Davar: Jurnal Teologi ISSN 2722-905X . , 2722-9041 . Vol. No. : 65-73 http://e-journalsangkakala. id/index. php/DJT Pengaruh Kompetensi Profesional Guru terhadap Minat Belajar Pendidikan Agama Kristen Siswa Mikha Agus Widiyanto & 2Andreas Fernando Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong, 2Sekolah Tinggi Teologi Ekumene e-mail: 1mikha. agus08@gmail. com, 2andreasfernando@sttekumene. Abstract Teacher plays an important role in improving studentAos interest in learning. Teacher's competence is the key to his success in moving students towards increasing their interest in Thorough the professional competencies possessed, teacher can deliver subject matter in the way that is easily understood by student and the ability to present interesting material through the use of instructional media can arouse students' interest in learning Christian Religious Education. The purpose of this study was to examine the effect of teacher professional competence on students' interest in learning Christian Religious Education. The quantitative research approach with the correlational method, with a total sample of 100 students. The results of the analysis indicate that the teacher's professional competence significantly influences students' interest in learning Christian Religious Education. Increasing interest in learning Christian Religious Education can be done by increasing the professional competence of teacher. Professional Christian Religious Education teacher has a set of competencies that support the realization of effective learning. TeacherAos professional competence contributes in realizing Christian Religious Education learning that can arouse studentAos interest in learning. Keywords: Professional Competence. Interest in Learning. Christian Religious Education Abstract Guru berperan penting dalam keberhasilan siswa. Kompetensi yang dimiliki guru menjadi kunci keberhasilan menggerakan siswa pada upaya peningkatan minat belajar. Melalui kompetensi profesional yang dimiliki, guru dapat menyampaikan materi pelajaran yang mudah dipahami siswa dan dengan kemampuannya menyajikan materi yang menarik melalui penggunaan media pembelajaran dapat membangkitkan minat belajar Pendidikan Agama Kristen siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji pengaruh kompetensi profesional guru terhadap minat belajar Pendidikan Agama Kristen siswa. Pendekatan penelitian secara kuantitatif dengan metode korelasional, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 100 siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru mempengaruhi secara signifikan terhadap minat belajar Pendidikan Agama Kristen siswa. Peningkatan minat belajar Pendidikan Agama Kristen dapat dilakukan dengan meningkatkan kompetensi profesional guru. Guru Pendidikan Agama Kristen yang profesional dirinya memiliki seperangkat kompetensi yang menunjang dalam perwujudkan pembelajaran yang efektif. Kompetensi profesional guru berkontribusi dalam mewujudkan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen yang dapat membangkitkan minat belajar siswa. Keywords: Kompetensi Profesional. Minat Belajar. Pendidikan Agama Kristen PENDAHULUAN Pendidikan Agama Kristen sebagai mata pelajaran yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter, moralitas dan nilai-nilai religiusitas dalam diri siswa. Melalui pelajaran inilah, siswa dibangun kehidupan spiritualitasnya dan didorong mengimplementasikan nilai-nilai iman Kristen yang diajarkan, sehingga berdampak pada perubahan karakternya yang baik. 1 Melalui Pendidikan Agama Kristen (PAK), maka siswa dipersiapkan, diarahkan dan dibentuk menjadi warga negara yang memiliki karakter dan moralitas baik, sehingga dapat memberikan kontribusi berarti dalam pembangunan bangsa dan negara. Keberadaan PAK sangat penting dalam membina sikap, perbuatan atau perilaku siswa untuk meneladani Kristus. Sumiyatiningsih menyatakan bahwa pendidikan merupakan suatu tindakan untuk membimbing peserta didik untuk memiliki seperangkat pengetahuan dan keterampilan. 