IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Ae Vol. No. 02, . , pp. PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SISTEM KOORDINAT MELALUI METODE TUTOR SEBAYA PADA SISWA KELAS VI SDN BENDOGERIT 2 KOTA BLITAR Sri Kusanti SDN Bendogerit 2. Kota Blitar. Indonesia *Corresponding Email: santisrikusanti1954@gmail. Diterima: 04 Mei 2022 | Direvisi: 21 Juli 2022 | Disetujui: 10 Oktober 2022 Abstract. Mathematics as structured knowledge, where properties and theories are made deductively based on defined or undefined elements and based on proven axioms, properties, or theories. Mathematics is also defined as a language of symbols about various ideas using defined terms. carefully, clearly and accurately. In the UPT Education Unit of SDN Bendogerit 2. Blitar City, there is a lack of cooperation with peers, this causes a lack of improvement in learning outcomes for students who are less It can be seen in the initial learning that group and individual results are obtained, in group results from 5 groups only 1 group is complete or 20%, while in individual results from 20 students only 7 students or 35% have not achieved mastery of the material according to the KKM 75%. For this reason, classroom action research is needed using appropriate learning methods. The method used is the Peer Tutor Method which is a learning strategy that utilizes students who have privileges, intelligence and skills in the classroom to help provide explanations, guidance and direction to other students whose intelligence is somewhat lacking or slow in receiving lessons of almost the same age or classmate. Keywords: Improved Learning Outcomes. Peer Tutor Method. Coordinate System Abstrak. Matematika sebagai pengetahuan terstruktur, dimana sifat dan teori dibuat secara deduktif berdasarkan unsur-unsur yang didefinisikan atau tidak didefinisikan dan berdasarkan aksioma, sifat, atau teori yang telah dibuktikan kebenarannya. Matematika juga diartikan sebagai bahasa simbol tentang berbagai gagasan dengan menggunakan istilah-istilah yang didefinisikan secara cermat, jelas dan akurat. Di UPT Satuan Pendidikan SDN Bendogerit 2 Kota Blitar pembelajaran kurang adanya kerja sama dengan teman sebaya, hal ini yang menyebabkan kurangnya peningkatan hasil belajar bagi siswa yang kurang pandai. Dapat diketahui pada pembelajaran awal mendapatkan hasil kelompok dan individu, pada hasil kelompok dari 5 kelompok hanya 1 kelompok yang tuntas atau sebesar 20%, sedangkan dalam hasil individu dari 20 siswa hanya 7 siswa atau 35% belum mencapai penguasaan materi sesuai KKM 75%. Untuk itu diperlukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode pembelajaran yang Adapun metode yang digunakan adalah Metode Tutor Sebaya merupakan suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan siswa yang mempunyai keistimewaan, kepandaian dan kecakapan di dalam kelas untuk membantu memberikan penjelasan, bimbingan dan arahan kepada siswa lain yang kepandaiannya agak kurang atau lambat dalam menerima pelajaran yang usianya hampir sama atau sekelas. Kata Kunci: Peningkatan Hasil Belajar. Metode Tutor Sebaya. Sistem Koordinat Copyright . Author IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Ae Vol. No. 02, . , pp. PENDAHULUAN Pendidikan pada dasarnya ialah suatu proses membantu manusia dalam mengembangkan dirinya sehingga mampu menghadapi segala perubahan dan permasalahan dengan sikap terbuka dan kreatif tanpa kehilangan identitas dirinya, seperti yang tercantum dalam tujuan. Pendidikan di Sekolah Dasar, proses pembelajaran mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam membangun kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Serta merupakan pondasi dasar dalan penataan pengetahuan maupun Perbedaan individual bukan menjadi alasan untuk keberhasilan dalam proses belajar di dalamnya yang terpenting terjadinya interaksi antar siswa dan guru, sehingga terjadi saling asah, saling asuh, saling bimbing sehingga pembelajaran terkesan mudah dan menyenangkan serta dapat membangkitkan semangat belajar pada diri siswa. Sekolah merupakan salah