ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14107-14119 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Upaya Peningkatan Kecerdasan Emosional (EQ) pada Anak Usia 56 Tahun Melalui Metode Bercerita Menggunakan Pop Up Book di RA Menara QurAoan Pujud Rokan Hilir Riau Nurhakiki Afriliana. Zulkifli N. Hukmi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Riau. Indonesia Email: Nurhakiki. afriliana0740@student. id zulkifli. n@lecturer. hukmi@lecturer. Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan kecerdasan emosional (EQ) pada Anak usia 5-6 tahun memlaui metode bercerita dengan media media Pop Up Book. Metode bercerita merupakan salah satu teknik untuk menasehati orang dan mudah dimengerti oleh anak-anak maupun orang dewasa. Pop Up Book diartikan sebagai sebuah buku yang memperlihatkan bentuk tiga dimensi sehingga minat anak dalam mendengarkan cerita lebih meningkat. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu, penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam 4 tahap: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu metode observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah menggunakan analisis prosentase setiap lembar observasi. Metode ini diterapkan kepada 16 orang peserta didik di RA Menara QurAoan Pujud. Rokan Hilir. Riau. Hasil yang diperoleh dari penerapan metode bercerita meningkat dengan persentase dari siklus 1 pertemuan 1 yaitu 31,25%. MB 30%. BSB 20 %. BSH 18,75%, pada siklus 1 pertemuan 2 yaitu BB 21,25%. MB 26,25%. BSB 31,25%. BSH 22,5%, pada siklus 2 pertemuan 1 yaitu BB 5%. MB 17,5%. BSB 25 %. BSH 52,5% dan pada siklus 2 pertemuan 2 yaitu BB 0%. MB 3,75%. BSB 22,5 %. BSH 73,75%. Hal ini membuktikan bahwa metode bercerita dengan media Pop Up Book dapat meningkatkan kecerdasan emosional pada Anak usia 5-6 tahun. Kata Kunci: Metode Bercerita. Pop Up Book, anak usia dini Abstract This research . is the need to increase emotional intelligence (EQ) of children at the age of 5-6 years through the story telling methot using the Pop Up Book media. The story telling method is one of the techniques or ways to advise people and is easly understood by children or adults. A Pop Up Book that displays three-dimensional or raised shapes so thet childrenAos interest in listening to stories increases. The type oof research used in this research is classroom action research (CAR). This research we conducted in several cycles consisting of 4 components: namely : planning, implementation, observation and documentation. The data analysis technique used is to use a percentage analysis of each observation sheet. This method was applied to 16 students at RA Menara QurAoan Pujud. Rokan Hilir. Riau. The results obtained from the application of the storytelling method increased with the percentage from cycle 1 to meeting 1, namely 31. MB 30%. BSB 20%. BSH 18. 75%, in cycle 1 meeting 2, namely BB 21. MB 26, 25%. BSB 31. BSH 22. 5%, in cycle 2 meeting 1 ie BB 5%. MB 17. BSB 25%. BSH 52. 