ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 2 MEI 2022 Pengaruh Program Rehabilitasi Medik Pada Kemandirian Penderita Stroke Iskemik Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam Kota Kasih Purwati1. Yani Christina 2. Rafida Afra Harlyanti3 1Fakultas Kedokteran Universitas Batam, kasihpurwati@univbatam. 2Fakultas Kedokteran Universitas Batam, yanichristina @univbatam. 3Fakultas Kedokteran Universitas Batam, rafidaharl06@gmail. ABSTRACT Background : Stroke is the first cause of disability in the world. The incidence of stroke can cause weakness in daily life. Functional disorders experienced by post-stroke people are one of the factors that are independent in carrying out activities. Efforts to restore limbs is to do rehabilitation. Method : This research method is pre-experimental analytic with a one group pretest posttest study approach which was carried out at Santa Elisabeth Hospital Batam City in December 2021. The sampling technique was total sampling with a sample of 50 respondents. This research was conducted by collecting medical record data. Data analysis using Wilcoxon signed rank test. Results : The results of this study were 50 respondents who took part in the medical rehabilitation program, found 1 respondent who experienced a decrease in the level of independence, there were 23 respondents who experienced an increase in the level of independence, and there were 26 respondents who did not experience a decrease or increase in the level of independence. The results of the bivariate analysis of the Wilcoxon signed rank test showed that there was a significant effect between medical rehabilitation programs on the independence of ischemic stroke patients . = 0. Conclusion : Based on this research, it is concluded that Ha is rejected and Ha is accepted or there is a significant influence between the Medical Rehabilitation Program on the Independence of Stroke Patients at Santa Elisabeth Hospital. Batam City Keywords:Medical Rehabilitation Program. Independence. Ischemic Stroke ABSTRAK Latar Belakang : Stroke merupakan penyebab disabilitas pertama di dunia. Kejadian stroke dapat menimbulkan kelemahan dalam kehidupan sehari-hari. Gangguan fungsional yang dialami orang pascastroke menjadi salah satu faktor yang kemandirian dalam melakukan aktivitas. Upaya untuk memulihkan anggota gerak adalah dengan melakukan rehabilitasi. Metode : Metode penelitian ini adalah analitik pra eksperiment dengan pendekatan studi one group pretest posttes yang dilakukan di Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam Kota pada bulan Desembaer tahun 2021. Teknik pengambilan sampel yaitu total samplingdengan jumlah sampel sebanyak50 responden. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan data rekam medik. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil : HasilPenelitianinipada50responden yang mengikuti program rehabilitasi medik, didapatkan 1 responden yang mengalami penurunan tingkat kemandirian, terdapat 23 responden yang mengalami kenaikkan tingkat kemandirian, dan terdapat 26 responden yang tidak mengalami penurunan maupun kenaikkan tingkat kemandirian. Hasil analisis bivariat uji wilcoxon signed rank testdidapatkanada pengaruh yang bermakna antara program rehabilitasi medik pada kemandirian penderita stroke iskemik . =0,. Kesimpulan : Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa bahwa Ha ditolak dan Ha diterima atau terdapat pengaruh yang bermakna antara Program Rehabilitasi Medik pada Kemandirian Penderita Stroke di Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam Kota. Kata Kunci : Program Rehabilitasi Medik. Kemandirian. Stroke Iskemik Universitas Batam Page 139 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 2 MEI 2022 PENDAHULUAN Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan yang penting dan perlu Selain jumlah kasus yang menyebabkan penurunan kualitas hidup Data American Heart Association (AHA) tahun 2015 menunjukkan bahwa stroke merupakan penyebab disabilitas pertama di dunia dan penyebab demensia kedua setelah AlzheimerAos Disease. Selain