Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 IMPLEMENTASI PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR IPS SISWA SMPN 7 KOTA BENGKULU Oksha Trisia OctaviaA. Suharmi 2. Ummi Kalsum3 Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Indonesia 123 Corresponding Author Email: okshatrisia@Gmail. Author Email : suharmi@umb. id2, ummikalsum@umb. Abstract: Article History: This study aims to determine the implementation of the Project Based Learning Received: May 2025 model can improve the learning activities of class Vi students in social studies Revision: June 2025 subjects at SMP Negeri 07 Bengkulu City. This type of research is Classroom Accepted: June 2025 Action Research (CAR). Data collection techniques by conducting observation Published: August and documentation. The data analysis technique uses learning activity assessment criteria such as excellent, good, sufficient, less and calculates whether or not there is an increase in student learning activities with the t test. Based on the results of the study, it is evident from the results of Cycle I that the Keywords: average student learning activity is only 26. 29 with sufficient criteria and the Student results of Cycle II that the average student learning activity increased to 33. LearningActivity. with good criteria and the results of the analysis that has been carried out using Social Studies. Project the t test at a significant level and degrees of freedom 30 show that t count = Based Learning 01 Ou t table 1. 697 means that there is a significant increase in student learning activities from cycle I to cycle II. Thus, it can be concluded that the implementation of the Project Based Learning (PjBL) learning model can increase student learning activities. The implications may include how this model can improve student learning activities. Recommendations may suggest training for teachers on the use of this model, or further research to test its activities on different groups of students. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model Project Based Learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas Vi pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 07 Kota Bengkulu. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan kriteria penilaian aktivitas belajar seperti baik sekali, baik, cukup, kurang dan menghitung ada tidaknya peningkatan aktivitas belajar siswa dengan Uji t. Hasil penelitian Kata kunci: terbukti dari hasil Siklus I rata-rata aktivitas belajar siswa hanya 26,29 dengan Aktivitas Belajar. Mata kriteri Cukup dan hasil Siklus II rata-rata aktivitas belajar siswa meningkat Pelajaran IPS. Project menjadi 33,87 dengan kriteria baik dan hasil analisa yang telah dilakukan Based Learning (PjBL) dengan menggunakan uji t pada taraf signifikan dan derajat kebebasan 30 menunjukan bahwa t hitung = 6,01 Ou t tabel 1,697 artinya terlihat bahwa adanya peningkatan aktivitas belajar siswa yang signifikan dari siklus I ke siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran model Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan aktivitas belajar Penelitian tentang implementasi model Project Based Learning. Implikasinya mungkin mencakup bagaimana model ini dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Rekomendasinya mungkin menyarankan pelatihan bagi guru tentang penggunaan model ini, atau penelitian lebih lanjut untuk menguji aktivitasnya pada kelompok siswa yang berbeda. Sejarah Artikel: Diterima: Mei 2025 Direvisi: Juni 2025 Disetujui: Juni 2025 Diterbitkan: Agustus How to Cite: Oksha Trisia Octavia. Suharmi. Ummi Kalsum. IMPLEMENTASI PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 495 | Oksha Trisia Octavia. Suharmi. Ummi Kalsum. IMPLEMENTASI PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR IPS SISWA SMPN 7 KOTA BENGKULU. BELAJAR IPS SISWA SMPN 7 KOTA BENGKULU. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI), 10 . DOI : 10. 