JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 ANALISIS BUDAYA ORGANISASI. K3 DAN KINERJA KARYAWAN PT. GLOBAL INTERNUSA LINE Yulianti Keke1*. Agus Setiawan2 . Syaiful Anwar3. Yolla Ayutia4 Institut Transportasi dan Logistik Trisakti. Jakarta. Indonesia. yuliakeke@gmail. agussetiawan@wahanamulti. com, syaifulanwar@gmail. com, yolla. ayutia@gmail. 1,2,3,4 Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh budaya organisasi, kesehatan dan keselamatan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Global Internusa Line. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah populasi sebesar 43 responden di jadikan sampel jenuh. Dari pengujian Hipotesis dimana p value 0,000 < 0,05 maka variabel budaya organisasi (X. berpengaruh positif terhadap variabel kinerja karyawan (Y), bahwa Ha diterima dan Ho ditolak berpengaruh secara signifikan. Hal tersebut menandakan bahwa karyawan harus selalu melakukan hal-hal baru untuk kinerja yang baik untuk perusahaan dan perusahaan perlu memberikan dukungan baik dalam hal apresiasi penghargaan kepada karyawan yang melakukan kinerja yang baik dalam pekerjaannya. Uji hipotesis dimana p value 0,000 < 0,05 maka variabel kesehatan dan keselamatan kerja (X. berpengaruh positif terhadap variabel kinerja karyawan (Y), bahwa Ha diterima dan Ho ditolak berpengaruh secara signifikan. Dimana karyawan harus menerapkan SOP dalam bekerja sehari-hari didalam maupun di luar kantor dan perusahaan juga harus memberikan jaminan kesehatan dan keselamatan terhadap karyawan agar dapat bekerja sesuai dengan standar perusahaan serta peralataan yang rusak harus segera di perbaiki. Dalam hal ini sebagai seorang karyawan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan melakukan setiap pekerjaan sesuai dengan kuantitas yang diberikan oleh perusahaan. Kata Kunci : budaya organiasi. kesehatan dan keselamatan kerja. K3. kinerja karyawan. pengetahuan dan ketrampilan Abstract The purpose of this research is to find out how much influence organizational culture. Occupational health and safety have on employee performance at PT. Global Internusa Line. This research uses quantitative methods with a population of 43 respondents used as a saturated sample. From hypothesis testing where the p value is 0. 000 < 0. 05, the organizational culture variable (X. has a positive effect on the employee performance variable (Y), that Ha is accepted and Ho is rejected and has a significant effect. This indicates that employees must always do new things for good performance for the company and the company needs to provide good support in terms of appreciation for employees who perform well in their work. Test the hypothesis where the p value is 000 < 0. 05, then the occupational health and safety variable (X. has a positive effect on the employee performance variable (Y), that Ha is accepted and Ho is rejected and has a significant Where employees must apply SOPs in their daily work inside and outside the office and the company must also provide health and safety guarantees for employees so that they can work in accordance with company standards and damaged equipment must be repaired immediately. In this case, as an employee, you must have the knowledge and skills according to the company's needs and carry out each job according to the quantity provided by the company. Keywords: organizational culture. occupational health and safety. K3. employee performance. knowledge and skills. 