Amalia dan HudaAi Pengembangan Game Edukasi Bahasa Madura untuk Sekolah Dasar Menggunakan Unity dengan Metode MDLC PENGEMBANGAN GAME EDUKASI BAHASA MADURA UNTUK SEKOLAH DASAR MENGGUNAKAN UNITY DENGAN METODE MDLC (DEVELOPMENT OF A MADURESE LANGUAGE EDUCATIONAL GAME FOR ELEMENTARY SCHOOLS USING UNITY WITH THE MDLC METHOD) 1, . Rizqi Azizah Amalia. Walidini Syaihul Huda. Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Teknik. Universitas Yudharta Pasuruan Jl. Yudharta No. Sengonagun. Kec. Purwosari. Pasuruan. Jawa Timur 67162 e-mail: rizqiazizahamalia1922@gmail. , walidini@yudharta. ABSTRAK Bahasa daerah merupakan unsur penting dalam identitas budaya suatu masyarakat, termasuk Bahasa Madura. Namun, penggunaannya di kalangan siswa sekolah dasar terus mengalami penurunan karena keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan selaras dengan perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan game edukasi berbasis Android bernama Maduraku sebagai media pembelajaran interaktif untuk membantu siswa mempelajari Bahasa Madura, khususnya materi ondhygga bysa . ingkatan tutu. Model pengembangan yang digunakan adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC), mulai dari tahapan concept, design, material collecting, assembly, testing, hingga distribution, dengan implementasi pada platform Unity. Evaluasi dilakukan melalui pengujian black-box, validasi ahli, dan uji pengguna, serta pengukuran efektivitas belajar melalui metode pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh fitur aplikasi berfungsi dengan baik melalui pengujian black-box. Validasi ahli multimedia menghasilkan persentase kelayakan sebesar 80% . ategori laya. , sedangkan uji pengguna memperoleh tingkat kepuasan sebesar 87,5% . ategori sangat bai. Selain itu, capaian belajar siswa meningkat dari nilai rata-rata 64,4 . re-tes. menjadi 85,4 . ost-tes. dengan nilai N-Gain sebesar 0,59 . ategori sedan. Dengan demikian, game Maduraku dinilai efektif dan layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang menarik untuk mendukung pelestarian sekaligus pengenalan Bahasa Madura pada jenjang sekolah dasar. Kata Kunci: Game Edukasi. Bahasa Madura. Sekolah Dasar. MDLC. Unity. ABSTRACT Regional languages are an essential element of cultural identity, including the Madurese language. However, its use among elementary school students continues to decline due to the limited availability of attractive and technology-oriented learning media. This study aims to develop an Android-based educational game called Maduraku as an interactive learning medium to help students learn the Madurese language, particularly ondhygga bysa . peech The development process follows the Multimedia Development Life Cycle (MDLC) model, consisting of the stages of concept, design, material collecting, assembly, testing, and distribution, and is implemented using the Unity game engine. The game was evaluated through black-box testing, expert validation, user testing, and measurement of learning effectiveness using pre-test and post-test. The evaluation results show that all features worked properly based on black-box testing. Multimedia expert validation yielded a feasibility score of 80% . ategorized as feasibl. , while user testing produced a satisfaction rate of 87. 5% . ategorized as very goo. In addition, studentsAo learning outcomes increased from an average score of 64. re-tes. ost-tes. , with an N-Gain value of 0. oderate categor. These results indicate that Maduraku is effective and feasible to be used as an alternative learning medium to support the preservation and introduction of the Madurese language at the elementary school level. Keywords: Educational Game. Madurese Language. Elementary School. MDLC. Unity. PENDAHULUAN ahasa memiliki peran yang sangat fundamental dalam kehidupan manusia, bukan hanya sebagai sarana komunikasi dan interaksi sosial, tetapi juga