31932/jpe. PENDAHULUAN Pendidikan telah menjadi kebutuhan vital bagi masa depan manusia. Agar dapat tetap kompetitif dalam lingkungan global yang berubah dengan cepat, individu harus mengembangkan fondasi yang kuat dalam berbagai disiplin ilmu dan terus mengasah keterampilan ilmiah dan profesional Untuk pengendalian diri, kecerdasan, dan kemampuan praktis secara aktif dalam diri siswa, sangat penting untuk menggunakan model pembelajaran yang menumbuhkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang optimal. Model Project-Based Learning (PjBL) adalah salah satu model yang digunakan. Project Based Learning (PjBL) merupakan model pembelajaran yang memanfaatkan media proyek untuk mengaktifkan kegiatan belajar siswa, baik secara fisik maupun psikis, baik secara mandiri maupun kelompok. Media proyek meningkatkan kemampuan kognitif siswa menyelesaikan masalah yang muncul selama proses pembelajaran (Kahar et al. Menurut Irawati et al. , . Project Based Learning (PjBL) adalah sebuah pendekatan pedagogis yang mengikutsertakan siswa dalam pembuatan sebuah proyek. Model Project Based Learning (PjBL) merupakan strategi pembelajaran yang mengharuskan siswa pengetahuan baru melalui berbagai Menurut Ridwan et al. , . Project Based Learning (PjBL) adalah model pembelajaran yang subjek atau pusat pembelajaran ke siswa, hasil akhir dari proses pembelajaran berupa produk. Artinya, siswa diberi kebebasan untuk menentukan kegiatan pembelajaran sendiri, bekerja sama dalam proyek pendidikan hingga diperoleh hasil berupa produk. Menurut Almuzhir, . Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) keunggulan sebagai berikut: . Sangat penting untuk meningkatkan tingkat motivasi di antara para siswa, sehingga mendorong mereka untuk bertahan dan mengerahkan upaya maksimal dalam upaya mereka untuk menyelesaikan proyek. Selain itu, sangat penting untuk menanamkan rasa senang dalam belajar melalui pembelajaran berbasis proyek, karena pendekatan ini telah terbukti lebih efektif daripada komponen kurikulum keterlibatan dan antusiasme siswa. masalah sangat penting. Lingkungan pembelajaran berbasis proyek, yang dicirikan oleh sumber-sumbernya yang beragam, telah terbukti meningkatkan keterlibatan siswa dan memfasilitasi penyelesaian masalah yang kompleks. pendekatan ini mendorong peningkatan Perlunya kerja kolaboratif mendorong siswa untuk menghasilkan ideide kreatif dan mengasah keterampilan komunikasi mereka. Keempat, pendekatan ini memberikan siswa pengalaman belajar baru yang melibatkan mereka dan dirancang untuk berkembang sesuai dengan This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 496 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE tuntutan dunia nyata. Kelima, suasana belajar harus dibuat lebih aktif dan menyenangkan bagi siswa dan pendidik, keseluruhan pengalaman pendidikan. Aktivitas sebagai latihan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan memfasilitasi perolehan pengetahuan dan Proses dilakukan di dalam kelas merupakan kegiatan transformasi pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Proses pembelajaran tersebut disertai dengan perubahan dan peningkatan kualitas kemampuan mereka. Perubahan tersebut antara lain peningkatan penyelesaian tugas tepat waktu (Harahap Aktivitas kolaboratif antara siswa dan guru. Siswa berfungsi sebagai partisipan aktif dalam pengetahuan yang diberikan oleh guru. Sebaliknya, guru memainkan peran penting bimbingan kepada siswa, sehingga Hubungan antara siswa dan guru sangat pembelajaran (Winarno 2. Banyak aktivitas belajar yang dapat dilakukan oleh peserta didik disekolahan, menurut Purbayanti et al. , . Banyak sekali kegiatan pembelajaran yang bisa dilakukan oleh siswa. Kegiatan ini dapat diklasifikasikan ke dalam kategori berikut: Kategori pertama terdiri dari kegiatan yang melibatkan persepsi visual. Kegiatan tersebut meliputi, namun tidak terbatas pada, membaca, mengamati gambar memeriksa hasil karya orang lain. Kedua, aktivitas lisan mencakup berbagai fungsi, termasuk tetapi tidak terbatas pada: menyatakan, merumuskan, menyampaikan menyampaikan