5% and in cycle 2 meeting 2 ie BB 0% . MB 3. BSB 22. BSH 73. this shows that the story telling method using Pop Up Book media can increase the Emotional Intelligence of Children aged 5-6 yaers. Keywords: Storytelling Method. Pop Up Book, early childhood Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14107-14119 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 PENDAHULUAN Kecerdasan Emosional . mosional quotien. merupakan potensi kecerdasan yang penting urutannya setelah kecerdasan intelektual . ntellectual quotien. yang keduanya tidak mampu berat sebelah, sehingga seseorang tidak hanya cerdas dari sisi intelektual saja tapi juga cerdas pada pengelolaan emosinya. Kecerdasan emosional setiap anak berbeda-beda. Dalam sehari-hari manusia tidak lepas dari rasa takut, marah, gelisah, serta bahagia. Apabila perasaan tersebut tidak ada, akan mengakibatkan anak kesulitan untuk menginterpretasi perilaku orang lain sehingga berdampak pada interaksi sosial. Kecerdasan emosional terdiri dari pengendalian diri yang berkaitan terhadap relasi, berempati kepada orang lain, mengelola s e d i h d a n rasa gembira, atau tingkat motivasi dirinya. Cooper dan Sawaf dalam (Ary Ginanjar, 2. menjelaskan kecerdasan emosional merupakan kemampuan memahami, merasakan, penerapan daya secara selektif serta keampuan emosi. Kecerdasan emosional dituntut untuk belajar mengakui. Menurut Hetterington dan Parke dalam (Moeslichatoen, 2. bahwa emosi anak memiliki beberapa fungsi yaitu untuk mengkomunikasikan kebutuhan, suasana hati dan Oleh sebab itu, metode dipilih sesuai dengan pengembangan keterampilan emosi anak harus disuaikan terhadap kegiatan yang bertujuan meningkatkan kecerdasan emosi Menurut Bar-On dalam (Goleman, 2. kecerdasan emosi ini yakni serangkaian kemampuan emosi, pribadi serta sosial yang berpengaruh terhadap kemampuan seseorang untuk berhasil dalam mengatasi tekanan dari lingkungan kemudian, kecerdasan emosional tidak dipengaruhi oleh faktor keturunan sehingga kesempatan bagi orang tua untuk membentuk dan mendidik agar menjadi lebih baik dapat terbuka. Serangkaian observasi dan wawancara telah dilakukan di sebuah TK yang terletak disebuah kecamatan yang ada di Rohil. Kabupaten Rohil terletak di bagian paling utara dari Provinsi Riau yang merupakan wilayah pesisir timur Pulau Sumatera. Kabupaten Rohil memiliki 14 kecamatan dengan ibu kota Bagan Siapi-api. Kecamatan Pujud adalah salah satu dari 14 kecamatan yang menjadi tempat penelitian yang memiliki 33 TK dan semuanya berstatus swasta. Salah satu TK nya adalah tempat peneliti melakukan penelitian dengan nama TK yaitu RA Menara QurAoan Pujud Rokan Hilir. Riau. Pada tanggal 9 maret 2021 observasi di lakukan pada Anak usia 5-6 tahun. Pada observasi hari petama peneliti mendapatkan informasi melalui guru mengenai pembelajaran yang seringkali mengalami hambatan karena sang anak terlalu bergantung kepada orang tuanya, jika mereka tidak diantar kerumah gurunya maka sang anak sering melakukan bolos atau libur belajar,beberapa anak sampai melakukan kekerasan secara verbal maupun non verbal seperti berteriak dan memaki bahkan sampai melempar barang ketika mereka tidak ditunggu oleh orangtua mereka. Pada hari selanjutnya pada tanggal 10 maret 2021 peneliti kembali mendapati masalah, siswa seringkali bertengkar karena hal-hal kecil dan terkadang menyebabkan kekerasan secara verbal maupun non verbal seperti memukul temannya atau memaki teman nya dengan suara yang lantang, anak kurang memiliki rasa percaya diri, anak tidak mau berbagi bersama temannya serta diantara beberapa Anak belum bisa bekerja Hal tersebut menunjukan bahwa anak masih sangat egoisentris. Permasalahan ini membutuhkan tindak lanjut dilakukan penelitian dan di berikan jalan keluar untuk peningkatan kecerdasan Emosional Anak. Kecerdasan emosional bukanlah kecerdasan genetik atau yang diturunkan oleh orang tua. Kecerdasan emosional anak dapat dipengaruhi oleg lingkungan yaitu lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Upaya