Metrianah. Dkk HUBUNGAN DUKUNGAN PETUGAS KESEHATAN. DUKUNGAN KELUARGA DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Metrianah1. Fika Minata2. Rizki Amalia3. Sendy Pratiwi Rahmadhani4. Rohaya5 1,2,3,4 Program Studi S1 Kebidanan. Universitas Kader Bangsa Palembang Program Studi Di Kebidanan. Poltekkes Kemenkes Palembang Email : Metrianah01@yahoo. com1, fikafkunsri07@gmail. com2, ramdhanilist@gmail. 01@gmail. com4, rohayayakkub4414@gmail. Abstrak Upaya Pemerintah untuk mendukung peningkatan dalam pemberian ASI eksklusif telah di keluarkannya kesepakatan atau berbagai pengakuan baik secara global ataupun nasional yang bertujuan melindungi, mempromosi, dan dukungan terhadap pemberian ASI. Ini sesuai dengan tujuan Sustainable Depeloment Goals (SDG. ke tiga target kedua yaitu pada tahun 2030, mengakhiri kematian bayi dan balita dapat dicegah, dengan seluruh Negara berusaha menurunkan angka kematian neonatal setidaknya hingga 12 per 1000 kelahiran hidup. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui hubungan dukungan petugas kesehatan, dukungan keluarga dan pengetahuan ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Enim Kota Muara Enim Tahun 2022. Metode pada penelitian ini menggunakan cross sectional dengan populasi 467 responden dan sampel sebanyak 82 responden. Analisis data menggunakan uji statistik chi square dengan p value O nilai . Hasil penelitian ini dari 49 responden yang mendapatkan dukungan positif dengan pemberian ASI Eksklusif sebanyak 29 orang . ,2%%) dengan p value = 0,002, dari 31 responden yang mendapatkan dukungan keluarga positif dengan pemberian ASI Eksklusif sebanyak 19 orang . ,3%) p value = 0,02, sedangkan, dari 27 responden yang berpengetahuan baik dengan pemberian ASI Eksklusif sebanyak 19 orang . ,4%) p value = 0,002. Bidan diharapkan meningkatkan penyuluhan dan mensosialisaikan program pemberian ASI Eksklusif pada Masyarakat. Kata Kunci : ASI Eksklusif. Dukungan. Pengetahuan Abstract The Government's efforts to support the increase in exclusive breastfeeding have resulted in agreements or various recognitions, both globally and nationally, which aim to protect, promote, and support breastfeeding. This is in line with the Sustainable Development Goals (SDG. of the three second targets, namely by 2030, ending preventable infant and under-five mortality, with all countries trying to reduce neonatal mortality to at least 12 per 1000 live births. This study aims to determine the relationship between health worker support, family support and mother's knowledge with exclusive breastfeeding in the working area of the Muara Enim Health Center. Muara Enim City in 2022. The method in this study used a cross sectional with a population of 467 respondents and a sample of 82 respondents. Data analysis used chi square statistical test with p value value . The results of this study of 49 respondents who received positive support with exclusive breastfeeding were 29 people . 2%%) with p value = 0. 002, of 31 respondents who received positive family support with exclusive breastfeeding were 19 people . 3% ) p value = 0. 02, meanwhile, from 27 respondents who have good knowledge of exclusive breastfeeding, 19 people . 4%) p value = 0. Midwives are expected to increase counseling and socialize the exclusive breastfeeding program to the community. Keywords : Exclusive Breastfeeding. Support. Knowledg Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Metrianah. Dkk PENDAHULUAN Keberhasilan pembangunan nasional ditentukan oleh ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas yang dicirikan dengan fisik yang tangguh. Salah satu prioritas pembangunan nasional saat ini adalah adalah masyarakat Indonesia dengan indikator utama adalah angka kematian bayi (AKB) atau Infant Mortality Rate (IMR), salah satu faktor yang berkaitan dengan AKB adalah status gizi bayi. Salah satu langkah penting untuk peningkatan gizi bayi adalah pemberian makanan pertama yang berkualitas dan optimal. Makanan pertama dan berkualitas yang dimaksud adalah pemberian air