BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal Volume 3 Nomor 2. July 2024 E-ISSN: 2807-7857. P-ISSN: 2807-9078 Kegiatan Practical Life dalam Menanamkan Karakter Disiplin di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya Fadilah Utami1. Ali Iskandar Zulkarnain2. Neela Afifah3*. Aghnaita4. Sri Hidayati5 1,2,3,4,5 Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya. Indonesia Received: March 15th, 2024. Revised: March 16th, 2024. Accepted: March 22th, 2024. Published: March 22th, 2024 Abstrak Kurangnya perilaku disiplin seringkali menjadi awal masalah dalam pembelajaran di sekolah. Seperti datang terlambat, tidak tertib dan tidak segera masuk ruangan. Hal ini dapat distimulasi melalui kegiatan practical life yang mengacu pada 3 keterampilan yaitu manipulatif, menjaga lingkungan dan pengembangan diri. Kegiatan practical life yang dilakukan seperti menggulung sajadah, dan mencuci piring mampu memberikan pengalaman spontanitas pada anak dalam menaati aturan-aturan yang telah disepakati di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kegiatan practical life dalam menanaman karakter disiplin di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah kepala sekolah, 1 orang guru, dan 11 orang anak usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . pada kegiatan practical life yang mencakup keterampilan manipulatif, keterampilan menjaga lingkungan, dan keterampilan pengembangan diri dapat terlaksana dengan baik dan rutin, namun hanya keterampilan menjaga lingkungan saja yang tertuang dalam perencanaan. Karakter disiplin yang dapat ditanamkan melalui kegiatan practical life di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya seperti datang tepat waktu, mengetahui benda dan fungsinya, benda diambil dan dikembalikan pada tempatnya, taat pada aturan yang disepakati bersama, bergiliran dengan tertib dan mengetahui akibat jika tidak disiplin, sedangkan yang tidak terlaksana seperti mampu memprediksi waktu penyelesaian kerja. Dampak penelitian ini untuk menanamkan karakter disiplin pada anak-anak, membantu mereka mengembangkan keterampilan dan nilai-nilai yang penting dalam kehidupan mereka. Kata Kunci: practical life, karakter disiplin, anak usia 5-6 tahun Abstract Lack of discipline often become the beginning of learning problem in school. For example, come late, disobey, and do not enter the room immediately. This thing can be stimulated with practical life activity that includes three skills manipulation, protecting the environment, and self-development. Exercise such as rolling the sajdah and washing dishes can give spontaneous experience for children and help them obey the rules that have been agreed upon in the school. The research aims to describe practical life activity in discipline character cultivation at TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya. This research was a descriptive qualitative with a principal, a teacher, and eleven children 5-6 years old. Data collection techniques were observation, interview, and documentation. The result showed that: . practical life activities which covered manipulative, protect the environment and self-development skills can be implemented well and routinely, but only skills to protect the environment contained in planning. Discipline character which can be cultivated such as coming in time, knowing things and their function, taking thing and putting it back in their place, obeying the rules that have been agreed together, knowing the consequence if they disobey, while the one that canAot be implemented was able to predict the time to finish work. The impact of this research on instilling discipline in children helps them develop important skills and values in their lives. Key Words: Practical Life. Discipline, 5-6 Years Old Children Copyright . 2024 Fadilah Utami. Ali Iskandar Zulkarnain. Neela Afifah. Aghnaita. Sri Hidayati *Correspondence Address: Email Address: neela. afifah@iain-palangkaraya. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 2. July 2024 Fadilah Utami. Ali Iskandar Zulkarnain. Neela Afifah. Aghnaita, & Sri Hidayati Pendahuluan Keberadaan dan penyelenggaraan TK merupakan sarana untuk menstimulasi anak dengan melakukan pembiasaan-pembiasaan dalam pembelajaran yang berorientasi pada anak usia dini disesuaikan dengan tingkat usia anak artinya pembelajaran harus diminati, kemampuan yang diharapkan dapat dicapai, serta kegiatan belajar dapat menantang peserta didik untuk dilakukan sesuai usia anak. Pembelajaran anak usia dini memiliki karakteristik belajar melalui bermain. Anak dapat belajar dengan cara membangun pengetahuannya, belajar secara ilmiah, serta belajar dengan mempertimbangkan keseluruhan aspek perkembangan anak dengan mempersiapkan materi dan media yang bermakna, menarik, dan efektif untuk menunjang proses belajar anak. Agar pembelajaran yang diberikan sesuai dengan yang diharapkan, maka pembelajaran harus disajikan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang Salah satu pembelajaran yang dapat diberikan kepada anak untuk mewujudkan apa yang diharapkan dapat melalui kegiatan practical life. Practical life adalah suatu kegiatan kehidupan sehari-hari secara langsung dalam proses pembelajaran pembekalan keterampilan hidup . ife skil. pada anak dalam peningkatan kemandirian anak. Practical life merupakan kegiatan yang menekankan aktivitas motorik sehari-hari, seperti berjalan dari satu tempat ke tempat yang lain dalam sikap yang tertib, membawa benda seperti baki dan kursi, mempelajari keterampilan perawatan diri, dan melakukan aktivitas praktis lainnya (Aprilia dan Rohita, 2021: . Practical life adalah suatu kegiatan kehidupan sehari-hari yang dilakukan secara langsung dalam proses pembelajaran sebagai pembekalan keterampilan hidup . ife skil. pada anak usia TK untuk meningkatkan kemandirian anak. Practical life dalam pembelajaran dapat meningkatkan kemandirian dan sosial anak yang diarahkan untuk mengembangkan kecakapan hidup melalui kegiatan-kegiatan yang dekat dengan kehidupan anak sehari-hari (Fitri, 2018, hal. Kemandirian dan sosial anak merupakan salah satu karakter yang penting ditanamkan pada anak sejak dini. Karakter adalah suatu kebiasaan yang sudah tertanam dalam jiwa setiap anak dan sulit untuk dihilangkan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) karakter adalah tabiat. sifat sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Pengertian tersebut memberikan gambaran bahwa karakter sangat erat hubungannya dengan akhlak atau budi pekerti. Artinya, karakter dapat dimaknai sebagai moral atau etika dalam bertingkah laku (Moeljadi dkk. , 2. Berdasarkan pandangan pendidikan karakter di Indonesia, paling tidak ada 18 . elapan bela. nilai karakter yang dapat disisipkan dalam proses pembelajaran, di antaranya religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat atau berkomunikasi, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial. Salah satu karakter yang dapat ditanamkan kepada anak-anak adalah karakter Disiplin berasal dari bahasa Inggris yaitu discipline . ata benda. kata kerja disciplined, diclipining. latin disciplina. Instructio. , berarti Autraining to act anaccordance with rules,Ay melatih . tau pelatiha. isa juga binatan. untuk bertindak . sesuai aturan (Sabartiningsih dkk, 2018: . Sedangkan menurut KBBI disiplin berarti peraturan, kepatuhan, dan pembelajaran. Sehingga disiplin dapat diartikan sebagai perasaan taat dan patuh pada berbagai peraturan dan ketentuan (Moeljadi dkk. