Jayapangus Press Metta: Jurnal Ilmu Multidisiplin Volume 3 Nomor 4 . ISSN : 2798-7329 (Media Onlin. Gender. Latar Belakang Sosio-ekonomi Keluarga, dan Prestasi Akademik Mahasiswa (Kasus pada Universitas Islam Negeri Terbesar di Kalimanta. Ahmad Juhaidi Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin. Indonesia ahmadjuhaidi@uin-antasari. Abstract Student academic achievement is not only determined by learning factors in the Gender, family socioeconomic, and cultural capital of students affected academic achievement. Studies on these variables still need to be carried out in Islamic College (PTKI) context. Therefore, this study aims to verify gender relations, family economic background, parents' education level, students' cultural capital, and academic This research is field research with quantitative-comparative and correlational approaches. The study participants amounted to 174 students of Antasari State Islamic University. Participants were assigned convenience and snowballing Data was collected using questionnaires disseminated online through Whats App messages. Data analysis of research results using the Mann-Whitney you Test and Spearman Rank-Order Correlation with the help of SPSS version 27. Research findings prove that female and male academic achievement differences are statistically significant (Asymp. Sig. <0. This study indicates that gender significantly affects student academic achievement at PTKI. In addition, correlational statistical analysis proved that pocket money. Single Tuition Fee (UKT), and the education level of fathers and mothers were not related to student academic achievement (Asymp. Sig. >0. In contrast, students' cultural capital has a significant relationship with students' academic achievement (Asymp. Sig. <0. However, the correlation between the two variables is either very weak or negligible (A = 0. The results of this study indicate that high cultural capital will significantly increase student academic achievement. This research makes a conceptual contribution to the influence of gender and the relationship between socioeconomic background, family and cultural capital on student academic achievement in the field of Islamic Studies in the context of PTKI. Keywords: Academic Achievement. Cultural Capital. Gender. Family Socio-Economic Background Abstrak Prestasi akademik mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh faktor pembelajaran di Faktor gender, sosio-ekonomi keluarga, dan modal kultural memiliki dampak terhadap prestasi akademik mahasiswa Studi tentang variabel tersebut masih jarang dilakukan dalam konteks Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memverifikasi hubungan gender, latar belakang ekonomi kelurga, tingkat pendidikan orang tua, dan modal kultural mahasiswa, dan prestasi akademik mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif-perbandingan dan korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 174 orang mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari. Partisipan ditetapkan dengan convenience dan snowballing sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan secara online melalui pesan Whats App. Analisis data hasil penelitian menggunakan Tes Mann-Whitney U dan Korelasi Rank-Order Spearman dengan bantuan SPSS versi 27. Temuan penelitian membuktikan bahwa perbedaan prestasi akademik https://jayapanguspress. org/index. php/metta perempuan dan laki-laki signifikan secara statistik (Asymp. Sig. <0,. Penelitian ini mengindikasi bahwa gender berpengaruh signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa pada PTKI. Selain itu, analisis statistik korelasional membuktikan bahwa uang saku. Uang Kuliah Tunggal (UKT), dan tingkat pendidikan pendidikan ayah dan ibu tidak berhubungan dengan prestasi akademik mahasiswa (Asymp. Sig. >0,. Sebaliknya, modal kultural mahasiswa memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi akademik siswa (Asymp. Sig. <0,. Namun, korelasi antara kedua variabel sangat lemah atau korelasi yang dapat diabaikan (A = 0,. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa modal kultural yang tinggi akan meningkatkan prestasi akademik mahasiswa secara Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengaruh gender dan hubungan antara latar belakang sosial ekonomi keluarga dan modal kultural terhadap prestasi akademik mahasiswa pada bidang Kajian Keislaman (Islamic studie. dalam konteks PTKI. Kata Kunci: Gender. Latar Belakang Sosio-Ekonomi Keluarga. Modal Kultural. Prestasi Akademik Pendahuluan Prestasi akademik mahasiswa berhubungan dengan banyak faktor. Prestasi akademik diukur melalui tugas dalam berbagai bentuk yang berbeda, misalnya ujian, membuat esai, laporan, presentasi kelas, proyek dan praktikum. Tujuan penilaian juga bervariasi termasuk pula penilaian diagnostik yang mengukur pengetahuan yang sudah ada sebelumnya, penilaian formatif yang mengukur kemajuan siswa, dan penilaian sumatif yang mengukur pencapaian pembelajaran pada akhir unit studi. Penilaian pada umumnya menggunakan skala numerik ukuran prestasi akademik (Hanham et al. , 2. Berdasarkan hal tersebut prestasi akademik mahasiswa dapat diukur dengan angka Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Faktor yang dapat mempengaruhi prestasi akademik tersebut tidak hanya terkait dengan proses pembelajaran dalam kelas. Sammons menyebutkan bahwa gender, etnis, dan status sosio-ekonomi berpengaruh terhadap hasil pendidikan (Sammons, 1. Guevara dan Hernyndez menyebutkan bahwa gender dan etnis merupakan dua hal yang berefek terhadap akses pendidikan (Guevara & Hernyndez, 2. Secara khusus. Bowman et all membuktikan bahwa perbedaan prestasi akademik perempuan dan lakilaki. Mereka menyimpulkan bahwa prestasi akademik mahasiswa perempuan pada bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) lebih baik daripada mahasiswa laki-laki (Bowman et al. , 2. Faktor etnis juga dapat mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa. Loeb et al. menyimpulkan bahwa mahasiswa dari etnis minoritas cenderung memiliki nilai akademik yang rendah (Loeb & Hurd, 2. Wang et al. mengakui pula tentang adanya kesenjangan prestasi akademik antaretnis tersebut. Akan tetapi, menurut mereka kesenjangan tersebut dapat diminimalisasi dengan sosialisasi etnis-ras oleh orang tua (Wang et al. , 2. Selain itu, latar belakang ekonomi keluarga berhubungan dengan prestasi. Studistudi telah membuktikan bahwa siswa dari keluarga miskin akan cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih rendah dari kawan mereka dari keluarga kaya. Status ekonomi keluarga berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa (Taufik & Kurniawati, 2. Siswa yang kekurangan sumber daya finansial akan mengalami kesulitan di perguruan tinggi (Reinders et al. , 2. Keluarga berpenghasilan rendah lebih cenderung tidak menempuh pendidikan karena permasalahan ekonomi (Gross & Bettencourt, 2. Status Latar belakang ekonomi keluarga tersebut dapat dilihat dari uang saku dan penghasilan orang tua (Pagulayan et al. , 2. Indikator lainnya adalah https://jayapanguspress. org/index. php/metta kepemilikan mesin cuci, ketersediaan ruang belajar, kepemilikan jaringan internet, kepemilikan smartphone, televisi, komputer/laptop, mobil, ketersediaan kamar mandi, kepemilikan kamus, ruang belajar tenang, meja belajar, buku pelajaran, dan kepemilikan kalkulator di rumah (Parcel & Dufur, 2. Dalam konteks perguruan tinggi di Indonesia, latar belakang ekonomi keluarga dapat dilihat dari biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang harus mereka bayar. Penetapan biaya UKT tersebut berdasarkan kondisi ekonomi keluarga mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa yang membayar UKT yang lebih tinggi adalah mahasiswa yang lebih mampu secara ekonomi daripada mahasiswa yang membayar UKT lebih rendah. Faktor lain yang berhubungan dengan prestasi akademik adalah tingkat pendidikan orang tua. Tingkat pendidikan ayah berpengaruh terhadap pendidikan siswa pada jenjang