Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas Vii Mata Pelajaran Ips Di Smp Negeri 8 Kota Cirebo. Saeful Huda Mubaarok mubarokalhikam@gmail. Abstract The problem behind this research is the low ability of students' understanding of concepts obtained by the results of tests of students' conceptual understanding abilities where there are still students whose concept understanding abilities have not yet reached the KKM score. This result is due, in part, to the learning process which still uses traditional methods, lectures, contextual etc. The purpose of this study was to determine students' conceptual understanding abilities after applying the Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT), and SAVI (Somatic. Auditory. Visualization. Intellectua. cooperative learning models. The method used is Quasi Experiment with Counterbalanced Design research design. The instrument in this study was complex multiple choice questions. The subjects in this study were 32 students in class VII A, 32 students in Class VII B and 32 students in class VII E where each class was an experimental class and in each treatment used a different method in each class. The results of data analysis using the t test . ndependent samples t-tes. at the 95% level of confidence obtained Ant_countA^>t_table and sig. -taile. < 0. 05, this shows that there are differences in students' conceptual understanding abilities from each treatment carried out in each class with different methods and different subject matter so that the hypothesis proposed can be Judging from the results of the acquisition of the average value . of students' conceptual understanding skills in each study, the Think Pair Share (TPS) model is always higher than the Numbered Head Together (NHT) model, and the Numbered Head Together (NHT) model is always higher than SAVI(Somatic. Auditory. Visualization. Intellectua. The conclusion of this study is that the Think Pair Share (TPS) type cooperative learning model is more effective in increasing students' conceptual understanding skills in the basic competencies of analyzing the concept of Human Activity in Fulfilling Needs . carcity and need. Economic Activities (Production. Distribution. Consumption. Deman. and Offe. on social studies subjects. Keywords : Concept Understanding Ability. Think Pair Share (TPS) Cooperative Type. Numbered Head Together (NHT), and SAVI (Somatic. Auditory. Visualization. Intellectua. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Abstrak Permasalahan yang melatarbelakangi peneliti ini adalah rendahnya kemampuan pemahaman konsep peserta didik yang di peroleh oleh hasil test kemampuan pemahaman konsep peserta didik yang masih terdapat peserta didik yang kemampuan pemahaman konsep belum mencapai nilai KKM. Hasil ini disebabkan salah satunya oleh proses pembelajaran yang masih menggunkan cara tradisional, cermah, kontekstual dll. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep peserta didik setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipeThink Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT), dan SAVI(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Metode yang digunakan ialah Quasi Eksperimen dengan desain penelitian Counterbalanced Design. Instrument dalam penelitian ini ialah soal pilihan ganda kompleks. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas VII A sebanyak 32 siswa. Kelas VII B sebanyak 32 siswadan kelas VII E sebanyak 32 siswa dimana setiap kelasnya merupakan kelas eksperimen dan di setiap tretment menggunakan metode yang berbeda disetiap kelasnya. Hasil analisis data dengan uji t . ndependent samples t-tes. pada taraf kepercayaan 95% diperoleh nilai ycEaycnycycycuyci >ycycycaycayceyco dan nilai probalitas sig. -taile. < 0,05, hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep peserta didik dari setiap treatment yang dilakukan di setiap kelas dengan metode yang berbeda dan pokok bahasan yang berbeda sehingga hipotesis yang diajukan dapat diterima. Dilihat dari hasil perolehan nilai rata-rata . kemampuan pemahaman konsep peserta didik disetiap studi bahwa model Think Pair Share (TPS) selalu lebih tinggi dari model Numbered Head Together (NHT), dan model Numbered Head Together (NHT)selalu lebih tinggi dari model SAVI(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelejaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep peserta didik pada kompetensi dasar menganalisis konsep Aktivitas Manusia Dalam Memenuhi Kebutuhan . elangkaan dan kebutuha. Kegiatan Ekonomi (Produksi. Distribusi. Konsumsi. Permintaan dan Penawara. pada mata pelajaran IPS. Kata kunci : Kemampuan Pemahaman Konsep. Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT), dan SAVI(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Dalam suatu lembaga pendidikan, hasil belajar merupakan indikator yang penting untuk mengajar, akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa tinggi rendahnya hasil belajar siswa banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor lain disamping proses pengajaran itu sendiri. Peningkatan hasil belajar akan tercapai apabila terjadi pembelajaran yang bermakna, yakni pembelajaran yang mampu melibatkan secara aktif peserta didik baik fisik, mental, intelektual, dan emosional. Hal ini tergantung pada kemampuan guru didalam mengajar. Guru paling tidak memiliki pemahaman dan penerapan secara taktis berbagai metode belajar mengajar serta hubungannya dengan belajar disamping kemampuan-kemampuan lain yang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut perubahan cara dan strategi guru dalam mengajar. Guru tidak mungkin menjadi satu-satunya sumber belajar yang mampu menuangkan segala ilmu pengetahuan dan informasi bagi peserta didik. Oleh karena meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mengubah peran guru sebagai pusat informasi . eacher centere. menjadi berperan sebagai fasilitator dan mediator. (Usman, 1995:. mengatakan bahwa guru hendaknya memiliki pengetahuan yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi untuk lebih mengefektifkan proses belajar mengajar dan sebagai fasilitator, (Nuryani, 2004:. menyatakan tugas guru adalah memfasilitasi agar informasi baru menjadi lebih bermakna. E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan dan menerapkan informasi mereka sendiri, agar informasi menjadi bermakna, peserta didik harus dimotivasi untuk aktif, sebab peserta didik adalah pusat dari kegiatan pembelajaran sehingga memperoleh kondisi yang kondusif agar terjadi konstruksi Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, proses pembelajaran mutlak menjadi perhatian utama karena proses mewujudkan output sesuai harapan. Namun kondisi proses pembelajaran saat ini mengalami ketimpangan antara pencapaian academic standart dan performance standart karena faktanya banyak peserta didik mampu menghafal dengan baik terhadap materi ajar yang diterimanya bahkan dapat menjawab dengan benar ketika ujian atas dasar hafalan. Bereiter dan Scardamalia, 1998: Bransford. Brown dan Coking 1999 (Anderson dan Kratwhol 2010:. Hasil riset membuktikan bahwa peserta didik menghubungkan antara fakta-fakta yang mereka pelajari dikelas dan sistem ide yang lebih luas tercermin dalam pengetahuan seorang pakar disiplin ilmu Peserta didik mengalami masalah yang dinamakan dengan AulembamAy (Insert Knowladg. , yakni dimana peserta didik tampak menguasai banyak pengetahuan faktual tetapi sebenarnya mereka tidak memahaminya secara mendalam atau tidak mengorganisasikannya secara sistematis dan ketat. Berdasarkan hasil riset tersebut dapat Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 dinyatakan bahwa peserta didik memahami pengetahuan secara mendalam dan tidak pengetahuan secara sistematis karena peserta didik memposisikan mereka sebagai penerima informasi, sehingga mereka bertujuan untuk meningkatkan jumlah pengetahuan yang mereka miliki bukan untuk memahami pengetahuan tersebut. Padahal pemahaman suatu konsep sangatlah penting bagi peserta didik, karena dapat mengetahui aturan-aturan ini didasarkan pada konsep-konsep yang Menurut Bloom . alam Sudjana, 2011:. Au pemahaman konsep adalah kemampuan menangkap pengertian-pengertian seperti mampu mengungkap suatu materi yang disajikan kedalam bentuk yang lebih dipahami, mampu memberikan interpretasi dan mampu mengaplikasikannyaAy. Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan, bahwa pemahaman konsep adalah kemampuan menangkap pengertian-pengetian seperti mampu memahami atau mengerti apa yang diajarkan, mengetahui apa yang sedang dikomunikasikan, dapat memanfaatkan isinya tanpa keharusan untuk menghubungkan dengan hal-hal yang lain serta dapat memberikan penjelasan atau memberi uraian yang lebih rinci dengan menggunakan kata-kata sendiri, mampu menyatakan ulang suatu konsep, mampu mengklasifikasikan suatu objek dan mampu mengungkap suatu materi yang disajikan kedalam bentuk yang lebih dipahami. Hal ini menunjukan bahwa peran guru dibutuhkan dalam pembentukan pemahaman konsep, karena dibalik kesuksesan peserta didik selalu ada guru yang memberikan dukungan bagi peserta didik untuk belajar. E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Sebelum pelaksanaan proses pembelajaran dikelas dilakukan, seorang guru terlebih dahulu harus menata, mengkonsep isi pembelajaran yang akan diajarkan, khususnya pada mata pelajaran IPS sebagai salah satu mata pelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang baik dalam kehidupan dimasyarakat, dan tujuan lain dari pendidiksan IPS adalah untuk mengembangkan kemampuan peserta didik menggunakan penalaran dalam mengambil keputusan setiap persoalan yang dihadapinya (Gross . tujuan lain dari pendidikan IPS adalah untuk mendidik dan memberi bekal kemampuan dasar kepada peserta didik untuk mengembangkan diri sesuai dengan bakat, minat, dan lingkungannya, serta berbagai bekal peserta didik untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Untuk pendidikan dan pembelajaran IPS tersebut, dibutuhkan suatu pola pembelajaran yang mampu menjembatani tercapainya tujuan Kemampuan dan keterampilan guru dalam menyampaikan pelajaran harus menggunakan model, metode dan strategi pembelajaran yang tepat, agar pembelajaran IPS benar-benar kemampuan dan keterampilan dasar peserta didik untuk menjadi manusia dan warga negara yang baik. Pola pembelajaran IPS menekankan pada unsur pendidikan dan pembekalan pada peserta didik, penekanan pembelajarannya bukan sebatas pada upaya mensuapi atau menjejali peserta didik dengan sejumlah konsep yang bersifat hapalan belaka, melainkan terletak pada upaya agar mereka mampu menjadikan apa yang telah dipelajarinya sebagai bekal Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 dalam memahami dan ikut serta dalam lingkungannya, serta sebagai bekal bagi dirinya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, rancangan pembelajaran guru hendaknya diarahkan dan difokuskan sesuai dengan kondisi dan perkembangan potensi peserta didik agar pembelajaran yang dilakukan benar-benar berguna dan bermanfaat bagi peserta didik (Kosasih, 1994. Hasan, 1. Pentingnya pemahman konsep dalam proses belajar mengajar sangat mempengaruhi sikap, keputusan, dan cara-cara memecahkan Dalam proses pembelajaran, guru seharusnya mampu mengaktifkan kemampuan berpikir peserta didik dengan membuat, menantang, merangsang daya cipta peserta didik serta menjadikan pelajaran itu mengesankan. Melalui diharapkan peserta didik dapat membangun pengetahuannya sendiri dari konsep-konsep dipelajarinya sehingga kelak bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain dari kemampuan peserta didik untuk dapat membangun pengetahuan sendiri dari berbagai konsep yang diterimanya dalam proses pembelajaran, perlu mengembangkan potensi aktivitas belajar peserta didik yang diperlukan di masa yang terus berkembang seperti saat ini. Kemampuan aktivitas belajar peserta didik merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk dikembangkan melalui pembelajaran IPS di SMP sebagi bekal peserta didik untuk mengahdapi tantangan masa depan. Kenyataan yang terjadi di lapangan, berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan MGMP IPS Kota Cirebon menyatakan bahwa dalam pembelajaran IPS masih banyak proses E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 pembelajaran yang berpusat pada guru. Guru dalam menyampaikan pembelajaran hanya mengejar target terselesaikannya kurikulum tanpa ada dialog antara guru dan peserta didik, tidak adanya kolaborasi dalam menyampaikan materi pada saat pembelajaran, sehingga proses pembelajaran hanya menyimak bahan pelajaran yang disampaikan guru. Kompetensi guru pada saat menyampaikan materi pelajaran masih bersifat varsial artinya guru lebih dominan menyampaikan materi yang mereka kuasai dan alat Peraga atau Media yang kurang mendukung proses pembelajaran dan belum memiliki laboratorium IPS . Peserta Didik kurang merespon dalam pembelajaran IPS karena mata pelajaran IPS dianggap sebagai hafalan belaka dan kurangnya pengarahan pembelajaran yang berfungsi bagi kehidupan peserta didik. Dengan demikian pemberian pemahaman konsep pada peserta didik dalam proses pembelajaran kurang pembelajaran tersebut guru sebagai pemberi konsep utama, sedangkan peserta didik tidak terbiasa untuk mencoba menemukan sendiri Akibatnya pemahaman konsep yang mereka peroleh tidak bermakna dalam kehidupan sehari-hari dan cepat terlupakan dari benak peserta didik. Berdasarkan uraian yang disampaikan diatas, ditemukan masalah kurangnya tingkat pemahaman konsep peserta didik disebabkan proses pembelajran yang tidak berorientasi pada konsep-konsep yang dipelajari, sehingga diperlukan model pembelajaran yang kooperatif yang dapat memfasilitasi peserta didik untuk menjadi pembelajaran secara aktif dalam konsep-konsep Rendahnya kemampuan peserta didik Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 tercermin dalam rendahnya kemampuan pemahaman konsep dalam mempelajari dan memahami materi pelajaran. Dibuktikan pula dengan data pra penelitian mengenai kemampuan pemahaman konseppeserta didik kelas VII SMP Negeri 8sebagai berikut : Tabel 1. Data Pra Penelitian Mengenai Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta didik Kelas VII Semester Ganjil 2018/2019 Jumlah Peserta Vi J Jumlah Kelas Vi A Vi B Vi C Vi D Vi E Vi F Vi G Vi H Vi I Diatas KKM Dibawah KKM Jumla Persentas Jumla Persen 43,75 40,63 28,13 31,25 43,75 34,38 25,00 31,25 40,63 56,25 59,38 71,88 68,75 56,25 65,63 75,00 68,75 59,38 40,00 35,88 60,00 64,13 Sumber : Kelas VII SMP Negeri 8Kota Cirebon Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa kemampuan pemahaman konsep peserta didik pada mata pelajaran IPS kelas VII masih menunjukan kemampuan pemahaman konsep rendah hal ini ditunjukan oleh hasil tes kemampuan pemahaman konsep peserta didik yaitu dari 318 peserta didik baru sebanyak 114 peserta didik atau 35,88% yang mencapai KKM dan sedangkan yang belum mencapai KKM sebanyak 204 peserta didik atau 64,13%. Hal ini menjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep peserta didik kelas VII di SMP Negeri 8 Kota Cirebon masih butuh peningkatan. Rendahnya pemahaman konsep peserta didik ini dipengaruhi oleh proses belajar mengajar (PMB). Pendidik mengakibatkan perbedaan persepsi antara pendidik dan peserta didik, materi pelajaran terlalu banyak dan terlalu luas juga mengakibatkan peserta didik jenuh, media komunikasi yang tidak variatif dan inovatif akan melemahkan motivasi belajar peserta Padahal seharusnya seorang guru menjadi tenaga pendidik yang mampu memberi arahan dengan tepat agar peserta didik mampu termotivasi dalam belajar. Sehingga peserta didik tidak menjadi bosan dan cenderung acuh tak acuh dengan nilai sehingga akan sangat mempengaruhi nilai belajar peserta didik. Untuk itu guru harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang membuat peserta didik senang belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Guru perlu untuk mengembangkan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran di kelas dan membantu peserta mengembangkan keterampilan sosial. Salah satu pembelajaran yang dapat menumbuhkan pemahaman dalam kegiatan menggunakan metode pembelajaran kooperatif (Cooperative learnin. Metode pembelajaran kooperatif merupakan salah satu alternatif yang pemahaman dalam belajar guna pencapaian nilai akademik sesuai seperti apa yang Teori yang melandasi pembelajaran kooperatif adalah teori kontruktivisme. Pada dasarnya pendekatan teori kontruktivisme dalam belajar adalah suatu pendekatan dimana Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 peserta didik harus secara individual dalam menemukan informasi. Teori ini berkembang dari kerja J. Paiaget. Vygotsky. Bruner. Berdasarkan teori kontruktivisme yang dikembangakan J. Paiget tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa teori belajar kontruktivisme merupakan teori