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 2. July 2024 Kegiatan Practical Life dalam Menanamkan Karakter Disiplin di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya Tujuan disiplin adalah untuk membentuk perilaku agar sesuai dengan peran yang ditunjukkan oleh kelompok budaya atau di mana individu diidentifikasi (Sabartiningsih et al, 2018: . Konsep penting yang harus ditanamkan pada masa kanak-kanak adalah adaptasi melalui proses perkembangan sesuai usia. Disiplin tidak berdiri sendiri, tetapi perkembangan disiplin dibangun sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia 0-8 tahun, sedangkan karakteristik perkembangan disiplin pada masa kanak-kanak . -6 tahu. termasuk fenomena imajiner. dan kisah nyata, akibat perbuatan salah atau benar, disiplin dalam aktivitas sehari-hari, anak mulai menuruti tuntutan orang tua dan lingkungan sosial, mampu memilah mainan bekas pakai, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan (Sabartiningsih dkk, 2018: . Penanaman nilai karakter pada anak usia dini dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran practical life sebagaimana yang dilaksanakan di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya. Berdasarkan pengamatan awal pada tanggal 08 Februari 2022, menunjukkan bahwa proses kegiatan practical life kelompok B di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya dapat dilakukan dengan positif oleh anak-anak. Kegiatan practical life yang diterapkan oleh TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya dalam keseharian anak di sekolah yaitu mencuci peralatan makan . iring, sendok, gela. sehabis makan ataupun sehabis kegiatan snack time. melipat mukena, dan sajadah sehabis salat dhuha, dan mengembalikan meja lipat ke tempat semula setelah digunakan. Selain itu, kegiatan practical life juga ada terjadwal secara rutin setiap hari Senin yang menjadi pembelajaran practical life seperti mengupas kulit bawang putih dengan kedua jari-jari tangan, membuat roti bakar, dan memasang tali sepatu pada media kardus yang bergambar Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh penulis di atas menunjukkan bahwa ada perkembangan positif seperti anak mau mengantri ketika mencuci piring, anak mau mengantri dengan berbaris untuk mengambil makanan ketika waktunya makan siang, dan anak mau mengantri berwudu ketika waktunya salat yang berhubungan dengan Sehingga penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam terkait kegiatan practical life tersebut dengan mengangkat judul AuKegiatan Practical life dalam Menanamkan Karakter Disiplin di TK IT Asy-Syaamil Palangka RayaAy. Tinjauan Pustaka Practical Life Practical life merupakan salah satu bagian dari pendekatan Montessori untuk anak usia dini. Pada pendekatan ini anak akan belajar melakukan aktivitas-aktivitas yang kerap dilakukan dalam kegiatan sehari-hari dan hal ini sangat mudah dilakukan anak untuk bekal hidupnya di kemudian hari. Practical life adalah suatu kegiatan kehidupan sehari secara langsung dalam proses pembelajaran pembekalan keterampilan hidup pada anak usia dini dalam peningkatan kemandirian anak (Kurniawati & Hayati, 2020: . Kegiatan practical life dapat mengundang partisipasi anak dalam budaya di sekitarnya dengan memberikan versi kegiatan yang sesuai dengan ukuran anak yang biasanya dilakukan di rumah, mendorong anak untuk merasakan perpindahan yang lancar dari rumah ke ruang kelas (Roopnarine & Johnson, 2011: . Karakter Disiplin Karakter disiplin adalah sikap yang dilakukan seseorang untuk mematuhi aturan yang telah ditentukan. Karakter atau sikap disiplin dapat diartikan sebagai salah satu karakter yang baik dan mengantarkan seseorang pada hal-hal yang baik. Jadi, hakikat disiplin adalah kepribadian, tingkah laku, watak dan budi pekerti dalam suatu keadaan seseorang dalam keadaan tertib, teratur dan baik serta tidak ada pelanggaran, langsung maupun tidak langsung (Abidin, 2019: 358Ae. Mendisiplinkan anak memberi BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 2. July 2024 Fadilah Utami. Ali Iskandar Zulkarnain. Neela Afifah. Aghnaita, & Sri Hidayati mereka pemahaman tentang benar dan salah dan mendorong mereka untuk berperilaku sesuai dengan standar masyarakat (Utami, 2021: 1. Kegiatan practical life menjadi bagian dari pendekatan Montessori yang tidak hanya dapat dilakukan di rumah namun dapat dijadikan kegiatan pembelajaran di lembaga PAUD yang mengajarkan anak mengenai kecakapan kehidupan sehari-hari. Kegiatan practicle life menekankan pengalaman anak dalam berperilaku disiplin. Anak diminta untuk menaati aturanaturan yang telah disepakati dan harus menyadari akibat bila tidak disiplin dalam melakukan kegiatan sehari-hari selama di sekolah (Oktamarina dkk, 2020: . Metode Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati (Nada, 2019, hal. Berdasarkan tujuan pokok penelitian yaitu mendeskripsikan dan menganalisis mengenai AuKegiatan Practical life dalam Menanamkan Karakter Disiplin di TK IT AsySyaamil Palangka RayaAy. Metode penelitian kualitatif ini dipilih karena peneliti ingin mendeskripsikan keadaan yang akan diamati secara lebih spesifik, transparan, dan mendalam bagaimana kegiatan practical life di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya. Penelitian ini juga berusaha menggambarkan situasi ataupun kejadian sehingga data yang terkumpul bersifat deskriptif. Sumber data primer dalam penelitian ini meliputi satu guru kelas TK B, satu guru pendamping, anak kelas B usia 5-6 tahun. Sumber sekunder dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah. RPPM (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Minggua. RPPH (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian, tata tertib dan dokumentasi foto saat kegiatan Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dapat dilakukan dengan