Noreen dan S ufiy ati : Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Cash Holding Pada . FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENG ARUHI CASH HO LDING PADA PERUSAHAAN KO NSUMEN NON-PRIMER Keisha Noreen* dan Sufiyati Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara Jakarta *Email: keishanoreen. 125190282@stu. Abstract: The point for this research is identify and analyze the impact of firm size, net working capital, leverage, and revenue growth on cash holdings. The resea rch methodology used was a targeted sa mple of the entire sample of 61 cyclical comp a nies list e d on th e Indonesian Sto ck Exchange (IDX). T his study was conduct ed usi ng observatiion years The type of this data is used seconddary da ta and its taken fro m financial reports on w. The results of this study show that firm size not impact and positive on cash holdings, while net working capital and leverage impact and negative on cash holdings and growth has no impact and negative on cash holdings. Keywords: Cash holding. Leverage. Sales growth. Net working capital. Firm size Abstrak: Pada penelitian ini memiliki suatu tujuan yaitu mengeindentifikasi pengaruh dari ukuran perusahaan, modal kerja bersih, leverage, pertumbuhan pendapatan terhadap kas Purposive samp ling digunakan sebagai metodologi penelitian, dengan total 61 perusahaan konsumen non primer yang terdaftar/tercatat dalam Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini dilakukkan dengan tindak lanjut empat periode 2018-2021. Da ta yang dipakai merupakan data dari pihak luar. Informasi tersebut berasal dari lapor a n keuanga an dari w. Hasil penelitian menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berdampak positive pada kas ditahan, sedangkan modal kerja besih dan leverage berdampak positive terhadap kas ditahan dan growth tidak berdampak negative terhadap Kata kunci: Kas ditahan. Leverage. Pertumbuhan penjualan. Modal kerja bersih. Ukuran Perusahaan. Latar Belakang Untuk menjaga kesinambungan usaha dan daya saing, perusahaan saat ini berusaha untuk meningkatkan nilai perusahaan dan juga menjaga solvabilitas Akibat dampak krisis ekonomi Indonesia, banyak perusahaan yang tidak dapat memenuhi seluruh kewajiban perusahaan karena turunnya permintaan, produksi dan keuntungan, sehingga kas yang tersisa tidak mampu membayar semuanya. Kas adalah aset perusahaan yang paling likuid yang digunakan untuk mengelola operasi perusahaan. Salah satu metode manajemen kas adalah penyimpanan kas. Kas (Gill & Shah, 2012 dalam Darmawan & Nugroho, 2. merupakan kas ya ng disim pan Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1245-1254 Noreen dan S ufiy ati : Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Cash Holding Pada . ole h perindustrian dan dapat dipergunakan berbagai transaksi yang dilakukan oleh Uang tunai adalah uang yang dimiliki ol eh perindustrian ya ng digunakan sebagai tujuan bisnis yang dapat dikonversi sebagai uang tunai. Pengelolaan kas perusahaan diperlukan karena dapat membantu perusahaan dalam membiayai berbagai transaksi dan memperhitungkan peristiwa keuangan yang tidak terd uga. Menurut Aftab dkk. , cash holding theory menjelaskan situasi dimana perusahaan harus menentukan tingkat minimum cash holding dengan mengukur manfaat memegang cash dan biaya yang terkait dengan memegang cash. Menyimpan uang tunai memiliki beberapa keuntungan bagi bisnis, misalnya digunakan untuk mengatasi masalah keuangan yang tidak terduga, biaya konversi aset menjadi uang tunai lebih rendah, dan investasi dapat memperbaiki kesulitan keuangan perusahaan (Margaretha & Dewi, 2. Perusahaan meningkatkan jumlah kas yang dimilikinya untuk menghindari situasi darurat yang dapat menyebabkan perusahaan mendapatkan akses ke pasar modal (Halim & Rasyid, 2. Teori pecking order atau hierarchy financial theory adalah sebuah teori yang menjelaskan bahwa perusahaan mempunyai urutan dalam menentukan sumber pendanaannya dan kas dapat digunakan sebagai sumber pendanaan yang berasal dari retaind earnings (Myers dan Maljuf 1. Menurut Suherm an . perusahaan memiliki tiga sumber pendanaan mulai dari yang tergolong tidak berisiko