belajar yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berinteraksi secara aktif dengan pengetahuan yang telah dimilikinya untuk menghubungkan suatu informasi sehingga merubah informasiinformasi menjadi sebuah struktur yang baru. Selain itu Vygotsky juga menjelaskan bahwa proses belajar terjadi pada dua tahap, tahap pertama terjadi pada saat berkolaborasi dengan orang lain dan tahap berikutnya dilakukan secara individual yang didalamnya terjadi proses internalisasi. Selama proses interaksi terjadi, baik antara guru dengan peserta didik maupun antara peserta didik, kemampuan seperti saling menghargai, menguji kebenaran pernyataan pihak lain, bernegoisasi, dan saling mengadopsi pendapat dapat berkembang. Model pembelajaran yang tidak tepat akan mengakibatkan peserta didik mendapatkan kesulitan untuk memahami konsep karena peserta didik tidak memiliki gambaran utuh terkait konsep materi yang akan diajarkan. Peserta didik hanya belajar mendengar, dan menerima apa yang disampaikan guru, tanpa merekontruksi pikirannya. Dalam proses ini, mengembangkan dan menerapkan metode belajar yang dapat membangun suasana belajar yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi aktif dan mudah dalam memahami konsep materi yang Sehubungan dengan hal itu, salah satu E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 upaya yang dilakukan untuk meningakatkan kualitas proses belajar mengajar dalam upaya meningkatkan pemahaman konsep peserta didik dalam pembelajaran IPS adalah penggunaan model Think Pair Share (TPS). Numbered Head Togheter (NHT), dan SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. dalam Model ini merupakan model yang dianggap kreatif dan inovatif serta bisa menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman peserta didikterhadap materi Dengan pembelajaran Think Pair Share (TPS). Numbered Head Togheter (NHT), dan SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep peserta didik dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran pada mata pelajaran IPS terutama pada peserta didikyang ada di SMP Negeri 8 Kota Cirebon yang belum termotivasi yang tentunya akan sangat mempengaruhi prestasi belajar peserta didik. Hal inilah yang dianggap akan membantu peserta didik dalam meningkatkan hasil belajarnya terutama dalam hal pemahaman Berdasarkan masalah diatas, untuk itulah peneliti mengangkat judul AuPengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT), dan SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman KonsepPeserta Didik Studi Eksperimen Pada Peserta Didik Kelas VII Mata Pelajaran IPS di SMP NEGERI 8 Kota CirebonAoAo Rumusan Masalah Berdasarkan permasalahan tersebut di atas, rumusan masalah penelitian ini yaitu: Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 Apakah terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konseppeserta didik pada pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) dengan kemampuan pemahaman konsep peserta didikpada pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT)? Apakah terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konseppeserta didik pada pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) dengan kemampuan pemahaman konsep peserta didik pada pembelajaran Kooperatif Tipe SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. ? Apakah terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konseppeserta didik pada pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Togheter (NHT) kemampuan pemahaman konsep peserta didikpada kelas yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. ? Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah dan pernyataan penelitian maka tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahuiperbedaan kemampuan pemahaman konseppeserta didik pada pembelajaran Kooperatif Tipe Think PairShare (TPS) dengan kemampuan pemahaman konsep peserta didik pada E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Togheter (NHT)? Untuk mengetahuiperbedaan kemampuan pemahaman konseppeserta didik pada pembelajaran Kooperatif Tipe Think PairShare (TPS) dengan kemampuan pemahaman konsep peserta didikpada pembelajaran Kooperatif Tipe SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. ? Untuk mengetahuiperbedaan kemampuan pemahaman konseppeserta didik pada pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Togheter (NHT) kemampuan pemahaman konsep peserta didik pada kelas yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. ? LANDASAN TEORI Tinjauan Pustaka . Pemahaman Konsep Pemahaman konsep terjemahan dari istilah understanding yang diartikan sebagai penyebab arti sesuatu materi yang dipelajari. Pemahaman merupakan salah satuaspek dalam taksonomi bloom, dimana pemahaman diartikan sebagai penyerapan arti dari suatu materi bahan yang dipelajari. Pemahaman menurut Sudjana . adalah kemampuan untuk memahami segala pengetahuan yang diajarkan seperti kemampuan mengungkapkan dengan struktur kalimat lain, membandingkan, menafsirkan, dan sebagainya karena tipe hasil belajar yang lebih Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 Sejalan dengan hal tersebut Arikunto . dengan pemahaman, peserta didik diminta untuk membuktikan bahwa ia mamahami hubungan yang sederhana diantara fakta-fakta atau konsep. Pembelajaran yang telah dilaksanakan lebih mengaktifkan peserta didik untuk terlibat selama proses pembelajaran Interaksi antara guru dengan peserta didik lebih akrab sehingga guru lebih mengenal anak didiknya dengan baik. Menurut Anderson dan Kratwohl . ketika tujuan primer pengajar adalah mempromosikan retensi pengulangan maka fokus objek mata pengajarannya menekankan pada kemampuan ingatan. Namun ketika tujuan mempromosikan pentransfer pemindahan maka bagaimanapun juga fokus objek materi pembelajarannya menekankan pada lima proses kognitif yang lainnya . emahaman hingga Adapun indikato-indikator dijelaskan oleh Anderson dan Kartwohl . , yaitu Menafsirkan terjadi ketika peserta didik dapat mengubah informasi dari suatu bentuk lain. Menafsirkan berupa pengubahan kata-kata jadi kata-kata lain jadi gambar, dan semacamnya. Mencontohkan terjadi manakala peserta didik memberikan contoh tentang Mencontohkan identifikasi ciri-ciri pokok dari konsep atau prinsip umum, dan menggunakan ciri-ciri ini untuk membuat prinsip atau membuat contoh. E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Mengklasifikasikan terjadi ketika peserta didik mengetahui bahwa sesuatu . isalnya suatu conto. termasuk didalam kategori tertentu . isalnya Mengklasifikasikan melibatkan proses mendeteksi ciri-ciri atau pola-pola yang sesuai dengan contoh dan konsep atau prinsip tersebut. Merangkum terjadi ketika para peserta didik mengemukakan satu kalimat yang diterima atau mengabstrasikan sebuah Merangkum melibatkan proses membuat ringkasan informasi. Menyimpulkan terjadi ketika peserta didik mengabstrasikan sebuah konsep atau prinsip yang menerangkan contohcontoh tersebut dengan mencermati ciriciri setiap contohnya dan yang terpenting dengan menarik hubungan diantara ciri-ciri tersebut. Membandingkan melibatkan proses mendeteksi persamaan dan perbedaan antara dua atau lebih objek, peristiwa, ide masalah atau situasi, seperti menentukan bagaimana suatu peristiwa Menjelaskan berlangsung ketika peserta didik dapat membuat dan menggunakan metode sebab akibat dalam sebuah Berdasarkan dari berbagai pengertian tentang pemahaman konsep diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep merupakan kemampuan penguasaan sejumlah konsep materi tentang apa yang diperoleh oleh peserta didik yang berkembang diikuti dengan kemampuan mengungkapkan kembali ke dalam Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 bentuk yang berbeda dan menghubungkannya secara kontekstual sehingga dapat merumuskan sebuah kesimpulan. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pembelajaran kooperatif, tipe Think Pair Share (TPS) dapat juga disebut sebagai model belajar mengajar berpasangan. model ini pertama kali dikembangkan oleh Frank layman dan kawankawan dari universitas Maryland tahun 1985, model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif sederhana sebagai struktur kegiatan pembelajaran gotong royong. Model ini memberikan kesempatan peserta didik untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan peserta didik lain. Trianto . menyatakan bahwa model pembelajaran tipe Think Pair Share (TPS) adalah salah satu metode pembelajaraan kooperatif yang memberikan peserta didik waktu lebih banyak dalam berfikir untuk merespon dan saling membantu satu dengan yang lain. Model pembelajaran tipe Think Pair Share (TPS) atau bertukar pikiran dengan pasangan merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi peserta didik. Sejalan dengan pendapat di atas. Adeno dalam tulisanya menyatakan bahwa model Think Pair Share (TPS) merupakan salah satu metode sederhana dengan kemampuan Model Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengingat suatu informasi dan seorang peserta didik juga dapat belajar dari peserta didik lain serta saling menyampaikan idenya untuk di E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 diskusinya sebelum disampaikan didepan kelas. Selain itu, model Think Pair Share (TPS) juga mempengaruhi rasa percaya diri dan semua peserta didik diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam kelas. Model Think Pair Share (TPS) memiliki prosedur yang di tetapkan secara eksplisit untuk memberi waktu lebih banyak pada peserta didik untuk berfikir, menjawab, dan saling membantu satu sama Model Think Pair Share (TPS) sebagai ganti dari Tanya jawab kelas. Model Think Pair Share (TPS) sebagai salah satu model pembelajaraan kooperatif yang terdiri dari 3 tahapan yaitu: Auberfikir . , berpasangan . , dan berbagai . Ay Dalam pembelajaran model Think Pair Share (TPS) seorang guru tidak lagi sebagai satu-satunya sumber pembelajaraan . eacher oreante. , tetapi justru peserta didik dituntut untuk dapat menemukan dan memahami konsep-konsep baru . tudens oriente. Adeno . dalam tulisanya menyatakan bahwa pembelajaraan kooperatif model Think Pair Share (TPS) menurut keterlibataan, kerja sama dan gotong royong dalam proses pelaksanaanya sehingga terjadi interaksi, komunikasi antara peserta didik, penguasaan materi dalam proses pembelajaraan lebih berasal hal ini sangat cocok untuk beberapa pembahasan di pelajaraan IPS. Keunggulan model pembelajaraan Think Pair Share (TPS) yaitu mampu mengoptimalkan partisipasi peserta didik karena dengan model klasikal yang memungkinkan hanya satu peserta didik maju dan membagikan hasilnya untuk seluruh kelas. Model Think Pair Share (TPS) ini memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk memajukan partisipasi mereka kepada peserta didik lain. Model ini bisa Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk semua tingkat anak didik. Model Pembelajaran Kooperatif TipeNumbered Head Together (NHT) Salah pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT). Numbered Head Together (NHT) atau penomoran berpikir bersama merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi peserta didik dan sebagai alternatif terhadap (Al-Tabany, 2014:. Model Pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) merupakan model pembelajaran yang termasuk kedalam model pembelajaran yang mutakhir. Lie . Teknik bernomor (Numbered Head. dikembangkan oleh Spencer Kagan . Teknik ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk saling memberikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Selain itu, teknik ini juga mendorong peserta didik untuk meningkatkan semangat kerjasama Menurut Huda . , menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) yaitu: Pada dasarnya. NHT merupakan varians dari diskusi kelompok. Teknis pelaksanaannya hampir sama dengan diskusi kelompok. Pertama-tama, guru meminta peserta didik untuk duduk berkelompok-kelompok. Masingmasing anggota diberi nomor. Setelah selesai, guru memanggil nomor . untuk mempersentasikan hasil diskusinya. Guru tidak E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 memberitahukan nomor beberapa yang akan berpresentasi selanjutnya. Begitu seterusnya hingga semua nomor terpanggil. Pemanggilan secara acak ini akan memastikan semua siswa benar-benar terlibat dalam diskusi tersebut. Menurut Slavin . , metode yang dikemabangkan oleh Russ Frank ini cocok untuk memastikan akuntabilitas individu dalam diskusi kelompok. Dari pernyataan di atas dapat pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) adalah setiap anggota diberi kesempatan untuk memberikan ide-ide dalam kelompok tersebut dan ciri khas dari model tersebut adalah setiap peserta didik diberi Dari beberapa pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa kelebihan dan kelemahan dari model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) adalah Kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) adalah adanya interaksi antara kelompok, rasa harga diri lebih tinggi, modelnya sangat mudah dilakukan, semua peserta didik mendapatkan kesempatan untuk memberikan ide-idenya, sehingga bisa membuat prestasi peserta didik lebih baik lagi dengan adanya kesempatan untuk bertanya. Dan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) yaitu hanya peserta didik yang akademisnya yang tinggi yang sering mendominasi jalannya pembelajaran tersebut, proses diskusi akan terhambat ketika peserta didik memiliki pemahaman yang rendah, dan sulit untuk mengatur tempat duduk dan membutuhkan waktu lama. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 . Model Pembelajaran Kooperatif Tipe SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelektua. Gabungan cara belajar Somatic. Auditory. Visualisation. Intelektual disingkat dengan akronim SAVI. Belajar SAVI adalah pendekatan pembelajaran yang menggabungkan gerak fisik dengan intelektual dan penggunaan semua indera, yang mencakup cara-cara belajar. Somatic yang berarti belajar dengan bergerak dan berbuat, . Auditory yang berarti belajar dengan berbicara dan mendengar, . Visualisation yang berarti belajar dengan mengamati dan menggambarkan, . Intelektual yang berarti belajar dengan memecahkan masalah dan merenung. (Meier, 2002:. Berdasarkan dapatlah dinyatakan bahwa model pembelajaran dengan cara atau pendekatan SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelektua. adalah pembelajaran yang bersifat alami dan Bersifat pembelajaran tersebut berbasis pada cara bagaimana seseorang belajar secara alamiah seperti berbicara mendengar, mengamati, berbuat, dan merenung dan bersifat menyeluruh karena melibatkan aspek fisik, intelektual, dan semua indera secara terpadu. Berikut ini penjelasan setiap cara belajar yang tergabung dalam akronim SAVI. Kerangka Pemikiran Proses pembelajaran yang banyak digunakan guru selama ini membuat peserta didik cenderung pasif. Peserta didik lebih banyak mendengar apa yang disampaikan oleh guru tanpa mengetahui tujuan dari pembelajaran Kegiatan pembelajaran dalam metode pembelajaran konvensional ini lebih didominasi E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 oleh guru atau lebih bersifat teacher center, dan peserta didik kurang dilibatkan dalam pembelajaran sehingga, pembelajaran menjadi kurang bermakna. Salah satu upaya untuk memberikan kesempatan pada peserta didik agar lebih aktif dalam pembelajaran adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi peserta didik yaitu dengan model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). SAVI(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Model pembelajaran tersebut didukung oleh teori konstruktivisme sosial dari Vygotsky yang dinilai dan diyakini mampu meningkatkan kemampuan pemahaman konsep peserta didik melalui kegiatan pemecahan masalah secara kontekstual yang dilakukan peserta didik secara kooperatif. Dalam model ini peran guru hanya sebatas sebagai fasilitator sedangkan peserta didik dituntut untuk dapat merumuskan masalah dan melakukan penyelidikan terhadap permasalahan tersebut hingga akhirnya diperoleh solusi yang Sebagaimana tertuang pada latar belakang penelitian bahwa penelitian ini didasarkan pada teori kontruktivisme. kontruktivisme memahami belajar sebagai pembentukan . pengetahuan dimana proses pembelajaran berpusat pada peserta didik dan lebih menekankan pada aktivitas peserta didik sehingga menjadikan peserta didik lebih banyak berinteraksi dengan objek dan peristiwa. Melalui pandangan kotruktivisme, belajar pengetahuan dan pembentukan ini harus dilakukan oleh peserta didik. Peserta didik harus aktif melakukan kegiatan, aktif berfikir. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 menyusun konsep, dan memberi makna akan hal-hal yang sedang dipelajari. Karena pada pembelajaran kontruktivisme peserta didik bukan hanya menjadi penerima informasi, tetapi sebagai pencari informasi, peserta didik diarahkan untuk lebih aktif dan mandiri pada proses pembelajaran. Pengetahuan tidak dapat begitu saja mengalir dari otak seseorang guru kepada peserta didik, sehingga fungsi hanya sebagai fasilitator. Teori Kontruktivisme pandangan Vygotsky yang menyebutkan bahwa terdapat Zona Priximal Development (ZDP) pada individu, yakni jarak antara level pembangunan aktual seperti penyelesaian masalah secara independen dan pembangunan potensial seperti pembangunan masalah orang dewasa atau kolaborasi dengan teman yang mampu (Afgani &Sutawdjaja, 2011:. Menurut Soekidjo . pada proses penyampaian materi pendidikan kepada sasaran pendidikan disamping kurikulum, metode juga memegang peranan penting. Selain agar peserta berkualitas juga harus bisa menciptakan kemampuan pemahaman yang baik bagi peserta Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam mata pelajaran IPS yaitu pemahaman konsep. Pemahaman konsep merupakan suatu cara yang sistematis dalam memahami dan mengemukakan tentang apa yang diperoleh oleh peserta didik yang harus disesuaikan dengan faktor-faktor lainnya. Dalam hal ini, peserta didik tidak hanya menghafal secara verbalitas, tetapi memahami konsep dari konsep atau Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik yang menekankan pada konsep yang sistematis E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 dalam memahami dan mengemukakan tentang apa yang diperoleh peserta didik, maka melibatkan peserta didik secara aktif. Salah satu pembelajaran IPS adalah dengan model pembelajaran kooperatif dengan tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Togheter (NHT), dan SAVI(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Model pembelajaraan kooperatif ini menekankan peserta didik untuk mampu bekerja sendiri dan bekerja dengan orang lain. Model keunggulan adanya partisipasi peserta didik yang lebih dalam proses pembelajaran. Dengan adanya penerapan model pembalajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Togheter (NHT), dan SAVI(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. meningkatkan kemampuan pemahaman konsep peserta didik. Dengan ketekunan dan keseriusan dalam belajar maka peserta didik tersebut akan mudah dalam memahami konsep materi dan guru secara mudah mampu mengembangkan tingkat pemahaman konsep para peserta didik. Dan begitupun sebaliknya bagi peserta didik yang tidak menggunakan model pembelajaran dalam belajar cenderung akan merasa kesulitan ketika dihadapkan pada permasalahan yang lebih mendalam dan kompleks. Oleh karena itu, untuk mengetahui apakah model pembelajaran memiliki pengaruh terhadap tingkat pemahaman konsep peserta didik atau tidak maka disini peneliti akan memperhatikan hasil uji interaksi dari ketiganya lebih lanjut. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 Kerangka berpikir pada dasarnya merupakan arahan alur pikir penelitian dalam Berdasarkan teori-teori yang telah dikemukakan sebelumnya maka dibuat suatu kerangka berpikir meliputi raw input, proses, dan out put. Dari uraian diatas, maka dapat digambarkan kerangka berpikir dalam penelitian ini sebagai berikut: Hipotesis Berdasarkan hal tersebut diatas peneliti menetapkan hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut: H1. a : Terdapat pemahaman peserta didik pada kelas pembelajaran Kooperatif TipeThink Pair Share (TPS) denganyang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) pada pembelajaran Studi I. H1. b : Terdapat pemahaman peserta didik pada kelas pembelajaran Kooperatif TipeThink Pair Share (TPS) denganyang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) pada pembelajaran Studi II. H1. c : Terdapat E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 pemahaman peserta didik pada kelas pembelajaran Kooperatif TipeThink Pair Share (TPS) denganyang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) pada pembelajaran Studi i. H 2. a : Terdapat pemahaman peserta didik pada kelas pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) dengan yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif TipeSAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelektua. pada pembelajaran Studi I. H 2. b : Terdapat pemahaman peserta didik pada kelas pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) dengan yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif TipeSAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelektua. pada pembelajaran Studi II. H 2. c : Terdapat pemahaman peserta didik pada kelas pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) dengan yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelektua. pada pembelajaran Studi i. H 3. a : Terdapat pemahaman peserta didik pada kelas Kooperatif Tipe Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 Numbered Head Together (NHT)dengan yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif TipeSAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelektua. pada pembelajaran Studi I. H 3. b : Terdapat pemahaman peserta didik pada kelas Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT)dengan yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelektua. pada pembelajaran Studi II. H 3. c : Terdapat pemahaman peserta didik pada kelas Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT)dengan yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif TipeSAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelektua. pada pembelajaran Studi i. METODE PENELITIAN Subjek Penelitian Dalam penelitiannya terdiri dari peserta didik kelas VII IPS SMP Negeri 8 Kota Cirebon tahun ajaran 2018-2019 Semester Ganjil, yaitu kelas VII A. VII B. VII C. VII D, dan VII E. Kemudian diambil tiga kelas untuk dijadikan kelas penelitian yaitu kelas VII A. VII B dan VIIE yang kemudian setiap kelas akan diberikan perlakuan tiga model pembelajaran yaitu model pembelajaran Kooperatif Tipe E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT), dan SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelektua. Untuk lebih jelasnya, peneliti sajikan subjek penelitian dalam bentuk tabel sebagai berikut Tabel 3. Subjek Penelitian Keterangan Kelas Jumlah Siswa VII VII VII Studi Pertama Think Pair Share Number ed Head Togethe SAVI Studi Kedua Studi Ketiga SAVI Numbere d Head Together Think Pair Share SAVI Numbere d Head Together Think Pair Share Tempat penelitian akan dilaksanakan di SMPN 8 Kota Cirebon yang berlokasi di Jalan Jendral Ahmad Yani By PassKecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Metode yang Digunakan Dalam Sugiyono . menyebutkan bahwa metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam penelitian ini digunakan metode Quasi Exsperimental Dseign . ksperimen menggunakan seluruh subjek yang utuh . ntack Gruo. untuk diberi perlakuan . untuk Quasi Exsperimental Dseign . ksperimen sem. yang digunakan dalam penelitian ini adalah Counterbalanced Design. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 Desain penelitian adalah suatu yang berkaitan dengan metode dan alasan mengapa metode tersebut digunakan dalam penelitian (Sugiyono, 2010:. Desain dalam penelitian ini bila dibuat bagan sebagai berikut: Tabel 3. Desain Penelitian Counterbalanced Design Kelas Vi ycU1 ycC1 ycU2 ycC2 ycU3 ycC3 Kelas Vi ycU2 ycC2 ycU3 ycC3 ycU2 ycC1 Kelas Vi ycU3 ycC3 ycU1 ycC1 ycU1 ycC2 Sumber : Fraenkel & Wallen Keterangan : ycU1 = Penggunaan pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (NHT) ycU2 = Penggunaan pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) ycU3 = Penggunaan Kooperatif Tipe SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelektua. ycC1,2,3 = Tes akhir pada kelompok eksperimen Dalam Counter balanced Design ini menggunakan tiga kelas dimana semua kelas E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 merupakan kelas eksperimen. Desain penelitian ini menggunakan tiga kelas dimana setiap kelasnya merupakan kelas eksperimen dan tidak ada kelas kontrol karena didalam desain ini dilakukan treatment didalam setiap kelasnya, hanya saja perbedannya adalah terletak pada sub bahasan atau kompetensi dasar yang dilakukan disetiap kelas dengan Desain Counterbalanced Design tidak menggunakan pre test tapi didalam desain ini peserta didik hanya diberi post test saja sebagai tolak ukur keberhasilan pembelajaran. Metode penelitian ini adalah penelitian survey. Sugiyono . , mengungkapkan bahwa : AuMetode survey digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah . ukan buata. , tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data, misalnya dengan mengedarkan kuesioner, test, wawancara terstruktur dan sebagainyaAy. Jenis dan Sumber Data Data yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data pada penelitian ini ada dua jenis yaitu data primer dan data sekunder. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil jawaban atas pernyataan dan pertanyaan yang diajukan kepada subjek penelitian dalam bentuk kemampuan pemahaman konsep pada akhir pembelajaran . Data sekunder adalah sumber data yang tidak pengumpul data, misalnya lewat orang lain Peneliti mengumpulkan sumber data tersebut dari sumber-sumber yang telah ada. Misalnya Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 perpustakaan atau laporan-laporan penelitian Teknik Pengumpulan Data Adapun alat penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tes tertulis dalam bentuk tes pilihan ganda (PGK/Pilihan Ganda Komplek. yaitu kisaran pada ruang lingkup C3. C4, dan C5 sebanyak 60 soal. Setiap soal dibuat untuk menguji tingkat kemampuan pemahaman konsep peserta didik. Tes ini dilakukan treatment didalam setiap kelasnya, hanya saja perbedannya adalah terletak pada sub bahasan atau kompetensi dasar yang dilakukan disetiap kelas dengan Desain Counterbalanced Design tidak menggunakan pre test tapi didalam desain ini peserta didik hanya diberi post test saja sebagai tolak ukur keberhasilan pembelajaran. Hasil Ujicoba Instrumen Adapun dalam penelitian ini peneliti telah mengujicobakan alat tes untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep sebanyak 60 soal kepada peserta didik kelas Vi IPS SMP Negeri 8 Kota Cirebon yang berjumlah 30 Berikut ini hasil-hasil ujicoba alat tes soal mengenai uji validitas, reliabilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran, peneliti sajikan secara lebih lengkap sebagai berikut: Tingkat Kesukaran Untuk mengetahui indeks kesukaran tiap butir soal sebanyak 60 item soal kemampuan pemahaman konsep peserta didik yang diuji cobakan pada 30 responden dapat disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut: Tabel 3. Rekapitulasi Hasil Uji Taraf Kesukaran Soal Tes Kemampuan PemahamanKonsep E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Sumber : Hasil olah data Agustus 2018 Berdasarkan tabel 3. 5 di atas, hasil analisis data bisa terlihat bahwa dari 60 butir soal kemampuan pemahaman konsep siswa yang dinyatakan kategori Mudah yaitu 18,33%, yang termasuk kategori sedang 63,33%, dan yang termasuk kategori sukar yaitu 18,33 %. Daya Pembeda Adapun hasil analisis daya pembeda dalam penelitian sesuai dengan rumus yang telah diuraikan di atas dengan menggunakan bantuan Microsoft Exel, maka diperoleh hasil analisis daya pembeda yang disajikan pada 9 di bawah ini. Tabel 3. Rekapitulasi Hasil Uji Daya Pembeda Soal Tes Kemampuan Pemahaman Konsep Selang Skor Kategori Frekuensi 41,67 > 0, 40 Sangat Baik 0,30 Ae 0,39 Baik 21,67 0,20 Ae 0,29 Cukup 36,67 < 0,19 Jelek 0,00 100,00 Jumlah Sumber : Hasil olah data Agustus 2018 Berdasarkan tabel 3. 7 di atas, hasil analisis data bisa terlihat bahwa dari 60 butir soal kemampuan pemahaman konsep siswa yang dinyatakan kategori Sangat Baik yaitu 41,67 %, yang termasuk kategori baik 21,67%, yang termasuk kategori cukup yaitu 36,67n yang termasuk kategori jelek yaitu 0,00 %. Uji Validitas Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Selang Skor Kategori Frekuensi 0,71 Ae 1,00 0,31 Ae 0,70 0,00 Ae 0,30 Jumlah Mudah Sedang Sukar 18,33 63,33 18,33 100,00 Berikut hasil perhitungan uji validitas instrumen soal yang disajikan pada tabel 3. 8 di bawah ini : Tabel 3. Rekapitulasi Hasil Uji Validitas Soal Tes Kemampuan Pemahaman Konsep Selang Skor Kategori 0,00 Ae 0,29 0,30 Ae 0,40 ke atas Jumlah Tidak Valid Valid Frekuensi 100,00 Sumber : Hasil olah data Agustus 2018 Berdasarkan tabel 3. 8 di atas, hasil analisis data bisa terlihat bahwa dari 60 butir soal kemampuan pemahaman konsep siswa yang dinyatakan kategori tidak valid yaitu 0 %, dan yang termasuk kategori Valid 100%. Hal ini terlihat dari semua butir soal menunjukkan ycycuyc > ycycycaycayceyco, oleh karena itu, semua item soal dapat digunakan sebagai alat tes penelitian untuk memperoleh data tentang kemampuan pemahaman konsep siswa. Pengukuran Realibilitas Adapun hasil perhitungan uji reliabilitas pada instrumen butir soal sebanyak 60 butir soal dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 0 yang secara jelas dapat dilihat pada tabel 3. 9 di bawah ini: Tabel 3. Rekapitulasi Hasil Uji Reliabilitas Soal Tes Kemampuan Pemahaman Konsep Reliability Statistics Tabel 3. Rekapitulasi Hasil Uji Coba Tes No. Soal Tingkat Kesukaran Daya Pembeda Validitas Item_1 Mudah Sangat Baik Valid Item_2 Sedang Sangat Baik Valid Item_3 Sedang Sangat Baik Valid Item_4 Mudah Cukup Valid Item_5 Mudah Baik Valid Item_6 Mudah Baik Valid Item_7 Sedang Baik Valid Item_8 Sedang Sangat Baik Valid Item_9 Sedang Sangat Baik Valid Item_10 Sedang Cukup Item_11 Sukar Cukup Item_12 Sedang Cukup Item_13 Sedang Baik Item_14 Sukar Cukup Item_15 Sedang Sangat Baik Item_16 Sedang Cukup Item_17 Sedang Sangat Baik Item_18 Sedang Sangat Baik Item_19 Sedang Sangat Baik Item_20 Mudah Sangat Baik Item_21 Sedang Cukup Item_22 Sedang Sangat Baik Cronbach's Alpha N of Items Item_23 Sedang Sangat Baik Item_24 Mudah Baik Reliabilitas Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Realibilitas/Tinggi . Berdasarkan tabel 3. 9 di atas, hasil uji reliabilitas untuk alat tes kemampuan pemahaman konsep peserta didik diperoleh koefisien sebesar 0. 969 berarti alat test tersebut termasuk ke dalam kategori tinggi/reliabel karena menempati rentang skala reliabel 0,8 Ae 1,00. Setelah data dianalisis dari segi validitas, reliabilitas, taraf kesukaran dan daya pembeda, maka diperoleh karakteristik item soal secara keseluruhan yang disajikan pada 10 di bawah ini. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Valid dalam analisis varians pada dasarnya menyangkut dua hal yaitu normalitas dan homogenitas variansi. Setelah dua prasyarat tersebut terpenuhi langkah berikutnya adalah melakukan uji hipotesis. Berikut ini adalah uraian uji prasyarat analisis dan uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini sebagai Uji Normalitas Uji Homogenitas Uji Hipotesis Item_25 Sedang Baik Item_26 Sedang Cukup Item_27 Sukar Cukup Item_28 Sedang Sangat Baik Item_29 Sedang Sangat Baik Item_30 Sukar Cukup Item_31 Sedang Sangat Baik Item_32 Sedang Sangat Baik Item_33 Sedang Sangat Baik Item_34 Mudah Sangat Baik Item_35 Sukar Cukup Item_36 Mudah Baik Item_37 Sukar Cukup Item_38 Sedang Cukup Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Item_39 Sedang Cukup Item_40 Mudah Sangat Baik Item_41 Sedang Cukup Item_42 Sedang Sangat Baik Item_43 Sedang Sangat Baik Item_44 Sedang Baik Valid Item_45 Sedang Cukup Valid Item_46 Sukar Baik Item_47 Sukar Cukup Item_48 Sedang Sangat Baik Valid Item_49 Sedang Cukup Valid Item_50 Sedang Baik Valid Item_51 Sukar Cukup Item_52 Sedang Baik Valid Item_53 Sedang Sangat Baik Valid Item_54 Sedang Baik Valid Item_55 Sukar Baik Valid Item_56 Sukar Cukup Valid Item_57 Mudah Sangat Baik Valid Item_58 Mudah Cukup Item_59 Sedang Cukup Valid Item_60 Sedang Sangat Baik Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Teklnik Analisis Data Uji Prsayarat Statistik Setelah alat penelitian di uji cobakan maka langkah selanjutnya adalah uji prasyarat PEMBAHASAN Pembahasan Hasil Penelitian Ruang lingkup kompetensi dasar yang harus dicapai dalam penelitian ini adalah Aktivitas kebutuhanSedangkan materi pembelajaran berdasarkan kompetensi dasar tersebut yaitu Memahami kegiatan ekonomi masyarakat. Materi menggunakan tiga model, yaitu model Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT) dan SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan pendekatan statistik yang relevan dengan penelitian ini, menunjukkan bahwa ketiga model yaitu Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT) dan SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. tersebut memberikan perbedaan dalam kemampuan pemahaman konseppeserta didik pada kompetensi dasar memahami kegiatan ekonomi masayarakat. Berikut ini penjelasan pembahasan hasil penelitian. Perbandingan Efektivitas Penggunaan ModelThink Pair Share (TPS) dengan ModelNumbered Head Together (NHT) Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 Berdasarkan hasil pengujian statistik dengan bantuan SPSS versi 17. 0 yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menggunakan model Think Pair Share (TPS) modelNumbered Head Together (NHT). Hal ini dapat dilihat berdasarkan nilai rata Ae rata ketiga model pada studi I,II,dan i yang tercantum pada tabel 4. 