beberapa teknik, yaitu: Observasi dalam penelitian ini memperoleh informasi kegiatan practical life untuk menanamkan karakter disiplin pada anak. Wawancara adalah kegiatan mengumpulkan informasi berupa tanya jawab, dialog dan diskusi antara peneliti dan informan untuk mengkonfirmasi hasil pengamatan peneliti. Adapun pokok-pokok yang ingin digali melalui teknik wawancara ini adalah kegiatan practical life. karakter disiplin melalui kegiatan practical life. Teknik pengabsahan data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Pada triangulasi sumber penelitian ini, peneliti mencoba mengumpulkan data dari guru dan anak dengan teknik observasi. Peneliti mengamati tindakan guru dan respon anak terkait kegiatan practical life dalam menanamkan karakter disiplin di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya. Pada triangulasi teknik penelitian ini, peneliti mencoba mengumpulkan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dengan guru kelas B. Data yang dikumpulkan terkait kegiatan practical life dalam menanamkan karakter disiplin TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya. Pada teknik analisis data, setelah dilakukan data collection . engumpulan dat. maka data dapat dilakukan dengan data reduction . eduksi dat. yakni memilah, dan merangkum data mana yang penting dan tidak penting. Pada proses pengumpulan data, dapat juga dilakukan data display . enyajian dat. yakni dengan bentuk uraian/paparan narasi. Selanjutnya dari data reduction atau pun data display dapat langsung dilakukan conclusion drawing/verification yakni menarik kesimpulan. Setelah itu ditemukanlah data collection yang tepat, jelas, dan valid sehingga data yang diteliti semakin jelas. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 2. July 2024 Kegiatan Practical Life dalam Menanamkan Karakter Disiplin di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya Hasil dan Pembahasan Kegiatan practical life merupakan kegiatan sehari-hari yang biasanya dilakukan oleh orang dewasa. Mulai dari menyapu, mencuci, dan menyiram tanaman. Kegiatan practical life di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya merupakan salah satu program belajar yang dilakukan secara rutin setiap minggunya, yaitu di hari Senin. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Kurniawati & Hayati yang menyatakan practical life merupakan salah satu bagian dari pendekatan Montessori untuk anak usia dini. Pada pendekatan ini anak akan belajar melakukan aktivitas-aktivitas yang kerap dilakukan dalam kegiatan sehari-hari dan hal ini sangat mudah dilakukan anak untuk bekal hidupnya di kemudian hari. Practical life adalah suatu kegiatan kehidupan sehari secara langsung dalam proses pembelajaran pembekalan keterampilan hidup pada anak usia dini dalam peningkatan kemandirian anak (Kurniawati & Hayati, 2020: . Hal tersebut juga sesuai dengan pendapat Roopnarine & Johnson yang menyatakan kegiatan practical life mengundang partisipasi anak dalam budaya di sekitarnya dengan memberikan versi kegiatan yang sesuai dengan ukuran anak yang biasanya dilakukan di rumah, mendorong anak untuk merasakan perpindahan yang lancar dari rumah ke ruang kelas (Roopnarine & Johnson, 2011: . Perencanaan kegiatan practical life di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya dilatarbelakangi adanya manfaat seperti melatih motorik, koordinasi mata, tangan, dan kaki, melatih keterampilan hidup anak menjadi mandiri, dapat melayani dirinya sendiri tanpa tergantung dengan orang tua, membantu pekerjaan orang tua, dan problem solving yang baik untuk perkembangan anak dan juga terdapat karakter disiplin yang didapatkan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Lestariningrum yang menyatakan perencanaan pembelajaran didefinisikan sebagai proses menciptakan bahan pembelajaran, menggunakan lingkungan belajar, mengevaluasi pendekatan dan metode pengajaran, dan mengevaluasi jumlah waktu yang digunakan dalam waktu tertentu untuk mencapai tujuan Rencana pelaksanaan pembelajaran dirancang agar guru memiliki kegiatan permainan yang memfasilitasi pembelajaran anak dan disiapkan oleh guru sebelum kegiatan dimulai (Lestariningrum, 2017: . Berdasarkan data-data penelitian yang ditemukan di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya bahwa bentuk perencanaan yang digunakan berupa kurikulum practical life, dan RPPH. Yang mana menurut guru dokumen tersebut sudah memuat PROTA. PROSEM. RPPM. Selain itu karena practical life di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya bukan program unggulan atau utama sehingga bentuknya hanya berupa list kegiatan practical life selama satu tahun dan data yang terdokumentasi berupa kurikulum practical life dan RPPH. Sedangkan menurut Pratiwi & Utsman secara umum perencanaan pembelajaran pada pendidikan anak usia dini terdiri dari penyusunan program semester, penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran mingguan, dan yang terakhir adalah rencana pelaksanaan pembelajaran harian (Pratiwi & Utsman, 2022: . Bentuk perencanaan akan diuraikan sebagai berikut: Program Semester (Prose. Program semester atau prosem berisi daftar tema satu semester dan alokasi waktu setiap tema. Prosem dapat dilengkapi dengan menyusun kegiatan-kegiatan pembelajaran yang dikembangkan dari muatan/materi yang ada pada KD untuk digunakan dalam menyusun RPPM. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) RPPM disusun sebagai acuan pembelajaran selama satu minggu. RPPM dapat berbentuk jaringan tema atau format lain yang dikembangkan oleh satuan PAUD yang berisi projek-projek yang akan dikembangkan menjadi kegiatan pembelajaran. RPPM berisi kegiatan-kegiatan sesuai dengan Kompetensi Dasar yang tercantum dalam Prosem sesuai dengan tema, sub tema, dan alokasi waktu yang telah ditentukan. Pada akhir satu BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 2. July 2024 Fadilah Utami. Ali Iskandar Zulkarnain. Neela Afifah. Aghnaita, & Sri Hidayati atau beberapa tema dapat dilaksanakan kegiatan puncak tema untuk menunjukkan hasil Puncak tema dapat berupa kegiatan antara lain membuat kue/makanan, makan bersama, pameran hasil karya, pertunjukan, panen tanaman, dan kunjungan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) RPPH merupakan rancangan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu satu hari yang diambil dari RPPM (Anggraeni dkk, 2014: 16Ae. Dalam pelaksanaannya, kajian Pratiwi & Utsman menemukan bahwa pendidik PAUD cenderung membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) hanya ketika ada minat, misalnya ada minat B, akreditasi institusi dll. Bagi responden yang tidak membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) hanya