Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 290 Ae 304 Bahan Ajar Teks Prosedur Berorientasi Kebudayaan Lokal (Local Culture Oriented Procedure Text Teaching Material. Jajaa,1. Sri Rahayua,2, dan Tri Pujiatnaa,3 a ,1,2,3 Universitas Swadaya Gunung Jati. Cirebon. Indonesia jajawilsa@yahoo. 2srirahayu010896@gmail. 3tpujiatna@gmail. Article info ABSTRACT Article history: Received: 16-01-2021 Revised: 20-05-2021 Accepted: 14-07-2021 This study aims to produce handouts oriented to local culture. This development research was conducted from November 2018 to January 2019 in Cirebon Regency. Data were collected through analysis of the structure and linguistic rules of procedure texts in the Indonesian Recipes book. The results of the analysis are used as material to design teaching materials for procedural text handouts. The data is processed descriptively qualitatively and quantitatively to produce handout products suitable for use. Validity is carried out through expert judgment. The results of the study concluded that: the structure of the procedure text that was analyzed was complete and represented using typical linguistic rules, the design was valid, and fit for use. This book can improve students' understanding of procedural texts. Keywords: handout teaching language rule local culture the structure of the text Penelitian ini bertujuan menghasilkan handout berorientasi kebudayaan lokal. Penelitian pengembangan ini dilakukan November 2018 sampai Januari 2019 di Kabupaten Cirebon. Data dikumpulkan melalui analisis terhadap struktur dan kaidah kebahasaan teks prosedur dalam buku Resep Masakan Indonesia. Hasil analisis digunakan sebagai bahan untuk merancang bahan ajar handout teks Data diolah secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif guna menghasilkan produk handout layak pakai. Keabsahan dilakukan melalui penilaian pakar. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: struktur teks prosedur yang dianalisis lengkap dan direpresentasikan dengan menggunakan kaidah kebahasaan yang khas, rancangan dan layak pakai. Buku ini dapat meningkatkan pemahaman siswa terkait teks prosedur. Copyright A 2021 Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon. All rights reserved. PENDAHULUAN Kurikulum 2013 menerapkan pelajaran bahasa Indonesia berbasis teks (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2. Pembelajaran bahasa Indonesia saat ini bersentuhan dengan teks, tetapi pembelajaran berbasis teks baru dikenalkan dalam kurikulum 2013 (Wagirun & Irawan, 2. Teks dalam satuan bahasa dapat dimediakan secara tulis atau lisan yang tidak terlepas dari proses sosial dan berkaitan dengan latar belakang budaya (Jaja, dkk. Sejalan dengan itu. Mahsun . mendefinisikan teks sebagai satuan bahasa yang digunakan sebagai ungkapan suatu kegiatan sosial, baik secara lisan maupun tulis dengan struktur berpikir yang lengkap. Sistematika penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, serta Jaja dkk (Bahan Ajar Teks A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 290 Ae 304 evaluasi pembelajaran sejatinya harus mengacu pada kurikulum yang digunakan (Devi. Teks prosedur disajikan dalam buku siswa Bahasa Indonesia kelas XI SMA semester ganjil. Teks prosedur diartikan Mahsun . sebagai teks arahan salah satu dari jenis teks yang termasuk genre faktual dan subgenre prosedur. Dalam hal ini. Kosasih . mengungkapkan teks prosedur adalah teks yang mengungkapkan langkah-langkah cara melakukan sesuatu secara lengkap, jelas, dan terperinci. Oleh karena itu, teks prosedur memiliki kedudukan yang sangat penting sehingga dapat menjelaskan tentang tata cara melakukan sesuatu dengan sistemastis berdasarkan fakta agar pembaca mampu mencapai tujuan yang ditempuh. Teks prosedur adalah teks yang menjelaskan fenomena buatan manusia dan bagaimana melakukannya (Priyatni, 2. Tujuan teks prosedur untuk menjelaskan bagaimana sesuatu dibuat atau dilakukan dengan langkah-langkah yang urut. Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 merumuskan tingkat kompetensi yang dikembangkan didasarkan pada kriteria. tingkat perkembangan peserta didik, . kualifikasi kompetensi Indonesia, dan . penguasaan kompetensi yang berjenjang. Oleh sebab itu, bahan ajar harus disusun secara sistematis dengan tingkat kesukarannya atau kompleksitas sesuai dengan kemampuan siswa sebagai ketercapaian tujuan belajar yang ditentukan dalam satuan pendidikan. Bahan ajar pada dasarnya adalah semua bahan yang disusun secara sistematis, yang menampilkan gambaran keseluruhan kompetensi yang akan dikuasai siswa dan digunakan dalam proses pembelajaran (Mulyaningsih & Itaristanti, 2. Pengembangan bahan ajar mengacu pada semua proses produksi dan penggunaan materi pembelajaran, termasuk evaluasi, adaptasi, desain, produksi, penggunaan, dan penelitian (Tomlinson, 2. Proses ini menjadi satu rangkaian untuk menghasilkan materi pembelajaran yang berkualitas dan dapat digunakan dalam jangka panjang. Pengembangan bahan ajar termasuk proses perencanaan (Zamzamy, 2. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Kompetensi Dasar pengetahuan tidak boleh kurang dari Kompetensi Dasar keterampilan. Hal tersebut dimaksudkan agar sebelum melakukan suatu keterampilan, maka diperlukan suatu pengetahuan sebagai dasar dan pedoman dalam kerja sehingga sesuai dengan tingkat kesulitannya dalam pembelajaran. Salah satu kompetensi yang perlu dimiliki oleh seorang guru dalam menjalankan tugasnya adalah mengembangkan bahan ajar (Rimayanti & Jaja, 2. Sesuai dengan pendapat tersebut produk penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar berupa handout teks prosedur. Bahan tercetak, digital atau visual yang digunakan guru dalam pembelajaran untuk mendorong siswa menikmati pembelajaran sehingga terjadi perubahan perilaku tingkah laku sebagai hasil belajar (Jaja dkk, 2. Bahan ajar adalah isi kurikulum yang harus dikuasai oleh siswa sesuai dengan kompetensi dasar dalam rangka pencapaian standar kompetensi setiap mata pelajaran dalam satuan pendidikan tertentu (Sanjaya, 2. Bahan ajar ini diharapkan berpengaruh positif bagi perkembangan peserta didik, baik pada ranah pengetahuan, keterampilan, maupun sikap (Pujiatna, dkk. , 2. Bahan ajar terbagi menjadi empat jenis yaitu, bahan ajar pandang atau visual, bahan ajar dengar atau audio, bahan ajar pandang dengar atau audio visual, bahan ajar multimedia interaktif . nteractive teaching materia. (Daryanto, 2. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Yana dkk, . Jaja dkk (Bahan Ajar Teks A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 290 Ae 304 menyimpulkan bahwa penggunaan handout dalam implementasi pembelajaran adalah efektif yang ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar pretest dan posttes. Lebih lanjut Muliawati dkk, . menyatakan bahwa handout lebih efektif daripada yang tidak memakai handout dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Yaumi . menjelaskan bahan ajar adalah seperangkat bahan yang disusun secara sistematis untuk kebutuhan pembelajaran yang bersumber dari bahan cetak, alat bantu visual, video, multimedia, dan animasi serta komputer dan jaringan. Pengembangan bahan ajar ini lebih diarahkan khusus pada bahan ajar cetak yang mencakup buku teks, modul, lembar kerja siswa (LKS), dan handout. Bahan ajar bukan hanya sebagai kumpulan materi pelajaran (Pujiatna, dkk. , 2. Dalam menyusun bahan ajar yang baik diperlukan perencanaan yang baik. Perencanaan dimaksud adalah mendesain materi . esuai dengan kompetensi yang diharapka. , konten isi teks, latihan, dan evaluasi. Abidin . menjelaskan bahwa bahan ajar memiliki tiga fungsi yaitu bagi guru, siswa, dan alat evaluasi. Sejalan dengan Abidin. Lestari . menjelaskan bahwa bahan ajar memiliki fungsi sebagai bahan ajar bagi guru untuk mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran sekaligus menjadi substansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada siswa. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Mulyana dkk . mengungkapkan bahan ajar adalah bahan yang digunakan dalam membantu pengajar dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas, bahan ajar tersebut dapat berupa bahasa tulis maupun bahasa tidak tertulis. Salah satu bentuk upaya untuk memotivasi minat belajar peserta didik yaitu menggunakan teks yang memiliki nuansa kearifan lokal. Penggunaan teks bernuansa atau berorientasi kearifan lokal merupakan salah satu upaya untuk mempermudah serta memperkaya khazanah pemahaman peserta didik terhadap kompetensi yang akan Pemilihan teks berkearifan lokal didasari bahwa kearifan lokal memiliki nilainilai yang baik serta merupakan akar budaya bangsa. Basyari . mengungkapkan bahwa nilai budaya lokal perlu dipandang sebagai salah satu wujud warisan sosial yang sangat bernilai dan berharga serta merupakan kebanggaan dan kebesaran suatu bangsa. Selain itu, nilai-nilai kearifan lokal merupakan produk masyarakat. Peserta didik merupakan bagian dari masyarakat sehingga handout berkearifan lokal dapat memberikan pengaruh yang baik dan menumbuh kembangkan minat belajar. Penambahan unsur kebudayaan lokal dalam bahan ajar juga didukung oleh penelitian Putro . yang menyatakan bahwa siswa dan guru membutuhkan bahan ajar yang bermuatan kebudayaan lokal dan bahan ajar yang sistematis serta dapat memenuhi kebutuhan siswa. Bahan ajar yang berisikan materi teks prosedur yang dikaitkan kebudayaan lokal atau sering disebut local culture masih sangat minim digunakan dalam pembelajaran. Pentingnya mengenal kebudayaan lokal dengan teks dapat meningkatkan keteladanan, menumbuhkan cinta terhadap kekayaan budaya luhur, dan dapat pemahaman dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan budaya sendiri. Rahyono . menjelaskan kebudayaan lokal adalah kecerdasan manusia yang dimiliki oleh sekelompok etnis tertentu yang diperoleh melalui pengalaman masyarakat. Oleh sebab itu, bahan ajar berorientasi kebudayaan lokal perlu dieksplor. Sejalan dengan pendapat tersebut Wijayanti . dalam penelitiannya mengungkapkan bahan ajar interaktif kompetensi memproduksi teks prosedur kompleks yang bermuatan kesantunan bagi Jaja dkk (Bahan Ajar Teks A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 290 Ae 304 peserta didik mengharapkan bahan ajar tersebut sesuai dengan kriteria kelayakan bahan ajar yang meliputi, . aspek materi, . aspek penyajian, . aspek kebahasaan, dan . aspek kegrafikan. Keefektifan bahan ajar interaktif kompetensi memproduksi teks prosedur kompleks yang bermuatan kesantunan bagi peserta didik kelas X SMA/MA dapat dilihat dari hasil yang diperoleh peserta didik dan selama proses pembelajaran proses tersebut. Hal ini, dapat disimpulkan bahan ajar tersebut efektif digunakan dalam pembelajaran, dibuktikan dengan rata-rata nilai yang diperoleh peserta didik yang mengalami peningkatan dan sudah memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Angraini dkk . dalam penelitiannya mengungkapkan pembelajaran memahami teks prosedur kompleks siswa kelas X SMA Negeri 2 Bandar Lampung menunjukan bahwa guru telah melaksanakan pembelajaran sangat baik sesuai dengan tiga tahap yaitu, tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Perencanaan pembelajaran (RPP) memahami teks prosedur kompleks yang dibuat oleh guru telah sesuai dengan format penyusunan RPP yang tertera pada tabel instrumen penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun oleh Kemendikbud. Susiasna . dalam penelitiannya menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis budaya lokal yang dikembangkan sudah valid, namun ada sebagian yang perlu direvisi. Secara keseluruhan hasil praktik mendapatkan presentanse penilaian 87,5%. Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan efektif digunakan dalam pembelajaran siswa kelas VII semester gasal. Pembelajaran yang berlangsung di sekolah mengaitkan materi dengan situasi dan kondisi di lingkungan setempat (Mulyaningsih, dkk, 2. Hal ini sebagai awal untuk mengenalkan siswa terhadap kebudayaan lokal. Tylor . menjelaskan bahwa budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, kuliner, moral, keilmuan, hukum, adat istiadat, dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang di dapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Maridi . menyatakan bahwa kearifan lokal harus diperhatikan sebagai upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Berdasarkan pendapat tersebut, penggunaan tema kearifan lokal akan menjadi suatu usaha pelestarian kebudayaan bangsa dan negara. Kearifan lokal yang diangkat dalam bahan ajar ini berupa resep kuliner nusantara dari Buku Dapur Indonesia 300 Resep Masakan Populer Nusantara (Boga, 2. sebagai kekayaan khasanah budaya lokal dalam bidang kuliner. Dasar pemilihan tema kearifan lokal nusantara Indonesia ini adalah untuk mengenalkan serta membiasakan mencintai budaya nusantara kepada peserta didik di tengah-tengah era globalisasi. Berdasarkan kajian awal pada buku teks siswa kelas XI SMA/SMK tentang teks prosedur ditemukan bahwa komponen teks prosedur belum memiliki unsur pembangun teks yang jelas. Kelengkapan jumlah komponen struktur teks prosedur bisa berbedabeda bergantung pada jenis teks prosedurnya (Jaja, dkk. Teks prosedur tentang membuat sesuatu, pasti mengandung komponen bahan dan alat, sementara teks prosedur tentang melakukan sesuatu tidaklah mengandung komponen struktur tersebut. Dengan demikian, teks prosedur tentang membuat sesuatu lazim terdiri atas empat komponen struktur, sedangkan teks prosedur tentang melakukan atau mengoperasikan sesuatu terdiri atas tiga komponen struktur. Selain itu, kekhasan fitur kebahasan teks prosedur teks yang sering digunakan adalah . kalimat persuasif yang menyatakan ajakan untuk membuat sesuatu, . angka/bilangan menyatakan ukuran/takaran, dan urutan atau Jaja dkk (Bahan Ajar Teks A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 290 Ae 304 tingkatan langkah kegiatan atau proses/prosedur, . kalimat perintah yang menyatakan bentuk kegiatan atau perbuatan melakukan sesuatu, dan . kata atau frasa yang menyatakan penggolong, takaran, dan ukuran. Oleh karena itu, melalui penelitian ini, bahan ajar yang dihasilkan dapat memenuhi kriteria kelayakan penyajian materi teks Berdasarkan latar belakang di atas, penyusunan bahan ajar teks prosedur perlu Adapun tahapan penelitian ini yaitu meliputi fase berikut. Pertama, menganalisis serta mendokumentasikan teks prosedur kearifan lokal. Analisis dilakukan pada struktur dan kaidah kebahasaan teks prosedur. Kedua, mendesain bahan ajar berdasarkan hasil analisis dan dokumentasi teks prosedur berkearifan lokal. Ketiga, menilai rancangan bahan ajar. Keempat, mengembangkan rancangan bahan ajar. Kelima, mengimplementasikan bahan ajar yang telah didesain untuk mengetahui keefektifan bahan ajar. Terakhir, keenam, mengevaluasi dengan cara merevisi bahan ajar berdasar pada hasil lembar kerja siswa. METODE Penelitian ini dilakukan dari November 2018 sampai Januari 2019. Subjek penelitian ini adalah teks prosedur yang diambil dari Buku Dapur Indonesia 300 Resep Masakan Populer Nusantara Boga. Teknik validasi data yang digunakan berupa lembar penilaian berupa angket. Lembar penilaian ini digunakan untuk menguji validitas bahan ajar teks prosedur berorientasi kearifan lokal yang dikembangkan sebelum diujicobakan secara terbatas. Setelah mendapatkan data dari lembar penilaian terhadap bahan ajar teks prosedur berorientasi kearifan lokal, data tersebut akan dipeoleh dengan menggunakan uji statistik sederhana tingkat validitas bahan ajar yang dihasilkan. Bahan ajar teks prosedur berorientasi kebudayaan lokal yang dikembangkan menggunakan metode Research and Development (R&D) model ADDIE. Sugiyono . menjelaskan lima tahap yang harus dilakukan dalam model ADDIE. Tahap pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks prosedur yang terdapat dalam buku Dapur Indonesia 300 Resep Masakan Populer Nusantara (Boga, 2. sehingga didapat pemahaman tentang struktur dan kaidah kebahasaan teks prosedur sebagai bahan untuk penyusunan bahan ajar berorientasi kebudayaan lokal. Kegiatannya meliputi membaca teks prosedur berorientasi kebudayaan lokal dalam buku resep masakan Dapur Indonesia, menentukan struktur dan kaidah kebahasaannya, mencatat data, dan mengklasifikasikan Pada tahap ini dirancang bahan ajar handout hasil analisis pada tahap sebelumnya. Rancangan bahan ajar handout berisikan komponen-komponen sesuai dengan teori (Prastowo, 2. diorientasikan