Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Pengelolaan Bank Sampah Melalui Digitalisasi untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Desa Buah Kelurahan Cipete. Curug. Kota Serang Indrianti Azhar Firdausi1. Budiharto2. Rachel Salsabila3 1indrianti@unsera. id (Ilmu Komunikasi. Fisipkum. Universitas Serang Raya. Drangong. Serang. harto175@gmail. com (Teknik Informatika. Fakultas Teknik Informasi. Universitas Serang Raya. Drangong. Seran. 3rachelsalsa21@gmail. com (Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Serang Raya. Drangong. Serang. indrianti@unsera. ABSTRAK Di wilayah Kelurahan Cipete. Kecamatan Curug. Kota Serang, masalah pengelolaan sampah juga menjadi perhatian utama. Berdasarkan observasi awal, kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya masih tergolong rendah. Sebagian besar sampah rumah tangga masih dicampur dan dibuang begitu saja, sehingga potensi ekonomis dari sampah anorganik yang dapat didaur ulang menjadi Pendekatan metode pengabdian ini adalah partisipatoris-kolaboratif melibatkan seluruh pihak terkait . asyarakat, pemerintah desa/kelurahan, dan pihak terkait lainny. dalam setiap tahapan pelaksanaan. Tahapan yang dilakukan persiapan dan sosialisasi awal, kemudian tahap pelatihan dan penguatan kapasitas, ketiga tahap operasional Bank Sampah Digital dan peningkatan partisipasi, dari tahapan tersebut hasil dan capaian yang didapat yaitu adanya penandatangan MoU antara pihak Bank Sampah Barokah dengan pihak Bank Sampah Digital untuk perjanjian kerjasama selama 2 bulan sejak di tandatangaun MoU tersebut Kata kunci: Desa Buah Kelurahan Cipete. Bank Sampah Digital. Partisipatoris-kolaboratif ABSTRACT In Cipete Village area. Curug District. Serang City, waste management issues are also a major Based on initial observations, the communityAos awareness of sorting waste at the source is still relatively lo. Most houlsehold waste is still mixed and disposed of carelessly, causing the economic potential of recyclable inorganic waste to be neglected. The approach of this service method is participatory-collaborative, involving all relevant parties . he community, village/district government, and other related partie. at every stage of implementation. The stages carried out include initial preparation and socialization, followed by training and capacity building, and finally the operational stage of the Digital Waste Bn=ank and increased participation. From these stages, the result and achievements obtained include the signing of a Memorandum of Understanding (MoU) between Bank Waste Barokah and Bank Waste Digital for a cooperation agreement that lasts for 2 months from the signing of the MoU Keywords: Buah Village. Cipete subdistrict. Digital Waste Bank, participatory-Collaborative SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Permasalahan sampah telah menjadi isu krusial di tingkat global maupun nasional, tidak terkecuali di tingkat komunitas lokal seperti pedesaan dan Berdasarkan olahan data yang diperoleh dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional sampah di Indonesia, pada tahun 2023 sampah yang dihasilkan mencapai 43,231,282. ton/tahun sedangkan untuk tahun 2024 sampah yang dihasilkan mencapai 33,862,663,05 ton/tahun. Dengan komposisi terbesar berasal dari sampah organik sisa makanan dan sampah Pengelolaan sampah yang tidak efektif, seperti penumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), pembakaran ilegal, atau pembuangan ke sungai, menimbulkan dampak negatif berantai, mulai dari pencemaran lingkungan, masalah kesehatan, hingga potensi bencana alam seperti banjir. Plastik secara bebas banyak sekali digunakan oleh manusia di seluruh Penggunaan plastik tidak luput dari tingkat konsumtif yang tinggi. Plastik kelompok non-biogradable yang untuk diuraikan dan membutuhkan waktu yang lama untuk diuraikan. Dalam hal ini, penggunaan plastik menimbulkan banyak