mencerminkan nilai budaya, norma, serta pandangan hidup masyarakat . Di Indonesia, keberagaman bahasa daerah merupakan salah satu warisan budaya yang perlu dipertahankan dan dilestarikan . Salah satu bahasa daerah TEKNIMEDIA - Volume 6. Nomor 2. Desember 2025: 238 Ae 247 yang jumlah penuturnya cukup besar adalah Bahasa Madura, yang menempati posisi keempat setelah bahasa Jawa. Sunda, dan Melayu . Walaupun jumlah penuturnya cukup banyak, penggunaan Bahasa Madura dalam aktivitas sehari-hari semakin berkurang, khususnya di kalangan generasi muda. Di wilayah Bangkalan yang berada di bagian barat Pulau Madura, masyarakat pada umumnya menggunakan dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Madura . Akan tetapi, dalam praktik sehari-hari Bahasa Indonesia lebih sering dipilih karena dianggap lebih formal dan umum digunakan. Kondisi tersebut menyebabkan Bahasa Madura perlahan mulai tersisih, padahal bahasa ini adalah bagian penting dari identitas budaya yang patut dijaga . Oleh karena itu, usaha pelestarian Bahasa Madura perlu dilakukan sejak dini melalui berbagai lingkup, baik di keluarga, lingkungan masyarakat, maupun lembaga pendidikan formal seperti sekolah dasar (SD). Sejalan dengan penelitian sebelumnya, pengajaran Bahasa Madura pada tingkat sekolah dasar penting untuk memperkuat identitas budaya dan karakter siswa . Jika pembelajaran disajikan dengan mengaitkan nilai-nilai lokal serta situasi kehidupan nyata, maka siswa akan lebih bangga dengan budayanya dan terdorong untuk menggunakannya dalam interaksi sosial. Metode konvensional berupa buku pelajaran seringkali kurang efektif, sebab penyajiannya yang monoton dapat membuat siswa cepat merasa Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi melalui media pembelajaran yang lebih atraktif, interaktif, dan selaras dengan perkembangan zaman . Salah satu alternatif yang menjanjikan adalah penggunaan game edukasi, yaitu permainan digital yang memang dirancang untuk tujuan pendidikan. Berdasarkan teori game-based learning, penggunaan media game edukasi terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar, memperkuat daya ingat, dan memberikan pengalaman langsung yang lebih bermakna . Sejumlah penelitian terdahulu mendukung efektivitas media digital, khususnya game edukasi, dalam memperkenalkan sekaligus mempertahankan bahasa daerah. Misalnya, pengembangan game edukasi AuDinggoAy untuk pembelajaran Bahasa Jawa di tingkat sekolah dasar . Game berbasis mobile ini menggunakan metode Waterfall dan terbukti berhasil meningkatkan penguasaan kosakata serta aksara Jawa dengan tingkat validasi pengguna mencapai 91,8%. Selain itu, terdapat pula media pembelajaran interaktif AuMadur240 aAos SmartAy yang dibangun menggunakan Macromedia Flash untuk siswa SD di Kabupaten Sumenep . Media ini mampu menumbuhkan minat siswa dalam belajar Bahasa Madura, dengan hasil validasi ahli mencapai 98% untuk aspek media dan 92% untuk materi, serta tingkat kepuasan siswa sebesar 94% berdasarkan kuesioner. Hasil-hasil penelitian tersebut menegaskan bahwa game edukasi berbasis teknologi memiliki potensi besar untuk menjadi media pembelajaran bahasa daerah yang lebih menarik dan efektif. Namun demikian, ketersediaan media pembelajaran Bahasa Madura yang dikembangkan berbasis teknologi, khususnya dalam bentuk game edukasi, masih terbatas baik secara jumlah maupun kualitas. Banyak sekolah dasar di Madura belum memiliki sarana pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan minat siswa dalam mempelajari Bahasa Madura. Oleh sebab itu, diperlukan pengembangan lebih lanjut berupa game edukasi yang tidak hanya menyajikan materi Bahasa Madura, tetapi juga dibangun dengan pendekatan metodologis yang Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan sebuah game edukasi dengan nama Maduraku. Tujuannya adalah untuk membantu siswa sekolah dasar dalam memahami sekaligus melestarikan Bahasa Madura