I Wayan Muliasa1. Desak Putu Anom Janawati2 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2022 ANALISIS KETERAMPILAN MENULIS LANJUTAN KELAS V SD N 2 KAWAN I Wayan Muliasa1. Desak Putu Anom Janawati2 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. ITP Markandeya Bali. Bangli. Indonesia muliasaiwayan759@gmail. com1, desakjanawati@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan menulis lanjutan siswa pada kelas V SD N 2 Kawan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dimana dengan subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas V . yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala likert. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis lanjutan di SD N 2 Kawan dapat dikategorikan baik. Melalui analisis observasi dan tes dengan nilai tertinggi 95 dan nilai terendah adalah 45. Rata Ae rata nilai kemampuan menulis lanjutan siswa secara klasikal memperoleh 95,55. Kata kunci : keterampilan menulis lanjutan Abstract This study aims to determine the advanced writing skills of students in class V SD N 2 Kawan. The research method used in this research is descriptive quantitative with the research subjects are all fifth grade students who collect 28 students. Data collection techniques used are interviews, observation and documentation. Data collection in this study used a Likert scale. Based on the research, it can be said that the advanced writing skills at SD N 2 Kawan can be categorized as good. through analysis of observations and tests with the highest score of 95 and the lowest score of 45. The average student's advanced writing ability classically obtained 95. Keywords: advanced writing skills PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu tindakan yang memungkinkan terjadinya belajar dan Pendidikan adalah interaksi yang terjadi antara guru dan siswa dengan tujuan untuk meningkatkan perkembangan mental sehingga menjadi individu yang mandiri dan utuh. Dengan adanya interaksi tersebut merupakan proses yang akan mendorong terjadinya belajar. Jenjang pendidikan yang terdapat di Indonesia sendiri dimulai dari Taman KanakAekanak (TK). Sekolah Dasar ( SD). Sekolah Menengah Pertama ( SMP ). Sekolah Menengah Atas ( SMA ), sampai Perguruan Tinggi (Dewi et al. , 2. Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal yang menjadi dasar pembentukan seseorang sebagai warga negara. Lembaga ini harus mampu membekali peserta didiknya dengan berbagai nilai dasar, sikap, keterampilan, dan bakat yang cukup kuat untuk dijadikan dasar bagi penyelesaian suatu program pendidikan pada jenjang ini. Salah satu materi yang diajarkan adalah bahasa Indonesia. Pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SD terdapat empat keterampilan berbahasa yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Keempat keterampilan ini mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Di SD. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Wayan Muliasa1. Desak Putu Anom Janawati2 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2022 pembelajaran keterampilan ini dibelajarkan secara terintergrasi. Salah satunya keterampilan Menulis merupakan kegiatan yang menuangkan suatu gagasan atau ide kedalam bentuk tulisan sehingga mudah untuk dipahami (Narudin, 2. Dengan kata lain, menulis bisa juga dikatan sebagai suatu usaha untuk menciptakan tulisan. Secara umum menulis adalah menuangkan gagasan, ide dan pendapat dalam sebuah tulisan, jadi, menulis dapat diartikan sebagai penyampaian gagasan dalam bentuk simbol-simbol. hal ini juga didukung oleh pernyataan beberapa ahli, yang pertama dalam (Yunus ddk. menulis pada dasarnya merupakan suatu bentuk komunikasi berbahasa . yang menggunakan simbol-simbol tulis sebagai mediumnya. Sedangkan Rosidi . menyatakan bahwa menulis merupakan kegiatan untuk menyatakan pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan yang diharapkan dapat dipahami oleh pembaca dan berfungsi sebagai alat komunikasi secara tidak langsung. Kedua pengertian di atas, memiliki arti bahwa menulis merupakan suatu bentuk komunikasi yang disajikan dalam bentuk tulisan yang diwujudkan dalam simbol-simbol tulis. Bentuk komunikasi yang terjadi yaitu komunikasi sepihak. Dimana tidak ada timbal-balik langsung antara penulis dan pembaca. Belajar menulis ini diberikan oleh guru mulai dari kelas bawah. Pada kelas awal, siswa diberikan pembelajaran menulis permulaan. Menurut Subana dan Sunarti . alam Alvany Rufaida. , tujuan utama menulis permulaan adalah mendidik peserta didik di kelas awal untuk mengenal tulisan serta memahaminya. Sebelum peserta didik belajar menulis permulaan, terlebih dahulu peserta didik harus mengenal huruf dan tatanan menulis permulaan lainnya. Keterampilan dan kompetensi yang diperoleh siswa pada pelajaran menulis permulaan akan menjadi dasar bagi peningkatan dan pengembangan kemampuan siswa ke jenjang studi selanjutnya. Jika pembelajaran awal menulis sebagai acuan dasar sudah baik dan kokoh, maka diharapkan hasil pengembangan keterampilan menulis pada jenjang pembelajaran selanjutnya juga akan baik. Menulis permulaan sangatlah penting diberikan untuk peserta didik di kelas awal karena Di merupakan fondasi untuk keterampilan menulis tahap lanjut yang akan mereka dapatkan di kelas tinggi. Keterampilan menulis lanjut merupakan tingkat proses penguasaan menulis untuk memperoleh kemampuan memahami huruf yang diaplikasikan pada sebuah tulisan dan karangan sehingga menjadi sebuah karangan yang baik dalam artian menulis lanjutan ini merupakan pengembangan dari menulis permulaan peserta didik. Dimana terdapat sebagian peserta didik mampu menulis lanjut dengan kriteria cukup baik dan ada sebagaian peserta didik yang dikatakan belum mampu menulis lanjutan dengan baik. dapat dikatakan bahwa dengan melalui tulisan seseorang . dapat mengomunikasikan pesan dalam sebuah tulisan. Banyak sekali manfaat dan tujuan yang bisa didapatkan dari menulis lanjutan. Tujuan menulis lanjutan yaitu supaya peserta didik mampu dalam menuangkan pikiran dan perasaanya dengan bahasa tulis secara teratur dan lebih teliti. Yang membedakan dari menulis permulaan dengan menulis lanjutan disini adalah terdapat kemampuan untuk mengembangkan skema yang ada yang telah diperoleh sebelumnya untuk lebih mengembangkan hal Ae hal yang akan ditulis. Adapun teknik dalam menulis dikelompokkan menjadi dua, yaitu menulis cerita dan menulis untuk keperluan sehari Ae hari. Dalam menulis cerita sendiri terdapat beberapa teknik yaitu menyusun kalimat, meniru model, menyusun paragraf, menceritakan kembali dan membuat. Adapun menulis untuk keperluan sehari Ae hari meliputi beberapa ragam menulis yakni, menulis surat, menulis pengumuman, mengisi formulir, menulis surat undangan, membuat iklan, dan menyusun daftar riwayat hidup. Dan model pembelajaran menulis cerita/cerpen di SD terdiri atas menceritakan gambar, melanjutkan cerita lain, menceritakan mimpi, menceritakan pengalaman dan menceritakan sebuah citaAecita. Dengan adanya hal tersebut penting sekali untuk peserta didik memahami tentang menulis Adapun materi pembelajaran terkait dengan menulis lanjutan dapat dilihat pencapainnya sesuai dengan kompetensi Ae kompetensi yang ada, yaitu melengkapi percakapan yang belum Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Wayan Muliasa1. Desak Putu Anom Janawati2 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2022 selesai dengan memperhatikan setiap ejaan, seperti tanda titik dua dan tanda petik. Selain itu, kompetensi dalam menulis