763 JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 HUBUNGAN PENGELOLAAN TAMAN NARMADA TERHADAP KUNJUNGAN WISATAWAN DI TAMAN NARMADA Asri Mardiah1. I Ketut Bagiatra2 & Lalu Yulendra3 1,2,3 Sekolah Tinggi Pariwisata E-mail: 1asrimardiah2@gmail. com, 2bagiastraketut@gmail. laluyulendra@gmail. Article History: Received: 01-08-2025 Revised: 01-09-2025 Accepted: 04-09-2025 Keywords: Manajemen. Pengelolaan. Kunjungan Wisatawan. Taman Narmada. Abstract: Taman Narmada merupakan salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya yang Dalam Pengelolaan Taman Narmada maka dibutuhkan sistem pengelolaan yang terarah agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Manajemen yang baik diperlukan untuk setiap perusahaan atau organisasi. Karena tanpanya, perusahaan atau organisasi akan kesulitan mencapai tujuan bersama. Penelitian ini bertujuan pengelolaan Taman Narmada terhadap kunjungan wisatawan sehingga dapat dijadikan alat pengukur mengenai hubungan pengelolaan dan jumlah kunjungan wisatawan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, penelitian ini termasuk dalam penelitian ex post fasto yaitu causal research . enelitian korelas. Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan penyebaran angket, yang berisi pernyataan yang mengandung aspek variabel penelitian ini kepada 30 responden, dan didukung oleh dokumentasi dari artikel, jurnal, wawancara dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian dan analisis data dalam penelitian ini menunjukkan nilai sig sebesar 0,339. Karena nilai sig lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan antara pengelolaan dengan jumlah pengujung. PENDAHULUAN Taman Narmada merupakan salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya dimana taman yang luasnya sekitar 2 ha . ektar ar. yang dibangun pada tahun 1727 oleh Raja Mataram Lombok. Anak Agung Ngurah Karang Asem, sebagai tempat upacara Pakelem. Taman Narmada merupakan hasil pembangunan dan pemugaran yang berlangsung dari waktu ke waktu. Setelah direkonstruksi oleh pemerintah pada tahun 1980 sampai 1988, melalui Dirjen Kebudayaan. Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala, kemudian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menjadikan Taman Narmada sebagai kompleks bangunan cagar budaya dengan daftar induk inventarisasi peninggalan sejarah dan purbakala pusat nomor 1839. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Oleh karena itu, dengan ditetapkannya Taman Narmada sebagai cagar budaya maka upaya pelestarian dilindungi oleh pemerintah. Taman Narmada memiliki daya tarik wisata seperti bangunan bersejarah (Pura Kelasa, istana peristirahatan raja. Bale Petirtan/air awet muda yang memiliki filosofi tingg. , kolam pemandian dan juga cinderamata khas Lombok serta wisata kuliner. Hal ini harus didukung oleh peningkatan layanan yang dilakukan oleh manajemen agar dapat menarik pengunjung untuk datang ke Taman Narmada, baik yang berasal dari masyarakat lokal, nasional, bahkan internasional. Dari banyaknya daya tarik yang dimiliki Taman Narmada maka dibutuhkan sistem pengelolaan yang terarah agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Manajemen yang baik diperlukan untuk setiap perusahaan atau organisasi. Karena tanpanya, perusahaan atau organisasi akan kesulitan mencapai tujuan bersama. Faktanya bahwa di dalam kompleks Taman Narmada terdapat tiga jenis bangunan yang berbeda sifat pengelolaannya, dengan kata lain Taman Narmada dikelola oleh tiga pihak lembaga yang berbeda, yaitu: . Pihak organisasi Krama pura hindu, lembaga ini mempunyai hak atas bangunan-bangunan yang digunakan sebagai sarana kegiatan ritual keagamaan umat Hindu di dalam Kawasan Taman Narmada, . Pihak Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Pihak ini mempunyai hak atas pengelolaan bangunan-bangunan yang bersifat for fun . apat dinikmat. dimanfaatkan sebagai sarana objek wisata yang dikelola oleh pemerintah Kabupaten Lombok Barat, . Dinas kebudayaan dan olahraga. Pihak ini mempunyai hak atas pengelolaan bangunanbangunan bersejarah di Taman Narmada. Pengelola inti Taman Narmada yang dikelola oleh tiga lembaga berbeda, mengakibatkan