Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 626 Ae 643 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. Pengaruh Komisaris Independen. Komite Audit, dan Kompleksitas Operasi Perusahaan Terhadap Audit Delay Ikhsan RomadhanA. Meta NursitaA AeAFakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang ikhsanromadhan2424@gmail. comA, dosen02628@unpam. ABSTRACT This researchs aims to determine the effect of independent commissioners, audit committees, and the complexity of company operations on audit delay. The research uses a sample of companies in the Properties & Real Estate sector listed on the Indonesia Stock Exchange from 2018 to 2023. The sampling method employed in this study is purposive sampling, utilizing Eviews 13 for data analysis. The data sources for this research are quantitative data derived from annual financial reports, with a sample of 17 companies and observations over 6 years, resulting in a total sample size of 102. The analysis technique used is panel data regression. The results indicate that, simultaneously, independent commissioners, audit committees, and the complexity of company operations have an impact on audit Partially, the findings show that the audit committee and the complexity of company operations do not significantly affect audit delay, while the independent commissioners have a significant effect on audit delay. Keywords : Independent Commissioners. Audit Committee. Complexity of Company Operations. Audit Delay. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara komisaris independen, komite audit, dan kompleksitas operasi perusahaan terhadap audit delay. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan Sektor Properties & Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode purposive sampling dengan menggunakan Eviews 13 untuk analisis datanya. Sumber data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang berasal dari laporan keuangan tahunan dengan 17 perusahaan yang dijadikan sampel penelitian dengan pengamatan 6 tahun, sehingga total sampel penelitian sebanyak 102 sampel. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi data panel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan Komisaris Independen. Komite Audit, dan Kompleksitas Operasi Perusahaan berpengaruh terhadap Audit Delay. Hasil penelitian secara parsial diperoleh variabel Komite Audit dan Kompleksitas Operasi Perusahaan tidak berpengaruh terhadap Audit Delay, dan secara parsial variabel Komisaris Independen berpengaruh signifikan terhadap Audit Delay. Kata kunci : Komisaris Independen. Komite Audit. Kompleksitas Operasi Perusahaan. Audit Delay. PENDAHULUAN Laporan Keuangan merupakan instrumen penting yang dapat digunakan oleh pihak internal atau eksternal untuk pengambilan keputusan. Peran krusial laporan keuangan yakni sebagai dasar untuk mengukur dan menilai kinerja suatu perusahaan dalam pengambilan keputusan yang strategis terkait dengan kelangsungan perusahaan itu sendiri. investor dan dan pengguna laporan keuangan lainnya untuk pengambilan keputusan. Audit delay yang lebih lama dapat menjadi sinyal negatif bagi pasar dan investor, karena menunjukkan adanya ketidakpastian terkait dengan keadaan keuangan perusahaan. 626 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 626 Ae 643 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. Penelitian Febisianingrum dan Meidiyustiani . menemukan bahwa keterlambatan penyampaian laporan keuangan dapat mengindikasikan adanya masalah dalam laporan keuangan perusahaan, karena memerlukan waktu yang lebih lama dalam penyelesaian Secara umum, laporan keuangan terlebih dahulu diaudit oleh akuntan publik atau auditor sebelum disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan peraturan yang diputuskan oleh OJK pada tanggal 18 Agustus 2022 No: 14/POJK. 04/2022 dalam pasal 4 dikatakan bahwa emiten atau perusahaan publik wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan kepada OJK dan diumumkan kepada masyarakat paling lambat pada akhir bulan pengguna laporan keuangan lainnya untuk pengambilan keputusan. Syarat laporan keuangan dikatakan baik bilamana informasi tersebut disediakan tepat waktu bagi pembuat keputusan sebelum informasi tersebut kehilangan kemampuannya dalam mempengaruhi pengambilan keputusan (Suryadi, 2. Ketepatan waktu informasi yang terdapat dalam laporan keuangan yang akan dipublikasikan dapat dipengaruhi oleh lamanya rentang waktu antara tanggal laporan audit dan tanggal tutup buku laporan keuangan. Semakin lama auditor menyelesaikan tugas audit, semakin lama juga audit delay yang terjadi. Audit delay adalah perbedaan waktu yang dihitung dari akhir tahun buku sampai dengan tanggal penerbitan