SMA dan di perguruan tinggi (Ahmed & Nauriyal, 2. Harju-Luukkainen et al. menjelaskan hubungan latar belakang keluarga . ingkat pendidikan orang tua, nilai, dan harapan orang tu. dengan prestasi siswa. Dia menulis bahwa tingkat pendidikan orang tua yang rendah memiliki kesadaran yang rendah dalam penyediaan lingkungan pendukung proses pembelajaran, misalnya buku dan sikap, sehingga berdampak hasil belajar anak (Harju-Luukkainen et al. , 2. Penyediaan lingkungan pendukung di rumah ditentukan oleh tingkat pendidikan orang tua dan lingkungan tersebut berefek terhadap motivasi dan prestasi siswa (Havidz & Mujakiah, 2. Siswa yang tidak berada pada lingkungan yang mendukung proses pembelajaran akan cenderung tidak meraih prestasi yang lebih baik dari kawan mereka yang didukung oleh lingkungannya. Kesenjangan pendidikan tidak hanya terkait dengan ekonomi keluarga tetapi juga modal sosial dan kultural (Thirutnurthy et al. , 2. Modal kultural dan sosial adalah dua bentuk modal yang tak terlihat dan saling terkait. Modal kultural berperan krusial dalam membangun modal sosial (Sutherland & Burton, 2. Modal kultural keluarga memiliki peran krusial dalam peningkatan kinerja akademik mahasiswa. Modal kultural dalam bentuk kebiasaan membaca di rumah berpengaruh terhadap capaian dalam pendidikan (Graaf et al. , 2. Kebiasaan membaca tersebut tidak berhubungan dengan konteks sekolah tetapi dibangun dalam keluarga sebagai sebuah kultur (Breinholt & Jyger, 2. Konsep modal kultural ini menjelaskan tentang keberhasilan para siswa dari keluarga miskin. Di lembaga pendidikan, siswa dari keluarga miskin dapat pula meraih prestasi akademik dan bersaing dengan kawan mereka yang memiliki orang tua Siswa dari keluarga miskin berprestasi tersebut memiliki dukungan modal kultural dari keluarga . rang tua atau keluarga besa. Studi-studi tersebut dilakukan dalam konteks sekolah atau perguruan tinggi umum atau bidang kajian ilmu umum. Dalam rentang 2019-2023, studi tentang korelasi gender, latar belakang sosio-ekonomi keluarga, dan modal kultural dalam konteks pendidikan, terutama pendidikan Islam masih jarang dilakukan. Di Indonesia, riset tentang variabel tersebut masih belum dilakukan. Penelitian masih fokus pada satu variabel dan dalam konteks pendidikan umum. (Hamamy, 2. (Taufik & Kurniawati, 2. (Setyorini & Syahlani, 2. (Oryza & Listiadi, 2. (Marceylla & Subroto, 2. Hal itu terkait dengan anggapan para peneliti pendidikan Islam yang cenderung berpendapat pendidikan Islam tidak bisa dilihat dari aspek faktor-faktor tersebut. Oleh karena itu, studi ini akan melengkapi studi tentang variabel tersebut dalam konteks pendidikan tinggi keagamaan Islam (PTKI) di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut diatas, rumusan masalah penelitian ini adalah RM_1: Apakah ada perbedaan signifikan antara prestasi akademik mahasiswa lakilaki dengan mahasiswa perempuan pada PTKI di Indonesia. RM_2: Apakah ada korelasi signifikan antara tingkat pendidikan ayah dengan prestasi akademik mahasiswa PTKI di Indonesia. https://jayapanguspress. org/index. php/metta RM_3: Apakah ada korelasi signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan prestasi akademik mahasiswa PTKI di Indonesia. RM_4: Apakah ada korelasi signifikan antara jumlah uang saku mahasiswa dengan prestasi akademik mahasiswa PTKI di Indonesia. RM_5: Apakah ada korelasi signifikan antara Uang Kuliah Tunggal yang dibayar mahasiswa berhubungan signifikan dengan prestasi akademik mahasiswa PTKI di Indonesia. RM_6: Apakah ada korelasi signifikan antara modal kultural dengan prestasi akademik mahasiswa PTKI di Indonesia. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah . memverifikasi perbedaan prestasi akademik mahasiswa laki-laki dan perempuan pada PTKI di Indonesia. memverifikasi korelasi tingkat pendidikan ayah terhadap prestasi akademik mahasiswa pada pada PTKI di Indonesia. memverifikasi korelasi tingkat pendidikan ibu terhadap prestasi akademik mahasiswa pada PTKI di Indonesia. memverifikasi korelasi Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dibayar dengan prestasi akademik mahasiswa pada pada PTKI di Indonesia. memverifikasi korelasi jumlah uang saku dengan prestasi akademik mahasiswa pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri . memverifikasi korelasi modal kultural terhadap prestasi akademik mahasiswa pada pada PTKI di Indonesia. Tujuan penelitian tersebut diformulasi menjadi hipotesis yaitu H1: Prestasi akademik laki-laki dan perempuan mahasiswa PTKI di Indonesia berbeda signifikan. H2: Tingkat pendidikan ayah berkorelasi signifikan dengan prestasi akademik mahasiswa PTKI di Indonesia. H3: Tingkat pendidikan ibu berkorelasi signifikan dengan prestasi akademik mahasiswa PTKI di Indonesia. H4: Jumlah uang saku mahasiswa berkorelasi signifikan dengan prestasi akademik mahasiswa PTKI di Indonesia. H5: Uang Kuliah Tunggal yang dibayar mahasiswa berkorelasi signifikan dengan prestasi akademik mahasiswa PTKI di Indonesia. H6: Modal kultural berkorelasi signifikan dengan prestasi akademik mahasiswa PTKI di Indonesia. Studi ini akan memberi kontribusi konseptual untuk mengisi kekosongan teori-teori administrasi pendidikan dari perspektif ekonomi pendidikan serta sosiologi dalam konteks pendidikan Islam. Signifikansi teoretis tersebut akan menjelaskan tentang prestasi akademik mahasiswa atau siswa dari berbagai latar belakang. Secara praktis, studi ini memberi kontribusi bagi pengelola lembaga pendidikan dan pemerintah dalam menyiapkan sumber daya yang berdampak maksimal terhadap keberhasilan pendidikan. Metode Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin. Universitas tersebut adalah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tertua dan terbesar di Pulau Kalimantan. Partipan penelitian berjumlah 174 orang terdiri dari laki-laki 73 orang dan perempuan 101 orang. Partisipan ditetapkan dengan teknik convenience sampling. Dengan teknik convenience sampling, para mahasiswa menjadi partisipan berdasarkan kesukarelaan mereka setelah menerima pesan teks berisi tautan angket. Selain itu, partisipan juga ditetapkan dengan teknik snowballing sampling. Para partisipan yang diminta oleh peneliti untuk mengirimkan tautan angket kepada teman mereka yang potensial menjadi partisipan. https://jayapanguspress. org/index. php/metta Pengumpulan data menggunakan angket yang diadaptasi dari Cheng dan Kaplowitz serta Sieben dan Lechner (Cheng & Kaplowitz, 2016. Sieben & Lechner, 2. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan oleh 39 partisipan. Item pertanyaan adalah Saya memiliki buku bacaan di rumah/tempat tinggal (MK_. Saya mendengarkan puisi (MK_. Saya mendengarkan musik (MK_. Saya menonton pagelaran/pertunjukan musik atau seni lain (MK_. Saya melukis * Saya mengunjungi pameran lukisan dan seni rupa lain (MK_. Saya mengunjungi toko buku (MK_. Saya mengunjungi perpustakaan (MK_. Di rumah atau di kos, saya menggunakan waktu luang untuk membaca buku (MK_. Saya memperhatikan model/desain pakaian yang saya pakai (MK_. Orang tua saya menanyakan tentang keadaan saya (MK_. Orang tua saya menanyakan tentang bagaimana kuliah yang saya ikuti (MK_. Keterangan : *tidak valid dan dihapus Proses penelitian ditunjukkan pada Gambar 1 di bawah ini. Gambar 1. Proses Penelitian Hasil dan Pembahasan Perbedaan Prestasi Akademik Laki-laki dan Perempuan Hasil uji normalitas Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data tidak terdistribusi normal . A 0. Dengan demikian, data tidak memenuhi syarat untuk analisis parametrik yaitu korelasi pearson. Oleh karena itu, peneliti menggunakan uji Analisis Mann-Whitney Test untuk menganalisis beda antargender dan Spearman's Rank-Order Correlation untuk mengukur korelasi variabel lain. Analisis menggunakan SPSS versi 27. Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. dan lebih kecil dari pada 0. Perbedaan disebut signifikan bila SigA0,05. Hal itu menunjukkan bahwa prestasi akademik laki-laki dan perempuan berbeda secara Perbedaan tersebut dapat dilihat dari rata-rata IPK perempuan adalah 3,67 dan https://jayapanguspress. org/index. php/metta rata-rata IPK laki-laki 3,61. Dengan kata lain dapat disimpulkan gender berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa. Temuan tersebut membuktikan bahwa H1 Hasil uji tersebut dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini. Tabel 1. Hasil Uji Mann-Whitney U Y (IPK) Mann-Whitney U Wilcoxon W Asymp. Sig. -taile. Grouping Variable: Gender (X. Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS versi 27 Temuan tersebut mendukung temuan penelitian lain yang menyimpulkan prestasi akademik laki-laki dan perempuan berbeda signifikan. Hanham et al menjelaskan bahwa perempuan lebih menyiapkan kondisi untuk belajar daripada laki-laki (Hanham et al. sehingga perempuan akan cenderung berprestasi lebih baik daripada laki-laki. Penelitian lain juga membuktikan bahwa laki-laki cenderung lebih mudah depresi daripada perempuan yang berdampak pada prestasi akademik mereka (Khesht-Masjedi et , 2. Siswa laki-laki dari etnis minoritas lebih rentan diskor daripada siswa perempuan (Lehmann & Meldrum, 2. Naz et al. menjelaskan bahwa mahasiswa perempuan lebih didorong oleh motivasi intrinsik dan laki-laki didorong motivasi Mereka membuktikan bahwa mahasiswa perempuan memiliki prestasi akademik yang lebih baik daripada laki-laki (Naz et al. , 2. Dengan istilah lain. Douglas et al. menyatakan bahwa perempuan lebih mengungguli laki-laki (Douglas et al. Lebih jauh, kesenjangan prestasi akademik perempuan dan laki-laki tersebut terkait dengan bidang ilmu. Temuan kami mendukung asumsi bahwa pada bidang studi Islam, prestasi akademik perempuan dan laki-laki berbeda signifikan. Hal itu berdasarkan asumsi temuan Herrera et. al yang membedakan antar bidang ilmu. Mereka menyimpulkan bahwa prestasi akademik perempuan dan laki-laki tidak berbeda pada bidang bahasa dan literatur tetapi berbeda pada bidang ilmu alam dan matematika (Herrera et al. , 2. Dalam pembelajaran bahasa secara bergerak . obile learnin. prestasi akademik laki-laki lebih tinggi daripada perempuan (Z. Yu, 2. Korelasi Tingkat Pendidikan Orang tua dengan Prestasi Akademik Selain gender, penelitian ini juga memverifikasi korelasi tingkat pendidikan ayah dan ibu dengan prestasi akademik. Uji statistik korelasional membuktikan bahwa tingkat pendidikan ayah dan ibu tidak berkorelasi dengan IPK mahasiswa. Hal itu ditunjukkan oleh Sig. -taile. variabel pendidikan ayah sebesar 0,862 yang lebih dari 0. ,862A0,. dan Sig. -taile. variabel tingkat pendidikan ibu sebesar 0. 495 yang lebih besar dari 0,05 . ,495A0,. Dengan demikian. H2 dan H3 ditolak. Hasil uji korelasi Spearman's Rank dapat dilihat pada Tabel 2 di bawah ini. Tabel 2. Hasil Analisis Korelasi Variabel IPK Pend. Ayah (X. Corr. Coefficient Sig. -taile. Pend. Ibu (X. Corr. Coefficient 0. 642** 1. 000 0`. 257** 0. 342** 0. Sig. -taile. Uang saku (X. Corr. Coefficient 182* 0. 220** 0. Sig. -taile. https://jayapanguspress. org/index. php/metta Corr. Coefficient 0. 259** 0. 206** 0. Sig. -taile. Modal kultural Corr. Coefficient 220** 0. 206** 1. (X. Sig. -taile. IPK Corr. Coefficient 210** 1. Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS versi 27 Temuan tersebut berbeda dengan temuan Nelson. Riset Nelson juga menemukan bahwa tingkat pendidikan ayah berhubungan dengan nilai mahasiswa tetapi pendidikan ibu tidak berkorelasi (Nelson, 2. Terkait dengan variabel gender, mereka juga menemukan bahwa nilai akademik mahasiswa perempuan lebih baik daripada mahasiswa laki-laki. Temuan tersebut didukung pula oleh Khan yang menyimpulkan bahwa tingkat pendidikan orang tua berkorelasi dengan prestasi siswa pada jenjang menengah (Khan et , 2. Pengaruh tingkat pendidikan ayah berpengaruh terhadap prestasi anak pada jenjang dasar dan tingkat pendidikan ibu berpengaruh pada jenjang menengah dan tinggi (Wamala et al. , 2. Korelasi tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi akademik terkait dengan