orang tua dan guru dengan stimulus yang tepay sangat diperlukan. Stimulus yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan metoode bercerita. salah satu Teknik atau cara untuk menasihati anak-anak yang mudah dipahami adalah dengan menggunakan metode bercerita. Metode bercerita selain disukai oleh anak-anak juga mudah untuk diserap untuk menangkap pesan yang disampaikan, apalgi metode bercerita ini dilengkapi dengan media atau alat peraga. Dengan metode bercerita peneliti akan menambahkan media guna meningkatkan daya tarik dalam bercerita. Media yang akan digunakan adalah Pop Up Book. Pop Up Book adalah sebuah buku yang menampilkan bentuk tiga dimensi atau timbul seningga minat anak dalam Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14107-14119 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 mendengarkan cerita lebih meningkat. Serta dapat mengimplementasikan pesan atau contoh yang ada didalam buku secara lebih konkret. Berdasarkan penjelasan diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian Tindakan kelas dengan judul AuUpaya meningkatkan Kecerdasan Emoosional (EQ) Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Metode Bercerita Menggunakan Pop Up Book di RA Menara QurAoan Pujud Rokan Hilir RiauAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di RA Menara QurAoan Pujud Rokan Hilir Riau pada tahun ajaran 2020/2021. Waktu pengambilan data dimulai bulan juli 2021 sampai bulan september 2021 dengan kurikulum 2013. Penelitian ini berjenis penelitian Tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus yaitu siklus 1 sebanyak 2 pertemuan dan siklus 2 sebanyak 2 Siklus tersebut terdiri dari 4 komponen seperti berikut: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Sampel dalam penelitian yaitu anak usia 5-6 tahun yang perkembangan kecerdasan emosionalnya belum berkembang dengan baik berjumlah 16 orang yaitu 6 orang perempuan dan 10 orang laki-laki di RA Menara QurAoan Pujud. Rokan Hilir. Riau. Teknik pada penelitian ini dalam pengumpulan data adalah metode observasi dan dokumentasi yakni ketika pengamatan sedang berlangsung peneliti akan mencatat gejala yang tampak pada objek penelitian. Sumber data akan diperoleh berupa daftar nama sampel dan perilaku-perilaku yang diharapkan muncul disertai keterangan yang rinci pada lembar observasi dari alat observasi. Tabel 2. 1 Kisi-kisi Pedoman Observasi Kecerdasan Emosional ASPEK INDIKATOR Mengenal . esadaran dir. 1 menahan Anak menahan diri tidak memukul Mengelola . enegendalian Empati . embaca emosi oran. 2 kepedulian Anak mampu melihat? orang Anak melihat orang Anak melihat orang Anak mampu Anak Memotivasi Diri Memanfaatkan emosi secara Percaya diri Keterampilan dengan orang Anak mampu Anak mampu KRITERIA PENILAIAN Anak belum Anak menahan diri menahan diri tidak memukul tidak memukul BSH Anak menahan teman,tetapi belum dengan Anak mampu melihat orang senang, tetapi belum dengan BSB Anak menahan memukul teman dengan baik Anak Anak mampu dengan baik Anak dengan baik Anak Anak Anak mampu menyapa orang Anak a dengan baik Anak serta bercerita Anak serta bercerita Anak mampu bercerita, tetapi belum dengan Anak mampu ikut dengan baik Anak Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14107-14119 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Skala penilaian: 1: belum berkembang (BB) 2: mulai berkembang (MB) 3: berkembang sesuai harapan (BSH) 4: berkembang sangat baik (BSB) Dari kriteria penilaian diatas diperoleh: A Skor/nilai tertinggi tiap indikator yaitu 4 A Skor/nilai terendah tiap indikator yaitu 1 Penilaian kecerdasan emosional melalui metode bercerita dengan media Pop Up Book disusun dalam 4 kategori yakni, berkembang sangat baik, berkembang sesuai harapan, mulai berkembang dan belum berkembang. Tabel 2. 