dengan kondisi dan kebudayaan lokal (Susiasna, 2. Melalui tahap ini diperoleh produk awal bahan ajar. Tahap pengembangan merupakan tahapan realisasi produk pengembangan bahan ajar handout sesuai dengan rancangan di atas yang divalidasi oleh dosen ahli dan guru bahasa Indonesia dengan menggunakan instrumen validasi yang disusun pada tahap Melalui tahap ini diperoleh penilaian validator terhadap bahan ajar handout yang dikembangkan berdasarkan aspek kelayakan bahan ajar handout. Kriteria validasi tampak pada Tabel 1. Hasil validasi menjadi acuan dan dasar perbaikan atau revisi Jaja dkk (Bahan Ajar Teks A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 290 Ae 304 produk awal guna menghasilkan produk pengembangan yang selanjutnya akan Implementasi dilakukan pada siswa kelas XI secara terbatas pada sekolah yang sudah ditentukan. Penelitian dilakukan di kelas XI karena pada kurikulum 2013 untuk Materi Teks Prosedur ada pada kelas XI, dan dilakukan di SMA 1 Jamblang dikarenakan di daerah tersebut sarat akan kearifan lokal Cirebon terutama kuliner khas Cirebon, yakni Nasi Jamblang. Para siswa diminta untuk membaca handout produk pengembangan lalu mengerjakan tugas dan evaluasi yang terdapat di dalamnya. Data hasil pekerjaan siswa tersebut dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk menentukan tingkat pemahaman siswa terhadap bahan ajar handout yang disusun sebagai salah satu indikator kelayakan bahan ajar sesuai dengan pedoman (Depdiknas, 2. Pada tahap evaluasi akhir terhadap bahan ajar yang diimplementasikan pada tahap sebelumnya dengan berdasar pada hasil analisis lembar kerja siswa. Bertolak dari evaluasi ini, selanjutnya, dilakukan revisi terakhir terhadap bahan ajar handout yang dikembangkan Hasil evaluasi menghasilkan produk akhir bahan ajar handout. Tabel 1. KriteriaValidasi Handout No. Kriteria Validasi Tingkat Validasi 85,01% - 100% Sangat valid, atau dapat digunakan tanpa revisi 70,01% - 85,00% Cukup valid, atau dapat digunakan namun perlu direvisi 50,01 Ae 70,00% Kurang valid, disarankan tidak dipergu-nakan karena perlu 01,00 Ae 50,00% Tidak valid, atau tidak boleh dipergunakan. Sumber: Akbar . Adapun rumusnya sebagai berikut. Validasi = Tse X 100 = AA. Tsh Keterangan: Tse = Total skor empirik Tsh = Total skor maksimal HASIL DAN PEMBAHASAN Langkah pertama dalam penelitian pengembangan ini, dilakukan analisis struktur dan kaidah kebahasaan teks prosedur berorientasi kebudayaan lokal Cirebon dengan hasil pemanfaatannya sebagai bahan ajar handout yang memuat kompetensi inti yaitu KI-3 . dan KI-4 . yaitu, 3. 2 Menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur dan 4. 2 Mengembangkan teks prosedur dengan memperhatikan hasil analisis terhadap isi, struktur, dan kebahasaan. Analisis struktur dan kaidah kebahasaan teks prosedur berorientasi kebudayaan lokal Cirebon akan Jaja dkk (Bahan Ajar Teks A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 290 Ae 304 disajikan dalam bentuk uraian. Uraian ini berguna untuk mencatat analisis struktur dan kaidah kebahasaan teks prosedur apa saja yang diperoleh. Tabel 2. Rekapitulasi Analisis Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur Berorientasi Kebudayaan Lokal Cirebon Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur Struktur Teks Keterangan Empal Gentong Tahu Lengko Docang Tahu Gejrot Judul Frasa nomina Frasa nomina Kata nomina Frasa nomina Tujuan Kalimat Deklaratif Aditif Persuasif Kalimat Deklaraitif Saran Persuasif Kalimat Deklatarif Opini Persuasif Sindiran Kalimat Deklaratif Tanya Persuasif Bahan dan Alat Angka/bilang an menyatakan ukuran/takaran Kata dan frasa nomina Kata Verba Angka/bila ukuran atau Kata dan frasa nomina Kata Angka/bila ukuran atau Kata Verba Angka/bila ukuran atau Verba Kata kata dan frasa nomina Tahapan Prosedur Bilangan/ang ka penanda Konjungsi Verba Kalimat Bilangan/an gka penanda Verba Kalimat Kalimat Konjungsi Bilangan/an gka penanda Verba Konjungsi Angka/bila ngan penanda Verba Dalam struktur pembangun judul tiga diantaranya dinyatakan dalam bentuk frasa nomina dan satu kata Dalam struktur pembangun kedua