16 yakni dari ketiga studi yang telah dilakukan nilai rata Ae rata siswa yang menggunakan penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) setelah dijumlahkan dan kemudian di rata Ae ratakan diperoleh hasil sebesar 80,16 model Numbered Head Together (NHT) sebesar 73,91 dan model SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. sebesar 68,31. Dari rata Ae rata tersebut telihat jelas bahwa terdapat perbedaan dari segi nilai rata Ae rata siswa namun perbedaannya belum Untuk melihat apakah terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep antara peserta didik yang mendapatkan pembelajaran dengan model Think Pair Share (TPS) dan Numbered Head Together (NHT) maka dilakukanlah uji perbedaan dua rata Ae rata atau yang dikenal dengan uji t. Uji t dilakukan pada data yang diperoleh secara berturut Ae turut yakni dari studi I, studi II, dan studi i. Pada studi I hasil uji perbedaan dua rata Ae rata diperoleh nilai sig. -taile. sebesar 0,035 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang menggunakan model Think Pair Share (TPS) dan model Numbered Head Together (NHT). Pada studi II hasil uji perbedaan dua rata Ae rata E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 diperoleh nilai sig. -taile. sebesar 0,015 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang menggunakan model Think Pair Share (TPS) dan model Numbered Head Together (NHT). Pada studi i hasil uji perbedaan dua rata Ae rata diperoleh nilai sig. -taile. sebesar 0,023 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang menggunakan model Think Pair Share (TPS) dan model Numbered Head Together (NHT). Setelah mengetahui adanya perbedaan yang signifikandan berdasarkan hasil rata Ae rata posttest pada Studi I,II,dan i ternyata didapatkan hasil bahwa peserta didik yang menggunakan model Think Pair Share (TPS) lebih baik/lebih unggul jika dibandingkan dengan peserta didik yang menggunakan modelNumbered Head Together (NHT). Selain itu, penggunaan model Think Pair Share (TPS) ini memberikan kontribusi pada peningkatan kemampuan pemahaman peserta didik sebesar 6,25 dari modelNumbered Head Together (NHT). Perbandingan Efektivitas Penggunaan Model Think Pair Share (TPS) dengan ModelSAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Berdasarkan hasil pengujian statistik dengan bantuan SPSS versi 17. 0 yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menggunakan model Think Pair Share (TPS) dengan peserta didik yang menggunakan modelSAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 Intelectua. Hal ini dapat dilihat berdasarkan nilai rata Ae rata ketiga model pada studi I,II,dan i yang tercantum pada tabel 4. 16 yakni dari ketiga studi yang telah dilakukan nilai rata Ae rata peserta didik yang menggunakan penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) setelah dijumlahkan dan kemudian di rata Ae ratakan diperoleh hasil sebesar 80,16, model Numbered Head Together (NHT) sebesar 73,91 dan model SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. sebesar 68,31. Dari rata Ae rata tersebut telihat jelas bahwa terdapat perbedaan dari segi nilai rata Ae rata peserta didik namun perbedaannya belum signifikan. Untuk melihat apakah terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep antara peserta didik yang mendapatkan pembelajaran dengan model Think Pair Share (TPS) dan SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. maka dilakukanlah uji perbedaan dua rata Ae rata atau yang dikenal dengan uji t. Uji t dilakukan pada data yang diperoleh secara berturut Ae turut yakni dari studi I, studi II, dan studi i. Pada studi I hasil uji perbedaan dua rata Ae rata diperoleh nilai sig. -taile. sebesar 0,000 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang menggunakan model Think Pair Share (TPS) dan model SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Pada studi II hasil uji perbedaan dua rata Ae rata diperoleh nilai . -taile. sebesar 0,000 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara peserta didik yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan model Think Pair Share (TPS) dan model SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Pada studi i hasil E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 uji perbedaan dua rata Ae rata diperoleh nilai . -taile. sebesar 0,000 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara peserta didik yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan model Think Pair Share (TPS) dan model SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Setelah mengetahui berdasarkan hasil rata Ae rata posttest pada Studi I,II,dan i ternyata didapatkan hasil bahwa peserta didik yang menggunakan model Think Pair Share (TPS) lebih baik/lebih unggul jika dibandingkan dengan peserta didik yang menggunakan modelSAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Selain itu, penggunaan model Think Pair Share (TPS) ini memberikan kontribusi pada peningkatan kemampuan pemahaman konsep peserta didik sebesar 11,85 dari modelSAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Perbandingan Efektivitas Penggunaan Model Numbered Head Together (NHT) dengan ModelSAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Berdasarkan hasil pengujian statistik dengan bantuan SPSS versi 17. 0 yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menggunakan metode SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. dengan peserta didik yang menggunakan metode Numbered Head Together (NHT). Hal ini dapat dilihat berdasarkan nilai rata Ae rata ketiga model pada studi I,II,dan i yang tercantum pada tabel 4. yakni dari ketiga studi yang telah dilakukan nilai rata Ae rata peserta didik yang menggunakan penerapan model pembelajaran Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. setelah dijumlahkan dan kemudian di rata Ae ratakan diperoleh hasil sebesar 68,31 dan model Numbered Head Together (NHT) sebesar 73,91. Dari rata Ae rata tersebut telihat jelas bahwa terdapat perbedaan dari segi nilai rata Ae rata peserta didik namun perbedaannya belum signifikan. Untuk melihat apakah terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep antara peserta didik yang mendapatkan pembelajaran dengan model SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. dan Numbered Head Together (NHT) maka dilakukanlah uji perbedaan dua rata Ae rata atau yang dikenal dengan uji t. Uji t dilakukan pada data yang diperoleh secara berturut Ae turut yakni dari studi I, studi II, dan studi i. Pada studi I hasil uji perbedaan dua rata Ae rata diperoleh nilai sig. -taile. sebesar 0,031 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang menggunakan model SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. dan model Numbered Head Together (NHT). Pada studi II hasil uji perbedaan dua rata Ae rata diperoleh nilai sig. sebesar 0,030 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara peserta didik yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan model SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. dan model Numbered Head Together (NHT). Pada studi i hasil uji perbedaan dua rata Ae rata diperoleh nilai sig. -taile. sebesar 0,023 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara peserta didik yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan model SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Intelectua. dan model Numbered Head Together (NHT). Setelah mengetahui adanya perbedaan yang signifikandan berdasarkan hasil rata Ae rata posttest pada Studi I,II,dan i ternyata didapatkan hasil bahwa peserta didik yang menggunakan metode Numbered Head Together (NHT) lebih baik/lebih unggul jika dibandingkan dengan peserta didik yang menggunakan metodeSAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Selain Numbered Head Together (NHT) ini memberikan kontribusi pada peningkatan kemampuan pemahaman konsep peserta didik 5,60 dari metodeSAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SMP Negeri 8 Kota Cirebon pada siswa kelas VII, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Terdapat pemahaman konseppeserta didik pada kelas yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Think PairShare (TPS) dengan kemampuan pemahaman konsep peserta didikpada kelas yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT). Dimana kemampuan pemahaman konsep peserta didik