5th Conference on Research and Community Services STKIP PGRI Jombang AuPeningkatan Kinerja Dosen Melalui Penelitian dan Pengabdian MasyarakatAy 4 Oktober 2023 PENGARUH SELF-EFFICACY DAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PARA SANTRI DI PONDOK PESANTREN FATHUL ULUM JOMBANG Erly Arvionita. Nanik Sri SetyaniA . A STKIP PGRI Jombang: earlyarvionita@gmail. Ananik. stkipjb@gmail. Abstract The current business environment has the potential to improve the economy and society. Therefore, entrepreneurship can increase national competitiveness and encourage One of the activities that can increase someone's interest in entrepreneurship is by forming an entrepreneurial spirit from a young age, in the world of education, of course, they are no strangers to entrepreneurship education. This has become mandatory education at the upper secondary level. In this way, an entrepreneurial spirit will be formed by training to develop one's potential and increase productivity. The research method used is descriptive quantitative. The population of this study was 73 and the sample in this study were 44 respondents from the santripreneur program at the Fathul Ulum Islamic Boarding School. Jombang. The sampling technique used purposive sampling technique. Data collection techniques use questionnaires and observation. The purpose of this study was to determine the effect of self-efficacy and economic education on students' interest in entrepreneurship at the Fathul Ulum Islamic boarding school. Jombang. Data analysis technique using multiple linear regression analysis. The results obtained were that Self-Efficacy did not significantly influence Entrepreneurial Interest. Meanwhile. Economic Education significantly influences the Entrepreneurial Interest of the Students at the Fathul Ulum Jombang Islamic Boarding School. Keywords: Self-Efficacy. Entrepreneurship Education, and Interest in Entrepreneurship Abstrak Lingkungan bisnis saat ini memiliki potensi meningkatkan perekonomian dan sosial Oleh karena itu. Kewirausahaan dapat meningkatkan daya saing nasional dan mendorong pertumbuhan. Salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan minat seseorang berwirausaha dengan cara membentuk jiwa entrepreneurship sejak remaja, dalam dunia pendidikan tentunya sudah tidak asing dengan pendidikan kewirausahaan. Hal itu sudah menjadi pendidikan wajib di pendidikan tingkat menengah atas. Dengan begitu, jiwa entrepreneurship akan terbentuk dengan adanya melatih menumbuh kembangkan potensi diri serta meningkatkan produktivitas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dari penelitian ini sebanyak 73 dan sampel dalam penelitian ini adalah 44 responden santri program santripreneur di Pondok Pesantren Fathul Ulum Jombang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh self-efficacy dan pendidikan ekonomi terhadap minat berwirausaha para santri di pondok pesantren Fathul Ulum Jombang. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier Hasil yang diperoleh yakni Self-Efficacy secara signifikan tidak berpengaruh terhadap Minat Berwirausaha. Sedangkan pada Pendidikan Ekonomi secara signifikan berpengaruh terhadap Minat Berwirausaha Para Santri di Pondok Pesantren Fathul Ulum Jombang. Kata Kunci : Self-Efficacy. Pendidikan Kewirausahaan, dan Minat Berwirausaha PENDAHULUAN Wirausaha (Entrepreneu. adalah tindakan individu dalam menciptakan usaha atau bisnis baru dengan tujuan memperoleh laba dan siap untuk menghadapi risiko yang mungkin timbul. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi munculnya minat berwirausaha, salah satunya yaitu efikasi diri (Self Efficac. Efikasi diri perlu ditanamkan pada seseorang yang memiliki jiwa entrepreneur, hal itu dilakukan agar dapat meningkatkan kemampuan mengembangkan bisnis dengan meningkatkan potensi untuk mencapai tujuan dan mengatasi hambatan yang dialami. Pendidikan dalam bidang wirausaha juga memainkan peran penting dalam berkontribusi terhadap kemampuan seseorang untuk mengembangkan minat dalam berwirausaha. Pendidikan kewirausahaan biasanya diterapkan dan diajarkan pada lembaga pendidikan. Pada Pondok Pesantren Fathul Ulum Jombang terdapat pembelajaran mengenai berwirausaha, tidak hanya pembelajarannya saja tetapi santri-santri disana juga diajarkan untuk terjun langsung cara mengelola usaha. Minat berwirausaha tentunya menjadi tujuan awal dalam meningkatkan efikasi diri dan pendidikan wirausaha. Penelitian Subandono . Minat wirausaha adalah kecenderungan batin individu untuk merasa tertarik dalam menciptakan dan mengelola usaha, serta siap untuk mengambil risiko demi mengembangkan bisnis yang mereka rintis. Pondok Pesantren Fathul Ulum Jombang merupakan salah satu Pondok Pesantren yang menerapkan pembelajaran berwirausaha bagi para santri-santri. Pondok Pesantren tersebut memiliki bisnis yang cukup banyak sehingga hal itu digunakan sebagai jembatan bagi santri dalam belajar untuk mengelola