pengaruh tingkat pendidikan orang tua terhadap tingkat motivasi anak untuk berprestasi. Semakin tinggi tingkat pendidikan orang tua semakin tinggi pula motivasi untuk berprestasi siswa pada semua jenjang pendidikan (Acharya & Joshi. UKT (X. Korelasi Hubungan Latar Belakang Ekonomi dengan Prestasi Akademik Latar belakang ekonomi keluarga yang dilihat dari uang saku dan jumlah UKT yang dibayar tidak berkorelasi dengan prestasi akademik mahasiswa. Kedua indikator tersebut memiliki skor diatas 0,05 (Sig. >0. Skor itu menunjukkan bahwa membuktikan secara statistik bahwa latar belakang ekonomi keluarga tidak berhubungan dengan peningkatan atau penurunan prestasi akademik. Dengan kata lain, banyak atau sedikitnya uang saku dan tinggi rendahnya UKT yang dibayar mahasiswa tidak berhubungan dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa. Temuan tersebut menjadi dasar untuk menolak H4 dan H5. Temuan tersebut menentang temuan penelitian yang pada umumnya membuktikan latar belakang sosio-ekonomi keluarga . tnis ekonomi, tingkat pendidikan orang tu. berpengaruh terhadap prestasi akademik siswa (Hanushek, 2. Korelasi latar belakang sosio-ekonomi dengan prestasi akademik tersebut berbeda antara prestasi bidang bahasa dengan bidang sains/matematika. Korelasi latar belakang sosio-ekonomi berkorelasi signifikan pada bidang bahasa lebih kuat daripada bidang sains/matematika (Liu et al. Keluarga dari kalangan menengah ke atas memiliki kemampuan menyediakan perlengkapan dan lingkungan yang mendukung kesuksesan pendidikan anak mereka (Arastaman & ynzdemir, 2. Berdasarkan itu dapat dijelaskan bahwa pada bidang keislaman, latar belakang sosio-ekonomi tidak berkorelasi signifikan dengan prestasi akademik mahasiswa. Dukungan sosio-ekonomi tidak diperlukan dalam proses pendidikan pada lembaga pendidikan Islam yang relatif lebih mudah daripada lembaga pendidikan umum. Dengan kata lain, pendidikan Islam tidak memerlukan dukungan perlengkapan dan lingkungan yang besar dibandingan pendidikan pada lembaga lain. Korelasi Modal Kultural dengan Prestasi Akademik Selain gender, variabel yang terbukti berkorelasi dengan prestasi akademik mahasiswa adalah modal kultural. Hasil uji korelasi Spearman's Rank menunjukkan Sig. https://jayapanguspress. org/index. php/metta . -taile. lebih kecil daripada 0,05 . ,005A0,. dengan Correlation Coefficient 0. (A=0. Korelasi tersebut dapat dikategorikan sebagai hubungan yang sangat lemah atau dapat diabaikan (Mukaka, 2. Hal itu mengindikasikan bawah semakin baik modal kultural pendidikan mahasiswa semakin tinggi nilai yang dicapai oleh mahasiswa. Hal itu menjadi bukti untuk menerima H6. Temuan penelitian ini mendukung temuan-temuan penelitian terdahulu yang membuktikan modal kultural berkorelasi dengan prestasi akademik. Tan et al. menyimpulkan modal kultural berkorelasi dengan prestasi pada setiap jenjang (Tan et al. Mereka menjelaskan bahwa pada jenjang pendidikan dasar (Tk dan SD), modal kultural berbentuk keterlibatan orang tua-sekolah berkorelasi dengan prestasi. Modal kultural yang berbentuk partisipasi dalam seni dan kebiasaan membaca berpengaruh terhadap hasil belajar (Gaddis, 2. Gaddis menjelaskan bahwa modal kultural akan membentuk persepsi dan respon terhadap proses belajar di sekolah dengan kebiasaan, keterampilan dan prilaku. Persepsi dan respon tersebut dikenal dengan istilah habitus. Menurutnya, habitus merupakan mediator pengaruh terhadap prestasi siswa. Penjelasan tentanh hubungan sosio-ekonomi keluarga, modal kultural, dan prestasi akademik dapat dilihat dalam tulisan engynyl. Dia mengemukakan bahwa orang tua yang memiliki status sosio-ekonomi tinggi akan memiliki keterlibatan dalam proses pendidikan anak Oleh karena itu, menurut mereka, modal kultural keluarga kaya akan relatif lebih baik daripada keluarga miskin sehingga akan akan mendorong peningkatan prestasi akademik mereka . ngynyl, 2. Selain itu, modal kultural dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan prestise pekerjaan(Menardo