laporan audit (Gustiana dan Rini, 2. Audit delay yang lebih lama dapat menjadi sinyal negatif bagi pasar dan investor, karena ketiga setelah tanggal laporan keuangan tahunan. Dengan adanya sanksi yang ditetapkan, seharusnya perusahan publik berupaya untuk menyampaikan laporan tahunan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. Namun, berdasarkan kenyataannya meskipun telah ditetapkan berbagai peraturan oleh Otoritas Jasa Keuangan mengenai pelaporan keuangan, masih saja banyak perusahaan yang telat menyampaikan laporan keuangan sebagaimana yang akan disampaikan melalui tabel berikut ini: Tabel 1 Jumlah Perusahaan Yang Terlambat Menyampaikan Laporan Keuangan Tahun Jumlah Perusahaan Yang Terlambat Persentase Menyampaikan Laporan Keuangan 64 Perusahaan 9,27% 63 Perusahaan 8,38% 88 Perusahaan 91 Perusahaan 11,98 % 143 Perusahaan 17,41% 129 Perusahaan 13,57% Sumber: Bursa Efek Indonesia Berdasarkan fenomena tersebut, penting untuk memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi audit delay. Salah satu faktor yang diduga dapat mempengaruhi audit delay adalah keberadaan komisaris independen. Komisaris Independen adalah anggota dewan komisaris yang tidak berasal dari pihak yang terafiliasi (Sudarmanto dkk. , 2. Sebagai anggota dewan yang tidak memiliki kepentingan langsung dalam perusahaan, kemandirian komisaris independen ini penting untuk memastikan pengawasan yang objektif dan melindungi kepentingan pemegang saham serta mencegah konflik kepentingan. Menurut 627 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 626 Ae 643 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. penelitian Shanti dan Kusumawardhany . menunjukkan bahwa semakin besar proporsi komisaris independen, maka akan semakin kecil audit delay-nya. Selain komisaris independen, terdapat variabel lain yang juga diduga dapat mempengaruhi audit delay yakni komite audit. Komite audit mengacu pada badan yang bertanggung jawab untuk melaksanakan fungsi pengawasan independen terhadap pelaporan keuangan perusahaan. Komite Audit adalah suatu tim yang bekerja secara profesional dan independen yang dibentuk dan bertanggung jawab kepada dewan komisaris dalam membantu melaksanakan tugas dan fungsi dewan komisaris (Larasari dan Fitriyana, 2. Memiliki komite audit diasumsikan memiliki kemampuan dalam meningkatkan pengawasan dan akuntabilitas sehingga dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi pemangku kepentingan. Dalam studi yang dilakukan oleh Hasanah dkk. menyatakan bahwa tanggung jawab komite audit dalam memastikan bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar berpengaruh terhadap audit delay. Selain itu, faktor Kompleksitas Operasi Perusahaan juga merupakan faktor yang diduga dapat mempengaruhi audit delay. Kompleksitas operasi perusahaan berkaitan dengan jumlah unit operasi uang dimiliki oleh suatu perusahaan. Menurut (Wijayanti dan Effriyanti, 2. kompleksitas operasi perusahaan mencerminkan bahwa perusahaan memiliki unit operasi lebih banyak yang harus diperiksa dalam setiap tranksaksi dan catatan yang meyertainya. Kompleksitas operasi menjadikan proses pemeriksaan menjadi lebih rumit dan memakan waktu, mengingat auditor harus memastikan bahwa semua transaksi sesuai dengan standar yang berlaku. Kondisi tersebut tentu akan mempengaruhi ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan perusahaan kepada publik sehingga dapat mengakibatkan audit delay. Pada penelitian yang dilakukan penelitian oleh Napisah dan Lestari . menunjukkan bahwa kompleksitas operasi perusahaan cenderung memperpanjang audit delay, hal tersebut berimbas kepada ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan perusahaan ke publik. TINJAUAN LITERATUR Teori Keagenan Jensen dan Meckling . mendefinisikan teori keagenan sebagai hubungan antara agen . dan prinsipal . emilik usah. Dalam teori keagenan ditegaskan bahwa munculnya hubungan agensi ditandai ketika prinsipal mempekerjakan pihak lain . untuk memberikan jasanya lalu prinsipal memberikan pendelegasian wewenang untuk pengambilan keputusan kepada agen. Oleh sebab itu, agen berkewajiban memberikan informasi mengenai kondisi perusahaan kepada prinsipal secara profesional. Hubungan antara teori keagenan dengan penelitian ini terletak pada upaya meminimalisir asimetri informasi, yang dapat menyebabkan keputusan kurang tepat oleh Untuk mengurangi asimetri ini, komisaris independen dan komite audit berperan meningkatkan pengawasan dan tanggung jawab dalam perusahaan, yang membuat informasi yang disampaikan lebih akurat dan transparan. Dengan pengawasan yang efektif, risiko kesalahan dan ketidakpastian dari operasi yang kompleks dapat diminimalkan, memungkinkan prinsipal untuk membuat keputusan yang lebih baik dan tepat waktu. 