13 Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2024 . Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang Hasriani1. Sakaria2. Eka Sartika3. Ratnawati4. Yasdin5 Fakultas Bahasa dan Sastra. Universitas Negeri Makassar. Indonesia1,2 Fakultas Sastra dan Budaya,Universitas Negeri Gorontalo. Indonesia3 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas Muhammadiyah Makassar. Indonesia4 Fakultas Teknik. Universitas Negeri Makassar. Indonesia5 Email: hasriani86@unm. Abstrak. Urgensi dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah menyelesaikan masalah prioritas Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang . yang: . masih fokus menyewakan perahu sehingga pendapatan hanya bergantung pada penyewaan perahu. belum memberikan informasi wisata secara oral dan tertulis sehingga perjalanan susur sungai wisata membosankan. belum memberikan panduan larangan membuang sampah sembarang tempat di kawasan wisata sehingga sampah plastik dari botol minum berserakan dan tidak dimanfaatkan. tidak dapat menunjukkan papan informasi wisata karena belum tersedia. tidak dapat menunjukkan rute wisata karena belum tersedia. belum menyediakan buku saku wisata untuk membantu dan memandu wisatawan sehingga wisatawan kadang jenuh. belum mampu menunjukkan dan menceritakan makanan khas lokasi wisata karena pengetahuan yang masih terbatas. belum mampu membuat buku saku wisata untuk dibagikan kepada wisatawan. belum mampu membuat papan informasi wisata pada titik wisata. belum mampu membuat rute perjalanan wisata, . belum mengetahui memanfaatkan sampah plastik menjadi cinderamata. Tujuan PKM ini agar mitra memiliki: . pengetahuan komunikasi wisata yang . keterampilan mendesain papan informasi wisata yang komunikatif. keterampilan membuat papan informasi wisata yang komunikatif. keterampilan menyusun buku saku wisata yang menarik. keterampilan membuat buku saku wisata yang menarik. pengetahuan memanfaatkan limbah plastik menjadi cinderamata. keterampilan membuat cinderamata dari limbah plastik. Target PKM ini adalah membantu pemandu wisata meningkatkan pengetahuan menyusun buku saku wisata dan menjadi pemandu wisata yang informatif. PKM ini diharapkan dapat menambah literasi komunikasi wisata, mengembangkan usaha, memasarkan jasa wisata, mengembangkan wisata kuliner khas Rammang-Rammang, menambah pendapatan, mengembangkan wisata Karst Rammang-Rammang, mengurangi limbah plastik Rammang dan meningkatkan pendapatan daerah. Kata Kunci: literasi. PENDAHULUAN Kabupaten Maros merupakan daerah yang terkenal sebagai destinasi wisata di Provinsi Sulawesi Selatan. Salah satu destinasi wisata yang terkenal di Kabupaten Maros adalah Kawasan Wisata Rammang-Rammang. RammangRammang merupakan kawasan bentang alam berupa gugusan pegunungan karst. Kawasan ini terletak di Desa Salenrang. Kecamatan Bontoa. Kabupaten Maros. Kawasan karst ini terintegrasi dengan gugusan karst Kabupaten Pangkep. Gugusan karst ini mendapat perlindungan khusus untuk menjaga kelestarian alam. Kawasan karst Desa Salenrang berjarak 42,30 KM sebelah utara Kota Makassar, ibukota Provinsi Sulawesi Selatan. Awalnya, destinasi wisata ini merupakan lokasi tambang marmer dan semen oleh sebuah perusahaan. Namun, kelompok masyarakat lokal, para pecinta alam, pemerhati lingkungan, dan beberapa pihak lainnya turun tangan dan menolak kawasan ini dijadikan lokasi tambang. Pihak-pihak tersebut bahu-membahu menyuarakan penolakan adanya tambang hingga pada akhirnya selama dua tahun izin tambang dicabut dan Dinas Pertambangan Kabupaten Maros dibubarkan. Pada tahun 2007, kawasan karst Rammang-Rammang dirintis dan dijadikan salah satu objek wisata yang saat ini menjadi salah satu objek wisata andalan di Kabupaten Maros. Destinasi wisata RammangRammang telah meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dan menambah Pendapatan Asli Daerah. Dahulu, kawasan RammangRammang ini hanya dapat dicapai lewat Pasar Kali Bone yang terletak di jalan poros MarosPangkep dengan menggunakan perahu. Aktivitas menggunakan perahu di kawasan karst Rammang-Rammang selanjutnya dijadikan mata pencaharian oleh warga setempat seiring semakin meningkatnya jumlah pengunjung kawasan destinasi ini. Tahun 2018, pengunjung Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata. Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2024 . Rammang-Rammang mencapai 74. 708 orang, pada 2019 turun jadi 50. 000 orang. Jumlah itu, dalam hitungan pengelola kawasan putaran uang yang masuk mencapai Rp7,4 miliar, dengan asumsi setiap pengunjung mengeluarkan antara Rp100. 000-Rp150. 