2 Kaitannya dengan PAK, maka dalam pembelajaran PAK siswa diharapkan dapat memiliki seperangkat kemampuan, pengetahuan, wawasan dan keterampilan. Kemampuan, pengetahuan, wawasan dan keterampilan tersebut yang harus diwujudnyatakan melalui sikap yang mencerminkan imannya melalui tindakan sehari-hari. PAK, tidak hanya dipusatkan pada peningkatan kemampuan kognitif saja . engetahuan tentang materi pelajaran PAK), melainkan juga pengimplementasi nilai-nilai iman serta karakter siswa yang mencer-minkan Kristus. Yesus Kristus menjadi obyek belajar dalam PAK. Siswa diarahkan memiliki kehidupan yang mencerminkan Kristus. Siswa meneladani Kristus dengan memiliki karakter, moralitas dan kepribadaian seperti Kristus. Dalam mewujudkan hal tersebut, maka dalam pembelajaran dan kehidupan siswa. Roh Kudus sangatlah berperan dalam membimbing dan memampukan siswa menerapkan segala pengetahuan dalam PAK yang telah dipelajarinya. Hal ini sejalan dengan pernyataan Pazmino dalam Sumiyatiningsih bahwa pendidikan Kristen sebagai upaya dalam mewujudkan perubahan yang dikehendaki Allah untuk menjadi pribadi seperti Yesus Kristus pada setiap pribadi yang terstruktur yang disertai upaya spiritualitas dengan mentransmisikan nilai-nilai iman menjadi pengetahuan yang mengubahkan perilaku oleh karena Roh Kudus. 3 Keberhasilan dalam upaya perubahan tersebut karena pertolongan kuasa Roh Kudus. Pembelajaran PAK akan efektif membawa perubahan karakter siswa untuk menjadi serupa dengan Kristus melalui pertolongan kuasa Roh Kudus. Perubahan karakter itu bukan hasil upaya guru semata-mata namun karena kuasa Roh Kudus yang mengubahkan setiap pribadi siswa. Namun demikian, secara khusus di Sekolah Negeri, tidak semua Daniel Nuhamara. AuPengutamaan Dimensi Karakter Dalam Pendidikan Agama Kristen,Ay Jurnal Jaffray 16, no. : 93, http://doi. org/10. 25278/jj71. Dien Sumiyatiningsih. Mengajar Dengan Kreatif Dan Menarik (Yogyakarta: Andi Offset, 2. , 2. Ibid. , 2. menyediakan pendidik atau guru PAK. Ada juga ketersediaan guru namun, ruang untuk menyelenggarakan pembelajaran PAK tidak tersedia. Keterbatasan jumlah peserta didik untuk masing-masing kelas, kadangkala membuat guru PAK menggunakan jam di luar Tentunya kondisi demikian, mempengaruhi minat bagi siswa untuk mengikuti proses pembelajaran. Minat memiliki peran yang sangat penting mendorong siswa dalam belajar. 4 Menurut Slameto . bahwa minat belajar yang tinggi akan membuat siswa menyukai pelajaran dan menggerakan upayanya melalui aktivitas-aktivitas dalam menguasai materi pelajaran yang dipelajarinya. 5 Minat belajar siswa yang tinggi, akan membuat siswa berusaha melakukan pendalaman dan penghayatan nilai-nilai yang terdapat dalam pelajaran tersebut. Minat sebagai kecenderungan seseorang dalam berperilaku dan bertindak yang menunjukkan ketertarikanya atau sebaliknya . uka atau tidak suk. ditandai dengan keterlibatannya dalam aktivitas tertentu. 6 Menurut Lee, et. al dan Setiyowati. Eny & Indah K, bahwa minat belajar berdampak terhadap performance siswa dalam pembelajaran. 7 Dengan minat belajar tinggi yang dimiliki siswa membuat dirinya akan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik, memberikan perhatian bahkan bertanggungjawab dalam tugas belajarnya, sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajarnya. Minat belajar ini yang membuat siswa memiliki perasaan positif dengan upaya meningkatkan pengetahuan dan nilai belajarnya. 8 Sebaliknya siswa yang memiliki minat belajar rendah justru cenderung menghindari dan kurang memberikan perhatian dalam mengikuti proses pembelajaran, yang berdampak pada performance yang tidak optimal. Faktor internal dari diri siswa yang mempengaruhi minat belajarnya adalah kompetensi guru. 9 Kompetensi guru sebagai seperangkat kemampuan yang ditunjukkan dalam perilakunya dalam mengajar yang mengacu pada upaya mewujudkan tujuan pembe- Lusi Marleni. AuFaktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Belajar Siswa Kelas Vi SMP Negeri 1 Bangkinang,Ay Juornal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika 1, no. : 149Ae159. Moh. Uzer Usman. Menjadi Guru Profesional (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , 29. Slameto. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , 57. Noor Komari Pratiwi. AuPengaruh Tingkat Pendidikan. Perhatian Orang Tua. Dan Minat Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa SMK Kesehatan Di Kota Tangerang,Ay Jurnal Pujangga 1, no. : 75Ae105. Slameto. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, 57. De-Chih Lee et al. AuDoes Teachers Charisma Can Really Induce Students Learning Interest?,Ay Procedia - Social and Behavioral Sciences 116 . : 1143Ae1148, http://dx. org/10. 1016/j. Puji Setiyowati. Winaryati Eny, and Wiwik Indah K. AuPengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Materi Sifat Koligatif Larutan,Ay in Seminar Nasional Pendidikan. Sains Dan Teknologi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Muhammadiyah Semarang, 2012, 279Ae285. Shu Hui Lin and Yun Chen Huang. AuExamining Charisma in Relation to StudentsAo Interest in Learning,Ay Active Learning in Higher Education 17, no. : 139Ae151. Setiyowati. Eny, and K. AuPengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Materi Sifat Koligatif Larutan. Ay lajaran sebagaimana yang ditetapkan sesuai dengan kurikulum. 10 Kompetensi yang dimiliki guru PAK mempengaruhi dirinya dalam melaksanakan tugas mengajar. Guru yang kompeten akan mampu menyampaikan materi pelajaran yang dapat dipahami oleh siswa. Melalui penggunaan sumber dan media pembelajaran secara tepat akan mampu memberi daya tarik atau minat bagi siswa untuk mengikuti serta memperhatikan ketika guru menyampaikan materi pembelajaran. Disertai dengan kemampuan dalam pengelolaan kelas yang membuat siswa dapat terfokus pada pembelajaran sehingga ber-dampak pada peningkatan pengetahuan dan pemahamannya terhadap materi pelajaran PAK. Berdasarkan hasil penelitian Puji. Eny dan Indah K, disimpulkankan bahwa minat belajar siswa dipengaruhi kompetensi profesional guru. Guru memiliki peranan yang penting dalam proses pembelajaran. 11 Guru memiliki kedekatan dengan siswa dalam pembelajaran, dengan kompetensi profesional guru mampu membangun kedekatan dengan siswa, serta mendorongnya untuk meningkatkan minat belajarnya. Sedangkan hasil penelitian Anti. Astuti dan Hermanto bahwa kompetensi professional guru memberikan pengaruh secara positif dan signifikan bagi peningkatan minat belajar siswa. Kompetensi guru memberikan kontribusi dalam peningkatkan minat belajar siswa yang kemudian mempengaruhi pencapaian kinerja belajarnya. Permasalahan penelitian dirumuskan sebagai berikut: apakah terdapat pengaruh yang signifikan kompetensi guru terhadap minat belajar PAK siswa? Melalui pengumpulan data empiris, penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa upaya peningkatan minat belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dapat dilakukan melalui peningkatan kompetensi profesional guru. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Atas Kabupaten Tangerang dan siswa yang mengikuti pembelajaran PAK sebagai sampel penelitian dengan jumlah sebanyak 100 Siswa. Teknik sampling dengan multistage random sampling, yaitu pemilihan sampel acak dengan beberapa tahap. 13 Tahapan dalam pemilihan sampel didasarkan pada seko10 Mikha Agus Widiyanto and I Putu Ayub Darmawan. AuPengaruh Kompetensi Dan Kepuasan Mengajar Terhadap Prestasi Kerja Guru Agama Kristen,Ay Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan 6, no. : 179Ae187, http://doi. org/10. 24246/j. Wina Sanjaya. Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompotensi (Jakarta: Kencana Prenata Media Group, 2. , 145. Setiyowati. Eny, and K. AuPengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Materi Sifat Koligatif Larutan. Ay Ria Hadri Anti. Andari Puji Astuti, and Bambang Hermanto. AuPengaruh Kompetensi Profesional Guru Terhadap Minat Belajar Kimia Kelas X Di SMA Muhammadiyah 1 Semarang,Ay in Seminar Nasional Pendidikan. Sains Dan Teknologi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Muhammadiyah Semarang, 2011, 307Ae311. Mikha Agus Widiyanto. Statistika Terapan. Konsep Dan Aplikasi Dalam Penelitian Bidang Pendidikan. Psikologi Dan Ilmu Sosial Lainnya (Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2. , 116. lah, yaitu memilih sekolah secara acak dan kemudian mengambil siswa pada masingmasing sekolah secara acak, sehingga