ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 3 SEPTEMBER 2022 HUBUNGAN ANTARA SIKAP PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN KUALITAS TIDUR PADA SISWA SMA KARTINI BATAM Ibrahim1. Ade Riki Harahap2,Filsi Putri Parbo3 1Fakultas Kedokteran Universitas Batam, ibrahim@univbatam. 2Fakultas Kedokteran Universitas Batam, aderikiharahap@univbatam. 3Fakultas Kedokteran Universitas Batam, filsiparbo1@gmail. ABSTRAK Background: Smartphones have now become a special need for everyone, especially teenagers. Excessive smartphone use can interfere with sleep quality. Lack of individual ability to control the intensity of smartphone use can result in poor sleep quality. Teenagers need more bedtime no less than 8 hours every night. Methods: The research used an observational analyticmethod by the cross sectional approach. The data collection technique used the Probability Sampling technique using the simple random sampling method with a sample of 105 students in 2021. The data collection used two questionnaires, namely the Smartphone Addiction questionnaire for the intensity of smartphone use and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire for sleep quality. The data were then analyzed using Fisher's exact test. Results: There were moderate smartphone use attitudes with poor sleep quality, namely 77 people . 3%), and high smartphone use attitudes with poor sleep quality, namely 12 people . 4%). Based on the results of the study, none of the respondents with high smartphone use attitudes had good sleep quality . %). Fisher's test results obtained p value = 0. <0. Conclusion:According to this research, it can be concluded that there was a correlation between the smartphone usage attitude with the studentsAo sleeping quality at Kartini Batam Senior High School. Keywords:Attitude,Smartphone. Sleep quality ABSTRAK Latar Belakang:Smartphone saat ini sudah menjadi kebutuhan khusus untuk semua orang khususnya Sikap penggunaan smartphone yang berlebihan dapat mengganggu kualitas tidur. Kurangnya kemampuan individu mengontrol intensitas penggunaan smartphone dapat mengakibatkan buruknya kualitas tidur. Usia remaja memerlukan waktu tidur tidak kurang dari 8 jam setiap malam. Metode : Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan datamenggunakan teknik Probability Sampling dengan menggunakan metode simple randomsamplingdengan jumlah sampel sebanyak 105 siswa pada tahun 2021. Pengumpulan data menggunakan dua kuisioner yaitu kuesioner Smartphone Addiction untuk intensitas penggunaan smartphone dan kuesioner Pittsburgh Sleep QualityIndex(PSQI) untuk kualitas tidur. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher. Hasil:Didapatkan sikap penggunaan smartphone sedang dengan kualitas tidur buruk yaitu 77 orang . ,3%), dan sikap penggunaan smartphone yang tinggi dengan kualitas tidur buruk yaitu 12 orang . ,4%). Berdasarkan hasil penelitian, tidak ada responden dengan sikap penggunaan smartphone yang tinggi memiliki kualitas tidur yang baik . %). Hasil uji Fisher didapatkan p value = 0,028 . < 0,. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini bahwa ada hubungan antara sikap penggunaan smartphone terhadap kualitas tidur pada siswa di SMA Kartini Batam. Kata Kunci:Sikap,Smartphone. Kualitas tidur Universitas Batam Page 261 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 3 SEPTEMBER 2022 PENDAHULUAN kelompok usia 20-24 tahun dan anak anak Pengguna smartphone berasal dari berbagai kalangan usia serta sudah tersebar diberbagai daerah, bahkan sebagian orang menjadikan ketergantungan terhadap ponsel pintar tersebut (Lim. Radzol. Cheah, & Wong, 2. Jumlah pengguna smartphone secara global makin meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2019, setidaknya terdapat 3,2 miliar pengguna smartphone, naik hingga 5,6% dari Sementara perangkat aktif yang digunakan mencapai 3,8 Pada Tahun pengguna smartphone diprediksi mencapai 3,9 Pertumbuhan digerakkan oleh region-region yang sedang berkembang, termasuk