000, mulai jasa parkiran, sewa perahu, hingga makanan. Usaha selanjutnya berkembang menjadi penyewaan perahu, pemandu wisata, jual makanan dan minuman, hingga pengelolaan penginapan. Pendapatan dari pengelolaan wisata, dipakai untuk keuntungan bersama dan kas desa. Di kawasan ini, ada kampung Berua yang dihuni 15 kepala keluarga dengan 15 rumah panggung yang rerata penghuninya berprofesi petani padi dan jadi pemandu wisata. Gambar 1. Aktivitas Wisata Karst Rammang-Rammang Kelompok pemandu wisata ini fokus pada penyewaan perahu menuju ke wisata karst dan Goa Berlian yang berada dalam kawasan wisata. Kelompok Pemandu Wisata ini bernama Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang. Jumlah anggota dari kelompok pemandu wisata ini sebanyak 24 orang dengan jumlah perahu sewaan sebanyak 30 perahu. Dalam menyewakan perahu, pemandu wisata hanya mengantar wisatawan dari dermaga dan menunggu wisatawan di dermaga terakhir hingga wisatawan pulang. Pemandu wisata tidak mengikuti wisatawan mengunjungi destinasi yang ada seperti Goa Berlian. Puncak Pandang, dan Wisata Kuliner. Hal ini dikarenakan pemandu wisata masih menggunakan cara tradisional dan belum mengetahui literasi wisata. Pemandu wisata belum melakukan aktivitas selayaknya pemandu wisata. Pemandu wisata hanya terkesan menyewakan perahu. Harga sewa perahu sekali jalan adalah Rp 300. 000 dengan maksimal 15 Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang belum memberikan informasi terkait titik lokasi wisata, kuliner khas, jasa penyewan peralatan seperti seperti topi, payung, mantel hujan karena lokasi wisata yang berada di alam Gambar 2. Wisatawan Menggunakan Jasa Sewa Perahu Rendahnya literasi wisata yang dimiliki Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang bisa dilihat dengan tidak adanya penjelasan yang informatif dari pemandu wisata. Penjelasan informatif terkait dengan profil tujuan wisata dan jenis kuliner yang dapat dinikmati di Kawasan Karst Rammang-Rammang. Selama perjalanan menyusuri sungai menuju beberapa titik lokasi Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata. Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2024 . wisata, yang ditempu selama 20 menit, pemandu wisata tidak menjelaskan apapun seperti larangan membuang sampah sembarang tempat. Akhirnya banyak sampah plastik yang bereserakan di lokasi wisata dan dibiarkan begitu saja karena tidak adannya panduan dari pemandu wisata. Selain itu, di sepanjang susur sungai menggunakan perahu, tidak tersedia papan informasi terkait beberapa titik persinggahan perahu. Hal ini menjadikan wisatawan sering jenuh, cepat bosan, dan ingin pulang cepat. Dampaknya, wisatawan tidak menikmati utuh kawasan karst dan mencicipi kuliner yang ada. Akibatnya pendapatan kelompok pemandu wisata terbatas karena hanya bergantung dari sewa perahu padahal wisata kuliner juga dapat dijadikan pendapatan tambahan bagi warga. Padahal pemandu wisata dapat menjelaskan secara oral dan tertulis melalui buku saku wisata Rammang-Rammang. Buku saku ini dapat dibagikan saat datang dan diambil kembali setelah wisatawan pulang dari lokasi. Hanya saja pemandu wisata belum mengetahui hal ini dan hanya fokus menyewakan perahu saja. Dari permasalahan ini, pengabdi akan melakukan pemberdayaan yang fokus pada literasi wisata yang menyangkut literasi wisata dan literasi kuliner bagi kelompok pemandu Secara rinci, permasalahan yang dihadapi pemandu wisata adalah. belum adanya pengetahuan dan keterampilan literasi wisata oral pada Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang baik secara oral maupun secara tertulis melakui buku saku profil wisata. belum adanya pengetahun memasarkan wisata kuliner khas Rammang-Rammang pada Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang. pemandu wisata belum memahami menjelaskan wisata secara oral dan tertulis. pemandu wisata belum mengetahui menyusun buku saku wisata. pemandu wisata belum mengetahui membuat papan informasi Literasi komunikasi wisata berkaitan dengan berkaitan dengan literasi informasi (Arief dan Pardianto, 2022. Wulandari dan Pusparingga. Siregar, dkk, 2023. Agustino, 2. Literasi informasi terkait pula dengan keterampilan setiap individu untuk dapat mendayagunakan serta mengevaluasi infomasi dengan baik secara efektif serta mengatasi berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari (Abdurahman. Riswansndi. Jauhari, 2021. Rahmawati, 2019. Amalia dkk, 2022. Farida dan AAoyunin. Komunikasi merupakan proses sosial dimana individuindividu menggunakan simbol-simbol untuk menciptakan dan mengintegrasikan makna dalam lingkungan mereka sebagai perspektif kunci (West dan Turner, n. Secara konsep literasi dapat dibedakan ke dalam beberapa kategori, yakni: literasi dasar . asic literac. , literasi perpustakaan . ibrary literac. , . edia literac. , literasi teknologi . echnology literac. , literasivisual . isual literac. (Kern, 2. Berdasarkan batasan tersebut maka literasi komunikasi wisata mendayagunakan serta mengevaluasi infomasi wisata kepada orang lain atau wisatawan. Solusi Permasalahan Kondisi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang yang belum mengetahui literasi komunikasi wisata membuat pendapatan terbatas karena hanya fokus pada penyewaan Solusi yang diberikan berupa PKM literasi komunikasi wisata kepada Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang. Solusi permasalahan Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang . yang berupaya diberikan adalah sebagai berikut: Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang mengetahui literasi komunikasi wisata yang efektif. Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang dapat memberikan informasi wisata secara oral melalui bertutur. Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang dapat memberikan informasi wisata secara secara tertulis melalui buku saku wisata. Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang mendesain papan informasi wisata yang komunikatif. Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang dapat membuat papan informasi wisata yang komunikatif. Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang mampu menyusun buku saku wisata yang menarik. Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang dapat membuat buku saku wisata yang menarik. Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang dapat memanfaatkan limbah plastik menjadi cinderamata. Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata. Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2024 . Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang dapat membuat cinderamata dari limbah plastik. II. METODE PELAKSANAAN Metode pendekatan yang ditawarkan untuk mendukung realisasi program PKM literasi komunikasi wisata yang efektif dan efisien sebagai berikut: Praktik literasi komunikasi wisata yang efektif bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang . menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan Praktik bertutur yang efektif bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang . menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi. Praktik mendesain papan informasi wisata yang komunikatif efektif bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang . menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi. Praktik membuat papan informasi wisata yang komunikatif bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang . menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi. Praktik mendesain rute wisata yang komunikatif efektif bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang . menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi. Praktik membuat rute wisata yang komunikatif efektif bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang . menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi. Praktik menyusun buku saku wisata yang menarik bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang . menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan Praktik membuat buku saku wisata yang menarik bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang . menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan Praktik mampu memanfaatkan sampah plastik menjadi cinderamata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang . menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi. Praktik membuat sampah plastik menjadi cinderamata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang . menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi. Partisipasi Mitra Partisipasi kelompok pemandu wisata . dalam PKM ini yaitu pada proses literasi komunikasi wisata dalam pembuatan papan informasi wisata, pembuatan rute wisata, pembuatan buku saku wisata, dan pengolahan limbah plastik menjadi cinderamata. Secara rinci keterlibatan mitra adalah sebagai berikut: Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang . menyediakan tempat pembuatan papan informasi dan buku saku Kelompok . membantu mengurus izin pelaksanaan pelatihan pembuatan pembuatan papan informasi dan buku saku wisata. Kelompok pemandu wisata . ikut membantu menyediakan alat dan bahan pembuatan pembuatan papan informasi dan buku saku wisata. Kelompok pemandu wisata secara aktif dalam pembuatan papan informasi dan buku saku wisata. Evaluasi dan Keberlanjutan Program Evaluasi PKM ini dilakukan setelah selesai Evaluasi meliputi: Evaluasi praktik literasi komunikasi wisata yang efektif bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang . menggunakan metode demonstrasi. Evaluasi praktik bertutur yang efektif bagi Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang . menggunakan metode Evaluasi praktik mendesain papan informasi wisata yang komunikatif efektif bagi Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang . Evaluasi praktik membuat papan informasi wisata yang komunikatif bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang . menggunakan metode demonstrasi. Evaluasi praktik mendesain rute wisata yang komunikatif efektif bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang . menggunakan metode demonstrasi. Evaluasi praktik membuat rute wisata yang komunikatif efektif bagi Kelompok Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata. Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2024 . Pemandu Wisata Rammang-Rammang . menggunakan metode demonstrasi. Evaluasi praktik menyusun buku saku wisata yang menarik bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang . menggunakan metode demonstrasi. Evaluasi praktik membuat buku saku wisata yang menarik bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang . menggunakan metode demonstrasi. Evaluasi praktik memanfaatkan sampah plastik menjadi cinderamata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang . menggunakan metode demonstrasi. Evaluasi praktik mengolah sampah plastik menjadi cinderamata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang . menggunakan metode demonstrasi. Penerapan PKM ini dianggap berhasil apabila: Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang . mengetahui literasi komunikasi wisata. Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang . menggunakan literasi komunikasi wisata dalam bertutur. Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang . mampu mendesain papan informasi wisata yang komunikatif. Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang . mampu membuat papan informasi wisata yang komunikatif. Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang . mampu mendesain rute wisata yang efektif. Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang . terampil membuat rute wisata yang efektif. Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang . mampu mendesain buku saku wisata yang menarik. Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang . mampu membuat buku saku wisata yang menarik. Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang . mampu memanfaatkan limbah plastik menjadi cindera mata. Kelompok Pemandu Wisata RammangRammang . terampil membuat cinderamata dari limbah plastik. HASIL DAN PEMBAHASAN Langkah-langkah kerja materi pelatihan yang ditransferkan kepada kelompok pemandu wisata tentang literasi wisata yang efektif dan efisien terbagi dua bagian sebagai berikut: Membuat papan informasi dan rute wisata Langkah yang dilakukan dalam pembuatan papan informasi wisata dan rute wisata sebagai berikut: Menentukan titik berangkat perjalanan . Menentukan destinasi perjalanan . Membuat daftar titik lokasi . Mendesain informasi rute wisata . Menggambar informasi rute wisata . Membuat informasi rute wisata . Menentukan titik pemasangan informasi rute wisata . Memasang informasi rute wisata Membuat buku saku wisata Langkah pemberdayaan yang dilakukan dalam membuat buku saku wisata adalah sebagai Mengumpulkan informasi Memilah informasi Menyusun informasi wisata RammangRammang Menyusun informasi kuliner khas Rammang-Rammang Menyusun informasi dalam Bahasa Makassar Menyusun informasi dalam Bahasa Bugis Menyusun informasi dalam Bahasa Indonesia Menyusun informasi dalam Bahasa Inggris Mendesain buku saku wisata Menulis buku saku wisata Mencetak buku saku wisata Setelah memberikan pendampingan kepada pemandu wisata berupa pembuatan papan informasi, rute wisata, dan buku saku wisata, pemandu wisata telah mampu memahami pentingnya literasi wisata menggunakan tanda. Hasil pendampingan juga telah mampu digunakan untuk berkomunikasi secara oral kepada para IV. KESIMPULAN Pendampingan literasi wisata bagi kelompok pemandu wisata Rammang-Rammang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengetahuan para pemandu wisata sehingga mereka dapat memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi wisatawan. Pemandu wisata menjadi lebih memahami sejarah, budaya, dan informasi penting lainnya tentang destinasi wisata yang mereka pandu. Pemandu wisata RammangRammang mendapatkan wawasan tentang isu-isu lingkungan dan bagaimana menjaga kelestarian tempat wisata. Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata. Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2024 . Pemandu wisata dilatih untuk berkomunikasi lebih efektif dengan wisatawan, termasuk menggunakan berbagai bahasa asing dan teknik presentasi yang menarik. Pemandu wisata Rammang-Rammang belajar menyampaikan informasi dengan cara yang menarik dan interaktif, sehingga wisatawan merasa lebih Dengan pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik, pemandu wisata RammangRammang dapat menciptakan pengalaman yang lebih informatif, menyenangkan, dan berkesan bagi wisatawan. Hal ini tidak hanya meningkatkan kepuasan wisatawan tetapi juga dapat mendorong peningkatan jumlah kunjungan dan pendapatan dari sektor pariwisata. Secara keseluruhan, pendampingan literasi wisata bagi kelompok pemandu wisata Rammang-Rammang berperan penting dalam memperkuat kapasitas mereka untuk memberikan layanan yang lebih baik dan pertumbuhan industri pariwisata. DAFTAR PUSTAKA