Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat p-ISSN: 2797-9407, e-ISSN: 2797-9423 Volume 6, nomor 2, 2026, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/bajpm. Pendampingan Strategi Linguistik dalam Komunikasi Islam untuk Meningkatkan Ketahanan Digital Berbasis Lintas Budaya Era Pasca-Digital di Istanbul Sabahattin Zaim University-Turkey Faustyna Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik. Universitas Muhamadiyah Sumatera Utara. Medan. Indonesia *Coresponding Author: faustyna@umsu. Dikirim: 11-04-2026. Direvisi: 22-04-2026. Diterima: 23-04-2026 Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan digital mahasiswa melalui pendampingan strategi linguistik dalam komunikasi Islam berbasis pemahaman lintas budaya di era pasca-digital. Kegiatan dilaksanakan di Istanbul Sabahattin Zaim University-Turkeye, dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui workshop, diskusi interaktif, simulasi kasus, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait komunikasi digital yang inklusif, kemampuan menyaring informasi, serta penggunaan bahasa yang adaptif dalam konteks lintas budaya. Pendampingan ini juga berhasil meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya komunikasi Islam yang moderat dan kontekstual di ruang digital global. Kegiatan ini diharapkan menjadi model penguatan kapasitas komunikasi digital berbasis nilai keislaman yang adaptif di era pasca-digital. Kata Kunci: Ketahanan digital. komunikasi Islam. strategi linguistik. lintas budaya, pengabdian masyarakat. Abstract: This community service activity aims to improve students' digital resilience through mentoring on linguistic strategies in Islamic communication based on cross-cultural understanding in the post-digital era. The activity was held at Istanbul Sabahattin Zaim University. Turkey, involving students from various cultural backgrounds. The method used was participatory mentoring through workshops, interactive discussions, case simulations, and pre- and post-test evaluations. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding of inclusive digital communication, their ability to filter information, and adaptive language use in cross-cultural contexts. This mentoring also succeeded in raising participants' awareness of the importance of moderate and contextual Islamic communication in the global digital space. This activity is expected to become a model for strengthening the capacity of digital communication based on adaptive Islamic values in the post-digital era. Keywords: Digital resilience. Islamic communication. linguistic strategies. cross-cultural, community service. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi global(Hefner, 2. , termasuk dalam praktik komunikasi Islam(Esor et al. , 2. yang kini berkembang di ruang digital. Era pasca-digital (Kent & Saffer, 2. ditandai dengan meningkatnya interaksi lintas budaya yang kompleks serta arus informasi yang sangat cepat(Baulch, 2. (Hidayat et al. , 2. Dalam konteks ini, kemampuan individu untuk beradaptasi secara digital menjadi sangat Komunikasi lintas budaya dalam konteks Islam(Barendregt, 2. (Seminar, @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Faustyna. Pendampingan Strategi Linguistik dalam Komunikasi Islam untuk. sering menghadapi tantangan berupa perbedaan interpretasi, penggunaan bahasa yang tidak kontekstual, serta potensi kesalahpahaman antarbudaya. Oleh karena itu, diperlukan strategi linguistik(Myller, 2. yang mampu menjembatani perbedaan tersebut agar pesan yang disampaikan tetap efektif dan tidak menimbulkan konflik. Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat global dituntut memiliki ketahanan digital, yaitu kemampuan untuk memahami, menyaring, dan menyampaikan informasi secara bijak di ruang digital(Brigden. , and Mainwaring. Namun, masih ditemukan keterbatasan dalam kemampuan komunikasi lintas budaya, khususnya dalam penggunaan bahasa yang adaptif dan inklusif. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam bentuk pendampingan strategi linguistik untuk meningkatkan ketahanan digital(Livingstone, 2. mahasiswa dalam komunikasi Islam(E-sor et al. , 2. berbasis pemahaman lintas budaya di era pasca-digital. Gambar 1. Peserta PKM Mahasisa dan dosen dari UMSU Sumber: Konferensi International di Istanbul Shabatinn Zaim University. Turkey 25 Maret -1 April Gambar 2. Peserta PKM Mahasisa dan dosen dari UMSU Sumber: Konferensi International di Istanbul Shabatinn Zaim University. Turkey 25 Maret - 1 April Gambar 3. Peserta PKM Mahasisa dan dosen dari UMSU Sumber: Konferensi International di Istanbul Shabatinn Zaim University. Turkey 25 Maret - 1 April @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Faustyna. Pendampingan Strategi Linguistik dalam Komunikasi Islam untuk. Gambar 4. Kampus Istanbul Shabatinn Zaim University. Turkey Sumber: Konferensi International di Istanbul Shabatinn Zaim University. Turkey 25 Maret -1 April 2026 Gambar 5. Suasana di halaman Kampus di Istanbul Shabatinn Zaim University. Turkey 25 Maret -1 April 2026 Sumber: Konferensi International METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan sebagai berikut: 1. Tahap Persiapan Melakukan koordinasi dengan mitra serta identifikasi kebutuhan peserta melalui observasi dan diskusi awal. Tahap Pelaksanaan Pendampingan Kegiatan dilakukan melalui: Workshop ketahanan digital Penyampaian materi komunikasi Islam lintas budaya Pelatihan strategi linguistik dalam komunikasi digital 3. Tahap Simulasi Peserta diberikan studi kasus terkait komunikasi lintas budaya di media sosial, kemudian diminta merespons menggunakan strategi linguistik yang tepat. Tahap Evaluasi Evaluasi dilakukan melalui: Pre-test dan post-test Diskusi reflektif Umpan balik peserta. Tabel 1. Matriks Metode Pelaksanaan PKM Tahapan Kegiatan Aktivitas Utama Metode/ Pendekatan Identifikasi Masalah Observasi lapangan dan wawancara mitra untuk menggali permasalahan Kualitatif . bservasi & Analisis Situasi Deskriptif Penentuan Tujuan Analisis Draft Perancangan Analisis kebutuhan dan kondisi mitra (SWOT) Menyusun tujuan program dan target Menyusun materi. Pedoman Data observasi & dokumentasi Participatory Modul, bahan Instrumen Output/Luaran Rumusan masalah mitra Peta masalah dan potensi mitra Tujuan dan Rencana kegiatan @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Faustyna. Pendampingan Strategi Linguistik dalam Komunikasi Islam untuk. Program Pelaksanaan Monitoring & Evaluasi Analisis Hasil Pelaporan Keberlanjutan Program strategi, dan metode . elatihan/pendampinga Pelatihan, sosialisasi, dan pendampingan kepada mitra Mengukur efektivitas kegiatan melalui pretest dan post-test Membandingkan hasil sebelum dan sesudah Menyusun laporan akhir dan artikel ilmiah Penyusunan rencana tindak lanjut dan pengembangan program ajar, media dan materi PKM Partisipatif & Modul, media Peningkatan pengetahuan dan Kuantitatif Kuesioner, soal Data hasil Deskriptif Data pre-post Deskriptif Dokumentasi Pendekatan Hasil evaluasi Tingkat Laporan PKM & artikel jurnal Program Langkah-Langkah Metode PKM: Identifikasi Masalah Mengamati kondisi lapangan atau fenomena yang terjadi di masyarakat/mitra. Menggali kebutuhan melalui observasi, wawancara, atau studi Merumuskan masalah utama yang akan diselesaikan. Analisis Situasi Mengidentifikasi potensi, kelemahan, peluang, dan tantangan . nalisis SWOT). Menentukan akar permasalahan secara lebih spesifik. Menetapkan prioritas masalah yang akan ditangani. Penentuan Tujuan dan Luaran Menentukan tujuan umum dan tujuan khusus kegiatan PKM. Menetapkan target luaran, seperti: Peningkatan pengetahuan/skill mitra Produk . odul, video, media digita. Publikasi ilmiah atau HKI. Perancangan Program/Kegiatan Menyusun strategi dan metode pelaksanaan. Menentukan bentuk kegiatan, seperti: Pelatihan Pendampingan Sosialisasi Workshop Menyusun materi dan media yang akan digunakan. Pelaksanaan Kegiatan Melaksanakan program sesuai jadwal. Menggunakan metode partisipatif . elibatkan mitra secara akti. Mendokumentasikan setiap Monitoring dan Evaluasi Melakukan evaluasi proses dan hasil kegiatan. Menggunakan instrumen seperti: Pre-test dan post-test Kuesioner Wawancara Mengukur tingkat keberhasilan program. Analisis Hasil Mengolah data yang diperoleh selama kegiatan. Membandingkan kondisi sebelum dan sesudah program. Menarik kesimpulan terhadap efektivitas Pelaporan dan Publikasi Menyusun laporan akhir PKM. Menyusun artikel ilmiah untuk jurnal atau