POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2025. Hal. e-ISSN: 2964-4062 p-ISSN: 2964-4089 DEMONSTRATION OF INTRODUCTION TO TRADITIONAL FOOD PUDAK. A SPECIAL FOOD FROM GRESIK TO INCREASE CHILDREN'S KNOWLEDGE AT RA RADEN PAKU KEDAMEAN GRESIK Umi Masturoh1. Risky Surotul Khasanah2. Nur Imamah3. Nur Afiyah4 . Elsa Nur Febrianti5 . Kasyifatul Azkiyah6 . Mazildha Nur Maulidina7 1,2,3,4,5,6,7 Institut Al Azhar Menganti Gresik. Indonesia Email: umi@istaz. (Diajukan: 31 Desember 2024. Direvisi: 24 Februari2025. Diterima: 30 Maret 2. ABSTRAK Pendidikan anak usia dini merupakan tahap awal yang sangat penting dalam membentuk pengetahuan, sikap, serta keterampilan. Salah satu cara untuk menanamkan pemahaman budaya lokal sejak dini adalah dengan mengenalkan makanan tradisional. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memperkenalkan Pudak, makanan khas Gresik, kepada siswa RA Raden Paku Kedamean sebagai sarana menambah wawasan sekaligus melestarikan budaya. Metode yang digunakan yaitu pembelajaran tematik melalui kegiatan bercerita, pengamatan langsung, dan praktik sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak lebih memahami ciri khas makanan lokal, mengetahui bahan dasar pudak, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya daerah. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pengenalan makanan tradisional dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dan sarana pelestarian budaya untuk generasi Kata kunci : Makanan Tradisional. Pudak Gresik. Pengetahuan Anak. PAUD ABSTRACT Early childhood education is a crucial initial stage in developing knowledge, attitudes, and skills. One way to instill an understanding of local culture from an early age is through the introduction of traditional foods. This study aimed to introduce Pudak, a traditional Gresik food, to students at RA Raden Paku Kedamean as a means of broadening their knowledge and preserving the culture. The method used was thematic learning through storytelling, direct observation, and simple practical exercises. The results showed that the children gained a better understanding of the characteristics of local food, learned about the basic ingredients of pudak, and fostered pride in their regional culture. Therefore, this study confirms that introducing traditional foods can be an effective learning strategy and a means of cultural preservation for the younger Keywords: Traditional Food. Gresik Pudak. Children's Knowledge. PAUD PENDAHULUAN Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fase awal yang sangat menentukan dalam proses pendidikan, karena pada masa ini anak mengalami perkembangan pesat pada Demonstration Of Introduction To Traditional Food Pudak, (Umi Masturoh, et a. | 74 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2025. Hal. aspek kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan motorik. Tujuan utama PAUD adalah memberikan stimulasi yang tepat agar anak berkembang optimal. Selain itu, proses pembelajaran di PAUD juga perlu menanamkan nilai budaya lokal sebagai identitas sejak Budaya lokal adalah warisan yang wajib dijaga dan dikenalkan kepada generasi penerus, salah satunya melalui makanan tradisional. Gresik sebagai daerah yang kaya akan kuliner khas memiliki Pudak, makanan tradisional berbahan dasar tepung beras, gula, dan santan yang dibungkus dengan pelepah daun pinang . Pudak tidak hanya sekadar makanan, melainkan juga simbol sejarah dan identitas masyarakat Gresik. Namun, kenyataannya masih banyak anak RA Raden Paku yang belum mengenal makanan ini, bahkan sebagian besar belum pernah mencicipinya. Mereka lebih terbiasa dengan makanan modern daripada kuliner tradisional khas daerahnya. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan mengurangi kecintaan terhadap budaya lokal dan berdampak pada kelestarian pudak di masa depan. Melalui kegiatan pengenalan makanan tradisional, anak dapat belajar mengenali bentuk, warna, rasa, hingga cara penyajian pudak. Selain memperkaya pengetahuan, kegiatan ini juga melatih keterampilan kognitif melalui mendengar, mengamati, dan menceritakan kembali pengalaman mereka. Dengan begitu, anak tidak hanya memperoleh wawasan baru tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah sejak usia Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah tradisional didefinisikan sebagai sesuatu yang diturunkan dari generasi ke generasi oleh nenek moyang dan masih diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Tradisional tidak hanya berarti hal-hal yang dipandang sebagai kuno atau tidak relevan, tetapi juga mencerminkan kesinambungan suatu adat yang diturunkan antar generasi. Dengan kata lain, tradisional meliputi segala