Moderasi : Journal of Islamic Studies | Page : 567-584 Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | e-ISSN/p-ISSN : 2809-2872/2809-2880 Analisis Perbandingan Makna Balaghiyyah Antara Kamus Al-MaAoani dan Google Gemini dalam Terjemahan SyaAoir Ibnu Rumi 1Fitma Nailurrahmi, 2Hilma Auliya Fauziyatullah, 3Sulis Samrotul Fuadah, 4Akmaliyah 1,2,3,4Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Email: *1nailurrahmifitma@gmail. com, 2hilmaauliya01@gmail. 3sulissfuadah@gmail. com, 4akmaliyah@uinsgd. Submit : 01/09/2025 | Review : 01/10/2025 s. d 01/11/2025 | Publish : 08/12/2025 ABSTRACT This study aims to analyze the comparative results of translating balaghiyyah meanings in Ibn al-Rumi elegiac poem using the traditional Al-MaAoani dictionary and Google Gemini. Employing a qualitative descriptivecomparative approach, the study uses six selected verses of Ibn al-Rumi poem and their translated outputs as the primary data. The findings reveal that the Al-MaAoani dictionary is superior in presenting deeper connotative meanings and the aesthetic values of classical Arabic, as it is grounded in lexical analysis and contextual Conversely. Google Gemini excels in efficiency and syntactic clarity but tends to produce literal translations that fail to capture the rhetorical and symbolic nuances. Thus, the study concludes that traditional dictionary-based translation remains more effective in preserving the balaghiyyah meaning of Arabic literary texts, while AI-based translation still requires further development to better comprehend figurative and expressive meanings. Keywords: Balaghiyyah. Google Gemini. Al-MaAoani Dictionary. Translation PENDAHULUAN Dalam praktiknya, penerjemahan bukan hanya soal alih bahasa, melainkan juga proses negoisasi makna yang melibatkan berbagai komponen kebahasaan. Tantangan penerjemahan sering kali muncul ketika penerjemah harus menjaga keseimbangan antara ketepatan leksikal, keutuhan struktur gramatikal, relevansi konteks, dan kesetiaan terhadap nilai budaya serta keindahan bahasa sumber. Ketika salah satu komponen tersebut diabaikan, hasil terjemhan berisiko kehilangan makna sebenarnya, baik secara semantik maupun estetis. Dalam komteks bahasa Arab klasik, persoalan ini menjadi semakin kompleks karena makna sering bergantung (Fitma Nailurrahmi. Hilma Auliya Fauziyatullah. Sulis Samrotul Fuadah. Akmaliya. Analisis Perbandingan Makna Balaghiyyah antara Kamus Al-MaAoani dan Google Gemini dalam terjemahan SyaAoir Ibnu Rumi pada akar kata . , struktur kalimat yang fleksibel, serta nuansa balaghiyyah yang sarat simbol dan perasaan. Dengan demikian, problem utama dalam penerjemahan sastra Arab bukan terletak pada keterbatasan bahasa semata, melainkan pada bagaimana menejemahkan Auteks jiwaAy agar tetap hidup dalam bahasa sasaran tanpa kehilangan maknanya. (Syam et al. , 2. Penerjemahan teks sastra Arab klasik menuntut lebih dari sekadar ketepatan leksikal karena di dalamnya terdapat unsur keindahan bahasa dan kedalaman makna yang tidak dapat diwakilkan secara literal. Karya penyair seperti Ibnu Rumi sarat dengan simbol, majas, dan emosi yang membentuk makna balaghiyyah atau makna retoris yang tinggi. Namun, perkembangan teknologi kecerdasan buatan seperti Google Gemini kini menghadirkan alternatif baru dalam penerjemahan teks Arab. Meskipun cepat dan efisien, hasil penerjemahan berbasis AI kerap menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana sistem tersebut dapat menangkap makna figuratif dan estetika yang melekat dalam teks sastra Arab klasik. Dikarenakan mesin penerjemah berbasis AI masih cenderung literal dan kurang memperhatikan konteks emosional dan budaya. (Susiawati, 2. Beberapa teknologi AI dan penerjemahan teks Arab. Penelitian Gunawan (Gunawan, 2. dalam jurnal Al-TaAodib menyoroti pentingnya peran Kamus tradisional dalam membantu penerjemahan, karena Kamus seperti Al-MaAoani menyingkap lapisan makna berdasarkan akar kata . dan konteks Begitu pula dengan Siregar . dalam jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, yang menjelaskan bahwa AI masih kesulitan memahami makna konotatif dan simbolik bahasa Arab yang kompleks. Berdasarkan pemaparan tersebut, dapat diketahui bahwa penelitianpenelitian sebelumnya masih terfokus pada keunggulan salah satu pendekatan saja, dan belum ada kajian yang membandingkan keduanya secara langsung terhadap teks sastra Arab klasik. Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 568 (Fitma Nailurrahmi. Hilma Auliya Fauziyatullah. Sulis Samrotul Fuadah. Akmaliya. Analisis Perbandingan Makna Balaghiyyah antara Kamus Al-MaAoani dan Google Gemini dalam terjemahan SyaAoir Ibnu Rumi Dari berbagai kajian terdahulu, tampak adanya kesenjangan penelitian . esearch ga. dalam mengkaji sejauh mana hasil terjemahan AI dapat dibandingkan dengan Kamus tradisional. Penelitian yang ada lebih banyak menyoroti penerapan AI dalam konteks penerjemahan teks umum, bukan sastra, padahal dalam teks sastra seperti syaAoir Ibnu Rumi, makna balaghiyyah yang mengandung kiasan dan simbol menjadi aspek utama yang menentukan keindahan dan kekuatan ekspresif. Sementara kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan dua pendekatan yang jarang disatukan dalam penelitian sebelumnya, yaitu pendekatan linguistik tradisional melalui Kamus Al-MaAoani dan pendekatan teknologi modern melalui Google Gemini. Oleh sebab itu, penelitian ini hadir untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis dan membandingkan hasil terjemahan kecerdasan buatan AI yaitu Google Gemini dan Kamus tradisional yaitu Al-MaAoani dalam menangkap makna balaghiyyah yang terkandung dalam teks sastra Arab klasik. METODE PENELITIAN Penelitian komparatif, karena berupaya menggambarkan dan membandingkan hasil terjemahan dua sistem penerjemahan, yakni Kamus tradisional Al-MaAoani dan kecerdasan buatan Google Gemini. Jenis data dalam penelitian ini adalah data linguistik kualitatif, berupa teks terjemahan bahasa Arab dan bahasa Indonesia dari enam bait syaAoir ratapan karya ibnu Rumi. Sumber data penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu sumber data primer dan Sumber data primer terdiri atas enam bait syaAoir ratapan Ibnu Rumi yang dianalisis bersama hasil terjemahannya menggunakan Kamus Al-MaAoani dan Google Gemini, sementara data sekunder mencakup literatur ilmiah berupa buku, jurnal, serta artikel yang relevan dengan kajian dilalah wa tarjamah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga tahap utama: . mengumpulkan teks syaAoir Ibnu Rumi dari naskah yang telah diterbitkan. menerjemahkan setiap bait menggunakan dua metode, yakni dengan Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 569 (Fitma Nailurrahmi. Hilma Auliya Fauziyatullah. Sulis Samrotul Fuadah. Akmaliya. Analisis Perbandingan Makna Balaghiyyah antara Kamus Al-MaAoani dan Google Gemini dalam terjemahan SyaAoir Ibnu Rumi bantuan Kamus Al-MaAoani dan Google Gemini. mendokumentasikan hasil terjemahan ke dalam tabel perbandingan. Adapun teknik analisis data menggunakan model analisis deskriptif komparatif dengan tiga langkah Pertama, identifikasi makna dengan menguraikan bentuk makna balaghiyyah dalam teks asli. Kedua, analisis perbandingan terjemahan, yakni membandingkan hasil terjemahan Kamus dan AI. Ketiga, evaluasi kualitas makna, yaitu menilai kelebihan dan kelemahan masing-masing metode penerjemahan berdasarkan ketepatan semantik dan keindahan gaya bahasa. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Penerjemahan Makna Balaghiyyah dalam SyaAoir Ibnu Rumi dalam Kamus Al-MaAoani dan Google Gemini SyaAoir ratapan karya Ibnu Rumi yang menjadi objek penelitian ini merupakan salah satu karya paling emosional dalam khazanah sastra Arab SyaAoir tersebut ditulis ketika penyair kehilangan putranya, dan menjadi bentuk ekspresi kesedihan yang mendalam. Dalam setiap baitnya. Ibnu Rumi penggunaan istiAoarah, tasybih, kinayah, maupun mubalaghah. Analisis dalam penelitian ini difokuskan pada enam bait utama yang mencerminkan makna emosional dan simbolik duka mendalam yang dirasakan oleh Ibnu Rumi. Setiap bait dibandingkan hasil terjemahannya menggunakan Kamus tradisional (Kamus Al-MaAoan. dengan kecerdasan buatan AI yaitu Google Gemini. Adapun enam bait syair Ibnu Rumi sebagai AIIA Ae IA AA IA A I IO ECA AAEEN EOA AI IA Aa IA ca # AO A e IOOA AII EOA AOOA Terjemahan Google Gemini Terjemahan Kamus Al-MaAoani Kematian telah memilih yang terbaik dari anak-anakku. Maka demi Allah, betapa ia memilih permata yang paling tengah dari kalung itu. Kematian telah menembus