El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 DOI: 10. 55799/elmadaniyah. MENGHIDUPKAN KEMBALI KEGIATAN TPA SEBAGAI UPAYA PENGUATAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN DI DESA PERSIAPAN JABDAN Haenul Jarya1. Zaitun Zahra2. Muhammad Irsyad Al-Banjari3. Fatrah4. Sevia Rahayu Nur Habibah5. Helda Indah Sari6. Mona Hayati7. Rizqy Ramadhani dg. Matutu8. Saparuddin9. Yusi Nudya Rohman10. Zahra Nurasyipa11. Sugianor12. Redno Palupi13. Moh Ibnu Faruk Fauzi,14. Ruslan15. Hasan16 STAI Sangatta. Indonesia Email : 1haenuljarya580@gmail. com, 2zaitunzahra2003@gmail. com, 3irsyadirsyud@gmail. fatrah0106@gmail. com, 5seviarahayu421@gmail. com, 6heldakim9504@gmail. monahayati1414@gmail. com, 8ramadahanirizqi839@gmail. com, 9safaruddinhanif222@fmail. yusinudya1997@gmail. com, 11zahranrsypaa@gmail. com, 12sugibalangan9@gmail. rednopalupi2@gmail. com, 14ibnufaruq913@gmail. com, 15ruslanlambari068@gmail. hasansaberan52@gmail. Received 14 Januari 2026 Keywords: TPA Religious Education Mentoring Community Service Persiapan Jabdan Village Kata Kunci: TPA Pendidikan Keagamaan Pendampingan Pengabdian Masyarakat Jabdan Preparatory Village Article Info Accepted 28 Februari 2026 Published 28 Februari 2026 ABSTRACT The Qur'an Education Park (TPA) has a strategic role in shaping children's Qur'an reading skills and religious character. However, in Jabdan Preparatory Village. Muara Wahau District. East Kutai Regency. TPA activities have not run optimally due to limited educators, monotonous learning methods, and lack of learning media. This Community Service activity aims to revive TPA activities and improve the quality of religious education through assistance in learning the Qur'an and strengthening Islamic values. The methods used include assessment, planning, implementation, and evaluation through direct assistance in several landfills. Activities include guidance on reading the Qur'an, learning basic tajweed, memorizing short letters, daily prayers, and habituating Islamic morals. The results of the activity showed an increase in the enthusiasm of students, fluency in reading the Qur'an, and discipline in participating in TPA Thus, this PKM contributes to strengthening the role of TPA as a non-formal religious education institution in Jabdan Preparatory Village. ABSTRAK Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA) memiliki peran strategis dalam membentuk kemampuan membaca Al-QurAoan dan karakter religius Namun, di Desa Persiapan Jabdan. Kecamatan Muara Wahau. Kabupaten Kutai Timur, kegiatan TPA belum berjalan optimal akibat keterbatasan tenaga pendidik, metode pembelajaran yang monoton, dan minimnya media pembelajaran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan menghidupkan kembali aktivitas TPA dan meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan melalui pendampingan pembelajaran Al-QurAoan dan penguatan nilai-nilai Islami. Metode yang digunakan meliputi asesmen, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi melalui pendampingan langsung di beberapa TPA. Kegiatan meliputi bimbingan membaca Al-QurAoan, pembelajaran tajwid dasar, hafalan surat pendek, doa harian, serta pembiasaan akhlak Islami. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan antusiasme santri, kelancaran membaca Al-QurAoan, serta kedisiplinan dalam mengikuti kegiatan TPA. Dengan demikian. PKM ini berkontribusi dalam memperkuat peran TPA sebagai lembaga pendidikan keagamaan nonformal di Desa Persiapan Jabdan. El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 Copyright and License: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal. PENDAHULUAN Pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual anak sejak usia dini. Pendidikan agama tidak hanya berfungsi sebagai proses transfer pengetahuan