Terbit online pada laman web jurnal: http://journal. id/index. php/JASENS JOURNAL OF APPLIED SMART ELECTRICAL NETWORK AND SYSTEMS (JASENS) Vol. 2 No. 30 Ae 35 ISSN Media Elektronik: 2723-5467 Implementasi Kontrol Proportional - Integral Pada Konverter Bidirectional Untuk Sistem Pengisian Baterai Turbin Angin Hamlah Nadela Ilif B. J1. Herman Hariyadi2 Teknik Elektronika. Teknik Elektro. Politeknik Negeri Malang nadelahamlah8@gmail. Abstract The level of demand for electrical energy in Indonesia is currently getting higher and will continue with the increase in population, so that it is required to conduct research in the field of renewable energy. To be able to support renewable energy research, a switching circuit is needed for the battery charging system. The switching circuit used is aKonverter bidirectional circuit controlled by an Arduino Uno microcontroller based on PI (Proportional-Integra. PI control functions to regulate the voltage so that it has a stable output voltage value. From the research results of theKonverter bidirectional circuit, using trial and error control constants Kp: 2,6 and Ki: 5,6, it was found that the battery charging time was obtained with an initial voltage of 22. 9 Volt to 24 Volt battery without using PI control, which was 6 hours 57 minutes, whereas if using the PI control with Kp: 2,6 and Ki: 5,6 with the initial battery voltage of 22. 9 Volt to 24 Volt, the battery charging becomes faster, which is 2 hours 45 minutes. Keywords: Control PI,Konverter bidirectional. Microcontroller. Battery Charging System. Abstrak Tingkat kebutuhan energi listrik di Indonesia saat ini semakin tinggi dan akan terus meningkat dengan bertambahnya jumlah populasi, sehingga dituntut untuk melakukan penelitian di bidang renewable energy. Untuk dapat mendukung penelitian renewable energy dibutuhkan rangkaian switching untuk sistem pengisian baterai. Rangkaian switching yang digunakan yaitu rangkaianKonverter bidirectional yang dikontrol oleh mikrokontroler Arduino Uno berbasis kontrol PI (Proportional-Integra. Kontrol PI berfungsi untuk mengatur tegangan agar memiliki nilai tegangan output yang stabil. Dari hasil penelitian rangkaianKonverter bidirectional, dengan menggunakan cara trial dan error konstantan kendali yang didapat adalah Kp: 2,6 dan Ki: 5,6, didapatkan waktu pengisian baterai dengan tegangan awal baterai 22,9 Volt hingga 24 Volt tanpa menggunakan kontrol PI yaitu 6 jam 57 menit, sedangkan jika menggunakan kontrol PI dengan Kp : 2,6 dan Ki : 5,6 dengan tegangan awal baterai 22,9 Volt hingga 24 Volt maka pengisian baterai menjadi lebih cepat yaitu 2 jam 45 menit. Kata kunci: Kontrol PI. Konverter Bidirectional. Mikrokontroler. Sistem Pengisian Baterai. Diterima Redaksi : 24-05-2021 | Selesai Revisi : 21-06-2021 | Diterbitkan Online : 30-06-2021 Pendahuluan Pada Era ini, penelitian dalam bidang renewable energy sudah banyak dilakukan. Di Indonesia sendiri mulai Tingkat kebutuhan energi listrik di Indonesia saat ini mengembangkan energi angin sebagai sumber energi semakin tinggi dan akan terus bertambah dengan listrik. Namun, terdapat beberapa kendala dalam perkembangan jumlah populasinya. Peningkatan pengembangannya, salah satunya adalah kondisi angin kebutuhan tersebut akan berpengaruh pada konsumsi di Indonesia yang tidak stabil. Dalam hal ini dibutuhkan energi fosil sebagai bahan utama dalam