penumpukan penanganannya tidak benar. Permasalahan ini diperparah oleh rendahnya kesadaran masyarakat untuk sentralistik dan konvensional . umpulangkut-buan. Pola ini tidak hanya TPA, menghilangkan potensi nilai ekonomi dari sampah yang sebenarnya dapat didaur ulang. Kelurahan Cipete. Kecamatan Curug. Kota Serang, masalah pengelolaan sampah juga menjadi perhatian utama. Berdasarkan observasi awal, kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya masih tergolong rendah. Sebagian besar sampah rumah tangga masih dicampur dan dibuang begitu saja, sehingga anorganik yang dapat didaur ulang menjadi terabaikan. Hal ini tidak hanya mengurangi umur teknis TPA, tetapi juga menghilangkan peluang ekonomi sirkular bagi masyarakat. Sebagai respons terhadap tantangan ini, konsep Bank Sampah muncul sebagai salah satu solusi inovatif berbasis komunitas. Bank Sampah bekerja dengan prinsip 3R (Reduce. Reuse. Recycl. , di mana masyarakat menyetorkan sampah anorganik yang kemudian ditimbang dan dihargai layaknya menabung di bank. Namun, dalam implementasinya, bank sampah kendala, seperti proses pencatatan yang kurangnya transparansi, dan efisiensi waktu yang rendah. Seiring dengan kemajuan era digital 0, pemanfaatan teknologi informasi menjadi akselerator Pengelolaan Bank Sampah Digital menawarkan solusi yang lebih modern, transparan, dan efisien. Melalui sistem digital . erbasis aplikasi web atau selule. , proses pencatatan data nasabah, jenis dan berat sampah, hingga Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 rekapitulasi saldo tabungan dapat dilakukan secara otomatis dan akurat. Sistem ini juga memudahkan pengurus memberikan akses informasi yang mudah bagi nasabah. Oleh karena itu, program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) ini berfokus pada Implementasi Pendampingan Pengelolaan Bank Sampah Digital Desa Buah. Kelurahan Cipete. Kecamatan Curug. Kota Serang. Program ini bertujuan untuk mentransformasi sistem menjadi sistem modern yang terintegrasi dengan teknologi, sehingga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat, mengoptimalkan nilai ekonomi sampah, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat secara berkelanjutan. METODE PELAKSANAAN sampah, pendekatan pengelolaan mengacu pada prinsip 3R. Konsep pengelolaan sampah yang bertujuan untuk meminimalkan sampah yang harus dibuang ke TP. Reduce. Contohnya adalah membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Reuse, merupakan upaya untuk menggunakan kembali material atau bahan yang masih layak pakai tanpa melalui proses pengolahan. Contohnya adalah menggunakan botol bekas sebagai pot Recycle, mengolah kembali sampah menjadi produk baru yang bermanfaat. Contohnya adalah mengolah sampah plastik menjadi bijih plastik atau kerajinan tangan. Program Bank Sampah secara fundamental beroperasi berdasarkan prinsip Reuse dan Recycle. Pendekatan yang digunakan dalam KKN ini adalah partisipatoris-kolaboratif, . asyarakat, desa/kelurahan, dan pihak terkait Metode pelaksanaan akan dibagi menjadi beberapa tahapan sebagai Tahap Persiapan (Minggu . Survei dan Analisis Kebutuhan: Melakukan observasi lapangan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting pengelolaan sampah di lokasi KKM. Wawancara dengan tokoh masyarakat, perangkat desa/kelurahan, dan warga untuk menggali permasalahan, potensi. Identifikasi jenis sampah dominan yang dihasilkan masyarakat. Analisis potensi dukungan dari pihak terkait . emerintah, swasta. LSM). Sosialisasi dan Pembentukan Tim Inti Bank Sampah: Melakukan sosialisasi awal kepada masyarakat mengenai konsep bank sampah, manfaatnya, dan rencana KKM. Memfasilitasi inti/relawan bank sampah dari unsur masyarakat yang memiliki komitmen. Penyusunan Rencana Kerja Detail: Bersama tim inti bank sampah, menyusun rencana kerja KKM secara detail, termasuk jadwal, kegiatan, dan pembagian tugas. Tahap Implementasi (Minggu 2-. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Pelatihan Pemilahan Sampah: Memberikan pelatihan praktis kepada mayarakat tentang cara memilah sampah organik dan anorganik . lastik, kertas, logam, kac. di tingkat rumah tangga. Pelatihan Operasional Bank Sampah: Melatih tim inti bank sampah mengenai prosedur operasional bank sampah. Penerimaan Klasifikasi dan pencatatan jenis Penentuan harga jual sampah per . erkoordinasi pengepul/penjual sampa. Administrasi Prosedur penarikan uang/penukaran Penyusunan Laporan Akhir: Menyusun laporan akhir KKM yang mencakup latar belakang, tujuan, metode, hasil, kendala, solusi, dan Melakukan presentasi hasil KKM kepada pihak terkait . niversitas, desa/kelurahan. Rekomendasi Keberlanjutan: Memberikan rekomendasi kepada tim inti bank sampah dan pemerintah desa/kelurahan keberlanjutan bank sampah setelah KKM berakhir. Mengidentifikasi pengembangan bank sampah lainnya. Pembentukan Sarana dan Prasarana: Menentukan lokasi strategis untuk bank sampah . Membantu pengadaan sarana dan prasarana dasar, seperti timbangan, karung/wadah penyimpanan sampah terpilah, buku catatan, alat tulis, dan spanduk informasi. Sosialisasi Berkelanjutan dan Kampanye: Membuat media informasi edukatif . oster, leafle. tentang bank sampah. Membuat Jaringan dan Kemitraan: Menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah desa/kelurahan untuk keberlanjutan program. Tahap Evaluasi dan Pelaporan (Minggu Gambar: Diagram Metode Pelaksanaan Lokasi pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa terletak di Desa Buah. Kelurahan Cipete. Kecamatan Curug. Kota Serang. Indonesia. Pemilihan lokasi didasarkan pada kebutuhan komunitas akan pengelolaan sampah yang lebih baik dan potensi partisipasi masyarakat. Waktu Pelaksanaan KKM sendiri dimulai selama 7 minggu, untuk jadwal di hari minggu Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 dari tanggal 27 April 2025 hingga 15 Juni HASIL DAN PEMBAHASAN Masalah utama di Desa Buah Kelurahan Cipete. Kecamatan Curug Kota Serang adalah adanya penumpukan sampah anorganik, area halaman warga, lahan kosong di pinggir jalan, sudut desa. Diperkirakan 25% sampah rumah tangga adalah sampah anorganik yang tidak Adanya potensi ekonomi sampah belum dimanfaatkan: Sampah anorganik bernilai ekonomis . lastik, kertas, loga. masih dibuang atau dibakar. Potensi yang Ditemukan di Desa Buah ini yaitu antusiasme masyarakat sebagian kecil warga yang peduli lingkungan dan Dimana sebelumnya masyarakat melalui kader organisasi masyarakatnya pernah mendapatkan penyuluhan Bank Sampah, terkendala SDM. Kemudian pengepul barang bekas di sekitar lokasi yang dapat menjadi mitra bank sampah. Selain itu, semangat gotong royong dan budaya gotong royong yang masih kuat di menggerakkan program Bank Sampah Digital. Berdasarkan pembentukan bank sampah dipandang sebagai solusi yang paling relevan dan permasalahan sampah di lokasi KKM. Tahap Persiapan dan Sosialisasi Awal Pembentukan Tim Inisiator Bank Sampah: Kelompok KKM 10 UNSERA Tim Inisiator Bank Sampah "Barokah" yang terdiri dari 6 orang perwakilan masyarakat dan ibu-ibu PKK. Tim ini menjadi motor penggerak bank sampah di tingkat lokal. Sosialisasi Konsep Bank Sampah: Melakukan sosialisasi awal kepada ibuibu melalui pertemuan di Kantor Kelurahan Cipete. Materi sosialisasi meliputi konsep dasar bank sampah, manfaat lingkungan dan ekonomi, serta tata cara pemilahan sampah. Penyiapan Sarana dan Prasarana: Bersama mengidentifikasi lokasi strategis untuk pos bank sampah. Adapun lokasinya bertepatan di area Kelurahan Cipete dan membantu pengadaan alat dasar pencatatan, dan spanduk informasi. Tahap Pelatihan dan Penguatan Kapasitas Pelatihan Pengelolaan Bank Sampah: Melatih 6 pengurus bank sampah mengenai operasional harian, meliputi: Prosedur Penerimaan Penimbangan: Cara sampah dari nasabah, memilah, dan menimbang sesuai jenisnya. Sistem Pencatatan dan Pembukuan: Mengajarkan