Jurnal Peduli Masyarakat Volume 7 Nomor 4. Juli 2025 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM SWAMEDIKASI DAN PENGOBATAN GRATIS OLEH MAWAR SHARON PEDULI DENGAN TARGET 1000 PESERTA Tiara Ajeng Listyani1*. Anna Fitriawati1. William Tanoyo2 1Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Duta Bangsa Surakarta. Jl. H Samanhudi No. Sondakan. Laweyan. Surakarta. Jawa Tengah 57147. Indonesia Rumah Sakit Indriati. Jl. Palem Raya Dusun i. Langenharjo. Solo Baru. Sukoharjo. Jawa Tengah 57552. Indonesia *tiara_ajenglistyani@udb. ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat Kabupaten Sukoharjo tentang swamedikasi yang benar dan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Latar belakang kegiatan ini adalah pentingnya pengetahuan swamedikasi untuk penanganan penyakit ringan dan kebutuhan akan akses pemeriksaan kesehatan dasar bagi masyarakat. Metode pelaksanaan melibatkan kolaborasi antara Mawar Sharon Peduli. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, serta 72 orang tenaga kesehatan profesional dari berbagai rumah sakit dan apotek di Sukoharjo dan Soloraya dengan target 1000 peserta. Tim pelaksana yang juga merupakan dosen Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta sekaligus apoteker praktisi apotek Salam Sehat dan Nana Medika ikut serta berperan dalam proses komunikasi, informasi dan edukasi obat yang sudah diresepkan dokter. Evaluasi dilakukan dengan paserta mengisi kuesioner kepuasan di akhir kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan kesempatan pemeriksaan kesehatan gratis meliputi cek darah dan tensi, serta peningkatan kesadaran tentang praktik swamedikasi yang aman dan Program ini diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sukoharjo untuk mendukung kesehatan secara menyeluruh. Kata kunci: nana medika. pengobatan gratis. pemkab sukoharjo. salam sehat. UDB FREE SELF-MEDICATION AND TREATMENT BY MAWAR SHARON PEDULI WITH A TARGET OF 1000 PARTICIPANTS ABSTRACT This community service activity aims to increase public understanding of proper self-medication in Sukoharjo Regency and provide free health check-ups. The background to this activity is the importance of self-medication knowledge for treating minor illnesses and the need for access to basic health check-ups for the community. The implementation method involves collaboration between Mawar Sharon Peduli, the Sukoharjo Regency Government, and 72 healthcare professionals from various hospitals and pharmacies in Sukoharjo and Soloraya with a target of 1,000 participants. The implementing team, which also includes lecturers from the Bachelor of Pharmacy Study Program. Faculty of Health Sciences. Duta Bangsa University. Surakarta, and practicing pharmacists from Salam Sehat and Nana Medika pharmacies, also played a role in the communication, information, and education process regarding prescribed medications. Evaluation was carried out by participants completing a satisfaction questionnaire at the end of the The results of the activity showed public enthusiasm in taking advantage of the opportunity for free health checks, including blood and blood pressure checks, as well as increasing awareness about safe and effective self-medication practices. This program is expected to reach all levels of society in Sukoharjo Regency to support overall health. Keywords: free medical treatment. healthy greetings. nana medika. sukoharjo district government. UDB Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group PENDAHULUAN Kesehatan merupakan pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Masyarakat yang sehat akan lebih produktif dan mampu berkontribusi secara optimal dalam berbagai sektor kehidupan (Kaloko et al. , 2. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas masih menjadi tantangan di banyak wilayah, terutama bagi masyarakat di daerah pedesaan atau dengan keterbatasan ekonomi. Masalah ini diperparah dengan kurangnya pemahaman masyarakat tentang swamedikasi yang tepat dan pentingnya pencegahan penyakit. Swamedikasi, jika dilakukan secara tidak tepat, dapat menimbulkan risiko kesehatan serius seperti kesalahan dosis, interaksi obat yang berbahaya, atau penundaan diagnosis penyakit yang sebenarnya memerlukan penanganan medis professional (Ratma Ras et al. , 2. Oleh karena itu, edukasi mengenai swamedikasi yang aman dan efektif menjadi krusial untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan, sekaligus mencegah dampak negatif dari penggunaan obat bebas yang tidak bertanggung jawab. Kabupaten Sukoharjo, sebagai salah satu wilayah di Jawa Tengah, menghadapi tantangan serupa dalam upaya pemerataan akses kesehatan. Meskipun pemerintah daerah telah berupaya meningkatkan fasilitas kesehatan, masih terdapat celah dalam jangkauan