dilakukan dua tahap pemilihan sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan jenis tertutup. Pengembangan kuesioner sebagai instrument penelitian didasarkan pada hasil kajian literatur yang didasarkan pada indikator dari masing-masing variabel penelitian. Pengembangan instrument penelitian dengan menggunakan Skala pengukuran Model Likert dengan lima pilihan jawaban. Instrumen minat belajar PAK terdiri dari 20 item pernyataan. Pengujian validitas instrument penelitian dilakukan dengan uji content validity dan item validity. Validitas item dengan analisis statistika menggunakan formula Pearson Product Moment. Sedangkan pengujian reliabilitas dengan menggunakan formula Alpha Cronbach. Hasil pengujian validitas instrument minat belajar PAK diperoleh butir yang valid sebanyak 18 item dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,937. Sedangkan instrument kompetensi profe-sional guru terdiri dari 45 item pernyataan. Hasil pengujian diperoleh item yang valid sebanyak 39 dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,907. Teknik analisis data penelitian melalui analisis statistik dengan menggunakan analisis korelasi dan regresi sederhana. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Berdasarkan hasil analisis data penelitian, berikut ini disajikan statistika deskripsi data dari minat belajar PAK siswa dan kompetensi professional guru, yaitu: Tabel 1. Analisis Deskripsi Data Penelitian Variabel N Minimum Maximum Minat Belajar Pendidikan Agama Kristen Siswa Kompetensi Profesional Guru Sumber: Olahan data penelitian Mean Std. Deviation Berdasarkan tabel 1, dapat dijelaskan bahwa sebanyak 37 siswa atau 37,00% yang menunjukkan perolehan skor hasil di atas kelompok rata-rata mengenai minat belajar PAK. Sebanyak 34 siswa atau 34,00% yang memperoleh skor hasil di bawah rata-rata. kelompok yang mendapatkan skor pada rata-rata sebanyak sebanyak 29 siswa atau 29,00%. Dengan demikian bahwa minat belajar PAK siswa sudah baik. Ibid. , 181, 211. Berdasarkan tabel 1, hasil pengukuran terhadap kompetensi professional guru berdasarkan persepsi siswa diperoleh bahwa sebanyak 23 siswa atau 23,00% memperoleh skor hasil di atas kelompok rata-rata. Kelompok yang mendapatkan skor di bawah rata-rata sebanyak 39 siswa atau 39,00%. Sedangkan yang memperoleh skor pada ratarata sebanyak 38 siswa atau 38,00%. Dengan demikian, dalam melaksanakan tugas mengajar guru telah menunjukkan kompetensi profesionalnya dengan baik. Hasil uji normalitas dengan uji Kolmogorof-Smirnov untuk minat belajar PAK diperoleh koefisien sebesar 0,063 dan untuk kompetensi profesional guru sebesar 0,081 yang masing-masing tidak signifikan pada = 0,05 yang memberikan makna bahwa kedua kelompok data tersebut berada dalam sebaran normal. Sedangkan hasil pengujian linearitas regresi diperoleh koefisien sebesar 0,604 yang tidak signifikan pada = 0,05. Hasil ini memberikan informasi bahwa persamaan regresi = - 48,921 0,722 X berbentuk persamaan linear. Hasil analisis persamaan regresi = - 48,921 0,722 X dengan koefisien F hasil hitung sebesar 326,446 yang signifikan pada = 0,05. Hasil ini memberikan makna bahwa apabila kompetensi profesional guru ditingkatkan melalui satu program perbaikan, maka minat belajar PAK siswa akan meningkat sebesar 0,722 pada keadaan tetap atau konstanta -48,921. Sedangkan hasil pengujia melalui korelasi diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,877 dengan t hasil hitung sebesar 18,068 yang signifikan pada = 0,05. Dengan demikian, kompetensi professional guru mempengaruhi secara signifikan terhadap minat belajar PAK siswa. Semakin baik kemampuan professional yang dimiliki guru PAK, maka akan meningkatkan minat belajar siswa. Pembahasan Sejalan dengan hasil penelitian Nurkamilah bahwa kompetensi profesional guru berpengaruh terhadap minat belajar siswa. 