pendapat, memfasilitasi diskusi, dan menginterupsi. Ketiga, kegiatan mendengarkan berikut ini harus dipertimbangkan: deskripsi, percakapan, diskusi, musik, dan pidato. Menurut Erlina et al. , . indikator aktivitas belajar sebagai berikut: Tindakan siswa mengajukan pertanyaan keterlibatan aktif mereka dalam proses Tindakan siswa memberikan tanggapan terhadap pertanyaan yang diajukan oleh orang lain. Pengungkapan pendapat oleh siswa adalah subjek yang Pelaksanaan tugas-tugas akademik oleh siswa. Menurut Puspita et al. ,( 2. indikator aktivitas pembelajaran berikut ini digunakan dalam proses pembelajaran: Merupakan hal yang lumrah bagi siswa untuk mengajukan pertanyaan kepada instruktur atau rekan-rekan mereka. Kemampuan untuk mengartikulasikan pikiran dan perasaan seseorang merupakan aspek mendasar dari kognisi dan interaksi sosial manusia. Subjek menunjukkan Ada potensi untuk melakukan upaya kolaboratif. Dimungkinkan untuk menghormati pendapat teman. Individu yang bersangkutan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan kepadanya. Dapat disimpulkan dari indikator aktivitas belajar menurut Arista et al. Memperhatikan penjelasan guru, . Memperhatikan contoh dari guru, . Membaca materi pelajaran, . Mencatat materi yang disampaikan guru, . This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 497 | Oksha Trisia Octavia. Suharmi. Ummi Kalsum. IMPLEMENTASI PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR IPS BENGKULU. Menjawab pertanyaan, . Mengajukan pertanyaan, . Berdiskusi dengan teman kelompok, . Berdiskusi dengan teman . Bersedia merangkum materi yang telah dipelajari, . Bersungguhsungguh dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, dan . Gembira dan senang dalam mengikuti pembelajaran. Pendidikan IPS adalah disiplin ilmu yang mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Dalam penelitian ini, mata pelajaran IPS berperan penting dalam membentuk pemahaman siswa terhadap berbagai aspek kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya (Saputri et al. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah suatu proses yang dirancang untuk memberikan pelaksanaan suatu kegiatan yang telah Kegiatan ini dimaksudkan keterampilan yang berkaitan dengan materi yang dipelajari dalam konteks Ilmu Pengetahuan Sosial (Riadi, et. , 2. Selain pilihan untuk pendidikan lanjutan tingkat tinggi, pendidikan studi sosial berfokus untuk mendidik dan mempersiapkan siswa dengan keterampilan dasar agar mereka dapat berkembang sebagai individu sesuai dengan bakat, minat, dan kondisi sekitar pendidikan studi sosial berfokus untuk mendidik dan mempersiapkan siswa dengan keterampilan dasar agar mereka SISWA SMPN 7 KOTA dapat berkembang sebagai individu sesuai dengan bakat, minat, dan kondisi sekitar mereka (Teofilus Ardian Hopeman, et al. Menurut hasil penelitian yang telah dilakukan Kartikasari et al. , . Temuan implementasi model Project Based Learning (PjBL) yang difasilitasi melalui kegiatan lesson study pada Siklus I Selanjutnya, pada Siklus II, keterlibatan ini mengalami eskalasi yang signifikan, mencapai tingkat aktivitas yang tinggi. Demikian pula halnya hasil belajar siswa, peningkatan ketuntasan klasikal, yaitu data awal 59% pada siklus I menjadi 67%, dan pada siklus II menjadi 79%. Oleh karena itu, kesimpulanya bahwa implementasi model Project Based Learning (PjBL) melalui kegiatan lesson study dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Observasi awal pada tanggal 21 Oktober 2024 terhadap guru dan siswa kelas Vi E di SMP Negeri 7 Kota Bengkulu menunjukkan bahwa proses pembelajaran di sekolah tersebut sebagian besar dicirikan oleh penerapan metode ceramah, sebuah pendekatan pedagogis yang selama ini diamati mengalihkan fokus pembelajaran kepada pengajar. Kegiatan pembelajaran sering kali ditandai dengan penyajian konsep-konsep dengan cara yang tidak melibatkan keterlibatan atau interaksi yang lebih mendalam. 