167 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 PENDAHULUAN Kinerja dikenal sebagai pencapaian. Budaya organisasi untuk perusahaan adalah untuk pertahankan bisnis dalam jangka panjang harus pelaksanaan program kegiatan kebijakan menciptakan budaya organisasi yang positif dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi, dan untuk tujuan bersama karyawan yang tepat dan misi organisasi, yang dituangkan dalam perencanaan strategi organisasi. bersama dengan benar, apabila perusahaan Sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan tanggung jawab yang diberikan, menginspirasi bagi karyawan dalam bekerja kinerja karyawan akan menentukan kualitas dan memotivasi rasa kebersamaan maka Hasil kerja yang dihasilkan dapat karyawan tidak akan nyaman. dilihat secara nyata dengan standar kerja Salah yang ditetapkan perusahaan, yang akan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja menentukan prestasi kerja karyawan. adalah bahwa setiap pekerja diharapkan dapat Budaya bekerja dengan aman dan aman untuk kesempatan untuk mengembangkan sumber menyelesaikan tugas dengan hasil yang daya manusia yang dapat mengubah sikap Banyak pekerja hanya melakukan tugas menyesuaikan diri dengan tantangan saat ini dan masa depan. Dalam dunia bisnis, setiap mempertimbangkan diri mereka sendiri, yang dapat menyebabkan kecelakaan di tempat kerja karyawannya bekerja dengan baik sesuai dan selalu berhubungan dengan aturan, sikap, norma, dan etika di tempat kerja. Untuk meningkatkan sumber daya pengetahuan dan Bahaya keterampilan, standarisasi terus dilakukan sebaik mungkin. penyakit dapat berasal dari kesalahan saat Budaya organisasi hal yang sangat menggunakan peralatan yang kurang lengkap besar yang perlu di perhatikan adalah atau kurangnya kelengkapan alat pelindung membangun serta meningkatkan budaya organisasi untuk mengfokuskan diri dalam pengembangan komitmen nilai bersama dan nilai sangat berkaitan dengan bentuk perilaku diharapkan kurang dicapai tidak maksimal dan sesuai dengan kepentingan organisasi serta peralatan kerja, terhentinya pekerjan dan mengurangi efesiensi organisasi budaya perusahaan yang buruk dapat mengurangi Tidak Pada menurunnya tingkat kesehatan karyawan. Bahkan tidak melihat apapun jenis 168 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 organisasi atau perusahaan, sumber daya mereka (Edison, 2. manusia sangat penting karena mereka Budaya memainkan peran penting dalam menentukan kepercayaan dan harapan yang dimilki bersama para anggota organisasi menciptakan mereka mencapai tujuan perusahaan atau harapan, kepercayaan menghasilkan peraturan tentang perilaku, norma yang secara kuat Baik perusahaan besar maupun kecil membentuk perilaku pribadi atau kelompok membutuhkan sumber daya manusia, yaitu Karyawan memainkan peran Faktor yang mempengaruhi budaya organisasi penting dalam menjalankan operasi produksi sebagai berikut : sebuah perusahaan. tanpa mereka, bisnis Motivasi tidak akan beroperasi dengan baik. Karena Komunikasi mereka adalah ujung tombak perusahaan. Karakteristik karyawan adalah aset penting yang tidak mudah diganti. Karena itu, mereka harus Struktur Organisasi Gaya Manajemen dan Kepemimpinan Tingkat Formalitas Organisasi Nilai yang di anut Individu Untuk mencapai visi dan misi Untuk membedakan suatu organisasi dari organisasi lainnya, budaya organisasi dapat pengetahuan, keinginan, tenaga, kreatifitas, digambarkan sebagai suatu sistem yang terdiri dan perasaan. dari pemahaman yang dimiliki oleh para Kesehatan kerja dan keselamatan kerja anggota (Robbins, 2. Indikator Budaya harus diperhatikan untuk meningkatkan hasil organisasi yaitu hasil akhir. inovasi dan orientasi pada kondisi mereka saat mengerjakan tugas berat kinerja mereka dalam menghasilkan barang Kesehatan Kerja dan Keselamatan Kerja (K. Kesehatan kerja adalah upaya untuk dan jasa sesuai dengan tujuan perusahaan. maupun ringan. Ini akan meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan sosial setinggi KERANGKA TEORI mungkin bagi karyawan di semua posisi, dan Budaya Organisasi Selama bertahun-tahun, disebabkan oleh lingkungan kerja, (Mulyo et organisasi telah