pelayanan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang rentan. Data menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan pemahaman tentang tata cara swamedikasi yang benar masih perlu ditingkatkan di kalangan masyarakat Sukoharjo (Rahmawati et al, 2. Kondisi ini menciptakan urgensi untuk melaksanakan kegiatan yang tidak hanya memberikan akses langsung terhadap layanan kesehatan, tetapi juga memberdayakan masyarakat dengan pengetahuan yang Berangkat dari permasalahan tersebut, kegiatan "Swamedikasi dan Pengobatan Gratis oleh Mawar Sharon Peduli Bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo" diinisiasi sebagai respons nyata terhadap kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini memiliki rasionalisasi yang kuat, berlandaskan pada prinsip pelayanan kesehatan primer yang berfokus pada pencegahan, promosi kesehatan, dan penanganan dini penyakit (Manihuruk et al, 2. Kolaborasi antara Mawar Sharon Peduli sebagai organisasi non-profit yang berfokus pada kegiatan sosial dan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan Kegiatan yang melibatkan Bupati Sukoharjo. Etik Suryani, serta 72 orang tenaga kesehatan dari berbagai rumah sakit dan apotek di Kabupaten Sukoharjo dan Soloraya ini, merupakan cerminan sinergi multisektoral yang diharapkan mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan. Penulis, yang merupakan Dosen Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta sekaligus apoteker praktisi di Apotek Salam Sehat Surakarta dan Apotek Nana Medika, turut berkesempatan berpartisipasi dalam kegiatan ini, memberikan perspektif profesional dalam bidang kefarmasian dan pelayanan kesehatan. Kegiatan ini secara spesifik mengatasi permasalahan kurangnya akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan dasar dan minimnya edukasi mengenai swamedikasi yang benar. Pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi cek darah dan tensi, dikombinasikan dengan sesi edukasi swamedikasi, diharapkan mampu memberikan solusi komprehensif. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat "Swamedikasi dan Pengobatan Gratis oleh Mawar Sharon Peduli Bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo", menganalisis dampak dan kebermanfaatan program tersebut terhadap peningkatan kesehatan dan pengetahuan masyarakat Kabupaten Sukoharjo, serta mengidentifikasi faktorfaktor pendukung dan penghambat dalam penyelenggaraan kegiatan serupa di masa mendatang. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group METODE Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berjudul "Swamedikasi Dan Pengobatan Gratis Oleh Mawar Sharon Peduli Bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo" ini dirancang untuk mencapai tujuan peningkatan kesehatan masyarakat melalui edukasi swamedikasi dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Pendekatan yang digunakan adalah kombinasi edukasi interaktif dan pelayanan langsung kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 11 Desember 2024. Peserta kegiatan dengan jumlah target 1000 orang ini adalah masyarakat umum Kabupaten Sukoharjo. Kriteria utama adalah masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan atau yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan beberapa pihak kunci, yaitu: Pemerintah Kabupaten Sukoharjo sebagai fasilitator dan pendukung utama kegiatan. Mawar Sharon Peduli sebagai inisiator dan pelaksana utama program. Tenaga kesehatan profesional dari berbagai rumah sakit dan apotek di Kabupaten Sukoharjo dan Soloraya, yang terdiri dari 72 orang tenaga Kesehatan yaitu dokter, apoteker dan tenaga medis lainnya, termasuk penulis yang berperan sebagai Dosen Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta dan apoteker praktisi di Apotek Salam Sehat Surakarta dan Apotek Nana Medika. Flyer Pengumuman dan Seluruh Tim Tenaga Kesehatan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Swamedikasi Dan Pengobatan Gratis Oleh Mawar Sharon Peduli Bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Flyer Pengumuman dan Seluruh Tim Tenaga Kesehatan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Swamedikasi Dan Pengobatan Gratis Oleh Mawar Sharon Peduli Bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi beberapa tahapan sebagai berikut: Tahap Persiapan Tahap ini mencakup koordinasi dan perencanaan awal antara semua pihak terlibat. Pertemuan koordinasi dilakukan untuk menentukan lokasi, jadwal, dan sumber daya yang dibutuhkan. Materi edukasi swamedikasi disiapkan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan pedoman kesehatan yang berlaku. Penyiapan alat dan bahan medis untuk pemeriksaan kesehatan juga dilakukan pada tahap ini. Tahap Pelaksanaan Kegiatan Utama Kegiatan utama dilaksanakan di Pendopo Graha Satya Praja