anakku yang paling tengah. Demi Allah, betapa menakjubkan bagaimana ia memilih permata tengah kalung itu? )1( Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 570 (Fitma Nailurrahmi. Hilma Auliya Fauziyatullah. Sulis Samrotul Fuadah. Akmaliya. Analisis Perbandingan Makna Balaghiyyah antara Kamus Al-MaAoani dan Google Gemini dalam terjemahan SyaAoir Ibnu Rumi U AO EO aCA ACO EO aA e AE IO IOA AA IO IA a A) IA2( ca AONA # AI aNA Terjemahan Google Gemini Terjemahan Kamus Al-MaAoani Kehancuran menyembunyikannya dariku, sehingga tempat ziarahnya menjadi: jauh dalam kedekatan, dekat dalam kejauhan. Kematian telah menutupi dirinya dariku, maka tempat peristirahatannya menjadi jauh meski dekat, dan dekat meski jauh. AeIA Aa IA AEIE I EI I eI IO eA AOE IAA AIA e AIA AEIO IO IA A) IEC IA3( # AONA A AONA Terjemahan Google Gemini Terjemahan Kamus Al-MaAoani Sungguh, kematian telah menunaikan ancamannya padanya, dan harapanharapan telah mengingkari apa yang Sungguh, kematian telah menepati ancamannya kepadanya, dan harapan telah mengingkari segala janji yang telah diangan-angankan. e AA eA I EOA AI IA a AuEOA AII a IA AEOA AI I IA a ca ca )4( AE EON EI eA O ENA Terjemahan Google Gemini Terjemahan Kamus Al-MaAoani Pendarahan itu terus mendesaknya hingga mengubahnya, dari kemerahan bunga mawar menjadi kekuningan zaAofaran. Darah terus mengalir darinya hingga mengubah warna tubuhnya dari merah mawar menjadi kuning bagai zaAofaran. AIA AI a IA AIA AC a s II I sI E a eC sA a AIA A) IA IA5( U AA # AIAA AIA CA AIIA AEEA AOA Terjemahan Google Gemini Terjemahan Kamus Al-MaAoani Oh, betapa menakjubkannya jiwa . yang jiwanya berjatuhan, seperti berjatuhannya Mutiara dari untaian yang tidak terikat. Wahai menjatuhkan napas demi napas, seperti butir-butir mutiara yang berjatuhan dari untaian tanpa ikatan. AIA a A I eN I EI eN u eA AIA IEI IO eI IA A acI AO EEA AIA AIA a AI IA A) EC C acE I eO II E eN OEE e E e aNA6( Terjemahan Google Gemini Terjemahan Kamus Al-MaAoani Sungguh singkat masa tinggal antara ayunan dan liang lahat sehingga ia belum lupa masa ayunan ketika dimasukkan ke liang Sungguh singkat masa antara buaian dan kubur. ia belum sempat melupakan masa buaian ketika telah dibaringkan di kuburnya. Berdasarkan hasil terjemahan pada enam bait syaAoir Ibnu Rumi, ditemukan sejumlah perbedaan mendasar antara terjemahan Kamus AlMaAoani dan Google Gemini, baik dari segi ketepatan makna balaghiyyah Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 571 (Fitma Nailurrahmi. Hilma Auliya Fauziyatullah. Sulis Samrotul Fuadah. Akmaliya. Analisis Perbandingan Makna Balaghiyyah antara Kamus Al-MaAoani dan Google Gemini dalam terjemahan SyaAoir Ibnu Rumi maupun kemampuan menangkap unsur kiasan dan simbolik dalam teks. Perbandingan tersebut dirangkum dalam tabel temuan berikut untuk menunjukkan pola kecenderungan masing-masing metode penerjemahan dalam menangkap makna denotatif maupun makna konotatif: Aspek Analisis Makna literal . Makna majAziyyah . Makna emosional Estetika bahasa Keindahan retoris . Kamus Al-MaAoani Google Gemini Sangat akurat, berdasarkan akar kata dan konteks Kuat, mendukung pembacaan retoris. Terasa melalui simbol dan asosiasi makna. Menampilkan keindahan metafora klasik. Terjaga . asybih, jinas, istiAoarah tampa. Akurat dan kontekstual, tetapi masih datar secara Terbatas. menafsirkan literal. Netral dan modern, kehilangan kedalaman rasa. Menyederhanakan struktur demi keterbacaan. Berkurang karena penyederhanaan kalimat. Perbandingan Hasil Penerjemahan Makna Balaghiyyah antara Kamus Al-MaAoani dan Google Gemini terhadap SyaAoir Ibnu Rumi Bait Pertama Bait pertama ini menggunakan frasa AuA AyO ECAyang merupakan istiAoarah tamtsiliyyah . etafora perumpamaa. , di mana anak diibaratkan sebagai permata di tengah kalung, melambangkan keindahan dan nilai Kamus Al-MaAoani mempertahankan makna retoris dari frasa tersebut sebagai Aupermata tengah kalungAy. Sementara itu. Gemini cenderung menerjemahkannya menjadi penjelasan literal yang bertujuan menjelaskan makna secara rasional, tetapi menghapus unsur keindahan simbolik yang menjadi ciri khas balaghiyyah. Pergeseran ini menunjukkan bahwa Kamus lebih kuat dalam menjaga bentuk dan nilai sastra, sementara Gemini cenderung fungsional dalam penyampaian