Volume 10 No. Page 30 Ae 37 e-ISSN: 2598-2095 DOI: doi. org/10. 35747/jcps https://journal. id/index. php/jcps/index Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Tingkat Kepatuhan Pasien dalam Penggunaan Obat Antihipertensi di Sepuluh Apotek Kota Surakarta Annisa Kurnia Dewi1* Abstract Agnes Prawistya Sari1 Hypertension is a condition of blood pressure Ou140/90 mmHg. Hypertension is a significant health problem in Central Java with a prevalence of 76. 5% in 2021. In Surakarta, cases increased from 12. 25% . 5% . Antihypertensive drug therapy has been shown to be effective in lowering and controlling blood pressure as long as it is accompanied by adherence, patient adherence is essential to prevent complications. One of the crucial supporting factors for patient compliance is family support. This study uses an observational quantitative method with a cross sectional design which aims to determine the effect of family support on the level of patient compliance in the use of antihypertensive drugs in ten pharmacies in Surakarta City. The sample was taken using the accidental sampling method, a total of 100 respondents from ten pharmacies met the inclusion criteria with the following criteria: >18 years old, living with family, able to readwrite, and willing to fill out questionnaires. Data were collected using the MMAS-8 questionnaire for compliance and the likert scale questionnaire for family support. Bivariate analysis used the Spearman Rho test with SPSS 26 software . The results showed that 87% of respondents had high-category family support and 49% had moderate-category compliance. There was a strong and positive significant influence between family support and medication use adherence . =0. 000<0. 05, r=0. However, even though family support is high, patient compliance is still moderate, so intervention is needed to improve the quality of family support to optimize treatment adherence. Rolando Rahardjoputro1 1Program Studi Farmasi Program Sarjana. Universitas Kusuma Husada Surakarta. Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia *email: annisakd2003@gmail. Kata kunci: Family Support Hypertension Compliance Article Info Received: January 2026 Accepted: March 2026 Published: March 2026 A 2026. Published by Institute for Research and Innovation Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). LATAR BELAKANG Hipertensi didefinisikan sebagai kondisi tekanan darah sistolik Ou140 mmHg dan diastolik Ou90 mmHg . Kasus hipertensi di Indonesia mencapai 63,3 juta kasus dengan 218 kematian akibat penyakit ini . Hipertensi menjadi Penyakit Tidak Menular (PTM) tertinggi di Jawa Tengah dengan prevalensi 76,5% pada tahun 2021. Khususnya di Kota Surakarta, prevalensi hipertensi pada usia >15 tahun meningkat dari 12,25% pada tahun 2018 menjadi 20,5% pada tahun 2021 . Kenaikan angka hipertensi yang cukup besar di Surakarta menunjukkan pentingnya dilakukan penelitian ini, terutama karena penelitian serupa masih jarang dilakukan di kota ini, terlebih di apotek. Obat antihipertensi terbukti mampu menurunkan dan menjaga kestabilan tekanan darah sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi . Akan tetapi, penggunaan obat antihipertensi saja tidaklah cukup untuk mencapai kontrol tekanan darah jangka panjang . Dukungan menjadi faktor krusial dalam kepatuhan pengobatan Dukungan keluarga adalah bentuk perilaku, tindakan, dan penerimaan yang berkelanjutan dalam Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 10 No. March 2026. Page 30 Ae 37 e-ISSN: 2598-2095 berbagai hubungan sosial . Dukungan dapat diberikan perilaku pasien dengan rekomendasi tenaga kesehatan oleh orang-orang terdekat seperti orang tua, anak, . pasangan, atau