sebagai bagian dari budaya lokal. Berbeda dari penelitian sebelumnya, game ini dirancang menggunakan model Multimedia Development Life Cycle (MDLC) dan dibangun dengan game engine Unity, yang dinilai efektif untuk pengembangan aplikasi multimedia secara optimal. II. STUDI PUSTAKA Penelitian sebelumnya memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan media pembelajaran berbasis kearifan lokal, terutama untuk menjaga kelestarian bahasa dan budaya daerah seperti Madura. Jawa. Sunda, dan Lampung. Pemanfaatan media interaktif terbukti dapat meningkatkan minat belajar, pemahaman konsep, sekaligus menumbuhkan kecintaan siswa terhadap budaya lokal. Salah satunya adalah media pembelajaran MaduraAos Smart yang dibangun dengan Macromedia Flash. Hasil validasinya menunjukkan kualitas sangat baik, dengan persentase kelayakan tinggi pada aspek media dan materi, serta tingkat kepuasan siswa yang juga signifikan . Penelitian lain menghasilkan media berbasis Android Amalia dan HudaAi Pengembangan Game Edukasi Bahasa Madura untuk Sekolah Dasar Menggunakan Unity dengan Metode MDLC tema cerita fantasi lokal Madura, memperoleh validasi 95% dari pakar pembelajaran sastra, sekaligus berdampak positif pada peningkatan hasil belajar siswa . Game edukasi interaktif yang mengintegrasikan nilai budaya lokal Madura juga terbukti efektif dalam meningkatkan literasi serta pemahaman budaya siswa sekolah dasar . Penelitian lain mengembangkan media pembelajaran tanaman obat berbasis game edukasi dengan metode MDLC, memperoleh skor validasi dari pakar maupun siswa di atas 88% . Game edukasi Dinggo untuk pembelajaran Bahasa Jawa, yang menggunakan metode Waterfall, berhasil meningkatkan pemahaman kosakata dan aksara Jawa dengan tingkat validasi pengguna mencapai 91,8% . Pengembangan game KASADA untuk pelestarian aksara dan Bahasa Sunda menggunakan Unity juga mendapat tanggapan positif, dengan rata-rata skor penilaian responden yang cukup tinggi, yakni lebih dari 4,5 dalam skala 5 . Game edukasi Petualangan Bahasa Lampung juga berhasil memperkenalkan dialek A dan O kepada siswa SD dengan skor evaluasi sangat baik berdasarkan standar ISO 25010 . Sementara itu, penggabungan teknologi virtual reality dengan game edukasi dalam pembelajaran sejarah dan alfabet Madura menunjukkan efektivitas tinggi dengan validasi ahli sebesar 91% dan hasil uji pengguna di atas 85% . Selain itu, modul ajar digital berbasis kearifan lokal Madura juga dikembangkan untuk pembelajaran Bahasa Indonesia di SD dan mampu meningkatkan pemahaman siswa sebesar 42,37% . Terakhir, pengembangan game edukatif berbasis BookWidgets juga menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan keterampilan menulis dan memperkenalkan nilai budaya lokal Madura . METODE PENELITIAN Desain dan Alur Penelitian Penelitian ini menggunakan model Multimedia Development Life Cycle (MDLC) sebagai dasar dalam proses perancangan hingga evaluasi game edukasi Maduraku. Agar alur penelitian lebih jelas dan sistematis, tahapan MDLC digambarkan dalam bentuk diagram alir seperti pada Gambar 1. Gambar 1. Diagram Alir Penelitian Mengikuti Tahapan MDLC Diagram alir ini menunjukkan keseluruhan proses penelitian, dimulai dari identifikasi kebutuhan, pengumpulan data, tahapan pengembangan berbasis MDLC . oncept, design, material collecting, assembly, testing, dan distributio. , hingga pengujian serta analisis hasil. Alur tersebut memastikan bahwa seluruh proses mengikuti struktur metodologis MDLC secara berurutan dan Pengumpulan Data Proses pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang relevan terkait pengembangan serta efektivitas penggunaan game edukasi Bahasa Madura. Tiga teknik utama digunakan, yaitu observasi, wawancara, dan studi Observasi dilaksanakan di kelas V SDN Kajuanak 3 Bangkalan untuk mengetahui metode pengajaran guru, tingkat keterlibatan siswa, serta kendala dalam pembelajaran Bahasa