498 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE Tabel 1: Rekapitulasi Nilai UTS Siswa Kelas Vi Mata Pelajaran IPS Kelas Total Siswa Lulus Tidak Lulus Vi A Vi B Vi C Vi D Vi E Sumber : Tata Usaha SMP Negeri 7 Kota Bengkulu Bukti dari fenomena ini ditunjukkan dengan banyaknya siswa yang tidak lulus pada mata pelajaran IPS. Mata pelajaran ini berdampak pada kegiatan belajar siswa, dan akibatnya, model tertentu harus diterapkan di dalam kelas untuk mempermudah siswa untuk memahami materi yang telah Istilah Aumodel pembelajaranAy mengacu pada metode terstruktur untuk memberikan pengetahuan dengan tujuan untuk mencapai hasil pembelajaran tertentu. Dalam model pembelajaran ada beberapa strategi yang perlu diperhatikan, yaitu teknik dan Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang lebih aktif dalam mencapai tujuan dengan menggunakan salah satu model Sehingga penelitian ini berjudul AoAoImplementasi Model Pembelajaran Project Based Learning Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Kelas Vi Mata Pelajaran IPS SMP Negeri 7 Kota BengkuluAoAo. Terdapat tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini yaitu : Untuk mengetahui implementasi model Project Based Learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas Vi pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 07 Kota Bengkulu. METODE PENELITIAN Penelitian tindakan kelas adalah suatu jenis penelitian atau kegiatan ilmiah dimana guru atau peneliti mencoba caracara baru untuk meningkatkan hasil dan proses pembelajaran di kelas. Ketika guru menemukan solusi untuk masalah di kelas Mereka mencoba berbagai metode untuk meningkatkan cara belajar siswa (Nurulanningsih 2. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 7 Kota Bengkulu, yang terletak di Jl. Enggano. Ps. Bengkulu. Kec. Sungai Serut. Kota Bengkulu. Waktu yang dibutuhkan dalam melakukan penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan. Subjek dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah siswa kelas Vi E yang berjumlah 31 siswa di SMP Negeri 7 Kota Bengkulu. Salah satu ciri khas Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah bahwa setiap siklus mencakup langkah-langkah yang dapat diukur dan diatur sebelumnya. Siklus 1 terdiri dari hal-hal berikut ini: Perencanaan. Kegiatan perencanaan merupakan langkah awal dalam melakukan PTK. Pada tahap ini, pembelajaran Tema 1: Pergerakan Nasional Menuju Kemerdekaan. Pelaksanaan adalah pelaksanaan, yaitu mendeskripsikan tindakan yang nantinya akan dilakukan, alur kerja tindakan perbaikan yang dilakukan, dan prosedur tindakan yang akan diterapkan. Tahap ini melibatkan semua rencana yang Penelitian menerapkan model pembelajaran yang This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 499 | Oksha Trisia Octavia. Suharmi. Ummi Kalsum. IMPLEMENTASI PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR IPS BENGKULU. berorientasi pada Project Based Learning (PjBL), seperti kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Observasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk menilai dampak dari suatu Dalam hal ini, peneliti melakukan observasi terhadap aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran menggunakan model PjBL. Panduan lembar observasi dengan daftar cek digunakan untuk Kegiatan observasi ini dilakukan oleh dua orang pengamat, yaitu peneliti dan guru. Refleksi merupakan kegiatan yang dilakukan pada akhir setiap siklus, dengan melakukan analisis retrospektif terhadap hasil penelitian. Pada tahap ini, pengolahan data hasil observasi kegiatan Selanjutnya, peneliti melakukan diskusi dengan pendidik mengenai hasil pengamatan dan penilaian kompetensi yang dilakukan dengan indikator kinerja yang telah ditentukan. Penelitian tindakan dianggap selesai apabila hasil evaluasi menunjukkan bahwa kriteria yang ditetapkan telah terpenuhi. Namun demikian, apabila masih terdapat perbaikan pada siklus perencanaan berikutnya, dengan tindak lanjut pada siklus II dan siklus-siklus berikutnya. Metode pengumpulan data yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian adalah sebagai