628 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 626 Ae 643 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. Teori Sinyal Teori Sinyal adalah tindakan yang diambil oleh perusahaan untuk memberikan petunjuk kepada pihak diluar perusahaan . (Sari dan Mulyani, 2. Teori sinyal menunjukkan bahwa manajer suatu organisasi memiliki dorongan untuk secara sukarela menyampaikan informasi kepada pihak diluar perusahaan, meskipun tidak ada ketentuan yang mewajibkan mereka untuk melakukannya. Pemberian sinyal atau petunjuk ini dapat berupa informasi terkait pencapaian kinerja perusahaan dalam mewujudkan harapan dan keputusan para pihak yang memiliki kepentingan (Stakeholder. Hubungan teori ini dengan penelitian ini adalah teori sinyal menggambarkan suatu aspek penting yang menjelaskan bagaimana perusahaan memberikan informasi kepada Dalam konteks audit delay, waktu yang dibutuhkan untuk menyampaikan laporan keuangan dapat memberi sinyal kepada investor tentang kondisi perusahaan. Jika laporan keuangan terlambat disampaikan, hal ini bisa diartikan sebagai tanda adanya masalah. Audit Delay Proses audit memerlukan waktu karena auditor independen harus memeriksa laporan keuangan sesuai dengan standar profesi dan akuntabilitas untuk memberikan opini Keterlambatan dalam penyampaian laporan keuangan yang telah diaudit sering terjadi karena banyaknya transaksi yang perlu diperiksa, kompleksitas operasi, dan kelemahan dalam pengendalian internal. Perusahaan yang memiliki banyak anak perusahaan atau beroperasi di berbagai sektor mungkin menghadapi tantangan lebih besar dalam mengumpulkan dan menyusun data yang diperlukan untuk audit. Akibatnya, terdapat perbedaan waktu antara tanggal laporan keuangan dan tanggal opini audit yang mana hal tersebut mempengaruhi pada kualitas laporan keuangan. Keterlambatan dalam menyampaikan laporan keuangan mengakibatkan informasi akan menjadi tidak relevan dengan tindakan keputusan (Shanti dan Kusumawardhany, 2. Audit delay dapat diindentifikasi dalam hari, dengan menghitung tanggal ketika laporan keuangan yang diaudit dikeluarkan dikurangi jumlah hari dari tanggal penutupan tahun buku keuangan (Nugroho dkk. , 2. Ketepatan waktu perusahaan dalam menyampaikan laporan keuangan adalah hal yang harus diutamakan oleh setiap perusahaan karena ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan tidak hanya mencerminkan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga berperan penting dalam membangun kepercayaan investor. Pada umumnya, investor menganggap bahwa keterlambatan penyampaian laporan keuangan sebagai pertanda buruk bagi kondisi kesehatan perusahaan (Wijayanti dan Effriyanti, 2. Komisaris Independen Komisaris independen merupakan agen pengawas seperti komisaris tetapi tidak memiliki hubungan dekat dengan pemegang saham perusahaan yang memiliki wewenang untuk mengawasi dan melindungi pemegang saham minoritas dan berperan penting dalam proses pengambilan keputusan (Intia dan Azizah, 2. Sikap independen dari komisaris membuat komisaris bersikap profesional dalam bekerja untuk kepentingan terbaik bagi Independensi ini tidak hanya membantu dalam menilai dan mengawasi kinerja 629 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 626 Ae 643 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. manajemen, tetapi juga memastikan bahwa laporan keuangan yang dihasilkan memenuhi standar akuntabilitas yang tinggi, sehingga dapat mengurangi risiko audit delay. Semakin besar proporsi komisaris independen, maka akan semakin kecil audit delay-nya (Shanti dan Kusumawardhany, 2. Komite Audit Peran Komite Audit dalam memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan standar akuntansi yang berlaku sangat krusial. Dengan memastikan bahwa semua prosedur pelaporan diikuti dan dokumentasi yang tepat disiapkan. Komite Audit dapat membantu meminimalkan potensi kesalahan yang dapat menyebabkan keterlambatan dalam proses audit (Altarisya dan Nelvirita, 2. Memiliki komite audit dianggap sebagai langkah yang efektif untuk meningkatkan kemampuan perusahaan dalam memantau dan mengevaluasi keakuratan keputusan yang diambil oleh manajer, sehingga dapat memastikan bahwa keputusan tersebut sesuai dengan kebijakan dan tujuan perusahaan serta meminimalkan risiko kesalahan atau penyimpangan dalam penyampaian laporan keuangan. Bakara dan Siagian . menjelaskan bahwa semakin banyak anggota komite audit dalam suatu perusahaan maka laporan keuangan semakin terawasi dalam proses pelaporan keuangan. Kompleksitas Operasi Perusahaan Kompleksitas operasi dapat menimbulkan masalah manajerial akibat banyaknya unit pekerjaan yang harus diperiksa. Semakin besar