Repit: Jurnal Rekayasa Proses dan Industri Terapan Vol. No. 1 Februari 2024 e-ISSN: 2988-084X. p-ISSN: 2988-0831. Hal 01-09 Analisis Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Mesin Pencacah Tongkol Jagung di PT Multindo Anugerah Perkasa Muthia Aulia Rahima Jurusan Teknik Industri. Universitas Muslim Indonesia Email: muthiaaulia098@gmail. Abdul Mail Jurusan Teknik Industri. Universitas Muslim Indonesia Email: amailmury62@gmail. Ahmad Padhil Jurusan Teknik Industri. Universitas Muslim Indonesia Email: ahmad. padhil@umi. Jl. Urip Sumoharjo Km. 5 (Kampus II UMI). Makassar. Sulawesi Selatan Abstract. PT Multindo Anugerah Perkasa is a third party company that supplies fuel in the form of corncob biomass to PT PLN Nusantara Power. Overall Equipment Effectiveness (OEE) is a method used to measure the effectiveness of machines or equipment. To get OEE, 3 ratio calculations are required, namely Avaliability. Performance Rate, and Quality Ratio. The World Class OEE standard from JIPM is 85%. This research was carried out on a corn cob chopping machine at PT Multindo Anugerah Perkasa because there was no calculation of the effectiveness of the machine, the machine used to chop corn cobs often underwent maintenance outside of the scheduled maintenance schedule. The results of the OEE calculation for this corncob chopping machine show that the effectiveness of the machine still meets world class effectiveness standards, namely 85% with an Avaliability value of 92% above JIPM standards, a Performance Rate of 93% and a Quality Ratio value of 100% in this case quality The results produced perfectly meet JIPM standards, so this corn cob chopper machine is still effectively used to fulfill the biomass supply to PT PLN Nusantara Power. Keywords: Overall Equipment Effectiveness. Maintenance. Corn Cob Shredding Machine Abstrak. PT Multindo Anugerah Perkasa merupakan perusahaan pihak ketiga yang menyuplai bahan bakar berupa biomass tongkol jagung ke PT PLN Nusantara Power. Overall Equipment Effectiveness (OEE) merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengukur efektivitas mesin atau peralatan. Untuk mendapatkan OEE diperlukan 3 perhitungan rasio yaitu Avaliability. Performance Rate, dan Quality Ratio. Standar World Class OEE yang berasal dari JIPM yaitu 85%. Penelitian ini dilakukan pada mesin pencacah tongkol jagung di PT Multindo Anugerah Perkasa dikarenakan belum adanya perhitungan efektivitas pada mesin, mesin yang digunakan untuk mencacah tongkol jagung sering mengalami maintenance diluar dari jadwal maintenance yang telah di jadwalkan. Hasil perhitungan OEE terhadap mesin pencacah tongkol jagung ini menunjukkan bahwa efektivitas mesin masih memenuhi standar efektivitas world class yaitu sebesar 85% dengan nilai Avaliability sebesar 92% di atas standar JIPM. Performance Rate sebesar 93% dan nilai Quality Ratio sebesar 100% dalam hal ini kualitas dari hasil yang diproduksi sempurna memenuhi standar JIPM, sehingga mesin pencacah tongkol jagung ini masih efektiv digunakan untuk memenuhi suplai biomass ke PT PLN Nusantara Power. Kata Kunci: Overall Equipment Effectiveness. Mintenance. Mesin Pencacah Tongkol Jagung. Received November 30, 2023. Revised Accepted 09, 2023. Published Februari 28, 2023 *Muthia Aulia Rahima, muthiaaulia098@gmail. Analisis Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Mesin Pencacah Tongkol Jagung di PT Multindo Anugerah Perkasa LATAR BELAKANG Pesatnya perkembangan industri serta banyaknya variasi produk menyebabkan terjadinya peningkatan kebutuhan akan otomasi dan peralatan yang kompleks. Jaminan akan proses manufaktur yang lancar dan output yang berkualitas memerlukan dukungan peralatan atau mesin yang selalu berada dalam kondisi operasi yang baik. Kondisi ini mengubah fokus ke arah