pengelolaan dan pelaksanaan harian Taman Narmada kurang optimal. Ini karena ketidakselarasan visi dan misi pengelola induk yang ada sehingga pengelola dan pelaksanaan harian tidak sejalur atau beda pemahaman. Dengan demikian, dibutuhkan pihak tengah untuk menjalankan manajemen operasional di Taman Narmada yang bersifat netral. Hal ini sesuai dengan penelitian yang sudah dilakukan Ni Putu Rika . tentang pengelolaan Taman narmada yang belum optimal. Dalam penelitian ini mengkaji tentang hubungan pengelolaan taman narmada dengan jumlah kunjungan wisatawan di Taman Narmada. Manajemen operasional taman narmada di kelola oleh pihak ketiga yaitu perusahaan daerah Patut Patuh Patju (PT. TRIPAT) yang merupakan badan hukum yang didirikan oleh pemerintah Dalam mengelola wisata taman narmada perusahaan daerah tetap berhubungan dengan pemerintah daerah dan dilindungi Bupati. PT. Tripat merupakan salah satu badan perusahaan milik Daerah Kabupaten Lombok Barat, sesuai keputusan Bupati no. 271 tahun 1997 tanggal 12 april 1997 tentang penunjukan untuk mengelola Wisata Taman Narmada. Jumlah kunjungan wisatawan sangat mempengaruhi kemajuan sektor pariwisata sebuah Kunjungan wisatawan merupakan salah satu indikator penting dalam pariwisata yang merupakan tantangan berat bagi pengelola kawasan wisata tersebut untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Berdasarkan data dari harian Lombok Post, dapat diketahui bahwa jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke taman narmada kurang stabil, hal ini ditunjukkan dari jumlah wisatawan yang berkunjung dibulan agustus sebanyak 297 mengalami kenaikan jumlah kunjungan di bulan september sebanyak 70 orang sehingga jumlah wisatawan di bulan september sebanyak Kunjungan pada bulan oktober mengalami penuruan sebanyak 117 wisatawan, jumlah kunjungan pada bulan oktober sebanyak 250 wisatawan. Berbeda dengan kunjungan wisatawan mancanegara, kunjungan wisatawan domestik berdasarkan data dari harian lombok post menunjukkan jumlah kunjungan yang terus meningkat dari bulan agustus sampai bulan oktober a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 yaitu 1953 kunjungan pada bulan agustus, 3384 kunjungan pada bulan september, dan 4281 kunjungan pada bulan oktober Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan sebelumnya, peneliti memfokuskan penelitian ini dengan judul "Hubungan Manajemen Pengelolaan Taman Narmada Terhadap Kunjungan Wisatawan Di Taman Narmada". Dengan penelitian ini peneliti berharap supaya manajemen pengelolaan taman narmada konsisten mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya agar jumlah kunjungan wisatawan konsisten menunjukkan suatu peningkatan. LANDASAN TEORI Pada penelitian ini menggunakan teori Manajemen menurut George R. Terry sebagai grand George R Terry berpendapat bahwa AuManajemen adalah suatu proses khas yang terdiri atas tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, pergerakan dan pengendalian untuk menentukan serta mencapai tujuan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnyaAy1. Dengan kata lain, manajemen mencakup kegiatan untuk mencapai tujuan, dilakukan oleh individu-individu yang menyumbangkan upayanya yang terbaik melalui tindakan-tindakan yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal tersebut meliputi pengetahuan tentang apa yang harus mereka lakukan, menetapkan cara bagaimana melakukannya, memahami bagaimana mereka harus melakukannya dan mengukur efektivitas dari usaha-usaha mereka. Fungsi manajemen yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori George R. Terry. Dimana George R. Terry membagi empat fungsi dasar manajemen, yaitu Planning (Perencanaa. Organizing (Pengorganisasia. Actuating (Pelaksanaan/Penggeraka. dan Controlling (Pengawasa. Dengan manajemen yang baik maka pembinaan kerja sama akan serasi, dan perencanaan, pengorganisasian, pengaturan akan lebih terarah mencapai tujuan yang sudah ditentukan. Begitu pentingnya peranan manajemen dalam kehidupan manusia mengharuskan kita mempelajari, menghayati dan menerapkannya agar tercapainya suatu tujuan yang lebih baik. Penelitian ini juga menggunakan teori Pariwisata sebagai grand