hingga yang beresiko tinggi. Sumber pendanaan perusahaan pertama berasal dari internal perusahaan atau laba ditahan (Retained Earning. , kedua menggunakan sumber pendanaan yang berasal dari eksternal perusahaan atau utang, sumber pe ndanaan ketiga yakni perusahaan dapat menggunakan pend anaan yang berasal dari ekui tas atau penerbitan saham yang baru. Berdasarkan tinjauan literatur terdahulu yang dilakukan oleh Simanjuntak dan Wahyudi . , disebutkan bahwa aset yang paling mudah diakses oleh perusahaan adalah cash holding. Kepemilikan uang tunai ini termasuk mata uang fisik seperti uang logam, uang kertas, serta uang yang disimpan di bank /lembaga keuangan serupa. Menurut Keynes . , ada tiga alasan utama mengapa perusahaan memeg ang kas: motif transaksi, motif berjaga-jaga, dan motif spekulatif. Menurut Brigham dan Houston . , konsep ukuran perusahaan berkaitan dengan besarnya perusahaan dan dapat dievaluasi menggunakan kriteria yang berbeda, seperti aset keseluruhan, kewajiban pajak, total pendapatan, total penjualan, dan indikator serupa. Perusahaan dengan ukuran yang lebih besar sering menikmati keuntungan seperti peningkatan akses ke pasar modal dan tingkat kepercayaan yang Menurut Putri dan Sudirgo . , investasi pada aktiva lancar/ aktiva jangka pendek dengan contoh pendapatan, pembayaran dimuka, sekuritas, persediaan maupun kas disebut modal kerja bersih karena perhitungan ini didasarkan pada perusahaan Modal kerja bersih dalam suatu perusahaan dapat menunjukkan likuidi tas suatu Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1245-1254 Noreen dan S ufiy ati : Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Cash Holding Pada . Menurut Romadhoni et al . leverage adalah tujuan penggunaan utang sebagai sumber pembiayaan untuk menumbuhkan profit pemegang saham. Leverage menggambarkan sebagai pemanfaatan utang dalam perusahaan yang dapat digunakan sebagai pengganti kas. Tingkat utang yang tinggi diyakini akan meningkatkan risiko perindustrian, sehingga perindustian akan mempunyai akses yang mudah menuju pasar Menurut Suherman . pertumbuhan penjualan ialah kenaikan atau penurunan revenue dalam jangka waktu yang ditentukan dan sering terjadi pada perusahaan tetapi tidak harus setiap tahunya. Sales growth dapat digunakan perusahaan untuk menganalisis penjualan dalam periode wakt u tertentu. Kaitan Antar Variabel Ukuran perusahaan dengan kas ditahan. Menurut Fortuna dkk . , perindustian yang cenderung lebih besar mempunyai aks es cukup besar di bursa efek, sehingga manajer akan menimbun kas dalam jumlah besar agar menghindari keadaan mendesak dapat menyebabkan perindustrian kehilangan akses dibursa efek. Yuliati dan Sufiyati . , juga menyatakan dimana terbukti bahwa ukuran perusahaan berdampak signifikan dan positif terhadap kas ditahan, sedangkan hasil dari Suherman . membuktikan bahwa ukuran perusashaan berdampak negative dengan kas ditahan. Modal kerja bersih dengan kas ditahan. Menurut Simanjuntak dan Wahyudi . , menyatakan bahwa modal kerja bersih berdampak signifikan dan negative terhadap kas ditahan, modal kerja bersih dapat dijadikan sebagai pengg anti uang tunai atau kas dengan cepat karena mudah untuk diliku idasi. Penelitian oleh Nat alia dan Hastuti . mendukung gaga san tersebut yakni tingginya tingkat modal kerja bersih berkurangnya perindustian menahan kas, sebaliknya semakin kecil tingkat modal kerja bersih maka semakin banyak perusahaan menahan kas. Namun hasil tersebut tidak sejalan dengan Darmawan dan Nugroho . dimana jika modal kerja bersih pada sua tu perindustrian semakin meninggi, maka perindustrian tersebut juga menahan kas deng an tingkat yang bes ar. Leverage dengan kas ditahan. Menurut Fortuna dkk . menyatakan bahwa leverage berdampak signifikan dan negative terhadap kas ditahan, dikarenakan tingginya tingkat utang berarti perusahaan hanya memiliki jumlah kas yang sedikit untuk membiayai operasional perusahaan dari pendanaan internal, sehingga manajer perlu memanfaatkan utang untuk mendanai perusahaannya. Namun hasil tersebut tidak sejalan dengan Halim dan Rosyid . yang menyatakan pada saat perindustrian mempunyai kewajiban yang