Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 276 - 289 DOI. 23917/jmp. p-ISSN 1907-4034, e-ISSN 2548-6780 http://journals2. id/index. php/jmp Manajemen Kurikulum Pondok Modern Daarul Ikrom Dalam Mengembangkan Karakter Santri Wahyu Khozali1. Tri Yuni Hendrowati2. Fatqul Hajar Aswad3 Universitas Muhammadiyah Pringsewu. Pringsewu. Lampung Email: khozali. 2022708701071@student. Diterima: 1 Desember 2025. Revisi: 5 Desember 2025,\ Dipublikasikan: 17 Desember 2025 Abstract This study examines curriculum management at Pondok Modern Daarul Ikrom in developing santri character, focusing on the MTIA (MaAohad Tarbiyah Islamiyah Al-Asriya. curriculum that integrates Islamic and general education. Background issues include challenges in modernizing pesantren education while maintaining Islamic values, with the aim to describe how curriculum management fosters santri character through planning, organizing, implementation, and evaluation. The qualitative case study method was employed at Pondok Modern Daarul Ikrom. Pesawaran. Lampung, using interviews, observations, and document analysis, analyzed via Miles and HubermanAos model. Results show that curriculum management emphasizes academic-non- academic integration, positive habits like prayer and cleanliness, and roles of leaders in ensuring discipline, responsibility, and leadership. Conclusions highlight effective character development with positive implications for santri integrity, though external collaboration is suggested for innovation. Keywords: curriculum management, character development, islamic boarding school, mtia curriculum, santri education Abstrak Penelitian ini mengkaji pengelolaan kurikulum di Pondok Modern Daarul Ikrom dalam mengembangkan karakter santri, dengan fokus pada kurikulum MTIA (MaAohad Tarbiyah Islamiyah Al-Asriya. yang mengintegrasikan pendidikan Islam dan umum. Isu latar belakang antara lain tantangan dalam memodernisasi pendidikan pesantren dengan tetap menjaga nilai-nilai Islam, dengan tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pengelolaan kurikulum menumbuhkan karakter santri melalui perencanaan, pengorganisasian, implementasi, dan evaluasi. Metode studi kasus kualitatif digunakan di Pondok Modern Daarul Ikrom. Pesawaran. Lampung, menggunakan wawancara, observasi, dan analisis dokumen, dianalisis melalui model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kurikulum menekankan integrasi akademik-non- akademik, kebiasaan positif seperti doa dan kebersihan, serta peran pemimpin dalam memastikan disiplin, tanggung jawab, dan Kesimpulan menyoroti pengembangan karakter yang efektif dengan implikasi positif bagi integritas santi, meskipun kolaborasi eksternal disarankan untuk inovasi. Kata kunci: manajemen kurikulum, pengembangan karakter, pondok pesantren, kurikulum mtia, pendidikan santri This work is licensed under a Creative Common Attribution-NonCommercial 4. 0 (CC-BY-SA) International . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 278 - 291 Pendahuluan Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang memiliki karakteristik yang unik dan khas. Menurut Peraturan Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2020. Pendidikan pesantren adalah pendidikan yang diselenggarakan oleh pesantren dan berada di lingkungan pesantren dengan mengembangkan kurikulum sesuai dengan kekhasan pesantren dengan berbasis kitab kuning atau dirasah Islamiyah dengan pola pendidikan muallimin. Sedangkan menurut Abdul Tolib . Pesantren modern merupakan pesantren yang sistem pengajarannya memadukan antara pengajaran tradisionalitas dan modernitas dengan penggunaan kurikulum terpadu untuk mengajarkan ilmu agama dan umum dengan proporsi pendidikan agama yang lebih mendominasi. Maka dapat disimpulkan bahwa pondok modern merupakan lembaga pendidikan dengan menggabungkan sistem pendidikan agama dengan sistem pendidikan umum dengan penggunaan kurikulum tertentu sebagai panduan pelaksanaan pendidikannya. Salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan pendidikan di pondok modern untuk membentuk karakter santri yang baik adalah manajemen kurikulum yang diterapkan. Secara umum, manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan seseorang dalam mengatur kegiatan yang dikerjakan individu atau kelompok yang diterapkan untuk mengelola waktu agar setiap kegiatan jadi terencana dan bisa dikerjakan dengan baik. (Yusuf Y. ,et. , . Menurut Harmadji et al. , . Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian sumber daya . eperti manusia, keuangan, waktu, dan materia. untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi. Manajemen adalah suatu ilmu dan seni dalam mengatur berbagai kegiatan meliputi proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha- usaha anggota organisasi dan penggunaan berbagai sumber daya organisasi lainnya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Dan manajer adalah orang yang mempunyai tanggung jawab untuk menjalankan manajemen atas bawahan dan sumber dayasumber daya yang ada di organisasi, manajer yang handal dan memiliki keterampilan dan kemampuan mengelola fungsi-fungsi manajemen dan unsur-unsur manajemen dengan baik dan benar sehingga visi, misi dan tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien. Sedangkan kurikulum adalah seperangkat alat yang berisi hal yang perlu dilaksanakan dalam mencapai tujuan lembaga. Menurut Maulana . , kurikulum merupakan seperangkat perencanaan dan media untuk mengantarkan lembaga pendidikan guna mewujudkan pendidikan yang di inginkan. Sedangkan menurut Ari Prayoga, . kurikulum pesantren adalah seperangkat pengajaran kitab-kitab klasik seperti ilmu tauhid, bahasa Arab, nahwu, shorof, balaghah dan tajwid yang pelaksanaanya berdasarkan kemudahan dan kompleksitas ilmu berdasarkan kitab yang di kaji, yang berisi praktek-praktek ibadah dan kajian-kajian yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Terdapat beberapa kurikulum yang sudah diterapkan pada pondok modern di Indonesia diantaranya adalah kurikulum KMI (Kuliyatul Muallimin al-Islamiya. kurikulum yang dalam bahasa Indonesia berarti Au Sekolah Tinggi Pendidikan Guru IslamAy. Kurikukulum KMI merupakan kurikulum yang didesain untuk menghasilkan lulusan yang memiliki pemahaman agama yang kuat, keterampilan mengajar yang Manajemen Kurikulum Pondok A Wahyu Khozali. Tri Yuni Hendrowati. Fatqul Hajar Aswad Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 278 - 291 baik, serta integritas dan kepekaan terhadap tantangan pendidikan modern. Contoh Pondok modern yang menerapkan kurikulum KMI adalah Pondok Modern Daarussalam Gontor. Selanjutnya kurikulum dengan singkatan TMI (Tarbiyatul Muallimin al-Islamiya. yang dalam bahasa Indonesia berarti Au Pondok Pendidikan Guru IslamAy. Kurikulum TMI dirancang khusus untuk menitegrasikan pendidikan agama dengan pembelajaran umum serta pembinaan karakter yang mencakup mata pelajaran keislaman, mata pelajaran umum, dan pembinaan karakter. Contoh pondok yang menerapkan kurikulum TMI adalah Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri. Jawa Timur. Selanjutnya Kurikulum MTIA ( MaAohad Tarbiyah Islamiyah Al- Asriya. yang dalam bahasa Indonesia berarti AuPondok Pendidikan Islam KontemporerAy. Kurikulum MTIA merupakan kurikulum yang memberikan penekanan terhadap pengajaran dan pemahaman Al-QurAoan. Hadis. Fikih. Akidah. Sejarah Islam dan pelajaranpelajaran Islami lainnya. Kurikulum MTIA juga mencakup pelajaran umum seperti matematika. Bahasa Indonesia. Bahasa Inggris. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), meskipun dengan bobot yang lebih ringan dibandingkan dengan pendidikan agama. Contoh Pondok modern yang menerapkan kurikulum MTIA adalah Pondok Modern Daarul Ikrom Kedondong, di Pesawaran. Lampung. Begitu banyak macam kuriulum yang berada di lembaga pondok modern, namun dengan berkembangnya zaman, tantangan dalam mendidik santri kian berubah, dan masih banyak dalam pelaksanaanya mengalami kendala, maka perlu manajemen yang baik dilakukan oleh setiap lembaga serta perlu adanya penelitian lebih lanjut agar dapat menghasilkan manajemen kurikulum yang lebih baik untuk diterapkan pada lembaga pendidikan pondok modern. Manajemen kurikulum Pondok yang memadukan antara ilmu agama dengan ilmu umum dalam pengembangan karakter santri saat ini mengalami berbagai masalah dalam penerapannya. Adapun masalah yang dimungkinkan muncul diantaranya:Tantangan teknologi dan modernisasi yang terus berkembang. Perbedaan kebutuhan serta potensi yang dimiliki santri. Hambatan dari pihak internal dan eksternal. Selain kurikulum yang digunakan, aspek penting lainnya adalah manajemen dalam menjalankan kurikulum tersebut, sebagai bentuk perencanaan, pengorganisasian, pengimplementasian serta pengawasan kurikulum yang Menurut