kompleksitas operasi perusahaan maka semakin banyak dalam mengungkap informasi dan meningkatkan biaya agensi, sehingga menyebabkan semakin lama proses audit (Pattinaja dkk. , 2. Kompleksitas operasi diukur dengan membandingkan keberadaan anak perusahaan. Sebuah perusahaan yang mempunyai anak perusahaan dengan jumlah yang banyak serta lingkupnya luas, akan berdampak dengan waktu yang diperlukan pada penyelesaian laporan keuangan (Artana , 2. Apabila perusahaan memiliki anak perusahaan, maka perusahaan akan mengkonsolidasikan laporan keuangannya. Hal tersebut tentu akan membuat lingkup audit yang dilakukan semakin luas, sehingga berdampak pada waktu yang dibutuhkan oleh auditor dalam menyelesaikan tugas auditnya. KERANGKA KONSEPTUAL Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijabarkan diatas, dan juga berdasarkan tinjauan literatur, maka variabel independen dalam penelitian ini yaitu Komisaris Independen (X. Komite Audit (X. , dan Kompleksitas Operasi Perusahaan (X. Dan untuk variabel dependen nya yaitu Audit Delay (Y). Berikut ini merupakan gambar dari kerangka pemikiran pada penelitian ini: 630 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 626 Ae 643 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. Komisaris Independen (X. Komite Audit (X. Audit Delay (Y) Kompleksitas Operasi Perusahaan (X. Gambar 1 Kerangka Konseptual PENGEMBANGAN HIPOTESIS Pengaruh Komisaris Independen. Komite Audit dan Kompleksitas Operasi Perusahaan terhadap Audit delay Pengaruh komisaris independen, komite audit, dan kompleksitas operasi perusahaan terhadap audit delay dapat dilihat dari peran masing-masing variabel dalam meningkatkan efisiensi proses audit. Sebagai individu yang tidak terafiliasi dengan perusahaan dan tidak terlibat dalam manajemen, adanya komisaris independen dapat membantu dalam meninjau kebijakan dan praktik laporan keuangan suatu perusahaan. Penelitian Shanti dan Kusumawardhany . serta Larasati dan Fitriyana . menyatakan audit delay dipengaruhi oleh komisaris independen. Sebagai pihak independen dalam melakukan penelaahan atas informasi keuangan, komite audit bertanggung jawab untuk mengawasi proses audit dan memastikan bahwa laporan keuangan disusun dengan komite audit yang efektif dapat membantu dalam mendeteksi dan mengatasi masalah lebih awal, sehingga mengurangi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan Pada penelitian Hasanah dkk. serta Aulia dan Setiawati . ditemukan bahwa komite audit dapat mempengaruhi audit delay. Selain itu, kompleksitas operasi menunjukkan bahwa semakin kompleks operasi suatu perusahaan, semakin banyak waktu yang dibutuhkan auditor untuk memahami dan menganalisis laporan keuangan. Pada penelitian Napisah dan Lestari . serta Artana dkk. dikatakan bahwa audit delay dipengaruhi oleh kompleksitas operasi perusahaan. H1: diduga terdapat pengaruh komisaris independen, komite audit dan kompleksitas operasi perusahaan terhadap audit delay. Pengaruh Komisaris Independen terhadap Audit Delay Peran aktif komisaris independen dalam melakukan pengawasan terhadap manajemen sangat penting dalam mengurangi audit delay. Dengan melakukan evaluasi rutin terhadap praktik pengelolaan dan pelaporan keuangan, komisaris independen dapat 631 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 626 Ae 643 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. mengidentifikasi potensi masalah lebih awal. Hal ini membantu memastikan bahwa laporan keuangan yang disiapkan oleh manajemen sudah tepat dan akurat sebelum diaudit. Penelitian menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki komisaris independen cenderung mengalami proses audit yang lebih cepat, karena auditor dapat bekerja dengan informasi yang sudah diperiksa dan divalidasi sebelumnya. Penelitian Shanti dan Kusumawardhany . serta Larasati dan Fitriyana . mengungkapkan bahwa komisaris independen berpengaruh terhadap audit delay. H2: diduga terdapat pengaruh komisaris indepeden terhadap Audit Delay. Pengaruh Komite Audit terhadap Audit Delay Keberadaan komite audit sangat penting karena mereka berperan sebagai pengawas yang memastikan bahwa proses audit berjalan dengan lancar dan efisien. Ketika manajemen menyadari bahwa mereka diawasi secara ketat oleh komite audit, mereka cenderung lebih berhati-hati dalam penyusunan laporan keuangan, yang pada gilirannya mengurangi kemungkinan keterlambatan dalam proses audit. Dengan demikian, peran komite audit dalam mitigasi risiko dan pengawasan yang efektif sangat krusial untuk mempercepat proses audit dan memastikan laporan keuangan disampaikan tepat waktu. Penelitian Hasanah dkk. serta Aulia dan Setiawati . menunjukkan bahwa komite audit berpengaruh terhadap audit