pada kelas yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) lebih unggul dibandingkan dengan kemampuan pemahaman konsep peserta didik pada kelas yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 . Terdapat pemahaman konseppeserta didik pada kelas yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) dengan kemampuan pemahaman konsep peserta didik pada kelas yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Dimana pemahaman konsep peserta didik pada kelas yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. lebih unggul pemahaman konsep peserta didik pada kelas yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT). Terdapat pemahaman konseppeserta didik pada kelas yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Togheter (NHT) dengan kemampuan pemahaman konsep peserta didikpada kelas yang Kooperatif Tipe SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Dimana kemampuan pemahaman konsep peserta didik pada kelas yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) lebih unggul dibandingkan dengan kemampuan pemahaman konsep peserta didik pada kelas yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Hasil Penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) secara konsisten lebih efektif E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 dalam meningkatkan pemahaman konsep peserta didik dibandingkan dengan model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Togheter (NHT) dan model pembelajaran Kooperatif Tipe SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. , sementara itu model pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Togheter (NHT) secara konsisten lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep peserta didik dibandingkan denagn model pembelajaran Kooperatif Tipe SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Rekomendasi Berdasarkan proses penelitian yang telah dilakukan dengan melakukan proses pembelajaran dan menerapkan tiga model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT), dan SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. khususnya pada mata pelajaran IPS, maka dari itu dari penelitian ini akan disampaikan rekomendasi sebagai berikut : Bagi guru diharapkan dapat menerapkan metode pembelajaran yang tepat dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik salah satunya dengan meningkatkan kemampuan pemahaman konsep peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Number Heads Together. Numbered Head Together (NHT), dan SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. yang sudah terbukti dan efektif dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep peserta didik khususnya pada mata pelajaran IPS. Bagi peserta didik diharapkan agar aktif dalam kegiatan pembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPS dengan mengikuti Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 kegiatan pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT), dan SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. dengan sangat baik guna untuk mencapai tujuan mengingat peran peserta didik yang sangat penting dalam menentukan kegiatan pembelajaran berhasil atau tidaknya. Bagi pihak sekolah diharapkan mampu bekerjasama dengan guru dalam mengatasi kesulitan Ae kesulitan yang dialami oleh peserta didik salah satunya dengan memberikan pelatihan-pelatihan kepada guru dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT), dan SAVI (Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. dalam kegiatan pembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPS sehingga para guru mempunyai referensi berbagai model pembelajaran yang menarik bagi peserta didik dan tujuan pembelajaran akan DAFTAR PUSTAKA Abdul. Muhamad. Kemampuan Berpikir Kreatif Kritis Pembelajaran. Yogyakarta : Penerbit Andi. Al-Tabany. Trianto. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif. Progresif, dan Kontekstual :Konsep. Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum 2013 (Kurikulum Tematik Integratif/TKI). Jakarta : PRENAMEDIA GROUP Arifin. Zaenal. Evaluasi Pembelajaran Prinsip. Teknik. Prosedur. Bandung : E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 PT Remaja Rosdakarya Offset. Arikunto. Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. (Edisi Revis. Jakarta: Rineka Cipta. Arikunto. Suharsimi. Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta. Arikunto. Suharsimi. Prosedur Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta. Arikunto. Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. (Edisi Revis. Jakarta: Rineka Cipta. Arikunto. Suharsimi. Dasar Ae Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara Arikunto. Suharsimi. Prosedur Penelitian. Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT RINEKA CIPTA A. Tabrani Rusyan. Drs. , dkk. Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung Remaja Rosdakarya. Aunurrahman. AuBelajar Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Dimyati dan Mudjiono. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta dan Depdikbud. Ghozali. Imam. Desain Penelitian Eksperimental(Teori. Konsep dan Analisis Data Dengan SPSS 16. Semarang : Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Diponegoro. Hamzah. Uno. Mengembangkan Kemampuan Berpikir. Jakarta : Bumi Aksara. Ismaimuza. Dasa. AuKemampuan Pemahaman konsep dan Kreatif Matematis Siswa SMP Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Strategi Konflik KognitifAy. Jurnal Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 Teknologi No. September 2013. al 33-. [Onlin. Tersedia:http://w. my/index. php/sainshumani ka/article/view/148. Januari 2. Ibrahim. Muslimin. Et. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: University Press. Ibrahim, dkk. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya : UNESA Universitas Pers. Isjoni, . Cooperative Learning Mengembangkan Kemampuan Belajar Berkelompok. Bandung : Alfabeta _ . Cooperative Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Bandung Alfabeta. Karli. Hilda Margaretha, . AuImplementasi Kurikulum Berbasis KompetensiAy Model-model Pembelajaran. Bandung: Bina Media Informasi. Lie. Anita. Cooperative Learning (Memperaktekan Cooperative Learning di Ruang ruang Kela. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. Lie. Anita. Cooperative Learning. Jakarta : Grasindo. Majid. Abdul. Strategi Pembelajaran. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Offset. Nurgana. Endi. Statistik Untuk Penelitian. Bandung : CV. Permadi Nuraeni. Yeni. AuPengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Dan Think Pair Share (TPS) Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematik. AuSkripsi Universitas Siliwangi Tasikmalaya: Tidak E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Riduwan dan Kuncoro 2010. Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung : Alfabeta. Ropiatin. Ina. Pengaruh Menggunakan Media Numbered Head Together (NHT) Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Pada Konsep Pencemaran Lingkungan Di Kelas X SMA Negeri 1 Kadugede. Skripsi UNIKU. Tidak diterbitkan Rusman. Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta : Rajawali Pers. Sagala. Konsep Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Sanjaya. Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana Prenada Media Group. Sariningsih. Nining. Tesis : AuPengaruh Penerapan Metode Quantum Teaching Tipe Numbered Head Together (NHT) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Dengan Variabel Moderator Motivasi. Program Studi Pendidikan Ekonomi Sekolah Pascasarja : Universitas Kuningan. Tidak diterbitkan. Sabandar. Berpikir Krtitis dan Kreatif Dalam Pembelajaran. Yogyakarta : Kanisius. Slavin. E Robert. Pembelajaran Kooperatif : teori, riset dan praktik Terjemahan Lita. Bandung : Nusa Media. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, kualitatif dan R&D). Bandung : Alfabeta. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooper3`Atif Tipe Think Pair Share (TPS). Numbered Head Together (NHT). Dan Savi(Somatic. Auditory. Visualisation. Intelectua. Terhadap Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep Peserta Didik Saeful Huda Mubaarok Tanzhimuna Vol 2. No 2 Desember 2022 E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Bandung: ALFABETA Suharsaputra. Uhar. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan Tindakan. Bandung : Refika Aditama. Sujianto. Agus Eko. Aplikasi Statistik Dengan SPSS 16. Jakarta : Prestasi Pustaka.