digunakan dan diterapkan , 2. dalam aktivitas kerja, membantu manajer Terdapat dan karyawan meningkatkan kualitas kerja mempengaruhi karyawan dalam kesehatan 169 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 kerja yaitu: dan kesehatan kerja (K. , adalah Peralatan Pemeriksaan Kesehatan: Calon pekerja Pelindung diri, harus menjalani pemeriksaan kesehatan Tangung jawab dan SOP (Heidjrahman Ranupandojo, 2. dan pemeriksaan umum setidaknya sekali setahun sebelum diterima kerja. Kinerja Karyawan Karena Kondisi keuangan dan mental yang stabil, di mana tidak ada kerusakan fisik. Pengaturan udara, di mana volume AC pencapaian seseorang secara keseluruhan perusahaan harus diperhatikan dengan cermat. karyawan harus stabil. memungkinkan pergantian udara alami di ruang kerja yang membutuhkan AC. Perusahaan melakukan penilaian kinerja untuk secara objektif mengevaluasi hasil kerja karyawan dan diharapkan dapat memotivasi setiap karyawan untuk melakukan pekerjaan mereka dengan lebih efisien dan efektif. Adapun keselamatan kerja dipengaruhi oleh: Keadaan penyimpanan dan penyusunan barang berbahaya harus dipertimbangkan untuk keamanannya, dan ruang kerja tidak boleh padat atau terlalu penuh. Agar lingkungan tidak tercemar, kotoran dan limbah harus dibuang di tempatnya. Penggunaan memastikan penggunaan peralatan kerja yang sudah usang dan rusak dan memastikan penggunaan mesin dan alat Kinerja adalah tingkat keberhasilan menjalankan tugas selama periode tertentu. Prestasi kerja seseorang didasarkan pada kuantitas dan kualitas yang telah disepakati bersama yang dilakukan oleh individu, kelompok, dan lembaga. Kinerja merujuk pada tingkat keberhasilan seseorang dalam menyelesaikan tugas dan mencapai tujuan. Terdapat mempengaruhi kinerja karyawan yaitu faktor kemampuan, motivasi, individu, lingkungan dan faktor yang mempengaruhi penilaian elektronik dengan aman. Pengaturan pencahayaan: memastikan penggunaan sumber pencahayaan yang tepat dan memastikan ruang kerja memiliki jumlah cahaya yang cukup untuk menghindari remang-remang. Pembinaan karyawan: Pelatihan dan pendidikan keselamatan kerja serta kartu kinerja yaitu perbaikan kinerja, penyesuaian kebutuhan pelatihan, kualitas kerja, kuantitas, ketetapan waktu, efektivitas, kemandirian. (Setiobudi, 2. menyatakan bahwa beberapa indikator kinerja karyawan adalah sebagai berikut: Kuantitas kerja adalah kualitas yang harus penelitan harus tersedia. Indikator yang mempengaruhi keselamatan dihasilkan dan diselesaikan sehubungan 170 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 dengan bentuk keluaran. Ini adalah populasi di jadikan sampel, jumlah sampel ukuran jumlah pekerjaan yang dapat berdasarkan jabatan staff perusahaan pada diselesaikan oleh seorang karyawan bagian Manager dan HSE Safety Perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Salah satu dan Umur mulai 20-50 Tahun. Alasan peneliti cara untuk mengetahui hal ini adalah mengambil sampel jenuh atau total sampling dengan melihat bagaimana karyawan karena jumlah populasi kurang dari 100 menyelesaikan tugas dan tanggung populasi, maka seluruh karyawan yang bekerja di PT. Global Internusa Line. kecepatan yang sudah ditentukan. Data Waktu adalah sesuai dengan waktu yang narasumber penelitian yang tepat dan diambil direncanakan dan pengukuran ketepatan secara langsung dari sumber aslinya. Data waktu untuk menyelesaikan suatu tugas. Cara karyawan membuat rencana dan disebarkan kepada karyawan pada PT. Global Internusa Line. Data sekunder diperlukan tugasnya akan mempengaruhi seberapa cepat mereka menyelesaikan tugas-tugas dikumpulkan dari literatur seperti buku dan yang sudah diberikan kepada mereka. Data sekunder juga secara tidak Kecepatan kerja karyawan digunakan melalui orang lain, serta memberikan dokumen produktivitas