lanjutan yaitu menulis petunjuk untuk melakukan sesuatu atau penjelasan tentang cara membuat sesuatu dan melengkapi bagian cerita yang masih kurang atau hilang dengan menggunakan kaliamat atau sebuah kata yang tepat sehingga menjadi cerita yang Sehingga siswa harus mempunyai keterampilan menulis lanjutan dengan baik. Keterampilan menulis lanjutan ini merupakan sarananya yang sangat penting bagi peserta didik. dalam hal ini, dengan keterampilan menulis lanjutan yang baik yang dimiliki peserta didik, nantinya peserta didik akan mampu mengembangkan keterampilan berceritanya dan membantu penalaran yang logis atau kritis, menuangkan fakta Ae fakta, sesuatu yang di rasakannya, pikiran secara rinci dan jelas. Keterampilan menulis secara keseluruhan memang sulit dimiliki, hal tersebut dikarenakan dalam keterampilan menulis diharuskan mengetahui unsur dalam maupun luar bahasa itu sendiri sehingga akan menghasilkan karangan yang sesuai, teratur, dan jelas. Pembelajaran menulis lanjutan pada siswa Sekolah Dasar ( SD) salah satunya menuntut siswa menguasai bentuk karangan yang berdasarkan pada pengalaman mereka pribadi. Menurut Nurgiantoro dalam (Lestari, 2. hal yang paling mendasar yang dituntut dalam proses pembelajaran menulis karangan adalah kreativitas peserta didik itu sendiri. Dalam menulis lanjutan khsususnya untuk menulis karangan terkadang guru menggunakan bermacam Ae macam jenis media saat proses pembelajaran, salah satu media pembelajaran yang dipakai pada menulis lanjutan adalah menggunakan media gambar dalam proses pembelajarannya. Tetapi masih banyak keterampilan menulis lanjutan pada peserta didik dapat ditemukan kesalahan dalam menulis yaitu kesalahan pada ejaan, penggunaan huruf dimana penempatan huruf kapital pada awal kalimat, serta kurangnya penggunaan tanda padatulisan saat menulis lanjutan. Menulis khususnya pada menulis lanjutan merupakan suatu keterampilan menulis yang dapat dikatan paling rumit di antara jenis Ae jenis keterampilan berbahasa lainnya, hal ini dikarenakan menulis bukan hanya sekedar menyalin sebuah kata Ae kata dan kalimat tetapi juga mengembangkan dan menuangkan pikiran Ae pikiran dalam struktur tulisan yang teratur. Dengan menulis seseorang pastinya akan mendapatkan sebuah kosa kata baru yang belum diketahui. Sebab pada jenjang menulis atau menulis lanjutan ini merupakan pondasi yang sangat menentukan dalam membentuk sikap, kecerdasan, dan keterampilan pada anak. Dengan demikian menulis lanjutan adalah pengembangan dari menulis permulaan peserta didik. Salah satu bentuk kegiatan menulis lanjutan di kelas tinggi yaitu menulis karangan sederhana yang harus dibuat oleh peserta didik. Karangan merupakan suatu karya tulis hasil yang mengungkapkan gagasan atau ide yang dituangkan dalam bentuk tulisan dan disampaikan kepada pembaca untuk dipahami dan merasakan apa yang dialami oleh penulis. Oleh karena itu untuk meningkatkan kemampuan menulis lanjutan ini, diperlukan perhatian yang serius mengenai menulis peserta didik dan perlu diberikan latihan supaya peserta didik terampil dalam menulis dan masalah kesulitan belajar khususnya menulis lanjutan. (Novita Chandra et al. Berdasarkan keterampilan menulis pada menulis lanjutan dalam sebuah pembelajaran, sebagai calon guru yang sangat berperan untuk menanamkan kemampuan menulis pada diri peserta didik harus mengetahui letak bagaimana letak kesulitan menulis lanjutan yang dialami oleh peserta didik. karena kesulitan yang dialami oleh peserta didik tentunya ada bermacam Ae macam dan satu anak kemungkinan akan mengalami hal yang berbeda dengan anak yang lainnya dalam mengikuti pembelajaran. Dengan pembelajaran ini diharapkan hasil belajar peserta didik akan lebih meningkat. berdasarkan hal tersebut, maka peneliti tertarik untuk menganalisis keterampilan menulis lanjutan dengan judul Au Analisis Keterampilan Menulis Lanjutan Kelas V SD N 2 KawanAy. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatakan kuantitatif dengan metode penelitian Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Wayan Muliasa1. Desak Putu Anom Janawati2 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2022 Dalam penelitiannya (Wicaksana, 2. mengenai penelitian kuantitatif yang dikemukakkan hermawan . bahwa penelitian kuantitatif merupakan suatu metode penelitian yang bersifat induktif, objektif, dan ilmiah dimana data yang diperoleh berupa angkaangka . core, nila. atau pernyataan-pernyataan yang di nilai, dan dianalisis dengan analisis Sedangkan deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya. Hal ini berarti bahwa penelitian deskriptif pada penelitian bertujuan untuk atau mendeskripsikan secara objek, apa adanya sesuai dengan fakta yang ada. Sesuai dengan rumusan masalah dalam penelitian ini yang akan dideskripsikan adalah keterampilan menulis lanjutan siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 2 Kawan yang bertempat di kota bangli. Dan siswa kelas V SD N 2 Kawan ini berjumlah 28 siswa, penelitian ini dilaksanakan pada tgl 3 Agustus sampai dengan oktober 2022. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, dokumentasi dan observasi dimana lembar observasi dibuat observasi dalam penelitian ini dilaksanakan aktivitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran (Syawaluddin et , 2. Dan analisis data pada penelitian ini menggunakan skala likert. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis keterampilan menulis lanjutan yang diperoleh siswa kelas V di SD N 2 Kawan melalui analisis observasi dan tes dengan nilai tertinggi 95 dan nilai terendah Rata Ae rata nilai kemampuan menulis lanjutan siswa secara klasikal memperoleh 95,55 berada pada kualifikasi sangat baik berdasarkan Penilaian Acuan Patokan skala lima tentang keterampilan menulis lanjutan. Perhitungan dilakukan sebagai berikut: Kriteria ycUI Ou (Mi 1,5 SD. ycUI Ou . 1,5. ycUI Ou 76 (Mi 0,5 SD. O ycUI < (Mi 1,5 SD. 60,65 O ycUI < 76,95 0,5. O ycUI < . 1,5. (Mi Ae 0,5 SD. O ycUI < (Mi 0,5 SD. 53,35 O ycUI < 60,65 Kualifikasi Sangat Baik Baik Cukup Baik . Ae 0,5. O I < . 0,5. (Mi Ae 1,5 SD. O I < (Mi Ae 0,5 SD. 40,05 O I < 53,35 Ae 1,5. O I < . Ae 0,5. I < (Mi Ae 1,5 SD. I < 40,05 I < . Ae 1,5 . Kurang Baik Sangat Kurang Baik Untuk mengetahui hasil analisis keterampilan menulis lanjutan dapat dilihat dari 5 Aspek keterampilan menulis yang ditentukan yaitu Tanda Baca. Struktur Bahasa. Ejaan. Pilihan Kata, dan Kerapian. Tanda Baca Berdasarkan hasil dari rekapitulasi keterampilan menulis yang dimiliki oleh kelas V SD N 2 Kawan, diperoleh bahwa nilai yang didapatkan siswa cenderung sama, dari 28 jumlah seluruh siswa kelas V, nilai tertinggi yang berkisar 95 sampai 85 diperoleh sekitar 8 orang siswa, sedangkan nilai terendah dengan interval 45 sampai 55 diperoleh sekitar 6 orang siswa. selain itu, nilai rata Ae rata yang diperoleh siswa kelas V dalam keterampilan menulis lanjutan adalah 95,55, di mana 12 siswa dengan kualifikasi sangat baik yaitu 42,885%, 10 siswa dengan kualifikasi baik Tanda Baca. Dalam aspek pertama yaitu kesesuaian Tanda Baca, dari 28 siswa kelas V, terdapat 5 orang siswa dapat dikategorikan sesuai tanda baca dalam Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Wayan Muliasa1. Desak Putu Anom Janawati2 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2022 keterampilan menulis lanjutan, kemudian 6 orang siswa dapat dikategorikan cukup sesuai tanda baca, 11 orang siswa dapat dikategorikan tidak sesuai tanda baca, dan 6 orang siswa yang dikategorikan sangat tidak sesuai