arti. Bait Kedua Bait kedua ini menampilkan tibaq . dalam frasa Au AOU EOA A COU EO aA s A AyCaAyang menggambarkan paradoks antara kedekatan batin . dan jarak fisik. Gemini cukup akurat dalam menyalin struktur dan irama paralel, tetapi makna metaforis tentang Aukedekatan spiritualAy tidak Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 572 (Fitma Nailurrahmi. Hilma Auliya Fauziyatullah. Sulis Samrotul Fuadah. Akmaliya. Analisis Perbandingan Makna Balaghiyyah antara Kamus Al-MaAoani dan Google Gemini dalam terjemahan SyaAoir Ibnu Rumi sepenuhnya tertangkap. Kamus Al-MaAoani membantu memahami ar-radaAo bukan sekadar AukehancuranAy, tetapi kematian ataupun sinonim dari maut yang bermakna takdir dan keterputusan. Gemini memilih diksi AukehancuranAy untuk kata AE aOA ca , yang memperlihatkan makna destruktif dan konkret, sementara Kamus Al-MaAoani menerjemahkan sebagai AukematianAy atau Autakdir mautAy, mempertahankan makna abstrak yang lebih dekat dengan konsep qadar dalam budaya Arab. Dari sisi emosional. Gemini menonjolkan peristiwa fisik . , sementara Al-MaAoani lebih menyentuh makna spiritual . erpisahan dengan takdi. , menunjukkan bahwa sistem AI belum memahami lapisan semantik religius dalam istilah klasik Arab. Bait Ketiga e A AyI aAmerupakan bentuk istiAoarah Penggunaan AuA AON EIIaO OONaA tashrihiyyah . , di mana kematian digambarkan seperti makhluk yang menepati janji/ancaman. Gemini menerjemahkan secara struktural dan koheren, namun kehilangan efek personifikasi retoris. Kamus Al-MaAoani melalui akar kata waAoada dan waAoid membuka dua lapisan makna: janji dan ancaman. Hal ini menguatkan dualitas Aujanji dan ancamanAy sebagai kontrol emosional dan membantu memahami bahwa kematian bertindak seperti makhluk yang menepati janji. Gemini menerjemahkan A EIIaOAmenjadi AukematianAy tanpa menyertakan nuansa ancaman (A)OOA, sehingga kehilangan efek istiAoarah yang menunjukkan kematian sebagai makhluk yang menepati janji. Dengan demikian. Kamus menampilkan ketegangan emosional antara Auharapan dan mautAy, sedangkan Gemini hanya menyajikan makna denotatif. Bait Keempat Bait ini memanfaatkan tasybih tamtsili, di mana perubahan warna tubuh diibaratkan peralihan dari humrah al-ward . erah mawa. ke sufrah al-jadiy . uning zaAofara. Gemini berhasil menjaga unsur visual, namun kehilangan kesan emosional dari perubahan itu . ransisi hidup-mat. Gemini mengutamakan kejelasan visual dengan menerjemahkan tanpa Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 573 (Fitma Nailurrahmi. Hilma Auliya Fauziyatullah. Sulis Samrotul Fuadah. Akmaliya. Analisis Perbandingan Makna Balaghiyyah antara Kamus Al-MaAoani dan Google Gemini dalam terjemahan SyaAoir Ibnu Rumi keterangan makna simboliknya. Kamus Al-MaAoani menafsirkan AuAAyEOA sebagai warna kuning zaAofaran yang melambangkan kerapuhan dan kehilangan cahaya kehidupan. Dengan kata lain. Kamus Al-MaAoani AEOA sebagai kuning za'faran yang melambangkan kerapuhan hidup, sehingga Kamus justru mengembalikan makna warna itu pada aspek maknawi, yakni perubahan dari kehidupan menuju kematian. Gemini berhasil menjaga keutuhan deskriptif . ictorial meanin. , tetapi kehilangan emotional depth dari perumpamaan tasybih. Bait Kelima Ungkapan a A II IA a aA AyaCAmengandung istiAoarah AuA eC sA a aA sI EA s AA makniyyah . etafora implisi. : anak-anak yang meninggal diibaratkan Mutiara yang berjatuhan dari kalung. Gemini menangkap visualisasi Aumutiara jatuhAy, tetapi tidak membaca simbol kesedihan dan kehilangan nilai Kamus Al-MaAoani memberi makna konotatif: durr berarti Auanak-anak atau sesuatu yang berhargaAy, sehingga tetap menyimpan nilai simbolik keluarga yang terurai. Dengan demikian. Kamus Al-MaAoani memungkinkan interpretasi figuratif yang lebih dalam karena menampilkan asosiasi antara durr (Mutiara/anak-anak yang berharg. dan nizam . katan kasi. Gemini menerjemahkan ungkapan tersebut secara langsung menjadi AuMutiara yang jatuh dari untaian yang tidak terikatAy, tanpa menangkap nilai istiAoarah Perbedaan ini memperlihatkan bahwa Gemini lebih kuat secara literal, sedangkan Kamus unggul dalam penafsiran figuratif. Bait Keenam Bait terakhir ini menampilkan jinas . antara dua kata yang mirip bunyi namun berlawanan makna: A( EINAbuaian/lahi. dan AEEA . iang