2 Instrumen Lembar Observasi Guru Terlaksana Baik Cukup Kurang Aspek Yang Diobservasi Guru mengkomunikan tema cerita kepada anak. Guru menarik perhatian anak dengan media pop-up book Guru melaksanakan pembelajaran dengan metode bercerita menggunakan media pop-up book Guru memelakukan Tanya jawab tentang cerita yang dibacakan atau didengar Guru memberikan motivasi atau pesan kepada anak Tabel 2. 3 Instrumen Lembar Observasi Anak Aspek Mengenal Emosi ( kesadaran dir. 1 menahan amarah Mengelola emosi ( pengendalian dir. 6 tidak mudah mengeluh Empati ( membaca emosi oran. 2 kepedulian Memotivasi Diri ( Memanfaatkan emosi secara tepa. 4 Percaya diri Keterampilan sosial embina hubungan dengan orang 1 menyesuaikan diri Indikator Skor BB MB BSH BSB Anak mempertahankan tidak memukul teman Anak mampu melihat orang Anak mampu mendengarkan Anak mampu menyapa orang Anak mampu ikut serta Keterangan: 1: belum berkembang (BB) 2: mulai berkembang (MB) 3: berkembang sesuia harapan (BSH) 4: berkembang sangat baik (BSB) HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian yaitu berupa hasil Penilaian terhadap evaluasi yang dilakukan oleh peneliti melalui pengamatan mengenai AuUpaya Meningkatkan Kecerdasan Emosional (EQ) Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14107-14119 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 anak Usia 5-6 Tahun Melalui Metode Bercerita Dengan Media Pop Up Book Di RA Menara QurAoan Pujud Rokan Hilir RiauAy. Siklus satu Pertemuan satu Siklus satu pertemuan satu dilaksanakan pada tanggal 8 Juli 2021, sebanyak 16 orang anak yang mengikuti pembelajaran yakni terdiri dari 6 perempuan anak dan 10 anak laki-laki. Perencanaan Siklus satu pertemuan satu ini disusun perencanaan dengan mempersiapkan perangkat pembelajaran, media Poop Up Book, instrument penelitian, mempersiapkan waktu pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan Tindakan . Pertemuan satu siklus satu Pertemuan satu pada tindakan siklus satu terlaksana pada hari Kamis 8 Juli 2021, pada pukul 08. 30 WIB. Kegiatan dalam proses pembelajarannya adalah pendahuluan, isi dan penutup. Observasi Pada tahap Observasi digunakan 2 jenis Lembar observasi, yakni: lembar observasi anak dan lembar observasi guru. Aktivitas guru Data aktivitas guru dinyatakan dalam persen. Data hasil aktivitas guru pada tanggal 8 Juli 2021 ditunjukkan pada Tabel 4. 3 sebagai berikut: Tabel 3. 1 Lembar Observasi Guru Aspek Yang Diobservasi Guru mengkomunikasikan tema dengan anak sebelum pertemuan Guru memancing perhatian anak dengan media pop-up book dilaksanakan pembelajaran dengan metode bercerita menggunakan media pop-up book Dilakukan tanya jawab berdasarkan cerita yang telah didengar. Guru memberikan motivasi atau pesan kepada anak Terlaksana Baik Cukup Kurang ue ue ue ue ue Aktivitas Anak Data aktivitas anak dinyatakan dalam persentase. Data hasil pengamatan aktivitas anak siklus satu pertemuan satu pada tanggal 8 Juli 2021 ditujukan pada Tabel dibawah ini : Tabel 3. 