perusahaan. dipublikasikan dan digunakan sebagai rujukan METODE PENELITIAN Penelitian (Donsu, 2. Teknik pengumpulan data memerlukan berdasarkan filsafat positivisme. Sampel dan menggunakan skala liket yang mencakup populasi digunakan untuk penelitian, dan sangat setuju dengan nilai 5 hingga sangat tidak setuju dengan nilai 1 (Sugiyono, 2. mengumpulkan data. Tujuan dari analisis Metode Partial Least Square (PLS) digunakan kuantitatif dan statistik adalah untuk menguji untuk analisis penelitian ini. Dalam penelitian hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono. Populasi pada penelitian ini yaitu 43 Outer karyawan yang bekerja di PT. Global Internusa Line. apakah suatu indikator variabel laten berbeda Sampel jenuh atau total sampling Measurement ModelAijuga ModelAimenggunakan dari indikator variabel laten lainnya. Jika nilai AVE lebih dari 0,5 atau lebih besar dari dalam penelitian ini populasi berjumlah 43 korelasi antara sesama variabel laten dan uji 171 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 kolinearitas Outer Model terjadi, maka kesehatan kerja dikapal. Usia, berdasarkan data responden usia Kemudian melakukan model struktural, atau karyawan dapat disimpulkan yang paling inner model. rendah yaitu di usia 42-55 tahun berjumlah Variabel latenAijuga dikenal sebagai 4 dengan presentase 9% di lanjutkan variabel tersembunyi atau variabel tak dengan usia 31-41 tahun berjumlah 11 teramatiAiadalah variabel yang tidak dapat dengan presentase 23% dan usia 20-30 diamati atau diukur secara langsung tetapi tahun lebih didominasi dengan presentase berdampak pada variabel yang diamati dalam model pengukuran. Masa Kerja, berdasarkan hasil data Uji reliabilitas dapat dilihat pada nilai responden berdasarkan masa kerja yang cronbachs alpha > 0,7 maka dianggap reliabel berjumlah 43 orang. Dilihat pada tabel dan berwarna hijau. Selain itu, nilai R-Square diatas bahwa masa kerja >20 berjumlah 4 dapat digunakan dalam pemeriksaan ini dengan presentase 9%. Masa kerja >10 untuk mengevaluasi pengaruh variabel laten berjumlah 14 dengan presentase 33%. eksogen terhadap variabel laten endogen. Masa kerja <5 berjumlah 7 dengan Uji Hipotesis yaitu bila ycy ycOycaycoycyceyc > 0,05 presentase 16% di mana dapat disimpulkan Ha ditolak dan Ho diterima, artinya bahwa >5 tahun lebih mendominasi dengan variabel X tidak berpengaruh signifikan dan presentase 42%. tidak ada pengaruh positif terhadap variabel Pendidikan terakhir, berdasarkan hasil data Y, dan bila ycy ycOycaycoycyceyc < 0,05 Ha diterima dan responden berdasarkan masa kerja dapat Ho ditolak, artinya bahwa variabel X dilihat pada tabel diatas yang berjumlah 43 berpengaruh signifikan dan ada pengaruh Pendidikan SMA berjumlah 7 positif terhadap Y. dengan presentase 16% dilanjut masa kerja D3 jumlah 16 dengan presentase 37% dan HASIL DAN PEMBAHASAN dapat disimpulkan pendidikan S1 lebih Hasil Penelitian Jenis Kelamin, mendominasi dengan presentase 47%. responden jenis kelamin, dapat di lihat Hasil Uji Validitas . uter loadin. hasil diatas dimana perempuan dengan berjumlah 7 dengan presentase 16% dan mendominasi yaitu laki-laki berjumlah 36 karyawan dengan presentase 84%. Laki-laki lebih banyak karena dalam pekerjaan ini bertugas dan bertanggung jawab pada bagian keselamatan kerja dan 172 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 Semua pernyataan adalah valid, seperti yang Perencanaan model pengukuran (Outter ditunjukkan oleh hasil pengolahan data Mode. penambahan luar pada gambar di atas dan Convergent validity masing-masing telah memiliki nilai lebih dari Untuk mengetahui validitas konvergen, lihat korelasi antara skor item, yang juga dikenal Uji Realibitas sebagai faktor pengisi luar. Menurut tabel nilai Construct Reliability dan Validity AVE, indikator dianggap reliabel