susu ibu secara eksklusif yang merupakan faktor penting pada bayi terutama pemberian Air Susu Ibu (ASI) awal . karena kaya dengan antibodi yang mempunyai efek terhadap penurunan risiko kematian (Destriana, 2. Upaya Pemerintah untuk mendukung peningkatan dalam pemberian ASI kesepakatan atau berbagai pengakuan baik secara global ataupun nasional yang bertujuan melindungi, mempromosi, dan dukungan terhadap pemberian ASI. Demikian diharapkan setiap bayi berhak mendapatkan ASI Eksklusif dan setiap ibu dapat memberikan ASI. Ini sesuai dengan tujuan Sustainable Depeloment Goals (SDG. ke tiga target kedua yaitu pada tahun 2030, mengakhiri kematian bayi dan balita dapat dicegah, dengan seluruh Negara berusaha menurunkan angka kematian neonatal setidaknya hingga 12 per 1000 kelahiran hidup. Pemberian ASI Eksklusif kepada bayi kurang dari 6 bulan merupakan pemenuhan hak bayi yang sangat terkait dengan komitmen ibu dan dukungan keluarga serta lingkungan sekitar. Pemberian ASI Eksklusif mengurangi tingkat kematian bayi yang disebabkan berbagai penyakit . iare dan radang par. , meningkatkan kondisi kesehatan jangka pendek dan panjang, selain itu bermanfaat mempercepat pemulihan bila sakit (Profil Kesehatan Indonesia, 2. Menurut World Health Organization (WHO) . , cakupan pemberian ASI eksklusif di seluruh dunia belum mencapai target yaitu 80 %, hanya sekitar 36% selama periode 2007-2014. Sedangkan untuk Negara ASEAN pencapaian ASI eksklusif masih jauh dari target WHO seperti Filipina mencapai 34 %. Vietnam 27 %. India 46 %, dan Myanmar 24 %. Berdasarkan hasil RISKESDAS tahun 2018 jumlah cakupan ASI eksklusif di Indonesia sebanyak 65,16%. Jika dibandingkan dengan target WHO yaitu Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013 cakupan pemberian ASI eksklusif pada seluruh bayi dibawah enam bulan . -6 bula. hanya 30,2%. Target pemberian ASI eksklusif tahun 2017 menurut RPJMN adalah 44%. Cakupan pemberian ASI eksklusif yang terhimpun menurut laporan ASIE di Dinas kesehatan Provinsi Sumatera Selatan tahun 2017 sebesar 06% menjadi 60,0% (RISKESDAS. Berdasarkan Hasil dari Profil Kesehatan Indonesia ASI sebanyak 68,74%. Tahun 2019 cakupan ASI Eksklusif di Indonesia mencapai 67,74% menurun menjadi 66,06% tetapi, angka tersebut sudah melampaui target Rencana Startegis tahun 2020 yaitu 40%. (Profil Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Metrianah. Dkk Kesehatan Indonesia, 2. Target pemberian ASI Eksklusif tahun 2018 adalah 47%. Cakupan pemberian ASI Eksklusif yang terhimpun di Provinsi Sumatera Selatan telah mencapai target sebesar 60,7%. Cakupan meningkat 0,7% dibanding tahun 2017 dengan cakupan 60%. Tahun 2019 sebesar 57,8%, belum mencapai target program, tahun 2020 adalah sebesar 64%. Sedangkan, tahun 2020 adalah sebesar 51,6% menurun bila dibandingkan tahun 2019 . ,8%) dan belum mencapai target Kabupaten/kota cakupan pemberian ASI eksklusif tertinggi adalah Kota Palembang yaitu 74,5%. Prabumulih 73,9%. Muratara 66,2% dan Muara Enim 62,2%. Sedangkan, yang terendah adalah Kabupaten Musi Rawas sebesar 9,5% (Profil Kesehatan Provinsi Sumatera selatan, 2. Berdasarkan data awal Kabupaten Muara Enim Tahun 2018 jumlah bayi sebanyak 568 orang yang diberi ASI ekslusif sebanyak 408 orang . ,83%) Desa/Keluarahan ASI Kelurahan Air lintang 52 orang . ,74%) kelurahan pasar II 44 orang . ,78%) sedangkan yang terendah Kelurahan Saka Jaya 8 orang . ,96%). Tahun 2019 jumlah bayi sebanyak 568 orang yang diberi ASI ekskluusif 381 orang . %%) Kelurahan dengan cakupan tertinggi adalah Kelurahan Tangkal sebanyak 49 orang . ,86%) sedangkan cakupan terendah adalah Kelurahan Harapan Jaya dan Tanjung Serian 9 orang . ,36%). Pada Tahun 2020 jumlah bayi 550 orang yg diberi ASI Eksklusif sebanyak 365 orang . %) Kelurahan dengan cakupan Kelurahan Muara Enim sebanyak 54 orang . ,79%) dan terendah Kelurahan Harapan Jaya 8 orang . ,19%). Sedangkan, pada tahun 2021 jumlah bayi sebanyak 467 orang yg diberi ASI secara Eksklusif sebanyak 278 orang 59,52% (Puskesmas Muara Enim, 2020. Faktor Ae faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif dibedakan menjadi tiga, yaitu faktor pemudah . endidikan, pengetahuan, nilai-nilai atau adat buday. , faktor . endapatan pekerjaan/ketersediaan waktu, kesehatan ib. faktor pendorong . ukungan keluarga, dukungan suami dan dukungan petugas kesehata. Petugas kesehatan yang dimaksud adalah petugas yang perawatan bayi sehingga diharapkan dukungan yang dapat diterima oleh ibu menyusui (Haryono, 2. Salah Peraturan Pemerintah No 33 Tahun 2012 tentang pemberian ASI eksklusif adalah untuk meningkatkan peran dan dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah terhadap pemberian ASI Dukungan keluarga, terutama suami dapat menentukan keberhasilan dukungan suami akan menimbulkan rasa nyaman pada ibu sehingga akan mempengaruhi produksi ASI serta meningkatkan semangat dan rasa nyaman dalam menyusui (Adiningsih, 2. Peran petugas kesehatan terhadap pemberian asi ekslusif adalah promosi melalui pendidikan kesehatan, petugas kesehatan harus dapat menginformasikan kepada ibu agar memberikan asi ekslusif kepada bayinya dengan menjelaskan dibandingkan dengan susu formula dan tidak memfasilitasi bayi baru lahir dengan susu formula. (Selferida,. S et al . Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Metrianah. Dkk Berdasarkan dilakukan oleh Marya Natividad yAvilaOrtiz, et al . , yang berjudul Factors associated with abandoning exclusive breastfeeding in Mexican mothers at two private hospitals. Didapatkan hasil analisis bivariat faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi 6-24 bulan (N = . dukungan petugas kesehatan . % CI 42 . 30,1. p value = 0. 020*). Dukungan keluarga kepada ibu menjadi satu faktor penting yang juga mempengaruhi ibu dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Seorang ibu yang mempunyai pikiran positif tentu saja akan senang melihat bayinya, sehingga muncul rasa kasih sayang, terlebih bila sudah mencium dan menimang si buah hati. Semua itu terjadi bila ibu dalam keadaan tenang. Keadaan tenang ini didapat oleh ibu jika adanya dukungan-dukungan dari lingkungan sekitar ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya. Karena itu, ibu memerlukan dukungan yang kuat agar dapat memberikan ASI eksklusif (Rohani. Berdasarkan dilakukan oleh Abdiasis Jama . yang berjudul Exclusive breastfeeding for the first six months of life and its associated factors among children age 624 months in Burao district. Somaliland. Didapatkan hasil Kurangnya dukungan suami (AOR 0. 95% CI 0. 19, 0. Dukungan suami berhubungan dengan praktik pemberian ASI eksklusif. Ibu yang tidak mendapat dukungan dari suami memiliki kemungkinan 68% lebih kecil untuk memberikan ASI eksklusif kepada anaknya dibandingkan dengan ibu yang mendapat dukungan dari suami. Pengetahuan yang baik akan memudahkan seseorang untuk merubah Pengetahuan dan pemahaman ibu tentang pemberian ASI eksklusif akan berdampak pada kepatuhan ibu dalam memberikan ASI eksklusif pada anaknya. Informasi yang salah tentang pentingnya ASI membuat para ibu tidak berhasil dalam pemberian ASI Eksklusif kepada (Solikhati et al, 2. Berdasarkan dilakukan oleh Marya Natividad yAvilaOrtiz, et al . , yang berjudul Factors associated with abandoning exclusive breastfeeding in Mexican mothers at two private hospitals. Didapatkan hasil taraf pengetahuan yang rendah (AOR 2,18. 95% CI 1,04, 4,56 P value = 0. sesudah 6 bulan, hanya 61 ibu . %) yang memberikan ASI secara eksklusif. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik dan mengadakan AuHubungan Dukungan Petugas Kesehatan. Dukungan Keluarga dan Pengetahuan Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Muara Enim Kota Muara Enim Tahun 2022Ay. METODE PENELITIAN Penelitian ini bersifat Survey Analitik rancangan desain penelitian cross sectional dimana variabel dependen (Pemberian ASI Eksklusi. dan variabel . ukungan kesehatan, dukungan keluarga dan dikumpulkan secara sekaligus dalam jangka waktu yang bersamaan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari tahun 2022 di di wilayah kerja Puskemas Muara Enim KotaMuara Enim. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan yang datang di Wilayah kerja Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Metrianah. Dkk Puskesmas Muara Enim dari 16 kelurahan tahun 2021 sebanyak 467 Didapat jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 82 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling, pengambilan sampel dengan cara memilih sampel diantara populasi sesuai dengan kriteria yang dikehendaki Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data Hasil Penelitian Analisis Univariat Analisis ini bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi dan persentase dari variabel independen (Dukungan petugas kesehatan, dukungan keluarga dan pengetahua. dan variabel dependen . emberian ASI Eksklusi. Pemberian ASI Eksklusif Variabel pemberian ASI Eksklusif di kelompokkan dalam dua kategori yaitu Ya : jika bayi hanya diberi ASI saja selama 6 bulan dan Tidak : jika bayi diberi ASI dan makanan pendamping sebelum < 6 bulan. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pemberian ASI Eksklusif Pada penelitian ini variabel Dukungan Petugas Kesehatan dikelompokkan dalam dua kategori yaitu Positif : jika nilai Ou median dan Negatif : jika < median. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Dukungan Petugas Kesehatan Dukungan Petugas Kesehatan Positif 49 59,8 Negatif 33 40,2 Jumlah Berdasarkan tabel 2. dapat diketahui bahwa dari 82 responden, ibu yang mendapatkan dukungan petugas kesehatan positif sebanyak 49 orang . ,8%) sedangkan, ibu yang mendapatkan dukungan petugas kesehatan negatif sebanyak 33 orang . ,2%). Dukungan Keluarga Pada Dukungan Keluarga dalam dua kategori yaitu positif: jika nilai Ou median dan negatif : jika nilai < median. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Dukungan Keluarga Pemberian ASI Eksklusif Tidak Jumlah Berdasarkan tabel 1. dapat diketahui bahwa dari 82 responden, ibu yang memberikan ASI Eksklusif sebanyak 36 orang . ,9%) sedangkan, ibu yang tidak memberikan ASI Eksklusif sebanyak 46 responden . ,1%). Dukungan Petugas Kesehatan No. Dukungan Keluarga Positif 31 37,8 Negatif 51 62,2 Jumlah Berdasarkan tabel 3. diketahui bahwa dari 82 responden, ibu yang mendapatkan dukungan keluarga positif sebanyak 31 orang . ,8%) sedangkan, ibu yang mendapatkan dukungan keluarga negatif sebanyak 51 orang . ,2%). Pengetahuan Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Metrianah. Dkk Pada penelitian ini variabel pengetahuan dikelompokkan dalam dua kategori yaitu Baik : apabila dapat menjawab pertanyaan dengan benar Ou 50% dari total skor dan Kurang : apabila dapat menjawab pertanyaan dengan benar < 50% dari total skor. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengetahuan No. Pengetahuan Baik Kurang Jumlah Berdasarkan tabel 4. diketahui bahwa dari 82 responden, ibu pengetahuan baik sebanyak 27 orang . ,9%) sedangkan, ibu pengetahuan kurang 55 orang . ,1%). Analisis Bivariat Hubungan Dukungan Petugas Kesehatan dengan Pemberian ASI Eksklusif 20 orang . ,8%). Sedangkan, dari 33 responden yang mendapatkan dukungan kesehatan negatif pemberian ASI Eksklusif sebanyak 7 orang . ,4%) dan memberikan ASI Eksklusif sebanyak 26 orang . ,8%). Berdasarkan uji chi-square dan batas kemaknaan = 0,05 diperoleh p value = 0,002 < 0,05 hal ini menunjukan ada hubungan bermakna antara dukungan petugas kesehatan dengan pemberian ASI Eksklusif. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara dukungan petugas kesehatan dengan pemberian ASI Eksklusif terbukti secara Hasil Odds Ratio diperoleh nilai OR : 5,386 artinya responden yang mendapatkan dukungan petugas kesehatan positif memiliki kecenderungan 5,386 kali lebih besar untuk memilih pemberian ASI Eksklusif dibandingkan dengan responden yang mendapatkan dukungan petugas kesehatan negatif. Hubungan Dukungan Keluarga dengan Pemberian ASI Eksklusif Dari tabel 5. dapat diketahui bahwa dari dukungan petugas kesehatan positif ASI Eksklusif sebanyak 29 orang . ,2%), dan yang tidak memberikan ASI Eksklusif sebanyak Dari tabel 