satu tempat dimana siswa mendapatkan ilmu secara formal, tempat berkumpul, bermain dan berbagai keceriaan antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya sehingga terjadi interaksi. Sekolah juga merupakan tempat dimana kegiatan belajar mengajar berlangsung dan tempat terjadinya interaksi antara guru dan murid. Pembelajaran matematika adalah suatu proses belajar mengajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreativitas berfikir siswa yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasa yang baik terhadap materi matematika (Susanto, 2014:. Matematika sebagai pengetahuan terstruktur, dimana sifat dan teori dibuat secara deduktif berdasarkan unsur-unsur yang didefinisikan atau tidak didefinisikan dan berdasarkan aksioma, sifat, atau teori yang telah dibuktikan Matematika juga diartikan sebagai bahasa simbol tentang berbagai gagasan dengan menggunakan istilah-istilah yang didefinisikan secara cermat, jelas dan Matematika adalah pengetahuan yang berkaitan dengan berbagai struktur abstrak dan hubungan antar struktur tersebut sehingga terorganisasi dengan baik. Matematika juga dijelaskan sebagai studi tentang pola dan hubungan, cara berfikir dengan strategi organisasi, analisis dan sintesis, seni, bahasa dan alat untuk memecahkan masalahmasalah abstrak dan praktis. Berdasarkan uraian diatas. Matematika adalah pengetahuan tentang pola dan hubungan suatu jalan atau pola berfikir, suatu seni yang memiliki karakteristik keindahan, suatu bahasa dan suatu alat. Copyright . Author IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Ae Vol. No. 02, . , pp. Wahyudi dan Kriswandani . mengutarakan bahwa Aymatematika merupakan ilmu dasar yang sudah menjadi alat untuk mempelajari ilmu-ilmu yang lainAy. Dari berbagai pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa matematika adalah ilmu yang mempelajari angka ataupun simbol-simbol yang digunakan untuk perhitungan dalam kehidupan sehari-hari. Matematika berdiri sebagai ilmu matematika dan matematika Sedangkan matematika yang diajarkan di tingkat sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah disebut sebagai matematika sekolah, dengan demikian ilmu matematika memiliki cakupan yang lebih luas daripada matematika sekolah dan matematika sekolah adalah bagian dari ilmu matematika. Karakteristik matematika sebagai Objek pembicaraan abstrak, sekalipun dalam pengajaran disekolah anak diajarkan dengan benda konkret, siswa tetap didorong untuk melakukan abstraksi (Asep, 2008:. Pembahasan mengandalkan tata nalar, artinya info awal berupa pengertian dibuat seefisien mungkin, pengertian lain harus dijelaskan kebenarannya dengan tata nalar yang logis. Pada siswa sekolah dasar. Pembelajaran matematika adalah suatu proses belajar mengajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreativitas berpikir siswa yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi matematika. Pembelajaran matematika merupakan suatu kegiatan belajar mengajar yang tidak dapat Kedua kegiatan tersebut akan berkolaborasi secara terpadu pada saat terjadi interaksi antara guru dengan siswa, antara siswa dengan siswa, dan antara siswa dengan lingkungannya di saat pembelajaran matematika berlangsung Pembelajaran Matematika di kelas VI SDN Bendogerit 2 Kecamatan Sananwetan Kota Blitar pada Semester 2 Tahun Pelajaran 2021/2022 masih menunjukkan hasil yang masih kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Siswa Kelas VI ini mempunyai karakteristik siswa yang sangat aktif, dimana siswa perempuan adalah siswa yang rajinrajin, sebaliknya untuk siswa laki-laki adalah siswa yang aktif dalam berolah raga. Dalam hal ini adalah peran guru yang sangat penting karena harus lebih memfokuskan siswa untuk konsentrasi dalam pembelajaran Matematika. Pada kenyataannya dalam pembelajaran matematika menimbulkan ketidaksukaan siswa terhadap materi hitung menghitung, sedangkan matematika tidak lepas dari hitungan. Hasil pembelajaran sebelumnya menunjukkan kurangnya nilai ketuntasan, yaitu dalam hasil kelompok dari 5 Copyright . Author IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Ae