menghasilkan sebuah rangkaian elektronika daya berupa konverter energi listrik di Indonesia. Sedangkan jumlah energi DC-DC untuk menyesuaikan tegangan keluaran. fosil di Indonesia sudah semakin berkurang akibat Konverter yang digunakan ialahKonverter bidirectional penggunaan secara terus menerus serta energi fosil atau konverter DC-DC dua arah. Dalam pemanfaatan merupakan energi yang tidak dapat diperbaharui rangkaianKonverter bidirectional, maka diperlukan . nrenewable resource. Maka dari itu diperlukan switching otomatis menggunakan mikrokontroler. energi alternatif yang dapat diperbaharui dan tidak Dimana sebagai pembangkit sinyal Pulse Width menyebabkan polusi seperti energi fosil. Modulation (PWM) serta pengolah error dengan set point tegangan dan arus. Beberapa metode telah Hamlah Nadela1. Herman Hariyadi2 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 2 No. 30 Ae 35 dikembangkan untuk dapat mengisi daya pada baterai tegangan pada prototype sistem turbin angin yang menggunakan kemudian masuk ke ADC mikrokontroler. metodeKonverter bidirectional berbasis Kontrol PI . sebagai pengatur daya pada turbin angin Permanent Magnet Synchronous Generator (PMSG) yang dapat bekerja dalam dua mode yaitu mode pengisian dan mode pengosongan, sehingga tegangan keluaran stabil . Penggunaan kontrol PI dapat menghasilkan nilai output yang stabil sesuai dengan set point yang telah ditentukan . Metode Penelitian Diagram Blok Gambar 2. Rangkaian Sensor Tegangan Untuk mengetahui besaran komponen yang digunakan R14 dan R15 pada rangkaian sensor tegangan maka dapat menggunakan persamaan yaitu : Perhitungan Arus Maksimal Pada Beban Resistor ya!"# = %!"# &,() ya!"# = *& ya!"# = 8 ycoya Gambar 1. Diagram Blok Perhitungan Nilai Resistansi Total Kedua Resistor Gambar 1 merupakan diagram blok, prinsip kerja dariKonverter bidirectional yaitu untuk mengatur proses charging dan discharging baterai yang bersumber dari generator. RangkaianKonverter bidirectional menggunakan input PWM dengan tujuan untuk mengatur duty cycle sehingga mendapatkan hasil yang maksimal dalam proses pengisian baterai. Untuk dapat menentukan nilai PWM yang akan digunakan, maka diperlukan sensor arus dan tegangan sebagai feedback ke mikrokontroler. Selama proses charging maupun discharging, sensor arus dan tegangan akan terus bekerja untuk memonitoring input dan output rangkaianKonverter bidirectional. Arduino Uno digunakan untuk membaca output dari sensor arus dan sensor tegangan yang direpresentasikan dengan duty cycle untuk kontrolerKonverter bidirectional melalui Penggerak. Penggerak berfungsi untuk menyesuaikan tegangan output dari mikrokontroler menujuKonverter Input dari sensor arus dan sensor tegangan akan diproses oleh Arduino Uno menggunakan metode Proportional Integral (PI) yang menghasilkan output tegangan yang stabil. %!"# ycIycycuycycayco! , = -!"# ycIycycuycycayco! , = &,&&. Perhitungan Nilai Resistansi R1 dan R2 ycOycuycyc = /. /1 x Vin 5 = /. /1 x 30 5ycI1 5ycI2 = 30ycI2 yaycnycoyca ycI1 = 12yco, ycI2 = . Perancangan Modul Sensor Arus Gambar 3 menunjukkan perancangan sensor arus, fungsi dari sensor arus ACS712 adalah untuk mendeteksi besarnya arus yang mengalir dan mendeteksi besarnya arus pada beban. Modul sensor arus ACS712 dapat mendeteksi arus hingga 5A dan sinyal arus ini dapat dibaca melalui IO port Arduino. Sensor ACS712 5A membutuhkan tegangan