p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 Pemberdayaan Kader Dan Pemeriksaan Kesehatan Lansia Dalam Upaya Deteksi Dini Penyakit Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Rumbai Bukit Ikhtiyaruddin1. Jasrida Yunita2. Asep Marzuki3. Iswadi4 Universitas Hang Tuah Pekanbaru. Jl. Mustapa Sari No. 05 Kota Pekanbaru Universitas Hang Tuah Pekanbaru. Jl. Mustapa Sari No. 05 Kota Pekanbaru Universitas Awal Bross. Jl. Karya Bakti Kota Pekanbaru Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Jl. Sri Palas Kota Pekanbaru email: email: om. udin@htp. Abstract The elderly are the age group most vulnerable to infectious and non-communicable diseases. Reports from the Rumbai Bukit Community Health Center show that cases of Diabetes Mellitus. Hypertension. Coronary Heart Disease often occur in the age group > 60 years / elderly, plus infectious diseases which have a high risk of transmission and The risk of death is high in the elderly age group. The elderly population who receive health services is only 50. 3% of the total elderly in the Rumbai Community Health Center working area. Examinations are still carried out manually by health workers through mobile health centers and have received a good response from the small number of people who want to undergo examinations. Recording is still done manually and it is possible that medical record data from elderly people who undergo examinations will be damaged and lost. The aim of this service activity is early detection of disease in the elderly, recording examinations of the elderly through the system and increasing health independence and equality in health services for the elderly. This service method takes the form of health checks, health education and training for 33 cadres in the Rumbai Bukit Community Health Center Work Area. During the health examination, the average blood pressure in the elderly was 151/87 mmHg, the average abdominal circumference in the elderly 1 cm, the average BMI was 25, the average blood sugar was 152 mm/dL and the average uric acid was 6. 2 mm/dL. The results of increasing understanding and skills through the pre-test were with a score of 67. 6 and post-test with a score of 85. This significant increase is also an asset in health independence by increasing knowledge and increasing visits by the elderly to integrated service posts. It is hoped that those responsible for public health programs will continue to carry out health checks at integrated service posts with cadres Keywords: Ederly. Cadres. Health Checks Abstrak Lansia merupakan golongan umur yang paling rentan terhadap penyakit menular dan penyakit tidak menular, data dari Puskesmas Rumbai Bukit menunjukan kasus Diabetes Melitus. Hipertensi. Penyakit Jantung Koroner banyak terjadi pada kelompok umur >60 tahun/ lansia ditambah lagi penyakit menular yang memiliki risiko penularan tinggi dan risiko kematian tinggi terjadi pada kelompok umur lansia. Penduduk dengan usia lanjut yang mendapatkan pelayanan kesehatan hanya 50,3% dari total lansia yang ada diwilayah kerja Puskesmas Rumbai. Pencatatan masih dilakukan manual dan berkemungkinan data rekam medis dari lansia yang melakukan pemeriksaan akan rusak dan hilang. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk deteksi dini penyakit pada lansia. Metode pengabdian ini berupa https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 pemeriksaan kesehatan, penyuluhan kesehatan dan pelatihan bagi 33 kader di Wilayah Kerja Puskesmas Rumbai Bukit. Pada pemeriksaan kesehatan rata rata tekanan darah pada lansia 151/87 mmHg, lingkar perut lansia 85,1 cm. IMT 25, gula darah Sewaktu 152 mm/dL dan asam Urat 6,2 mm/dL. Pada hasil peningkatan pemahaman dan keterampilan melalui pre test yakni dengan nilai 67,6 dan post test dengan nilai 85,2. Peningkatan signifikan ini juga menjadi modal dalam kemandirian kesehatan dalam peningkatan pengetahuan dan peningkatan kunjungan lansia ke posyandu. Diharapkan bagi penanggung jawab program kesehatan masyarakat agar konsisten memberikan pelayanan pemeriksaan disetiap posyandu bersama kader. Keyword: Lansia. Kader. Pemeriksaan Kesehatan PENDAHULUAN Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan mengamanatkan bahwa pembangunan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Derajat kesehatan yang rendah akan produktifitas kerja yang pada akhirnya menjadi beban masyarakat dan pemerintah . Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas adalah fasilitas perorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya . Puskesmas Rumbai Bukit merupakan salah satu instansi yang bertanggung jawab atas pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya yang berfungsi sebagai berikut: Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan. Pusat Pemberdayaan Masyarakat. Pusat . encakup https://doi. org/10. 37859/jpumri. perorangan dan pelayanan kesehatan masyaraka. Pengelolaan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan dilakukan melalui sistem manajemen kesehatan yang didukung oleh sistem informasi kesehatan agar berhasil guna dan berdaya guna. Visi Kota Pekanbaru juga tertuang bahwa AuMasyarakat Sehat. Mandiri BerkeadilanAy. Dimana dalam rangka mewujudkan visi tersebut seluruh upaya kesehatan yang dilakukan oleh sektor kesehatan, non kesehatan, swasta dan peran serta masyarakat dalampenyelenggaraan pelayanan kesehatan dan upaya mengatasi masalah kesehatan . Analisis Situasi Wilayah kerja puskesmas Rumbai Bukit mempunyai luas wilayah 36,8 KMA. Tahun 2021 wilyah kerja puskesmas Rumbai Bukit terdiri dari 4 kelurahan dengan jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Rumbai Bukit berjumlah A16. 251 jiwa. Jumlah penduduk terlihat bahwa kelompok umur >60/lansia tahun sebesar 860 orang . ,3%), dengan kepadatan penduduk 441,6 km2 . Lansia merupakan golongan umur yang paling rentan terhadap penyakit menular dan penyakit tidak menular, data dari Puskesmas Rumbai Bukit menunjukan kasus Diabetes Melitus. Hipertensi. Penyakit Jantung Koroner banyak terjadi p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 pada kelompok umur >60 tahun/ lansia ditambah lagi penyakit menular yang memiliki risiko penularan tinggi dan risiko kematian tinggi terjadi pada kelompok umur lansia. Penduduk dengan usia lanjut yang mendapatkan pelayanan kesehatan hanya 433 . ,3%) dari total lansia yang ada diwilayah kerja Puskesmas Rumbai Bukit artinya hanya separuh dari jumlah penduduk usila di wilayah kerja Puskesmas Rumbai Bukit yang hanya bisa mengakses pelayanan kesehatan dari Puskesmas. Berdasarkan data jumlah posyandu lansia/Posbindu hanya ada 3 dengan wilayah kerja Puskesmas Rumbai Bukit terdapat 4 Kelurahan yakni Kelurahan Rumbai Bukit. Rantau Panjang. Agrowisata dan Maharani. Pemeriksaan masih dilakukan manual oleh tenaga kesehatan melalui puskesmas keliling dan mendapat tanggapan yang baik dari sebagian kecil Pencatatan masih dilakukan manual dan berkemungkinan data rekam medis dari lansia yang melakukan pemeriksaan akan rusak dan hilang. Deteksi dini penyakit pada lansia guna mencegah angka kesakitan bisa diketahui dan menekan angka kematian pada kelompok umur lansia, sehingga bisa meningkatkan harapan hidup lansia dengan program kemandirian kesehatan dan kesetaraan dalam pelayanan kesehatan pada