15 Kompetensi profesional yang dimiliki guru akan membuatnya mampu mewujudkan pembelajaran yang efektif. Di mana tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik, sesuai dengan yang direncanakan. Kompetensi profesional akan membuat guru mampu membawa siswa yang diajarnya memahami subtansi materi pelajaran dan dapat menyajikan pembelajaran secara menarik, menyenangkan, sehingga berdampak pada peningkatan minat belajar siswa dalam pembelajaran PAK. Dalam pembelajaran penting bagi guru untuk memperhatikan siswa-siswa yang memberikan perhatian dalam pembelajaran. Melalui perhatiannya tersebut guru dapat memfokuskan pada siswa yang mungkin kurang memiliki minat belajar yang kemudian melalui upayanya guru memberikan rangsangan bagi siswa untuk terlibat dan berperan aktif, sehingga siswa memiliki minat belajar yang tinggi. 16 Guru harus mampu merang15 Nurkamilah. AuKompetensi Profesional Guru Dan Minat Belajar Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA,Ay Jurnal Penelitian Pendidikan dan Penilaian Pendidikan 1, no. : 274Ae287. Sri Esti Wuryani Djiwandono. Pskikologi Pendidikan (Jakarta: Grasindo, 2. , 366. sang keingintahuan dan memberikan kesempatan bagi siswa mengungkapkan gagasan, ide dan pengetahuannya sebagai bagian dari upaya peningkatan minat belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru sangatlah fundamental dalam upaya peningkatan minat belajar PAK siswa. Saud menyatakan dibutuhkan seperangkat kompetensi bagi guru di balik kinerja ditunjukkan teruji. Kompetensi tersebut yang menopang keberhasilannya dalam melaksanakan tugas mengajar. 17 Mulyasa menyatakan bahwa bagian dari pengembangan profesionalisme guru mencakup salah satunya pengembangan intuisi keagamaan. 18 Memiliki peran dalam pengembangan kompetensi profesdional guru. Kaitannya dengan hal ini, maka keteladanan guru dalam nilainilai keimanan dan karakter sangat berperan dalam diri siswa ketika mengikuti pembelajaran PAK Matius 5:13-16 memberikan gambaran dan menjadi etika bagi seorang guru PAK untuk dapat menjadi garam dan terang dunia. Guru PAKyang mampu memberikan keteladanan dalam nilai-nilai iman dan karakternya, maka akan mudah baginya menyampaikan materi pelajaran dan dimengerti oleh siswa, karena keteladanan tersebut sebagai contoh konkrit dari materi yang diajarkannya. KESIMPULAN Hasil penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh kompetensi professional terhadap minat belajar PAK siswa. Peningkatan kompetensi professional guru baik melalui keterlibatan dan keikutsertaannya dalam berbagai kegiatan pelatihan, workshop maupun seminar dalam bidangnya akan membuat guru dapat melaksanakan tugas mengajar dengan baik. Peningkatan kompetensi tersebut membuatnya mampu menyajikan materi pembelajaran yang mudah dimengerti, menarik dan dapat mengelola kelas menjadi efektif. Guru PAK mampu membawa siswa yang diajarnya terfokus pada pembelajaran dan yang berdampak terhadap pencapaian hasil belajarnya. Kompetensi professional guru membuatnya mampu memilih dan menggunakan sumber serta media pembelajaran, sehingga pada penerapannya guru mampu menyajikan materi pelajaran secara menarik yang dapat membangkitkan serta meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran PAK. Hendaknya guru memanfaat berbagai media pembelajaran yang tersedia di sekolah dalam pelaksanaan tugas pembelajaran dan kemampuan dalam menggunakannya. Penggunaan media pembelajaran yang tepat akan dapat membuat materi pelajaran dapat disampikan secara menarik, sehingga dapat berdampak pada peningkatan minat belajar PAK siswa. Udin Syaefudin Saud. Pengembangan Profesi Guru (Bandung: ALFABETA, 2. , 46. Mulyasa. Standar Kompetensi Dan Sertifikasi Guru (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2. , 27. Jarot Wijanarko. Mendidik Anak Nilai Hidup Integritas Karakter (Jakarta: Suara Pemulihan, 2. , 45. Bagi guru PAK, hendaknya tidak merasa puas dengan kemampuan yang dimiliki dan pencapaian kinerjanya. Melainkan terus berupaya meningkatkan kompetensinya, sehingga dapat mewujudkan pembelajaran yang efektif. Dalam upaya tersebut guru juga hendaknya mampu memberikan keteladanan dari apa yang diajarkan, secara khusus karakter dan nilai-nilai keimanannya. Melalui keteladanan ini, guru akan memiliki kekuatan dalam menggerakkan dan meningkatkan minat belajar PAK siswa. Keteladanan guru menjadi kekuatan baginya dalam membangun relasi atau kedekatan dengan siswa dan menggerakkannya untuk menyukai pembelajaran PAK. DAFTAR PUSTAKA