sebagai penyebab disabilitas dan demensia, stroke juga merupakan penyebab kematian nomor 2 pada orang berusia lebih dari 60 tahun, dan penyebab kematian nomor 5 pada orang berusia 15-59 tahun. Setiap 6 detik, beberapa orang (Wicaksana, 2. Stroke manjadi pemicu terbesar kematian di negara-negara Association of Southeast Asian Nations (ASEAN). Dari data South East Asian Medical Information Centre (SEAMIC) diketahui bahwa angka kematian stroke terbesar terjadi di Indonesia yang olehFilipina. Singapura. Brunei. Malaysia, dan Thailand. Dari seluruh penderita stroke di Indonesia, stroke iskemik merupakan jenis yang paling banyak diderita yaitu sebesar 52,9%, diikuti secara berurutan oleh perdarahan intraserebral, emboli dan perdarahan subaraknoid dengan angka kejadian masing-masingnya sebesar 38,5%, 7,2%, dan 1,4%. Hal ini mengakibatkan jumlah penderita pasca stroke yang selamat dengan . masyarakat (Dinata et al. , 2. Rikesdas tahun 2018 prevalensi penyakit stroke meningkat dibandingkan tahun 2013 yaitu dari . %) menjadi . ,9%). Berdasarkan kelompok umur terlihat bahwa kejadian penyakit stroke terjadi lebih banyak pada kelompok umur 55-64 tahun . ,3%) dan proporsi penderita stroke paling sedikit adalah kelompok umur 15-24 tahun. Sebagian Universitas Batam besar penderita stroke juga tinggal di daerah ,9%) diperdesaan sebesar 36,1%) (Diaz, 2. Penyakit stroke termasuk dalam penyakit tidak menular yang merupakan prioritas kesehatan yang penting di Indonesia. Menurut Dinas Kesehatan Kota Batam tahun 2020, stroke menempati urutan ke-6 dari jenis penyakit tidak menular dengan total kasus 835 orang. Kejadian stroke dapat menimbulkan kelemahan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah ketidakmampuan perawatan diri akibat kelemahan pada ekstremitas dan penurunan fungsi mobilitas yang dapat menghambat pemenuhan Activity Daily Living (ADL). ADL merupakan kegiatan sehari-hari yang dilakukan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (Mayasari Diana. Mukhlis Imanto. TA Larasati, 2. Kemandirian adalah kemampuan untuk Kemandirian mengandung pengertian suatu keadaan dimana seseorang yang memiliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya, mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi, memiliki kepercayaan diri dalam mengerjakan tugas-tugasnya, bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan. Pasien stroke tidak dapat sepenuhnya mandiri, sehingga membutuhkan bantuan orang lain atau anggota keluarga (Setyoadi Setyoadi. Tina Handayani Nasution, 2. Kemandirian dapat dilihat dengan menggunakan penilaian barthel indeks, karena instrument yang cukup sederhana dan mudah dilaksanakan. Aktivitas sehari-hari keterampilan dasar yang harus dimiliki seseorag untuk dapat merawat dirinya secara mandiri, yang meliputi makan, mandi, perawatan diri, berpakaian, buang air kecil, buang air besar, penggunaan toilet, berpindah, dan mobilitas. Berkurangnya Page 140 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 FEBRUARI2022 tingkat kemandirian dan mobilitas pasien stroke dapat berpengaruh terhadap kualitas hidup . uality of lif. yang dimilikinya (Reni. Pasca terserang stroke akan membuat tingkat ketergantungan seseorang terhadap orang lain menjadi semakin meningkat, sehingga orang tidak mandiri dalam melakukan aktivitas kemandirian sehari-hari. Kerusakan seseorang menderita kecacatan, sehingga penderita stroke menjadi tidak produktif. Gangguan fungsional yang dialami orang pascastroke menjadi salah satu faktor yang kemandirian dalam melakukan aktivitas. Upaya untuk memulihkan anggota gerak adalah dengan melakukan rehabilitasi (Karunia, 2. Program rehabilitas adalah bentuk pelayanan kesehatan yang terpadu dengan pendekatan medik, psikososial, edukasional vokasional. Dalam pelayanan rehabilitasi ini merupakan pelayanan dengan pendekatan multidisiplin yang terdiri dari dokter ahli rehabilitasi medik, perawat, fisioterapis, terapi okupasional, pekerja sosial medik, psikolog serta klien dan keluarga turut Menurut WHO, semua tindakan yang ditunjukan guna mengurangi dampak keadaan cacat dan meningkatkan kemampuan penyandang cacat sampai interaksi sosial disebut dengan rehabilitas medik (Wongkar et , 2. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup penderita stroke adalah melalui rehabilitasi. Rehabilitasi pada pasien stroke bertujuan untuk memperbaiki mobilitas dan pencapaian perawatan diri secara mandiri oleh pasien (Setyoadi Setyoadi. Tina Handayani Nasution, 2. Setelah menjalani program rehabilitasi ini diharapkan fungsi fungsional pasien stroke dapat kembali optimal sehingga penderita stroke mampu mandiri dalam aktivitas seharihari. Meningkatnya tingat kemandirian pasien stroke dapat berdampak pada kualitas hidup pasien tersebut (Winstein et al. , 2. Berdasarkan uraian diatas peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh program rehabilitasi medik pada kemandirian pada penderita stroke iskemik di Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam Kota. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain pendekatan one group pretest posttest Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang ingin diteliti. Kelompok yang lebih besar dari individuindividu untuk berpartisipasi dalam penelitian (Syahdrajat, 2. Dalam penelitian ini yang dijadikan populasi adalah keseluruhan penderita stroke iskemik yang mengikuti program rehabilitasi medik di Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam Kota sebantak 50 data reakam medik. Teknik sampel menggunakan Total Sampling. Teknik pengambilan data menggunakan data sekunder dengan data retrospektif yaitu dengan melihat rekam medik paisen. Analisis data penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Distribusi Frekuensi Subjek Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 1 Distribusi Frekuensi Subjek Penelitian Berdasarkan Jenis Kelamin Variabel Laki-Laki Perempuan Total Universitas Batam Frekuensi . Presentase (%) Page 141 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 2 MEI 2022 Berdasarkan tabel 1 didapatkan dari 50 data rekam medic diperoleh 31 orang . %) penderita stroke iskemik berjenis kelamin lakilaki, sedangkan 19 orang . %) penderita stroke iskemik berjenis kelamin perempuan. Hal ini disebabkan karena kebiasan merokok ditemukan lebih dominan pada laki-laki sedangkan perempuan sering mengalami disebabkan oleh karena perempuan lebih terlindungi dari penyakit jantung dan stroke sampai pertengahan hidupnya akibat hormon esterogen yang dimilikinya (Kabi et al. , 2. Distribusi Frekuensi Subjek Penelitian Berdasarkan Usia hiperkolestrolemia dan kejadian stroke Kejadian stroke meningkat pada perempuan pasca menopause, hal ini Usia . Total Tabel 2 Distribusi Frekuensi Subjek Penelitian Berdasarkan Usia Frekuensi . Presentase (%) Berdasarkan tabel 2 didapatkan, dari 50 rekam medik diperoleh rentang usia paling banyak adalah pada usia 46-55 tahun yaitu 18 orang . %). Peningkatan frekuensi stroke iskemik cenderung terjadi pada golongan umur yang lebih tua dan sering ditemui di banyak wilayah (Brahmana, 2. Hal ini disebabkan karena semua organ tubuh mengalami kemunduran fungsi termasuk pembuluh darah otak. Pencetus stroke tergantung dari gaya hidup sehat serta prilaku dan pola makan seseorang (Audina & Halimuddin, 2. Distribusi Frekuensi Subjek Penlitian Berdasarkan Durasi Rehabilitasi Tabel 3 Distribusi Frekuensi Subjek Penelitian Berdasarkan Durasi Rehabilitasi Variabel Frekuensi . Mean 4,14 Total Berdasarkan tabel 3 diperoleh durasi rehabilitasi paling banyak adalah bulan ke-4 Universitas Batam yaitu 14 orang. Nilai rerata durasi rebilitasi medik 4,14. Terapi rehabilitasi atau latihan yang dilakukan lebih dari 4 minggu lebih Page 142 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 FEBRUARI2022 kemandirian penderita stroke. Oleh karena itu, lama mengikuti rehabilitasi juga memiliki peranan dalam meningkatkan tingkat kemandirian pasien stroke. Analisis Univariat Distribusi Frekuensi Tingkat Kemandirian Sebelum dan Sesudah Mengikuti Program Rehabilitasi Medik Tabel 4 Distribusi Frekuensi Tingkat Kemandirian Sebelum dan Sesudah Mengikuti Program Rehabilitasi Medik Tingkat Kemandirian