et al. , 2. Modal kultural merupakan hasil secara individual dan pendidikan yang sangat terkait dengan material/kebendaan dan interaksi sosial . odal sosia. (Gajek & Marchlik, 2. Peran modal kultural terhadap presatasi akademik semakin lemah dibandingkan pada masa lalu sedangkan pengeluaran untuk pendidikan semakin signifikan untuk mendorong kesuksesan siswa (Nogueira. Modal kultural merupakan hasil dari keluarga dan atau dari pendidikan yang peroleh (Arastaman & ynzdemir, 2. Gracia menjelaskan bahwa modal kultural terkait dengan waktu luang ayah-ibu utnuk bersama anak mereka dalam kegiatan kultural, misal membaca buku di rumah, mengunjungi museum, atau ke perspustakaan. Kegiatan tersebut akan mentrasfer modal kultural kepada anak. Waktu luang bersama anak tersebut dipengaruhi oleh posisi sosial ayah sedangkan pengaruh pendidikan orang tua sangat kompleks (Gracia, 2. Modal kultural kelurga harus seiring dengan upaya meningkatkan dukungan orang tua terhadap partisipasi akademik anak, meningkatkan harapan pendidikan untuk anak, dan menumbuhkan sikap belajar yang baik (S. Yu et al. Pengaruh modal kultural bervariasi berdasarkan konteks pendidikan. Modal kultural berperan krusial dalam sistem pendidikan yang desentralisasi, di sekolah-sekolah berprestasi rendah dalam sistem pendidikan yang bervariasi, di sekolah-sekolah berkualitas tinggi dan di masyarakat maju yang penuh kesenjangan. Sebaliknya, modal kultural penting dalam sistem pendidikan berprestasi tinggi dan standar, dan dalam masyarakat yang menghargai pendidikan (Tan, 2. Siswa yang tidak memiliki modal kultural harus berusaha lebih keras karena mereka merasa berbeda dengan yang lain (Feldman & Wallace, 2. https://jayapanguspress. org/index. php/metta Hasil penelitian ini dapat ditunjukkan dalam gambar 2 di bawah ini. Gambar 2. Hasil Penelitian dan Keterkaitan Antarvariabel Temuan penelitian ini memiliki keterbatasan. Keterbatasan pertama adalah generalisasi yang rendah karena terbatasnya sampel dan wilayah penelitian. Oleh karena itu, penelitian berikutnya direkomendasikan untuk meneliti pada wilayah yang lebih luas, misalnya dalam konteks Indonesia, dan jumlah sampel yang lebih banyak. Dengan demikian, temuan penelitian dapat digeneralisasi dalam wilayah yang lebih luas pula. Keterbatasan kedua adalah pengukuran yang dilakukan terbatas pada korelasi sehingga tidak mencermati kausalitas dan variabel mediator. Oleh karena itu, penelitian akan datang disarankan mencermati pengaruh langsung variabel dan peran variabel mediator. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan kepada administratur sekolah/madrasah dan perguruan tinggi untuk memperhatikan modal kultural pendidikan. Layanan khusus dapat diberikan kepada kelompok siswa dan mahasiswa dari berprestasi rendah. Merujuk Williams et al. upaya peningkatan prestasi dapat melalui dukungan sekolah berupa pengembangan budaya untuk membangun harapan, membangun kedekatan interaksi, dan membangun relasi bermakna antara sekolah-orang tua (Williams et al. , 2. Kesimpulan Temuan penting dan mengejutkan adalah latar belakang sosio-ekonomi keluarga yang tidak berkorelasi dengan prestasi akademik mahasiswa. Temuan tersebut berlawanan dengan studi-studi yang telah dilakukan. Hal itu mengindikasikan penghasilan dan tingkat pendidikan orang tua tidak berpengaruh terhadap prestasi akademik anak mereka. Selain itu, gender dan modal kultural terverifikasi dalam penelitian ini. Temuan tersebut menunjukkan bahwa prestasi mahasiswa perempuan lebih tinggi daripada mahasiswa perempuan pada bidang studi Islam. Temuan itu mengindikasikan bahwa perempuan lebih menyiapkan kondisi pendukung untuk mencapai prestasi akademik. Selain itu, penelitian ini mengindikasikan bahwa modal kultural yang dimiliki mahasiswa berpengaruh signifikan terhadap prestasi akademik Dengan kata lain, semakin tinggi modal kultural mahasiswa semakin tinggi pula prestasi akademik mereka. https://jayapanguspress. org/index. php/metta Daftar Pustaka