jika semua nilainya melebihi 0,5 dan menunjukkan korelasi positif. Discriminant Validity Sumber : Data diolah dengan SmartPLS 4. Model Struktur (Inner struktural dengan koefisien jalur untuk variabel laten terhadap perhitungan awal. Rsquare predictive relevansi model variabel dievaluasi dengan melihat nilai R-square dan nilai signifikansi. Ini adalah uji goodness of masing-masing daripada nilai koefisien korelasi lain. Uji Validitas Discriminant menentukan sejauh mana konstruksi benarbenar berbeda atau lebih baik dari konstruksi Penjelasan output cross-loading yang pernyataan memiliki korelasi dengan variabel lainnya, dan bahwa variabel angka memiliki fit model. Langkah berikutnya adalah menilai nilai R2. Nilai R2 diklasifikasikan menjadi 0,19 . , 0,33 . , dan 0,67 . Interpretasi nilai R2 sama dengan interpretasi nilai R2 regresi linear, yang berarti bahwa besarnya variasi variabel endogen dijelaskan oleh variabel eksogen. Hasil model struktural harus memiliki koefisien korelasi yang lebih Mode. Model cross-loading Untuk dianggap valid, indikator Metode Partial Least Square (PLS) Perencanaan Nilai karyawan berada dalam kategori kuat dengan nilai R persegi 0,805. korelasi yang lebih tinggi. Ada kemungkinan bahwa setiap konstruk memiliki nilai validitas yang tinggi dibandingkan dengan kriteria Cronbach Alpha Cronbach Alpha adalah penilaian terhadap membuktikan ketepatan dalam mengukur. Cronbach Alpha dikatakan reliabel apabila nilai > 0,7 harus konsisten dari suatu indikator. menunjukan nilai cronbach alpha memenuhi syarat nilai > 0,7, sehingga dapat dikatakan reliabel dan valid dapat di terima. 173 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 Uji Hipotesis diterima karena adanya pengaruh antara Uji hipotesis dimana hasil dari penerima atau penolakan dilihat dari nilai p value lebih kecil keselamatan kerja (X. atau sama dengan t tabel yang di gunakan p karyawan (Y). value < 0,05 berpengaruh secara signifikan. Penelitian (X. , terhadap kinerja Maka ha diterima dan ho ditolak, dimana p menentukan pengaruh budaya organisasi dan value 0,000 < 0,05 maka variabel independen keselamatan kesehatan kerja terhadap kinerja budaya organisasi (X. , kesehatan dan karyawan PT. Bosowa Beton Indonesia, di keselamatan kerja (X. berpengaruh positif mana pengaruh secara bersamaan karena terhadap variabel dependen kinerja karyawan adanya pengaruh. Data penelitian ini diperoleh (Y). Dapat dikatakan bahwa Ha diterima dan dari 63 responden kuesioner yang dibagikan Ho ditolak berpengaruh secara signifikan dan kepada karyawan PT Bosowa Beton Indonesia. Studi ini menggunakan metode kuantitatif. Metode analisis data yang digunakan yaitu uji Pengaruh (X. terhadap kinerja karyawan (Y) Hasil validitas, uji realibilitas, analisis regresi berganda, uji F dan uji T. Hasil penelitian ini organisasi dan keselamatan kesehatan kerja karyawan (Y) valid dan reliabel menunjukan secara bersama-sama berpengaruh signifikan nilai di atas 0,70 serta berwarna hijau. terhadap kinerja karyawan. Dimana pernyataan terendah pada indikator Secara partial untuk variabel budaya Y,4 dengan nilai 0,807 dan nilai indikator tertinggi terdapat pada pernayataan Y. sebesar 0,824. Sehingga nilai 0,70 sudah keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh melebihi dan berwarna hijau maka variabel secara signifikan terhadap kinerja karyawan mengukur kinerja karyawan (Y) reliabel dan keselamatan dan kesehatan kerja dominan untuk digunakan. pengaruhnya dibandingkan dengan budaya Uji Convergent organisasi, serta penelitian Shinta Agustina Discriminant Validity dan Cronbach Alpha . Penelitian ini menggunakan teknik memenuhi nilai > 0,7 sehingga dikatakan kuantitatif dengan alat ukur uji statistik Partial reliabel dan valid serta dapat di terima. Least Square (PLS) Program