Sukoharjo. Tahap ini meliputi: Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group Penyambutan dan Registrasi Peserta: Peserta yang hadir didata untuk keperluan administrasi dan evaluasi. Edukasi Swamedikasi: Sesi edukasi interaktif disampaikan oleh apoteker . ermasuk penuli. dan tenaga kesehatan lainnya. Materi yang disampaikan meliputi prinsip-prinsip swamedikasi yang aman dan efektif, pengenalan gejala penyakit umum, pemilihan obat bebas yang tepat, dosis, cara penggunaan, efek samping, dan kapan harus mencari pertolongan medis professional (Pratiwi et al, 2. Pemeriksaan Kesehatan Gratis: Layanan pemeriksaan kesehatan disediakan secara gratis, meliputi: Cek Tekanan Darah. Cek Gula Darah. Kolesterol, dan Asam Urat (Aryani R & Muna S, 2. Konsultasi Kesehatan: Setelah pemeriksaan, peserta diberikan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter dan apoteker mengenai hasil pemeriksaan dan informasi swamedikasi yang telah disampaikan. Ini memungkinkan personalisasi nasihat kesehatan sesuai kondisi masing-masing peserta (Widodo et al, 2. Tahap Monitoring dan Evaluasi Selama kegiatan berlangsung, monitoring dilakukan untuk memastikan kelancaran dan efektivitas program. Setelah kegiatan selesai, evaluasi dilakukan untuk mengukur capaian Data yang dikumpulkan meliputi jumlah peserta, jenis pemeriksaan yang dilakukan, dan umpan balik dari peserta. Hasil evaluasi ini akan digunakan untuk perbaikan program di masa mendatang (Sinaga R. A & Rosdiana W, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul "Swamedikasi Dan Pengobatan Gratis Oleh Mawar Sharon Peduli Bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo" telah berhasil dilaksanakan pada hari Rabu, 11 Desember 2024, bertempat di Pendopo Graha Satya Praja Sukoharjo. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan sinergi antara Mawar Sharon Peduli. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, serta tenaga kesehatan dari berbagai rumah sakit dan apotek di Kabupaten Sukoharjo dan Soloraya. Penulis, yang merupakan Dosen Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta sekaligus apoteker praktisi di Apotek Salam Sehat Surakarta dan Apotek Nana Medika, turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara sistematis melalui tiga tahapan utama: persiapan, pelaksanaan kegiatan utama, serta monitoring dan evaluasi, sebagaimana dijelaskan di bawah ini: Tahap Persiapan Tahap persiapan diawali dengan koordinasi intensif antara Mawar Sharon Peduli. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dan tim kesehatan terkait. Pertemuan koordinasi ini bertujuan untuk menetapkan lokasi, jadwal, serta mengidentifikasi kebutuhan sumber daya manusia dan logistik (Gambar . Materi edukasi swamedikasi disiapkan secara komprehensif, mencakup informasi penting mengenai prinsip-prinsip swamedikasi yang aman dan efektif, pengenalan gejala penyakit umum, serta panduan pemilihan dan penggunaan obat bebas yang tepat (Setianto. Selain itu, penyiapan alat dan bahan medis untuk pemeriksaan kesehatan, seperti reagen cek darah, tensimeter, dan alat pendukung lainnya, juga dipastikan ketersediaannya pada tahap Keterlibatan Bupati Sukoharjo. Etik Suryani, dalam meninjau acara menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap program ini. Tenaga kesehatan yang terlibat berasal dari berbagai rumah sakit di Kabupaten Sukoharjo dan Soloraya. Hal ini memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang memadai untuk melayani masyarakat. Penulis turut berkontribusi dalam tim pelayanan kesehatan, khususnya dalam aspek swamedikasi dan edukasi obat. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group Gambar 2. Dokumentasi Zoom Meeting Koordinasi Kegiatan Tahap Pelaksanaan Kegiatan Utama Kegiatan utama dilaksanakan di Pendopo Graha Satya Praja Sukoharjo, yang merupakan lokasi strategis dan representatif untuk menjangkau masyarakat luas. Tahap ini meliputi serangkaian kegiatan sebagai berikut: Penyambutan dan Registrasi Peserta Pada awal kegiatan, peserta disambut dan didata melalui proses registrasi (Gambar . Proses ini krusial untuk keperluan administrasi, pencatatan jumlah peserta, serta sebagai dasar untuk evaluasi program. Partisipasi masyarakat sangat antusias, dengan jumlah peserta yang hampir mencapai target 1000 orang, menunjukkan tingginya kesadaran dan kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan gratis. Gambar 3. Dokumentasi Bagian Penyambutan dan Regristrasi Peserta Edukasi Swamedikasi Sesi edukasi swamedikasi disampaikan secara interaktif oleh apoteker, termasuk penulis, dan tenaga kesehatan lainnya (Gambar . Materi edukasi mencakup bahasan mendalam . Prinsip swamedikasi yang aman dan efektif. Identifikasi gejala penyakit umum yang dapat ditangani secara mandiri. Pemilihan obat bebas dan bebas terbatas yang tepat, termasuk aspek dosis dan cara penggunaannya (Widiastuti, 2. Potensi efek samping obat dan tindakan yang harus diambil. Indikasi kapan harus mencari pertolongan medis profesional dan tidak melakukan Sesi ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat agar dapat melakukan penanganan awal terhadap kondisi kesehatan ringan secara mandiri dan bertanggung jawab (Primadiamanti, 2. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group Gambar 4. Dokumentasi Bagian Swamedikasi oleh Apoteker Praktisi Pemeriksaan Kesehatan Gratis Layanan pemeriksaan kesehatan gratis menjadi daya tarik utama kegiatan ini (Gambar . Jenis pemeriksaan yang disediakan meliputi: Cek Tekanan Darah: Untuk mendeteksi hipertensi atau hipotensi. Cek Gula Darah: Untuk skrining diabetes melitus. Cek Kolesterol: Untuk mengidentifikasi risiko penyakit kardiovaskular. Cek Asam Urat: Untuk mendeteksi hiperurisemia yang dapat menyebabkan gout. Penyediaan layanan ini didukung penuh oleh tenaga kesehatan dari berbagai rumah sakit dan apotek di Kabupaten Sukoharjo dan Soloraya, memastikan kualitas dan akurasi hasil Gambar 5. Dokumentasi Bagian Pemeriksaan Kesehatan oleh Tenaga Kesehatan Konsultasi Kesehatan Setelah menjalani pemeriksaan, setiap peserta diberikan kesempatan untuk konsultasi langsung dengan dokter (Gambar . Sesi konsultasi ini memungkinkan personalisasi nasihat kesehatan sesuai dengan hasil pemeriksaan dan kondisi individual peserta. Dokter memberikan interpretasi hasil pemeriksaan dan rekomendasi tindakan lebih lanjut jika diperlukan, sementara apoteker memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai swamedikasi, penggunaan obat yang tepat, serta informasi terkait obat-obatan yang relevan (Purba & Dachi, 2. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group Gambar 6. Dokumentasi Bagian Konsultasi Kesehatan oleh para dokter Tahap Monitoring dan Evaluasi Selama seluruh rangkaian kegiatan, monitoring dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kelancaran alur peserta, ketersediaan sumber daya, dan kualitas layanan yang Setelah kegiatan selesai, evaluasi menyeluruh dilakukan untuk mengukur capaian Data yang dikumpulkan mencakup jumlah peserta yang teregistrasi . ampir mencapai target 1000 pesert. , jenis pemeriksaan yang paling banyak diminati, dan umpan balik dari peserta mengenai kepuasan terhadap program dan pemahaman materi edukasi swamedikasi. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar penting untuk identifikasi kekuatan dan kelemahan program, serta untuk merancang perbaikan dan pengembangan program serupa di masa Kegiatan ini memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat Kabupaten Sukoharjo. Masyarakat mendapatkan akses langsung ke pemeriksaan kesehatan dasar tanpa dipungut biaya. Hal ini sangat membantu bagi mereka yang mungkin memiliki keterbatasan akses atau biaya untuk memeriksakan kesehatan secara rutin. Melalui cek darah dan pengukuran tensi, potensi masalah kesehatan seperti hipertensi, diabetes, atau dislipidemia dapat terdeteksi lebih awal, memungkinkan intervensi medis yang lebih cepat. Edukasi yang diberikan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait penggunaan obatobatan untuk swamedikasi. Hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko penggunaan obat yang tidak tepat dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan (Amini et al. Kolaborasi antara Mawar Sharon Peduli. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, dan tenaga kesehatan menunjukkan sinergi positif antarberbagai pihak dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat (Thayeb et al, 2. Harapan bahwa program ini dapat menjangkau seluruh masyarakat Kabupaten Sukoharjo menunjukkan visi jangka panjang untuk program kesehatan yang lebih merata dan inklusif. SIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat "Swamedikasi dan Pengobatan Gratis Oleh Mawar Sharon Peduli Bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo" berhasil dilaksanakan dengan antusiasme tinggi dari masyarakat. Melalui tiga tahap sistematis Ae persiapan, pelaksanaan, dan monitoring/evaluasi Ae kegiatan ini sukses memberikan edukasi swamedikasi yang komprehensif serta layanan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan gratis. Peserta hampir mencapai target 1000 orang, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat akan informasi dan akses kesehatan. Sinergi antara berbagai pihak, termasuk Mawar Sharon Peduli. Pemkab Sukoharjo, dan tenaga kesehatan, menjadi kunci keberhasilan program dalam memberdayakan masyarakat untuk penanganan kesehatan mandiri yang bertanggung jawab dan meningkatkan kesehatan umum. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group DAFTAR PUSTAKA