Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling Volume 22 Nomor 2 Desember 2025. Halaman 341-356 https://uia. e-journal. id/guidance https://doi. org/10. 34005/guidance. ANALISIS PEMAHAMAN PESERTA DIDIK GEN Z PADA GURU BK TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH SMAN 42 JAKARTA Anisa Safitri*1. Nurmawati2 Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. Indonesia 1,2 E-mail: anisasafitri342@gmail. Info Artikel Accepted: October 2025 Published: December 2025 Abstract The purpose of this study is to determine the objectives, functions, and main tasks of guidance and counseling services in schools based on Law No. 111 of 2014, understanding of services, aspects of services, and guidance and counseling services. The focus of the issue to be discussed relates to the understanding of Generation Z students with guidance and counseling teachers regarding guidance and counseling The research presentation is presented in the form of a narrative and qualitative NVIVO diagrams. In creating the first instrument, a questionnaire was developed, including an interview questionnaire, an observation questionnaire, interview guidelines, observation guidelines, audio recordings, and documentation. The research method used in this study was qualitative research . Generation Z students' understanding of guidance and counseling services is not yet significant guidance and counseling services are only present to plan for the future, such as preparing for admission to public universities and the use of AI technology. Meanwhile, according to students, guidance and counseling can provide insights related to knowledge that is indeed related to the science of guidance. Keywords: service objectives. service functions. service understanding. service aspects. guidance and counseling services. Abstrak Tujuan penelitian untuk mengetahui tujuan layanan bimbingan dan konseling, fungsi layanan bimbingan dan konseling serta tugas pokok bimbingan dan konseling di sekolah berdasarkan undang-undang 111 tahun 2014, pemahaman layanan bimbingan dan konseling, aspek-aspek bimbingan dan konseling dan layanan bimbingan dan konseling, penelitian ini memfokuskan bagaimana pemahaman peserta didik gen Z pada guru bimbingan dan konseling terhadap layanan bimbingan dan konseling di SMAN 42 Jakarta, metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif naratif dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi kepada peserta didik gen Z, bidang kesiswaan, bidang kurikulum, guru BK dan stakeholder. Hasil penelitian menunjukan bahwa peserta didik gen Z kebingunan peran terhadap layanan bimbingan dan konseling, dikarenakan pemahaman guru bimbingan dan konseling terkait keilmuan bimbingan dan konseling masi 75%. Pemahaman peserta didik gen Z terhadap layanan yang diberikan hanya terkait perguruan tinggi negri dan AI. Padahal layanan bimbingan dan konseling bisa dimanfaatkan secara keilmuan bimbingan dan konseling terkait isu yang relevan dengan zaman saat ini. Kata kunci: tujuan layanan. fungsi layanan. pemahaman layanan. aspek layanan. layanan bimbingan dan konseling. p-ISSN1978-6794 e-ISSN 2715-5307 A2025 Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling Alamat korespondensi: Kampus FKIP UIA. Jalan Jatiwaringin No. PENDAHULUAN menjangkau siswa secara optimal, (Haidt Fenomena yang terjadi mengenai & Twenge, 2. pemahaman peserta didik adalah adanya Penelitian ini memfokuskan pada perbedaan pemahaman antara peserta AuAnalisis Pemahaman Peserta