keislaman, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai-nilai akhlak dan pembiasaan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari. 1 Dalam konteks masyarakat, pendidikan keagamaan berbasis komunitas menjadi pelengkap penting bagi pendidikan keluarga dan sekolah formal, terutama dalam membangun fondasi keimanan dan ketakwaan generasi muda. Salah satu bentuk pendidikan keagamaan nonformal yang berkembang di tengah masyarakat adalah Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA). TPA berperan sebagai wadah pembelajaran bagi anak-anak untuk mengenal huruf hijaiyah, membaca Al-QurAoan, mempelajari dasar-dasar tajwid, serta menanamkan nilai-nilai Islam dan akhlak terpuji. Keberadaan TPA menjadi sangat relevan di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin pesat, yang berpotensi memengaruhi perilaku anak apabila tidak diimbangi dengan pendidikan keagamaan yang kuat. Namun demikian, realitas di berbagai daerah menunjukkan bahwa fungsi TPA belum berjalan secara optimal. Berbagai temuan menunjukkan masih banyak anak yang mengikuti TPA tetapi belum mampu membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar. Kondisi ini disebabkan oleh keterbatasan tenaga pendidik, metode pembelajaran yang monoton, minimnya sarana pendukung, serta kurangnya pendampingan dan evaluasi pembelajaran secara berkelanjutan. 5 Kondisi serupa juga ditemukan di Desa Persiapan Jabdan, di mana sebagian TPA tidak aktif dan TPA yang masih berjalan menghadapi kendala keterbatasan ustazah, kurangnya variasi metode pembelajaran, serta fasilitas yang belum memadai. Permasalahan tersebut menunjukkan adanya kebutuhan nyata akan upaya penguatan kegiatan TPA. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan menghidupkan kembali aktivitas TPA serta meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan anak. Solusi yang ditawarkan meliputi pendampingan pembelajaran Al-QurAoan, penerapan metode pembelajaran yang lebih variatif dan menyenangkan, serta penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik Hilda Darmaini Siregar and Zainal Efendi Hasibuan. AuPendidikan Agama Islam: Pengertian. Tujuan. Dasar. Dan Fungsi,Ay Intellektika: Jurnal Ilmiah Mahasiswa 2, no. : 125Ae36. Yus Hermansyah et al. AuPemberdayaan Masyarakat Di Pedesaan Melalui Program Pendidikan Islam Berkelanjutan,Ay JURNAL PENGABDIAN PELITABANGSA NAACA: LPPM Universitas Pelita Bangsa 5, 01 . : 31Ae36. Taman Pendidikan Al-QurAoan. AuPeran Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA) Masjid Nurul Iman Terhadap Pembentukan Akhlak Anak Di Desa Suka Mulya Kecamatan Lempuing,Ay Jurnal PKM: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, no. Adita Rizki Hana Wibowo and Darodjat Darodjat. AuDampak Pendidikan Islam Non-Formal Terhadap Pembentukan Karakter Keagamaan Anak Dan Remaja,Ay Al-Hikmah: Jurnal Agama Dan Ilmu Pengetahuan 22, 2 . : 349Ae61. Midela Eka Putri and Asmara Yumarni. AuCase Study: Problems and Solutions for Learning to Read and Write the QurAoan at TPQ Al-Huda. Darat Sawah Village. Seginim District. ,Ay Nusantara Education 3, no. : 1Ae El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 Bentuk kegiatan pengabdian ini meliputi pemetaan kemampuan baca santri, pembelajaran IqraAo dan Al-QurAoan secara bertahap, pengenalan tajwid dasar, serta kegiatan edukatif Islami yang mendukung pembinaan akhlak dan kedisiplinan. Pendekatan ini sejalan dengan kajian teoritis yang menempatkan TPA sebagai lembaga pendidikan keagamaan nonformal yang berperan strategis dalam pembentukan karakter religius anak serta penguatan nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan PKM menghidupkan kembali TPA di Desa Persiapan Jabdan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-QurAoan, memperkuat peran TPA sebagai pusat pendidikan