supply 5v untuk bekerja. Perancangan Sensor Tegangan Gambar 2 menunjukkan perancangan sensor tegangan, dalam pembacaan tegangan output generator diperlukan sebuah sensor yang dapat menurunkan tegangan menjadi tegangan yang dibutuhkan oleh ADC mikrokontroler, namun tetap dapat mewakili nilai tegangan asli. Maka digunakanlah prinsip dasar rangkaian listrik voltage divider. untuk menurunkan . ycIycycuycycayco! , = 3,7 ycoE Gambar 3. Rangkaian Modul Sensor Arus Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Hamlah Nadela1. Herman Hariyadi2 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 2 No. 30 Ae 35 Perancangan Penggerak Mosfet Gambar 4 menunjukkan perancangan penggerak mosfet, penggerak mosfet berfungsi untuk mengendalikan kinerjaKonverter bidirectional yang input-nya berupa sinyal PWM. Sinyal PWM tersebut dikontrol melalui Arduino dengan pengendalian nilai duty cycle yang dihasilkan oleh kontrol PI. turbin angin kurang dari 24V maka rangkaian akan bekerja sebagai mode discharge sehingga baterai tidak cepat rusak akibat terus-menerus di-charger. Gambar 5. Rangkaian Konverter bidirectional Untuk dapat mengetahui besaran komponen yang digunakan seperti tahanan pull up mosfet, duty cycle, induktor dan kapasitor maka dapat menggunakan persamaan yaitu : Gambar 4. Rangkaian Penggerak Mosfet Untuk mengetahui besaran komponen yang digunakan Perhitungan Mencari Nilai Hambatan R4 R1. R2 dan R3 pada rangkaian penggerak mosfet maka "3$(A":) ycI4 = dapat menggunakan persamaan yaitu : (=3&. = 1. = 16 E Perhitungan Mencari Nilai Hambatan R1 ycI1 = ycI1 = "3$ )3&,5 789: 1,) . ycI1 = 2. Pada rangkaianKonverter bidirectional menggunakan resistor 470 Ohm karena terdapat dipasaran. Perhitungan Nilai Duty Cycle Minimal dan Maksimal Pada rangkaianKonverter bidirectional menggunakan U: 0K Ohm karena terdapat dipasaran. yaycoycaycu = U:3% ,(DEF) = . (=)3*& Perhitungan Mencari Nilai Hambatan R2 ycI2 = "3%-< (=3=,) &,) . = 39 = 0,40 yaycoycnycu = U:3% ,(DEF) . = . (=)3(G = 0,48 Pada rangkaianKonverter bidirectional menggunakan Perhitungan Nilai Minimal dan Maksimal Induktor resistor 470 Ohm karena terdapat dipasaran. yaycoycnycu = Perhitungan Mencari Nilai Hambatan R3 ycI3 = = &. = 180 Pada rangkaianKonverter bidirectional menggunakan resistor 330 Ohm karena terdapat dipasaran. Perancangan Konverter bidirectional (IA . &,=. )1& = (#*1. *5(,)) %8<3%> H! ,)/ = 0,00008287 = 828 AAH H! ,)/ yaycoycaycu = . (IA . &,=&)1& (#*1. *5(,)) = 0,00009562 = 956 AAH Didapat nilai minimum induktor sebesar 828 AAH dan Bidirectional converter memiliki fungsi sebagai nilai maksimum sebesar 956 AAH, maka inductor yang regulator daya pada saat proses charging dan digunakan pada rangkaian sebesar 900 AAH. discharging baterai. Konverter bidirectional digunakan pada saat tegangan output dari prototype turbin angin Perhitungan Nilai Minimal dan Maksimal Kapasitor lebih dari 24V maka rangkaian akan bekerja sebagai mode charge. Pada saat tegangan output dari prototipe Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Hamlah Nadela1. Herman Hariyadi2 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 2 No. 30 Ae 35 %8. H!"#) Pengujian Sensor Arus (=. &,=. Pengujian sensor arus bertujuan untuk mengukur arus pada sistem charging baterai serta untuk mengetahui perbandingan error antara pengukuran dengan perhitungan seperti pada tabel 2. yaycoycnycu = . yK&&L