berikut : Observasi Observasi diartikan sebagai proses pengamatan langsung terhadap objek penelitian untuk memahami lebih dalam tentang kegiatan yang berlangsung. Melalui observasi, peneliti dapat melihat berbagai SISWA SMPN 7 KOTA aspek yang berkaitan dengan subjek yang Observasi dilakukan pada saat IPS menggunakan pedoman observasi kegiatan Dokumentasi Dokumentasi dalam penelitian tindakan kelas (PTK) diartikan sebagai proses pencatatan data dan informasi yang Dokumentasi berfungsi memperkuat data yang diperoleh dari hasil Dokumentasi dapat disajikan dalam berbagai bentuk, antara lain foto, video, catatan lapangan, hasil observasi, dan hasil karya siswa. Instrumen penelitian ini berfungsi informasi atau data yang diperlukan dalam menjawab permasalahan penelitian. Tujuan instrumen ini adalah untuk mengubah fakta menjadi data. Fungsi instrumen adalah mengungkapkan fakta menjadi data. Observasi Observasi dalam konteks Penelitian Tindakan Kelas (PTK) guru atau peneliti mengamati secara langsung interaksi saat proses pembelajaran, serta respon dan Dokumentasi Dokumentasi adalah alat yang digunakan untuk menyajikan informasi melalui bahan-bahan yang telah disimpan. Dalam konteks penelitian, dokumentasi meliputi berbagai dokumen yang dianggap penting oleh peneliti, seperti arsip sekolah, catatan, dan data administratif. Selain itu, dokumentasi juga mencakup gambar yang diambil selama kegiatan berlangsung untuk memberikan bukti visual yang mendukung hasil penelitian. 500 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE Teknik analisis data pada penelitian . Menghitung Data Hasil Observasi ini yaitu dengan melihat aktivitas belajar Aktivitas Belajar Siswa. siswa siklus I dan siklus II. Pada penelitian ini teknik analisis datanya menggunakan: Tabel 2: Kriteria Penilaian Aktivitas Belajar No. Interval Skor Kriteria Kurang Cukup Baik Sangat baik Sumber: Lilis Nur Chotimah, 2019 . Menghitung nilai rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I dan Siklus peningkatan aktivitas belajar siswa, dicari dengan rumus sebagai berikut: X = Oc x . RataAerata data hasil observasi aktivitas belajar siswa dari dua pengamat. X = p1 p2 . Menghitung ada tidaknya peningkatan aktivitas belajar siswa dikelas, maka rumus yang digunakan adalah : to : MD . SEMD Keterangan : A to: Nilai t observasi A MD: Mean Difference . ata-rata perbedaan antara variabel I dan variabel II) ASEMD: Standard Error of Mean Difference SEMD : SDD . OoycA Oe 1 Keterangan: SEMD: Standard Error of Mean Difference SDD: Standar deviasi dari perbedaan antara variabel I dan skor dari variabel II N: Jumlah sampel atau subjek SDD : Deviasi standar pada perbedaan antara variabel I dan skor dari variabel II. Oc D2 OcD SDD = Oo ycA Oe ( ycA )2 . (Sumber : Lilis Nur Chotimah, 2. Dengan kriteria uji : - t hitung Ou t tabel, ada peningkatan yang signifikan dari siklus I ke siklus II - t hitung O t tabel, tidak ada peningkatan yang signifikan dari siklus I ke siklus II. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian tentang aktivitas didokumentasikan dalam lembar observasi, mengungkapkan bahwa pada siklus I, 11 siswa . %) menunjukkan aktivitas belajar yang kurang, 12 siswa . %) menunjukkan aktivitas belajar yang cukup, 3 siswa . %) menunjukkan aktivitas belajar yang baik. This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 501 | Oksha Trisia Octavia. Suharmi. Ummi Kalsum. IMPLEMENTASI PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR IPS BENGKULU. dan 5 siswa . %) menunjukkan aktivitas belajar yang sangat baik. Pada siklus II, 13 %) menunjukkan aktivitas belajar yang cukup, 4 siswa . %) menunjukkan aktivitas belajar yang baik, dan 14 siswa CUKUP SISWA SMPN 7 KOTA %) menunjukkan aktivitas belajar yang sangat baik. BAIK SIKLUS I SIKLUS II Gambar 1. Grafik Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Siklus I Dan Siklus Ii Sumber: Data Riset Grafik di atas menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan aktivitas belajar siswa yang cukup dengan rata-rata