Burhanudin Gesi. Rahmat Laan . , manajemen adalah sebuah proses untuk mengatur sesuatu yang dilakukan oleh sekelompok orang atau organisasi untuk mencapai tujuan organisasi tersebut dengan cara bekerja sama memanfaatkan sumber daya yang dimiliki. Berdasarkan latar belakang di atas, fokus masalah tesis ini adalah bagaimana manajemen kurikulum Pondok Modern Daarul Ikrom Kedondong. Pesawaran. Lampung yang telah menerapkan kurikulum MTIA (MaAohad Tarbiyah Islamiyah Al-Asriya. dalam mengembangkan karakter santri dan tujuannya adalah untuk mendeskripsikan manajemen kurikulum Pondok Modern Daarul Ikrom dalam mengembangkan karakter santri. Metode Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode studi Manajemen Kurikulum Pondok A Wahyu Khozali. Tri Yuni Hendrowati. Fatqul Hajar Aswad Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 278 - 291 Studi kasus ini dilakukan untuk memahami bagaimana kurikulum pondok modern dalam mengembangkan karakter santri. Pendekatan penelitian ini jika di tinjau dari aspek sifat-sifat data, merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui fenomena dari objek penelitian dengan memperhatikan segala aspek yang mempengaruhinya dengan cara mendeskripsikan dalam bentuk kata dari hasil pengamatan dan analisis data mengenai unit sosial, orang-orang dan perilaku yang Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini adalah Pondok Modern Darul Ikrom Kedondong. Pesawaran. Alasan dipilihnya pondok tersebut dikarenakan sesuai dengan judul penelitian yang akan di teliti yaitu pondok modern yang menerapkan kurikulum sebagai acuan pelaksanaan pembelajaran di pondok pesantren. Peneliti ingin mengamati dan menganalisis serta mendeskripsikan terkait manajemen penerapan kurikulum dan peraturan dalam pengembangan karakter santri. Manajemen penerapan disini berupa perencanaan, pengorganisasian, penerapan serta evaluasi terkait penerapan kurikulum yang diterapkan oleh Pondok Modern Darul Ikrom Kedondong. Kehadiran Peneliti Kehadiran peneliti dalam penelitian ini merupakan pihak-pihak yang terkait dengan penelitian yang memiliki sumber-sumber informasi yang dibutuhkan dalam hal ini berupa pengelola Pondok Modern Darul Ikrom Kedondong. Pesawaran, para pengurus dan pemegang kebijakan terkait subjek penelitian yan akan di Kehadiran peneliti adalah dengan menemui secara langsung narasumber dan melakukan wawancara secara langsung maupun virtual. Adapun partisipan penelitian ini adalah pengelola Pondok Modern Daarul Ikrom, guru-guru, pengurus dan santri. Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, maka teknik pengumpulan data yang akan dilakukan adalah teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif. dapat dilakukan melalui beberapa cara diantaranya: Wawancara, merupakan teknik pengumpulan data yang melibatkan interaksi langsung antara peneliti dan partisipan penelitian. Wawancara kualitatif bertujuan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pengalaman, pandangan, dan perspektif individu terkait fenomena yang diteliti. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur, semiterstruktur, atau tidak terstruktur, tergantung pada tingkat kerangka yang telah ditentukan sebelumnya. Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang melibatkan pengamatan langsung terhadap partisipan dan konteks yang terlibat dalam fenomena penelitian. Observasi kualitatif dapat dilakukan dalam situasi nyata atau di lingkungan yang telah dirancangsecara khusus untuk penelitian. Menurut Bogdan & Biklen, . Observasi memberikan kesempatan kepada peneliti untuk mengamati interaksi sosial, perilaku, dan konteks yang relevan dengan fenomena yang diteliti. Menurut Creswell, . Dokumentasi melibatkan pengumpulan data dari dokumen, arsip, atau bahan tertulis lainnya yang berkaitan dengan fenomena penelitian. Dokumen yang digunakan dapat berupa catatan. Manajemen Kurikulum Pondok A Wahyu Khozali. Tri Yuni Hendrowati. Fatqul Hajar Aswad Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 278 - 291 laporan, surat, buku, atau dokumen resmi lainnya Studi dokumentasi memberikan wawasan tentang konteks historis, kebijakan, peristiwa, dan perkembangan yang relevan dengan fenomena yang diteliti. Reduksi Data Reduksi data adalah proses pemilihan atau seleksi, pemusatan perhatian atau pemfokusan serta penyederhanaan dari semua jenis informasi yang mendukung data penelitian yang diperoleh