perawatan dan kebutuhan akan kebijakan perawatan yang Kegiatan maintenance diperlukan karena merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memelihara dan menjaga kualitas dari fasilitas, peralatan atau mesin agar dapat berfungsi dengan baik dan dapat beroperasi sesuai dengan keadaan semula. Kegiatan maintenance yang dilakukan dapat berupa pemeriksaan, perbaikan, penggantian, penyetelan atau penyesuaian. Kebutuhan akan produktifitas yang lebih tinggi dan meningkatnya keluaran mesin pada tahun-tahun terakhir ini telah mempercepat perkembangan otomatisasi. Hal ini pada gilirannya telah memperbesar kebutuhan akan fungsi pemeliharaan pabrik. Para manajer pemeliharaan akan dituntut untuk meningkatkan standar pemeliharaan dan efisiensi kerja dan pada waktu yang bersamaan mengurangi biaya operasinya. Anggaran yang disusun dan ditentukan seringnya oleh manajer non teknik menghendaki manajer pemeliharaan untuk beroperasi dalam batas keuangan yang kadang-kadang tidak mungkin dicapai dengan jenis tenaga kerja, ketrampilan dan sarana yang tersedia. PT Multindo Anugerah Perkasa merupakan perusahaan outsourcing atau pihak ke 3 untuk penyedia alat pembangkit dari perusahaan induk PLN, alat pembangkit yang dimaksud adalah biomass dalam hal ini adalah tongkol jagung. Biomass adalah sumber energi terbarukan yang berasal dari organisme yang ada dibumi. Biomass ini merupakan sumber energi yang diperbaharui . sehingga dapat menyediakan sumber energi secara berkesinambungan . sebelum melakukan distribusi atau pengantaran biomass ke pihak PLN terlebih dahulu PT Multindo Anugerah Perkasa melakukan produksi biomass dalam hal ini mencacah tongkol jagung agar sesuai dengan standar yang diberlakukan PLN. Fokus amatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah pada mesin pencacah tongkol jagung. Dimana pada mesin belum terdapat pengukuran efektivitas pada mesin sehingga hampir setiap hari terjadi kerusakan alat yang menyebabkan berhentinya proses cacah sehingga menyebabkan tidak optimalnya hasil produksi. Berhentinya proses Repit: Jurnal Rekayasa Proses dan Industri Terapan-Vol. No. 1 Februari 2024 e-ISSN: 2988-084X. p-ISSN: 2988-0831. Hal 01-09 produksi seringkali disebabkan karena adanya masalah dalam mesin produksi seperti berhenti secara tiba-tiba, aki pada mesin tidak berfungsi seperti seharusnya, atau bahkan kekurangan solar pada mesin yang sering mengakibatkan mesin macet atau mengalami Hal ini sangat merugikan perusahaan karena selain menurunkan efektivitas dan efisiensi pada mesin, biaya akibat kerusakan juga akan bertambah. Pada PT Multindo Anugerah Perkasa peran mesin cacah tongkol jagung ini sangat vital dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar PLN karena pada mesin ini standar yang diberikan PLN untuk perusahaan terpenuhi akibat adanya mesin cacah tongkol jagung ini. Dalam pemecahan permasalahan tersebut dapat dilakukan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada mesin pencacah tongkol jagung di PT Multindo Anuegarah Perkasa yang gunanaya untuk mengetahui sebrapa efektif proses produksi berjalan. Pada perhitungan OEE mempertimbangkan ketersediaan waktu produksi, performa kerja mesin dan perlatan produksi, dan kualitas produk yang KAJIAN TEORITIS Overall Equipment Effectiveness (OEE) merupakan metode yang digunakan sebagai alat ukur . dalam penerapan program TPM guna menjaga peralatan pada kondisi ideal dengan menghapuskan six big losses peralatan. Pengukuran OEE ini didasarkan pada pengukuran tiga rasio utama, yaitu Availability. Performance rate, dan Quality ratio. Untuk mendapatkan nilai OEE, maka ketiga nilai dari ketiga rasio utama tersebut harus diketahui terlebih dahulu. OEE berupa penilaian terhadap mesin dengan mempertimbangkan faktor-faktor availability, performance effeciency, dan