Madura. Wawancara semi-terstruktur dilakukan dengan wali kelas guna menggali kebutuhan pembelajaran. TEKNIMEDIA - Volume 6. Nomor 2. Desember 2025: 238 Ae 247 konteks budaya lokal, dan preferensi penyampaian Selain itu, studi literatur dilakukan untuk memperoleh sumber pendukung terkait bahasa daerah dan pengembangan media pembelajaran Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini termasuk dalam kategori Research and Development (R&D), dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan kuantitatif yang dipadukan untuk merancang, mengembangkan, sekaligus mengevaluasi media pembelajaran berbasis game edukasi Bahasa Madura. Model pengembangan yang digunakan adalah Multimedia Development Life Cycle (MDLC), karena dinilai sesuai untuk membangun produk multimedia interaktif secara sistematis. Mengacu pada Luther . MDLC terdiri dari enam tahapan utama, yaitu concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution . Setiap tahapan memungkinkan proses pengembangan dilakukan secara berurutan mulai dari identifikasi kebutuhan hingga produk siap digunakan oleh pengguna akhir. Design. Pada tahap ini dilakukan perancangan struktur aplikasi, pembuatan use case, activity diagram, dan flowchart untuk menggambarkan alur interaksi dalam game. Material Collecting. Meliputi pengumpulan kosakata Bahasa Madura, rekaman audio, ilustrasi visual 2D, serta materi pendukung lain. Assembly. Implementasi seluruh elemen menggunakan Unity 2D dan bahasa pemrograman C#. Testing. Aplikasi diuji menggunakan black-box testing dan diuji coba oleh pengguna. Distribution. Produk akhir dibagikan dalam format APK untuk digunakan oleh siswa. Tahap design melibatkan pembuatan UML, meliputi use case diagram (Gambar . , diagram aktivitas (Gambar . , serta flowchart untuk menjelaskan alur logis aplikasi (Gambar . Tahapan Pengembangan Pada tahap concept, ditentukan hal-hal mendasar seperti judul game AuMadurakuAy, tujuan pengembangan, target pengguna . iswa kelas V SDN Kajuanak 3 Bangkala. , ruang lingkup materi, platform Android, serta fitur utama berupa modul belajar, kuis interaktif, dan audio pelafalan. Gambar 2. Metode MDLC Berdasarkan Gambar 2 dapat diketahui bahwa pengembangan mengikuti alur MDLC sebagai berikut: Concept. Pada tahap ini ditentukan tujuan, target pengguna . iswa kelas V SDN Kajuanak 3 Bangkala. , ruang lingkup materi Bahasa Madura . ndhygga bys. , platform Android, serta fitur utama berupa modul belajar, kuis, dan audio pelafalan. Gambar 3. Use Case Gambar 3 menunjukkan use case dari aplikasi game edukasi Maduraku. Pada diagram ini terdapat satu aktor utama, yaitu pengguna, yang dalam konteks penelitian ini adalah siswa sekolah Pengguna dapat mengakses empat fungsi utama dalam aplikasi, yaitu menu Belajar. Bermain. Tentang, dan Keluar. Pada menu Belajar, pengguna dapat mempelajari materi ondhygga bysa . ingkatan tutur Bahasa Madur. yang disajikan dalam bentuk kosakata beserta audio pelafalan. Pada menu Bermain, pengguna diarahkan untuk mengerjakan kuis melalui permainan maze sederhana sebagai bentuk evaluasi pemahaman materi. Menu Tentang berfungsi menampilkan informasi terkait aplikasi dan pengembang, sedangkan menu Keluar digunakan untuk menutup aplikasi. Hubungan antara aktor dan masing-masing use case mencerminkan interaksi langsung pengguna dengan seluruh fitur yang tersedia dalam aplikasi. Amalia dan HudaAi Pengembangan Game Edukasi Bahasa Madura untuk Sekolah Dasar Menggunakan Unity dengan Metode MDLC Gambar 5. Flowchart Gambar 4. Diagram Aktivitas Gambar 4 menampilkan activity diagram yang menggambarkan alur interaksi antara pengguna dan sistem dalam aplikasi Maduraku. Proses dimulai ketika pengguna membuka aplikasi, kemudian sistem menampilkan splash screen dan dilanjutkan dengan menampilkan menu utama. Pada tahap ini, pengguna diberikan pilihan untuk mengakses beberapa menu yang tersedia. Jika pengguna memilih menu