Jurnal Ilmiah Keperawatan dan Kesehatan Alkautsar (JIKKA) e-ISSN : 2963-9042 online: https://jurnal. id/index. php/JIKKA IMPLEMENTASI PEMBERIAN JUS TOMAT UNTUK MENURUNKAN MASALAH KEPERAWATAN RESIKO PERFUSI MIOKARD TIDAK EFEKTIF PADA PENDERITA HIPERKOLESTROL Irma Firmanda1. Parmilah2. Retno Lusmiati Anisah3 1,2,3 Akper Alkautsar Temanggung Email korespondensi : irmafirmanda62@gmail. ABSTRAK Latar Belakang : Hiperkolesterolemia adalah kondisi dimana kadar kolesterol di dalam darah melebihi (>200mg/dL). Kolestrol dapat timbul dari makanan seperti lemak, susu, dan juga sering mengkonsumsi daging. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektifitas pemberian jus tomat terhadap penurunan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterol. Metode : Metode penelitin menggunakan studi kasus pada 2 responden perempuan yang menderita hiperkolestrol dengan keluhan pundak pegal, mudah lelah, mudah mengantuk nyeri dada, kesemutan pada kaki dan pusing pada tengkuk kepala belakang sampai pundak. Hasil : Jus tomat yang diberikan 2 kali sehari selama 6 hari berturut-turut efektif untuk meningkatkan perfusi miokard pada penderita hiperkolesterolemia dibuktikan dengan kadar kolesterol menurun. Kesimpulan : Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jus tomat efektif meningkatkan perfusi miokard pada penderita hiperkolesterolemia. Kata Kunci : Hiperkolesterolemia. Risiko perfusi miokard tidak efektif. Pemberian jus The Implementation of Tomato Juice to Reduce the Risk of Ineffective Myocardial Perfusion in Hypercholesterolemic Patients ABSTRACT Background: Hypercholesterolemia is a condition in which cholesterol levels in the blood exceed (>200mg/dL). Cholesterol can arise from foods such as fat, milk, and also frequent consumption of meat. Objective: The aim of this study was to determine the effectiveness of giving tomato juice to reduce cholesterol levels in people with Method: The research method used a case study on 2 female respondents who suffered from hypercholesterol with complaints of sore shoulders, easy fatigue, easy drowsiness, chest pain, tingling in the legs and dizziness in the back of the head to the shoulders. Results: Tomato juice given twice a day for 6 consecutive days is effective in increasing myocardial perfusion in hypercholesterolemia sufferers, as evidenced by decreased cholesterol levels. Conclusion: The conclusion of the study results showed that the administration of tomato juice effectively increased myocardial perfusion in hypercholesterolemia patients. Keywords: Hypercholesterolemia. Risk of ineffective myocardial perfusion. Tomato juice PENDAHULUAN Hiperkolesterolemia adalah kondisi dimana kadar kolesterol di dalam darah melebihi (>200mg/dL). Kolestrol dapat timbul dari makanan seperti lemak, susu, dan juga sering mengkonsumsi daging. Kolestrol tinggi akan mengakibatkan tanda-tanda seperti, tengkuk dan pundak kaku, seringkali kebas pada tangan atau kaki, pusing kepala bagian belakang, serta dada sebelah kiri seperti tertusuk. (Setiani, 2. Menurut WHO tahun 2019 dengan prevalensi hiperkolesterolemia tertinggi di dunia meliputi negara Eropa . %) Amerika prevalensi terendah di wilayah Afrika . %) dan asia Tenggara . %). Dari Riskedas atau Riset Kesehatan Dasar Nasional tahun 2018 menunjukan bahwa 21,2% warga Indonesia yang berusia kurang lebih 15 tahun mempunyai kadar kolesterol yang melebihi batas normal yaitu lebih dari 200 mg/dl . erdasarkan NCEP ATP . dan prevalensi dapat meningkat seiring dengan bertambahnya (Kemenkes, 2020. Prevelensi di Jawa Tengah hiperkolesterolemia pada tahun 2018 13,81 (Riskesdas. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung . 1,77% penderita kolesterol. Hiperkolesterolemia oleh keluhan seperti nyeri tungkai, mudah lelah, kehilangan keseimbangan, penurunan nafsu makan, kantuk berlebihan, kenaikan berat badan, stres, serta kram malam hari. Kondisi ini dapat menimbulkan masalah keperawatan seperti nyeri akut, risiko perfusi miokard tidak efektif, dan defisit pengetahuan. (Puspitasari, 2. Resiko perfusi miokard tidak efektif yaitu suatu kondisi beresiko mengalami penurunan sirkulasi arteri coroner yang Faktor resiko terjadinya masalah keperawatan risiko perfusi miokard tidak efektif yaitu hipertensi, pemebedahan jantung dan riwayat penyakit kardiovaskuler pada keluarga (Pokja SDKI DPP PPNI, 2. Penderita hiperkolesterolemia berisiko tinggi mengalami perfusi miokard tidak efektif akibat penumpukan lemak di dinding pembuluh darah, termasuk arteri Kondisi ini dapat mengurangi aliran darah ke jantung, memicu penyakit arteri koroner, serangan jantung, stroke, dan penyakit arteri perifer jika tidak segera ditangani(Rika Novia, 2. Tidakan yang dapat mengatasi masalah keperawatan risiko perfusi miokard tidak efektif adalah dengan dukungan untuk edukasi kesehatan, edukasi aktivitas, dan edukasi diet. (Kemenkes, 2020. Edukasi diet adalah pengetahuan pasien tentang diet dan Diet untuk penderita hiperkolesterolemia meliputi edukasi mengenai makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. Makanan yang dianjurkan antara lain pisang, alpukat, sayuran hijau sawi, bayam, kangkung, beras merah, kacang-kacangan, ikan salmon dan tomat(Sudiarto. Soewito, & Huriah, 2. Tomat merupakan salah satu jenis terapi herbal untuk menangani penyakit Menurut (Vino Rika Nofia, 2. tomat mempunyai kandungan seperti likopen yang efektif untuk menurunkan kolesterol, betakaroten dan vitamin E sebagai antioksidan yang dapat mencegah aglutinasi darah, sehingga dapat menurunkan tekanan Selain likopen, tomat juga menjadi sumber kalium, asam folat, vitamin A. Pemberian jus tomat adalah Pemberian jus dari 1 buah tomat dengan penambahan air 100cc dengan frekuensi pemberian 2 kali sehari selama 6 hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemberian jus tomat untuk menurunkan masalah keperawatan resiko perfusi miokard METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah 2 responden dengan hiperkolestrol yang mengalami masalah keperawatan risiko perfusi miokard tidak efektif. Metode menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi kepada responden. Kedua responden memenuhi kriteria inklusi yaitu kadar kolesterol lebih dari 200 mg/dl . mg/dL dan 300 mg/d. , mengalami resiko perfusi miokard dan bersedia menjadi responden dalam studi kasus initanda gejala hiperkolestrol dan risiko perfusi miokard tidak efektif. Evaluasi tindakan menggunakan SLKI perfusi miokard. Tindakan pemberian jus tomat dilakukan selama 6 hari dengan frekuensi 2 kali sehari pagi dan sore. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Penelitian dilaksanakan di wilayah binaan Puskesmas Kranggan pada tanggal 17 Ae 22 April 2025 responden 1 dan tanggal 18 Ae 23 April 2025. Hasil pengkajian responden 1 Ny. S usia 60 tahun didapatkan data : pasien bersedia menjadi responden, pasien Perempuan dengan usia 60 tahun dan memiliki kadar kolesterol 250 mg/dL sedangkan responden 2 Ny. I usia 63 tahun dan memiliki kadar kolesterol 200 mg/dL. Hasil pengkajian kedua respoden sebagai berikut : Tabel 1. Hasil pengkajian ktiteria inklusi Kriteria Penderita berjenis kelamin perempuan Penderita berusian > 60-75 tahun Kadar kolesterol > 200 m/dl Besedia mejadi reponden dalam studi kasus ini Selain melakukan pengkajian manifestasi klinis Hasil pengkajian manifestasi Oo Oo Oo Oo Ny. Tidak Oo Oo Oo Oo Ny. Tidak klinis terdapat dalan tabel 2 sebagai Tabel 2. Hasil pengkajian manifestasi klinis hiperkolestrol Kriteria Kolesterol >200 mg/dL? Pundak pegal? Mudah kelelahan? Riwayat nyeri dada? Mudah mengantuk? Sering mengalami kesemutan pada kaki? Pusing pada bagian tengkuk kepala belakang sampai pundak? Ny. Tidak Oo mg/dL Oo Oo Oo Oo Oo Oo Ny. Tidak Oo mg/dL Oo Oo Oo Oo Oo Oo Tabel 3. Hasil pengkajian karakteristik risiko perfusi miokard tidak efektif Ny. Tn M Faktor Risiko Ya Tidak Ya Tidak Apakah mengalami hipertensi? Oo Oo Apakah mengalami Oo Oo Apakah mengalami ue Oo penyakit Oo Oo Dari tabel 3 dapat disimpulkan bahwa Ny. S dan Ny. I mengalami masalah risiko perfusi miokard dan harus diberikan intervensi keperawatan. Kedua pemberian jus tomat dengan prosedur penelitian yamg diawali dengan kandungan, manfaat dan cara membuat jus tomat. dengan blender, masukkan tomat sebanyak 1 buah, tambahkan air 100 cc lalu tutup blender pastikan blender tertutup rapat, blender selama 12 mnt, tuangkan pada gelas, jus tomat siap diminum dan minum jus tomat 2x setelah makan selama 6 hari. Kemudian memberikan lembar informed consent kepada responden untuk persetujuan Pemberian jus tomat dilakukan selama 6 hari dengan frekuensi 2 kali sehari pagi dan sore. Responden dilakukan cek kadar kolestrol pada hari pertama dan hari ke 6 penelitian. Selain itu kedua responden juga dilakukan evaluasi luaran risiko perfusi miokard, tekanan darah dan frekuensi nadi. Hasil evaluasi kedua responden sebagai Tabel 4. Evaluasi luaran risiko perfusi miokard Ny. Outcome Ny. Nyeri Mual Muntah Diaforesis Keterangan :1=meningkat 2=cukup meningkat 3=sedang 4=cukup menurun 5=menurun (Berdasarkan luaran keperawatan menurut Tim Pokja SLKI DPP PPNI, 2. Denyut Tekanan Keterangan :1=memburuk 2=cukup memburuk 3=sedang 4=cukup membaik 5=membaik (Berdasarkan luaran keperawatan menurut Tim Pokja SLKI DPP PPNI, 2. (Tim Pokja SLKI DPP PPNI, 2. Tabel 5. Evaluasi tekanan darah, frekuensi nadi dan kadar kolesterol Outcome Nadi Tekanan Darah /80 Kolesterol Outcome Nadi Tekanan Darah /70 Kolesterol Ny. /75 /60 /65 /70 /75 /65 /65 /70 /65 /60 Ny. /70 /60 /60 /60 /70 PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas jus tomat untuk meningkatkan perfusi miokard pada penderita hiperkolestrol. Berdasarkan hasil pengkajian keedua responden didapatkan manifestasi klinis sebagai Kadar Kolesterol > 200 mg/dl Kolesterol adalah zat lemak yang terbuat dari zat hati dan lemak jenuh komponen zat seperti trigliserida, fospolipid, asam lemak dan Kadar kolesterol dalam darah dapat naik karena kelainan pada tingkat lipoprotein, yaitu partikel yang membawa kolesterol dalam aliran darah. (Prisilia Kurnia Wati, 2. Bahu dan leher pegal Meski bisa disebabkan oleh banyak hal, tengkuk terasa pegalpegal pada kenyatannya bisa menjadi tanda kolesterol tinggi. Kondisi ini dikaitkan dengan penumpukan plak /65 /70 /65 /80 /70 di pembuluh darah pada area leher. Penumpukan plak akibat kolesterol tinggi tersebut dapat menghalangi aliran darah yang ada di leher dan menuju ke otak. (Solikin. , & Muradi, 2. Nyeri dada Penumpukan plak akibat kadar kolesterol tinggi juga bisa terjadi pada pembuluh darah jantung pengidap kolesterol tinggi bisa mengalami gejala nyeri dada. Kondisi