saudara dalam bentuk informasi berguna. Kepatuhan dalam mengonsumsi obat . edication adherenc. menggambarkan sejauh mana pasien mengikuti instruksi memberikan rasa dicintai, diperhatikan, aman, dan pengobatan termasuk dosis yang tepat, terutama pada nyaman . Pasien yang mendapat bantuan biaya, penyakit kronis . Faktor-faktor yang memengaruhi pendampingan ke layanan kesehatan, dan pengingat terapi kepatuhan minum obat meliputi dukungan keluarga, dari keluarga menunjukkan kepatuhan yang lebih baik dukungan tenaga kesehatan, ekonomi, dan pengetahuan. dibandingkan pasien tanpa dukungan keluarga . Dukungan keluarga berperan dalam keterlibatan anggota Dukungan emosional dan informasi dari keluarga dapat membentuk keyakinan pasien terhadap terapi, sehingga antihipertensi sesuai aturan dan dosis yang diberikan pasien yang merasakan kasih sayang dan perhatian tenaga medis . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengobatan . pasien hipertensi, dukungan keluarga yang diterima Menurut Friedman et al. , terdapat empat bentuk pasien, tingkat kepatuhan pengobatan, serta pengaruh dukungan keluarga yaitu dukungan emosional, dukungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan penggunaan obat penghargaan, dukungan instrumental dan dukungan antihipertensi di sepuluh apotek Kota Surakarta. Penelitian informasi . Perilaku kesehatan pasien tidak selalu ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam dipengaruhi oleh health literacy, namun lebih banyak pengembangan ilmu farmasi klinis dan komunitas, ditentukan oleh motivasi dan keyakinan individu dalam terutama untuk meningkatkan pelayanan kefarmasian menerima informasi dari lingkungan sosialnya terutama pada pasien hipertensi. Hasil penelitian dapat menjadi saran dan dukungan dari keluarga . Peran dukungan dasar untuk mengembangkan model pelayanan yang emosional dari keluarga mencakup memberi kepercayaan. kasih sayang. dan menjadi pendengar, pengobatan pasien. Secara praktis, hasil penelitian ini dukungan instrumental berupa bantuan praktis untuk dapat membantu apoteker di apotek merancang strategi konseling yang tidak hanya fokus pada pasien, tetapi juga kebutuhan dasar. dan memberi dukungan finansial, melibatkan keluarga. Selain itu, hasil penelitian dapat dukungan informasi meliputi pemberian nasihat. menjadi bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan dan pengarahan, serta dukungan penghargaan keluarga dapat memberikan tanggapan. hipertensi yang lebih efektif di masyarakat. keluarga dalam apresiasi dalam proses pemulihan . Pasien METODE konsisten setiap hari, baik ketika merasakan gejala Desain Penelitian dan Prosedur maupun tidak . Ketidakpatuhan dapat menyebabkan Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan kekambuhan, kegagalan terapi, memburuknya kondisi pengambilan sampel secara accidental sampling pada 100 pasien hipertensi yang dihitung menggunakan rumus meningkatkan biaya perawatan yang sebenarnya dapat Lameshow. Pasien yang menjadi responden adalah mereka yang berusia di atas 18 tahun, tinggal satu rumah dengan . World Health Organization (WHO) mendefinisikan kepatuhan pengobatan sebagai kesesuaian keluarga, dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian. Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 10 No. March 2026. Page 30 Ae 37 e-ISSN: 2598-2095 Pasien yang tidak mengisi kuesioner secara lengkap atau berusia lebih dari 60 tahun tidak diikutsertakan dalam Pembatasan usia maksimal 60 tahun dalam penelitian ini didasarkan pada pertimbangan bahwa kelompok usia di atasnya rentan mengalami penurunan kognitif, komorbiditas, dan polifarmasi yang berpotensi Penelitian dilakukan di sepuluh apotek di Kota Surakarta pada bulan Februari 2025, setelah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Kesehatan RSUD Dr. Moewardi Surakarta 203/I/HREC/2025. Pengambilan data dilakukan dengan menemui pasien saat mereka datang ke apotek untuk mengambil obat Setelah mendapatkan persetujuan, pasien kemudian mengisi dua kuesioner yang memerlukan waktu pengisian sekitar 5-10 menit. Instrumen dan Analisis Data Data dikumpulkan menggunakan dua kuesioner, yaitu kuesioner dukungan keluarga dari Purnamasari . yang terdiri dari 12 pertanyaan dengan skala likert yang dikategorikan menjadi tiga tingkat . endah: 12-23, sedang: 24-35, tinggi: 36-. , serta kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale-. yang berisi 8 pertanyaan untuk mengukur kepatuhan dengan kategori rendah . kor <. , sedang . hingga <. , dan tinggi . Kuesioner dukungan keluarga telah divalidasi menggunakan face validity oleh dua ahli . , sedangkan MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale-. merupakan kuesioner baku yang tidak memerlukan uji validitas tambahan . Reliabilitas kuesioner dukungan keluarga menunjukkan nilai Cronbach Alpha 0,628 yang dinyatakan reliabel . , sementara MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale-. memiliki nilai reliabilitas 0,794 . Data dianalisis menggunakan anlisis univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rho dengan tingkat signifikansi =0,05. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini melibatkan 100 responden dengan berbagai latar belakang demografi, meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan jenis pekerjaan mereka. Gambaran lengkap mengenai karakteristik responden dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Data Demografi Pasien Variabel Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Usia (Tahu. 19-30 Tahun 31-40 Tahun 41-50 Tahun 51-60 Tahun Pendidikan Terakhir SMP SMA Perguruan Tinggi Tidak Sekolah Pekerjaan Swasta POLRI PNS Petani Wiraswasta Pensiunan Lainnya n = 100 Persentase(%) Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden . %) adalah perempuan, sementara 41% laki-laki. Temuan ini sejalan dengan penelitian Kusumawaty et al. yang menemukan 58,7% pasien hipertensi berjenis kelamin perempuan . Hal ini mengindikasikan perempuan risiko lebih tinggi mengalami hipertensi. Penelitian Meher mengkonfirmasi bahwa jenis kelamin berpengaruh dalam prevalensi hipertensi yang lebih tinggi pada populasi perempuan, meskipun mekanisme biologisnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut . Berdasarkan kelompok usia, responden terbanyak berada pada rentang 51-60 tahun . %), 41-50 tahun . %), 31-40 tahun . %) dan tidak ada responden yang berusia 19-30 Hal ini menggambarkan bahwa hipertensi lebih Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 10 No. March 2026. Page 30 Ae 37 banyak dialami oleh kelompok usia menengah ke atas, sejalan dengan temuan Adam . bahwa seiring menurun dan pembuluhdarah menjadi lebih kaku sehingga tekanan darah cenderung meningkat . Dari segi pendidikan mayoritas responden memiliki pendidikan yang baik, sejumlah 53% merupakan lulusan SMA, 22% lulusan perguruan tinggi, 15% lulusan SMP, 8% lulusan SD dan yang tidak bersekolah hanya 2%. Meskipun sebagian besar responden berpendidikan baik, namun angka hipertensi masih cukup tinggi. Kondisi ini membuktikan bahwa pendidikan saja tidak cukup untuk mencegah hipertensi. Pendidikan yang baik memang membantu seseorang lebih mudah memahami informasi kesehatan . tetapi pada kenyataannya, pola hidup sehari-hari dan kedisiplinan dalam mengelola hipertensi justru lebih menentukan. Sementara itu, lebih dari setengah total responden . %) adalah seseorang yang berstatus pekerja, sedangkan 26% berstatus tidak bekerja. Kondisi