theory yang digunakan. Menurut Meyers . , pariwisata adalah perjalanan yang dilakukan oleh seseorang dari tempat tinggal semula ke tempat lain dengan tujuan bukan untuk menetap atau mencari nafkah, tetapi hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu, menghabiskan waktu senggang atau liburan, dan tujuan Menurut Pendit S Nyoman dalam buku Ilmu Pariwisata . , pariwisata adalah aktivitas jangka pendek di mana individu mengunjungi lokasi tertentu dengan berbagai tujuan, termasuk kunjungan wisata. Pariwisata terdiri dari berbagai macam aktivitas wisata yang didukung oleh banyak fasilitas dan layanan yang disediakan oleh individu, perusahaan, pemerintah federal, dan pemerintah daerah. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan pendekatan deskriptif. Penelitian ini termasuk penelitian ex post facto. Penelitian ini dilakukan di Taman Narmada dengan jumlah populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah keseluruhan pengelola di Taman Narmada sebanyak 30 orang pengelola. Adapun sampel yang digunakan pada penelitian kali ini, a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 menggunakan keseluruhan subjek dari populasi . ampling jenu. yaitu seluruh pengelola Taman Narmada. Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi metode angket, wawancara, dan dokumentasi. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer yang dilakukan dengan penyebaran angket kepada pengelola Taman Narmada. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini ada analisis korelasi. Analisis korelasi bertujuan untuk mengetahui hubungan dari suatu variabel terhadap variabel lainnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tabel 1. Analisis Corelasi Correlations Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. Sumber: Data Diolah Dengan SPSS 22 Berdasarkan hasil analisis menunjukkan nilai sig sebesar 0,339. Karena nilai sig lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan antara pengelolaan dengan jumlah Pembahasan Pembahasan masalah pada penelitian ini bersumber dari penyajian data penelitian yang terkait dengan deskripsi responden, variabel independent yaitu pengelolaan dan variabel dependen yaitu jumlah kunjungan wisatawan. Pembahasan dari penelitian ini, terkait dengan deskripsi responden dan varibel-variabel dalam penelitian ini, uraiannya sebagai berikut. Berikut uraian mengenai hubungan antara deskripsi responden dengan elemen yang digunakan dalam variabel pengelolaan. Bila dilihat dari jumlah pengelola berdasarkan usia, rentang usia pengelola terbanyak adalah 31-40 tahun sebesar 40% atau sebanyak 12 orang, hal tersebut dikarenakan ketika berada dalam usia tersebut, kemampuan dan relasi yang dimiliki oleh seorang sedang berada dalam usia puncak. Namun apabila dilihat dari keseluruhan usia pengelola, pengelola dengan rentang umur 41-60 tahun memiliki total presentase sebesar 40% dan pengelola dengan rentang usia 21-30 tahun memiliki presentase sebesar 20%. Hal ini berpengaruh pada kinerja pengelola taman Narmada. Semakin tinggi usia maka akan semakin rendah produktivitas Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Hikma Nur Afiah Sali . yang menyatakan bahwa Variabel usia memiliki pengaruh signifikan negative terhadap produktivitas kerja, artinya semakin tinggi usia maka akan rendah produktivitas kerja karyawan. Sebaliknya semakin rendah usia maka akan semakin tinggi produktivitas kerja karyawan. Dengan kata lain jika terjadi peningkatan variabel usia maka akan diikuti oleh penurunan produktivitas kerja. Bila dikaitkan pada deskripsi responden menurut jenis kelamin, jumlah responden laki-laki lebih banyak daripada responden perempuan, dilihat dari presentase jumlah pengelola laki-laki sebesar 90% dari jumlah pengelola, karena laki-laki memiliki fisik yang lebih kuat. Laki-laki dan a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 wanita berbeda dalam hal kemapuan fisiknya, kekuatan ototnya. Ternyata siklus biologi wanita tidak mempengaruhi kemampua fisiknya (SumaAomur, 2. Namun nyatanya jenis kelamin tidak mempengaruhi kinerja pengelola taman Narmada dalam meningkatkan jumlah kunjungan di taman Narmada. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Afrids Tamara Wiladatika . yang menyatakan Gender secara parsial tidak berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan. Hal ini disebabkan karena perbedaan gender bukan merupakan suatu sumber permasalahan dalam penyelesaian pekerjaan untuk hal produktivitas. Produktivitas diperlukan untuk mencapai kualitas, kuantitas, dan ketepatan waktu dalam suatu proses kegiatan yang berhubungan dengan ekonomi. Oleh sebab itu, tidak adanya batasan gender didalam perusahaan. Berdasarkan hasil analisis data dan karakteristik responden terkait dengan pengelolaan dan jumlah kunjungan wisatawan di Taman Narmada, dimana pengelolaan taman tidak memiliki hubungan terhadap jumlah kunjungan. Hal ini dilihat dari beberapa fakta lapangan yang di temukan di Taman Narmada, antara lain sebagai berikut: Sinkronisasi pengelola inti Pengelola Taman Narmada kesulitan mengikuti perkembangan destinasi wisata karena ada beberapa hal yang tidak bisa dirubah, karena tidak ada sinkronisasi dari pengelola inti. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan Bapak Dodi Damara selaku Ketua Administrasi PT. Tripat Devisi Taman Narmada, menyatakan bahwa: Au. Kendala yang yang kami hadapi dalam mengelola Taman Narmada yaitu pertama ada beberapa hal atau bagian yang tidak bisa kami ubah untuk memaksimalkan potensi Taman Narmada, karena itu bagian dari pengelola lainnya. Kedua perbedaan visi dan misi masingmasing pengelola yang ada disini, karena disini terdapat 3 pengelola, yaitu dinas pariwisata, dinas kebudayaan, dan pihak krama puraAy . Pelayanan kurang maksimal Hal ini dapat dilihat dari jumlah pintu masuk yang ada di Taman Narmada, yaitu terdapat 5 pintu masuk, namun yang terkontrol oleh pengelola hanya 2 pintu masuk, sisanya 3 pintu masuk tersebut jarang di kontrol oleh pengelola. Hal ini menyebabkan banyaknya pengunjung, pedagang asongan, dan masyarakat lokal bebas keluar masuk ke Taman Narmada. Pengawasan dan evaluasi tidak maksimal Pengelola sulit melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pengelola dan pengunjung karena pengelola tidak bisa membedakan pengunjung yang masuk dari pintu utama dan pengunjung yang masuk dari pintu yang tidak dikontrol. Serta panitia kesulitan dalam mengevaluasi pengelola disana karena beberapa pengelola dari lembaga yang berbeda. SOP pengelola tidak di patuhi Hal ini diperkuat dari hasil wawancara dengan bapak Dodi selaku bagian administrasi, menyatakan bahwa: Au . kami tidak punya SOP dan Job Deskripsi yang tertulis yang kami pegang, kami hanya di berikan SK oleh bupati yang diamanahkan untuk mengelola Taman NarmadaAy . Program kerja belum ada Tidak ada program kerja tertulis di Taman Narmada, sama seperti SOP dan Job Description, pengelola Taman Narmada (PT. Tripat ) hanya berdasarkan SK Bupati. Hal ini di perkuat dengan hasil wawancara yang ada. Au. sama halnya dengan program kerja, kami tidak memiliki program kerja yang tertulis hanya SK Bupati. Kami hanya menunggu perintah dari atas . inas Pariwisata Lombok Bara. , dan apabila kami ingin membuat event atau menambah wahana permainan kami bisa a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 mengajukan ke Dinas Pariwisata Lombok BaratAy Hasil penelitian ini tidak sejalan Stewardship theory memandang manajemen sebagai pihak yang bisa dipercaya supaya bertindak dengan sebaik-baiknya bagi kepentingan umum. Stewarship theory menggambarkan suatu kondisi dimana para manajemen tidak termotivasi oleh tujuan-tujuan secara pribadi melainkan untuk kepentingan organisasi. Teori ini memberikan asumsi bahwa ada keterkaitan yang kuat antara manajemen dan kunjungan wisatwan. Keterkaitan teori stewardship dengan jumlah kunjungan wisatawan yaitu pihak yang pengelola Taman Narmada lebih mementingkan tujuannya sendiri, daripada kepentingan pengunjung dan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari terdapatnya dua loket pembelian tiket masuk ke Taman Narmada. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh nilai sig sebesar 0,339. Karena nilai sig lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan antara pengelolaan dengan jumlah pengujung. DAFTAR PUSTAKA