delay. H3: diduga terdapat pengaruh komite audit terhadap Audit Delay Pengaruh Kompleksitas Operasi Perusahaan terhadap Audit Delay Kompleksitas ini memiliki dampak signifikan karena semakin banyak anak perusahaan yang dimiliki, semakin banyak pula transaksi dan catatan yang perlu dianalisis oleh auditor. Hal ini berarti auditor harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk memahami struktur organisasi dan mengumpulkan data yang diperlukan dari berbagai Ketika perusahaan memiliki banyak unit operasi, auditor dihadapkan pada tantangan tambahan dalam mengumpulkan dan memverifikasi informasi keuangan dari setiap anak perusahaan. Setiap unit operasi mungkin memiliki kebijakan internal yang berbeda, yang dapat menyebabkan kebingungan dan memerlukan waktu tambahan bagi auditor untuk menyesuaikan pendekatan mereka. Ketika auditor harus beradaptasi dengan kebijakan yang beragam dan memahami konteks dari setiap anak perusahaan, mereka berisiko mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan audit. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Napisah dan Lestari . serta Artana dkk. menunjukkan bahwa kompleksitas operasi perusahaan berpengaruh terhadap audit delay. H4: diduga terdapat pengaruh kompleksitas operasi perusahaan terhadap Audit Delay METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan mengunakan pendekatan asosiatif. Penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Dalam penelitian ini strategi penelitian asosiatif digunakan untuk mengidentifikasi sejauh mana pengaruh komisaris independen, komite audit, dan 632 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 626 Ae 643 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. kompleksitas operasi perusahaan terhadap audit delay, baik secara parsial maupun Teknik sampling yang akan digunakan yaitu non-probability sampling dengan teknik purposive sampling dengan menggunakan beberapa kriteria tertentu. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang terdaftar di website resmi Bursa Efek Indonesia yaitu Waktu penelitian di mulai pada bulan November 2023 sampai Desember Variabel independen yang digunakan yaitu Komisaris Independen. Komite Audit dan Kompleksitas Operasi Perusahaan. Sedangkan, variabel dependen yang digunakan yaitu Audit Delay. Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan sektor properties dan real estate yang telah terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2018 Tabel 2 Operasional Variabel Penelitian Variabel Pengukuran Skala Audit delay (Y) Komisaris Independen (X. Komite Audit (X. (Hari dkk. , 2. (Shanti dan Kusumawardhany, 2. (Daeli dan Widiyati, 2. Kompleksita s Operasi Perusahaan (X. (Wijayanti dan Effriyanti, 2. Sumber: Diolah oleh peneliti . Rasio Rasio Rasio Nominal HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Statistik deskriptif penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai distribusi frekuensi variabel, nilai maksimum, minimum, rata-rata . , dan standar 633 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 626 Ae 643 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. Tabel 3 Hasil Uji Statistik Deskriptif Date: 12/17/24 Time: 02. Sample: 2018 2023 KOP Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Sum Sum Sq. Dev. Observations Sumber: Hasil Olah Data Eviews 13. Statistik Deskriptif,2024. Berdasarkan hasil perhitungan statistik deskriptif dengan total keseluruhan data penelitian sebanyak 102 data ditemukan bahwa: Variabel dependen yaitu Audit delay (Y) memiliki nilai rata-rata . sebesar 71569, nilai tengah . 00000, nilai minimum sebesar 43. nilai maksimum sebesar 121. 0000, serta nilai standar deviasi sebesar 13. Variabel independen yang pertama pada penelitian ini adalah Komisaris Independen (X. yang memiliki nilai rata-rata . 417451, nilai tengah . 400000, nilai minimum sebesar 0. 170000, nilai maksimum sebesar 750000, serta nilai standar deviasi sebesar 0. Variabel independen yang kedua pada penelitian ini adalah Komite Audit (X. yang memiliki nilai rata-rata . 819804, nilai tengah . sebesar 750000, nilai minimum sebesar 0. 250000, nilai maksimum sebesar 1. 500000, serta nilai standar deviasi sebesar 0. Variabel independen yang ketiga pada penelitian ini adalah Kompleksitas Operasi Perusahaan (X. yang memiliki nilai rata-rata . 52941, nilai tengah . 00000, nilai minimum sebesar 1. 000000, nilai maksimum 0000, serta nilai standar deviasi sebesar 53. 634 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 626 Ae 643 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. Analisis Pemilihan Model Regresi Data Panel Uji Chow Tabel 4 Hasil Uji Chow Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled Test cross-section fixed effects Effects Test Cross-section F Cross-section Chi-square Statistic Prob. Chi-Sq. Prob. Sumber: Hasil Olah Data Eviews-13. Uji Chow, 2024. Berdasarkan tabel 4 di atas dapat diketahui hasil dari uji Chow menunjukkan nilai probalitas Chi-square sebesar 0. 