dan dicatat selama proses penelitian data di lapangan. Pada dasarnya proses reduksi data merupakan Langkah analisis data kualitatif yang bertujuan untuk menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, memperjelas, dan membuat suatu fokus dengan membuang hal-hal yang kurang penting. Penyajian Data Penyajian data merupakan proses penyusunan informasi yang memberi kemungkinan adanya kesimpulan dalam penelitian kualitatif, penyajian data ini dapat dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan dan sejenisnya. Dengan penyajian data ini akan memudahkan peneliti untuk memahami masalah yang terjadi dan merencanakan tindakan selanjutnya sesuai dengan yang sudah dipahami. Penarikan Kesimpulan Penarikan kesimpulan diambil dari data yang telah dianalisis dan data yang sudah dicek berdasarkan bukti yang didapatkan dilokasi penelitian. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang dilakukan menggunakan model Miles & Huberman dengan tahapan sebagai berikut : Gambar 1. Teknik analisis model Miles & Huberman Dari gambar di atas bisa disimpulkann bahwa langkah yang akan diambil dalam penelitian ini di awali dengan mengumpulkan data yang dibutuhkan, kemudian mereduksi atau mensortir data yang diperlukan, lalu menyajikan data dengan sederhana dan mudah untuk di analisis yang kemudian dilakukan penarikan kesimpulan dari data. Validitas Data Validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan dengan: Triangulasi: Menggunakan beberapa metode pengumpulan data untuk memvalidasi hasil Pemeriksaan keabsahan: Melakukan pemeriksaan keabsahan data dengan cara membandingkan hasil penelitian dengan teori yang ada. Manajemen Kurikulum Pondok A Wahyu Khozali. Tri Yuni Hendrowati. Fatqul Hajar Aswad Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 278 - 291 Hasil dan Pembahasan Manajemen Kurikulum dalam Mengembangkan Karakter Santri di Pondok Modern Daarul Ikrom Mengembangkan karakter santri merupakan bagian penting dari pendidikan di Pondok Modern Daarul Ikrom. Dalam konteks ini, manajemen kurikulum berperan sebagai fondasi utama yang mengatur jalannya kegiatan pendidikan, baik yang bersifat akademik maupun non-akademik. Kurikulum yang diterapkan tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan sikap dan perilaku santri yang berakhlakul karimah. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Bapak Rizka Batara Siregar: AuPendidikan karakter bukan hanya bagian dari kurikulum MTIA, tetapi juga merupakan bagian dari pengasuhan santri. Implementasi pendidikan karakter dilakukan di luar sekolah melalui kegiatan pondok seperti pendidikan karakter dan Ay Pernyataan ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter santri dilakukan melalui pendekatan yang komprehensif dengan mengintegrasikan kegiatan akademik dan non-akademik. Kegiatan tersebut mencakup pembiasaan- pembiasaan positif, seperti doa bersama sebelum masuk kelas, disiplin dalam kebersihan, serta pembelajaran berbasis proyek yang menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kerja sama di antara santri. Selain itu, proses pembentukan karakter di Pondok Daarul Ikrom juga melibatkan penanaman nilai-nilai moral melalui interaksi sehari-hari dengan para guru dan pengasuh. Hal ini sesuai dengan penuturan Ahmad Sofyan, seorang santri Pondok Daarul Ikrom: AuSetiap malam Sabtu. Buya selalu memberikan nasihat tentang pembelajaran agama yang berfokus pada akhlak dan sopan santun. Ay Dengan metode ini, santri dibiasakan untuk menerapkan nilai-nilai kebaikan yang menjadi landasan utama dalam membangun karakter yang kuat. Pada penerapannya, kurikulum MTIA diharapkan mampu mencetak santri yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki karakter yang mulia. Karakter yang dibentuk meliputi sikap disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Rizka Batara Siregar: AuPelatihan khusus MTIA belum ada, tetapi program ini dirancang agar santri lebih kreatif dan inovatif dengan berakhlakul karimah. Ay Pernyataan tersebut menegaskan bahwa karakter yang diharapkan dari santri Pondok Daarul Ikrom berfokus pada sikap tanggung jawab yang ditanamkan melalui disiplin, kemandirian dalam belajar, serta rasa hormat kepada guru dan orang tua. Hal ini diperkuat oleh peran para senior santri yang berfungsi sebagai mudabbir, yang membantu mendisiplinkan santri lainnya melalui pembinaan rutin di asrama. Hal ini diperkuat