6. dapat diketahui bahwa dari 31 responden yang mendapatkan dukungan keluarga positif ASI Eksklusif sebanyak 19 orang . ,3%), dan yang tidak memberikan ASI Eksklusif yaitu 12 Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Metrianah. Dkk orang . ,7%). Sedangkan, dari dukungan keluarga negatif dengan pemberian ASI Eksklusif sebanyak 17 ,3%) memberikan ASI Eksklusif sebanyak 34 orang . ,7%). Berdasarkan uji chi-square dan batas kemaknaan = 0,05 diperoleh p value = 0,02 < 0,05 hal ini menunjukan ada hubungan bermakna antara Dukungan Keluarga ASI Eksklusif, dengan demikian hipotesis yang Dukungan Keluarga dengan pemberian ASI Eksklusif terbukti secara statistik. Hasil Odds Ratio diperoleh nilai OR : 3,167 artinya responden yang mendapatkan dukungan keluarga positif memiliki kecenderungan 3,167 kali lebih besar untuk memilih pemberian ASI Eksklusif mendapatkan dukungan keluarga negatif. yang mempunyai pengetahuan kurang ASI Eksklusif sebanyak 17 orang . ,9%) dan yang tidak memberikan ASI Eksklusif yaitu 38 orang . ,1%). Berdasarkan uji chi-square dan batas kemaknaan = 0,05 diperoleh p value = 0,002 < 0,05 hal ini menunjukan ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan pemberian ASI Eksklusif. Dengan hubungan antara pengetahuan dengan pemberian ASI Eksklusif terbukti secara Hasil Odds Ratio nilai OR : 5,309 artinya responden yang mempunyai pengetahuan baik memiliki kecenderungan 5,309 kali lebih besar untuk memilih pemberian ASI Eksklusif dibandingkan dengan responden yang mempunyai pengetahuan kurang. Hubungan Pengetahuan dengan Pemberian ASI Eksklusif Pembahasan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Enim Kota Muara Enim pada bulan Januari 2022, serta dari hasil analisa secara univariat dan bivariat. Dari tabel 7. dapat diketahui bahwa dari 27 responden yang mempunyai pengetahuan baik dengan pemberian ASI Eksklusif sebanyak 19 orang . ,4%), memberikan ASI Eksklusif yaitu 8 orang . ,6%). Sedangkan, dari 55 responden Hubungan Dukungan Petugas Kesehatan dengan Pemberian ASI Eksklusif Dari hasil analisis univariat didapatkan bahwa dari 82 responden, ibu yang mendapatkan dukungan petugas kesehatan positif sebanyak 49 orang . ,8%) mendapatkan dukungan petugas kesehatan negatif sebanyak 33 orang . ,2%). Dari hasil analisis bivariat didapatkan bahwa dari 49 responden yang mendapatkan dukungan positif dengan pemberian ASI Eksklusif sebanyak 29 orang . ,2%), dan yang tidak Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Metrianah. Dkk memberikan ASI Eksklusif sebanyak 20 orang . ,8%). Sedangkan, dari 33 responden yang mendapatkan dukungan negatif dengan pemberian ASI Eksklusif sebanyak 7 orang . ,4%) dan yang tidak memberikan ASI Eksklusif sebanyak 26 orang . ,8%). Berdasarkan uji chi-square dan batas kemaknaan = 0,05 diperoleh p value = 0,002 < 0,05 hal ini menunjukan ada hubungan bermakna antara dukungan petugas kesehatan dengan pemberian ASI Eksklusif. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara dukungan petugas kesehatan dengan pemberian ASI Eksklusif terbukti secara Hasil Odds Ratio diperoleh nilai OR : 5,386 artinya responden yang mendapatkan dukungan petugas kesehatan positif memiliki kecenderungan 5,386 kali lebih besar untuk memilih pemberian ASI Eksklusif dibandingkan dengan responden yang mendapatkan dukungan petugas kesehatan negatif. Petugas professional menjadi faktor pendukung ibu dalam memberikan ASI dikarenakan, dukungan tenaga kesehatan kaitannya dengan nasehat kepada ibu untuk memberikan ASI secara Eksklusif tanpa memberi makanan tambahan pada bayinya menentukan keberlanjutan ibu dalam pemberian ASI (Haryono dan Setianingsih. Sama Halnya Penelitian ini sejalan dengan Teori Rohani . menyatakan bahwa Dukungan Petugas Kesehatan kepada ibu menjadi satu faktor penting yang juga mempengaruhi ibu dalam memberikan ASI eksklusif Seorang ibu yang mempunyai pikiran positif tentu saja akan senang melihat bayinya, sehingga muncul rasa kasih sayang, terlebih bila sudah mencium dan menimang si buah hati. Semua itu terjadi bila ibu