hal yang berhubungan dengan adat, kebiasaan, serta keyakinan yang terus dipertahankan dan menjadi acuan hidup masyarakat. (Koentjaraningrat, 1. Di sisi lain. Aristoteles . Ae322 SM), siswa Plato dan juga filsuf terkemuka asal Yunani, memiliki perspektif unik tentang pengetahuan. Dia berpendapat bahwa pengetahuan merupakan hasil dari proses rasional manusia dalam mengerti realitas. Proses itu dapat diperoleh melalui pengalaman, persepsi indra, dan kemampuan berpikir. Aristoteles selanjutnya membagi pengetahuan menjadi beberapa kategori, yakni episteme Demonstration Of Introduction To Traditional Food Pudak, (Umi Masturoh, et a. | 75 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2025. Hal. engetahuan ilmiah atau teor. , techne . eterampilan prakti. , phronesis . ebijaksanaan prakti. , sophia . ebijaksanaan teoriti. , dan nous . emahaman intuiti. METODE Penelitian ini dilaksanakan di RA Raden Paku Kedamean. Kabupaten Gresik, dengan fokus pada anak-anak kelompok B. Subjek penelitian berjumlah 61 anak, yang terdiri dari 30 anak perempuan dan 31 anak laki-laki. Kelompok ini dipilih karena telah memiliki tingkat perkembangan kognitif, sosial, dan emosional yang cukup matang untuk diamati dalam konteks kegiatan pembelajaran di lingkungan pendidikan anak usia dini. Anak-anak kelompok B menjadi audience dalam penelitian ini karena mereka berada pada fase perkembangan yang ideal untuk mengidentifikasi perilaku belajar dan karakter yang sedang dibentuk melalui proses pendidikan di RA. Dari aspek behavior, penelitian ini menitikberatkan pada pengamatan terhadap perilaku anak selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Fokus perilaku yang diamati meliputi partisipasi anak dalam kegiatan kelas, interaksi sosial dengan teman sebaya dan guru, serta ekspresi nilai-nilai karakter yang muncul dalam aktivitas belajar. Pengamatan dilakukan secara mendalam untuk mengetahui bagaimana anak merespons kegiatan yang dirancang guru, menunjukkan antusiasme dalam belajar, dan menampilkan perilaku yang mencerminkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Sementara itu, dari sisi condition, penelitian dilaksanakan dalam kondisi pembelajaran yang alami tanpa adanya rekayasa situasi. Seluruh proses observasi dilakukan di lingkungan belajar RA Raden Paku Kedamean pada tanggal 26 Agustus 2025 selama satu hari penuh. Kondisi ini memungkinkan peneliti untuk memperoleh data yang autentik sesuai dengan keseharian anak di lembaga tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kegiatan belajar, wawancara dengan guru untuk mendapatkan pandangan dan pengalaman mereka terhadap perilaku anak, serta dokumentasi berupa foto, catatan lapangan, dan data administrasi sekolah yang relevan dengan fokus penelitian. Untuk aspek degree, peneliti menggunakan pendekatan analisis deskriptif dengan model interaktif Miles dan Huberman. Analisis ini meliputi empat tahapan penting, yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi direduksi untuk memfokuskan pada temuan yang relevan dengan tujuan penelitian. Selanjutnya, data disajikan secara naratif untuk memudahkan interpretasi terhadap hasil temuan di lapangan. Tahap akhir dilakukan Demonstration Of Introduction To Traditional Food Pudak, (Umi Masturoh, et a. | 76 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2025. Hal. penarikan kesimpulan berdasarkan pola dan makna yang muncul dari data yang telah Proses ini dilakukan secara berulang hingga diperoleh data jenuh . ata saturatio. yang menunjukkan gambaran komprehensif mengenai perilaku anak-anak kelompok B di RA Raden Paku Kedamean. Dengan demikian, penerapan model ABCD dalam penelitian ini membantu peneliti menguraikan secara sistematis siapa subjek penelitian, perilaku apa yang diamati, dalam kondisi seperti apa penelitian dilakukan, serta sejauh mana hasil analisis mampu menggambarkan tujuan penelitian secara utuh. HASIL. PEMBAHASAN. DAN DAMPAK Pengenalan makanan tradisional pada anak usia dini memiliki nilai strategis dalam pendidikan, karena pada tahap ini anak berada dalam masa golden age di mana seluruh (Talango, 2. Pudak, sebagai salah satu makanan khas Gresik, tidak hanya berfungsi sebagai konsumsi tetapi juga sebagai representasi identitas budaya lokal yang kaya akan nilai sejarah. Dengan memperkenalkan Pudak sejak dini, anak-anak memperoleh pengalaman belajar kontekstual yang dekat dengan kehidupan mereka seharihari. Di RA Raden Paku, kegiatan pengenalan Pudak dilakukan melalui pengamatan langsung, cerita, dan aktivitas kreatif. Anak diperlihatkan bentuk khas Pudak yang dibungkus pelepah daun pinang, dikenalkan bahan utamanya berupa tepung beras, santan, dan gula, serta dijelaskan proses