didik gen Z didik gen Z dan guru bimbingan dan Pada konseling mengenai tujuan dan manfaat Bimbingan dan Konseling Di SMAN 42 layanan bimbingan dan konseling. AuGen Z JakartaAy. Fokus penelitian ini berdasarkan cenderung memandang layanan konseling pada latar belakang masalah. Sedangkan sub fokus penelitian ini adalah tentang masalah yang serius, seperti pelanggaran bagaimana pemahaman peserta didik gen Z pada guru bimbingan dan konseling Hal ini berlawanan dengan terhadap layanan bimbingan dan konseling tujuan sebenarnya dari layanan bimbingan di SMAN 42 Jakarta. Tujuan penelitian dan konseling yang tidak hanya berfokus yaitu untuk mengetahui tujuan layanan bimbingan dan konseling di sekolah penyesuaian sosialAy. (Prayitno dan Erman. SMAN 42 Jakarta, untuk mengetahui Amti. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipt. bimbingan dan konseling di sekolah Fenomena ini semakin terasa di Guru Terhadap Layanan berdasarkan undang-undang 111 tahun SMAN 42 Jakarta, di mana pihak sekolah sedang berusaha untuk beradaptasi dengan peserta didik gen Z mengenai peran dan tugas guru BK dalam memberikan layanan Peserta didik gen Z, yang lebih terbiasa BK, untuk mengetahui aspek-aspek yang dengan teknologi dan interaksi digital membutuhkan layanan bimbingan dan konseling yang lebih fleksibel, inovatif, konseling yang diberikan oleh guru BK dan berbasis pada teknologi. Hal ini kepada peserta didik gen Z. Pada dasarnya menunjukkan adanya gap dalam cara bimbingan tidak hanya berfungsi untuk sekolah menyampaikan layanan bimbingan mengatasi permasalahan yang dihadapi dan konseling, yang masih mengandalkan pendekatan tradisional seperti konseling tatap muka dan metode berbasis teks, yang Oleh karena itu, hal ini dinilai penting sekali untuk mengetahui BK, tujuan dari pada layanan bimbingan konseling bagi siswa, karena masih banyak Terdapat penelitain terdahulu yang sekali peserta didik menganggap bahwa mendukung dalam penelitian ini yaitu bimbingan dan konseling hadir untuk penelitian yang sudah diteliti oleh Azhari Bin Hj. Abd. Rahman, 2000. Malaysia, sanksi dan sebagai polisi sekolah saja, ini hasil dari penelitiannya menyatakan bahwa masi banyak terjadi di kalangan sekolah. Pesepsi Pelajari Terhadap Perkhidmatan Maka dari itu peneliti ingin meneliti Bimbingan penelitiannya yaitu terdapat perbedaan terkait layanan bimbingan dan konseling yang ketara terhadap pemahaman peserta yang sudah diberikan oleh guru BK. didik terkait layanan-layanan bimbingan Analisa penulis yang disampaikan Kaunseling, dan konseling di sekolah yaitu personality bimbingan dan konseling yang dianggap konseling Volume 4 No. 6 Oktober 2024 sebagai guru penyelesaian masalah saja, guru bimbingan dan konseling hanya Sri Agustina yang berasal dari Universitas Negri permasalahan belajar, peserta didik tidak Padang pemahaman peserta didik terhadap layanan bimbingan dan koseling masih banyak permasalahannya kepada guru bimbingan pelayanan konseling yang masih tidak berjalan sebagaimana mestinya di sekolah. disebarluaskan kepada yang lain. Bimbingan dan konseling adalah layanan bantuan yang diberikan kepada peserta METODE Jenis kelompok dimaksudkan agar kemampuan menggunakan metode kualitatif naratif. yang dimiliki oleh peserta didik dapat Bogdan dan Tylor dalam Lexi Moleong bimbingan pribadi, sosial, belajar, maupun dengan deskriptif kualitatif adalah metode karir dengan menggunakan layanan yang yang digunakan untuk menganalisa data ada dan kegiatan pendukung yang sesuai dengan mendeskripsikan data melalui dengan norma yang berlaku. Bimbingan bentuk kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati, (Lexi mengajar yang layaknya dilakukan guru. Moleong. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000, h. Peneliti menggunakan data primer yaitu sumber data yang langsung pengetahuan, hipotesis, bahkan teori baru, memberikan data ke peneliti, . ugiyono, (Sugiyono 2. Proses pengumpulan data primer Pada penelitian kualitatif, peneliti didapat berdasarkan survei di lapangan mendapatkan data dari banyak sumber dan dengan melakukan pengamatan dilokasi menggunakan banyak penelitian, sumber data dalam penelitian pengumpulan data dalam teknik analisis adalah subjek dari mana data dapat data kualitatif melalui rekam dan catat, tinjauan pustaka, wawancara, survei atau Prosedur Kualitatif Dalam menghasilkan data deskriptif berupa kata- kata tertulis atau lisan dari perilaku yang dilakukan secara berkelanjutan sehingga Analisa dalam penelitian ini peneliti bisa mendapatkan data yang menggunakan penekatan kualitatif karena berbeda-beda. permasalahan yang akan dibahas tidak penelitian kualitatif, dilakukan pada saat berkenaan dengan angka-angka tetapi pengumpulan data berlangsung seperti saat melakukan wawancara, observasi dan terperinci serta memperoleh data yang Miles and Huberman . alam mendalam dari fokus penelitian. (Lexy J. Sugiyono. 2020, hlm. Ruang lingkup Moleong. PT Remaja Rosdakarya. penelitian dilakukan di SMAN 42 Jakarta Terdapat tiga tahap utama dalam penelitian yang beralamatkan di Jl. Rajawali Halim kualitatif, yaitu: tahap deskripsi atau Perdana Kusuma. Halim Perdana Kusuma, orientasi, tahap peneliti medeskripsikan Makasar. RT. 3/RW. Halim Perdana yang dilihat, didengar dan dirasakan. Kusumah. Makasar. Kota Jakarta Timur. Peneliti baru mendata sepintas tentang Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13650. Indonesia. Proses Tahap Analisis Peneliti reduksi, yaitu mereduksi segala informasi melakukan penelitian ditempat tersebut yang diperoleh pada tahap pertama untuk memfokuskan pada masalah tertentu yang bagaimana pemahaman peserta didik gen terakhir yaitu tahap seleksi, yaitu peneliti Z pada guru Bimbingan dan Konseling menguraikan fokus yang telah ditetapkan terhadap layanan bimbingan dan konseling di sekolah SMAN 42 Jakarta. Keterbatasan analisis secara mendalam tentang fokus penelitian metode kualitatif sulit diukur dan dikuantifikasi, sehingga membatasi Hasilnya perbandingan dan analisis statistik. HASIL DAN PEMBAHASAN Bimbingan membuat rencana pelaksanaan layanan merupakan suatu proses yang terstruktur. Bimbingan dan Konseling sejalan dengan kurikulum dan berkerja sama dengan dirancang oleh konselor atau pendidik di kurikulum, wali kelas untuk mengarahkan bidang bimbingan dan konseling agar kepada peserta didik terkait pemilihan peserta didik dapat berkembang dan mata pelajaran peminatan serta psikotes (Bidang Kurikulu. mereka hal ini berasarkan (UUD NO 111 Hasil analisis menurut Bidang Tahun 2014 Pasal . Seorang guru Kesiswaan bimbingan dan konseling adalah seorang Konseling memiliki tujuan yaitu untuk pengembangan diri peserta didik kemudian akademis paling tidak sarjana Pendidikan mengatasi masalah-masalah yang terjadi S1 dalam bimbingan dan konseling serta pada peserta didik untuk merencanakan memiliki keahlian dalam bidang tersebut. masa depan peserta didik melalui diskusi Hal ini berlawanan dengan peran guru dengan sekolah bagaimana merencanakan bimbingan dan konseling yang