adalah tujuan yang memiliki tujuh kaidah Dalam semua teks prosedur terdapat dua kaidah kebahasaan yang selalu ada dalam setiap teksnya, yaitu kalimat deklaratif dan kalimat Dalam struktur pembangun ketiga adalah tujuan yang memiliki empat kaidah Dalam teks empal gentong dan tahu gejrot memiliki kaidah kebahasaan yang sama, sedangkan dalam semua teks prosedur bahan selalu angka/bilangan menyatakan ukuran atau takaran. Dalam struktur pembangun terakhir memiliki lima kaidah Dalam sebuah tahapan atau prosedur biasanya ditandai dengan angka/bilangan untuk rangkaian aktivitas proses yang dijalankan. Jaja dkk (Bahan Ajar Teks A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 290 Ae 304 Berdasarkan hasil analisis, semua teks prosedur yang dianalisis memiliki struktur yang lengkap, yakni: . judul yang berisi makanan yang hendak dibuat, . tujuan yang berisi paragraf pengantar yang menyatakan maksud penulisan, . bahan berupa daftar bahan yang dan daftar alat yang dibutuhkan, . tahapan atau langkah untuk membuat makanan yang hendak dibuat secara benar dan sistematis. Kelengkapan jumlah komponen struktur teks prosedur bisa berbeda-beda bergantung pada jenis teks prosedurnya (Jaja, dkk. Teks prosedur tentang membuat sesuatu, pasti mengandung komponen bahan dan alat, sementara teks prosedur tentang melakukan sesuatu tidaklah mengandung komponen struktur tersebut. Dengan demikian, teks prosedur tentang membuat sesuatu lazim terdiri atas empat komponen struktur, sedangkan teks prosedur tentang melakukan atau mengoperasikan sesuatu terdiri atas tiga komponen struktur. Oleh karena itu, teks prosedur yang terdapat dalam sumber data ini mengandung empat komponen struktur karena tergolong ke dalam prosedur membuat sesuatu. Tabel 3. Rekapitulasi Hasil Validasi Indikator Identitas handout memiliki komponen yaitu . Nama sekolah, . Kelas, . Nama mata pelajaran, . Materi, . Handout ke-, . Jumlah halaman, . Pertemuan ke. Materi yang disajikan memberi informasi kepada siswa. Materi yang disajikan mendorong rasa keingitahuan Mendorong siswa untuk belajar dan terus belajar. Peta/diagram konsep dalam materi pembelajaran menghubungkan antartopik/bagian dalam topik. Berisi ilustrasi/contoh yang relevan dengan materi yang diajarkan pendidik. Berisi contoh baru/tambahan untuk konsep yang sulit dipahami siswa. Ilustrasi/contoh yang digunakan terkini dan relevan dengan materi pokok. Materi yang disajikan berisi catatan/baik lengkap maupun kerangkanya saja. Memberikan kasus untuk dipelajari dan diselesaikan. Soal sesuai dengan materi yang disajikan. Tugas sesuai dengan materi yang dibahas. Jumlah Penskoran (%) Hasil Penilaian Adapun kaidah kebahasaan teks prosedur ada empat belas. Di samping nomina yang menyatakan bahan dan alat, fitur kebahasaan yang sering muncul dalam teks adalah . kalimat persuasif yang menyatakan ajakan untuk membuat sesuatu, . angka/bilangan menyatakan ukuran/takaran, dan urutan atau tingkatan langkah kegiatan atau proses/prosedur, . kalimat perintah yang menyatakan bentuk kegiatan atau perbuatan melakukan sesuatu, dan . kata atau frasa yang menyatakan penggolong, takaran, dan ukuran, seperti buah, siung, dan sendok. Keempat fitur aspek kebahasaan Jaja dkk (Bahan Ajar Teks A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 290 Ae 304 di atas merupakan unsur bahasa yang khas dalam sebuah teks prosedur (Jaja, dkk. Rekapitulasi analisis kaidah kebahasaan teks prosedur dapat dilihat pada Tabel 2. Desain Produk Awal Handout Desain produk awal penelitian ini diuji validasi oleh dua orang validator. Adapun pada tabel 3. V berarti validator dan M berarti mean atau rerata. Hasil penilaian validator dijadikan sebagai catatan untuk melaksanakan revisi bahan ajar pada tahap selanjutnya, yaitu tahap pengembangan sebelum diimplentasikan pada peserta didik. Hasil validasi bahan ajar dapat dilihat pada tabel 3 berikut. Atas dasar hasil perhitungan validitas, bahan ajar dinyatakan valid digunakan peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari perhitungan data angket di atas, yakni diperoleh angka 91% dari validator dosen ahli, 98% dari validator