2 Lembar Rekapitulasi Data Hasil Siklus satu Pertemuan ke satu ASPEK EQ Aspek yang diamati BSH BSB 1 a. Anak mampu mempertahankan tidak memukul teman 37,5% 25% 18,75% 18,75% 2 b. Anak mampu melihat orang senang 43,75% 18,75% 18,75% 18,75% 3 c. Anak mampu mendengarkan 31,25% 25% 18,75% 4 d. Anak mampu menyapa orang disekitarnya 37,5% 18,75% 18,75% 5 e. Anak mampu ikut serta dalam bercerita 37,5% 18,75% 18,75% JUMLAH 156,25% 150% 100% 93,75% RATA-RATA 31,25% 30% 20% 18,75% Dari data tabel diatas, didapatkan persentase anak dapat dilihat pada grafik dibawah Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14107-14119 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Chart Title 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% Dapat dilihat bahwa dari 16 anak ternyata yang mempunyai kemampuan kecerdasan emosional (EQ) masih rendah dengan belum berkembang 32,8125%, mulai berkembang 28,125%, berkembang sesuai harapan 20,3125% dan berkembang sangan baik 18,75%. Refleksi Beberapa kekurangan pada siklus satu pertemuan satu, yakni: Pendahuluan yang disampaikan kurang spesifik. Pertanyaan yang diajukan secara klasikal kurang efektif. Refleksi yang dilakukan belum optimal baik ditinjau dari kegiatan guru maupun anak. Siklus Satu Pertemuan Dua Siklus satu pertemuan dua terlaksana pada tanggal 12 Juli 2021, diikuti 16 orang anak terdiri dalam pembelajaran ini yakni terdiri dari 6 perempuan anak dan 10 anak laki-laki. Perencanaan Perencanaan siklus satu pertemuan dua ini dilakukan dengan persiapan seperti perangkat pe mbelajaran sama dengan pertemuan satu,yaitu mempersiapkan media Poop Up Book, instrument penelitian, mempersiapkan waktu pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan Tindakan . Pertemuan satu siklus dua Siklus satu pertemuan dua terlaksana pada hari Senin 12 juli 2021 pukul 09. WIB. Tema pembelajaran nya yaitu binatang dengan judul Pengembala dan Biri-biri. Adapun kegiatan dalam proses pembelajaran adalah pendahuluan, inti dan penutup. Observasi Aktivitas guru Data aktivitas guru dinyatakan dalam persen. Data hasil aktivitasguru pada tanggal 12 juli 2021 ditunjukkan pada Tabel 4. 3 dibawah ini: Tabel 3. 3 Lembar Observasi Guru Aspek Yang Diobservasi Guru memberi tahu tema dan kegiatan yang akan dilakukan oleh Guru menarik perhatian anak dengan media pop-up book Dilaksanakan pembelajaran dengan metode bercerita menggunakan media pop-up book Guru memelakukan tanya jawab tentang cerita yang dibacakan atau didengar Guru memberikan motivasi atau pesan kepada anak Terlaksana Baik Cukup ue Kurang ue ue ue ue Aktivitas Anak Berdasarkat data hasil pengamatan aktivitas anak siklus satu pertemuan dua pada tanggal 9 Januari 2021 dinyatakan dalam bentuk persentase seperti ditujukan pada Tabel 3. 4 dibawah ini: Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14107-14119 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Tabel 3. 4 Lembar Rekapitukasi Data Hasil Siklus I Pertemuan ke 2 ASPEK EQ Aspek yang diamati BSH BSB 1 a. Anak mampu mempertahankan tidak memukul teman 25% 18,75% 31,25% 25% 2 b. Anak mampu melihat orang senang 37,5% 12,5% 25% 3 c. Anak mampu mendengarkan 18,75% 25% 37,5% 18,75% 4 d. Anak mampu menyapa orang disekitarnya 18,75% 25% 37,5% 25% 5 e. Anak mampu ikut serta dalam bercerita 18,75% 25% 37,5% 18,75% JUMLAH 106,25% 131,25% 156,25% 112,5% RATA-RATA 21,25% 26,25% 31,25% 22,5% D i l ih at d ar i data tabel diatas, maka persentase anak dapat dilihat pada grafik dibawah ini. Chart Title 35,00% 30,00% 25,00% 20,00% 15,00% 10,00% 5,00% 0,00% Data tersebut menunjukkan bahwa dari 16 anak memiliki kemampuan kecerdasan emosional (EQ) sudah mulai menigkat dengan belum berkembang 21,875%, mulai