merupakan masa depan (Bidang Kesiswaa. lulusan psikologi dan guru BK diberikan Bimbingan Hasil analisis menurut Stakeholder tugas untuk studi S2 agar menjadi teladan bagi peserta didik meski S2 dengan prodi Konseling Bahasa Indonesia. memberikan bimbingan dan konseling Tujuan Layanan BK kepada peserta didik ga hanya untuk Berdasarkan dari analisis yang Bimbingan menangani kasus saja tetapi untuk melihat minat dan bakat peserta didik juga (Stakeholde. menurut guru bimbingan dan konseling Seharusnya guru BK tujuannya bahwa tujuan Layanan Bimbingan dan harus lebih tau daripada kita dan harus Konseling lebih tau daripada guru-guru lain gitu jadi membimbing anak-anak dengan proses memang harus benar-benar membimbing rencana-rencana kita dan harus menjadi tempat wadah kita kedepannya nanti setelah lulus dari SMAN 42 Jakarta (Guru BK). menanyakan sesuatu gitu (Peserta didik Hasil gen Z). Kurikulum menyatakan bahwa tujuan Didalam Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 111 Tahun bimbingan dan konseling yaitu : adalah Memahami . lingkungannya, . merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir dan kehidupannya dimasa yang akan datang, . mengembangkan potensinya Gambar 1. Hasil data Tujuan layanan BK di Sekolah. Fungsi Layanan BK seoptimal mungkin, . menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Hasil Fungsi Layanan . mengatasi Bimbingan dan Konseling menurut guru hambatan atau kesulitan yang dihadapi Bimbingan dan Konseling yaitu bahwa membantu peserta didik mengembangkan . bertanggung jawab. layanan Bimbingan dan konseling yang lingkungannya, serta mengatasi masalah Dapat disimpulkan bahwa tujuan Bimbingan BK). Fungsi pemahaman guru BK yaitu Konseling tidak sesuai dengan Peraturan bagaimana kalau cuman mengandalkan Mentri Pendidikan guru BK itu nunggu anak datang makanya Nomor Bimbingan pribadi, sosial, akademik, dan karir (Guru Tahun Kebudayaan Tentang Konseling Pada Fungsi Pendidikan Dasar dan Menengah, dalam klasikal di kelas karena pencegahan bisa layanan bimbingan dan konseling guru dilakukan secara umum dan dijelaskan sanksi-sanksi dan bentuk pencegahan jika memberikan Tujuan kepada peserta didik terjadi perilaku yang tidak sesuai aturan Gen Z pada aspek Belajar dan karir, sekolah (Bidang Kurikulu. perkembangan karir dan kehidupannya Fungsi BK itu tentunya kan harus dimasa yang akan datang. Olahan data Harus paham apa yang terjadi pada generasi muda saat ini kemudian layanan BK sebagai berikut: permasalahan yang timbul di sekolah ini. Kemudian mengatasi, membantu mencegah, mungkin pertumbuhan dan perkembangan yang kalau sudah satu titik saja sesuatu yang optimal, serasi, selaras dan seimbang negatif itu harus buru-buru harus bisa seluruh aspek pribadinya, . Penyaluran dicegah (Bidang Kesiswaa. yaitu membantu konseli merencanakan. Kalau saya sebagai wali kelas pekerjaan dan karir masa depan, termasuk merasa fungsi layanan BK di SMAN 42 juga memilih program peminatan, yang Jakarta sudah sangat baik, sudah berjalan sesuai dengan kemampuan, minat, bakat, dengan baik kalau misalkan saya sebagai keahlian dan ciri-ciri kepribadiannya . wali kelas mengalami kendala untuk Pencegahan menangani anak didik saya ketika saya didik/konseli berbagai kemungkinan timbulnya masalah bersangkutan itu pasti langsung di bantu, dan berupaya untuk mencegahnya, supaya langsung di carikan solusi, pasti langsung peserta didik/konseli tidak mengalami disegerakan supaya permasalahan yang memang sedang dihadapi bisa langsung Pemeliharaan