guru Bahasa Indonesia, dan nilai rata-rata 95%. Namun demikian, terdapat masukan perbaikan dari validator, yaitu: tata letak penulisan, . aspek bahasa, dan . format tugas. Setelah diperbaiki, produk pengembangan tersebut diimplementasikan. Perbaikan Bahan Ajar Handout Struktur dan Kaidah Kebahasaan Gambar 1. Perbaikan Cover Handout Berdasarkan gambar di atas, penilaian yang diberikan oleh validator ahli satu mengenai cover bahan ajar handout harus melakukan perbaikan desain secara cermat, yang dilengkapi dengan ilustrasi dan penggunaan bahasa yang disusun secara sistematis,baik, dan sederhana sehingga mudah dipahami. Karena dalam bahan ajar yang akan diimplementasikan berupa bahan ajar cetak yaitu handout, kemudian memiliki kejelasan tentang KD atau materi pokok yang harus dikuasai oleh siswa dengan mengusung tema kebudayaan lokal sehingga disajikan dalam bentuk gambar/ilustrasi yang baik dan menarik. Selanjutnya, adanya penghilangan kata untuk dalam bahan ajar handout yang sudah diperbaiki sehingga penulisan lebih sederhana dalam mencantumkan identitas handout. Jaja dkk (Bahan Ajar Teks A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 290 Ae 304 Gambar 2. Perbaikan Bagian Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar pada Handout Berdasarkan keterangan gambar di atas, adanya saran yang diberikan oleh validator ahli satu untuk memerhatikan tata letak penulisan agar memiliki bentuk maupun format yang baik sehingga terkesan lebih rapih dan mudah dipahami oleh siswa. Oleh karena itu, tata letak penulisan bertujuan untuk menyesuaikan susunan penulisan agar memiliki bentuk yang umum, baik dalam tampilan maupun dalam format. Gambar 3. Perbaikan Peta Konsep pada Handout Berdasarkan keterangan gambar di atas, validator ahli satu memberikan saran untuk memperbiki pemberian tanda panah dalam menghubungkan subjek penting yaitu mengungkapkan kembali aspek kaidah kebahasaan dengan daftar subjek penting yang berhubungan dengan empat belas aspek kaidah kebahasaan teks prosedur yang ada di dalam contoh latihan maupun tugas. Oleh karena itu dilakukannya perbaikan pada pemberian tanda panah secara sederhana dengan tujuan agar siswa dapat lebih mudah memahami aspek kaidah kebahasaan apa saja yang ada dalam teks prosedur. Gambar 4. Perbaikan Teks Prosedur pada Handout Jaja dkk (Bahan Ajar Teks A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 290 Ae 304 Selanjutnya, pada keterangan gambar di atas yakni mengenai contoh teks prosedur yang berjudul Empal Gentong khususya dalam bagian struktur bahan dan alat, mendapatkan saran oleh validator ahli satu untuk melakukan penyuntingan terhadap tata letak penulisan agar memiliki bentuk yang baik dan benar dari tampilan maupun format agar tekesan lebih rapi dan mudah dipahami oleh siswa. Oleh karena itu, tata letak penulisan bertujuan untuk menyesuaikan susunan penulisan agar memiliki bentuk yang umum, baik dalam tampilan maupun dalam format. Gambar 5. Perbaikan Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar pada Handout Kemudian pada keterangan gambar di atas, mendapatkan saran perbaikan oleh validator ahli satu yakni tentang penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar terhadap penulisan kalimat pertama seperti tahu lengko sendiri berasal dari Cirebon yang seharusnya kalimat tersebut diganti dengan penggunaan kalimat yang lebih efektif seperti tahu lengko berasal dari Cirebon. Oleh karena itu, pada kalimat tersebut mengalami penyuntingan agar kalimat yang digunakan tidak menyimpang dari segi pemilihan kata maupun susunan kalimatnya yang tidak sesuai dengan aturan sistaksis yang benar. Implementasi Bahan Ajar Teks Prosedur untuk Siswa Kelas SMA/SMK Rancangan bahan ajar produk pengembangan selanjutnya diimplementasikan pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Jamblang. Berikut data hasil implementasinya. Subjek 1 Subjek 2 Subjek 3 Subjek 4 Subjek 5 Subjek 6 Subjek 7 Subjek 8 Subjek 9 Subjek 10 Subjek 11 Subjek 12 Subjek 13 Subjek 14 Subjek 15 Subjek 16 Subjek 17 Subjek 18 Subjek 19 Subjek 20 Rata-rata Keterangan: L = latihan. T = tugas Gambar 6. Data