besar, maka risiko perindustrian juga membesar, sehingga perusahaan perlu menimbun kas dalam jumlah besar untuk mene kan risiko yang t imbul dari utang perusahaan. Pertumbuhan penjualan dengan kas ditahan. Menurut Suherman . , saat pertumbuhan penjualan meningkat seringkali diikuti oleh peningkatan kas alhasil dari penjualan rata-rata diperoleh dalam bentuk kas. Penelitian yang diadakan Kusumawati Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1245-1254 Noreen dan S ufiy ati : Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Cash Holding Pada . dan Mardiati . telah membuktikan bahwa sales growth berdampak positiif terhadap kas ditah an, sedangkan hasil dari Gionia dan Susanti . membuktikan bahwa pertumbuhaan penjualan berdampak negative terhadap kas ditahan. Ukuran perusahaan (X. H1 ( ) H2 (-) Modal kerja bersih (X. H3 (-) Kas ditahan (Y) Leverage (X. H4 ( ) Pertumbuhan penjualan (X. Gambar 1. Kerangka Pemikiran Hipotesis dalam penelitian ini: H1: Ukuran perusahaan berdampak positive terhadap kas ditahan. H2: Modal kerja bersih berdampak negative terhadap kas ditahan. H3: Leverage berdampak negative terh adap kas ditahan. H4: Pertumbuhan penjualan berdampak positive terhadap kas ditahan. Metodologi Subyek penelitian ini merupakan perindustrian barang konsumsi non primer tercantum di BEI pada 2018-2021. Purposive sampling adalah metode yang digunakan dalam pemilihan sampel penelitian, kriteria pemilihan sampel: Perusahaan non-konsumen pertama yang tercatat di BEI periode 2018-2021. Perusahaan sektor primer non-konsumen menyajikan laporan keuangan tahun 20182021 sampai dengan 31 Desember. Perusahaan yang bergerak di sektor primer bukan konsumen menyampaikan laporan keuangannya dal am rupi ah unt uk perio de 20182021. Subyek penelitian menggunakan 4 variabel bebas . kuran perusahaan, modal kerja bersih, leverage, dan partumbuhan penjuala. dan 1 variabel terikat . as ditaha. Kepemilikan kas dihitung melalui cash dan cash ekuivalen dibagi total asset Ukuran perusahaan diru muskan log natural dari total asset. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1245-1254 Noreen dan S ufiy ati : Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Cash Holding Pada . Modal kerjas bersih dirumuskan dengan seli sih asset lancar dan liabilitas jangka pendek dibagi total dari aset. Leverage dirumuskan dengan membagi total hutang dengan total asset. Pertumbuhan penjualan dirumuskan dengan selisih penjualan akhir tahun dengan penjualan akhir tahun lalu dibagi dengan penjualan akhir tahun lalu. Penelitian ini menggunakan statistic deskriptif, uji asumsi klasik untuk menganalisis Kemudian uji analisis regresi berganda, uji R2, uji F dan uji T untuk pengujian Hasil Uji Statistik Tabel 1 Statistik Deskriptif Ukuran perusahaan Modal kerja bersih Leverage Pertumbuhan Kas ditahan Minimum 22,83692 -39,33791 0,01985 -0,98415 Maximum 31,56331 0,86924 90,98972 6,49564 Mean 28,079240 -0,4405089 1,9728385 0,0108259 Std. Devation 1,57098959 4,309044808 9,54435985 0,62866000 0,00039 0,72553 0,1092014 0,13861711 Uji statistik digunakan untuk mencari hasil maksimum, minimum, mean dan standar deviasi untuk data yang diteliti. Nilai minimum untuk variabel ukuran perusahaan adalah 22,83692. Nilai maksimumnya adalah 31,56331. Rata-ratanya adalah 28,079240. Nilai standar deviasi adalah 1,57098959. Nilai minimum untuk modal kerja bersih variabel adalah -39,33791. Nilai maksimumnya adalah 0,86924. Rata-ratanya adalah 0,4405089. Nilai standar deviasi adalah 4,309044808. Leverage Nilai minimum untuk leverage variabel adalah 0,01985. Nilai maksimumnya adalah 90,98972. Rata-ratanya adalah 1,9728385. Nilai standar deviasi adalah 9,54435985. Nilai minimal untuk variabel pertumbuhan penjualan adalah -0. Nilai maksimumnya adalah 6,49564. Rata-ratanya adal ah 0,0108259. Nilai standar deviasi adalah 0,62866000. Nilai Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1245-1254 Noreen dan S ufiy ati : Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Cash Holding Pada . minimum untuk variable kas ditahan sebesar 0,00039. Nilai maksimumnya adalah 0,72553. Rata-ratanya adalah 0,1092014. Nilai def aultnya