0013, yang artinya lebih kecil dari 0. 05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Oleh karena itu model yang dipilih adalah Fixed Effect Model (FEM) sehingga perlu dilakukan uji Hausman. Uji Hausman Tabel 5 Hasil Uji Hausman Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: Untitled Test cross-section random effects Test Summary Cross-section random Chi-Sq. Statistic Sumber: Hasil Olah Data Eviews-13. Uji Hausman, 2024. Berdasarkan pada tabel 5 di atas dapat dilihat bahwa nilai Probabilitas (Pro. cross section random adalah 0,0335 (<0. maka H0 ditolak dan H1 diterima. Oleh karena itu model yang dipilih adalah Fixed Effect Model (FEM) sehingga uji lagrange multiplier tidak perlu dilakukan. 635 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 626 Ae 643 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Series: Standa rdized Res idua ls Sa mpl e 2018 2023 Obs erva ti ons 102 Mea n Medi a n Ma xi mum Mi ni mum Std. Dev. Skewnes s Kurtos i s Ja rque-Bera 0. Proba bi l i ty 0. Gambar 2 Hasil Uji Normalitas Berdasarkan hasil uji normalitas pada Gambar 2 dapat dilihat bahwa hasil Histogram Normality Test menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Hal ini ditunjukkan oleh nilai Probability Jarque-Bera sebesar 0,658762. Karena nilai Probability Jarque-Bera lebih besar dari taraf signifikansi 0,05, yaitu 0,658762 maka dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Tabel 6 Hasil Uji Multikolinearitas KOP KOP Sumber: Hasil Olah Data Eviews 13. Uji Multikolinearitas, 2024. Berdasarkan tabel 6 di atas, dapat diketahui bahwa nilai koefisien korelasi antar variabel independen masing-masing kurang dari 0,80. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa data tidak mengalami masalah multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Tabel 7 Hasil Uji Heterokedastisitas Dependent Variable: ABS_RES Method: Panel Least Squares Date: 12/17/24 Time: 02:34 Sample: 2018 2023 Periods included: 6 636 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 626 Ae 643 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. Cross-sections included: 17 Total panel . observations: 102 Variable Coefficient KOP Std. Error t-Statistic Prob. Sumber: Hasil Olah Data Eviews 13. Uji Heterokedastisitas, 2024. Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas pada tabel 7 di atas menunjukkan nilai signifikansi Prob. sebesar 0,7348 untuk komisaris independen, 0,6977 untuk komite audit, dan 0,7868 untuk kompleksitas operasi perusahaan. Semua nilai tersebut lebih besar dari taraf signifikansi 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini tidak mengalami heteroskedastisitas dalam model regresi. Uji Autokorelasi Tabel 8 Hasil Uji Autokorelasi Effects Specification Cross-section fixed . ummy variable. R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Sumber: Hasil Olah Data Eviews 13. Uji Autokorelasi, 2024. Berdasarkan hasil uji autokorelasi pada tabel 8 di atas menunjukkan nilai Durbin Watson (DW) sebesar 1,991492. Nilai DW sebesar 1,991492 ini akan dibandingkan dengan nilai tabel DW menggunakan nilai signifikansi =0,05, dengan sampel (N) =102 dan variabel independen (K) = 3. Maka berdasarkan tabel acuan Durbin Watson didapati hasil nilai dL = 1,6174, sedangkan nilai dU=1,7383. Oleh karena itu, didapati hasil bahwa nilai DW berada diantara dU dan 4-dU yaitu 1,7383 < 1,991492 < 2,2617, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada autokorelasi dalam model regresi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model regresi ini tidak mengalami autokorelasi dan dianggap layak untuk digunakan. 637 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 626 Ae 643 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. Hasil Regresi Fixed Effect Model Penelitian untuk uji regresi data panel untuk melihat pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil regresi data panel dapat dilihat dari tabel berikut ini: Tabel 9 Hasil Regresi Fixed Effect Model Dependent Variable: AD Method: Panel Least Squares Date: 12/17/24 Time: 02:50 Sample: 2018 2023 Periods included: 6 Cross-sections included: 17 Total panel . observations: 102 Variable KOP Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. Sumber: Hasil Olah Data Eviews 13. Model Fixed Effect, 2024 Secara matematis hasil dari analisis regresi linier berganda tersebut dapat ditulis pada estimasi persamaan AD = 56,0968783834 62,0302400829*KI 9,45617231973*KA