prosiding. Mempublikasikan hasil kegiatan melalui media Keberlanjutan Program (Sustainabilit. Menyusun rencana tindak lanjut. Mendorong kemandirian mitra. Membuka peluang kolaborasi lanjutan IMPLEMENTASI KEGIATAN @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Faustyna. Pendampingan Strategi Linguistik dalam Komunikasi Islam untuk. Peningkatan Ketahanan Digital Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari rata-rata 60% menjadi 85%. Hal ini menunjukkan bahwa pendampingan efektif dalam meningkatkan kemampuan peserta dalam menyaring informasi digital. Peningkatan Kemampuan Komunikasi Lintas Budaya Peserta mampu memahami perbedaan budaya serta menyesuaikan gaya komunikasi dengan audiens yang beragam. Hal ini terlihat dari hasil simulasi yang menunjukkan komunikasi lebih adaptif dan minim konflik. Implementasi Strategi Linguistik Strategi yang diterapkan meliputi: Penggunaan bahasa sederhana dan universal Penyesuaian istilah keagamaan Penghindaran bahasa yang ambigu 4. Dampak Kegiatan Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa: Peningkatan kesadaran komunikasi inklusif Penguatan nilai moderasi dalam komunikasi Islam Kemampuan adaptasi di ruang digital global 5. Kendala dan Solusi Kendala yang dihadapi antara lain perbedaan bahasa dan latar belakang budaya. Solusi dilakukan melalui diskusi interaktif dan penggunaan contoh kasus yang relevan. Tabel 2. Menjelaskan tentang pelaksanaan dalam kegiatan PKM. Koordinasi dengan mitra dan identifikasi kebutuhan peserta Observasi. Penyusunan materi pelatihan dan modul strategi linguistik Penyampaian materi tentang ketahanan digital dan komunikasi Islam lintas Studi literatur, diskusi tim Output yang Diharapkan Data kebutuhan peserta dan rencana kegiatan Modul pelatihan dan bahan ajar Ceramah. Peningkatan Pendampingan Praktik Simulasi komunikasi digital berbasis studi kasus lintas Simulasi. Evaluasi Pengukuran pemahaman melalui pre-test dan post-test serta refleksi kegiatan Tes, diskusi Pelaporan dan Luaran Penyusunan laporan kegiatan dan publikasi hasil pengabdian Dokumentasi. Tahapan Kegiatan Persiapan Perencanaan Program Pelaksanaan Workshop Deskripsi Kegiatan Metode yang Digunakan Keterampilan Data peningkatan Artikel ilmiah dan laporan Tabel 3. Hasil Pre dan Pos-Test Indikator Penilaian Pemahaman Ketahanan Digital Kemampuan Menyaring Informasi Digital Pemahaman Komunikasi Islam Lintas Budaya Penerapan Strategi Linguistik Kemampuan Adaptasi Bahasa dalam Komunikasi Digital Rata-rata Rata-rata Pre-test (%) Rata-rata Post-test (%) Peningkatan (%) @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Faustyna. Pendampingan Strategi Linguistik dalam Komunikasi Islam untuk. Keterangan dari hasil test. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh indikator yang diukur. Rata-rata pemahaman peserta meningkat dari 58,4% menjadi 84,2%, dengan peningkatan sebesar 25,8%. Peningkatan tertinggi terlihat pada indikator penerapan strategi linguistik dan kemampuan adaptasi bahasa dalam komunikasi digital. Hal ini menunjukkan bahwa metode pendampingan yang dilakukan melalui workshop, simulasi, dan diskusi interaktif efektif dalam meningkatkan ketahanan digital peserta. Selain itu, peserta juga menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam memahami konteks lintas budaya serta menggunakan bahasa yang lebih inklusif dan adaptif dalam komunikasi Islam di ruang digital. KESIMPULAN Pendampingan strategi linguistik dalam komunikasi Islam terbukti efektif dalam meningkatkan ketahanan digital mahasiswa berbasis pemahaman lintas budaya di era pasca-digital. Program ini mampu meningkatkan kemampuan komunikasi yang adaptif, inklusif, dan kontekstual. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dikembangkan secara berkelanjutan dalam skala yang lebih luas. Kegiatan ini mendapat sambutan sangat baik terbukti dengan keaktifan peserta mengikuti pendampingan dengan tidak meninggalkan tempat sebelum waktu pendampingan berakhir. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan disarankan adanya kegiatan lanjutan yang berupa pendampingan sejenis untuk diselenggarakan secara periodic sehingga mahasiswa dapat memahami apa yang dibutuhkan saat bermedia sosisal dan berkomunikasi lintas budaya. DAFTAR PUSTAKA