rate of quality products yang dihasilkan (Nakjima, 1. Pengukuran OEE ini akan memberitahukan kepada kita tentang bagaimana TPM OEE merupakan salah satu indikator kinerja utama dari TPM. Untuk memaksimalkan OEE, bagian operasi dan maintenance harus bertindak aktif. Untuk mencari factor-faktor yang berpengaruh terhadap OEE yaitu availability, performance effeciency, dan rate of quality products. Analisis Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Mesin Pencacah Tongkol Jagung di PT Multindo Anugerah Perkasa METODE PENELITIAN Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada mesin pencacah tongkol jagung di PT Multindo Anugerah Perkasa Berikut merupakan penjelasan tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini: Survey Pendahuluan Survey pendahuluan dilakukan dengan turun langsung kebagian produksi dan mengamati proses produksi dari tahap bahan baku sampai dengan bahan jadi. Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka dilakukan untuk mempelajari teori dan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan permasalahan yang ditemukan dibagian produksi. Identifikasi Masalah Setelah melakukan tinjauan pustaka yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan, dapat diidentifikasi mesin mana yang memerlukan evaluasi perbaikan. Perumusan Masalah Setelah mempelajari teori yang berhubungan dengan permasalahan yang ditemukan, langkah selanjutnya yaitu merumuskan masalah dan menetapkan tujuan Pengumpulan Data Pengumpulan data merupakan kegiatan pengambilan data-data yang diperlukan dalam penelitian baik melalui wawancara, pengamatan langsung ataupun data-data yang sudah tersedia ditempat penelitian. Pengolahan Data OEE Data yang diperoleh pada pengumpulan data, digunakan untuk menentukan nilai, availability, performance rate, dan quality ratio. Setelah mendapatkan nilai availability, performance rate dan quality ratio langkah selanjutnya menghitung OEE dengan rumus OEE = Avaliability x Performance Rate x Quality Ratio. Analisa dan Pembahasan Analisa kegagalan yang paling besar, kemudian diberikan rekomendasi perbaikan penyebab kegagalan yang terjadi pada mesin pencacah tongkol jagung. Repit: Jurnal Rekayasa Proses dan Industri Terapan-Vol. No. 1 Februari 2024 e-ISSN: 2988-084X. p-ISSN: 2988-0831. Hal 01-09 Kesimpulan dan Saran Pada tahap ini, dilakukan penarikan kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan serta saran-saran untuk penelitian selanjutnya yang memiliki keterkaitan dengan penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Setalah seluruh data seperti. Data kerusakan mesin, data produksi aktual, planned downtime, unplanned downtime, data pengukuran loading time dan data pengukuran operation time telah didapatkan, maka dapat dihitung untuk tingkat efektifitas mesin. Diperlukan nilai Avaliability. Performance Rate, dan Quality Ratio. Tabel 1 Avaliability Periode Loading Time (Ja. Operation Time (Ja. Avaliability (%) Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Rumus dan perhitungan Avaliability adalah sebagai berikut: Operation time = 2457,00 Loading time = 2667 Availability = yaycuycayccycnycuyci ycNycnycoyce x 100% Availability ycCycyyceycycaycycnycuycu ycNycnycoyce 2457,00 x 100% = 92% Nilai Avaliability didapatkan dari pembagian dari nilai operation time dibagi dengan loading time, dengan mengeliminasi downtime peralatan terhadap loading time. Dalam mesin pencacah tongkol jagung di PT Multindo Anugerah Perkasa ini didapatkan nilai availability sebesar 92% dimana nilai ini melewati batas JIPM yaitu 90% yang artinya waktu mesin bekerja terbilang maksimal dilakukan oleh operator dan pekerja di PT Multindo Anugerah Perkasa. Analisis Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Mesin Pencacah Tongkol Jagung di PT Multindo Anugerah Perkasa