keagamaan berbasis masyarakat, serta mendukung pembentukan generasi muda yang beriman dan berakhlak METODE Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di beberapa Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA) yang berada di Desa Persiapan Jabdan. Kecamatan Muara Wahau. Kabupaten Kutai Timur. Subjek pengabdian adalah santri dan santriwati TPA, ustazah sebagai pengelola dan pengajar, serta mahasiswa STAI Sangatta sebagai tim pelaksana pengabdian. Mitra utama kegiatan ini adalah pengelola dan ustazah TPA yang secara langsung terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Perencanaan aksi dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan mitra sejak tahap awal. Kegiatan diawali dengan survei lapangan dan diskusi bersama ustazah serta pengelola TPA untuk mengidentifikasi kondisi riil pelaksanaan TPA, meliputi jumlah santri, ketersediaan tenaga pengajar, metode pembelajaran, dan sarana pendukung. Hasil asesmen menunjukkan bahwa sebagian TPA mengalami penurunan aktivitas akibat keterbatasan ustazah, metode pembelajaran yang kurang variatif, serta rendahnya motivasi belajar santri. Berdasarkan temuan tersebut, tim PKM dan mitra bersama-sama menyusun rencana kegiatan pendampingan pembelajaran Al-QurAoan dan pembiasaan karakter Islami yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lokal. Strategi pengabdian yang digunakan adalah pendampingan langsung . articipatory mentorin. melalui penguatan proses pembelajaran di TPA. Mahasiswa berperan sebagai pendamping ustazah dalam membimbing santri membaca IqraAo dan Al-QurAoan, memperbaiki makharijul huruf, mengenalkan tajwid dasar, serta menanamkan nilai-nilai akhlak Islami. Pendekatan ini sejalan dengan konsep pendidikan nonformal dan revitalisasi lembaga keagamaan yang menekankan keterlibatan masyarakat dan optimalisasi sumber daya lokal dalam menjaga keberlangsungan kegiatan TPA. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap melalui empat tahapan utama, yaitu asesmen, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, pendampingan dilakukan secara rutin selama periode 11 November hingga 19 Desember 2026. Kegiatan meliputi pembelajaran membaca Al-QurAoan, hafalan surat pendek, pembiasaan doa harian, serta kegiatan edukatif Islami yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Untuk menjaga minat santri, pembelajaran diselingi dengan ice breaking dan permainan edukatif bernuansa Islami. Ustazah tetap menjadi pengajar utama, sementara mahasiswa membantu memberikan pendampingan individual dan kelompok kecil agar proses belajar lebih efektif. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi keaktifan santri, perkembangan kemampuan membaca Al-QurAoan, serta perubahan sikap dan kedisiplinan selama mengikuti Selain itu, evaluasi juga dilakukan melalui diskusi reflektif bersama ustazah dan pengelola TPA. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan antusiasme santri. Wibowo and Darodjat. AuDampak Pendidikan Islam Non-Formal Terhadap Pembentukan Karakter Keagamaan Anak Dan Remaja. Ay El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 kelancaran membaca Al-QurAoan, serta suasana belajar yang lebih hidup dan kondusif. Dengan demikian, metode pendampingan partisipatif ini dinilai efektif dalam mendukung upaya menghidupkan kembali kegiatan TPA serta memperkuat pendidikan keagamaan anak di Desa Persiapan Jabdan. Gambar 1. Alur Tahapan Pelaksanaan HASIL Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Taman Pendidikan AlQurAoan (TPA) Desa Persiapan Jabdan menunjukkan dinamika pendampingan yang aktif dan Selama periode kegiatan, mahasiswa bersama ustazah melaksanakan berbagai bentuk tindakan teknis, seperti pendampingan membaca IqraAo dan Al-QurAoan, pembetulan makharijul huruf, pengenalan tajwid dasar, hafalan surat-surat pendek, doa-doa harian, serta pembiasaan akhlak Islami. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek kognitif membaca Al-QurAoan, tetapi juga pada pembinaan sikap, kedisiplinan, dan kecintaan santri terhadap kegiatan keagamaan. Dinamika proses pendampingan menunjukkan bahwa santri menjadi lebih aktif dan berani dalam mengikuti pembelajaran. Santri yang sebelumnya pasif dan ragu-ragu mulai menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam membaca Al-QurAoan di hadapan temantemannya. Kehadiran mahasiswa sebagai pendamping membantu ustazah dalam memberikan perhatian lebih intensif kepada santri, khususnya bagi anak-anak yang masih mengalami kesulitan dalam mengenal huruf hijaiyah, melafalkan makhraj, dan membaca dengan lancar. Hal ini berdampak pada meningkatnya kualitas interaksi belajar antara santri dan pendidik di lingkungan TPA. Selain peningkatan kemampuan membaca Al-QurAoan, kegiatan PKM juga memunculkan perubahan perilaku dan sikap santri. Santri menjadi lebih disiplin hadir, lebih tertib dalam mengikuti kegiatan, serta lebih terbiasa menerapkan adab Islami seperti mengucapkan salam, berdoa sebelum dan sesudah belajar, serta saling menghormati antar sesama. Pembiasaan ini menunjukkan munculnya kesadaran baru tentang pentingnya perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya di lingkungan TPA tetapi juga dalam konteks sosial yang lebih luas. Dari sisi kelembagaan, kegiatan PKM berkontribusi pada hidupnya kembali aktivitas TPA yang sebelumnya kurang aktif. Dengan adanya pendampingan, kegiatan belajar mengaji menjadi lebih teratur dan variatif, sehingga menarik minat santri untuk kembali mengikuti TPA secara rutin. Ustazah dan pengelola TPA juga memperoleh penguatan moral dan motivasi untuk terus menjalankan kegiatan meskipun dengan keterbatasan tenaga dan sarana. Dalam konteks ini. PKM berfungsi sebagai pemicu . bagi revitalisasi TPA sebagai pusat pendidikan keagamaan berbasis masyarakat. El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 Secara sosial, hasil kegiatan menunjukkan terbangunnya kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pendidikan Al-QurAoan bagi anak-anak. Dukungan orang tua dan pengurus TPA terhadap keberlangsungan kegiatan semakin meningkat, yang tercermin dari meningkatnya kehadiran santri dan keterlibatan masyarakat dalam mendukung aktivitas TPA. Dengan demikian, kegiatan PKM ini tidak hanya menghasilkan perubahan pada individu santri, tetapi juga mendorong terbentuknya iklim sosial yang lebih peduli terhadap penguatan pendidikan keagamaan di Desa Persiapan Jabdan. Gambar 2. Dokumentasi Pengelola TPA. Ustazah dan Santri Pasca Kegiatan PEMBAHASAN Hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA) Desa Persiapan Jabdan menunjukkan bahwa pendampingan pembelajaran Al-QurAoan berperan penting dalam menghidupkan kembali fungsi TPA sebagai lembaga pendidikan keagamaan nonformal. Peningkatan keaktifan santri, kelancaran membaca Al-QurAoan, serta perubahan sikap religius merupakan indikator bahwa kegiatan pendampingan mampu memperkuat proses internalisasi nilai-nilai Islam pada anak. Temuan ini sejalan dengan pandangan bahwa pendidikan keagamaan nonformal berfungsi sebagai pelengkap pendidikan keluarga dan sekolah dalam membentuk karakter dan spiritual anak. Pendampingan yang dilakukan mahasiswa kepada santri dan ustazah terbukti efektif dalam mengatasi keterbatasan tenaga pendidik yang selama ini menjadi kendala utama TPA. Temuan ini relevan dengan penelitian Putri dan Yumarni yang menyatakan bahwa keterbatasan guru, metode yang monoton, serta minimnya media pembelajaran menjadi faktor utama rendahnya kualitas pembelajaran Al-QurAoan di TPQ atau TPA. 8 Dengan adanya pendamping tambahan, proses pembelajaran menjadi lebih intensif dan