aktivitas belajar siswa 26,29 . pada siklus I dan siklus II rata-rata aktivitas belajar siswanya menjadi 33,87 . Selanjutnya dilakukan perhitungan pengujian peningkatan aktivitas belajar siswa siklus I ke siklus II dengan menggunakan rumus tes t yaitu : to : MD . SEMD Ocya MD = ycA MD = 31 MD = 7,58 Oc D2 OcD SDD = Oo ycA Oe ( ycA )2 SDD = SDD = 6,91 SEMD = = 1,26 to : MD SEMD to : 7,58 1,26 to = 6,01 Db = 31-1 = 30 t tabel 5% 1,697 jadi t hitung . %) 6,01 Ou t tabel . %) 1,697. Temuan analisis yang dilakukan melalui uji t pada tingkat signifikan dan derajat kebebasan 30, menunjukkan bahwa t hitung = 6,01 Ou t tabel 1,697. Hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatan yang substansial dalam aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 7 Kota Bengkulu di kelas Vi E, dengan sampel 31 siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based 502 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE Learning (PjBL) meningkatkan aktivitas belajar siswa. Pemeriksaan terhadap hasil observasi pada siklus I menunjukkan adanya peningkatan dari kategori cukup menjadi kategori baik pada siklus II. Analisis hasil observasi dari siklus I menunjukkan bahwa 11 siswa . %) menunjukkan aktivitas belajar yang rendah, 12 siswa . %) menunjukkan aktivitas belajar yang cukup, 3 siswa . %) menunjukkan aktivitas belajar yang baik, dan 5 siswa . %) menunjukkan aktivitas belajar yang sangat baik. Hasil rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I hanya 26,29 dengan kriteria cukup. Hasil observasi pada siklus II menunjukkan bahwa 13 siswa . %) menunjukkan aktivitas belajar yang cukup, 4 siswa . %) menunjukkan aktivitas belajar yang baik, dan 14 siswa . %) menunjukkan aktivitas belajar yang sangat baik. Hasil rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus II meningkat menjadi . yang telah memenuhi kriteria keberhasilan yang telah Hasil perhitungan yang menggunakan uji t pada taraf signifikan dan derajat kebebasan 30 menunjukkan bahwa t hitung = 6,01 Ou t tabel 1,697. Berdasarkan tindakan yang telah dilakukan pada siklus I, yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan, serta hasil terdorong untuk melakukan introspeksi. Peneliti dan guru yang turut serta dalam penelitian sebagai observer mendiskusikan hasil pelaksanaan tindakan tersebut. Dalam konteks ini, upaya peningkatan aktivitas belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) telah membuahkan hasil yang Namun demikian, masih ada beberapa masalah perhatian, seperti: Pertemuan siklus I ada 11 siswa . %) yang mendapatkan skor rata-rata aktivitas belajarnya kurang dapat dilihat poin indikator yang diamati seperti siswa kurang menyimak penjelasan peneliti, siswa kurang aktif menjawab pertanyaan yang diberikan peneliti, siswa kurang aktif bertanya, dan siswa menyimpulkan materi pelajaran yang telah dipelajari. Pertemuan siklus I ada 12 siswa ( 39%) yang mendapatkan skor rata-rata aktivitas belajarnya cukup dapat dilihat poin indikator yang diamati seperti, siswa cukup menyimak penjelasan peneliti, siswa cukup aktif bertanya, siswa cukup berani menjawab pertayaan dari peneliti, cukup aktif dalam berdiskusi dan aktif menyimpulkan materi pelajaran. Pertemuan siklus I ada 3 siswa ( 10%) yang mendapatkan skor rata-rata aktivitas belajarnya baik yang dapat dilihat dari hasil pengamatan bahwa siswa baik dalam memperhatikan penjelsan materi oleh peneliti, baik mencatat materi pelajaran, baik dalam menjawab pertanyaan yang telah diberikan , baik dalam hal bertanya kepada teman atau peneliti. Pada pertemuan siklus I ada 5 siswa . %) yang mendapatkan skor rata-rata aktivitas belajarnya baik sekali dapat dilihat poin indikator yang diamati seperti siswa baik sekali menyimak penjelasan peneliti, siswa baik sekali menjawab pertanyaan yang diberikan peneliti, siswa baik sekali bertanya, dan siswa baik sekali saat menyimpulkan materi pelajaran yang telah dipelajari. This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 503 | Oksha Trisia Octavia. Suharmi. Ummi