Timur Tengah. Afrika. Amerika Latin, dan Asia Tenggara ((Ed. Prevalensi pengguna smartphone berdasarkan daerah didapatkan masyarakat Pulau Jawa merupakan pengguna smartphone terbanyak yaitu 86,60ri total populasi di Pulau Jawa. Pengguna terbanyak kedua yaitu Sumatera dengan jumlah 84,14%, selanjutnya yang ketiga Kalimantan 52, 12%. Bali dan Nusa Tenggara berada pada posisi keempat dengan jumlah45,24%, kelima Sulawesi 43,82%, dan terakhir Maluku dan Papua sebanyak 27,68% (Islami, 2. Pengguna Indonesia Sementara Universitas Batam . engan tergolong sebagai pengguna internet. Sehingga dari data diperoleh dari 171,17 juta pengguna yang menggunakan internet dan menunjukkan bahwa kalangan remaja atau generasi muda yang paling banyakmenggunakan internet. Hasil tersebut menunjukan bahwa rentang usia tertinggi pengguna smartphone secara luas banyak digunakan siswa sekolah (Palinggi & Limbongan, 2. Penggunaan smartphone secara terus-menerus 8 sampai 10 jam sehari sehingga lupa dengan kewajiban seperti belajar dapat menyebabkan Tergantung dihabiskan untuk smartphone . urasi dan frekuens. , ada beberapa efek buruk seperti gangguan sosial dan gangguan emosional (Kumar, 2. Berdasarkan National Sleep Foundation, kebutuhan tidur yang normal pada remaja adalah 8-10 jam dan kebutuhan tidur yang sehat bagi remaja akan menghasilkan istirahat yang lebih baik. Bagi anak dan remaja, kecukupan tidur diharapkan bisa menunjang tumbuh kembang dan menjaga konsentrasinya saat bersekolah karena itulah setiap orang durasinya disesuaikan dengan usia (Aswar & Erviana, 2. American Academy of Pediatris adalah sebuah lembaga yang menangani masalah remaja di Amerika. Dimana menyatakan Page 262 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 3 SEPTEMBER 2022 Berdasarkan penelitian-penelitian yang ada, mempengaruhi yaitu waktu jatuh tidur yang menunjukkan bahwa remaja yang kurang tidur lebih lama, durasi tidur yang berkurang serta adanya gangguan ketika tidur yang terjadi hal-hal diantaranya rentan mengalami kecelakaan, paling tidak satu kali dalam seminggu. masalah kesehatan fisik, gangguan memori. Salah dan masalah kesehatan mental (Huda, 2. smartphoneterbanyak adalahdalam kelompok Kebutuhan tidur yang cukup tidak hanya usia 15-19 tahun yaitu kalangan siswa ditentukan oleh faktor jam tidur . uantitas SMA. Siswa di SMA Kartini Batam tidu. , tetapi juga oleh kedalaman tidur diizinkan membawa smartphoneke Sekolah, . ualitas tidu. Kualitas tidur meliputi aspek namunsmartphone hanya boleh di gunakan kuantitatif dan kualitatif tidur, seperti lamanya tidur, waktu yang diperlukan untuk bisa menggunakan smartphone dan jam istirahat. Siswa SMA kartini batam memiliki waktu subjektif seperti kedalaman dan kepulasan lebih untuk menggunakan smartpone. Selain Kualitas tidur dikatakan baik jika tidak digunakan untuk belajar dan sebagai alat menunjukkan tanda-tanda kekurangan tidur komunikasi, smartphone juga digunakan untuk dan tidak mengalami masalah dalam tidur. bermain game online dan mengakses sosial Kondisi Melihat dikalangan dewasa muda terutama mahasiswa yang nantinya bisa menimbulkan banyak efek, hubungan antara sikap penggunaansmartphone seperti berkurangnya konsentrasi belajar dan terhadap kualitas tidur yang respondennya gangguan kesehatan (Nilifda. Nadjmir, & akan ditargetkan kepada siswa kelas XII SMA Hardisman, 2. Kartini Batam karena siswa kelas XII akan Prevalensi gangguan kualitas tidur pada lebih sering menggunakan smartphone untuk remaja dari berbagai penelitian menunjukan mengakses info mencari universitas yang akan hasil yang bervariasi, didapatkan 21,2% anak dipilih untuk melanjutkan perkuliahan setelah menyelesaikan pendidikan di SMA. Beijing Siswa SMP SMU menunjukan prevalensi gangguan kualitas tidur bervariasi mulai 15,3% hingga 39,2% (Azmi & Erkadius, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Nika dengan responden remaja di SMA . ekolah menegah terhadap kualitas tidur yang buruk. Hal Universitas Batam METODE PENELITIAN Metode Dalam penelitian