Belajar, sistem akan menampilkan halaman pembelajaran yang berisi materi ondhygga bysa. Ketika pengguna memilih menu Bermain, sistem menampilkan halaman permainan yang berisi kuis interaktif berbasis maze. Jika pengguna memilih menu Informasi, sistem menampilkan halaman tentang aplikasi dan pengembang. Sementara itu, apabila pengguna memilih menu Keluar, sistem akan menutup aplikasi. Diagram ini menunjukkan hubungan dan alur keputusan yang jelas antara tindakan pengguna dan respon sistem, sehingga membantu menggambarkan proses kerja aplikasi secara terstruktur sesuai perancangan yang dilakukan pada tahap design dalam metode MDLC. Flowchart pada Gambar 5 menggambarkan alur proses utama dalam aplikasi Maduraku, mulai dari pengguna membuka aplikasi hingga keluar dari sistem. Ketika aplikasi dijalankan, pengguna diarahkan ke halaman Main Menu yang menyediakan empat pilihan utama, yaitu Belajar. Bermain. Tentang, dan Keluar. Jika pengguna memilih menu Belajar, aplikasi akan menampilkan materi ondhygga bysa yang berisi kosakata tingkat tutur Bahasa Madura. Pengguna dapat mempelajari materi tersebut kemudian kembali ke menu utama. Pada menu Bermain, pengguna diarahkan ke fitur kuis berbasis permainan maze. Karakter digerakkan untuk mencapai peti berisi soal, dan setelah menjawab pertanyaan dengan benar, pengguna dapat melanjutkan hingga mencapai bagian Finish. Menu Tentang menampilkan informasi aplikasi serta profil pengembang. Sementara itu, menu Keluar mengarahkan pengguna ke proses konfirmasi sebelum aplikasi benar-benar ditutup. Flowchart ini memberikan gambaran yang jelas mengenai struktur navigasi dan alur interaksi dalam aplikasi Maduraku, serta mempertegas hubungan antarfitur sesuai dengan perancangan pada tahap design dalam metode MDLC. Pada tahap material collecting, peneliti menyiapkan materi ajar dari buku Bahasa Madura, rekaman audio oleh penutur asli, dan ilustrasi visual 2D bergaya kartun. Tahap assembly merupakan proses mengintegrasikan seluruh elemen ke dalam satu produk game menggunakan Unity 2D dan bahasa pemrograman C#. Produk yang dihasilkan selanjutnya diuji melalui dua tahap, yaitu alpha testing oleh tim pengembang dan beta testing oleh siswa. Uji coba ini bertujuan mendeteksi bug, menilai efektivitas, dan mengukur tingkat kepuasan pengguna. Setelah dinyatakan layak, tahap distribution dilakukan TEKNIMEDIA - Volume 6. Nomor 2. Desember 2025: 238 Ae 247 dengan membagikan file APK game secara langsung maupun melalui platform daring. Tahap Pengolahan Data Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan dua pendekatan: tematik dan kuantitatif. Data hasil wawancara dipelajari melalui analisis tematik untuk menemukan pola-pola utama yang berkaitan dengan kebutuhan dan preferensi Pengujian aplikasi dilakukan menggunakan metode Black-box Testing untuk memastikan seluruh fungsi berjalan sesuai spesifikasi. Evaluasi efektivitas pembelajaran menggunakan metode pre-test dan post-test. Tes awal . re-tes. diberikan sebelum siswa memainkan game, sedangkan tes akhir . ost-tes. dilaksanakan setelah siswa selesai menggunakan game. Perbandingan skor keduanya digunakan untuk menghitung peningkatan pemahaman dengan rumus Normalized Gain (N-Gai. Hasilnya kemudian dikategorikan menurut Tabel 1. cA - acacncu cIcocuc cEcucecc - cIcocuc cEcceccecc cIcocuc acecaco - cIcocuc cEcceccecc Tabel 1. Kriteria N-Gain Kategori N-Gain Ou 0. 