ini relevan dengan penelitian Hermawan et al. yang menyebutkan bahwa tekanan dalam pekerjaan dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah . Tabel 2. Data Frekuensi Dukungan Keluarga Pasien Hipertensi di Sepuluh Apotek Kota Surakarta Kuesioner Dukungan Keluarga e-ISSN: 2598-2095 Dukungan Informasi Keluarga hasilpemeriksaan dan pengobatan dari dokter yang merawat kepada saya . %) . %) . %) . %) Keluarga mengingatkan saya untuk kontrol, minum obat, dan makan %) . Keluarga mengingatkan saya tentang perilaku-perilaku yang memperburuk tentang penyakit saya Keluarga menjelaskan kepada saya setiap saya bertanya hal-hal yang tidak jelas tentang penyakit saya . %) . %) . %) . %) . %) . %) . %) . %) Keterangan : Selalu (SL). Sering (SR). Kadang-kadang (KD). Tidak Pernah (TD) Hasil analisis menunjukkan 71% responden menyatakan keluarga AuselaluAy bersedia membiayai pengobatan mereka. Temuan ini sejalan dengan Osamor . bahwa dukungan keluarga meningkatkan kepatuhan pengobatan dan pemanfaatan layanan kesehatan . Namun, hanya 44% responden yang melaporkan keluarga AuselaluAy memberikan penjelasan mengenai hal-hal yang tidak jelas Kondisi kemungkinan karena kurangnya komunikasi efektif yang menyebabkan ketidakseimbangan informasi bagi pasien hipertensi, sesuai dengan penelitian Nuratika . menyampaikan informasi tanpa menimbulkan stres pada pasien . Pada AuseringAy . %) . %) . %) . %) Keluarga selalu mendampingi saya dalam perawatan . %) . %) . %) . %) Keluarga selalu memberi pujian dan perhatian kepada saya . %) . %) . %) . %) Keluarga memperhatikan keadaan saya selama Keluarga memaklumi bahwa sakit yang saya alami sebagai suatu Dukungan Instrumental . %) . %) . %) . %) meningkatkan dukungan bagi pasien hipertensi meskipun . %) . %) . %) . %) responden yang menyatakan keluarga AuseringAy bersedia Keluarga selalu menyediakan waktu dan fasilitas jika saya memerlukan untuk keperluatan pengobatan Keluarga berperan aktif dalam setiap pengobatan dan perawatan sakit saya Keluarga pengobatan dan perawatan saya Keluarga berusaha untuk mencarikan kekurangan sarana dan peralatan perawatan yang saya perlukan . %) . %) . %) . %) . %) . %) . %) . %) . %) . %) . %) . %) . %) . Dukungan Emosional dan Penghargaan melaporkan keluarga memberitahu hasil pemeriksaan dan pengobatan dari dokter. Temuan ini menunjukkan adanya pendampingan keluarga dalam proses pengobatan yang berperan sebagai penyampai informasi, sehingga dapat hanya 37% responden. Sementara itu, hanya 23% membiayai pengobatan mereka. Kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh keterbatasan ekonomi keluarga atau kurangnya pemahaman mengenai pentingnya dukungan finansial dalam proses pengobatan. Untuk kategori Aukadang-kadangAy sekitar 19% pasien Anggota Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 10 No. March 2026. Page 30 Ae 37 e-ISSN: 2598-2095 kemungkinan memiliki pemahaman medis yang kurang keluarga memberikan pendampingan, kasih sayang, atau mungkin mereka kesulitan menjelaskan dengan perhatian, serta informasi relevan mengenai kondisi bahasa yang mudah dimengerti. Di sisi lain, hampir semua penyakit selama pengobatan . keluarga tidak menganggap hipertensi sebagai musibah. Tabel 4. Data Frekuensi Kepatuhan dalam Penggunaan Obat Antihipertensi di Sepuluh Apotek Kota Surakarta hanya 1% yang berpendapat demikian. Hal ini sejalan dengan temuan Purnamasari . bahwa keluarga menganggap hipertensi bukan sebagai musibah karena pasien sudah mengetahui kondisinya namun masih tidak patuh minum obat dan tidak mau mengubah pola hidupnya . Sebanyak 4% responden melaporkan keluarga Autidak pernahAy memberikan dukungan dalam hal pembiayaan pengobatan, pengingat kontrol dan minum obat, serta penjelasan tentang penyakit. Namun, tidak ada satupun responden . yang menjawab Autidak pernahAy mencarikan kekurangan sarana dan peralatan perawatan yang mereka perlukan, yang dapat diartikan bahwa pasien mendapat dukungan dari keluarga. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Kategori Dukungan Keluarga pada Pasien Hipertensi di Sepuluh Apotek Kota Surakarta Kuesioner Kepatuhan Pasien dalam Penggunaan Obat Antihipertensi %) Apakah anda terkadang lupa minum obat Apakah selama 2 pekan terakhir ini, anda pernah dengan sengaja tidak minum obat? . %) Tida n(%) . % . % . % Pernahkan anda mengurangi atau berhenti minum obat tanpa memberitahu dokter, karena . %) merasa kondisi anda bertambah parah ketika meminum obat tersebut ? Ketika anda berpergian jauh, apakah anda kadang-kadang lupa meminum obat Apakah kemarin anda minum obat ? . %) . %) Ketika anda merasa sehat, apakah anda berhenti meminum obat? . %) . %) Apakah anda pernah merasa terganggu minum obat setiap hari ? . %) . %) Seberapa sering anda lupa minum obat? . %) . %) Tidak pernah lupa : 17 . %) Beberapa kali : 37 . %) Kadang-kadang : 37 . %) Sering : 8 . %) Selalu : 1 . %) Dukungan Keluarga Frekuensi . Persentase (%) Tingkat kepatuhan responden dalam mengonsumsi obat Rendah antihipertensi menunjukkan hasil yang cukup baik. Sebanyak 93% responden menyatakan telah minum obat Sedang Tinggi Total pada hari sebelumnya, dan 90% responden menyatakan tidak pernah sengaja melewatkan obat dalam dua minggu Dukungan keluarga pada penelitian ini dibedakan menjadi Data ini menunjukkan kesadaran yang baik dari tiga kategori yaitu kategori rendah, sedang dan tinggi yang pasien hipertensi terhadap pentingnya pengobatan rutin. dapat dilihat pada tabel 3. Hasil penelitian menunjukkan Tabel 5. Distribusi Frekuensi Kepatuhan Pasien dalam Penggunaan Obat Antihipertensi di Sepuluh Apotek Kota Surakarta mayoritas responden . %) memiliki dukungan keluarga yang tinggi. Tingginya dukungan keluarga ini berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan antihipertensi melalui pemberian dukungan mental dan fisik, pengingat jadwal minum obat, serta motivasi untuk kesembuhan pasien. Temuan ini didukung oleh penelitian Veradita & Faizah . yang menunjukkan bahwa mayoritas responden mendapat dukungan keluarga yang penghargaan, instrumental, dan informasional, dimana Kepatuhan Pasien dalam Penggunaan Obat Rendah Frekuensi . Persentase (%) Sedang Tinggi Total Kepatuhan dikategorikan menjadi tiga kategori yaitu tinngi, sedang dan rendah yang dapat dilihat pada tabel 5. Ketika dikategorikan kepatuhan pada penelitian ini menunjukan kategori sedang . %). Dari hasil kuesioner yang telah Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 10 No. March 2026. Page 30 Ae 37 e-ISSN: 2598-2095 ketidakpatuhan adalah lupa minum obat ketika bepergian sebanyak 93% responden menyatakan kalau mereka atau berada jauh dari rumah. Hal ini menunjukkan bahwa minum obat antihipertensi kemarin dan 90% responden ketika rutinitas harian berubah dan pasien berada di menyatakan kalau mereka tidak pernah dengan sengaja tempat yang tidak biasa, mereka cenderung lupa atau tidak minum obat antihipertensi dalam dua minggu mengabaikan jadwal minum obat yang seharusnya diikuti. Hal ini sejalan dengan penelitian Anwar & Masnina . kepada 83 responden bahwa sebagian besar responden Faktor pemicu kategori kepatuhan penggunaan obat dalam kategori kepatuhan sedang menunjukkan adanya antihipertensi pada penelitian ini tidak pada kategori kesadaran bahwa gejala dan komplikasi hipertensi yang AutinggiAy walaupun mayoritas responden telah patuh mungkin muncul dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, dalam rejimen pengobatan