Kalsum. IMPLEMENTASI PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR IPS BENGKULU. Berdasarkan hasil Siklus I, dapat pembelajaran belum membuahkan hasil yang optimal. Banyak siswa yang memperoleh nilai aktivitas belajar yang rendah, seperti yang teramati Siklus I, banyak siswa tidak memperoleh nilai baik IPS Project-Based Learning (PBL). Oleh karena itu, diperlukan siklus lanjutan yaitu Siklus II yang akan dilakukan berdasarkan refleksi dari Siklus I. Indikator aktivitas belajar yang tercapai antara lain . mendengarkan penjelasan peneliti, . mencatat materi pelajaran, dan . aktif merangkum materi pelajaran yang dipelajari. Indikator aktivitas belajar yang belum tercapai antara lain menjawab pertanyaan yang diberikan peneliti, aktif bertanya, dan aktif berdiskusi dengan anggota kelompok. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Kartikasari et al. , . bahwa implementasi model Project Based Learning (PjBL), yang difasilitasi melalui kerangka kerja lesson study, menghasilkan pergeseran penting dalam keterlibatan Secara khusus, tingkat keterlibatan yang ditunjukkan oleh siswa meningkat dari tingkat moderat pada siklus pertama ke tingkat tinggi pada siklus berikutnya. Tren serupa juga terlihat pada prestasi akademik Persentase siswa yang telah memenuhi tujuan pembelajaran telah meningkat dari 59% pada tahap awal menjadi 67% siklus pertama 79% pada siklus kedua. Dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis proyek, yang dibuktikan dengan kegiatan lesson study dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. SISWA SMPN 7 KOTA Dari berbagai hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan belajar siswa, menggunakan metode pembelajaran diskusi, membuat kliping dan Selain itu juga, ada beberapa kelebihan dalam proses pelaksanaan model pembelajaran ini, yaitu suasana belajar meningkatkan kerja sama tim bagi siswa, meningkatkan motivasi agar siswa tekun, menyediakan pengalaman baru bagi siswa dan memperaktikan keterampilan dalam mengerjakan proyek membuat secara berkelompok. PENUTUP Berdasarkan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) memberikan dampak signifikan meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas Vi pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 7 Kota Bengkulu. Dari analisa yang telah dilakukan dengan menggunakan uji t pada taraf signifikan dan derajat kebebasan 30 menunjukan bahwa t hitung = 6,01 Ou t tabel 1,697. Temuan ini menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan secara statistik dalam aktivitas belajar siswa dari Siklus I ke Siklus II. Hal ini dibuktikan dengan hasil rata-rata aktivitas belajar siswa pada lembar observasi siklus I sebesar . dengan kriteria cukup. Berdasarkan hasil yang tercatat pada lembar observasi, nilai rata-rata aktivitas belajar siswa pada Siklus II meningkat menjadi 33,87 yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan yaitu AubaikAy. Keampuhan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terbukti untuk meningkatkan hasil belajar siswa. 504 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti dengan ini mengajukan beberapa rekomendasi terkait penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Rekomendasi ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas Vi pada mata pelajaran IPS. Guru lingkungan belajar yang kondusif, sehingga dapat menumbuhkan keterlibatan dan antusiasme siswa terhadap pelajaran IPS. Tujuan ini dapat dicapai dengan meningkatkan kemampuan manajemen kelas, yang salah satu komponen utamanya adalah penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Dalam konteks lembaga pendidikan, sekolah memiliki kapasitas untuk membangun fasilitas yang memfasilitasi pembelajaran menggunakan model Project Based Learning (PjBL). Bagi Peneliti Selanjutnya, langkah selanjutnya adalah melakukan penelitian tambahan untuk mengetahui apakah model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) memiliki dampak jangka panjang terhadap aktivitas belajar siswa. DAFTAR PUSTAKA