lansia. Lansia butuh perorganisasian secara psikologis terutama dari kader kesehatan METODE Metode Pelaksanaan Kegiatan adalah Langkah-langkah atau tahapan yang secara pelaksanaan dan penyelesaian solusi yang permasalahan yang dialami oleh mitra, yang mana mitranya adalah Puskesmas Rumbai Bukit. Metode yang tim pengabdi gunakan adalah tahapan perancangan. Sosialisasi Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 dan Bimbingan. Pelatihan. Penerapan teknologi. Pendampingan dan evaluasi. Kegiatan pertama pemeriksaan kesehatan dengan pemeriksaan gula darah, kadar asam urat tekanan darah, lingkar perut, berat badan dan tinggi badan. Sosialisasi dan pendataan lansia dilaksanakan di posyandu rumbai bukit dengan melibatkan tenaga kesehatan dan kader. Sedangkan pada pelatihan dilaksanakan dengan ceramah dan diskusi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan kader tentang Penyakit risiko pada lansia. Poyandu Lansia dan Evaluasi Program Posyandu lansia serta bimbingan penggunaan system LansiaKU. Narasumber dari organisasi profesi Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Pengda Riau. Tim IT dan Penanggung Jawab Posyandu Lansia. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Puskesmas Rumbai Bukit Kegiatan Pelatihan ini menggunakan kuesioner pre test dan post test sebagai penilaian peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta kader terhadap materi yang diberikan. Pre test dan post test menggunakan sepuluh pertanyaan dengan setiap soal diberi bobot penilaian 10. Pre test diberikan sebelum acara pelatihan di mulai sedangkan post tes dilakukan setelah kegiatan pelatihan selesai dilaksanakan. Kader kesehatan berjumlah 33 peserta dari perwakilan 11 posyandu yang ada Wilayah Kerja Puskesmas Rumbai Bukit Kota Pekanbaru HASIL DAN PEMBAHASAN Mitra dalam kegiatan ini adalah Puskesmas Rumbai Bukit Kota Pekanbaru yang beralamat di Sri Palas Kota Pekanbaru. Visi Puskesmas Rumbai Bukit menjadikan Puskesmas rumbai bukit sebagai pusat layanan kesehatan utama untuk mendorong terwujudnya masyarakat sehat, mandiri dan berkeadilan. , sedangkan Misi nya adalah meningkatkan kualitas dan ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan, meningkatkan kualitas standar pelayanan nmedis, meningkatkan kualitas https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 dan ketersediaan sumberdaya kesehatan serta meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau. Adapun Peta wilayah sebagai berikut: Gambar 2. Diskusi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas Rumbai Bukit Gambar 1. Peta Wilayah Kerja Puskesmas Rumbai Bukit Tahun 2023, penduduk di wilayah kerja Puskesmas Rumbai Bukit berjumlah A16. 452 jiwa. Sedangkan jumlah rumah tangga diwilayah kerja puskesmas rumbai bukit berjumlah 5. 073 KK dengan kepadatan penduduk wilayah kerja puskesmas rumbai bukit adalah 441,6 orang Dari struktur penduduk terlihat bahwa kelompok umur balita yaitu 5. orang/kmA. Batas wilayah puskesmas rumbai bukit perbatasan langsung dengan 2 kabupaten yakni sebelah utara kabupaten siak dan sebelah barat kabupaten Kampar. Hasil pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sebagai berikut: Tahap Persiapan. Kegiatan dalam bentuk koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dan Puskesmas rumbai bukit yang bertujuan untuk melakukan persiapan pelaksanaan kegiatan meliputi waktu pelaksanaan kegiatan, peralatan yang dibutuhkan oleh pihak mitra, dan kebutuhan sistem yang akan dikembangkan oleh tim PkM. https://doi. org/10. 