oleh santri Ahmad Sofyan, sebagai berikut: AuSantri diajarkan untuk selalu menggunakan bahasa Arab, bertegur sapa dengan guru, menjaga kebersihan, dan berperilaku sopan. Hal-hal kecil seperti membuang air kecil sambil duduk pun diajarkan untuk menanamkan nilai-nilai akhlak yang baik. Ay Manajemen Kurikulum Pondok A Wahyu Khozali. Tri Yuni Hendrowati. Fatqul Hajar Aswad Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 278 - 291 Dengan pendekatan ini. Pondok Modern Daarul Ikrom berupaya mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian yang mulia dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Untuk memastikan pelaksanaan kurikulum MTIA berjalan dengan baik di sekolah maupun masyarakat. Pondok Modern Daarul Ikrom telah menetapkan struktur kewenangan yang jelas. Hal ini melibatkan sejumlah pihak yang memiliki tanggung jawab sesuai dengan perannya masing-masing. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Bapak Rizka Batara Siregar: AuPimpinan Pondok (Ust. Ahmad Riyad. Direktur MTIA (Ir. Rizky Anand. , serta Ketua Tim Pembentuk (Muh. Husain. memiliki kewenangan utama dalam mengatur jalannya kurikulum MTIA. Ay Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa setiap pihak memiliki peran yang saling melengkapi. Pimpinan Pondok bertanggung jawab atas kebijakan strategis dan pengembangan karakter santri secara menyeluruh. Direktur MTIA mengatur kegiatan akademik dan memastikan kurikulum berjalan sesuai rencana. Sementara itu. Ketua Tim Pembentuk berperan dalam merancang kurikulum agar relevan dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan nilai-nilai keislaman. Pihak yang memiliki kewenangan dalam pelaksanaan kurikulum MTIA memiliki tanggung jawab yang beragam, mulai dari mengatur jadwal kegiatan hingga memastikan evaluasi pendidikan berjalan secara optimal. Sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Rizka Batara Siregar: AuKegiatan harian, siklus pembelajaran, pengecekan kesiapan pembelajaran, pengawasan disiplin masuk kelas, dan pengontrolan kelas merupakan bagian dari tanggung jawab utama pemilik kewenangan. Ay Hal ini menunjukkan bahwa pihak yang berwenang tidak hanya bertugas dalam aspek administratif, tetapi juga secara aktif mengawasi pelaksanaan pembelajaran di kelas dan memberikan evaluasi berkala untuk menilai kinerja guru serta kemajuan belajar santri. Tanggung jawab ini juga meliputi upaya dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, termasuk memastikan kebersihan kelas, kedisiplinan santri, dan penanganan masalah yang muncul di lingkungan pondok secara cepat, tepat dan berjalan efektif. Agar pelaksanaan kurikulum MTIA berjalan efektif, diperlukan arahan yang konsisten dari pihak yang berwenang. Arahan ini berfungsi untuk menjaga kualitas pendidikan sekaligus memberikan panduan bagi guru dan pengasuh dalam mendidik Sebagaimana yang diungkapkan oleh Bapak Rizka Batara Siregar: AuArahan yang paling penting adalah akademik MTIA yang dipimpin oleh Ahmad Riyadi. Ay Berdasarkan wawancara tersebut, dapat diketahui bahwa pimpinan akademik memiliki peran strategis dalam memberikan instruksi kepada para guru dan pengasuh agar pelaksanaan kurikulum dapat berjalan sesuai dengan rencana. Selain itu, arahan tersebut juga berfungsi untuk memastikan setiap kegiatan pembelajaran mendukung pencapaian tujuan pendidikan di Pondok Modern Daarul Ikrom. Dalam upaya memaksimalkan pelaksanaan kurikulum, berbagai bentuk arahan diberikan kepada guru dan pengasuh. Arahan ini meliputi metode pembelajaran Manajemen Kurikulum Pondok A Wahyu Khozali. Tri Yuni Hendrowati. Fatqul Hajar Aswad Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 278 - 291 yang efektif, pendekatan pendidikan karakter, serta strategi penanganan masalah yang muncul di lingkungan pondok. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ahmad Sofyan: AuTujuan dari pondok harus menyelaraskan dengan cita-cita yang dimiliki siswa. Semua pembelajaran ada di pondok, tinggal siswa tersebut menerapkannya dengan Ay Dengan memberikan arahan yang jelas. Pondok Modern Daarul Ikrom berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pertumbuhan intelektual dan spiritual santri secara seimbang. Pendekatan ini diharapkan dapat membentuk santri yang berakhlak mulia, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Berdasarkan hasil wawancara diatas, dapat dipahami bahwa manajemen kurikulum di Pondok Modern Daarul Ikrom memainkan peran penting dalam mengembangkan karakter santri yang berakhlakul karimah melalui integrasi kegiatan akademik dan non-akademik. Pembentukan karakter dilakukan secara komprehensif melalui pendekatan disiplin, pembiasaan positif, dan interaksi intensif dengan guru serta pengasuh. Kurikulum MTIA dirancang untuk mencetak santri yang kreatif, inovatif, dan berintegritas tinggi, dengan dukungan peran aktif dari pihak berwenang seperti pimpinan pondok, direktur MTIA, dan tim pembentuk kurikulum. Penerapan arahan yang jelas, evaluasi rutin, dan pendekatan berbasis nilai moral menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan santri yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga mampu menjadi teladan di masyarakat. Dari hasil penelitian mengenai manajemen kurikulum di Pondok Modern Daarul Ikrom menunjukkan bahwa penerapan kurikulum MTIA (MaAohad Tarbiyah Islamiyah Al-Asriya. memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan akademik dan karakter santri. Kurikulum yang menggabungkan pendidikan agama dan umum secara seimbang ini memberikan peluang bagi santri untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang ilmu agama, sekaligus memiliki kompetensi di bidang sains, teknologi, dan bahasa asing. Dengan demikian, santri yang lulus dari Pondok Modern Daarul Ikrom memiliki kemampuan yang komprehensif untuk menghadapi tantangan di dunia modern sekaligus berpegang pada nilai-nilai keislaman yang kuat. Manajemen kurikulum yang berfokus pada keseimbangan pendidikan agama dan umum juga berimplikasi pada peningkatan daya saing santri dalam melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi atau memasuki dunia kerja. Dengan pemahaman agama yang mendalam dan penguasaan pengetahuan umum yang luas, lulusan pondok ini mampu berperan sebagai pemimpin yang berintegritas dan memiliki kecakapan akademik yang baik. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Harmadji et . , yang menegaskan bahwa manajemen kurikulum yang terintegrasi dapat meningkatkan kualitas lulusan yang siap berkompetisi di dunia global. Selain itu, penerapan kurikulum yang melibatkan metode pembelajaran berbasis proyek . roject-based learnin. turut berimplikasi pada peningkatan keterampilan berpikir kritis dan kreatif santri. Santri dilatih untuk menghubungkan teori dengan praktik melalui kegiatan proyek yang menuntut kerja sama, inovasi, dan pemecahan masalah. Dengan pendekatan ini, santri tidak hanya memperoleh pemahaman kognitif, tetapi juga kemampuan sosial yang kuat, yang penting untuk membangun karakter yang tangguh dan mandiri. Manajemen Kurikulum Pondok A Wahyu Khozali. Tri Yuni Hendrowati. Fatqul Hajar Aswad Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 278 - 291 Adapun implikasi lainnya adalah adanya penguatan struktur organisasi yang jelas dalam pelaksanaan kurikulum. Dengan peran yang dibagi secara tegas antara pimpinan pondok. Direktur MTIA, dan Ketua Tim Pembentuk, proses pelaksanaan kurikulum menjadi lebih efektif dan terarah. Hal ini berkontribusi pada stabilitas proses pendidikan di pondok serta memudahkan evaluasi berkala untuk memperbaiki program pendidikan sesuai kebutuhan. Adapun dampak implikasi yang perlu diperhatikan, yaitu adanya implikasi negatif, yaitu potensi keterbatasan inovasi dalam pembelajaran akibat minimnya keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam penyusunan kurikulum. Karena perencanaan dilakukan sepenuhnya oleh pihak pondok, ada risiko berkurangnya masukan dari pihak eksternal yang dapat memberikan wawasan baru dalam mengembangkan program pendidikan. Untuk itu, langkah strategis yang dapat dilakukan adalah membuka forum diskusi yang melibatkan orang tua agar program pendidikan lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat luas. Secara keseluruhan, manajemen kurikulum MTIA yang diterapkan di Pondok Modern Daarul Ikrom membawa dampak positif dalam menciptakan lulusan yang berakhlak mulia, berpengetahuan luas, dan siap berkontribusi secara aktif dalam Namun, perbaikan melalui kolaborasi yang lebih luas dengan pihak eksternal akan mendukung peningkatan kualitas pendidikan yang lebih berkelanjutan. Implikasi dari penerapan manajemen kurikulum dalam mengembangkan karakter santri di Pondok Modern Daarul Ikrom sangat berpengaruh pada pembentukan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian santri. Melalui kegiatan pembiasaan seperti doa bersama, menjaga kebersihan, dan interaksi yang intensif dengan guru, santri secara perlahan mengalami transformasi sikap yang mencerminkan nilai-nilai moral yang baik. Penerapan pendidikan karakter yang melibatkan santri senior sebagai mudabbir berimplikasi pada penguatan sistem mentoring yang efektif. Dengan bimbingan dari santri senior, santri junior terbantu dalam beradaptasi dengan budaya pondok yang Hal ini mendukung penciptaan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi pengembangan sikap tanggung jawab dan kemandirian. Sistem ini menciptakan atmosfer positif di pondok yang mendorong santri untuk saling mengingatkan dalam berperilaku baik. Selain itu, implikasi dari metode pembelajaran berbasis praktik yang diterapkan turut memperkuat karakter santri dalam aspek kerja sama, kepemimpinan, dan empati sosial. Kegiatan proyek, diskusi kelompok, dan simulasi peran memberikan ruang bagi santri untuk berinteraksi dan membangun rasa saling menghargai. Dengan demikian, pendekatan ini berkontribusi signifikan dalam membentuk santri yang berkepribadian kuat dan memiliki keterampilan sosial yang baik. Implikasi lain yang muncul ialah terbentuknya kebiasaan disiplin melalui rutinitas yang diterapkan secara konsisten. Jadwal belajar yang terstruktur, kewajiban mengikuti kegiatan keagamaan, dan pengaturan waktu yang ketat menumbuhkan sikap disiplin yang melekat pada diri santri. Dengan pola ini, lulusan Pondok Modern Daarul Ikrom memiliki kebiasaan baik yang tertanam kuat, sehingga siap menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Namun, terdapat implikasi yang perlu diwaspadai, yaitu potensi tekanan mental Manajemen Kurikulum Pondok A Wahyu Khozali. Tri Yuni Hendrowati. Fatqul Hajar Aswad Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 278 - 291 pada santri yang belum terbiasa dengan pola hidup yang sangat disiplin. Beberapa santri baru memerlukan waktu adaptasi yang lebih lama dan rentan mengalami stres jika tidak didampingi secara optimal. Oleh karena itu, penting bagi pihak pondok untuk memperkuat sistem bimbingan konseling agar santri dapat menyesuaikan diri secara bertahap. Secara keseluruhan, penerapan manajemen kurikulum dalam pendidikan karakter di Pondok Modern Daarul Ikrom memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pengembangan sikap disiplin, tanggung jawab, dan empati sosial pada Dengan penyesuaian pada sistem pendampingan yang lebih adaptif, penerapan pendidikan karakter ini diharapkan dapat berjalan lebih optimal. Hubungan dengan Teori atau Penelitian Terdahulu Manajemen kurikulum yang diterapkan di Pondok Modern Daarul Ikrom berperan penting dalam membentuk karakter santri. Berdasarkan hasil wawancara, pendekatan pendidikan karakter di pondok ini dilakukan melalui integrasi kegiatan akademik dan non-akademik. Hal ini sejalan dengan konsep pendidikan karakter menurut (Aisyi, 2. , yang menegaskan bahwa pendidikan karakter meliputi penanaman nilai akhlak, etika, dan moral secara konsisten. Penerapan pendekatan ini dilakukan melalui kombinasi metode pembelajaran di kelas dan pembiasaan nilai moral dalam kehidupan sehari-hari santri. Pondok Modern Daarul Ikrom menerapkan pembiasaan positif seperti doa bersama sebelum masuk kelas, disiplin dalam menjaga kebersihan, serta pembinaan akhlak melalui interaksi intensif dengan guru dan pengasuh. Praktik ini mencerminkan strategi pembentukan karakter berbasis lingkungan yang menekankan pada nilai moral dan pembiasaan rutin, sebagaimana yang dijelaskan oleh (Muhajir & Budi. Dengan pola ini, santri secara bertahap dibiasakan menerapkan nilai-nilai kebaikan yang mendukung pembentukan karakter yang tangguh dan berakhlak Peran santri senior sebagai mudabbir . turut berperan penting dalam mendukung pengembangan karakter santri. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Sukari & Suhadi . , yang menunjukkan bahwa keberadaan santri senior sebagai pengawas dalam kehidupan asrama mampu memperkuat disiplin dan tanggung jawab di kalangan santri junior. Peran ini tidak hanya memperkuat sikap disiplin santri, tetapi juga menumbuhkan nilai kepemimpinan dan rasa tanggung Pondok Modern Daarul Ikrom juga menerapkan metode pembelajaran berbasis praktik langsung yang melibatkan santri dalam kegiatan proyek, diskusi kelompok, dan simulasi peran. Metode ini terbukti efektif dalam menanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, dan keterampilan berpikir kritis, sebagaimana yang dijelaskan oleh (Yanti, 2. yang menyoroti bahwa praktik pembelajaran berbasis proyek mampu meningkatkan pemahaman materi sekaligus membangun karakter santri. Untuk mendukung pembentukan karakter yang optimal. Pondok Modern Daarul Ikrom juga melibatkan guru dan pengasuh dalam memberikan arahan dan bimbingan Penerapan sistem supervisi berkala dan pemberian umpan balik secara rutin menjadi langkah penting dalam memastikan penerapan pendidikan karakter Manajemen Kurikulum Pondok A Wahyu Khozali. Tri Yuni Hendrowati. Fatqul Hajar Aswad Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 278 - 291 berjalan efektif. Dengan pendekatan pendidikan karakter yang komprehensif ini. Pondok Modern Daarul Ikrom berhasil menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung santri dalam mengembangkan sikap tanggung jawab, disiplin, dan rasa empati yang kuat. Kurikulum MTIA (MaAohad Tarbiyah Islamiyah Al-Asriya. memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan akademik dan karakter santri. Kurikulum ini yang mengadopsi sistem pendidikan dari Gontor dan Universitas Yaman, serta dikombinasikan dengan kurikulum Kementerian Agama, berhasil menciptakan model pendidikan yang berfokus pada integrasi antara pendidikan agama dan pendidikan Model ini bertujuan mencetak santri yang tidak hanya berpengetahuan luas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mampu menghadapi tantangan zaman Implementasi kurikulum ini berjalan melalui serangkaian proses yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Pada pelaksanaan kurikulum ini, pimpinan pondok. Direktur MTIA, dan Ketua Tim Pembentuk memiliki peran yang terstruktur dalam mengatur jalannya kurikulum. Kolaborasi ini memastikan penerapan kurikulum berlangsung efektif dan sesuai dengan visi pondok. Namun demikian, keterbatasan keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam penyusunan kurikulum menjadi tantangan yang berpotensi mengurangi inovasi dalam pengembangan kurikulum. Meskipun demikian, kurikulum MTIA terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian melalui pembiasaan positif seperti doa bersama, menjaga kebersihan, serta interaksi yang intensif antara santri dan guru sehingga implementasi kurikulum MTIA di Pondok Modern Daarul Ikrom membawa dampak positif yang signifikan terhadap pendidikan akademik dan karakter santri. Dengan mengadopsi strategi manajemen yang lebih kolaboratif, evaluasi yang berkelanjutan, serta pengembangan metode yang inovatif. Pondok Modern Daarul Ikrom diharapkan dapat terus meningkatkan efektivitas penerapan kurikulum guna mencetak generasi santri yang berakhlak mulia, disiplin, serta siap menghadapi dinamika dunia modern. Saran untuk Penelitian Selanjutnya Berdasarkan hasil pembahasan penelitian ini, terdapat beberapa saran yang dapat dijadikan masukan untuk penelitian selanjutnya: Penelitian mendatang disarankan untuk mengembangkan model kurikulum yang lebih adaptif agar lebih sesuai dengan kebutuhan zaman dan kondisi sosial masyarakat yang terus berkembang. Integrasi teknologi digital sebagai bagian dari metode pembelajaran inovatif dapat menjadi fokus penting dalam upaya pengembangan kurikulum ini. Disarankan untuk meneliti lebih dalam mengenai metode yang efektif dalam melibatkan orang tua dan masyarakat dalam pengembangan dan evaluasi kurikulum. Pelibatan ini diharapkan dapat memperkaya materi ajar sekaligus memperkuat dukungan sosial dalam pembentukan karakter santri. Perlu untuk menggali strategi pengembangan program pelatihan intensif bagi tenaga pendidik agar pemahaman mereka terhadap konsep pendidikan karakter dapat lebih optimal. Program pelatihan ini akan berperan penting dalam Manajemen Kurikulum Pondok A Wahyu Khozali. Tri Yuni Hendrowati. Fatqul Hajar Aswad Manajemen Pendidikan Vol. No 2, 2025. Hal. 278 - 291 menciptakan metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan karakteristik santri yang beragam. Keempat, penelitian selanjutnya juga dapat fokus pada evaluasi lebih mendalam terhadap efektivitas peran santri senior sebagai mudabbir dalam membimbing santri junior. Studi ini dapat mencakup pendekatan yang lebih inovatif untuk mengembangkan peran mudabbir agar lebih efektif dalam menciptakan suasana pendidikan yang berorientasi pada nilai karakter. Daftar Pustaka