30 O N-Gain < 0. N-Gain < 0. cIcocuc acocaco y 100 . cIcocuc cAcacoccncocaco Tabel 2. Kategori Kepuasan Pengguna Persentase (%) 81% Ae 100% 61% Ae 80% 41% Ae 60% 21% Ae 40% 0% Ae 20% Kategori Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Sangat Kurang Baik Selain itu, dilakukan pula validasi ahli oleh seorang ahli multimedia untuk menjamin kualitas cEcececuccacce cOcacocncac = cIcocuc acncyceccucoceEa cIcocuc cAcacoccncocaco y 100 . Tabel 3. Kategori Kelayakan Persentase (%) 81% Ae 100% 61% Ae 80% 41% Ae 60% 21% Ae 40% 0% Ae 20% Kategori Sangat Layak Layak Cukup Layak Kurang Layak Sangat Kurang Layak IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Desain Sistem Tahap implementasi antarmuka aplikasi merupakan realisasi dari rancangan yang telah dibuat sebelumnya. Tampilan awal aplikasi Maduraku dapat dilihat pada (Gambar . Kriteria Tinggi Sedang Rendah Selanjutnya, uji coba pengguna dilakukan pada siswa kelas V SDN Kajuanak 3 Bangkalan untuk menilai sejauh mana game Maduraku meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap Bahasa Madura. Setelah memainkan game, siswa mengisi kuesioner berbasis skala Likert 5 tingkat untuk mengukur aspek afektif . inat, ketertarika. dan kognitif . emahaman mater. Persentase dihitung dengan rumus . dan dikategorikan sesuai Tabel 2. cEcececuccacce = desain dan penyajian media. Validasi ini bertujuan menilai kesesuain tampilan dengan standar desain edukasi, efektivitas penyampaian informasi melalui multimedia, serta tingkat kemudahan penggunaan bagi siswa sekolah dasar. Penilaian berbasis Skala Likert lima tingkat dihitung dengan rumus . dan hasilnya dikategorikan berdasarkan Tabel 3. Gambar 6. Menu Utama Menu utama menyediakan beberapa opsi bagi pengguna, antara lain menu belajar, menu bermain, serta tombol keluar. Terdapat juga ikon pengaturan suara . n/of. dan bagian tentang yang berisi informasi singkat mengenai pengembang Pada menu belajar . ndhygga bys. (Gambar . , ditampilkan kosakata dasar terkait tingkatan tutur Bahasa Madura, yakni enjy iyeh . dan yngghi bhunten . Setiap kosakata dilengkapi dengan audio pelafalan yang dapat diputar dengan menekan tombol suara. Amalia dan HudaAi Pengembangan Game Edukasi Bahasa Madura untuk Sekolah Dasar Menggunakan Unity dengan Metode MDLC Gambar 10. Menu Keluar Gambar 7. Menu Belajar Selanjutnya pada (Gambar . menampilkan menu bermain pada game edukasi. Setelah mempelajari materi pada menu belajar, pengguna diarahkan mengerjakan kuis melalui permainan maze Karakter digerakkan menuju peti dalam labirin yang berisi soal terkait ondygga bhysa . ingkatan bahasa Madur. Sistem memberikan umpan balik atas jawaban, dan permainan hanya dapat dilanjutkan jika jawaban benar atau nyawa masih tersisa. Skor terakumulasi sebagai indikator pencapaian, sementara tingkatan level dirancang untuk memberikan tantangan bertahap serta meningkatkan motivasi belajar. Pengujian Sistem Uji fungsional aplikasi dilakukan dengan metode black-box testing, yaitu menguji sistem dari sisi pengguna tanpa memperhatikan kode program. Hasil pengujian disajikan pada tabel berikut: Tabel 4. Blackbox Testing No. Input Klik tombol Klik tombol audio pelafalan Klik tombol Klik tombol Klik tombol Arahkan Jalankan Dekati peti Dekati bendera Gambar 8. Menu Bermain Pada (Gambar . ditampilkan deskripsi aplikasi dan tim pengembang. Sementara itu, (Gambar . menampilkan opsi keluar dengan dua tombol, yaitu phunten . atal kelua. dan iyy . Gambar 9. Halaman Tentang Klik tombol Klik tombol Klik tombol Klik tombol Klik tombol sound on dan sound off Klik tombol Klik tombol Klik tombol Klik tombol ya Klik tombol Klik tombol Klik tombol Menu Utama Output Masuk halaman Membunyikan audio Lanjut materi Kembali materi Masuk halaman Hasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Joystik berfungsi Berhasil Karakter berjalan Berhasil Menampilkan kuis Menampilkan panel Mengulang kembali Berhasil Ke level berikutnya Berhasil Kembali ke menu Membuka tomboltombol Membunyikan dan mematikan backsound music Menampilkan halaman tentang Keluar dari aplikasi Kembali ke menu Keluar dari aplikasi Masuk halaman Masuk halaman Membuka tomboltombol Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil TEKNIMEDIA - Volume 6. Nomor 2. Desember 2025: 238 Ae 247 Klik tombol Klik tombol Klik tombol Menampilkan halaman tentang Menampilkan halaman akun Keluar dari aplikasi Berhasil Berhasil Berhasil Semua fitur