pembuatannya. Kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa ingin tahu anak sekaligus memperluas wawasan mereka tentang makanan tradisional yang mungkin mulai terpinggirkan oleh jajanan modern (Khofsah dkk. , 2. Selain itu, pembelajaran ini berkontribusi dalam pengembangan karakter anak. Melalui cerita mengenai sejarah dan nilai budaya Pudak, anak dapat belajar menghargai tradisi leluhur, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta melatih kebanggaan terhadap identitas local (Irbathy & Nurshanti, 2. Pengenalan Pudak juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai moral, seperti rasa syukur atas kekayaan alam dan hasil karya Dari sisi perkembangan kognitif, anak memperoleh pengetahuan baru mengenai jenis makanan, bahan, serta cara pembuatannya. Dari aspek afektif, anak belajar menghargai keberagaman makanan tradisional, sementara dari aspek psikomotorik, anak terlibat dalam kegiatan praktik sederhana, seperti mencicipi Pudak atau mencoba membungkus makanan Demonstration Of Introduction To Traditional Food Pudak, (Umi Masturoh, et a. | 77 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2025. Hal. dengan daun. Aktivitas ini sejalan dengan prinsip pembelajaran berbasis pengalaman . xperiential learnin. yang diyakini lebih efektif dalam membentuk pemahaman anak (Kolb, 2. Lebih jauh lagi, pengenalan Pudak berimplikasi pada upaya pelestarian budaya lokal. Anak-anak yang mengenal dan mencintai makanan tradisional sejak dini akan menjadi generasi penerus yang turut menjaga eksistensi warisan kuliner daerahnya (Susanti dkk. Hal ini menjadi penting mengingat derasnya arus globalisasi yang seringkali menggeser budaya lokal dengan budaya asing yang lebih populer. Hasil kegiatan pengenalan makanan tradisional Pudak khas Gresik di RA Raden Paku menunjukkan bahwa anak-anak sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran. Mereka tertarik pada bentuk unik Pudak yang dibungkus dengan pelepah daun pinang, berbeda dengan jajanan modern yang biasa mereka jumpai sehari-hari. Antusiasme ini ditunjukkan dengan adanya keinginan anak untuk mencoba menyentuh, mencium aroma, hingga mencicipi Pudak yang diperkenalkan guru. Respons positif anak menjadi indikator bahwa makanan tradisional dapat digunakan sebagai media belajar yang efektif pada pendidikan anak usia dini. Dari sisi pengetahuan, anak-anak mampu menyebutkan bahan dasar Pudak setelah kegiatan berlangsung, seperti tepung beras, gula, dan santan. Beberapa anak juga dapat menceritakan kembali bahwa Pudak merupakan makanan khas Gresik. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis budaya lokal dapat memperluas wawasan anak dan meningkatkan kemampuan kognitif mereka melalui pengenalan langsung pada objek SIMPULAN Pengenalan makanan tradisional Pudak khas Gresik di RA Raden Paku memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan pengetahuan anak usia dini. Melalui kegiatan ini, anak tidak hanya memperoleh wawasan baru tentang bentuk, bahan, dan proses pembuatan Pudak, tetapi juga belajar mengenai nilai-nilai budaya, sejarah, dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. Proses pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman terbukti mampu merangsang aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik anak. Selain menambah pengetahuan, pengenalan Pudak juga berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya lokal. Anak-anak yang dikenalkan sejak dini dengan makanan tradisional akan memiliki rasa bangga dan cinta terhadap warisan kuliner daerahnya, sehingga berpotensi menjadi generasi penerus yang peduli menjaga keberlangsungan Demonstration Of Introduction To Traditional Food Pudak, (Umi Masturoh, et a. | 78 POEDAK: Local Wisdom Community Service Journal Vol. No. April 2025. Hal. Dengan demikian, upaya pengenalan Pudak tidak hanya relevan dalam konteks pendidikan anak usia dini, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam menjaga identitas budaya bangsa di tengah derasnya arus globalisasi. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga artikel jurnal ini dapat terselesaikan dengan baik. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada Kepala RA Raden Paku Kedamean Gresik, para guru, serta peserta didik yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengenalan makanan tradisional pudak. Penulis juga menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan sejawat dan pembimbing akademik yang telah memberikan masukan, dorongan, serta dukungan selama proses penyusunan artikel ini. Semoga karya tulis ini dapat memberikan manfaat dan menjadi referensi dalam pengembangan pembelajaran berbasis budaya lokal pada pendidikan anak usia dini. DAFTAR PUSTAKA