Vol. No. 02, . , pp. kelompok hanya 1 kelompok yang mencapai ketuntasan atau sebesar 20%, dan hasil individu dari 20 siswa yang mencapai ketuntasan hanya 7 siswa atau sebesar 35%, dengan KKM yang harus dicapai adalah nilai 75 atau 75%. Menurut wawancara dan observasi baik dari guru kelas maupun siswa, proses pembelajaran Matematika di kelas VI UPT Satuan Pendidikan SDN Bendogerit 2 Kota Blitar, guru masih banyak menggunakan metode yang didominasi metode ceramah yang menjadikan guru sebagai pusat kegiatan belajar mengajar atau teacher centered. Hal ini menyebabkan siswa menjadi kurang aktif selama kegiatan belajar berlangsung. Siswa pada umumnya hanya mendengarkan, membaca dan menghafal informasi yang diperoleh, sehingga konsep yang tertanam tidak kuat. Di dalam pembelajaranpun siswa belum banyak yang berani bertanya atau berpendapat. Selain itu hanya beberapa anak saja yang berani mengemukakan pendapatnya sehingga terjadi pendominasian bagi anak-anak yang lainnya yang cenderung pasif. Dengan kata lain bahwa keterampilan proses siswa belum berkembang atau belum dimaksimalkan dengan sepenuhnya. Untuk mengatasi permasalahan diatas saya memilih menggunakan metode Tutor Sebaya yang saya yakini dapat mengaktifkan siswa dalam belajar serta dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep operasi hitung pecahan. Tutor Sebaya atau Peer Teaching adalah sebuah metode pembelajaran yang sedang menjadi tren Peer Teaching memang menjadi metode yang menjadikan siswa tidak bosan, sementara guru juga tidak suntuk. Peer Teaching dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan istilah tutor sebaya. Edward L. Dejnozken dan David E. Kopel dalam American Education Encyclopedia (Paktris, wordpress. menyebutkan pengertian tutor sebaya adalah sebagai berikut: AuTutor sebaya adalah sebuah prosedur siswa mengajar siswa Tipe pertama adalah pengajar dan pembelajar dari usia yang sama. Tipe kedua adalah pengajar yang lebih tua usianya dari pembelajar. Tipe yang lain kadang dimunculkan pertukaran usia pengajarAy Menurut Suryo dan Amin . , ada beberapa kelebihan metode Tutor Sebaya sebagaimana berikut: . Adanya suasana hubungan yang lebih dekat dan akrab antara siswa yang dibantu dengan siswa sebagai tutor yang membantu, . Bagi tutor sendiri, kegiatan remedial ini merupakan kesempatan untuk pengayaan dalam belajar dan juga dapat menambah motivasi belajar, . Bersifat efisien, artinya bisa lebih banyak yang dibantu, . Dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri. Adapun Copyright . Author IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Ae Vol. No. 02, . , pp. kekurangan metode tutor sebaya adalah sebagai berikut: . Siswa yang dipilih sebagai tutor dan berprestasi baik belum tentu mempunyai hubungan baik dengan siswa yang dibantu, . Siswa yang dipilih sebagai tutor belum tentu bisa menyampaikan materi dengan baik. Dari latar belakang masalah tersebut maka peneliti merasa terdorong untuk melihat pengaruh pembelajaran Tutor Sebaya (Peer Teachin. terhadap prestasi belajar Matematika di kelas VI. Dalam hal ini guru juga bertindak sebagai peneliti melakukan penelitian dengan mengambil judul AuPeningkatan Pemahaman Konsep Sistem Koordinat Melalui Metode Tutor Sebaya pada Siswa Kelas VI SDN Bendogerit 2 Kota BlitarAy METODE Rancangan penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan secara bersiklus. Penelitian ini direncanakan terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Setiap siklus terdiri atas Perencanaan. Pelaksanaan Tindakan. Observasi dan Refleksi. Hasil refleksi pada siklus I digunakan untuk memperbaiki rencana berikutnya. Pada pelaksanaan siklus kedua terdiri dari Perencanaan. Pelaksanaan Tindakan. Observasi dan Refleksi dan dilaksanakan dua kali pertemuan lagi. Pada pelaksanaan pembelajaran dengan dilakukan observasi yang dilakukan oleh teman dan dibantu teman dokumentasi kegiatan berjalannya pembelajaran untuk melaksanakan kegiatan yang diperlukan. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan cara online dengan pendampingan guru sesering mungkin. Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih yaitu penelitian tindakan, maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart . alam Arikunto. Suharsimi, 2002: . , yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang Setiap siklus meliputi 4 tahap diantarannya: . , . , . Langkah pada siklus berikutnya adalah perencanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan dan refleksi. Sebelum masuk pada siklus I dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi Data dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas VI SDN Bendogerit 2 Kota Blitar pada semester 2 Tahun Pelajaran 2021/2022. Jumlah siswa sebagai sumber data berjumlah 20 siswa Copyright . Author IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Ae Vol. No. 02, . , pp. dengan jumlah siswa laki-laki 10 siswa dan perempuan 10 siswa. Guru yang bertindak sebagai peneliti adalah Sri Kusanti. Pd. SD selaku guru Mata Pelajaran Matematika di Kelas VI SDN Bendogerit 2 Kota Blitar. Pelaksanaan Observasi pada bulan Maret 2022, observasi dibagi dalam dua putaran, yaitu putaran 1, 2, dimana masing-masing putaran dikenai perlakuan yang sama . lur kegiatan yang sam. dan membahas satu sub pokok bahasan yang diakhiri dengan tes formatif di akhir masing-masing putaran. Siklus ini berkelanjutan dan akan dihentikan jika sesuai dengan kebutuhan dan dirasa sudah cukup. Peneliti bersama teman sejawat melakukan analisis terhadap hasil-hasil yang telah dicapai pada Siklus II. Refleksi dilakukan berdasarkan data yang di peroleh penulis bersama teman sejawat dari catatan-catatan: . Observasi, . Data nilai hasil latihan, dan . Data nilai hasil evaluasi. Dari catatan yang diisikan pengamat, dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran Siklus II. Pembelajaran berjalan dengan gurunya kreatif, siswanya ikut aktif dan senang, siswa kelihatan memahami benar pembelajaran tersebut. Data nilai hasil latihan dan data nilai hasil evaluasi yang dikerjakan siswa pada tiap Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini yang digunakan adalah Isian data observasi dan tes buatan guru yang fungsinya adalah: . untuk menentukan seberapa baik siswa telah menguasai bahan pelajaran yang diberikan dalam waktu tertentu. untuk menentukan apakah suatu tujuan telah tercapai. untuk memperoleh suatu nilai (Arikunto. Suharsimi, 2. Sedangkan tujuan dari tes adalah untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa secara individu maupun secara klasikal. Disamping itu untuk mengetahui letak kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa sehingga dapat dilihat dimana kelemahan, khususnya pada bagian mana materi yang belum tercapai. Untuk memperkuat data yang di kumpulkan maka juga digunakan metode observasi . yang dilakukan oleh teman sejawat untuk mengetahui dan merekam aktivitas guru dan siswa dalam proses belajar mengajar serta teknik dokumentasi. Tehnik Analisis Data yang digunakan analisis data kuantitatif dan pada metode observasi digunakan data kuantitatif. Cara perhitungan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa dalam proses belajar mengajar sebagai berikut: . Merekapitulasi hasil tes. Menghitung jumlah skor yang tercapai dan prosentasenya untuk masing-masing siswa dengan menggunakan rumus ketuntasan belajar seperti yang terdapat dalam buku petunjuk teknis penilaian yaitu siswa dikatakan tuntas secara individual jika mendapatkan Copyright . Author IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Ae Vol. No. 02, . , pp. nilai minimal 75, atau telah mencapai daya serap lebih dari sama dengan 75%. Menganalisis hasil observasi yang dilakukan oleh teman sejawat pada aktivitas guru dan siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Menurut Suherman dalam Anggorowati . , tutor sebaya adalah sekelompok siswa yang telah tuntas terhadap materi pelajaran, memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami bahan pelajaran yang dipelajarinya. Sedangkan menurut Arikunto (Nurhayati, 2. , tutor sebaya adalah seseorang atau beberapa siswa yang ditunjuk oleh guru sebagai pembantu guru dalam melakukan bimbingan