Hasil AnalisisTugas Peserta Didik Jaja dkk (Bahan Ajar Teks A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 290 Ae 304 Setelah melalui tahap validasi, bahan ajar teks prosedur berorientasi kebudayaan lokal Cirebon untuk siswa kelas XI SMA/SMK dilakukan tahap implementasi di sekolah SMA Negeri 1 Jamblang khususnya kelas XI IPS 4. Uji coba tersebut dilaksanakan di dalam kelas dengan mengambil 20 siswa sebagai sempel subjek penelitian. Pada implementasi bahan ajar handout siswa diminta untuk mengerjakan soal latihan satu, dua, dan tugas. Soal latihan satu berkaitan dengan menganalisis struktur teks prosedur, soal latihan dua tentang analisis kaidah kebahasaan teks prosedur, sedangkan untuk tugas siswa diminta mengerjakan analisis struktur dan kaidah kebahasaan teks prosedur. Dalam latihan satu nilai rata-rata yang didapatkan dari 20 siswa adalah 89, latihan dua memeroleh rata-rata 95, sedangkan untuk tugas memeroleh nilai yang sama dengan latihan dua yakni 95. Nilai ketuntasan minimal (KKM) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XI SMA Negeri 1 Jamblang yang ditentukan adalah 75. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa dari 20 siswa yang menjadi sampel, telah lulus memenuhi kriteria KKM mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dalam pembelajaran menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks prosedur. Dengan mengunakan bahan ajar handout hasil penelitian ini, pembelajaran teks prosedur kelas XI SMA/SMk pada KD 3. 2 Menganalisis struktur dan kebahasaan teks prosedur dan 4. 2 Mengembangkan teks prosedur dengan memerhatikan hasil analisis terhadap isi, struktur, dan kebahasaan dapat meningkatkan hasil berlajar siswa. Hal ini dilhat dari hasil implementasi dapat diketahui rerata skor latihan pertama adalah 87%. Pada latihan ini masih banyak siswa yang belum memahami struktur teks prosedur: struktur bahan dan alat, dan tahapan/prosedur. Akan tetapi, pada latihan kedua rerata skor meningkat menjadi 95%. Latihan kedua ini berisikan kegiatan analisis kaidah kebahasaan teks prosedur. Hanya ada 3 dari 20 siswa yang menjawab 2 dari 4 kaidah kebahasaan pada struktur bahan dan alat serta struktur tahapan/prosedur. Adapun rerata skor tugas sebesar 95%. Hal ini menunjukkan bahwa potensi pemahaman siswa dalam menganalisis struktur teks prosedur tinggi. Hasil tersebut diperoleh dari profil lembar Berdasarkan hasil implementasi pada pembelajaran teks proseur bahwa bahan ajar handout yang digunakan memerlukan revisi kecil dalam hal penyajian isi, yaitu . sistematika penyajian soal latihan dan strategi penyajian uraianya, . petunjuk teknis yang jelas dalam memecahkan kasus atau dalam mengerjakan soal latihan dan tugas yang akan dikerjakan, . format penulisan menggunakan sistem penomoran yang benar dan konsisten untuk seluruh subbagian. Bahan ajar handout yang sudah melalui proses perbaikan dan lengkap disebut juga sebagai produk akhir yang akan disajikan sebagai bahan ajar pendamping di sekolah. SIMPULAN Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwa struktur teks prosedur dalam buku Dapur Indonesia 300 Resep Masakan Indonesia lengkap memuat empat komponen struktur teks. Fitur kebahasaan yang sering muncul dalam teks yaitu, yaitu: . kalimat persuasif, . terdapat angka/bilangan menyatakan ukuran/takaran/timbangan bahan yang diperlukan, . kalimat perintah, dan . kata atau frasa yang menyatakan penggolong, takaran, dan ukuran, seperti buah, siung, dan sendok. Keempat fitur kebahasaan tersebut mencerminkan karakterisktik khas bahasa teks prosedur membuat Jaja dkk (Bahan Ajar Teks A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Juli 2021, 290 Ae 304 Rancangan bahan ajar handout yang dikembangkan valid dengan revisi minor pada aspek sistematika penyajian soal dan strategi penyajian uraianya, petunjuk teknis yang jelas dalam memecahkan kasus atau dalam mengerjakan soal latihan dan tugas yang akan dikerjakan, dan sistem penomoran. Hasil implementasi bahan ajar handout yang dilakukan pada siswa kelas XI SMA/SMK menunjukkan bahwa bahan ajar handout tersebut layak pakai. DAFTAR PUSTAKA