dalam keadaan Keadaan tenang ini didapat oleh ibu jika adanya dukungan-dukungan dari lingkungan sekitar ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya. Karena itu, ibu memerlukan dukungan yang kuat agar dapat memberikan ASI eksklusif. Penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Era Nurisa Windari . dengan judul AuPengaruh Dukungan Tenaga Kesehatan Terhadap Pemberian Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Sisir Kelurahan Sisir Kota BatuAy didapatkan hasil uji statistik menggunakan Chi Square menunjukan p value = 0,000. Maka, disimpulkan bahwa ada pengaruh dukungan tenaga kesehatan terhadap pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Sisir Kelurahan Sisir Kota Batu, sehingga H1 diterima. Penelitian ini juga sejalan dengan yang dilakukan oleh Selferida,. S et al . didapatkan hasil uji chi squere dengan menggunakan =0,05% diperoleh nilai p= 0,009 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan peran tenaga kesehatan dengan pemberian ASI nilai OR = 3,1, artinya ibu yang peran tenaga kesehatan nya kurang memiliki kemungkinan peluang berisiko 3,1 kali tidak meberikan ASI ekslusif. Begitu pula penelitian yang Ryandita Karina Purvitasari, et al . AuFaktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Ibu Bayi 6-24 Bulan di Rw 05 Pabuaran Mekar Bogor Tahun 2019Ay hasilnya uji chi square menunjukkan p<0,05 . =0,. disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peran petugas kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif pada penelitian ini. Artinya dukungan/peran Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Metrianah. Dkk mempengaruhi pemberian ASI eksklusif. Sama halnya penelitian yang dilakukan oleh Marya Natividad yAvilaOrtiz, et al . , yang berjudul Factors associated with abandoning exclusive breastfeeding in Mexican mothers at two private hospitals. Didapatkan hasil analisis bivariat faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi 6-24 bulan (N = . dukungan petugas kesehatan . % CI 1. 30,1. p value = 0. 020*). Sehingga, bahwa Tenaga kesehatan juga berdampak terhadap pemberian ASI eksklusif. Dukungan petugas kesehatan sangat penting dalam mendorong tercapainya pemberian ASI eksklusif. Petugas kesehatan harus meyakinkan serta menjelaskan secara bijaksana kepada ibu tentang manfaat menyusui. Petugas kesehatan dapat memberikan dukungan mulai dari masa kehamilan yakni ketika ibu memeriksakan kehamilannya. Hal yang dapat dilakukan yakni memberikan pendidikan kesehatan dan membantu persiapan diri. Pendidikan kesehatan dapat berupa informasi mengenai ASI eksklusif. Persiapan diri dapat berupa persiapan fisik, persiapan mental serta persiapan pelaksanaan IMD. Persiapan fisik berupa gizi ibu dan kebersihan payudara. Persiapan meningkatkan keyakinan dan memotivasi ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif serta membantu persiapan IMD. Pendampingan menyusui merupakan bentuk dukungan lain yang dapat diberikan oleh petugas Hubungan Dukungan Keluarga dengan Pemberian ASI Eksklusif Dari hasil analisis univariat didapatkan bahwa dari 82 responden, ibu yang mendapatkan dukungan keluaraga positif sebanyak 31 orang . ,8%) sedangkan, ibu yang mendapatkan dukungan keluarga negatif sebanyak 51 orang . ,2%). Dari hasil analisis bivariat didapatkan bahwa dari 31 responden yang mendapatkan dukungan keluarga positif ASI Eksklusif sebanyak 19 orang . ,3%), dan yang tidak memberikan ASI Eksklusif yaitu 12 orang . ,7%). Sedangkan, dari 51 responden yang mendapatkan dukungan keluarga negatif dengan pemberian ASI Eksklusif sebanyak 17 orang . ,3%) dan yang tidak memberikan ASI Eksklusif sebanyak 34 orang . ,7%). Berdasarkan uji chi-square dan batas kemaknaan = 0,05 diperoleh p value = 0,02 < 0,05 hal ini menunjukan ada hubungan bermakna antara Dukungan Keluarga ASI Eksklusif, dengan demikian hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara Dukungan Keluarga dengan pemberian ASI Eksklusif terbukti secara statistik. Hasil Odds Ratio diperoleh nilai OR : 3,167 artinya responden yang mendapatkan dukungan keluarga positif memiliki kecenderungan 3,167 kali lebih besar untuk memilih pemberian ASI Eksklusif mendapatkan dukungan keluarga negatif. Seperti teori yang diungkapkan oleh Karamhamzal . Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan ibu menyusui bayinya secara eksklusif. Keluarga . uami, orang tua, mertua, ipar dan sebagainy. perlu diinformasikan bahwa seorang ibu perlu dukungan dan bantuan keluarga agar ibu berhasil menyusui secara eksklusif. Bagian Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Metrianah. Dkk keluarga yang mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap keberhasilan dan kegagalan menyusui adalah suami. Penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Kurniawati . yang berjudul AuHubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Perilaku Ibu Dalam Pemberianasi Eksklusif Di Desa Trenyang Wilayah Kerja Puskesmas Sumber PucungAy didapatkan hasil uji chi square didapatkan p . < 0,05 maka H1 diterima dan ditolak H0 dengan demikian berarti ada hubungan dukungan keluarga dengan perilaku ibu dalam pemberian ASI Nilai 2,77 peluang 2,77 kali terhadap dukungan Penelitian ini juga sejalan yang dilakukan oleh Nur Afrinis . yang berjudul AuHubungan Pengetahuan Ibu Tentang Manajemen Laktasi Dan Dukungan Keluarga Dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Usia 0-6 BulanAy. Hasil uji statistik menggunakan uji Chi Square maka diperoleh nilai A-value O . yaitu 0,029 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif Sedangkan nilai Prevalensi Odd Ratio (POR) adalah 6,071, artinya responden yang keluarganya tidak mendukung dalam pemberian ASI eksklusif memiliki peluang 6,071 kali lebih besar untuk tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya dengan nilai p-value sebesar 0,015 . -value <0,. Sama halnya penelitian yang dilakukan oleh Suharti J. F Mamangkey . AuHubungan Dukungan Keluarga Dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Di Puskesmas Ranotana WeruAy Hasil uji hipotesis menggunakan uji Chi Square nilai p=0,000 lebih kecil dari =0,05. Berdasarkan hasil tabulasi silang dapat diketahui bahwa sebanyak 70 responden dengan keluarga baik ada 29 responden yang tidak memberikan ASI-nya secara eksklusif, hal ini mungkin di karenakan adanya faktor- faktor lain yang memberikan ASI yaitu ibu bekerja sampai larut malam, kurangnya produksi ASI atau faktor sosial budaya/kebiasaan yang keliru formula/makanan pendamping sebelum waktunya. Begitu pula penelitian yang dilakukan oleh Abdiasis Jama . yang berjudul Exclusive breastfeeding for the first six months of life and its associated factors among children age 6-24 months in Burao district. Somaliland. Didapatkan hasil Kurangnya dukungan suami (AOR 95% CI 0. 19, 0. Dukungan suami berhubungan dengan praktik pemberian ASI eksklusif. Ibu yang tidak mendapat kemungkinan 68% lebih kecil untuk memberikan ASI eksklusif kepada anaknya dibandingkan dengan ibu yang mendapat dukungan dari suami. Peneliti dukungan keluarga yang baik maka perilaku ibu dalam pemberian ASI Eksklusif juga baik, dukungan keluarga yang diberikan kepada ibu akan sangat mempengaruhi kondisi psikologis ibu, ibu akan memiliki motivasi yang kuat untuk mempraktekkan bagaimana menyusui yang benar dan tepat selama 6 Jika dukungan kepada ibu maka motivasi ibu akan lebih kuat yang pada akhirnya perilaku ibu dalam memberikan ASI Eksklusif akan baik, sebaliknya bila keluarga tidak memberikan dukungannya, maka perilaku ibu juga tidak baik. Hubungan Pengetahuan Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Metrianah. Dkk Pemberian ASI Eksklusif Dari hasil analisis univariat didapatkan bahwa dari 82 responden, ibu pengetahuan baik sebanyak 27 orang . ,9%) sedangkan, ibu pengetahuan kurang 55 orang . ,1%). Dari hasil analisis bivariat didapatkan bahwa dari 27 responden yang mempunyai pengetahuan baik dengan pemberian ASI Eksklusif sebanyak 19 orang . ,4%), dan yang tidak memberikan ASI Eksklusif yaitu 8 orang . ,6%). Sedangkan, dari 55 responden yang mempunyai pengetahuan kurang ASI Eksklusif sebanyak 17 orang . ,9%) dan yang tidak memberikan ASI Eksklusif yaitu 38 orang . ,1%). Berdasarkan uji chi-square dan batas kemaknaan = 0,05 diperoleh p value = 0,002 < 0,05 hal ini menunjukan ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan pemberian ASI Eksklusif. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara pengetahuan dengan pemberian ASI Eksklusif terbukti secara Hasil Odds Ratio diperoleh nilai OR : 5,309 artinya responden yang mempunyai pengetahuan baik memiliki kecenderungan 5,309 kali lebih besar untuk memilih pemberian ASI Eksklusif dibandingkan dengan responden yang mempunyai pengetahuan kurang. Hasil penelitian ini sesuai dengan Notoadmodjo mengatakan bahwa ibu hamil dengan peningkatan pengetahuan tidak mutlak diperoleh di pendidikan formal, akan tetapi juga dapat diperoleh pada pendidikan non formal. Pengetahuan seseorang tentang sesuatu obyek juga mengandung dua aspek yaitu aspek positif dan negatif. Kedua aspek inilah yang akhirnya akan menentukan Dukungan Petugas Kesehatan seseorang terhadap obyek tertentu. Semakin banyak aspek positif dari obyek yang diketahui, akan Dukungan Petugas Kesehatan makin positif terhadap obyek Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Karena itu perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada perilaku yag tidak didasari pengetahuan (Notoadmodjo, 2. Penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Nur Afrinis . yang berjudul AuHubungan Pengetahuan Ibu Tentang Manajemen Laktasi Dan Dukungan Keluarga Dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Usia 0-6 BulanAy. Berdasarkan menggunakan uji Chi Square maka diperoleh nilai p-value O . yaitu 0,024 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang manajemen laktasi dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Senapelan tahun Sama halnya yang dilakukan oleh Ria Indah Erfiyani . AuFaktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemberian Asi Eksklusif Di Kelurahan Pegirian Kecamatan Semampir Kota SurabayaAy Hasil uji chi square menunjukkan bahwa p value . < alpha . , sehingga terdapat hubungan antara pengetahuan tentang ASI eksklusif dengan perilaku pemberian ASI eksklusif. Begitu pula yang dilakukan oleh Ryandita Karina Purvitasari, et al . AuFaktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Asi Eksklusif Pada Ibu Bayi 624 Bulan di Rw 05 Pabuaran Mekar Bogor Tahun 2019Ay Hasil uji statistik pada penelitian ini menunjukkan hasil p< Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Metrianah. Dkk . =0,. kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif. Artinya pengetahuan merupakan faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada penelitian ini. Penelitian ini juga sejalan dengan yang dilakukan oleh Marya Natividad yAvila-Ortiz, et al . , yang berjudul Factors associated with abandoning exclusive breastfeeding in Mexican mothers at two private hospitals. Didapatkan hasil taraf pengetahuan yang rendah (AOR 2,18. 95% CI 1,04, 4,56 P value = 0. sesudah 6 bulan, hanya 61 ibu . %) yang memberikan ASI secara Sehingga bahwa pengetahuan tentang ASI eksklusif serta motivasi pemberian ASI Eksklusif prilaku/Dukungan Petugas Kesehatan ibu yang diakibatkan oleh masih melekatnya pengetahuan budaya lokal tentang pemberian makan pada bayi seperti pemberian madu. Perilaku menyusui yang membuang kolostrum karena dianggap tidak bersih dan kotor, pemberian makanan/ minuman sebelum ASI keluar . , serta kurangnya rasa percaya diri informan bahwa ASI tidak cukup untuk bayinya. Pengetahuan ibu sangat penting untuk terbentuknya suatu tindakan informasi tentang gizi dalam pemberian ASI Eksklusif sehingga ibu yang ASI Eksklusif akan menyusui secara Eksklusif. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah kesimpulan sebagai berikut : Ada hubungan dukungan petugas kesehatan secara parsial dengan pemberian ASI Eksklusif (P = 0,. Ada hubungan dukungan keluarga secara parsial dengan pemberian ASI Eksklusif (P = 0. Ada hubungan pengetahuan secara parsial dengan pemberian ASI Eksklusif (P = 0,. Saran