ini yang dijadikan populasi adalah Siswa kelas XII SMA kartini batam pada tahun 2021. Teknik sampling yang digunakan adalahteknik Probability Sampling Page 263 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 3 SEPTEMBER 2022 Pengumpulan adanya penekanan dari teman sebaya dan juga masyarakat, faktor budaya berpengaruh paling menggunakan dua kuisioner yaitu kuesioner luas dan mendalam terhadap perilaku remaja. Smartphone faktor sosial sebagai acuan utama dalam Addiction kuesionerPittsburgh Sleep QualityIndex(PSQI) untuk kualitas tidur. Data kemudian dianalisis remaja seperti usia dan tahap siklus hidup, menggunakan uji Chi-Square (Rashid. Nika, pekerjaan dan lingkungan ekonomi, gaya & Thomas, 2. hidup, dan konsep diri. PenelitianinidilaksanakandiSMA Hasil penelitian ini menunjukkan pelajar Kartini Batam pada tanggal 8 Januari 2021. memiliki beban atau tanggung jawab dalam Variabel Independen dalam penelitian ini proses belajar khususnya kelas XII untuk Variabel Dependendalampenelitian Untuk Analisis Univariat Distribusi Frekuensi Kualitas Tidur Distribusi Frekuensi Sikap Penggunaan Smartphone Tabel 2 Distribusi frekuensi kualitastidur Kualitas Tidur Frekuensi Persentase . Baik Buruk Total Tabel 1 Distribusi Frekuensi Sikap Penggunaan Smartphone Sikap Frekuensi PenggunaanSmartphone Rendah Sedang Tinggi Total Persentase Berdasarkan Tabel 1 dapat dijelaskan bahwa sebanyak 87 siswa . ,9%) menggunakan smartphone dalam kategori sedang, selebihnya menggunakan smartphone dalam kategori tinggi 12 orang . ,4%) dan rendah 6 orang kategori rendah. kecanggihannya dapat memudahkan semua kebutuhan remaja, lingkungan yang membuat Universitas Batam Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 2didapatkan sebanyak 93 responden . ,6%) memiliki kualitas tidur yang buruk, sedangkan 12 responden . ,4%) lainnya memiliki kualitas tidur baik. Kualitas tidur seseorang bisa dikatakan baik jika tidak menunjukkan berbagai tanda dari masalah dalam tidurnya. Faktor yang mempengaruhi sikap penggunaan dan menyelesaikan tugas sekolah melaui HASIL DAN PEMBAHASAN dituntut untuk lebih banyak mencari informasi iniadalahkualitas tidur. ,7%) Universitas. Salah satu masalah kesehatan remaja saat ini adalah kurangnya kebutuhan tidur sehingga mempengaruhi kualitas tidur. Tidur pada Page 264 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 3 SEPTEMBER 2022 dibandingkan usia lainnya, ini disebabkan di Sebuah lembaga yang menangani masalah akhir masa pubertas mengalami sejumlah pelajar dan remaja di Amerika menyatakan perubahan yang seringkali mengurangi waktu bahwa remaja usia sekolah membutuhkan Remaja lebih sering tidur larut malam waktu tidur yang cukup. Berdasarkan berbagai dan bangun lebih cepat, sehingga remaja penelitian, remaja yang kurang tidur akan seringkali mengantuk berlebihan pada siang mengalami berbagai hal negatif diantaranya Individu usia remaja atau siswa yang duduk di bangku SMA, membutuhkan waktu tidur setidaknya 8-9 jam setiap harinya (Sastroasmoro, 2. obesitas serta masalah kesehatan mental. Dari hasil kuesioner yang peneliti dapatkan. Namun masih terdapat responden sebesar 11,4 diketahui bahwa rata-rata subjek tidur setiap ngan Hal harinya berkisar tidak lebih dari 8 jam. Bahkan dikarenakan reponden memperhatikan jam ada beberapa subjek yang tidur hanya sekitar tidursehingg memiliki kualitas tidur yang baik. 4-5 jam setiap harinya. Analisis Bivariat Hubungan Antara Sikap Penggunaan Smartphone Dengan Kualitas Tidur Tabel 3 Hubungan Antara Sikap Penggunaan Smartphone dengan Kualitas Tidur Sikap Penggunaan Smartphone . = . Rendah Sedang Tinggi Total Berdasarkan Kualitas Tidur Baik Buruk Total p value 0,028* Tabel kualitas tidur buruk yaitu 12 orang . ,4%). tidak ditemukan responden dengan sikap smartphone yang rendah dan memiliki kualitas penggunaan smartphone yang tinggi memiliki tidur baik sebanyak 2 responden . ,9%), kualitas tidur yang baik . %). 