usaha. Bisnis yang sudah menjadi tempat belajar para santri berwirausaha adalah bisnis percetakan, peternakan, agro bisnis, pertanian, menjahit, dan masih banyak lagi. Program yang sudah berjalan dari 2007 silam ini merupakan program Santripreneur. Dalam program santripreneur ini memiliki tujuan bukan karena ingin mendapatkan keuntungan, tetapi lebih difokuskan untuk melatih SDM (Sumber Daya Manusi. yang cakap serta meningkatkan skill atau passion sesuai minat diri. METODE PENELITIAN Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, dimana metode tersebut dilakukan pendekatan pada para santri yang bergabung di program santripreneur dengan cara menyebarkan kuesioner secara online maupun offline. Pada metode penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis pengaruh self-efficacy dan pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha santri. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan sebanyak 44 santri, sedangkan populasinya sebanyak 73 santri yang bergabung pada program santripreneur. Pengambilan sampel pada penelitian menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik menentukan sampel dengan beberapa kriteria pengelompokkan Menurut Sugiyono . purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Adapun metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Teknik analisis regresi linier berganda pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh variabel SelfEfficacy (X. dan variabel Pendidikan Kewirausahaan (X. terhadap variabel Minat Berwirausaha (Y) para santri di Pondok Pesantren Fathul Ulum Jombang. Selain itu, tujuan analisis ini adalah untuk mengetahui kebeneran dari hipotesis yang telah dirumuskan pada penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Berdasarkan hasil angket pada penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh selfefficacy dan pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha. Tetapi, pada variabel self-efficacy (X. tidak ada pengaruh terhadap minat berwirausaha, selanjutnya pada variabel pendidikan kewirausahaan (X. ada pengaruh terhadap minat berwirausaha. Hal ini ditunjukkan pada hasil uji statistik sebagai berikut: Uji Normalitas Berdasarkan hasil output SPSS, diketahui bahwa nilai signifikansi Asymp. Sig . sebesar 0,200 lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, asumsi atau persyaratan normalitas dalam model regresi sudah terpenuhi. Uji Multikolinieritas Berdasarkan hasil output SPSS, nilai Tolerance untuk variabel Self-Efficacy (X. dan Pendidikan Kewirausahaan (X. adalah 0,916 lebih besar dari 0,10. Sementara nilai VIF untuk variabel Self-Efficacy (X. dan Pendidikan Kewirausahaan (X. adalah 1,092 < 10,00. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikoliniearitas dalam model regresi. Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan hasil output SPSS, nilai sig pada variabel self efficacy sebesar 0,062 dan variabel pendidikan ekonomi sebesar 0,431, angka tersebut lebih besar dari nilai 0,05 yang berarti data dalam penelitian ini tidak terjadi gejala Uji Regresi Linier Berganda Berdasarkan hasil output SPSS, diperoleh persamaan regresi linier berganda yaitu Y = 20,096 0,124 XCA 0,440 XCC E. Nilai a . sebesar 20,096. CA . ilai koefisien variabel X. sebesar 0,124, menunjukkan bahwa variabel Self-Efficacy mempunyai pengaruh positif terhadap Minat Berwirausaha. CC . ilai koefisien variabel X. sebesar 0,440 yang berarti variabel Pendidikan Kewirausahaan mempunyai pengaruh positif terhadap Minat Berwirausaha. Uji T Berdasarkan hasil output SPSS, diperoleh nilai sig. untuk nilai self-efficacy sebesar 0,377 > 0,05 yang artinya variabel self-efficacy tidak signifikan. Selanjutnya, pada variabel pendidikan kewirausahaan memiliki nilai sebesar 0,047 < 0,05 yang berarti variabel pendidikan kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha. Uji F Berdasarkan hasil output SPSS, nilai signifikan pada uji F sebesar 0,047 yang artinya lebih kecil dari 0,05. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa variabel pendidikan ekonomi (X. berpengaruh signifikan terhadap variabel minat Uji Determinasi Berdasarkan hasil output SPSS diperolah nilai R Square memiliki angka sebesar 0,139 yang artinya pengaruh Self-Efficacy (X. dan Pendidikan Kewirausahaan (X. terhadap Minat Berwirausaha (Y) adalah sebesar 13. 9% sedangkan 86,1 % Minat Berwirausaha dipengaruhi oleh variabel lain. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dijelaskan dan dipaparkan. Selfefficacy tidak memiliki dampak yang signifikan pada minat berwirausaha, sementara pendidikan kewirausahaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat berwirausaha. Selain itu, pada variabel self-efficacy (X. dan pendidikan kewirausahaan (X. berpengaruh secara bersama . terhadap minat berwirausaha (Y). Menurut Alma . mengemukakan bahwa individu dengan keinginan berwirausaha seringkali memiliki ide-ide kreatif dalam memulai bisnis mereka, tetapi saat mereka mempertimbangkan dan menghitung risiko yang terlibat, mereka cenderung memilih jalur yang lebih aman dan tidak terlibat dalam Selain itu, menurut para ahli lain seseorang akan mengeluarkan ide-ide kreatifnya, namun belum juga memutuskan untuk berwirausaha, sudah mengalami ketakutan tersendiri atau bisa dikatakan orang tersebut kurang percaya diri. Hal tersebut merupakan salah satu penyebab, mengapa angka wirausahawan di Indonesia masih sangat kecil. Jumlah wirausahawan Indonesia tahun 2023 masih sekitar 3,47% (Menteri Teten dilansir dari siaran per. Berdasarkan penjelasan dari para ahli mengenai minat berwirausaha di Indonesia mengalami tingkat angka yang cukup kecil. Salah satu faktor yang berperan adalah ketidakpercayaan diri seseorang dalam mengembangkan bisnis mereka, meskipun ide-ide inovatif dan pemikiran kreatif yang dimiliki sebenarnya cukup kuat dalam berwirausaha. Seperti pada penelitian ini, kepercayaan diri dalam minat berwirausaha tidak ada pengaruhnya, dikarenakan wirausahawan yang terlalu takut untuk menghadapi resiko-resiko yang akan muncul tanpa mencoba terlebih dahulu. Menurut Hisrich, pada jurnal Leonardus Saiman . entrepreneur didefinisikan memalui tiga pendekatan. Pendekatan ekonomi, pendekatan psikologi, dan pendekatan seorang pebisnis. Dalam proses berwirausaha tentunya 3 pendekatan tersebut penting untuk meningkatkan kesempatan seseorang dalam memulai berbisnis. Dalam penelitian ini, terdapat kesamaan dalam hal indikator kemauan yang kuat untuk mencapai tujuan dan kesadaran terhadap peluang. Seorang wirausaha harus memiliki kemampuan untuk mengambil peluang dengan menggabungkan sumber daya, tenaga, material, dan aset lainnya sehingga nilai tambahnya meningkat. Ini adalah cara untuk memanfaatkan peluang yang ada di sekitar kita melalui tiga pendekatan tersebut. Variabel self-efficacy dan pendidikan kewirausahaan terdapat 13,9% yang berarti tergolong rendah pengaruhnya terhadap minat berwirausaha. Sehingga, terdapat 86,1% yang dipengaruhi oleh faktor lain, faktor lain tersebut misalnya yaitu Internal Locus of Control (Keyakinan seseorang bahwa didalam diri tersimpan potensi besar untuk menentukan nasib sendiri, tidak peduli lingkungan mendukung atau tida. Pada penelitian lain yang dilakukan oleh Tentama . didapatkan hasil bahwa internal locus of control memiliki pengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha siswa. SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel Self-Efficacy dan Pendidikan Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha. Dari analisis data yang telah dilakukan oleh peneliti dan pembahasan yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa H1 tidak ada pengaruh secara parsial, sehingga hipotesis pertama yang berbunyi AuAda pengaruh SelfEfficacy terhadap Minat Berwirausaha para santri di Pondok Pesantren Fathul Ulum JombangAy ditolak. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa H2 ada pengaruh secara parsial, sehingga hipotesis kedua yang berbunyi AuAda pengaruh Pendidikan Kewirausahaan terhadap Minat Berwirausaha para santri di Pondok Pesantren Fathul Ulum JombangAy dapat diterima. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa H3 ada pengaruh secara simultan . ersama-sam. , sehingga hipotesis ketiga yang berbunyi AuAda pengaruh Self-Efficacy dan Pendidikan Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha para santri di Pondok Pesantren Fathul Ulum JombangAy dapat SARAN Berdasarkan Analisa data yang diperoleh dari penelitian ini, maka diajukan saran-saran sebagai pelengkap terhadap hasil penelitian yang diberikan sebagai Berdasarkan hasil penelitian pada indikator kepercayaan diri yang menunjukkan bahwa pengaruhnya rendah berdasarkan mean . ata-rat. Oleh karena itu, bagi lembaga pendidikan untuk meningkatkan kepercayaan pada diri dalam mengembangkan suatu bisnis, melalui kegiatan seminar dan pelatihan bertemakan motivasi siswa untuk meningkatkan kepercayaan diri dari praktisi yang berbasis agama dan bedah buku tema kepercayaan diri berbasis Pada variabel pendidikan kewirausahaan pada indikator kesadaran adanya peluang menunjukkan bahwa jawaban item angket rendah dibanding pada indikator lainnya berdasarkan mean . ata-rat. Oleh karena itu, pada lembaga pendidikan terutama di pondok pesantren Fathul Ulum Jombang dapat meningkatkan pembelajaran dalam mengembangkan kesadaran para siswa adanya peluang berwirausaha. Melalui kegiatan testimoni terhadap bidang peternakan yang sukses. Selain itu, dapat berkontribusi dengan kegiatan BLK Mandiri dengan fokus pada pembelajaran kewirausahaan. Guna meningkatkan sumber daya manusia yang unggul dan percaya diri, lembaga pendidikan terutama di pondok pesantren Fathul Ulum Jombang untuk dapat bekerja sama dengan kegiatan BLK Mandiri yang memfokuskan pada pembelajaran kewirausahaan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengembangkan SDM yang percaya diri serta kesadaran adanya peluang dalam berwirausaha DAFTAR PUSTAKA