaksesuaian antara teori yang disampaikan Mulyadi . dengan Gallery RJ Bengkulu . Pada perhitungan fisik persediaan menurut teori Mulyadi harus dilakukan oleh satu panitia yang terdiri dari fungsi pemegang kartu perhitungan fisik, fungsi penghitung dan fungsi pengecek. Sedangkan yang terjadi pada Gallery RJ Bengkulu perhitungan fisik persediaan dihitung oleh dua fungsi yaitu fungsi Gudang dan fungsi display. Untuk panitia yang dibentuk harus terdiri dari karyawan selain karyawan gudang dan karyawan fungsi akuntansi persediaan. Hal ini juga tidak sesuai dengan teori Mulyadi karena yang melakukan perhitungan dan pengecekan barang adalah bagian gudan dan bagian display yang merupakan karyawan dari Gallery RJ serta tidak adanya pengecekan atau pengawasan dari bagian akuntansi karena laporan persediaan yang telah dibuat akan langsung diserahkan ke manajer toko dan manager toko menyerahkan kepada pimpinan toko. Sistem Otorisasi dan Proedur Pencatatan Untuk system otorisasi dan prosedur pencatatan adanya kesesuaian dan ketidak sesuaian antara teori Mulyadi . dengan yang terjadi pada Gallery RJ Bengkulu . Ketidaksesuaian terlihat menurut teori ada daftar hasil perhitungan fisik persediaan ditandatangani oleh ketua panitia perhitungan fisik sedangkan yang terjadi pada Gallery RJ Bengkulu hasil perhitungan ditandatanagni oleh manager toko karena pada saat perhitungan persediaan fisik tidak adanya pembentukan panitia khusus untuk menghitung persediaan. Ketidaksesuaian juga terlihat pada pencatatn hasil perhitungan fisik persediaan didasarkan atas kartu perhitungan fisik yang telah diteleti kebenarannya oleh pemegang kartu persediaan, karena pada Gallery RJ Bengkulu kartu persediaan dipegang langsung oleh karyawan pada fungsi gudang. Namun adanya kesesuaian antara teori Mulyadi dengan Gallery RJ Bengkulu ada harga satuan yang dicantumkan dalam daftar hasil perhitungan fisik berasal dari kartu persediaan yang bersangkutan dan adjustment terhadap kartu persediaan pada informasi tiap jenis persediaan yang tercantum dalam daftar perhitungan fisik. Praktik Yang Sehat Untuk praktik yang sehat adanya kesesuaian antara teori Mulyadi . dengan keadaan yang ada pada Gallery RJ Bengkulu karena tidak adanya kartu persediaan yang diberi nomor karena 172 | Zurry Rafiul. Ida Anggriani. Kamelia Astuty . Internal Control Analysis. pencatatan persediaan barang hanya di catat pada buku catatan persediaan barang tanpa adanya kartu persediaan yang menguraikan tentang pesediaan barang. Untuk perhitungan persediaan adanya kesesuaian antara teori Mulyadi dengan Gallery RJ karena menurut teori perhitungan harus dilakukan minimal dua kali sedangkan pada Gallery RJ perhitungan persdiaan telah dilakukan tiga kali dalam satu Setelah dilakukan penghitungan fisik persdiaan maka akan dilakukan pencocokan antara barang yang ada, kartu perediaan dan juga jumlah persediaan yang ada di software computer. Peralatan dan metode yang digunakan utnu mengukur perhitungan kuantitas persdiaan telah terjamin karena dilakukan sesuai prosedur. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai analisis pengendalian interen persediaan barang dagang pada Gallery RJ Bengkulu dapat di simpulkan bahwa: Tidak adanya kesesuian antara teori Mulyadi . dengan keadaan yang terjadi pada Gallery RJ Bengkulu untuk unsur organisasi, karena menurut teori Mulyadi untuk penghitungan fisik persediaan harus dilakukan oleh suatu panitia khusus yang dibentuk selain dari karyawan bagian Sedangkan yang terjadi pada Gallery RJ Bengkulu penghitungan fisik dilakukan langsung oleh karyawan bagian Gudang dan karyawan display. Untuk unsur system otorisasi dan prosedur pencataan adanya kesesuaian dan ketidak sesuaian antara teori Mulyadi . dengan Gallery RJ Bengkulu , ketidaksesuaian terdapat pada daftar hasil perhitungan fisik persediaan ditandatangani oleh ketua panitia sedangkan pada Gallery RJ perhitungan persdiaan ditanda tangani oleh manager toko. Selanjutnya penghitungan fisik persediaan dan pencatatan hasil perhitungan fisik persediaan didasrkan atas kartu penhitungan fisik yang telah diteliti kebenarannya. Adanya kesesuaian dan ketidak sesuaian antara teori Mulyadi . dengan Gallery RJ Bengkulu untuk unsur praktik yang sehat, karena pada Gallery RJ Bengkulu kartu perhitungan fisik persediaan barang dagang tidak diberi nomor berurut karena persediaan barang hanya dicatata pada buku catatan perhitungan barang. Kesesuaian terletak pada perhitungan persediaan barang telah dilakuakn tiga kali dalam satu bulan. Saran Adapun saran yang dapat disampaikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Pihak Gallery RJ Bengkulu harus meningkatkan sistem pengendalian intern persediaan barang dengan cara adanya pengawasan persediaan oleh tim yang bukan karyawan Gudang dan karyawan Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan harus dilakukan oleh Gallery RJ Bengkulu dengan cara membuat kartu persediaan barang Praktik yang sehat harus dilakukan dengan memberi nomor urut pada kartu persediaan barang. DAFTAR PUSTAKA