37859/jpumri. Tahap Sosialisasi dan Pemeriksaan Kesehatan pada lansia 20 orang dilakukan di Posyandu Rumbai Bukit dengan kegiatan tahapan kegiatan pertama melakukan penyuluhan dan sosialisasi pada lansia dan kader bertema pentingnya posyandu lansia dan yang kedua Pemeriksaan kesehatan berupa tekanan darah. Lingkar perut, berat badan, pemeriksaan gula, dan kadar asam Ketiga penginputan pemeriksaan dan data lansia di system aplikasi LansiaKu. Gambar 3. Pemeriksaan Kesehatan Pada Lansia dan Foto Bersama Tabel 1. Hasil Pemeriksaan Kesehatan Lansia No Pemeriksaan 1 Tekanan Darah 2 Lingkar Perut 3 IMT 4 Gula Darah 5 Kadar Asam Urat Maksimum Minimum Rata Rata 241/140 119/68 151/87 Tahap pelaksanaan pelatihan kader kesehatan dalam deteksi dini penyakit pada lansia dilakukan di Aula Puskesmas Rumbai Bukit dengan jumlah peserta ada 33 orang yang mewakili dari 11 posyandu yang ada diwilayah kerja Puskesmas Rumbai Bukit Penyakit. Pelatihan ini dilakukan dalam waktu 1 hari dengan narasumber 4 orang meliputi 4 materi yakni, potensi faktor risiko dan deteksi penyakit pada lansia, p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 tugas dan peran kader serta kebermanfaatan posyandu lansia. Evaluasi kinerja kader posyandu lansia dan system pelaporan pada system aplikasi LansiaKU. membaca kata kecuali pada pertanyaan tersebut, sehingga masih banyak yang keliru untuk mendapatkan jawaban yang benar Hasil Post test secara rata rata dikategorikan sangat baik seperti yang tercantum pada tabel dibawah ini: Tabel 4. Hasil Rata Rata Pre Test dan Post Test Peserta Pelatihan Test Gambar 4. Foto Bersama narasumber, peserta dan tim pengabdi serta mitra Pre Test Post Test Kegiatan Pelatihan ini menggunakan kuesioner pre test dan post test sebagai penilaian peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta kader terhadap materi Pre test dan post test menggunakan sepuluh pertanyaan dengan setiap soal diberi bobot Pretes diberikan sebelum acara pelatihan di mulai sedangkan post test dilakukan setelah kegiatan pelatihan selesai Ada pun hasil pre test dan post test kegiatan tersebut sebagai berikut. Hasil rata rata Post Test Peserta Pelatihan penyakit pelatihan kader kesehatan dalam deteksi dini penyakit pada lansia ini dikategorikan sangat baik dengan nilai rata rata 85,2 jika dibandingkan dengan pre test dengan nilai rata rata 67,6 dengan kategori Tabel 2. Hasil Pre Test dan Post Test Peserta Pelatihan Pertanyaan Pre Test P10 Post Test 60, 6 Berdasarkan hasil dari post test disetiap pertanyaan mengalami peningkatan dari hasil pre test, itu artinya peserta pelatihan memiliki pemahaman yang sangat baik dan sesuai yang Ada beberapa pertanyaan memiliki nilai rendah terutama pada pertanyaan ke-8, ada pun pertanyaannya adalah Tujuan posyandu lansia, yaitu Kecuali, dimungkinkan peserta pelatihan tidak Nilai Rata Rata Pembahasan tekanan darah paling tinggi 241/140 mmHg dan terendah 119/68 mmHg dengan rata rata tekanan darah lansia di Puskesmas Rumbai Bukit 151/87 mmHg sedangkan Tekanan darah normal <140/90 mmHg. Pengetahuan mengenai hipertensi sangat penting diketahui khususnya oleh lansia. Hal ini dikarenakan lansia memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena hipertensi dibandingkan kelompok usia lainnya, sehingga dengan mengetahui gejala hipertensi serta upaya pencegahannya sejak dini maka dapat Adapun pada lansia yang telah memahami kondisi tubuhnya sehingga dapat menjalani proses terapi dengan baik untuk mendapatkan hasil yang optimal . Lingkar Perut paling tinggi 160 cm dan terendah 67 cm dengan rata rata lingkar perut lansia di Puskesmas Rumbai Bukit 85,1 cm, sedangkan Lingkar perut pada wanita normalnya <80 cm. Semakin besar lingkar perut seseorang, maka kadar kolesterol totalnya akan semakin tinggi. Kolesterol