kubur/mat. Gemini menerjemahkan dengan tepat secara literal, namun kehilangan bunyi . yang menegaskan kefanaan. Kamus AlMaAoani menjelaskan mahd sebagai buaian dan lahd sebagai liang kubur, memperjelas kontras perjalanan hidup dan menampilkan keduanya secara eksplisit sehingga ritme bahasa Arab klasik tetap terasa. Gemini Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 574 (Fitma Nailurrahmi. Hilma Auliya Fauziyatullah. Sulis Samrotul Fuadah. Akmaliya. Analisis Perbandingan Makna Balaghiyyah antara Kamus Al-MaAoani dan Google Gemini dalam terjemahan SyaAoir Ibnu Rumi menyajikan terjemahan yang lancar dan alami: Auantara ayunan dan liang lahatAy, namun kehilangan efek musikal dan estetik dari jinas . ermainan buny. antara mahd dan lahd. Di sisi makna. Gemini cenderung menekankan temporalitas . asa yang singka. , sedangkan Kamus lebih menonjolkan filosofi kematian dan kefanaan manusia. Kelebihan dan Kelemahan Google Gemini dan Kamus Al-MaAoani dalam Menangkap Makna Balaghiyyah pada Teks SyaAoir Ibnu Rumi Hasil analisis makna balaghiyyah dalam terjemahan syaAoir Ibnu Rumi memperlihatkan bahwa baik Kamus Al-MaAoani maupun Google Gemini memiliki peran penting, namun memiliki kecenderungan yang berbeda dalam menafsirkan makna retoris teks. Perbedaan ini menunjukkan bahwa setiap metode memiliki keunggulan dan keterbatasan sendiri dalam memahami dan mengalihkan makna balaghiyyah yang terkandung dalam teks syaAoir Ibnu Rumi. Kamus Al-MaAoani memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut: Memberikan makna yang mendalam dan kontekstual, karena berbasis pada akar kata . dan turunan semantiknya. Mampu mengungkap makna majaziyyah dan balaghiyyah yang bersifat simbolik atau emosional, sehingga cocok untuk teks sastra klasik. Menunjukkan nuansa spiritual dan kultural Arab, karena bersumber dari Kamus klasik seperti Al-MaAoani. Lisan al-AoArab, atau AlAoMuAojam al-Wasit. Menghadirkan fleksibilitas tafsir, sehingga pembaca bisa memahami kedalaman emosi dan nilai estetika bahasa penyair. Adapun kelemahan Kamus Al-MaAoani yang ditemukan diantaranya: Memerlukan pemahamana linguistik untuk menafsirkan hasilnya, karena makna kata sering memiliki banyak cabang. Tidak selalu menyediakan konteks kalimat, sehingga pengguna harus melakukan interpretasi manual terhadap struktur dan maksud penyair. Kurang praktis untuk penggunaan cepat, terutama bagi peneliti pemula. Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 575 (Fitma Nailurrahmi. Hilma Auliya Fauziyatullah. Sulis Samrotul Fuadah. Akmaliya. Analisis Perbandingan Makna Balaghiyyah antara Kamus Al-MaAoani dan Google Gemini dalam terjemahan SyaAoir Ibnu Rumi Bersamaan dengan itu. Google Gemini juga memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan dalam menangkap makna balaghiyyah dalam syair Ibnu Rumi, diantara kelebihannya yaitu: Mampu memberikan terjemahan yang cepat dan efisien, dengan struktur sintaksis yang mudah difahami. Memiliki kemampuan pengenalan konteks umum sehingga hasilnya natural dalam bahasa sasaran (Indonesi. Dapat digunakan sebagai alat bantu awal dalam proses penerjemahan, terutama untuk memahami makna literal teks. Sementara kelemahan dari Google Gemini diantaranya sebagai . Cenderung menangkap makna secara literal, sehingga aspek balaghiyyah seperti istiAoarah, tasybih, dan kinayah sering kali hilang. Belum memiliki sensitivitas estetika dan emosional, terutama dalam teks yang memuat nilai budaya dan keagamaan. Kadang menghasilkan penerjemahan yang datar tanpa memperhatikan simbolisme khas bahasa Arab klasik. PEMBAHASAN Makna balaghiyyah dalam karya sastra Arab klasik merupakan representasi dari keindahan bahasa dan kekuatan ekspresi yang menggabungkan aspek estetik, logika, dan emosi. Dalam konteks penerjemahan, balaghah tidak sekadar menyampaikan isi pesan, tetapi juga menuntut kemampuan menangkap pesan tersirat melalui gaya bahasa, tasybih, istiAoarah, dan kinayah. Penerjemahan teks sastra Arab menuntut pemahaman terhadap konteks budaya dan keindahan retoris, bukan hanya kemampuan mentransfer makna secara linguistik semata. Hal ini penting karena menunjukkan sejauh mana sistem penerjemahan mampu mengungkap makna kias dan rasa bahasa Arab yang mendalam. (Afriani. Secara garis besar, hasil perbandingan terjemahan ini