terhadap kawan sekelas untuk melaksanakan program perbaikan. Untuk menentukan seorang tutor ada beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh seorang siswa yaitu siswa yang dipilih nilai prestasi belajarnya tinggi, dapat memberikan bimbingan dan penjelasan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar dan memiliki kesabaran serta kemampuan memotivasi siswa dalam belajar. Agar tujuan pembelajaran matematika SD dapat tercapai, maka guru seharusnya merancang pembelajaran matematika di SD dengan didasarkan pada teori belajar matematika seperti Bruner. Dienes. Gagne dan Van Hielle dalam Wahyudi dan Kriswandani . , dimana pembelajaran matematika mempunyai karakteristik sebagai berikut: . siswa aktif dan guru aktif. pengetahuan dikonstruksi. menekankan pada proses dan produk. pembelajaran luwes dan menyenangkan. sinergi pikiran dan tubuh. berorientasi pada siswa. assesmen bersifat realistik. pemahaman relasional. pengetahuan konseptual, prosedural dan keterkaitannya. kemampuan sebagai hubungan antar pengetahuan yang tersusun dalam suatu jaringan. Oleh karena itu dalam pembelajaran matematika SD guru harus aktif dalam merencanakan pembelajaran agar pembelajaran yang dirancang mampu mengaktifkan Pada pembelajaran pra tindakan yang dlaksanakan pada hari Senin tanggal 21 Maret 2022 dilaksanakan pembelajaran Matematika tentang Sistem Koordinat, dengan metode pembelajaran yang konvesional. Pembelajaran ini dapat dikatakan pembelajaran yang menjenuhkan, karena siswa hanya terfokus pada buku dan penjelasan guru dan Copyright . Author IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Ae Vol. No. 02, . , pp. membuat garis koordinat Cartesius. Siswa kurang aktif dalam pembelajaran, bagi siswa yang sudah mengerti dan mendapat nilai bagus bisa langsung tuntas, sedangkan bagi siswa yang kurang bisa harus belajar samapai bisa kepada guru, dengan perasaan ada yang malu bahkan takut sama guru untuk bertanya. Dalam hal ini seharusnya siswa yang lain bisa dijadikan tutor teman sebaya agar siswa yang kurang bisa tidak malu untuk bertanya. Dalam pembelajaran pra tindakan dapat diketahui hasil belajar secara kelompok, dari 5 kelompok yang mencapai ketuntasan hanya 1 kelompok atau sebesar 20%, sedangkan hasil kegiatan individu dari 20 siswa yang mencapai ketuntasan hanya 7 siswa atau sebesar 35%. Dengan demikian diperlukan pembelajaran perbaikan dalam tiap siklusnya. Pembelajaran perbaikan siklus 1 dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 23 Maret 2022, dimana pembelajaran berpedoman pada hasil refleksi pada pra tindakan. Perbaikan pembelajaran diantaranya: . Perbaikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan buatan guru sendiri, . Memasukkan metode Tutor Sebaya pada kegiatan pembelajarannya, . Perbaikan dengan pembuatan kelompok kecil, sebagai penerapan Tutor Sebaya dengan satu kelompok terdapat 4 siswa sehingga kelas menjadi 5 kelompok dimana dalam 1 kelompok terdapat siswa yang pandai yang bisa berperan sebagai Tutor, . Perbaikan pemberian soal evaluasi, . Perbaikan penilaian secara kelompok dan Pada kegiatan pembelajaran Sistem Koordinat, kegiatannya meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pada kegiatan inti guru yang berperan juga sebagai peniliti memberikan contoh cara pembuatan garis koordinat, dan siswa menirukan semua. Peneliti menunjuk salah satu siswa dalam kelompok tersebut yang dianggap bisa/pandai untuk ke depan dilihat hasil dalam membuat garis koordinat. Setelah itu apabila siswa yang ditunjuk itu benar dan baik dalam pembuatan garis bilangan, maka siswa tersebut dijadikan Tutor Sebaya di kelompoknya. Kegiatan dilanjutkan tutor memberikan contoh dan mengecek pekerjaan teman sekelompoknya. Dalam kegiatan siklus 1 ini peran Tutor Sebaya sangat berperan penting dalam membantu siswa yang lain yang belum mampu sehingga dapat memudahkan guru untuk memberikan materi. Kegiatan dilanjutkan dengan membuat titik-titik koordinat, dan peneliti memberikan contoh cara pengerjaannya. Dilanjutkan dengan pemanggilan Kembali Tutor Sebayanya ke depan untuk diperiksa hasil