yaitu karena hampir setengah sehingga timbul keinginan untuk mengontrol tekanan dari total sampel . %) sering lupa meminum obat ketika darah guna mencegah hal tersebut . Namun, responden sering lupa minum obat yang menjadi kendala dalam menjadi penyebab ketidakpatuhan pasien. mencapai kepatuhan penuh terhadap pengobatan. Kondisi ini dapat diatasi melalui edukasi kepada pasien Hasil analisis statistik menggunakan uji Spearman's Rho dan keluarga. Apoteker juga dapat memberikan Pelayanan dengan SPSS 26 for Windows pada penelitian tentang Informasi Obat (PIO) secara tatap muka pada saat "Pengaruh penyerahan obat untuk Dukungan Keluarga Tingkat Perubahan membantu pasien memahami Kepatuhan Pasien dalam Penggunaan Obat Antihipertensi lebih baik tentang penyakitnya dan cara pengobatan yang di Sepuluh Apotek Kota Surakarta" yang melibatkan 100 responden . = . menunjukkan adanya pengaruh korelasi positif antara dukungan keluarga dan kepatuhan pengelolaan obat saat bepergian dan merekomendasikan minum obat . = 0,. Pengaruh antara kedua variabel aplikasi pengingat atau alarm di handphone sebagai tersebut terbukti signifikan secara statistik dengan nilai p pengingat waktu minum obat. Keluarga berperan dalam value 0,000 < -level 0,05, dengan nilai koefisien korelasi 0,630 yang mengindikasikan bahwa terdapat hubungan mengingatkan pasien untuk minum obat terutama saat yang kuat antara dukungan keluarga dan tingkat pasien bepergian serta memantau kepatuhan pasien kepatuhan pasien dalam penggunaan obat antihipertensi. melalui komunikasi telepon. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Anjalina et al. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya meneliti . berjudul "Hubungan Dukungan Keluarga dengan satu variabel dan dilakukan dalam waktu yang cukup Kepatuhan Konsumsi Minum Obat Anti Hipertensi" yang Untuk itu, disarankan agar penelitian berikutnya dilaksanakan di Puskesmas Sidorejo Kidul Salatiga. dapat mengeksplorasi variabel lain dengan waktu yang Penelitian ini menunjukkan hubungan positif antara dua lebih panjang. Selain itu, institusi dapat menyelenggarakan variabel dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,662 webinar edukatif, apotek dapat membuat sistem pengingat mengindikasikan pengaruh yang kuat dan searah. Hal ini jadwal minum obat secara online melalui whatsapp, dan berarti semakin baik dukungan yang diberikan oleh pasien diharapkan lebih memahami penyakitnya dengan keluarga, semakin tinggi pula tingkat kepatuhan pasien dukungan aktif dari keluarga. Di samping itu, apoteker dalam mengonsumsi obat antihipertensi . , namun dapat menjalankan Home Pharmacy Care sebagai wujud kepatuhan pada penelitian ini menunjukan kategori pelayanan kefarmasian yang bersifat proaktif, yakni dengan mendatangi pasien secara langsung, memantau menunjukan kepatuhan yang tinggi. Dari 100 total sampel keteraturan pengobatan, sekaligus mengedukasi anggota . Apoteker Journal of Current Pharmaceutical Sciences. Vol. 10 No. March 2026. Page 30 Ae 37 keluarga agar mampu memberikan dukungan yang optimal bagi pasien dalam menjalani pengobatannya. KESIMPULAN Dukungan keluarga terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensi di sepuluh apotek Kota Surakarta dengan korelasi kuat . =0,630, p=0,. Namun, meski dukungan keluarga tinggi, kepatuhan pasien masih tergolong sedang, sehingga perlu intervensi untuk meningkatkan kualitas dukungan keluarga guna mengoptimalkan kepatuhan UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada Universitas Kusuma Husada Surakarta, apotek-apotek Surakarta dilakukannya penelitian, pasien hipertensi yang bersedia menjadi responden dan semua pihak yang berkontribusi dalam penelitian DAFTAR PUSTAKA