tanda baca. Kesalahan penggunaan tanda titik sering terjadi karena peserta didik tidak memberi tanda titik pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Kesalahan penggunaan tanda hubung juga sering dilakukan oleh peserta didik karena tidak menggunakan tanda hubung untuk menandai bagian kata yang terpenggal oleh pergantian baris (Hasrianti, 2. Struktur Bahasa Dalam aspek yang kedua yaitu Struktur Bahasa, terdapat 1 orang siswa yang dapat dikategorikan sangat sesuai struktur bahasa, 9 orang siswa dikategorikan sesuai struktur bahasa, 11 orang siswa yang dapat dikategorikan cukup sesuai struktur bahasa, 6 orang siswa dapat dikategorikan tidak sesuai struktur bahasa dan 1 orang siswa yang dikategorika sangat tidak sesuai struktur bahasa dari 28 siswa kelas V SD N 2 Kawan dalam penggunaan struktur bahasa yang benar pada keterampilan menulis lanjutan. Dalam menulis lanjutan Struktur kalimat sangat penting mulai dikenalkan bagi siswa SD sebagai bahan perkembangan kemampuan berbahasa mereka, akan tetapi pola-pola kalimat yang diberikan tidak perlu yang sulit-sulit terlebih dahulu. Atau harus mengedepankan prinsip attadarruj . dari yang mudah menuju hal-hal yang sulit, yang lebih memperbanyak contoh-contoh daripada (Hijriyah, 2. Ejaan Dalam aspek yang ketiga selanjutanya yaitu Ejaan, di mana dari 28 siswa kelas V, pada saat penggunaan Ejaan yang benar dalam keterampilan menulis lanjutan, 2 orang siswa yang dikategorikan sangat sesuai ejaan, 6 orang siswa dikategorikan sesuai ejaan, 10 orang siswa dikategorikan cukup sesuai Ejaan, 9 orang siswa dikategorikan tidak sesuai ejaan dan 1 orang siswa dapat dikategorikan sangat tidak sesuai ejaan dalam keterampilan menulis lanjutan yang dimiliki siswa kelas V Sd N 2 Kawan. Penggunaan huruf kapital merupakan kesalahan yang paling sering dilakukan oleh siswa dalam menulis lanjutan . Kesalahan penggunaan huruf kapital sering terjadi pada saat penulisan huruf kapital di tengah kata dalam satu kalimat dan penulisan huruf pertama di awal kalimat (Fransiska & Listyarini, 2. Pilihan Kata Pada aspek selanjutnya yaitu keempat adalah Pilihan Kata, di mana 1 orang siswa dari 28 seluruh siswa kelas V dapat dikategorikan sangat sesuai Pilihan kata, 11 orang siswa dikategorikan sesuai pilihan kata, 10 orang siswa yang dikategorikan cukup sesuai pilihan kata, 5 orang siswa dikategorikan tidak sesuai pilihan kata dan 1 orang siswa dapat dikategorikan ke dalam sangat tidak sesuai pilihan kata pada siswa kelas V dalam keterampilan menulis lanjutan. Dalam penelitian (Kata et al. , 2. bahwa Keterampilan menulis ini tidak akan langsung datang secara tiba-tiba, tetapi harus melalui latihan dan praktik yang sering. Kerapian Aspek yang terakhir yaitu Kerapian, pada siswa kelas V SD N 2 Kawan dalam keterampilan menulis lanjutan pada aspek kerapian terdapat 3 orang siswa dikategorikan kedalam sangat sesuai kerapian, 5 orang siswa dikategorikan sesuai kerapian, 7 orang siswa dikategorikan cukup sesuai kerapian, 9 orang siswa dikategorikan tidak sesuai kerapian dan 4 orang siswa dapat dikategorikan sangat tidak sesuai kerapian yaitu 35,71% dan 6 siswa dengan kualifikasi cukup baik yaitu 21,42%. Adapun nilai yang diperoleh peserta didik berdasarkan aspek keterampilan menulis lanjutan siswa kelas V SD N 2 Kawan yaitu sebagai berikut : Berdasarkan analisis diatas, kemampun menulis lanjutan peserta didik kelas V SD N 2 Kawan termasuk ke dalam kategori baik. Beberapa kriteria yang belum mampu dicapai peserta didik terutama pada Ejaan dan Kerapian saat menulit lajutan oleh karena itu, kemampuan Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Wayan Muliasa1. Desak Putu Anom Janawati2 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2022 menulis lanjutan