diuji dan berfungsi sesuai harapan, sehingga aplikasi dapat digunakan dengan baik oleh siswa. Hasil tes awal menunjukkan rata-rata nilai siswa sebesar 64,4, yang menggambarkan pemahaman awal sebelum menggunakan aplikasi. Setelah pembelajaran menggunakan Maduraku, ratarata meningkat menjadi 85,4. Perhitungan peningkatan dengan rumus Normalized Gain (N-Gai. cA - acacncu = Pre-test dan Post-test Uji efektivitas aplikasi dilakukan dengan metode pre-test dan post-test yang melibatkan 16 siswa kelas V SDN Kajuanak 3 Bangkalan. Tujuannya adalah menilai sejauh mana aplikasi Maduraku dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap kosakata dasar dan tingkat tutur Bahasa Madura. Tabel 5. Hasil Penilaian Pre-Test No. Nama Umala Ayu Andira Iis Tiadah Andika Erlangga F. SyifaAoul Qulub Febiyanti Iksan Fahri Fatirul Muarif Hoirus Soleh Samsul Arifin Wasiroh Assyifa Tutik Aulia Ririn Febriani Ihsanul Kamil Sofiyulloh Mahmi Rata-Rata Nilai Tabel 6. Hasil Penilaian Post-test No. Nama Umala Ayu Andira Iis Tiadah Andika Erlangga F. SyifaAoul Qulub Febiyanti Iksan Fahri Fatirul Muarif Hoirus Soleh Samsul Arifin Wasiroh Assyifa Tutik Aulia Ririn Febriani Ihsanul Kamil Sofiyulloh Mahmi Rata-Rata Nilai 85,4 - 64,4 = 21 OO 0,59 . 100 - 64,4 35,6 Nilai sebesar 0,59 termasuk kategori sedang, yang berarti ada peningkatan signifikan pada pemahaman siswa. Meski siswa sehari-hari sudah terbiasa menggunakan Bahasa Madura, game ini membantu mereka memahami struktur bahasa secara lebih formal. Pengujian Pengguna Setelah siswa memainkan game edukasi Maduraku dan mengeksplorasi seluruh fitur dalam menu belajar dan bermain, mereka diminta untuk mengisi angket kepuasan pengguna sebagai bentuk evaluasi pengalaman mereka dalam menggunakan Angket tersebut terdiri dari lima pernyataan (P1AeP. yang mencakup aspek ketertarikan visual, kemudahan penggunaan, pemahaman materi, keefektifan audio, dan manfaat aplikasi dalam membantu belajar Bahasa Madura. Masingmasing pernyataan dinilai dengan Skala Likert 1Ae5. Tabel 7. Hasil Kuisioner No. Nama Umala Ayu Andira Iis Tiadah Andika Erlangga F. SyifaAoul Qulub Febiyanti Iksan Fahri Fatirul Muarif Hoirus Soleh Samsul Arifin Wasiroh Assyifa Tutik Aulia Ririn Febriani Ihsanul Kamil Sofiyulloh Mahmi Total Skor Berdasarkan rekapitulasi angket dari 16 siswa, skor yang diperoleh tiap siswa bervariasi antara 20 hingga 24 dari skor maksimal 25 seperti pada tabel 10. Total skor keseluruhan dari seluruh Amalia dan HudaAi Pengembangan Game Edukasi Bahasa Madura untuk Sekolah Dasar Menggunakan Unity dengan Metode MDLC responden adalah 350, sedangkan skor maksimal keseluruhan adalah 400 . siswa y 25 poi. Dengan demikian, persentase tingkat kepuasan pengguna dapat dihitung dengan rumus . cEcececuccacce = 350 y 100 = 87,5 % . Persentase ini masuk kategori sangat baik, yang berarti mayoritas siswa merasa puas dengan aplikasi Maduraku. Mereka menilai aplikasi ini menyenangkan, mudah dipahami, dan efektif dalam meningkatkan minat serta pemahaman terhadap Bahasa Madura. Uji Validasi Ahli Validasi yang dilakukan dalam penelitian ini berfokus pada aspek multimedia, yaitu memastikan bahwa desain antarmuka, penyajian visual, navigasi, serta elemen interaktif pada aplikasi Maduraku telah sesuai dengan prinsip-prinsip desain multimedia yang efektif dan mendukung proses pembelajaran. Oleh karena itu, validasi dilakukan oleh seorang ahli multimedia yang memahami standar tampilan, kelayakan media, konsistensi desain, serta keterpaduan antara teks, audio, dan visual dalam konteks pengembangan media edukasi. Penilaian menggunakan instrumen angket yang mencakup lima aspek utama, yaitu: . Kesesuaian tampilan visual dengan karakteristik siswa sekolah dasar, . Kejelasan penyampaian informasi melalui teks, gambar, animasi, dan audio, . Efektifitas navigasi dan interaktivitas dalam mendukung proses pembelajaran, . Konsistensi desain pada setiap elemen