berkembang 26,5625%, berkembang sesuai harapan 29,6875% dan berkembang sangan baik 21,875%. Refleksi Terlihat beberapa kekurangan yang ada pada aktivitas anak dan guru, diantaranya: Warna pada Pop Up Book masih sedikit kurang ramai. Masih terdapat anak yang malu-malu pada saat bercerita. Aktivitas refleksi masih kurang optimal baik kualitas anak maupun guru. Kekurangan diatas menjadi bahan refleksi sebagai perbaikan tindakan untuk meningkatkan kualitas anak pada siklus dua. Sehingga diantara faktor penghambat dan kekurangan siklus satu akan diperbaiki pada siklus dua. Siklus dua Pertemuan satu Pada siklus dua pertemuan satu perbaikan perlu dilakukan sebab pelaksanaan tindakan pada siklus satu masih terdapat banyak kekurangan. Dengan adanya refleksi pada siklus satu, diharapakan dapat memberikan perubahan pada proses pembelajaran dan hasil siklus dua menjadi lebih baik. Pada siklus dua pertemuan satu, kegiatan yang dilakukan tetap sama yaitu bercerita denganmedia Pop Up Book dengan tema yang beda yaitu kisah nabi. Perencanaan Perencanaan siklus dua pertemuan satu dilakukan dan dipersiapkan seperti perangkat pembelajaran, media Poop Up Book, instrument penelitian, waktu pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan Tindakan Tindakan siklus dua pertemuan satu terlaksana pada hari Senin, 2 agustus 2021, dari 30 WIB. Pembelajaran yang akan disampaikan yaitu kisah nabi. Adapun Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14107-14119 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 kegiatan dalam proses pembelajaran adalah pendahuluan, inti dan penutup. Observasi . Aktivitas guru Data aktivitas guru dinyatakan dalam persen. Data hasil pengamatan guru pada tanggal Agustus 2021 dapat dilihat pada Tabel 4. 3 dibawah ini : Tabel 3. 5 Lembar Observasi Guru Aspek Yang Diobservasi Guru mengkomunikasikan kegiatan dan tema yang dilakukan oleh anak Guru menarik perhatian anak dengan media pop-up book dilaksanakan pembelajaran dengan metode bercerita menggunakan media pop-up book dilakukan Tanya jawab oleh guru tentang cerita yang dibacakan atau didengar guru memberikan motivasi atau pesan kepada anak Terlaksana Baik Cukup Kurang ue ue ue ue ue . Aktivitas Anak Tabel 3. 6 Lembar Rekapitukasi Data Hasil Siklus dua Pertemuan ke satu ASPEK EQ Aspek yang diamati BSH BSB 1 a. Anak mampu mempertahankan tidak memukul teman 6,25% 18,75% 25% 50% 2 b. Anak mampu melihat orang senang 12,5% 18,75% 12,5% 56,25% 3 c. Anak mampu mendengarkan 0% 18,75% 25% 56,25% 4 d. Anak mampu menyapa orang disekitarnya 0% 25% 37,5% 37,5% 5 e. Anak mampu ikut serta dalam bercerita 6,25% 6,25% 25% 62,5% JUMLAH 25% 87,5% 125% 262,5% RATA-RATA 5% 17,5% 25% 52,5% Berdasarkan data tabel diatas, maka persentase anak dapat dilihat dibawah ini. pada grafik Chart Title Dari data diatas diketahui bahwa dari 16 anak ternyata yang mempunyai kemampuan kecerdasan emosional (EQ) sudah meningkat dengan cukup baik dengan belum berkembang 6,25%, mulai berkembang 15,625%, berkembang sesuai harapan 21,875% dan berkembang sangan baik 56,25%. Refleksi Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan dan observasi kecerdasan emosional (EQ) dengan metode bercerita mengunakan media Pop Up Book pada siklus 2 pertemuan 1 dapat diketahui bahwa sudah terdapat peningkatan kecerdasan emosional (EQ) anak di RA Menara Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14107-14119 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 QurAoan Pujud namun masih terdapat sedikit