ada syarat administrasi dan pengajaran tanpa RPPH tetap bisa berjalan karena sudah ada acuan dalam PROSEM dan kurikulum (Pratiwi & Utsman, 2022: . Oleh karena itu perencanaan kegiatan practical life di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya belum sesuai dengan teori. Adapun perencanaan kegiatan practical life yang belum ada adalah PROTA. PROSEM, dan RPPM. Berdasarkan data-data penelitian terkait kegiatan practical life di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya mengacu pada 3 kemampuan dasar kegiatan practical life yaitu manipulatif, menjaga lingkungan dan pengembangan Berikut uraiannya: Manipulatif Pada kegiatan practical life yang mencakup keterampilan manipulatif di TK IT AsySyaamil Palangka Raya yang terlaksana saat penelitian tidak ada tertuang dalam perencanaan pembelajaran, akan tetapi selalu terlaksana dengan rutin setiap harinya. Hal tersebut tidak sesuai dengan pendapat Lestariningrum yang menyatakan perencanaan pembelajaran didefinisikan sebagai proses menciptakan bahan pembelajaran, menggunakan lingkungan belajar, mengevaluasi pendekatan dan metode pengajaran, dan mengevaluasi jumlah waktu yang dihabiskan pada saat tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Rencana pelaksanaan pembelajaran dirancang agar guru memiliki permainan yang memfasilitasi pembelajaran anak dan dibuat oleh guru sebelum kegiatan dimulai (Lestariningrum, 2017: . Kegiatan yang dilakukan tanpa adanya perencanaan hanya sebatas rutinitas akan tidak efektif dan efisien, sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sulit tercapai secara Berdasarkan data-data penelitian yang peneliti dapatkan ada beberapa temuan kegiatan practical life yang mencakup keterampilan manipulatif seperti menggunakan sekop saat menggali tanah dan mengubur tanaman, membuka dan menutup pintu, mengangkat dan menurunkan kursi, membawa dan memasukkan tas ke dalam rak, membuka dan menutup resleting tas, menggulung dan mengangkat sajadah, melipat mukena, memindahkan dan mengisi air dari gayung dan ember, menyapu, bermain bola . enendang, dan melempar bol. yang merupakan bagian dari keterampilan manipulatif saat peneliti melakukan observasi pada hari hari tersebut. Hal tersebut ada kesesuaian dengan teori menurut Gettman walaupun ada sebagian yang tidak sesuai. Gettman menyatakan keterampilan manipulatif meliputi kemampuan menuang, membuka toples, mengurus buku, dan membawa barang pecah belah, yaitu berbagai pekerjaan sederhana yang biasanya sekalian dilakukan orang dewasa untuk anak kecil karena terburu-buru dan ingin praktis, namun sering kali dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan terjadinya kekacauan kecil (Gettman, 2016: . Adapun keterampilan manipulatif seperti: membuka dan menutup wadah kotak, membuka dan menutup tutup toples dan kaleng biskuit, membuka dan menutup berbagai jenis pintu dan lemari, menuang biji kacang dari poci, menuang air, dan menuang air dengan corong, melipat dan membuka kain, mengangkat, membawa, dan meletakkan barang pecah belah, mengangkat, membawa, dan meletakkan nampan yang berisi barang, membawa alas lantai. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 2. July 2024 Kegiatan Practical Life dalam Menanamkan Karakter Disiplin di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya menggelar dan menggulung alas lantai, duduk di ujung alas lantai yang belum tergelar, mengangkat, membawa, dan meletakkan kursi, menarik kursi keluar dari bawah meja, duduk di atasnya, bangun dari kursi, dan merapikannya kembali ke bawah meja, menggunakan gunting dan memberikan gunting ke orang lain, mengurus buku dan memegang dan memainkan rekaman (Gettman, 2016: . Berdasarkan daftar keterampilan manipulatif di atas, peneliti menemukan beberapa kesamaan yang diterapkan di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya. Hal tersebut peneliti tuangkan dalam indikator kegiatan practical life yang mencakup keterampilan manipulatif di dalam lampiran. Berikut uraiannya. Anak membuka dan menutup wadah kotak. Anakanak biasanya membawa bekal yang di simpan dalam tempat berbentuk kotak. Membuka dan menutup tutup toples/botol dan kaleng biskuit. Yang sering anak lakukan adalah membuka dan menutup botol minum. Membuka dan menutup berbagai jenis pintu dan Dilakukan anak-anak, pintu yang digunakan berjenis kayu. Menuang biji kacang dari poci. Anak-anak pernah menuang biji kacang dari poci. Menuang air, dan menuang air dengan corong. Anak-anak menuang air dan pernah menuang air dengan corong. Melipat dan membuka kain. Anak-anak selalu melipat dan membuka mukena. Mengangkat, membawa, dan meletakkan barang pecah belah. Anak-anak terbiasa melakukannya, karena ada jadwal makan siang. Sebagian masih menggunakan bahan kaca dan sebagian menggunakan bahan plastik. Mengangkat, membawa, dan meletakkan nampan yang berisi barang. Dilakukan anak-anak. Membawa alas lantai, menggelar dan menggulung alas lantai. Dilakukan anak-anak, tetapi bukan alas lantai, melainkan karpet sajadah ketika sholat. Mengangkat, membawa, dan meletakkan kursi. Dilakukan anakanak, kursi yang digunakan ringan berbahan kayu yang cocok untuk anak. Menarik kursi keluar dari bawah meja, duduk di atasnya, bangun dari kursi, dan merapikannya kembali ke bawah meja. Dilakukan anak setiap hari, karna anak-anak masih menggunakan kursi dan meja untuk belajar. Menggunakan gunting dan memberikan gunting ke orang lain. Dilakukan anak-anak ketika ada kegiatan menggunting. Mengurus buku. Anak-anak bisa Menyusun buku setelah selesai digunakan. Kegiatan practical life yang mencakup keterampilan manipulatif ini tidak ada evaluasi secara khusus, akan tetapi hanya terdapat evaluasi kegiatan practical life secara umum berupa laporan perkembangan harian. Guru mencatat hasil evaluasi melalui pengamatan terhadap anak ketika melaksanakan kegiatan. Evaluasi pelaksanaan practical life di TK IT Asy-Syaamil memberikan dampak yang baik sehingga guru bisa lebih mengasah perkembangan anak. Hal ini sejalan dengan pandangan Hani bahwa asesmen adalah seperangkat kegiatan yang ditujukan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan informasi tentang proses dan hasil belajar siswa secara sistematis dan berkesinambungan berkaitan dengan tujuan pertumbuhan yang dicapai pada anak usia dini dan tahapan perkembangan diatur melalui kegiatan belajar untuk mengambil keputusan. Penilaian di PAUD dapat dilakukan dengan observasi (Hani, 2019: . Berdasarkan data penelitian yang ditemukan di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya bahwa evaluasi kegiatan practical life berupa laporan harian yang memuat kode perkembangan seperti BB (Belum Berkemban. MB (Mulai Berkemban. BSH (Berkembang Sesuai Harapa. BSB (Berkembang Sangat Bai. yang didapat guru dari hasil observasi saat kegiatan practical life berlangsung. Sementara hasil akhir dari evaluasi practical life tidak tercantum dalam bentuk rapor. Sedangkan menurut Satriyana dan kawan kawan menyatakan bahwa evaluasi merupakan proses menggambarkan, memperoleh atau menghasilkan informasi yang berguna dalam mempertimbangkan suatu keputusan. Proses evaluasi merupakan upaya untuk menggunakan data objektif dari awal hingga akhir pelaksanaan program sebagai dasar penilaian tujuan program (Satriyana dkk, 2022: 5. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 2. July 2024 Fadilah Utami. Ali Iskandar Zulkarnain. Neela Afifah. Aghnaita, & Sri Hidayati Oleh karena itu evaluasi kegiatan practical life di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya belum sesuai dengan teori karena evaluasi yang dilaksanakan hanya berupa evaluasi harian laporan perkembangan anak, yang tidak digambarkan secara keseluruhan sampai akhir penilaian yang dituangkan ke dalam dokumen berbentuk rapor atau jenis lainnya. Menjaga Lingkungan Kegiatan practical life yang mencakup keterampilan menjaga lingkungan di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya yang terlaksana saat penelitian ada dua yang tertuang dalam perencanaan pembelajaran, berbentuk RPPH yaitu menanam tanaman dan menyiram Sisanya tidak tertuang dalam perencanaan pembelajaran dan menjadi kegiatan rutinitas yang anak lakukan selama di sekolah. Pada pelaksanaannya, kegiatan practical life menanam tanaman dan menyiram tanaman tersebut terdapat langkah-langkah yang dilakukan guru sebelum memulai Sedangkan yang menjadi rutinitas anak-anak di sekolah guru hanya mengingatkan dan kebanyakan anak-anak melakukannya dengan spontan. Berdasarkan data-data yang didapatkan bahwa guru memulai kegiatan practical life dengan langkah awalnya mengondisikan kelas, dan anak-anak. Media ataupun bahan juga sudah siap di hari sebelumnya dan ditaruh di meja kecil. Jika sudah semua selanjutnya memulai dan membentuk circle lingkaran ataupun bentuk U di lantai dengan posisi guru berada di tengah-tengah. Hal tersebut dilakukan agar anak fokus ke guru. Kemudian menjelaskan kegiatan practical life yang dilakukan, mulai dari nama, dan cara kerja Jika sudah guru memberikan instruksi dengan cara misal, yang duduk paling rapi atau menyelesaikan target lain dari kegiatan lain misalnya yang mewarnai lebih cepat dan bagus itu yang duluan maju melakukan kegiatan practical life. Jadi tidak rebutan dan dalam masa mengantri anak melakukan kegiatan lain. Pada intinya anak bisa dianggap tuntas melakukan practical life jika anak bisa melakukan sesuai instruksi guru. Meskipun dengan proses yang lama. Karena guru tidak terfokus dengan durasi waktunya. Hal tersebut terdapat kesesuaian dengan teori dari Fitri terkait langkah-langkah kegiatan practical life. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut: Guru mempresentasikan atau menjelaskan latihan Guru memperkenalkan latihan dengan memberi nama latihan, menjelaskan tujuannya, menunjukkan kepada anak di mana menemukan media atau alat yang akan digunakan dan bagaimana meletakkannya sehingga mereka siap untuk memulai latihan. Berdasarkan datadata penelitian, guru terlihat mempresentasikan terlebih dahulu kegiatan menyiram tanaman. Mulai dari menyebutkan nama kegiatannya, menjelaskan tujuannya untuk menyuburkan tanaman agar tumbuh menjadi tanaman besar. Guru juga menanyakan kepada anak siapa yang pernah menyiram tanaman. Anak-anak merespon pernah melakukannya di rumah. Guru menunjukkan bagaimana melakukan aktivitas Guru menunjukkan urutan langkah demi langkah terlebih dahulu dengan memberikan contoh, setiap gerakan diilustrasikan dengan baik, sangat lambat dan jelas berbeda dari urutan sebelumnya sehingga anak dapat melihat dengan tepat bagaimana tindakan tersebut Saat menjelaskan latihan, guru memastikan bahwa fokusnya bukan pada anak tetapi pada aktivitas, menyajikan metode ini kepada anak, perlu perhatian dan bimbingan agar latihan ini berhasil. Berdasarkan data-data penelitian, guru menunjukkan kepada anak bagaimana menyiram tanaman. Mulai dari menyiapkan air, mengisi air ke dalam alat penyiram tanaman, dan memulai menyiram tanaman. Guru mengingatkan anak-anak untuk tidak menyiram dengan banyak air. Guru menunjukkan dengan lambat agar anak mudah BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 2. July 2024 Kegiatan Practical Life dalam Menanamkan Karakter Disiplin di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya Anak-anak bebas melakukan kegiatan Setiap anak diberikan kebebasan untuk melakukan aktivitas apapun. Langkah-langkah dalam latihan ini terjadi pada saat anak memilih suatu kegiatan dan bebas meniru atau mengulangi setiap langkah yang dijelaskan oleh guru. Pendidik Montessori percaya bahwa tahap ini terjadi selama pembelajaran. Selama bermain bebas, banyak anak berbicara sendiri dengan fokus menyelesaikan setiap langkah, baik itu berurutan atau tidak (Fitri, 2018: 33Ae Berdasarkan data-data penelitian, guru tidak langsung membebaskan anak-anak melakukan kegiatan. Anak-anak bebas melakukan kegiatan setelah semua anak-anak sudah mendapat giliran menyiram tanaman. Jika anak tidak mau mengikuti penjelasan melalui permainan bebas, guru harus terus mengamati aktivitas spontan anak dan mengusulkan latihan lain yang lebih sesuai dengan minat anak saat itu. Guru mempertimbangkan kebebasan kerja setiap anak dan harus menunjukkan di lain waktu dengan menjelaskan setelah menjelaskan bagaimana beberapa bagian latihan dapat ditingkatkan. Guru harus mengulang latihan pada waktu yang berbeda, tetapi sedemikian rupa sehingga anak tidak pernah menyadari dan merasa gagal. (Fitri, 2018: 33Ae. Kemudian dari data penelitian ada beberapa temuan kegiatan practical life yang mencakup keterampilan menjaga lingkungan di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya seperti menanam dan menyiram tanaman, mengumpulkan dan membuang sampah, membersihkan sisa-sisa makanan dan menyapu yang merupakan bagian dari keterampilan menjaga lingkungan saat peneliti melakukan observasi pada hari hari tersebut. Hal tersebut terdapat kesesuaian dengan pendapat Gettman walaupun ada sebagian yang tidak sesuai. Gettman menyatakan Menjaga lingkungan adalah nama beken dari pekerjaan rumah, yaitu tugas-tugas yang kerap disaksikan anak kecil dikerjakan oleh orang dewasa tanpa mengajak anak-anak (Gettman, 2016: . Adapun kegiatan menjaga lingkungan diantaranya: membersihkan debu, menyapu serbuk gergaji, mencuci permukaan meja, memoles perabot, memoles perkakas