transaksi nasabah . ama, jenis sampah, berat, nilai rupia. secara Manajemen Keuangan Sederhana: Pengelolaan kas bank sampah, penarikan saldo nasabah, dan mingguan/bulanan. Tahap Operasional Bank Sampah dan Peningkatan Partisipasi Pembukaan dan Operasional Rutin: Bank Sampah "Barokah" resmi Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 dibuka dan mulai beroperasi setiap hari Sabtu pagi, pukul 08. WIB. Mahasiswa KKM melayani nasabah. Jaringan dengan Pengepul: Berhasil menjalin kerja sama dengan Ibu Yayah sebagai pembeli rutin sampah terpilah dari bank sampah. Pengembangan Media Komunikasi: Membuat grup WhatsApp khusus untuk pengurus dan nasabah bank sampah sebagai media informasi, pengumuman, dan tanya jawab. Hasil dan Capaian Penandatanganan MOU (Memorandum Of Understandin. antara pihak Bank Sampah Barokah dengan pihak Bank Sampah Digital untuk perjanjian kerjasama selama 2 bulan sejak ditandatangani MOU Pembentukan dan operasional Bank Sampah "Barokah" menunjukkan hasil yang sangat positif. Beberapa poin penting dalam pembahasan ini adalah: Tingginya Partisipasi Masyarakat di Desa Buah Kelurahan Cipete. Curug: Faktor kunci keberhasilan adalah antusiasme masyarakat dan partisipasi aktif mereka, terutama ibu-ibu rumah Mereka melihat bank sampah membuang sampah, tetapi juga sebagai sumber penghasilan tambahan dan Ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas sangat efektif dalam pengelolaan sampah. Perubahan Perilaku masyarakat Desa Buah Keluraha Cipete. Curug: Meskipun masih dalam tahap awal, sudah terlihat indikasi perubahan perilaku masyarakat terkait pemilahan Hal ini penting karena kesadaran pemilahan di sumber merupakan fondasi utama pengelolaan sampah berkelanjutan. Edukasi yang konsisten berperan besar dalam hal ini. Dampak Ekonomi: Adanya aliran pendapatan dari penjualan sampah, sekecil apapun, terbukti mampu Konsep "menabung sampah" dengan imbalan uang tunai atau sembako . ika dikembangka. sangat menarik bagi Ini membuktikan bahwa sampah memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan benar. Peran Mahasiswa KKM kelompok 10 : Kehadiran mahasiswa KKM sangat krusial sebagai fasilitator, edukator, dan motivator. Kami membantu menjembatani komunikasi antara masyarakat dan perangkat desa, serta memberikan pendampingan teknis yang dibutuhkan. Peran kami sebagai "agen perubahan" sangat terasa dalam memulai inisiatif ini. KESIMPULAN Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 10 Universitas Serang Raya yang berfokus pada pengelolaan bank sampah di Desa Buah. Kelurahan Cipete mencapai tujuan utamanya dengan Selama 8 minggu pelaksanaan, kami berhasil membentuk dan Bank Sampah "Barokah", serta secara signifikan Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 pemilahan dan pengelolaan sampah Bank sampah yang telah berjalan ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan timbulan sampah di lingkungan desa, tetapi juga berhasil menciptakan nilai ekonomi dari sampah yang sebelumnya tidak Terbentuknya tim masyarakat lokal dan tingginya jumlah nasabah aktif menunjukkan potensi keberlanjutan program ini secara mandiri. Inisiatif ini telah membuktikan bahwa pendekatan berbasis komunitas, didukung dengan edukasi dan insentif ekonomi, sangat efektif dalam mendorong perubahan perilaku positif terhadap lingkungan. Secara keseluruhan, program bank sampah ini merupakan langkah awal yang krusial menuju pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Buah. Kelurahan Cipete. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih kami ucapkan dari tim KKM Kelompok Dosen Pendamping Lapangan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Serang Raya yang memberi kesempatan kami berkontribusi mendokumentasikan dalam bentuk artikel jurnal dengan harapan kontribusi kami di masyarakat dapat menjadi motivasi dan inspirasi dalam pengembangan masyarakat terutama dalam hal pengelolaan sampah DAFTAR PUSTAKA