menunjukkan adanya dua pendekatan yang berbeda: satu adalah Kecerdasan Buatan Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 576 (Fitma Nailurrahmi. Hilma Auliya Fauziyatullah. Sulis Samrotul Fuadah. Akmaliya. Analisis Perbandingan Makna Balaghiyyah antara Kamus Al-MaAoani dan Google Gemini dalam terjemahan SyaAoir Ibnu Rumi (AI) seperti Gemini yang unggul dalam kecepatan dan makna harfiah yang jelas, dan pendekatan lainnya adalah Kamus Al-MaAoani yang kuat dalam kepekaan sastra, emosi, dan nilai-nilai budaya. AI memang cepat dan hasilnya mudah dibaca, bahkan lebih baik dari AI sejenis dalam akurasi kata per kata. Namun. Kamus Al-MaAoani unggul saat berhadapan dengan teks sya'ir yang butuh penafsiran mendalam. AI cenderung mengutamakan makna dasar . , padahal keindahan syaAoir klasik seringkali terletak pada makna tersirat . (Majid et al. , 2. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Kamus Al-MaAoani lebih mampu menampilkan lapisan makna kias dan estetika yang khas dari bahasa Arab klasik dibandingkan dengan Google Gemini. Hal ini sesuai dengan pendapat Gunawan dalam artikelnya AuPeran Kamus dalam Memahami Makna Leksikal Bahasa Arab (Jurnal Al-TaAodi. Ay, yang menegaskan bahwa Kamus tradisional memiliki kekuatan dalam menjaga orisinalitas makna kata karena didasarkan pada akar kata . dan perkembangan semantik historisnya. Dalam konteks ini. Kamus Al-MaAoani berfungsi bukan hanya sebagai alat penerjemah, tetapi juga sebagai instrumen tafsir makna . afsir lughaw. yang memungkinkan pembaca menangkap nilai simbolik dan emosi tersirat dalam teks. (Gunawan, 2. Sementara itu, hasil terjemahan Google Gemini menunjukkan kecenderungan pada pendekatan machine translation yang lebih literal. Penerjemahan berbasis kecerdasan buatan (AI) umumnya bekerja dengan prinsip kesepadanan statistik dan sintaksis, sehingga kesulitan mengenali makna kiasan atau ekspresi sastra yang melibatkan konteks emosional dan Hal Putri AuPerbandingan Antara Google Translate dan Artifical Intelligence dalam Menerjemahkan dari Bahasa Arab ke Bahasa IndonesiaAy, yang menyatakan bahwa model penerjemahan berbasis AI sering kehilangan nuansa balaghiyyah karena fokus pada kesetaraan struktur, bukan keindahan (Putri, 2. Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 577 (Fitma Nailurrahmi. Hilma Auliya Fauziyatullah. Sulis Samrotul Fuadah. Akmaliya. Analisis Perbandingan Makna Balaghiyyah antara Kamus Al-MaAoani dan Google Gemini dalam terjemahan SyaAoir Ibnu Rumi Jika dibandingkan dari segi ketepatan makna. Kamus Al-MaAoani menampilkan hasil yang lebih dekat dengan konsep dilalah lughawiyyah dan majaziyyah. Dilalah lughawiyah merujuk pada makna dasar yang sesuai dengan konteks bahasa sumber, sedangkan dilalah majaziyyah mengandung perluasan makna melalui kiasan atau perumpamaan. Pemahaman terhadap dilalah ini penting dalam menerjemahkan teks sastra Arab karena memungkinkan penafsir untuk membedakan antara makna literal dan makna figuratif. Dalam konteks penelitian ini. Kamus Al-MaAoani memberikan fleksibilitas makna yang lebih tinggi, sementara Gemini hanya menangkap makna denotatif yang tampak di permukaan. Dari sudut pandang teori penerjemahan. Afriani dalam artikelnya AuKualitas Terjemahan Idiom dan Technical Terminolgy dengan Google TranslateAy menegaskan bahwa AI translation berkerja berdasarkan neural machine translation (NMT) yang menekankan efisiensi dan keseragaman. Namun. NMT cenderung mengabaikan konteks sastra yang bersifat Hal ini menjelaskan mengapa hasil Gemini dalam menerjemahkan bait-bait Ibnu Rumi tampak jelas secara gramatikal, tetapi kurang mampu mennagkap nilai rasa dan irama emosionalnya. Dengan demikian, perbedaan ini menunjukkan bahwa AI translator masih belum dapat meniru intuisi linguistik manusia dalam memahami lapisan makna estetis. (Afriani. Secara teoretis. Kamus Al-MaAoani dianggap lebih unggul karena menggunakan konsep tasrif maAonawi dan tafsir isytiqaqi, yaitu menganalisis makna dari akar kata dan konteks aslinya. Metode tradisional ini membantu penerjemah memahami hubungan antar kata untuk menangkap makna tersirat dalam syaAoir, seperti penafsiran ar-radaAo (Bait Kedu. yang lebih tepat sebagai "takdir maut" daripada sekadar "kehancuran". Sementara itu, sistem AI bekerja berdasarkan algoritma yang belum sepenuhnya memahami sistem morfologi bahasa Arab yang sangat kompleks, terutama pada teks berirama, sehingga sering terjadi kesalahan tata bahasa dan struktur kata. (Sujefri et al. , 2. Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 578 (Fitma Nailurrahmi. Hilma Auliya Fauziyatullah. Sulis Samrotul Fuadah. Akmaliya. Analisis Perbandingan Makna Balaghiyyah antara Kamus Al-MaAoani dan Google Gemini dalam terjemahan SyaAoir Ibnu Rumi Hasil penelitian Wahdah . juga memperkuat bahwa AI memiliki penggunaannya pada teks sastra masih memerlukan pengawasan Mereka menekankan perlunya integrasi antara mashine learning dan human post editing agar hasil terjemahan tetap akurat sekaligus indah. Hal serupa dinyatakan oleh Putri . dalam Jurnal Bahasa dan Sastra Arab, yang menguraikan bahwa penerjemahan karya sastra Arab membutuhkan kepekaan terhadap makna estetika yang tidak bisa diajarkan kepada mesin. Maka. AI dapat berperan sebagai alat bantu awal, sedangkan penafsir manusia tetap menjadi kunci dalam mempertahankan nilai balaghiyyah teks. Dalam perbandingan dengan AI sejenis. Gemini menunjukkan performa yang cukup baik, bahkan sedikit lebih unggul dalam efisiensi awal dibandingkan kompetitor seperti ChatGPT. Namun, tantangan besar bagi Gemini tetap muncul saat berhadapan dengan diksi yang punya nilai simbolik tinggi, seperti pada Bait Keempat (AA eA a EOA a ). Di sini. AI hanya melihat za'faran sebagai "warna kuning", sementara Kamus Al-MaAoani menafsirkannya sebagai simbol "kerapuhan hidup". Ini menegaskan bahwa perbaikan pada AI ke depan harus fokus pada peningkatan kedalaman (Nurullawasepa et al. , 2. Dalam studi Setyawan dkk. misalnya, ditemukan bahwa model AI generatif mampu menangkap makna idiomatik, struktur retoris, serta menghasilkan interpretasi makna yang tidak sekadar bersifat leksikal. Hal ini sejalan dengan temuan penelitian ini, di mana Google Gemini menunjukkan kecenderungan memberikan makna balAghiyyah yang lebih dekat dengan maksud syair, terutama ketika berhadapan dengan metafora, kinAyah, dan bentuk ekspresi emosional khas Ibnu Rumi. Perbedaan pendekatan ini memperlihatkan bahwa AI bekerja bukan hanya pada tingkat padanan kata, tetapi pada tingkat rekonstruksi makna, sesuatu yang tidak terjadi pada Kamus Al-MaAoani. Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 579 (Fitma Nailurrahmi. Hilma Auliya Fauziyatullah. Sulis Samrotul Fuadah. Akmaliya. Analisis Perbandingan Makna Balaghiyyah antara Kamus Al-MaAoani dan Google Gemini dalam terjemahan SyaAoir Ibnu Rumi Inti masalah dalam penerjemahan sya'ir adalah menjaga balaghiyyah . etorika keindaha. , khususnya pada majas tasybih . Saat penyair membandingkan (Bait Keempa. perubahan warna dari merah mawar ke kuning zaAofaran, maknanya adalah pendarahan yang membawa pada kondisi fisik yang memburuk menuju kematian. Jika AI hanya fokus pada terjemahan warna literal, maka makna emosional dan filosofis dari perumpamaan tersebut akan hilang. Karena itu, penerjemahan karya sastra Arab butuh kepekaan terhadap makna estetika yang belum dapat diprogram sepenuhnya, dan Kamus menjadi alat utama untuk menjaga keutuhan makna tersebut. (Rachmayanti et al. , 2. Selain itu. Majid dan Akmaliyah . dalam Jurnal Ihtimam yang membandingkan ChatGPT dan Gemini juga menemukan bahwa Gemini unggul dalam kecepatan dan kejelasan struktur kalimat, namun seringkali menampilkan hasil yang datar secara semantik. Hasil penelitian tesebut mengonfirmasi kecenderungan yang sama dalam studi ini, di mana Gemini lebih menekankan pada keterbacaan . , sedangkan Kamus AlMaAoani lebih berfokus pada kedalaman semantik dan makna simbolik. Maka, dapat disimpulkan bahwa kemampuan AI masih terbatas dalam mengolah teks sastra yang menuntut pemahaman estetika dan emosi. Meski AI terbukti lebih adaptif, berbagai penelitian tetap mencatat dalam teks sastra, mesin AI overgeneralization terhadap struktur metaforis, sehingga makna emosional kadang melemah meskipun konteksnya berhasil dipahami. Hal ini juga tampak dalam beberapa bait Ibnu Rumi dalam penelitian ini, di mana Google Gemini memahami konteks emosional syair, tetapi tidak selalu tepat dalam memilih diksi Arab yang memiliki kekayaan estetis dan beban makna sebagaimana digunakan penyair Arab