yaitu membantu peserta selesai (Stakeholde. didik/konseli gada fungsi layanan yang diberikan dan kondisi pribadi yang sehat-normal dan saya ga tau fungsi layanan BK tersebut mempertahankan situasi kondusif yang hanya layanan konseling yang ada namun telah tercipta dalam dirinya. Dari pernyataan narasumber dan didik gen Z). Mentri Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 111 Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 111 Tahun 2014 Tentang Bimbingan dan Tahun 2014 Tentang Bimbingan dan Konseling Pada Pendidikan Dasar dan Konseling Pada Pendidikan Dasar dan Menengah. Menengah bimbingan dan konseling terdiri dari : . Pemahaman yaitu membantu konseli agar bimbingan dan konseling yang diberikan memiliki pemahaman yang lebih baik oleh guru bimbingan dan konseling yaitu . pemahaman yaitu yaitu membantu . ekerjaan, budaya, dan norma agam. , . konseli agar memiliki pemahaman yang Fasilitasi yaitu memberikan kemudahan Peraturan memanfaatkan layanan tersebut (Peserta Didalam Fungsi lingkungannya, pekerjaan, budaya, dan . Fasilitasi memberikan kemudahan kepada konseli Gambar 2. Hasil data Fungsi layanan BK. Pemahaman Penyaluran Layanan BK membantu konseli merencanakan masa Tugas Hasil analisis pemahaman guru depan, pekerjaan dan karir masa depan. Bimbingan Peran Konseling peserta didik gen Z yaitu bahwa tentunya sesuatu yang berbeda dengan zaman guru kemampuan, minat, bakat, keahlian dan Bimbingan dan Konseling, kalau zaman ciri-ciri kepribadiannya, . Pencegahan guru bimbingan dan konseling ketentuan didik/konseli berada di orang tua. Berbeda dengan Peserta didik gen Z yang mempunyai kemauan sendiri bagaimana mereka harus berupaya untuk mencegahnya, supaya berinteraksi dan mereka harus punya peserta didik/konseli tidak mengalami masalah dalam kehidupannya dan . pertentangan dengan orang tua yang tidak Pemeliharaan yaitu membantu peserta pas dengan dirinya. Tetapi terkadang didik/konseli orang tua masi memaksakan dirinya, kondisi pribadi yang sehat-normal dan tentunya hal ini supaya ada titik temu mempertahankan situasi kondusif yang antara peserta didik gen Z dengan orang tua ataupun orang dewasa disekitarnya agar bisa memahami layanannya (Guru BK). Kalau dilihat dari pelayanan yang ada saat ini tentunya kita semuanya sesuaikan dengan kondisi zaman saat ini. Perkembangan saat ini, kebutuhan yang mereka butuhkan karena kita semua apalagi di kurikulum merdeka ini kita harus paham sekali itu apa kebutuhan peserta didik. Jadi, dalam belajar, dalam berkegiatan, itu yang pertama harus kita menyusun instrumen dan lembar kerja bimbingan dan konseling. mereka, apa kebutuhan mereka itu yang Namun berdasarkan peryataan guru kita lakukan. Jadi, setiap peserta didik Bimbingan dan Konseling. Stakeholder, punya kompetensi dan kebutuhan masing- bidang kurikulum dan bidang kesiswaan masing dan itu yang memang harus kita ketahui (Bidang Kesiswaa. Ya memang kita tahu beberapa guru yang mungkin latar belakangnya konseling yang diberikan oleh guru bukan dari bimbingan dan konseling asli. Mungkin ketika ditempatkan di sebuah menyatakan bahwa guru bimbingan dan sekolah menjadi guru BK secara keilmuan bisa dibilang belum memenuhi standar sehingga tidak sampai sasaran sehingga menemui masalah peserta didik berbeda. Saya sebagai walikelas heran karena konseling, tidak tahu fungsi dan tujuan Bkan bimbingan dan konseling, tidak tahu pemahaman bimbingan dan konseling, dikuasai (Stakeholde. Tugas minimnya layanan yang diberikan oleh konseling yang