Keterga ntungan Total Ketergantungan Berat Ketergantungan Sedang Ketergantungan Ringan Mandiri Total Pre P value 0,000 Berdasarkan memperlihatkan 50 data rekam medik penderita stroke iskemik sebelum mengikuti program rehabilitasi medik didapatkan 8 . %) yang mengalami ketergantungan total, 9 . %) yang mengalami ketergantungan . %) ketergantungan sedang dan sebanyak 22 . %) yang mengalami ketergantungan Setelah menjalani program rehabilitasi ini adanya perubahan di fungsi fungsional pasien stroke dapat kembali optimal sehingga Universitas Batam Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap 50 data rekam medik penderita stroke iskemik sesudah mengikuti program rehabilitasi medik didapatkan 3 . %) yang mengalami ketergantungan total, 8 . %) yang mengalami ketergantungan berat, 5 . %) yang mengalami ketergantungan sedang, 29 . %) yang mengalami ketergantungan ringan dan sebanyak 5 . %) mandiri. penderita stroke mampu mandiri dalam aktivitas sehari-hari. Page 143 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 2 MEI 2022 Analisis Bivariat Pengaruh program rehabilitasi penderita stroke iskemik Tabel 5 Uji Wilcoxon signed rank test Variabel Frekuensi . Negative Ranks Positive Ranks Ties Total kondisi pasien, sehingga dapat kecacatan yang lebih lanjut atau bahkan menurunkan kematian. Program ini ditujukan agar pasien tidak lagi bergantung pada orang lain, setidaknya pasien telah mampu memenuhi kebutuhan sehari-harinya secara mandiri. Pada fase awal atau akut, mobilisasi miring kanan dan miring kiri, postural drainase dan mempertahankan lingkup gerak sendi, sasarannya adalah untuk mencegah disabilitas sekunder dan memulihkan fungsi yang masih Berdasarkan tabel 5 diatas memperlihatkan 1 data pasien penurunan kemandirian pada penderita stroke iskemik yang mengikuti program rehabilitasi medik, 23 data pasien kenaikan kemandirian pada penderita stroke iskemik yang mengikuti program rehabilitasi medik dan 26 data pasien tidak mengalami kenaikan penderita stroke iskemik yang mengikuti program rehabilitasi Tingkat kemandirian yang baik komplikasi pada pasien atau keadaan yang dapat memperparah Hasil Uji Analisa Tabel 6 Hasil Uji Analisa Variabel Sebelum mengikuti program rehabilitasi medik Sesudah mengikuti program rehabilitasi medik Berdasarkan memperlihatkan hasil uji analisa statistik dengan Wilcoxon signed rank test diperoleh nilai p= 0,000 . <0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Universitas Batam Frekuensi . P velue 0,000 0,000 Ha diterima, yaitu terdapat pengaruh program rehabilitasi medik pada kemandirian penderita stroke iskemik di Rumah Sakit Santa Elisabeth Batam Kota. Page 144 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 FEBRUARI2022 Yusmahenry Galindra. Sp. S dan dr. Andi Ipaljri S. Kes yang telah memberikan masukan dalam penelitian ini. KESIMPULAN Dari keseluruhan data pasien yang sebelum mengikuti program rehabilitasi medik pada tingkat kemandirian yang sebanyak 44%. Dari keseluruhan data pasien yang sesudah mengikuti program rehabilitasi medik pada tingkat kemandirian yang mengalami ketergantungan ringan sebanyak 58%. Dari keseluruhan data pasien yang sebelum dan sesudah mengikuti program rehabilitasi medik yang mengalami penurunan 1 responden. Sedangkan yang responden dan yang tidak mengalami penurunan maupun kenaikan sebanyak 26 Ada pengaruh program rehabilitasi medik pada kemandirian penderita stroke iskemik . = 0,. Dari hasil ini didapatkan H0 ditolak dan Ha diterima. SARAN Disarankan kepada penderita stroke iskemik agar rajin mengikuti program rehabilitasi medik di rumah sakit dan melakukan terapi latihan maupun exerise di rumah untuk menunjang aktivitas sehari-hari agar bagian tubuh bisa bergerak dan tidak ada gangguan imobilitas dan mendapatkan hasil yang maksimal. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menghaturkan terimakasih kepada Yani Christina. Sp. KFR dan dr. Kasih Purwati. Kes yang telah banyak bimbingan, dorongan motivasi dan masukan pada penelitian ini. Ucapan terimakasih juga penulis ucapkan kepada dr. Universitas Batam DAFTAR PUSTAKA