klasik. Dengan demikian, meski AI kuat secara semantik, akan tetapi acap kali masih kurang pada aspek iAojaz (Saimin et al. , 2. Kelemahan utama Gemini dalam menerjemahkan sya'ir klasik adalah kesulitan memahami estetika dan nuansa emosional. Contohnya ada pada Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 580 (Fitma Nailurrahmi. Hilma Auliya Fauziyatullah. Sulis Samrotul Fuadah. Akmaliya. Analisis Perbandingan Makna Balaghiyyah antara Kamus Al-MaAoani dan Google Gemini dalam terjemahan SyaAoir Ibnu Rumi a A ) aOAdan Bait Kelima (A saA a aA)aCA, di mana AI kurang Bait Pertama (Aa ECA mempertahankan istiAoarah . yang sangat kuat. Perumpamaan figuratif tentang "permata tengah kalung" atau "mutiara berharga" diubah AI menjadi penjelasan yang terlalu lurus dan literal. Ini membuktikan, meskipun AI efisien memproses data bahasa yang sangat besar, teks sastra yang kaya nuansa seperti sya'ir tetap butuh koreksi dan sentuhan manusia agar makna aslinya tidak hilang. (Susiawati, 2. Selain makna kiasan. AI juga kesulitan memindahkan efek musikal dan ritmis, seperti yang ada pada Bait Kedua . ibaq / pertentanga. dan Bait Keenam . inas / persamaan buny. Jinas antara A( E aI eNAbuaia. dan AEEaA . iang kubu. menciptakan irama yang memperkuat kontras antara awal dan akhir kehidupan . Gemini memang menerjemahkan dengan lancar, tapi efek musikal dan estetika dari permainan bunyi itu hilang. Kegagalan AI mereproduksi unsur-unsur ritmis ini membuktikan bahwa ia cenderung memprioritaskan penyampaian informasi . daripada kualitas artistik . (MaAorifah, 2. Temuan ini secara konsisten menyarankan bahwa integrasi antara mesin dan editor manusia sangat diperlukan agar terjemahan karya sastra tetap akurat sekaligus indah. Meskipun AI sangat potensial sebagai alat bantu cepat, peran penafsir manusia sangat krusial untuk menjaga nilai balaghiyyah dan konteks budaya, terutama pada bait yang mengandung personifikasi seperti Bait Ketiga (A)EIIaO OONaA. Kontrol manusia dibutuhkan untuk memastikan nuansa ancaman dan janji dari takdir maut itu tersampaikan, bukan sekadar arti kematian yang datar. (Tiara & Pamuji. Pada konteks penelitian ini. Google Gemini memperlihatkan kecenderungan memberikan hasil terjemahan yang lebih komunikatif, lebih dekat pada makna emosional, dan lebih adaptif terhadap struktur syair. Akan tetapi, dalam dimensi balaghiyyah yang sangat spesifik, seperti pemilihan bentuk majaz atau pola ritmis bahasa. Gemini tetap belum Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 581 (Fitma Nailurrahmi. Hilma Auliya Fauziyatullah. Sulis Samrotul Fuadah. Akmaliya. Analisis Perbandingan Makna Balaghiyyah antara Kamus Al-MaAoani dan Google Gemini dalam terjemahan SyaAoir Ibnu Rumi sepenuhnya setara dengan sensitivitas penerjemah manusia. Sementara itu. Al-MaAoani hanya menjadi alat bantu untuk membuka makna leksikal, sehingga keduanya memiliki fungsi yang berbeda namun saling Perbedaan perbandingan antara AI dan Kamus sangat penting untuk mengukur sejauh mana teknologi modern mampu menangani teks sastra Arab. KESIMPULAN Secara teoretis dapat disimpulkan bahwa Kamus Al-MaAoani memiliki keunggulan dalam menjaga keutuuhan makna balaghiyyah karena bersumber dari akar leksikal dan tradisi tafsir bahasa Arab klasik. Sementara Google Gemini memiliki keunggulan pada aspek efisiensi dan keterbacaan, tetapi masih belum mampu menangkap kehalusan makna figuratif dan simbolik dalam teks sastra Arab klasik. Perbedaan ini tidak menunjukkan perbedaan metodologis antara penerjemahan manusia dan mesin, tetapi juga mempertegas pentingnya keseimbahan antara teknologi dan pemahaman linguistik tradisional dalam studi dilalah wa tarjamah modern. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan penerjemahan berbasis Kamus tradisional dan kecerdasan buatan memiliki karakteristik dan hasil yang berbeda secara fundamental. Kamus Al-MaAoani unggul dalam ketepatan semantik dan pelestarian makna balaghiyyah, sedangkan Google Gemini menonjol dalam efisiensi dan kejelasan Perbandingan ini menunjukkan bahwa setiap metode memiliki nilai dan fungsinya masing-masing dalam konteks penerjemahan teks sastra Arab klasik, sehingga pemilihan alat penerjemahan harus disesuaikan dengan tujuan dan jenis teks yang diterjemahkan. DAFTAR PUSTAKA