Tabel 2 Performance Rate Periode Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Total Product Processed (To. Ideal Cycle Operation Time Time (Jam/To. (Ja. Performance (%) Rumus dan perhitungan Performance Rate adalah sebagai berikut: Ideal cycle time = 0,0144 Total output = 1906044 Operation time = 2457,00 Performance Rate ycNycuycycayco ycCycycycyycyc X yayccyceycayco yaycycaycoyce ycNycnycoyce ycCycyyceycycaycycnycuycu ycNycnycoyce x 100% Performance Rate 1906044 X 0,0144 2457,00 x 100% = 93% Nilai performance rate yang didapatkan pada mesin pencacah tongkol jagung di PT Multindo Anugerah Perkasa ini adalah 93% dimana nilai ini tidak memenuhi standar world class JIPM untuk efektifitas mesin pencacah tongkol jagung (OEE) yaitu sebesar 95%, penurunan standar nilai tersebut memang tidak signifikan jauh berbeda dari standar world class di karenakan adanya waktu maintenance yang cukup lama untuk menangani kerusakan yang ada pada mesin, waktu perbaikan mesin yang tidak direncanakan (Unplanned Dwontim. Tabel 3 Quality Ratio Periode Total Output (K. Good Product (K. Quality Rate (%) Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Repit: Jurnal Rekayasa Proses dan Industri Terapan-Vol. No. 1 Februari 2024 e-ISSN: 2988-084X. p-ISSN: 2988-0831. Hal 01-09 Rumus dan perhitungan Quality Ratio adalah sebagai berikut: Total Output = 1906044 Good Product = 1896514 yaycuycuycc ycEycycuyccycycayc Quality Ratio = ycNycuycycayco ycCycycycyycyc x 100% Quality Ratio = 1906044 x 100% = 100% Nilai quality ratio didapatkan dari membagikan jumlah good product di bagi dengan total product, dimana dalam mesin pencacah tongkol jagung ini didapatkan nilai 100% hasil kualitas produk untuk mesin pencacah tongkol jagung dengan standar JIPM yaitu 99% yang artinya mesin pencacah tongkol jagung sangat efektif dan maksimal dalam menghasilkan produk . acahan tongkol jagun. Jika nilai Avaliability. Performance Rate dan Quality Ratio telah didapatkan, maka langkah selanjutnya menhitung OEE. Perhitungan OEE pada mesin pencacah tongkol jagung ialah sebagai berikut: Tabel 4 OEE Periode Avaliability (%) Performance (%) Quality Rate (%) OEE (%) Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Rumus dan perhitungan OEE sebagai berikut: Avaliability = 92% Peformance Rate = 93% Quality Ratio = 100% OEE = Avaiability%XPerformanceRate%XQualityRatio% OEE = 92% X 93% X 100% = 85% Analisis Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Mesin Pencacah Tongkol Jagung di PT Multindo Anugerah Perkasa Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada mesin pencacah tongkol jagung tahun 2022 yaitu 85% yaitu persentase nilai OEE paling tinggi berada pada bulan Mei tahun 2022 yaitu 89%. Berikut ini grafik tingkat persentase nilai OEE pada mesin pencacah tongkol jagung tahun 2022 di PT Multindo Anugerah Perkasa. Gambar 1 Grafik OEE KESIMPULAN Berikut ini kesimpulan yang dapat diberikan berdasarkan hasil pengukuran pada Mesin Pencacah Tongkol Jagung di PT Multindo Anugerah Perkasa. Total efektivitas dari mesin dengan nilai perhitungan Avaliability yaitu 92% memenuhi standar level world class ratio sebesar 90%, pehitungan nilai Performance Rate sebesar 93% dimana standar world class sebesar 95% yang artinya nilai tersebut perlu ditingkatkan untuk mencapai standar dunia, dan perhitungan nilai Quality Ratio adalah 100% yang artinya nilai tersebut sempurna dan memenuhi standar world class dengan standar world class sebesar Jadi untuk nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada mesin pencacah tongkol jagung sebesar 85% dan nilai tersebut memenuhi standar JIPM (Japan Institut of Plant Maintenanc. yaitu sebesar 85%. Repit: Jurnal Rekayasa Proses dan Industri Terapan-Vol. No. 1 Februari 2024 e-ISSN: 2988-084X. p-ISSN: 2988-0831. Hal 01-09 DAFTAR PUSTAKA