dari kuningan, menggosok jendela atau kaca, mencuci kain menyiapkan meja, merapikan tempat tidur, mencuci dan mengeringkan piring dan peralatan makan, menutup dan membuka gorden dan tirai, menyiram tanaman dan merangkai bunga di dalam vas. Berdasarkan daftar keterampilan menjaga lingkungan di atas, peneliti menemukan beberapa kesamaan yang diterapkan di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya. Hal tersebut peneliti tuangkan dalam indikator kegiatan practical life yang mencakup keterampilan menjaga lingkungan di dalam lampiran. Berikut uraiannya. Membersihkan debu. Anakanak membersihkan debu di kaca. Menyapu. Anak-anak menyapu lantai ketika selesai snack time dan makan siang. Menggosok jendela atau kaca. Anak-anak menggosok jendela atau kaca dengan kain lap basah. Mencuci kain. Anak-anak mencuci baju atau pakaian lainnya. Menyiapkan meja. Anak-anak membantu menyiapkan meja. Merapikan tempat tidur. Anak-anak diajarkan merapikan alat-alat tidurnya setelah bangun tidur siang di sekolah. Mencuci dan mengeringkan piring dan peralatan makan. Anakanak mencuci piring dan meletakkannya di rak piring. Menyiram tanaman. Anak-anak menyiram tanaman yang ada di sekolah. Kegiatan practical life yang mencakup keterampilan menjaga lingkungan ini tidak ada evaluasi secara khusus, akan tetapi hanya terdapat evaluasi kegiatan practical life secara umum berupa laporan perkembangan harian. Guru mencatat hasil evaluasi melalui pengamatan terhadap anak ketika melaksanakan kegiatan. Gambar laporan perkembangan harian tersebut terlampir. Evaluasi pelaksanaan practical life di TK IT Asy-Syaamil memberikan dampak yang baik sehingga guru bisa lebih mengasah perkembangan anak. Hal ini sejalan dengan pandangan Hani bahwa asesmen adalah seperangkat kegiatan yang ditujukan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan informasi tentang proses dan hasil belajar siswa secara sistematis dan berkesinambungan berkaitan dengan BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 2. July 2024 Fadilah Utami. Ali Iskandar Zulkarnain. Neela Afifah. Aghnaita, & Sri Hidayati tujuan pertumbuhan yang dicapai pada anak usia dini dan tahapan perkembangan diatur melalui kegiatan belajar untuk mengambil keputusan. Penilaian di PAUD dapat dilakukan dengan observasi (Hani, 2019: . Berdasarkan data penelitian yang ditemukan di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya bahwa evaluasi kegiatan practical life berupa laporan harian yang memuat kode perkembangan seperti BB (Belum Berkemban. MB (Mulai Berkemban. BSH (Berkembang Sesuai Harapa. BSB (Berkembang Sangat Bai. yang didapat guru dari hasil observasi saat kegiatan practical life berlangsung. Sementara hasil akhir dari evaluasi practical life tidak tercantum dalam bentuk rapor. Sedangkan menurut Satriyana dan kawan kawan menyatakan bahwa evaluasi merupakan proses menggambarkan, memperoleh atau menghasilkan informasi yang berguna dalam mempertimbangkan suatu keputusan. Proses evaluasi harus berupaya mencocokkan data objektif dari awal hingga akhir pelaksanaan program sebagai dasar evaluasi tujuan program (Satriyana dkk, 2022: 5. Oleh karena itu evaluasi kegiatan practical life di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya belum sesuai dengan teori karena evaluasi yang dilaksanakan hanya berupa evaluasi harian laporan perkembangan anak, yang tidak digambarkan secara keseluruhan sampai akhir penilaian yang dituangkan ke dalam dokumen berbentuk rapor atau jenis lainnya. Pengembangan Diri Pada kegiatan practical life yang mencakup keterampilan pengembangan diri di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya yang terlaksana saat penelitian tidak ada tertuang dalam perencanaan pembelajaran, akan tetapi selalu terlaksana dengan rutin setiap harinya. Hal tersebut tidak sesuai dengan pendapat Lestariningrum yang menyatakan perencanaan pembelajaran didefinisikan sebagai proses pembuatan bahan pembelajaran, menggunakan lingkungan belajar, memanfaatkan metode dan metode pengajaran, dan memperkirakan jumlah waktu yang diperlukan untuk diselesaikan pada titik waktu tertentu untuk mencapai tujuan yang diberikan. Rencana kegiatan pembelajaran dibuat agar guru memiliki bahan atau pun media yang dapat memfasilitasi pembelajaran anak, guru membuat sebelum kegiatan dimulai (Lestariningrum, 2017: . Kegiatan yang dilakukan tanpa adanya perencanaan hanya sebatas rutinitas akan tidak efektif dan efisien, sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sulit tercapai secara Dari data penelitian ada beberapa temuan kegiatan practical life yang mencakup keterampilan pengembangan diri seperti mencuci tangan, anak minum dengan duduk, menghormati dan mematuhi guru, meminta dan mengucapkan tolong ketika kesulitan merupakan bagian dari keterampilan pengembangan diri saat peneliti melakukan observasi pada hari hari tersebut. Hal tersebut juga terdapat kesesuain dengan pendapat Gettman walaupun ada sebagian yang tidak sesuai. Gettman menyatakan pengembangan diri meliputi budi pekerti, yaitu cara seseorang bertindak, sopan santun yang berarti tata cara perilaku sosial, dan perawatan diri yang mencakup berpakaian dan membersihkan diri. Adapun kegiatan pengembangan diri diantaranya: mencuci tangan, muka, dan kaki, mengikat dan menyisir rambut yaitu mengucir dan mengepang rambut . engan tali nilo. , bingkai baju . engancing, mengikat tali sepatu, memasang sabuk, memasang kancing tekan, mengikat simpul dan menarik resletin. , mengikat dasi, menyemir sepatu, menyikat serabut dari pakaian, melipat baju, menggantung pakaian pada kait baju, menggantung pakaian pada gantungan baju, mengatakan AutolongAy dan mengucapkan Auterima kasihAy, mengarahkan perhatian orang sebelum mulai bicara, naik dan turun tangga dengan mahir, memberi jalan pada orang saat berada di depan pintu, meminta izin untuk lewat di ruang yang sempit, memberikan salam pada teman dan orang BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 2. July 2024 Kegiatan Practical Life dalam Menanamkan Karakter Disiplin di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya asing, mempersilahkan tamu untuk duduk dan menawarkan suguhan untuk tamu (Gettman, 2016: 66Ae. Berdasarkan daftar keterampilan pengembangan diri di atas, peneliti menemukan beberapa kesamaan yang diterapkan di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya. Hal tersebut peneliti tuangkan dalam indikator kegiatan practical life yang mencakup keterampilan pengembangan diri di dalam lampiran. Berikut uraiannya. Mencuci tangan, muka, dan Anak-anak melakukannya karena termasuk bagian dari berwudu. Bingkai baju . engancing, mengikat tali sepatu, memasang