4 responden . ,8%) Berdasarkan analisis dari uji statistik dengan sikap penggunaan smartphone yang Exactdiperoleh nilai p value = 0,028 . < 0,. , sehingga dapat disimpulkan terdapat Responden sebanyak 10 orang . ,5%) dan paling banyak smartphone terhadap kualitas tidur pada ditemukan pada responden sikap penggunaan siswadi SMA Kartini Batam. Menurut buruk yaitu 77 orang . ,3%), dan sikap penggunaan smartphone yang tinggi dengan smartphone dengan kualitas tidur pada remaja Universitas Batam Fisher smartphone sedang dengan kualitas tidur baik smartphone sedang dengan kualitas tidur Page 265 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 3 SEPTEMBER 2022 disebabkan karena penggunaan smartphone memiliki kualitas tidur buruk . ,8%). Hal ini terlebih saat malam hari akan menggangu dapat disebabkan karena faktor lain selain jadwal tidur seseorang, selain itu jika terlalu penggunaan smartphone misalnya pada saat lama bertatapan dengan layar smartphone dalam waktu lama maka akan menimbulkan sehinggamenyebabkan gangguan tidur pada kesulitan untuk tertidurkarena sinar biru yang remaja tersebut. Kondisi stres emosional misalnya yang berhubungan dengan pelajaran menyebabkan seseorang tetap terjaga, dimana atau masalah keluarga juga akan memberi tubuh akan sesorang akan mudah mengantuk jika dalam keadaan cahaya redup. Hal ini kualitas tidur remaja. Kemudian kondisi terlihat dari hasil penelitian dimana proporsi lingkungan fisik yang bising juga dapat kualitas tidur baik . ,9%). kualitas tidur. Selain itu, faktor kelelahan akibat aktifitas yang berlebihan misalnya yang Selain itu, responden dengan sikap berhubungan dengan kegiatan di sekolah dapat mengakibatkan remaja mengalami gangguan memiliki kualitas tidur buruk . ,4%), dan kualitas tidur. Kemudian berdasarkan hasil penelitian juga didapatkan bahwa sebagian smartphone sedang memiliki kualitas tidur buruk . ,3%). Selain itu, tidur berdekatan smartphonesedang namun memiliki kualitas tidur baik . ,5%). Hal ini dapat disebabkan kualitas tidur dikarenakan pada saat malam karena karena faktor lain selain penggunaan hari smartphone yang diletakan didekat tempat smartphone misalnya walaupun responden tidur, dalam keadaan aktif dapat berdering atau merasa selalu memikirkan smartphone saat bergetar menandakan adanya notifikasi pesan melakukan tugas atau saat bekerja, terus- dan sebagainya maka otak akan bersiaga untuk menerus memeriksa smartphone agar tidak menerima stimulus dari luar yang berupa ketinggalan percakapan antara orang lain di suara, cahaya, dan getaran dari smartphone, sosial media yang di milik, namun tetap selanjutnya otak mengirimkan sinyal tersebut memperhatikan jam tidur malam mereka. sehingga menyebabkan remaja tetap terjaga KESIMPULAN dimalam hari. Kesadaran ini menyebabkan Terdapat otak terus waspada tanpa kita sadari sehingga penggunaan smartphone terhadap kualitas tidur berdekatan dengan smartphone akan tidur pada siswa di SMA Kartini Batam. dapat mengurangi kualitas tidur. SARAN Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian responden dengan sikap Universitas Batam Disarankan bagi siswa sebagai pengguna aktif Page 266 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 3 SEPTEMBER 2022 memperhatikan kualitas tidurnya agar tidak berpengaruh pada kesehatan fisik, tingkat emosi, konsentrasi, prestasi belajar ataupun masalah yang lebih serius. Selain itu, agar menggunakan smartphone sebagai fasilitas yang diberikan oleh orangtua. Ada baiknya dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan sekolah atau hiburan seperlunya, bukan justru digunakan untuk hal-hal yang tidak penting dan lebih memperhatikan jam tidur sehingga menghasilkan kualitas tidur yang baik. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menghaturkan terimakasih kepada dr. Nurul Widiati H. Sp. M dan ibu Cevy Amelia. ChtAos. ,M. Psi. ,Psikolog yang telah memberikan masukan dalam penelitian ini. Tidak lupa juga penulis ucapkan terimakasih kepada pihak SMA Kartini Batam yang telah menerima serta mendukung untuk dilaksanakannya penelitian di SMA Kartini Batam DAFTAR PUSTAKA