antarmuka dan media dan . Kualitas integrasi elemen multimedia untuk mendukung pengalaman belajar yang menarik dan mudah Tabel 8. Hasil Penilaian Ahli Multimedia No. Aspek yang Dinilai Kesesuaian tampilan visual dengan karakteristik siswa sekolah dasar Kejelasan penyampaian informasi melalui teks, gambar, animasi, dan Efektifitas navigasi dan interaktivitas dalam mendukung proses Konsistensi desain pada setiap elemen antarmuka dan media Kualitas integrasi elemen multimedia untuk mendukung pengalaman belajar yang menarik dan mudah Skor . Hasil validasi pada tabel 8 menunjukkan bahwa tiga aspek pertama mendapatkan skor tinggi . ua aspek memperoleh skor 5 dan satu aspek memperoleh skor . , sementara dua aspek terakhir mengenai konsistensi desain dan kualitas integrasi elemen masih mendapat skor 3. Jumlah total skor yang diperoleh adalah 20 dari maksimal 25 poin, sehingga persentase kelayakan dapat dihitung dengan rumus . cEcececuccacce cOcacocncaccn = 20 y 100 = 80 % . Nilai ini termasuk kategori layak, sehingga aplikasi dapat digunakan meskipun ada beberapa rekomendasi perbaikan. Catatan ahli meliputi optimalisasi kontras warna untuk meningkatkan Dengan demikian, secara keseluruhan media game edukasi Maduraku telah memenuhi kriteria kelayakan dari sudut pandang ahli multimedia. Aplikasi ini dinilai memiliki kualitas visual dan interaktif yang baik, sekaligus mampu mendukung tujuan pembelajaran dan pelestarian bahasa daerah di tingkat sekolah dasar. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan proses pengembangan yang dilakukan, diperoleh beberapa simpulan. Game edukasi Maduraku berhasil dikembangkan secara sistematis menggunakan model Multimedia Development Life Cycle (MDLC), dan memuat materi kosakata dasar Bahasa Madura, khususnya ondhygga bysa . ingkatan tutu. , dalam bentuk modul pembelajaran dan kuis Hasil pengujian fungsional melalui blackbox testing menunjukkan bahwa seluruh fitur aplikasi berjalan sesuai rancangan tanpa ditemukan kendala sistem. Implementasi game edukasi ini terbukti memberikan dampak positif terhadap pemahaman siswa, ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata dari 64,4 . re-tes. menjadi 85,4 . ost-tes. , dengan nilai N-Gain sebesar 0,59 . ategori sedan. Selain itu, uji pengguna memberikan tingkat kepuasan sebesar 87,5% . angat bai. , menandakan bahwa aplikasi diterima dengan baik dan mampu meningkatkan motivasi belajar. Hasil validasi materi oleh ahli multimedia juga menunjukkan bahwa aplikasi berada pada kategori layak dengan nilai kelayakan 80%. TEKNIMEDIA - Volume 6. Nomor 2. Desember 2025: 238 Ae 247 Secara khusus, penelitian ini memiliki kebaruan . pada beberapa aspek, yaitu: . pengembangan game edukasi Bahasa Madura khusus materi ondhygga bysa berbasis Unity 2D, yang belum dilakukan pada penelitian sebelumnya. integrasi pembelajaran tingkat tutur dengan mekanik permainan maze sebagai bentuk evaluasi . penyertaan audio pelafalan oleh penutur asli, yang memperkuat akurasi fonologis Bahasa Madura. penerapan rangkaian evaluasi yang komprehensif melalui black-box testing, validasi multimedia, uji pengguna, dan analisis NGain. Dengan demikian. Maduraku tidak hanya memberikan alternatif media pembelajaran yang menarik, tetapi juga menghadirkan pendekatan baru dalam pengembangan media edukasi bahasa daerah, khususnya Bahasa Madura, pada tingkat sekolah dasar. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada dosen pembimbing, seluruh dosen Program Studi Teknik Informatika Universitas Yudharta Pasuruan, serta pihak SDN Kajuanak 3 Bangkalan yang telah memberikan izin dan dukungan selama penelitian berlangsung. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada kedua orang tua, keluarga, dan suami atas doa serta dorongan moral, serta rekan-rekan mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2021 atas kebersamaan yang diberikan sepanjang masa studi. DAFTAR PUSTAKA