Ae 0,0903082886579*KOP e Berdasarkan persamaan di atas dilakukan interpretasi sebagai berikut: Nilai konstanta yang diperoleh sebesar 56,0968783834 dapat diinterpretasikan bahwa jika variabel independen meningkat satu satuan secara rata-rata, maka variabel dependen juga akan meningkat sebesar 56,0968783834. Nilai koefisien regresi variabel Komisaris Independen (KI) sebesar 62,0302400829, maka bisa diartikan bahwa jika variabel Komisaris Independen (KI) meningkat maka variabel Audit Delay (AD) juga akan ikut meningkat sebesar 62,0302400829, begitu juga sebaliknya. Nilai koefisien regresi variabel Komite Audit (KA) sebesar 9,45617231973, maka bisa diartikan bahwa jika variabel Komite Audit (KA) meningkat maka variabel Audit Delay (AD) juga akan ikut meningkat sebesar 9,45617231973, begitu juga sebaliknya. Nilai koefisien regresi variabel Kompleksitas Operasi Perusahaan (KOP) sebesar sebesar Ae0,0903082886579, maka bisa diartikan bahwa jika variabel Kompleksitas Operasi Perusahaan (KOP) meningkat maka variabel Audit Delay (AD) akan menurun sebesar 0,0903082886579, begitu juga sebaliknya. Uji Koefisien Determinasi (RA) Koefisien determinasi (Adjusted RA) digunakan untuk mengetahui persentase variabel independen secara bersama-sama dalam menjelaskan variabel dependen. 638 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 626 Ae 643 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. Tabel 10 Hasil Uji Koefisien Determinasi Effects Specification Cross-section fixed . ummy variable. R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Sumber: Hasil Olah Data Eviews 13. Uji RA, 2024. Berdasarkan tabel 10 di atas, nilai koefisien determinasi (RA) atau Adjusted Rsquared sebesar 0,176469 yang berarti sifat korelasinya masih belum kuat. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variasi dari variabel dependen (Audit Dela. dalam model dapat dijelaskan oleh variasi dari variabel independen (Komisaris Independen. Komite Audit dan Kompleksitas Operasi Perusahaa. sebesar 17,64%. Sisanya, yaitu 82,36%, dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Uji Hipoteisis Uji F Uji simultan (F-Tes. pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen dalam penelitian ini mempunyai pengaruh secara simultan . ersama-sam. terhadap variabel dependen. Tabel 11 Hasil Uji F Effects Specification Cross-section fixed . ummy variable. R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Sumber: Hasil Olah Data Eviews 13. Uji F, 2024 Berdasarkan 11 tabel di atas, terlihat bahwa nilai F-statistic adalah 2,139084 dengan nilai Probabilitas (F-statisti. sebesar 0,009833. Sehingga hasil dapat disimpulkan bahwa Fhitung > Ftabel . ,139084 > 0,0009. dengan Prob. (F-statisti. < 0,05 yaitu . ,0009833 < 0,. Hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima karena nilai probabilitas tersebut lebih 639 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 626 Ae 643 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. kecil dari 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Komisaris Independen. Komite Audit dan Komplesitas Operasi Perusahaan memiliki pengaruh signifikan secara simultan terhadap Audit Delay. Uji t Uji t bertujuan untuk melihat sejauh mana pengaruh masing-masing variabel independen secara individual dalam menjelaskan variabel dependen. Tabel 12 Hasil Uji t Dependent Variable: AD Method: Panel Least Squares Date: 12/17/24 Time: 02:50 Sample: 2018 2023 Periods included: 6 Cross-sections included: 17 Total panel . observations: 102 Variable KOP Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. Sumber: Hasil Olah Data Eviews 13. Uji t, 2024 Berdasarkan hasil uji t pada tabel 12 di atas, hasil pengujian masingmasing hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Pengujian Komisaris Independen (X. terhadap Audit Delay (Y) Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa variabel komisaris independen memiliki nilai t-hitung sebesar 523711 lebih besar dari t-tabel 1,98447, dengan nilai diperoleh prob. sebesar 0,0135 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel komisaris independen (X. berpengaruh signifikan terhadap audit delay (Y). Pengujian Komite Audit (X. terhadap Audit Delay (Y) Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa variabel komite audit memiliki nilai t-hitung sebesar 0,614857 lebih kecil dari t-tabel 1,98447, dengan nilai diperoleh prob. sebesar 0,5404 yang berarti lebih besar dari 0,05. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel komite audit (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay (Y). Pengujian Kompleksitas Operasi Perusahaan (X. terhadap Audit Delay (Y) Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa variabel kompleksitas operasi perusahaan memiliki nilai t-hitung sebesar -0,833769 lebih kecil dari t-tabel 1,98447, dengan nilai diperoleh prob. sebesar 0,4068 yang berarti besar dari 0,05. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel 640 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 626 Ae 643 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. kompleksitas operasi perusahaan (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay (Y). PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Pengaruh Komisaris Independen. Komite Audit dan Komplesitas Operasi Perusahaan secara simultan terhadap Audit Delay. Berdasarkan hasil uji F . ji simulta. dalam penelitian ini menunjukan bahwa nilai F-hitung 2,139084 > F-tabel 0,0009833, dengan nilai Probabilitas (F-statisti. sebesar 0,009833 yang artinya H1 diterima karena lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Komisaris Independen. Komite Audit dan Komplesitas Operasi Perusahaan memiliki pengaruh signifikan secara simultan terhadap Audit Delay Pengaruh Komisaris Independen terhadap Audit Delay Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa variabel komisaris independen memiliki nilai t-hitung sebesar 2,523711 lebih besar dari t-tabel 1,98447, dengan nilai diperoleh prob. sebesar 0,0135 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel komisaris independen (X. berpengaruh signifikan terhadap audit delay (Y). Pengaruh Komite Audit terhadap Audit Delay Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa variabel komite audit memiliki nilai thitung sebesar 0,614857 lebih kecil dari t-tabel 1,98447, dengan nilai diperoleh prob. sebesar 0,5404 yang berarti lebih besar dari 0,05. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel komite audit (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay (Y). Pengaruh Kompleksitas Operasi Perusahaan terhadap Audit Delay Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa variabel kompleksitas operasi perusahaan memiliki nilai t-hitung sebesar -0,833769 lebih kecil dari t-tabel 1,98447, dengan nilai diperoleh prob. sebesar 0,4068 yang berarti lebih besar dari 0,05. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel kompleksitas operasi perusahaan (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay (Y). KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan maka dapat disimpulkan sebagai Berdasarkan hipotesis pada uji f ditemukan hasil, yaitu komisaris independen, komite audit, dan kompleksitas operasi perusahaan berpengaruh siginifkan secara simultan terhadap audit delay pada perusahaan sektor properties & real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2023 sehingga H1 diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan hipotesis pada uji t ditemukan hasil, yaitu komisaris independen berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada perusahaan sektor properties & real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2023 sehingga sehingga H1 diterima dan H0 ditolak. 641 | Volume 4 Nomor 2 2025 Economic Reviews Journal Volume 4 Nomor 2 . 626 Ae 643 E-ISSN 2830-6449 DOI: 10. 56709/mrj. Berdasarkan hipotesis pada uji t ditemukan hasil, yaitu komite audit tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada perusahaan sektor properties & real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2023 sehingga H0 diterima dan H1 ditolak. Berdasarkan hipotesis pada uji t ditemukan hasil, yaitu kompleksitas operasi perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay pada perusahaan sektor properties & real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2023 sehingga sehingga H0 diterima dan H1 ditolak. Saran Berdasarkan keterbatasan penelitian tersebut, peneliti memberikan beberapa saran untuk penelitian selanjutnya agar dapat memberikan hasil yang lebih berkualitas. Saransaran tersebut adalah sebagai berikut: Diharapkan peneliti selanjutnya untuk melakukan kajian literatur yang lebih mendalam dan menyeluruh mengenai variabel yang akan digunakan untuk meneliti audit delay sehingga dapat memperkaya referensi penelitian sekaligus memperkuat analisis hasil yang diperoleh. Diharapkan peneliti selanjutnya untuk menggunakan sumber-sumber teori yang lebih beragam seperti artikel jurnal, disertasi, dan konferensi akademik yang terpercaya untuk memperkaya kerangka teori penelitian. Diharapkan peneliti selanjutnya memperluas sektor yang akan diteliti sehingga mencakup berbagai sektor industri selain properties & real estate untuk memperoleh hasil yang lebih generalis. Diharapkan peneliti selanjutnya agar memperluas cakupan periode sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasi untuk melihat perubahan jangka panjang audit delay DAFTAR PUSTAKA