masih perlu ditingkatkan. Dalam penelitian (Sahari & Rini, 2. mengatakan bahwa pemahaman siswa tentang penggunaan ejaan akan sangat berpengaruh pada hasil tulisan yang dibuatnya. Siswa akan dikategorikan dapat menulis atau bisa menulis dengan baik apabila dapat menerapkan kaidah Ae kaidah penggunaan ejaan pada menulis lanjutan dengan benar. Dengan demikian untuk mengukur tingkat pemahaman penggunaan ejaan pada karangan siwa maka dilakukan pemberian skor yang beracuan pada jumlah kesalahan yang ditemukan. Selanjutnya kerapian saat menulis lajutan juga sangat berpengaruh dalam keterampilan menulis siswa. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan menulis pada siswa khususnya kelas V SD N 2 Kawan yaitu pengalaman belajar anak yang kurang. Adanya kebiasaan mengeluarkan gagasan pada waktu menulis, sebagian besai siswa masih suka bercerita daripada menulis, dan juga siswa sering kali merasa bosan dalam mengekspresikan sesuatu dalam bentuk tulisan. (Kemampuan et al. , 2. oleh karena itu peran guru sangat dibutuhkan agar lebih mengarahkan dan membimbing siswa dalam penggunaan ejaan dan kerapian menulis dan penggunaan tanda baca yang benar, agar siswa terbiasa menulis karya tulis dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia ( PUEBI) (Novita Chandra et al. , 2. Menulis dikatakan sebagai kegiatan yang penting dalam proses pembelajaran setelah Seorang yang menulis pasti mempunyai suatu tujuan yang dingin disampaikan(Dan et , 2. Berdasarkan hasil wawancara pada wali kelas V SD N 2 Kawan, yang pertama pendapat guru tentang menulis lanjutan, guru tersebut mengatakan bahwa menulis lanjutan sangatlah penting bagi peserta didik, karena menulis lanjutan digunakan sebagai pedoman peserta didik dalam menulis dan memahami penggunaan huruf. Pertanyaan kedua yang diberikan adalah apakah semua siswa siswa bisa menulis apakah keterampilan mereka masih campuran atara huruf kapital dengan biasa? Guru pun mengatakan bahwa semua siswa sudah bisa menulis, tetapi dalam menulis masih ada beberapa siswa yang belum memahami penggunaan huruf kapital yang baik dan benar. Dilanjutkan dengan pertanyaan ke tiga yaitu, dalam mata pelajaran apa saja menerapkan kegiatan menulis lanjutan? Guru tersebut mengatakan bahwa di SD N 2 Kawan, semua mata pelajaran harus menerapkan menulis, tetapi menulis lanjutan ini paling sering diterapkan pada pelajaran Bahasa Indonesia, karena di mata pelajaran inilah yang paling banyak ditemukan materi tentang membuat sebuah karya tulis karangan seperti cerpen dan lainnya dan guru tersebut menyebutkan bahwa semua siswa sudah lancar dalam menulis. Aspek yang digunakan dalam menulis lanjutan pada siswa kelas V SD N 2 Kawan yaitu Kerapian tulisan, penggunaan hururf kapital yang benar, dan ketetapan dalam menulis. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis lanjutan di SD N 2 kawan dapat dikategorikan baik. Menulis merupakan salah satu program pembelajaran utama bagi peserta didik di masa awal bersekolah. Dikatakan demikian karena hal pertama yang diajarkan disekolah ada lah kemampuan menulis yang lebih diorientasikan pada kemampuan menulis tingkat dasar. (Halimah, 2. Dalam penelitian (Desak Putu & Sueca, 2. mengatakan bahwa Keterampilan membaca dan menulis permulaan sangat penting untuk diperhatikan karena akan mempengaruhi keterampilan membaca dan menulis tahap selanjutnya. Tentunya partisipasi orang tua siswa juga sangat berperan dalam peningakatan keterampilan membaca dan menulis permulaan siswa. selain itu dalam penelitian (Aprelia et al. , 2. menyatakan bahwa Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam meningkatkan keterampilan menulis yaitu dengan menggunakan pendekatan kontekstual berbantu media mind KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis lanjutan di SD N 2 Kawan dapat dikategorikan baik. melalui analisis observasi dan tes dengan nilai tertinggi 95 dan nilai terendah 45. Rata Ae rata nilai kemampuan menulis lanjutan siswa secara klasikal memperoleh 95,55 berada pada kualifikasi sangat baik berdasarkan Penilaian Acuan Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Wayan Muliasa1. Desak Putu Anom Janawati2 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2022 Patokan skala lima tentang keterampilan menulis lanjutan. Sebagian besar siswa SD N 2 Kawan masih mengalami kesulitan dalam menggunakan tanda baca dan membedakan saat penggunaan Huruf kapital dan hhuruf biasa. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan menulis pada siswa khususnya kelas V SD N 2 Kawan yaitu pengalaman belajar anak yang Adanya kebiasaan mengeluarkan gagasan pada waktu menulis, sebagian besai siswa masih suka bercerita daripada menulis, dan juga siswa sering kali merasa bosan dalam mengekspresikan sesuatu dalam bentuk tulisan. DAFTAR RUJUKAN Aprelia. Baedowi. , & Mudzantun. Pengaruh Pendekatan Kontekstual Dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Narasi. Mimbar PGSD Undiksha, 7. , 237Ae244. Dan. Siswa. , & Sd. Analisis Faktor-Faktor Kesulitan Membaca. , 28Ae33. Desak Putu. , & Sueca. Pendampingan Pembelajaran Membaca Dan Menulis. 514Ae518. Dewi. Karma. , & Musaddat. Analisis Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas V SDN 43 Ampenan Tahun Ajaran 2021/2022. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 6. , 776Ae784. https://doi. org/10. 29303/jipp. Fransiska. , & Listyarini. Analisis Kemampuan Penggunaan Ejaan Dalam Karangan Narasi Siswa Kelas V Sdn Tlogosari Kulon 05 Semarang. Lingua, 13. , 68Ae76. Halimah. Metode Pembelajaran Membaca Dan Menulis Permulaan di SD/MI. AULADUNA: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 1. , 190Ae200. http://journal. id/index. php/auladuna/article/view/550/551 Hasrianti. Analisis Kesalahan Penggunaan Tanda Baca dalam Karangan Peserta Didik. Jurnal Onoma: Pendidikan. Bahasa. Dan Sastra, 7. , 213Ae222. https://doi. org/10. 30605/onoma. Hijriyah. Analisis Pembelajaran Mufradat dan Struktur Bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah. Kata. Puisi. , & Gambar. Penerapan Metode Team Accelerated Instruction (Ta. Dengan Teknik Awan Kata Untuk Meningkatkan Keterampilan Siswa Dalam Menulis Puisi Berdasarkan Gambar Dengan Pilihan Kata Yang Menarik. Jurnal Pena Ilmiah, 1. , 321Ae330. Kemampuan. Siswa. Materi. Sd. Semarang. , & Upgris. Analisis kemampuan menulis siswa pada materi ipa sd di kota semarang. 720Ae Lestari. analisis keterampilan menulis. Novita Chandra. Enawar. Sari Ramdhani. , & Sumiyani. Analisis Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi Pada Siswa Kelas Iv Di Sd Negeri Pasirgadung Kabupaten Tangerang. Berajah Journal, 2. , 25Ae31. https://doi. org/10. 47353/bj. Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka I Wayan Muliasa1. Desak Putu Anom Janawati2 E-ISSN: 2798-091X P-ISSN: 2685-7928 Vol. No. Desember 2022 Sahari. , & Rini. Pemahaman Penggunaan Ejaan Terhadap Kemampuan Menulis Karangan Siswa Sekolah Dasar. Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains, 3. , 81Ae86. https://doi. org/10. 21154/ibriez. Syawaluddin. Faisal. , & Risal. Pengaruh Metode Sas (Struktural Analisis Sintesi. Tehadap Peningkatan Keterampilan Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas II SDN Mappala Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Publikasi Pendidikan, 8. , 244. https://doi. org/10. 26858/publikan. Wicaksana. OENo Title No Title No Title. Https://Medium. Com/, 2019, 51Ae74. https://medium. com/@arifwicaksanaa/pengertian-use-case-a7e576e1b6bf Jurnal Pendidikan Dasar Rare Pustaka