SmartPLS 3. memiliki korelasi dan variabel angka yang Data primer dikumpulkan melalui angket. lebih tinggi dengan korelasi indikator dengan Teknik analisis data juga menggunakan variabel lainnya. pendekatan kuantitatif. Uji hipotesis pada p value 0,000 < 0,05 berpengaruh secara simultan. Maka Ha 174 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 KESIMPULAN adanya pengaruh antara budaya organisasi Uji hipotesis dimana p value 0,000 < (X. , kesehatan dan keselamatan kerja (X. 0,05 maka variabel budaya organisasi (X. terhadap kinerja karyawan (Y). Dalam hal ini berpengaruh positif terhadap variabel kinerja sebagai seorang karyawan harus memiliki karyawan (Y). Dapat disimpulkan bahwa Ha pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan diterima dan Ho ditolak berpengaruh secara kebutuhan perusahaan dan melakukan setiap Hal tersebut menandakan bahwa karyawan harus selalu melakukan hal-hal diberikan oleh perusahaan. Budaya organisasi yang dilakukan di PT. perusahaan dan perusahaan perlu memberikan Global Internusa Line sudah sangat bagus dalam mengatur manajemen perusahaan serta bekerja dalam tim harus terus di pertahankan agar tetap harmonis. Budaya organisasi di PT. Global Internusa Line harus terus melakukan Uji hipotesis dimana p value 0,000 < supaya betah dan nyaman agar tidak merasa keselamatan kerja (X. berpengaruh positif stres, bosan ataupun jenuh perusahaan Global terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Internusa Line harus mengadakan liburan agar Dapat dikatakan bahwa Ha diterima dan Ho terjalin kerja sama yang semakin erat dan memberikan peluang seorang karyawan untuk 0,05 Dimana karyawan harus menerapkan SOP dalam bekerja sehari-hari didalam maupun di pekerjaan yang teliti, efektif dan selalu kompak luar kantor dan perusahaan juga harus untuk menciptakan perusahaan yang unggul. PT. Global Internusa Line keselamatan terhadap karyawan agar dapat SOP bekerja sesuai dengan standar perusahaan serta peralataan yang rusak harus segera di keselamatan secara fisik maupun psikologi agar karyawan dapat bekerja dengan bagus sesuai Uji Convergent validity. Discriminant PT. Global Validity dan Cronbach Alpha memenuhi nilai Internusa Line harus memberikan pelatihan dan > 0,7 sehingga dikatakan reliabel dan valid edukasi tentang alat keselamatan agar tidak serta dapat di terima. memiliki korelasi dan terjadi kecelakaan dalam bekerja. PT. Global variabel angka yang lebih tinggi dengan Internusa Line dalam melakukan pekerjaan korelasi indikator dengan variabel lainnya. karyawan perlu meningkatkan sasaran dan Uji pada p value 0,000 < 0,05 berpengaruh secara simultan. Maka Ha diterima karena diberikan agar kerjasama dengan rekan kerja 175 Manajemen FEB Ae Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol. Nomor 1 Januari 2025 menghasilkan kinerja yang baik serta harus disiplin terhadap waktu untuk menyelesaikan Hasibuan. Manajemen. Serupa. Id. https://serupa. id/manajemen-pengertianunsur-pokok-tujuan-fungsi/ pekerjaan dalam waktu yang telah di DAFTAR PUSTAKA Ade Heryana. Hipotesis Dalam Penelitian Kuantitatif. Kesmas Universitas Esa Unggul. Retrieved February 3, 2024, from https://lmsparalel. id/pluginfile. file=/351903/mod_resource% 2Fcontent/1/10_7298_KMS36 1_112018_pdf. Afandi. , & Bahri. Pengaruh Kepemimpinan Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) Sumatera Utara. Maneggio: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen, 3. Anjani. Utami. , & Prasetya. Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Kinerja Karyawan (Studi pada Karyawan Bagian Produksi PT. International Power Mitsui Operation Maintenance Indonesia (IPMOMI) Paito. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 9. Donsu. Metodologi Penelitian Keperawatan : Populasi. Sampel Dan Variabel. PT. PUSTAKA BARU.