kekurangan dan rasa belum puas dari guru sehingga perlu dilanjutkan siklus 2 pertemuan 2. Siklus dua Pertemuan dua Pada siklus dua pertemuan dua memerlukan perbaikan karena pelaksanaan tindakan pada siklus dua pertemuan satu terdapat beberapa kekurangan. Dengan adanya refleksi pada siklus dua pertemuan satu, harapannya memberikan perubahan pada proses pembelajaran dan hasil siklus dua menjadi lebih baik. Pada siklus dua pertemuan dua, kegiatan yang dilakukan tetap sama yaitu bercerita menggunakan media Pop Up Book dengan tema beda yaitu kisah nabi. Perencanaan Perencanaan siklus dua pertemuan dua dilaksanakan dengan mempersiapkan perangkat pembelajaran, media Poop Up Book, instrument penelitian, waktu pelaksanaan Pelaksanaan Tindakan Tindakan siklus dua pertemuan dua terlaksana pada hari Sabtu, 7 Agustus 2021, dari 00 WIB. Pembelajaran yang akan disampaikan yaitu kisah nabi. Adapun kegiatan dalam proses pembelajaran adalah pendahuluan, inti dan penutup. Observasi . Aktivitas guru Data aktivitas guru dinyatakan dalam persentase. Data hasil pengamatan guru pada tanggal 7 Agustus 2021 ditunjukkan pada Tabel 4. 3 sebagai berikut: Tabel 3. 7 Lembar Observasi Guru Aspek Yang Diobservasi Disapaikan tema dan kegiatan yang akan dilakukan oleh anak Guru memancing perhatian anak dengan media pop-up book Guru melaksanakan pembelajaran dengan metode bercerita menggunakan media pop-up book dilakukan Tanya jawab oleh tentang cerita yang dibacakan atau Guru memberikan motivasi atau pesan kepada anak Terlaksana Baik Cukup ue ue ue Kurang ue ue Aktivitas Anak Data aktivitas anak dinyatakan dalam persen. Data hasil pengamatan aktivitas anak siklus dua pertemuan 2 pada tanggal 7 Agustus 2021 ditujukan pada Tabel dibawah ini : Tabel 3. 8 Lembar Rekapitukasi Data Hasil Siklus dua Pertemuan ke dua ASPEK EQ Aspek yang diamati BB MB BSH BSB 1 a. Anak mampu mempertahankan tidak memukul teman 0% 6,25% 18,75% 75% 2 b. Anak mampu melihat orang senang 0% 0% 31,25% 68,75% 3 c. Anak mampu mendengarkan 0% 12,5 % 31,25% 56,25% 4 d. Anak mampu menyapa orang disekitarnya 0% 0% 12,5% 87,5% 5 e. Anak mampu ikut serta dalam bercerita 0% 0% 18,75% 81,25% JUMLAH 0% 18,75% 112,5% 368,75% RATA-RATA 0% 3,75% 22,5% 73,75% Berdasarkan data tabel diatas, maka persentase anak dapat dilihat dibawah ini. pada grafik Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14107-14119 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Chart Title Dari data diatas terlihat bahwa dari 16 anak yang mempunyai kemampuan kecerdasan emosional (EQ) sudah terjadi peningkatan dengan cukup baik dengan belum berkembang 0%, mulai berkembang 4,6875%, berkembang sesuai harapan 25% dan berkembang sangan baik 70,3125%. Refleksi Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan dan observasi kecerdasan emosional (EQ) dengan metode bercerita mengunakan media Pop Up Book pada siklus 2 dapat diketahui bahwa sudah terdapat peningkatan kecerdasan emosional (EQ) anak di RA Menara QurAoan Pujud. Kecerdasan emosional (EQ) anak melalui metode bercerita dengan menggunakan media Pop Up Book secara keseluruhan meningkat. Hal inidikarenakan proses pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan bervariasi bagi anak. Tabel 3. 