dapat membahayakan tubuh jika jumlahnya berlebihan. Bila terdapat dalam https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 jumlah yang terlalu banyak di dalam darah, kolesterol dapat membentuk endapan pada dinding pembuluh darah. Endapan tersebut Banyaknya lemak abdomen lebih berhubungan dengan penyakit jantung dibanding dengan banyaknya lemak bawah kulit pada kaki dan tangan . IMT paling tinggi 42,1 dan terendah 14,7 dengan rata rata IMT lansia di Puskesmas Rumbai Bukit 25, sedangkan IMT Normal pada lansia 18,5-25. Memantau IMT menghindarkan lansia dari risiko penyakit yang terbuka saat kekurangan atau kelebihan berat badan. Kekurangan berat badan dapat membuat lansia kehilangan massa otot. Lansia juga bisa kehilangan nutrisi penting sehingga rentan terhadap serangan infeksi dan penyakit lainnya . Akurasi pengukuran ini sangat penting untuk memberikan hasil interpretasi yang Kader yang mampu melakukan pengukuran antropometri dengan benar akan membantu masyarakat dalam deteksi dini penyakit. Kadar gula darah sewaktu paling tinggi 417 dan terendah 74 dengan rata rata Kadar gula darah sewaktu lansia di Puskesmas Rumbai Bukit 152, sedangkan Kadar gula darah sewaktu normalnya <160 mg/dL. Jika hasil pemeriksaan gula darah pasien normal, maka gaya hidup harus tetap dipertahankan. Namun, jika hasil tidak normal maka penting untuk menerapkan 4 pilar pengelolaan DM yaitu Edukasi dan pemahaman DM, pengaturan pola makan, excercise dan pengobatan, serta evaluasi terapi melalui pemeriksaan gula darah dipelayanan kesehatan . Kadar Asam Urat paling tinggi 8,0 mg/dL dan terendah 3,1 mg/dL dengan rata rata asam urat lansia di Puskesmas Rumbai Bukit 6,2 mg/dL, sedangkan asam urat 2-6 mg/dL. Hormon esterogen pada perempuan membantu meningkatkan ekskresi asam urat melalui ginjal dan membuang asam urat bersama darah haid melalui siklus https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Semakin tua usia perempuan maka kadar esterogen semakin rendah sehingga dapat terjadi peningkatan kadar asam urat darah . menimbulkan sejumlah komplikasi seperti artritis yang dapat berujung pada kecacatan sendi . Untuk saat ini masih banyak lansia tidak aktif pada posyandu lansia dikarenakan kurangnya minat lansia terhadap posyandu lansia. Ini diakibatkan oleh kurangnya pengetahuan lansia tentang posyandu lansia dan lansia yang tidak aktif mereka tidak mengetahui jadwal kegiatan pada posyandu lansia. Pengetahuan kader kesehatan menjadi perhatian dalam meningkatkan deteksi dini penyakit menular maupun tidak menular dalam rangka menuju Indonesia sehat . SIMPULAN Kegiatan PkM memberikan dampak yang bermanfaat bagi peserta kader dan lansia. Kader yang sebelumnya tidak mengetahui urutanmeja pada posyanndu lansia dan posbindu terintegrasi, setelah dilakukan pelatihan ini ketrampilannya ditandai dengan hasil post Terampil pengukuran antropometri dan pengukuran tekana darah. Lansia yang sebelumnya tidak secara lengkap mengetahui kondisi kesehatan yang dialami dan gejala penyakitnya karena kurangnya layanan pemeriksaan kesehatan yang diberikan akhirnya mendapatkan layanan kesehatan dan konsultasi kesehatan yang baik sebagai deteksi dini penyakit pada lansia. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih penulis ucapkan kepada Kemendikbud Ristek melalui Direktorat Riset. Teknologi Pengabdian Masyarakat (DRTPM) selaku pemberi pendanaan. LPPM universitas Hang Tuah Pekanbaru. Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dan Puskesmas Puskesmas Rumbai Bukit Kota Pekanbaru selaku fasilitasi kegiatan pengabdian ini. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 DAFTAR PUSTAKA