sabuk, memasang kancing tekan, mengikat simpul dan menarik resletin. Anak-anak melakukannya. Melipat baju. Anak-anak perempuan melipat mukena. Mengatakan AutolongAy dan mengucapkan Auterima kasihAy. Anak-anak melakukannya, terkadang guru juga mengingatkan jika anak lupa. Naik dan turun tangga dengan mahir. Anak-anak melakukannya. Memberi jalan pada orang saat berada di depan pintu. Anak-anak melakukannya. Meminta izin untuk lewat di ruang yang Anak-anak melakukannya, juga mengucapkan permisi ketika lewat. Memberikan salam pada teman dan orang asing. Anak-anak melakukannya. Kegiatan practical life yang mencakup keterampilan pengembangan diri ini juga tidak ada evaluasi secara khusus, akan tetapi hanya terdapat evaluasi kegiatan practical life secara umum berupa laporan perkembangan harian. Guru mencatat hasil evaluasi melalui pengamatan terhadap anak ketika melaksanakan kegiatan. Gambar laporan perkembangan harian tersebut terlampir. Evaluasi pelaksanaan practical life di TK IT Asy-Syaamil juga memberikan dampak yang baik sehingga guru bisa lebih mengasah perkembangan anak. Hal ini sejalan dengan pandangan Hani bahwa asesmen adalah seperangkat kegiatan yang ditujukan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan informasi tentang proses dan hasil belajar siswa secara sistematis dan berkesinambungan berkaitan dengan tujuan pertumbuhan yang dicapai pada anak usia dini dan tahapan perkembangan diatur melalui kegiatan belajar untuk mengambil keputusan. Penilaian di PAUD dapat dilakukan dengan observasi (Hani, 2019: . Berdasarkan data penelitian yang ditemukan di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya bahwa evaluasi kegiatan practical life berupa laporan harian yang memuat kode perkembangan seperti BB (Belum Berkemban. MB (Mulai Berkemban. BSH (Berkembang Sesuai Harapa. BSB (Berkembang Sangat Bai. yang didapat guru dari hasil observasi saat kegiatan practical life berlangsung. Sementara hasil akhir dari evaluasi practical life tidak tercantum dalam bentuk rapor. Sedangkan menurut Satriyana dan kawan kawan menyatakan bahwa evaluasi merupakan proses untuk menggambarkan, memperoleh, atau menghasilkan informasi yang berguna untuk mempertimbangkan suatu keputusan. Proses dari suatu evaluasi yaitu untuk mencoba menyesuaikan data objektif dari awal hingga akhir pelaksanaan program sebagai dasar penilaian terhadap tujuan program (Satriyana dkk, 2022: 5. Oleh karena itu evaluasi kegiatan practical life di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya belum sesuai dengan teori karena evaluasi yang dilaksanakan hanya berupa evaluasi harian laporan perkembangan anak, yang tidak digambarkan secara keseluruhan sampai akhir penilaian yang dituangkan ke dalam dokumen berbentuk rapor atau jenis lainnya. Menanamkan Karakter Disiplin di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya melalui Kegiatan Practical life Berdasarkan data-data penelitian terkait menanamkan karakter disiplin di TK IT AsySyaamil Palangka Raya melalui kegiatan practical life dapat disimpulkan bahwa menanamkan karakter disiplin kepada anak-anak dapat dibentuk dari hal-hal sederhana seperti datang tepat waktu, memakai seragam sesuai hari, dan menaati aturan kegiatan Hal tersebut terdapat kesesuaian dengan pendapat Abidin yang menyatakan bahwa BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 2. July 2024 Fadilah Utami. Ali Iskandar Zulkarnain. Neela Afifah. Aghnaita, & Sri Hidayati karakter disiplin adalah sikap yang dilakukan seseorang untuk mematuhi aturan yang telah Karakter atau sikap disiplin dapat diartikan sebagai salah satu karakter yang baik dan mengantarkan seseorang pada hal-hal yang baik. Jadi, hakikat disiplin adalah kepribadian, tingkah laku, watak dan budi pekerti dalam suatu keadaan seseorang dalam keadaan tertib, teratur dan baik serta tidak ada pelanggaran, langsung maupun tidak langsung (Abidin, 2019: 358Ae. Selain itu, menurut Utami, pembentukan karakter disiplin yang baik harus dilakukan sejak dini dengan cara dan formula pengasuhan yang tepat, disiplin yang terbatas pada anak sangat bermanfaat dalam hal perkembangannya kelak (Utami, 2021: 1. Mendisiplinkan anak memberi mereka pemahaman tentang benar dan salah dan mendorong mereka untuk berperilaku sesuai dengan standar masyarakat (Utami, 2021: 1. Pada kegiatan practical life di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya terdapat karakter disiplin yang didapatkan anak-anak sehari-hari. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Oktamarina dan kawan-kawan yang menyatakan bahwa kegiatan practical life yang menjadi bagian dari pendekatan Montessori tidak hanya dapat dilakukan di rumah namun dapat dijadikan kegiatan pembelajaran di lembaga PAUD yang mengajarkan anak mengenai kecakapan kehidupan sehari-hari. Kegiatan practicle life menekankan pengalaman anak dalam berperilaku disiplin. Anak diminta untuk menaati aturan-aturan yang telah disepakati dan harus menyadari akibat bila tidak disiplin dalam melakukan kegiatan sehari-hari selama di sekolah (Oktamarina dkk, 2020: . Kemudian berdasarkan data penelitian, peneliti mengobservasi data terkait 3 hal dalam Berikut macam-macam disiplin yang peneliti lakukan di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya: Terkait disiplin waktu, peneliti menemukan beberapa perilaku disiplin waktu anak di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya seperti anak datang tepat waktu, mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran pada waktunya . alat dhuha, klasikal membaca surah surah dan hadis, tilawati, snack time, menyiram tanama. mengantri berwudu, mengambil makanan, mencuci tangan. Tetapi tidak dapat dipungkiri ada juga anak yang belum disiplin seperti terlambat masuk sekolah, lambat berbaris karena asyik sendiri, tidak mood datang ke sekolah sehingga terlambat mengikuti kegiatan. Terkait disiplin sikap peneliti menemukan beberapa perilaku disiplin sikap anak-anak di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya seperti patuh, menghormati, mendengarkan, dan memperhatikan guru, memulai dan mengakhiri pembelajaran dengan berdoa, sabar mengantri, mau berbagi, mau membantu teman, bersikap sopan dan tidak membuat gaduh, makan dan minum dengan duduk, dan membuang sampah pada tempatnya. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri anak-anak di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya juga masih ada yang asyik sendiri sehingga tidak mendengarkan guru, berdiri dengan lutut ketika anak yang lain duduk, dan keluar barisan sebelum diinstruksi Terkait disiplin belajar, peneliti menemukan beberapa perilaku disiplin belajar anak di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya seperti belajar mencuci piring setiap hari, mengikuti pembelajaran tilawati dengan sabar karena harus mengantri. AK antusias memakai micropon saat memimpin belajar, anak-anak sungguh sungguh belajar. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri masih ada anak yang belum disiplin seperti menghilang dari barisan setelah mendapat giliran yang harusnya menunggu teman-temannya, keluar barisan saat pembelajaran klasikal. AI yang kesulitan memotong dan menangis, belajar sambil berbicara, menggoyangkan badan, dan melamun. Hal tersebut terdapat kesesuain dengan pendapat menurut Yatun dan kawan-kawan bahwa indikator disiplin meliputi tepat waktu, mampu memprediksi waktu penyelesaian kerja, mengetahui benda dan fungsinya, benda diambil dan dikembalikan pada tempatnya. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 2. July 2024 Kegiatan Practical Life dalam Menanamkan Karakter Disiplin di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya taat pada aturan yang disepakati bersama, bergiliran dengan tertib, mengetahui akibat jika tidak disiplin. Bagi anak usia dini dengan pengaturan pada diri sendiri self regulated anak, membentuk disiplin dengan mengatur waktu dalam aktivitasnya (Yatun dkk, 2021: 2Ae. Hal tersebut juga sesuai dengan pendapat Khairinal dan kawan kawanbahwa indikator-indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui disiplin belajar anak, yaitu: . Disiplin waktu, meliputi: . Tepat waktu dalam belajar, mencakup datang dan pulang sekolah tepat waktu, mulai dan selesai belajar di sekolah tepat waktu dan memulai belajar kembali di rumah, . Hadir di dalam kegiatan pembelajaran, . Menyelesaikan tugas sesuai waktu yang ditetapkan. Disiplin sikap, meliputi: . Patuh terhadap tata tertib sekolah, . Rajin belajar, . Mandiri dalam belajar, . Jujur dan . Tingkah laku yang menyenangkan (Khairinal dkk, 2020: . Berdasarkan data penelitian terkait kegiatan practical life yang ditemukan di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya terbagi menjadi tiga jenis. Yaitu kegiatan practical life yang mencakup keterampilan manipulatif, menjaga lingkungan dan pengembangan diri. Dalam hal tersebut terdapat penanaman karakter disiplin melalui 3 jenis kegiatan practical life di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya seperti uraian berikut ini: Menanamkan karakter disiplin dalam kegiatan practical life yang mencakup keterampilan manipulatif, misalnya pada menggulung karpet sajadah. Hal tersebut menjadi rutinitas anak-anak setelah shalat dhuha. Guru memberikan waktu 1 menit untuk anak-anak menggulung dan menaruhnya. Dari hal tersebut guru dapat melihat respon anak-anak siapa yang cepat, siapa yang antusias menyelesaikan perintah. Dengan pembiasaan tersebut dapat melatih anak-anak disiplin. Menanamkan karakter disiplin dalam kegiatan practical life yang mencakup keterampilan menjaga lingkungan, misalnya mencuci peralatan makan. Setelah makan baik kegiatan snack time ataupun makan siang yang menggunakan peralatan makan anak-anak dibiasakan untuk mencuci. Biasanya selalu diingatkan anak-anak jangan lupa cuci Bahkan juga ada tulisan pengingat untuk anak-anak setelah makan harus mencuci peralatan makan karena terkadang ada satu dua anak yang tiba-tiba hilang tidak tahu piring dan gelasnya milik siapa. Jadi tidak bisa dengan langsung marah kepada anak. Guru juga ikut membantu atau bisa juga meminta bantuan anak yang bersedia mencuci. Besoknya diingatkan lagi dengan memberikan ketegasan dan memberi sanksi. Menanamkan disiplin dalam kegiatan practical life yang mencakup keterampilan pengembangan diri, contohnya pada melipat mukena. Setelah selesai berdoa guru membiasakan anak-anak perempuan untuk melipat mukenanya. Setelah selesai berdoa, bukan selesai sholat. Terkadang ada anak-anak yang setelah selesai langsung melipat Jadi salah satu guru menegur anak. Setelah ditegur anak-anaknya di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya langsung diam dan berdoa. Tetapi namanya juga anak-anak. Jika diberi teguran anak mematuhi sebentar, namun beberapa menit kemudian terulang Pada intinya cara menanamkan kedisiplinan adalah dengan pembiasaan. Awalnya terpaksa dan berat, tetapi lama kelamaan anak akan terbiasa dan disiplin. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Ihsan dan kawan-kawan bahwa tindakan yang dilakukan berulang-ulang pada akhirnya menjadi menetap dan bersifat otomatis, sehingga menjadi suatu kebiasaan dalam diri anak. Maka penanaman disiplin pada anak usia dini harus dilakukan dengan pembiasaan. Adapun indikator pembiasaan yaitu. rutin, tujuannya untuk membiasakan anak melakukan sesuatu dengan baik. spontan, tujuannya untuk memberikan pendidikan secara spontan, terutama dalam membiasakan bersikap sopan santun dan terpuji. keteladanan, bertujuan untuk memberi contoh kepada anak (Ihsani dkk, 2018: . Oleh karena itu menanamkan karakter disiplin melalui kegiatan practical life di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya dapat dikatakan belum berhasil. Karena ada beberapa BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 2. July 2024 Fadilah Utami. Ali Iskandar Zulkarnain. Neela Afifah. Aghnaita, & Sri Hidayati faktor seperti anak terlambat masuk sekolah, lambat berbaris karena asyik sendiri, tidak mood datang ke sekolah sehingga terlambat mengikuti serangkaian kegiatan yang ada di Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian terkait kegiatan practical life di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya dapat disimpulkan bahwa kegiatan practical life mengacu pada tiga keterampilan yaitu, manipulatif, menjaga lingkungan, dan pengembangan diri. Pada kegiatan practical life yang mencakup keterampilan manipulatif, keterampilan menjaga lingkungan, dan keterampilan pengembangan diri dapat terlaksana dengan baik dan rutin, namun hanya keterampilan menjaga lingkungan saja yang tertuang dalam perencanaan. Pada evaluasi kegiatan practical life di TK IT Asy-Syaamil Palangka Raya hanya terdapat penilaian harian yang dibuat dalam bentuk laporan perkembangan yang berisi keterangan kode perkembangan anak-anak seperti BB (Belum Berkemban. MB (Mulai Berkemban. BSH (Berkembang Sesuai Harapa. BSB (Berkembang Sangat Bai. Karakter disiplin yang dapat ditanamkan melalui kegiatan practical life di TK IT AsySyaamil Palangka Raya seperti datang tepat waktu, mengetahui benda dan fungsinya, benda diambil dan dikembalikan pada tempatnya, taat pada aturan yang disepakati bersama, bergiliran dengan tertib dan mengetahui akibat jika tidak disiplin, sedangkan yang tidak terlaksana seperti mampu memprediksi waktu penyelesaian kerja. Referensi