personal, sehingga santri yang sebelumnya kesulitan membaca Al-QurAoan dapat memperoleh bimbingan yang lebih optimal. Dari perspektif teori pendidikan Islam, proses pembelajaran Al-QurAoan membutuhkan bimbingan langsung . dan keteladanan guru agar santri dapat memperbaiki bacaan dan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 9 Hal ini terlihat dalam hasil pengabdian, di mana santri yang didampingi secara langsung menunjukkan peningkatan kelancaran membaca serta keberanian untuk tampil membaca di depan teman-temannya. Siregar and Hasibuan. AuPendidikan Agama Islam: Pengertian. Tujuan. Dasar. Dan Fungsi. Ay Putri and Yumarni. AuCase Study: Problems and Solutions for Learning to Read and Write the QurAoan at TPQ Al-Huda. Darat Sawah Village. Seginim District. Ay Ahmad Farhan Ash Shidiqi. AuPeran Lembaga Tpa Dalam Pendampingan Kegiatan Membaca Al-QurAoan Melalui Metode Sorogan Pada Santri TPA At-Taqwa Dusun Macanan Bimomartani Ngemplak SlemanAy (Universitas Islam Indonesia, 2. El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 Pendampingan ini bukan hanya mentransfer kemampuan teknis membaca, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi religius. Peningkatan minat belajar dan perubahan perilaku santri juga dapat dijelaskan melalui pendekatan psikologi perkembangan anak. Menurut Piaget, anak usia sekolah dasar belajar lebih efektif melalui pengalaman konkret dan interaksi langsung. 10 Metode pendampingan, permainan edukatif Islami, serta pembiasaan ibadah yang diterapkan dalam PKM memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi santri. Hal ini sejalan dengan teori John Dewey tentang learning by doing, di mana pembelajaran berbasis praktik mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta didik. Selain itu, perubahan sikap religius santri seperti meningkatnya disiplin, adab belajar, dan kebiasaan berdoa menunjukkan bahwa TPA kembali berfungsi sebagai ruang pembinaan Temuan ini memperkuat pandangan Al-Ghazali bahwa pendidikan Islam tidak hanya bertujuan mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk adab dan menyucikan jiwa peserta 12 Dalam konteks ini. PKM tidak hanya menghasilkan peningkatan akademik dalam membaca Al-QurAoan, tetapi juga mendorong pembentukan karakter Islami anak-anak. Dari sisi kelembagaan, kegiatan PKM ini dapat dipahami sebagai bentuk revitalisasi TPA. Revitalisasi dalam konteks pendidikan Islam berarti menghidupkan kembali lembaga keagamaan agar tetap aktif, relevan, dan berfungsi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran mahasiswa sebagai pendamping berperan sebagai change agent yang mendorong munculnya kembali semangat belajar, keterlibatan masyarakat, serta kepercayaan terhadap TPA sebagai pusat pendidikan keagamaan anak. Hal ini sejalan dengan teori perubahan sosial Rogers yang menekankan pentingnya agen perubahan dalam mendorong adopsi praktik baru di masyarakat. Dengan demikian, hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pendampingan pembelajaran Al-QurAoan bukan hanya berdampak pada peningkatan kemampuan santri, tetapi juga memicu perubahan sosial dalam bentuk meningkatnya kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pendidikan keagamaan. Sinergi antara mahasiswa, ustazah, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam menghidupkan kembali aktivitas TPA dan memperkuat keberlanjutannya sebagai lembaga pendidikan nonformal yang berorientasi pada pembentukan generasi berakhlak Islami. KESIMPULAN Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan judul AuMenghidupkan Kembali Kegiatan TPA sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Keagamaan di Desa Persiapan JabdanAy, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendampingan pembelajaran AlQurAoan di Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA) memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan dan kualitas pendidikan keagamaan santri dan santriwati. Kegiatan ini mampu menghidupkan kembali aktivitas TPA yang sebelumnya kurang optimal, baik dari segi kehadiran santri, semangat belajar, maupun variasi metode pembelajaran. Indriyani MaAorifah and Ahmad Asroni. AuJean PiagetAos Constructivism in Islamic Religious Education: Konstruktivisme Jean Piaget Dalam Pendidikan Agama Islam,Ay Edulab: Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan 9, no. : 19Ae32. Atik Silvia and Mahfida Inayati. AuPenerapan Teori Belajar Kontekstual Perspektif John Dewey Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam,Ay Madinah: Jurnal Studi Islam 10, no. : 188Ae99. Kurniawan Syah Putra. AuKonsep Pendidikan Spiritual Imam Al-Ghazali Dan Relevansinya Terhadap Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam,Ay Jurnal Ilmiah Guru Madrasah 3, no. : 104Ae17. Ratih Herningtyas and Frizki Yulianti Nurnisya. AuRevitalization of Taman Pendidikan Al QurAoan (TPA) in Padukuhan Nepi Kranggan Galur Kulonprogo,Ay in Proceeding International Conference of Community Service, 1, 2023. M Djunaedi. AuRevitalization of Islamic Education: Study on the Existence of Salafiyah Village in Parappe Village. Campalagian Sub-District. Polewali Mandar District,Ay Didaktika Religia 8, no. : 28Ae50. El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat P3M STAI Sangatta https://jurnal. id/index. php/Madani Vol. No. Bulan 02, 2026 Pelaksanaan pendampingan yang dilakukan secara partisipatif dan berkelanjutan terbukti membantu santri dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan, memahami dasardasar tajwid, serta membiasakan akhlak Islami dalam kehidupan sehari-hari. Santri tidak hanya terlibat sebagai peserta pasif, tetapi juga aktif dalam proses pembelajaran melalui praktik langsung, pengulangan bacaan, dan interaksi dengan pendamping. Hal ini menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna. Selain itu, kegiatan PKM ini juga memberikan kontribusi positif bagi ustaz dan ustazah TPA. Pendampingan yang dilakukan mahasiswa membantu meringankan beban pengajar serta memberikan variasi metode pembelajaran yang dapat diterapkan secara Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya berdampak pada santri, tetapi juga memperkuat peran TPA sebagai lembaga pendidikan keagamaan nonformal yang berfungsi membina generasi berakhlak Islami di Desa Persiapan Jabdan. Berdasarkan hasil pelaksanaan dan evaluasi kegiatan PKM, terdapat beberapa rekomendasi yang dapat disampaikan untuk keberlanjutan dan pengembangan kegiatan TPA ke depan. Pertama, pihak pengelola TPA diharapkan dapat melanjutkan pola pendampingan pembelajaran Al-QurAoan secara rutin dengan metode yang variatif agar minat dan motivasi santri tetap terjaga. Penggunaan metode yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik anak perlu terus dikembangkan. Kedua, kerja sama antara pengelola TPA, masyarakat, dan perguruan tinggi perlu Keterlibatan mahasiswa melalui kegiatan PKM terbukti memberikan dampak positif, sehingga kolaborasi serupa dapat dijadikan program berkelanjutan untuk mendukung penguatan pendidikan keagamaan di desa. Selain itu, dukungan masyarakat dan orang tua santri juga sangat penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan TPA. Ketiga, bagi peneliti atau tim pengabdian selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan kegiatan pendampingan dengan cakupan yang lebih luas, seperti penambahan materi tahfiz, pembinaan akhlak Islami secara tematik, serta pelatihan manajemen TPA bagi ustaz dan Dengan pengembangan tersebut. TPA diharapkan dapat terus berperan sebagai pusat pendidikan keagamaan yang aktif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. REFERENSI