9 Aspek Penilaian Kemampuan Kecerdasan Emosional (EQ) Siklus Ke I dan Siklus Ke II Siklus 1 1 Ahmad Afrizal MB 2 M. Fasih Alfatih BB 3 M. Fazry BB Syaputra 4 Rafif Hamzah 5 M. Gibran BB Alfatan 6 Arsaka Sauki BSH Asandi 7 M. Azka BB Alfarezy 8 Ghifari Ainil Izzi BSB 9 Shaka Zein Al- BSH Mahid 10 Zuki Siregar 11 Azzani Aufia R BSH 12 Anggita Febriani 13 Raisa Putri 14 Dara Nuria MB Fahmi 15 Aqila Fariza BSB Mufia 16 Lulu Iskandar BSB Nama Siklus 1 Siklus 2 BSB BSH Siklus 1 BSB BSH Kriteria Hasil BSB BSH BSH BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSH BSB BSH BSB BSH BSB BSH BSH BSB BSB BSH BSB BSB BSH BSB BSB BSH BSB BSH BSB BSH BSB BSH BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14107-14119 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Tabel 3. 10 Hasil Pengamatan Pada Siklus satu pertemuan satu No Kriteria Jumlah Peserta didik 1 Belum Berkembang (BB) 2 Mulai Berkembang (MB) 3 Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 3 4 Berkembang Sangat Baik ( BSB) Jumlah Tabel 3. 11 Hasil Pengamatan Pada Siklus satupertemuan dua No Kriteria Jumlah Peserta didik 1 Belum Berkembang (BB) 2 Mulai Berkembang (MB) 3 Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 3 4 Berkembang Sangat Baik ( BSB) Jumlah Tabel 3. 12 Hasil Pengamatan Pada Siklus dua pertemuan satu No Kriteria Jumlah Peserta didik 1 Belum Berkembang (BB) 2 Mulai Berkembang (MB) 3 Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 3 4 Berkembang Sangat Baik ( BSB) Jumlah 13 Hasil Pengamatan Pada Siklus dua pertemuan dua No Kriteria Jumlah Peserta didik Belum Berkembang (BB) Mulai Berkembang (MB) Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 4 Berkembang Sangat Baik ( BSB) Jumlah Keterangan: Aspek yang diamati : A :Anak dapat menyebutkan judul cerita dengan media Pop-up Book B : Anak dapat mengekspresikan diri atau meluapkan emosi C : Anak dapat memecahkan masalah sederhana terkait masalah dalam kisah yang ada diPop-up Book D : Anak dapat menerima dan memberi nasihat yang berkaitan dengan isi cerita Tabel 3. 14 Kriteria Pemberian Perkembangan No Kemampuan yang dicapai Kriteria Deskripsi Belum Berkembang Mulai Berkembang BSH Berkembang Sesuai Harapan BSB Berkembang Sangat Baik Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 14107-14119 Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Peningkatan kecerdasan emosional (EQ) peserta didik yang telah diamati dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dapat dilihat dari tabel di bawah ini : Tabel 3. 15 Perbandingan kemampuan sosial emosional melalui metode berceritasiklus satu dan siklus dua No Kriteria Siklus Siklus 1 Berkembang sangat baik (BSB) 3 3 8 8 2 Berkembang sesuai Harapan (BSH) 3 3 3 4 3 Mulai Berkembang (MB) 4 5 5 4 4 Belum berkembang (BB) 6 5 0 0 Jumlah 16 16 16 16 Tabel diatas menunjukkan kecerdasan emosional (EQ) peserta didik mengalami peningkatan, pada siklus satu . ertemuansatu dan du. peserta didik yang berkembang sangat baik (BSB) berjumlah 3 orang, sedangkan pada siklus dua . ertemuan satu dan du. mengalami peningkatan. Berkembang Sangat Baik (BSB) menjadi 8 peserta didik. Kesimpulan dapat ditarik adalah melalui penerapan kegiatan metode bercerita dengan media Pop Up Book dapat meningkatkan kecerdasan emosional (EQ) di RA Menara QurAoan Pujud Rokan Hilir. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa melalui metode bercerita dengan media Pop Up Book di RA Menara QurAoan Pujud Rokan Hilir Riau melalui siklus satu dan dua terdapat peningkatan kecerdasan emosional (EQ) pada anak usia 5-6 tahun , dengan hasil siklus satu . ertemuan satu dan du. 3 anak dengan kategori berkembang sangat baik dan meningkat di siklus dua . ertemuan satu dan du. dengan 8 anak kategori berkembang sangat baik. DAFTAR PUSTAKA