pekerjaannya, apabila sudah betul dilanjutkan pemberian Latihan soal berupa Lembar Kegiatan Kelompok yang harus dikerjakan secara berkelompok dengan bantuan Tutor Sebaya. Kegiatan pembelajaran Copyright . Author IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Ae Vol. No. 02, . , pp. pada siklus 1 ini sangat menarik dan menyenangkan seperti halnya bermain guru dan siswa dalam kelompok. Adapun hasil penilaian pada siklus 1 ini untuk pengerjaan Lembar Kegiatan Kelompok dari 5 kelompok yang mencapai ketuntasan sebanyak 3 kelompok atau sebesar 60%, dan untuk hasil pekerjaan individu dari 20 siswa yang mencapai ketuntasan sebanyak 13 siswa atau sebesar 65%. Hasil belajar siswa tersebut sudah mengalami peningkatan namun belum mencapai ketuntasan yang diharapkan sehingga diperlukan pembelajaran perbaikan selanjutnya. Pembelajaran perbaikan siklus 2 dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 24 Maret 2022, dengan pembelajaran perbaikan dari siklus 1. Perbaikannya meliputi perbaikan RPP, . kegiatan pembelajarannya tetap menggunakan metode Tutor Sebaya, dan . Pengembangan materi pembelajaran. Pada kegiatan pembelajaran siklus 2 ini difokuskan dengan pengembangan materi pembelajaran, yaitu dengan membuat beberapa titik koordinat hingga membentuk sebuah bangun datar. Siswa yang ditunjuk sebagai Tutor tetap menjadi guru di kelompoknya tersebut. Pembelajarannya diawali dengan pemberian contoh pengerjaan dalam menentukan titik koordinat hingga membentuk sebuah bangun datar, dan dilanjutkan kegiatan kelompok dengan bantuan Tutor sebaya. Kegiatan tersebut sekaligus pengerjaan Lembar Kerja Kelompok, dan dilanjutkan dengan menunjukkan hasilnya kepada kelompok lain hasil pekerjaannya. Kegiatan dilanjutkan dengan pengerjaan soal Latihan individu untuk dikerjakan siswa sendiri tanpa bantuan tutor sebaya. Kegiatan pembelajaran siklus 2 ini sangat menarik bagi siswa sehingga bagi siswa yang sudah bisa juga bergantian menjadi tutornya. Hasil dari pembelajaran siklus 2 ini menunjukkan peningkatan dari pada siklus 1, yaitu hasil kerja kelompok dari 5 kelompok yang mencapai ketuntasan adalah 5 kelompok, dapat dikatakan tuntas 100%. Dalam hasil pekerjaan individu dari 20 siswa yang mencapai ketuntasan sebanyak 19 siswa atau sebesar 95%. Hasil tersebut merupakan hasil peningkatan pembelajaran dengan metode Tutor sebaya hingga mengalami peningkatan di atas KKM, sehingga tidak diperlukan pembelajaran perbaikan berikutnya. Pembahasan Menurut Susilowati . 9:3-. tutor sebaya adalah seorang murid membantu belajar murid lainnya dengan tingkat kelas yang sama. Metode tutor sebaya dilakukan dengan cara memberdayakan kemampuan siswa yang memiliki daya serap tinggi, siswa Copyright . Author IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Ae Vol. No. 02, . , pp. tersebut mengajarkan materi kepada teman-temannya yang belum paham sehingga memenuhi ketuntasan belajar semuanya. Jadi, diharapkan dengan adanya tutor sebaya, peserta didik yang kurang aktif menjadi aktif. Dalam kelas tutor sebaya, tugas guru adalah sebagai fasilitator, mediator, motivator dan evaluator. Sedangkan tugas tutor adalah membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar, karena hubungan antara teman sebaya umumnya lebih dekat dibandingkan hubungan guru dan siswa (Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, 2004:. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode tutor sebaya melalui Langkahlangkah sebagai berikut: . memilih tutor dengan syarat termasuk dalam peringkat 10 terbaik berdasarkan nilai rapor atau nilai evaluasi sebelumnya dan dapat menguasai materi, . membagi siswa menjadi beberapa kelompok berdasarkan tingkat kecerdasan siswa . da yang pandai, sedang dan kuran. , . tutor memberikan bimbingan dan membahas soal yang berhubungan dengan materi yang diajarkan, . mengisi lembar observasi selama proses pembelajaran berlangsung, dan . melaksanakan evaluasi belajar secara individu. Inti dari metode tutor sebaya . eer tutorin. adalah guru memberdayakan siswa yang mempunyai daya serap tinggi terhadap materi yang dijelaskan