secara tegas telah diatur di dalam lampiran Permendiknas Nomor 35 bimbingan dan konseling, tidak adanya Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknik asas-asas bimbingan dan konseling dan Jabatan Fungsional Guru dan Angka banyaknya ikut campur tangan terhadap Keditnya, secara menyeluruh yaitu wajib tugas bimbingan dan konseling. peserta didik, wajib menyusun silabus menyusun rencana pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling (RPL), wajib melaksanakan pelayanan bimbingan dan Gambar 3. Hasil data Pemahaman layanan BK. peserta didik terkait permasalahan atau Aspek-Aspek Layanan BK Tentunya diberikan aspek-aspek Tetapi BK juga menaungi peserta BK karena sesuai dengan RPL yang didik yang mengalami kekurangan. Jadi da Supaya peserta didik jelas mau layanan itu di BK sekolah 42 Jakarta kemana-kemananya di masa depan (Guru (Stakeholde. Bimbingan dan Konselin. Tidak kalau di kelas paling Cuma Terdapat aspek-aspek, karena guru BK awalnya memberi tugas dahulu seperti karir, kelas X secara seluruh layanan pernah diberikan (Peserta didik gen Z). kamu ingin cita-cita seperti apa dari situ Menurut Mentri Pendidikan dan terus tuh harus secara klasikal, tidak Kebudayaan Nomor 111 Tahun 2014 semuanya anak mau datang ke BK Tentang Bimbingan dan Konseling Pada walupun anak itu punya masalah kita tahu Pendidikan Dasar dan Menengah. Untuk makanya guru BK yang harus menjemput Setelah kenal kan berarti guru BK pengembangan kegiatan yang dilakukan diarahkan pada perkembangan aspek- peserta didik biarpun anaknya pintar harus aspek pribadi, sosial, belajar dan karir. kita arahkan. (Bidang Kurikulu. Semua ini berkaitan erat dengan upaya Terdapat membantu peserta didik/konseli dalam permasalahan-permasalahan yang terjadi yang tadi saya katakan bahkan anak-anak gen Z itu saat ini masalah punya pacar aja kemandirian dalam kehidupannya. curhat, akhirnya ke gurunya ke kita karena Dapat disimpulkan aspek yang diberikan kita harus bisa nih mengatasi. Aspek karir, oleh guru Bimbingan dan Konseling yaitu aspek karir. Nah tugas-tugas kesiswaan juga (Bidang Kesiswaa. Menurut saya aspek yang diberikan terdapat aspek kepribadian itu diberikan banget oleh BK, lalu karir juga dari BK layanan-layanan menjenjang karir masa depan, layanan sosial ga hanya memberikan pembelajaran Gambar 4. Hasil data Aspek-aspek layanan BK. ga hanya memberikan layanan terhadap potensi mereka lewat potensi akademik Layanan Bimbingan dan Konseling Sebelum pemberian Layanan guru kita lihat potensi mereka lalu dari sisi Bimbingan dan Konseling wajib membuat mana mau kita kembangkan seperti minat RPL karena memang adalah bagian proses dan bakat. Kita arahkan setiap siswa baru kegiatan belajar-mengajar atau karena masuk itu kita sudah ada mungkin kaya disini di SMAN 42 Jakarta kebetulan ada semacam angket ya tentang minat mereka satu jam masuk kelas di setiap minggunya bakat mereka apasih?, lalu kedepannya pada setiap kelas karena harus ada rencana maunya apasih nah itukan salah satu belajar untuk peserta didik gen Z. RPLnya biasanya Cuma diperbaiki atau kegiatan sesuai dengan minatnya (Bidang Kesiswaa. (Guru Bimbingan dan Konselin. Pertama. Yang saya amati bisa layanan individu, kelompok kalau yang saya lihat kurikulum selalu guru BK berkerja sama BK membuat sebuah lembar kerja dan dengan kurikulum untuk kelas X tentang dilihat ada problem diselesaikan dengan pemilihan mata pelajaran lalu menangani pribadi dan ada problem diselesaikan secara kelompok. Sejauh ini itu dilakukan. Selain dikomunikasikan dengan wali kelas yang (Stakeholde. pertama jika tidak bisa menangani ke kurikulum ritmenya seperti itu. Setelah yang diberikan layanan BK oleh guru BK yaitu bimbingan di kelas dan layanan klasikal (Peserta didik gen Z). mendata siswa berkerja sama dengan yang sesuai dengan Peraturan Mentri memberikan informasi kepada orang tua. Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 111 Lalu memberikan informasi kepada UTBK Tahun 2014 Tentang Bimbingan dan Konseling Pada Pendidikan Dasar dan pandangan juga kepada kurikulum serta Menengah dan konseling yaitu komponen program dan bidang layanan dituangkan ke pendalaman materi untuk mempersiapkan dalam program tahunan dan semesteran tes UTBK untuk kelas XII (Bidang Kurikulu. proporsi dan alokasi waktu layanan, baik Kalau Komponen UTBK di dalam maupun di luar kelas. Program mengembangkan potensi diri itu kita kerja layanan bimbingan dan konseling lakukan dengan kita lihat terlebih dulu tes kebutuhan didik/konseli Namun struktur program dengan menggunakan sistematika minimal meliputi: rasional, visi Stakeholder, bidang kurikulum dan bidang dan misi, deskripsi kebutuhan, komponen peserta didik dibantahkan dengan delapan operasional, pengembangan tema/topik, peserta didik gen Z terkait pemahaman layanan bimbingan dan konseling yang RPLBK. Bimbingan pelaporan-tindak lanjut, dan anggaran konseling yaitu menyatakan bahwa guru Dapat disimpulkan bahwa dalam Konseling, bimbingan dan konseling masi kurang menyusun program kerja bimbingan dan konseling RPL/ Program yang diberikan oleh guru bimbingan dan konseling tidak sesuai dengan kebutuhan peserta didik konseling, tidak tahu fungsi dan tujuan karena hanya mengganti tahunya saja, bimbingan dan konseling, tidak tahu yang artinya tidak ada kajian atau evaluasi pemahaman bimbingan dan konseling, untuk merancang RPL/Program layanan minimnya materi layanan yang diberikan bimbingan dan konseling agar sesuai oleh guru bimbingan dan konseling, dengan kebutuhan peserta didik yang minimnya layanan yang diberikan oleh sudah masuk pada peserta didik gen Z. bimbingan dan konseling, tidak adanya asas-asas bimbingan dan konseling, tidak terpenuhi kebutuhan yang dibutuhkan oleh peserta didik gen Z terhadap layanan bimbingan dan konseling dan banyaknya bimbingan dan konseling. Sisanya dua peserta didik gen Z Gambar 5. Hasil data layanan Bimbingan dan Konseling hanya sekedar paham terkait layanan bimbingan dan konseling yaitu untuk masalah dan membuat pemahaman peserta didik masalah pribadi, sosial, belajar maupun terhadap layanan bimbingan dan konseling Hal ini karena peserta didik anak masalah bagi peserta didik. Selanjutnya bimbingan dan konseling dan pihak yang pada penelitian yang diteliti oleh 9. membantu karena mmiliki permasalahan Febrina Susfindah Ayu Pitaloka . pada bidang belajarnya, temuan ini begitu dengan judul Analisis Persepsi Siswa Kelas XI SMAN 1 Bululawang terhadap mengevaluasi program layanan bimbingan Layanan Bimbingan dan Konseling di dan konseling lebih baik sesuai dengan Sekolah aspek-aspek keilmuan bimbingan dan beberapa peserta didik masih kurang yakin Agar aspirasi dari pihak-pihak dengan menjadikan guru bimbingan dan yang menjadi bagian didalam layanan konseling sebagai tempat untuk bercerita dan konsultasi karena merasa belum cocok dengan guru bimbingan dan konseling di Penelitian dengan literatur yang Pemahaman relevan yaitu pada skripsi yang diteliti oleh terhadap layanan bimbingan dan konseling Ruri Afria Nursa . dengan judul di sekolah bervariasi. Beberapa peserta Analisis Persepsi Peserta didik terhadap bimbingan dan konseling di SMAN 1 konseling sebagai tempat yang membantu Tapan, siswa untuk berkembang dan aman untuk pemberian bimbingan dianggap selaku Namun, ada juga peserta ruang menyelesaikan masalah bagi peserta didik yang awalnya mengira bimbingan didik yang terlibat kasus, tawuran, nakal, dan konseling hanya untuk siswa yang bulliying serta sebagai tempat menasehati bermasalah atau merasa bahwa bimbingan peserta didik yang tidak mematuhi aturan- dan konseling tidak cukup nyaman atau aman baginya. Pemahaman peserta didik pandangan guru bimbingan konseling yang menakutkan, sehingga hal tersebut ditakuti pengetahuan tentang fungsi dan layanan dikarenakan layanan yang diberikan oleh yang disediakan oleh bimbingan dan guru bimbingan dan konseling hanya Beberapa menindak atau memberikan tindak lanjut kepada peserta didik yang bermasalah saja tempat yang baik untuk mendapatkan Hal bantuan beberapa peserta didik masih merasa ragu atau takut untuk mengakses layanan bimbingan dan konseling. awancara mendalam atau focus group Keterbatasan-keterbatasan temuan discussio. untuk mendapatkan data yang tertangkap oleh kuesioner saja. SIMPULAN Analisis Untuk penelitian selanjutnya bisa menggambarkan metode penelitian dengan meneliti lebih dalam terkait analisis wawancara dan observasi yang didukung dengan data dokumentasi terkait Analisis . isalnya gen Y atau Milinea. untuk pemahaman peserta didik gen Z pada guru melihat adanya pergeseran persepsi dan BK terhadap layanan bimbingan dan kebutuhan pada guru BK terhadap layanan bimbingan dan konseling di sekolah mendukung peserta didik di SMAN 42 Jakarta masih sangat minim terutama pemahaman layanan yang diberikan oleh dalam perkembangan peserta didik dan guru bimbingan dan konseling kepada segi pelayanan, tidak terlalu terlihat peran peserta didik, meskipun gen Z sebagai Bimbingan dan Konseling di sekolah generasi yang ahli di bidang teknologi SMAN 42 Jakarta. Pelaksanaan layanan namun pendekatan personal tetap penting. Bimbingan dan Konseling di sekolah tidak Guru BK dapat secara proaktif mendekati melakukan inovasi-inovasi terbaru (Update peserta didik yang menunjukkan indikasi pengetahua. , tidak ingin mencoba ilmu membutuhkan bantuan tanpa menunggu BK yang terbaru, lebih sering membahas peserta didik datang. Pemahaman yang (Perguruan Tinggi Negri dan teknologi AI) mendalam tentang gen Z akan membantu berulang-ulang guru BK merancang program yang lebih berdampak besar karena bisa diketahui Konseling perlu dimanfaatkan dengan Guru ini akan menjadi masukan bagi guru SMAN Jakarta penelitian yang ingin dituju. Karena hal Dalam Bimbingan baik, membantu peserta didik untuk terus berkembang karena materi layanan BK pelajaran pada umumnya. Jadi sebenarnya layanan BK penting bagi peserta didik menggunakan metode tradisonal, ceramah dan minim memanfaatkan teknologi yang relevan sesuai dengan kebutuhan layanan Belum menerapkan asas-asas Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini penting dilakukan untuk menjadi referensi pembaca khususnya peserta didik gen Z terhadap layanan bimbingan dan konseling yang sudah Hal ini dikarenakan belum banyak yang meneliti terkait Analisis pemahaman peserta didik gen Z pada guru BK terhadap layanan bimbingan dan Bukti digunakan oleh komunitas ilmiah yaitu terkait temuan yang sudah di bahas pada pembahasan sesuai dengan aspek-aspek bimbingan dan konseling. DAFTAR PUSTAKA