inilah yang menjadi awal mula terjadinya penyakit jantung atau serangan jantung sebagai komplikasi dari kolesterol tinggi. (Solikin. , & Muradi, 2. Peningkatan kadar kolesterol dalam darah dapat menyebabkan gangguan aliran darah ke miokard sehingga memicu munculnya gejala nyeri Mudah mengantuk Sering mengantuk bisa menjadi salah satu dampak tidak langsung dari kolesterol tinggi dan adanya sumbatan pada pembuluh darah. Sering mengantuk dikaitkan dengan asupan aliran darah yang membawa oksigen ke otak berkurang. Dengan ini, keluhan sering mengantuk dan mudah lelah pun dapat terjadi. (Prisilia Kurnia Wati, 2. Pusing Pusing pada kedua responden ini kolesterol didinding pembuluh darah arteri menyempit dan menghambat aliran darah ke otak kemudian membuat suplai oksigen ke otak berkurang yang memicu gejala pusing dan sakit kepala terutama pada kepala belakang. (YANNI, Pada studi kasus ini ditemukan faktor risiko perfusi miokard yaitu hipertensi, riwayat penyakit jantung dalam keluarga sehingga dapat dirumuskan diagnosa keperawatan risiko perfusi miokard tidak efektif dibuktikan dengan faktor risiko hipertensi, hiperlipidemia, hiperglikemia dan riwayat penyakit jantung dalam Intervensi pemberian jus tomat pada penderita hiperkolesterolemia yang mengalami masalah keperawatan risiko perfusi miokard ini dilakukan selama 6 hari dengan frekuensi 2 kali sehari pagi dan sore sesuai dengan penelitian Tindakan pemberian jus tomat ini dilakukan sesuai dengan SOP. Jus tomat diminum 2x setelah makan selama 6 hari bertujuan untuk menurunkan kadar kolesterol. Jus tomat mengandung senyawa antioksidan yaitu karatinoid, vitamin E, vitamin C dan Unntuk mengatasi masalah risiko perfusi miokard tidak efektif dan (Anggraeni, 2. Luaran yang digunakan dalam studi kasus ini adalah perfusi miokard. Hasil pemeriksaan kadar kolesterol pada kedua responden mengalami penurunan yaitu 250 mg/dL menjajdi 237 mg/dL . mg/d. dan 300 mg/dL menjadi 263 mg/dL . mg/d. Berdasarkan hasil evaluasi tersbut dapat dikatakan bahwa meningkatkan perfusi miokard dan menurunkan kadar kolesterol darrah. Penurunan kadar kolesterol darah akan meningkatkan aliran darah ke jaringan meningkatkan perfusi mokard. KESIMPULAN Berdasarkan hasil studi kasus yang dilakukan pada dua responden dapat disimpulkan bahwa Penelitian ini dilakukan pada 2 pengkajian didapatkan hasil pada Ny. S merupakan responden perempuan dengan usia 60 tahun, memiliki kadar kolesterol 250 mg/dL dan Ny. I responden perempuan dengan usia 63 tahun, memiliki kadar mg/dL. Kedua responden mengeluh Pundak pegal, mudah Lelah, mudah mengantuk dan pusing pada tengkuk kepala belakang sampai pundak Setalah dilakukan implementasi pemberian jus tomat pada kedua meningkat, keluhan pundak pegal, mudah lelah, mudah mengantuk, pusing pada tengkuk kepala belakang sampai pundak menurun dan kadar kolesterol darah menurun. Penurunan kadar kolesterol darah akan meningkatkan aliran darah ke jaringan tubuh terutama miokard dan meningkatkan perfusi mokard. Jus tomat yang diberikan 2 kali sehari selama 6 hari berturut-turut efektif untuk meningkatkan perfusi dengan capaian skala dari skala 3 ( sedan. menjadi skala 5 . dan penurunan kadar kolesterol yaitu 250 mg/dL menjajdi 237 mg/dL . mg/d. dan 300 mg/dL menjadi 263 mg/dL . mg/d. SARAN. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan mengembangkan studi kasus ini lebih baik lagi dan memperbanyak referensi, wawasan terkait pemberian jus tomat untuk meningkatkan perfusi miokard serta menurunkan kadar kolesterol. DAFTAR PUSTAKA