adalah 0,13861711. Hasil Uji Asumsi Data Uji asumsi klasik dapat dilaksanakan dengan melakukan uji normalitas, uji multikolinieritas, uji autokorelasi dan uji heterokedastisitas. Tujuan dari dilakukannya uji normalitas untuk menentukan tingkat pendistribusian dalam variable residual tersebut normal atau tidak (Ghozali, 2. Pada penelitian ini, nilai probablitas uji normalitas adalah 0,200 yang berarti data dapat dengan normal terdistribusi karena lebih tinggi dari 0,05. Uji multikolinearitas dilakukan untuk melihat keterkaitan antar variable independent ukuran perusahaan, modal kerja bersih, leverage, dan pertumbuhaan penjualan untuk menentukan korelasi. Diperoleh hasil Tolerance yaitu ukuran 963, modal kerja bersih 0. 222, leverage 0. 225 dan pertumbuhan penjualan 954 menunjukan has il > 0,1. Variance Infla tion Factor atau (VI F) ukuran perusahaan 039, modal kerja bersih 4. 498, leverage 4. 453, dan pertumbuhan pejualan 1. menunjukan hasil kurang dari 10. Hal tersebut menunjukkan bahwa telah lolos uji multikolonieritas dan pada tidak ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Uji autokorelasi dilakukan untuk memberikan informasi terkait keberadaan terjadinya kesalahan residual yang terjadi pada periode berjalan atau yang lalu (Singgih Santoso. Diketahui nilai Durbin-Watson sebesar 1. 956 yakni berada dalam Batasan -2 sampai 2, maka model penelitian terbebas dari autokorelasi. Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan varian dari residul berdasarkan Pada uji ini menggunakan uji glejser dimana hasil signifikasi masing-masing variable ukuran perusahaan 0,641, modal kerja bersih 0,686, leverage 0,180, dan pertumbuhan penjualan 0,584 menunjukan nilai signifikasi <0,05, maka tidak mengalami heteroskedastisitas dan tergolong sebagai model regresi yang baik. Uji F (ANOVA) menentukan apakah model yang digunakan dapat digunakan atau tidak serta apakah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variable independent ukuran perusahan, modal kerja bersih, leverage, dan pertumbuhan Hasil uji F, diperoleh hasil 0,0000 untuk nilai Prob (F-statisti. < 0,05 sehingga dapat diartikan variabel ukuran perusa haan, modal kerja bersih, lever age, dan pertumbuhan penjualan berdampak secara simultan kas ditahan. Uji regresi linier berganda berfungsi untuk menjelaskan keterkaitan antar variable terikat . as ditaha. dengan variable bebas . kuran perusahaan, modal kerja bersih, leverage, dan pertumbuhan penjuala. Tabel 2 Hasil Analisis Regresi Berganda Unstandardi zed Coefficients Model Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 1245-1254 Noreen dan S ufiy ati : Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Cash Holding Pada . (Constan. NWC LEV Dependent Variable: CH -0,057 0,005 0,098 0,020 -0,005 Berikut adalah hasil pengolahan data dibentuk model regresi linear: CH = Ae0. 005X1 0. 098X2 0. 020X3 Ae 0. 005X4 e Keterangan: : Konstanta : ukuran perusahaan : modal kerja bersih : Leverage : partumbuhan penjualan : Error Berdasarkan hasil di atas, terlihat bahwa jika variabel bebas yaitu ukuran perusahaan (FS), modal kerja bersih (NWC), leverage (LEV), sales growth (SG) meningkat sebesar 1 satuan, variabel dependen, yaitu cash holding (CH) mengalami penurunan sebesar -0,057. Skala perusahaan menunjukkan bahwa nilai koefisien adalah 0,005, nilai skala perusahaan meningkat, maka jumlah kepemilikan kas juga meningkat. Modal kerja bersih menunjukkan nilai koefisien 0,098 ketika nilai modal kerja bersih meningkat, begitu pula kepemilikan kas. Leverage menunjukkan nilai koefisien 0,020, seiring dengan meningkatnya leverage, nilai leverage juga meningkat. Pertumbuhan penjualan menunjukkan nilai koefisien sebesar -0,005, meningkatnya nilai pertumbuhan penjualan, nilai kas ditahan akan semakin menurun. Uji adjusted R2 dilakukan untuk mengukur sejauh mana variabel X mempengaruhi variabel Y. Hasil pengujian koefisien determinasi sebesar 0,207 atau 20,7% menunjukkan variabel bebas dalam penelitian ini, ukuran perusahaan, modal kerja bersih, leverage, dan pertumbuhan penjualan berkontribusi terhadap pengaruh variabel dependen yaitu kas ditahan (CH) 20, 7%. Diskusi