guru untuk membantu siswa lain yang daya serapnya rendah. Siswa yang berperan sebagai tutor terlebih dahulu dibekali oleh materi yang akan dibahas dalam kegiatan belajar mengajar yaitu jurnal penyesuaian, neraca lajur dan menyusun laporan keuangan. Pembekalan ini dapat dilakukan di dalam maupun di luar jam pelajaran. Siswa yang berperan sebagai tutor bertugas membantu temannya yang mengalami kesulitan melalui proses diskusi setelah mendapatkan pembekalan dari guru pengajar. Peran guru pada proses ini adalah mengawasi kelancaran pelaksanaan metode dengan mengamati, mencatat perkembangan proses, memberikan pengarahan serta evaluasi proses untuk selanjutnya digunakan. Pada pembelajaran Matematika operasi hitung pecahan dengan menggunakan metode Tutor Sebaya sangat dapat membantu mempermudah penyampaian materi Siswa yang pandai dapat membatu kesulitan siswa yang lainnya dengan guru sebagai fasilitator pembelajaran, terutama pada yang kesulitan tentang materi Peningkatan pembelajaran yang dialami guru dalam melaksanakan penelitian diantaranya adalah: . Guru dapat mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan metode yang sesuai, . Dapat mengembangkan metode Copyright . Author IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Ae Vol. No. 02, . , pp. pembelajaran Tutor Sebaya dalam pembelajaran yang lainnya, . Meningkatkan keprofesionalan guru, . Membantu meningkatkan prestasi belajar siswa yang pandai dan yang kurang pandai, dan . Membatu siswa dalam meningkatkan prestasi belajarnya. Selain itu dengan pembelajaran ini siswa juga lebih meningkat dalam hal: . Kegiatan pembelajaran di kelas semakin aktif, . Siswa yang kurang memahami materi lebih leluasa untuk bertanya pada siswa yang lebih bisa dalam satu kelompok, . Siswa lebih akrab dalam berkomunikasi, . Kegiatan pembelajaran semakin meningkat dengan kelompok, dan . Hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Peningkatan hasil belajar siswa dalam mempelajari Sistem Koordinat dengan menggunakan metode Tutor Sebaya dapat ditunjukkan dalam sebuh grafik dibawah ini: Grafik hasil belajar siswa tentang sistem koordinat pada pra tindakan, siklus 1, dan siklus 2 HASIL PENILAIAN KELOMPOK HASIL PENILAIAN INDIVIDU PRA TINDAKAN SIKLUS 1 SIKLUS 2 Berdasarkan grafik diatas dapat ditunjukkan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan pada Materi Sistem Koordinat dengan menggunakan metode Tutor sebaya, dapat diketahui ketuntasan dan nilai rata-rata klasikal semakin naik, sedangkan dalam ketidak tuntasan semakin menurun. Penjelasan grafik diatas adalah pada pra Tindakan dalam kegiatan kelompok mencapai 20% sedangkan hasil individu mencapai 35%. Pada siklus 1 dalam kegiatan kelompok memperoleh 60% dan pada hasil kegiatan individu mencapai 65%. Pada siklus 2 hasil dalam kegiatan kelompok naik menjadi 100% dan hasil pengerjaan individu mencapai 95%. Dapat diketahui bahwa hasil penilaian pada tiap Copyright . Author IJOIS: Indonesian Journal of Islamic Studies Ae Vol. No. 02, . , pp. siklusnya mengalami peningkatan hingga diatas KKM sehingga tidak diperlukan pembelajaran perbaikan selanjutnya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang telah dilakukan penulis dan dibantu oleh teman sejawat, tentang upaya peningkatan pemahaman konsep Sistem Koordinat melalui metode Tutor Sebaya siswa SD Kelas VI Semester I Tahun Pelajaran 2021/2022 SDN Bendogerit 2 Kota Blitar dapat di peroleh kesimpulan sebagai berikut : Penggunaan metode belajar tutor sebaya dalam materi Sistem Koordinat dapat meningkatkan keaktifan pada Siswa. Penggunaan metode belajar tutor sebaya dalam materi Sistem Koordinat dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VI. Hasil peningkatan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dapat ditunjukkan sebagai berikut: pada pra Tindakan dalam kegiatan kelompok mencapai 20% sedangkan hasil individu mencapai 35%. Pada siklus 1 dalam kegiatan kelompok memperoleh 60% dan pada hasil kegiatan individu mencapai 65%. Pada siklus 2 hasil dalam kegiatan kelompok naik menjadi 100% dan hasil pengerjaan individu REFERENSI