Pelatihan dalam Penggunaan Aplikasi Website untuk Mempelajari Satwa Kunci Sulawesi bagi Siswa Sekolah Dasar di Kelurahan Batuputih Bawah. Kecamatan Ranowulu. Kota Bitung Saroyo1*. Parluhutan Siahaan1. Edwin Tenda2 Program Studi Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sam ratulangi. Jl. Kampus Unsrat Manado 96115 Program Studi Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sam ratulangi. Jl. Kampus Unsrat Manado 96115 *Email : saroyo@unsrat. ABSTRACT The background of the problem is that Sulawesi Island has a very unique biodiversity and animal endemicity which is a mixture of flora and fauna typical of Asia and Australia. Several areas that contain Sulawesi's endemic biodiversity have been designated as conservation areas, including the DuasudaraTangkoko Nature Reserve. Batuputih Nature Tourism Park. Batuangus Nature Tourism Park. Mount Wiau Protected Forest, and Mount Klabat Protected Forest. Unfortunately, many of the biological riches in North Sulawesi are facing extinction due to hunting for consumption and habitat destruction. Therefore, the main problem is the low level of awareness of the younger generation about the importance of biodiversity, especially Sulawesi's key animals in Bitung City, one of the causes of which is the lack of digital knowledge and understanding in the current era in supporting key animal conservation efforts. The solution agreed upon with the two partners (Batuputih KSDA Resort and Tarantula Nature Lovers Grou. to overcome the above problems is the use of technology in the context of socializing the conservation of Sulawesi's key animals in Bitung City with workshops and practices for the younger generation, namely elementary school students. The purpose of this activity is to provide adequate knowledge and skills for elementary school students in Batuputih Village. Ranowulu District. Bitung City about the conservation of endemic Sulawesi animals in Bitung City, especially changes in knowledge and skills in identifying key animals in biodiversity conservation efforts, as well as in preventing/stopping the practice of hunting and consuming wild animals. The target of the activity is a change in knowledge and skills or views in the aspect of Sulawesi endemic animal conservation, especially to stop the practice of hunting and consuming wild animals. The methods applied in this activity are . Training and assistance in using website applications to study Sulawesi key animals and . Practice and assistance in using website applications to study Sulawesi key animals. Evaluation of the success of the activity is carried out with pre-tests and post-tests to analyze the increase in knowledge and skills in using website applications to study Sulawesi key animals, as well as attitudes towards aspects of Sulawesi endemic animal conservation. The evaluation components include cognitive aspects . nowledge/mastery of materia. using pre-tests and post-tests, as well as psychomotor . using assessment rubrics. The results of the implementation of the activity are: an increase in participants' knowledge about endemic animals and an increase in skills in utilizing Google Lens to access information about these animals. The results of the activity have provided the following results: There was an increase in knowledge about Sulawesi's key animals among participants, namely from an average score of 62 to 78. and there was an increase in knowledge about using Google Lens to obtain information about Sulawesi's key animals, from 0 to 65. Thus, this community partnership program has increased knowledge and skills for participants. Keyword: Training, use of website applications key animals of Sulawesi, elementary school students. Bitung City ABSTRAK Latar belakang masalah ialah Pulau Sulawesi memiliki kekayaan hayati dan endemisitas satwa yang sangat unik yang merupakan percampuran antara flora dan fauna khas Asia dan Australia. Beberapa kawasan ISSN 2746-4644 Vol. 5 No. Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Halaman 25 yang menyimpan kekayaan hayati endemik Sulawesi terlah berstatus sebagai kawasan konservasi, antara lain Cagar Alam DuasudaraTangkoko. Taman Wisata Alam Batuputih. Taman Wisata Alam Batuangus. Hutan Lindung Gunung Wiau, dan Hutan Lindung Gunung Klabat. Hanya sayangnya, banyak kekayaan hayati di Sulawesi Utara yang sedang menghadapi kepunahan akibat faktor perburuan untuk konsumsi dan perusakan habitat. Oleh karena itu permasalahan utama ialah rendahnya tingkat kesadaran generasi muda akan pentingnya keanekaragaman hayati, terutama satwa kunci Sulawesi di Kota Bitung, yang salah satu penyebabnya ialah kurangnya pengetahuan dan pemahaman digital di era saat ini dalam dalam mendukung upaya konservasi satwa kunci. Solusi yang disepakati dengan kedua mitra (Resort KSDA Batuputih dan Kelompok Pencinta Alam Tarantul. untuk mengatasi permasalahan di atas ialah pemanfaatan teknologi dalam rangka sosialisasi konservasi satwa kunci Sulawesi di Kota Bitung dengan kegiatan workshop dan praktik bagi generasi muda, yaitu siswa sekolah dasar. Tujuan kegiatan ini ialah memberikan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk murid-murid sekolah dasar di Kelurahan Batuputih. Kecamatan Ranowulu. Kota Bitung tentang konservasi satwa endemik Sulawesi di Kota Bitung terutama perubahan pengetahuan dan keterampilan dalam identifikasi satwa kunci dalam upaya konservasi biodiversitas, juga dalam mencegah/menghentikan praktik perburuan dan konsumsi satwa Target kegiatan ialah terjadinya perubahan pengetahuan dan keterampilan atau pandangan dalam aspek konservasi satwa endemik Sulawesi terutama untuk menghentikan praktik perburuan dan konsumsi satwa liar. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini ialah . Pelatihan dan pendampingan dalam penggunaan aplikasi website untuk mempelajari satwa kunci Sulawesi . Praktik dan pendampingan dalam penggunaan aplikasi website untuk mempelajari satwa kunci Sulawesi. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan pretes dan postes untuk menganalisis peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan aplikasi website untuk mempelajari satwa kunci Sulawesi, serta sikap terhadap aspek konservasi satwa endemik Sulawesi. Komponen evaluasi mencakup aspek kognitif . engetahuan/penguasaan mater. dengan menggunakan pre-tes dan pos-tes, serta psikomotorik . dengan menggunakan rubrik penilaian. Hasil pelaksanaan kegiatan ialah: terjadinya peningkatan pengetahuan peserta tentang satwa endemik serta peningkatan keterampilan dalam memanfaatkan Google Lens untuk mengakses informasi tentang satwa tersebut. Hasil kegiatan telah memberikan hasil sebagai berikut: Terjadi peningkatan pengetahuan tentang satwa kunci Sulawesi pada peserta, yaitu dari rata-rata skor 62 menjadi 78. dan terjadi peningkatan pengetahuan tentang penggunaan Google Lens untuk mendapatkan informasi tentang satwa kunci Sulawesi, dari 0 menjadi 65. Dengan demikian program kemitraan masyarakat ini telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi peserta. Kata Kunci : Pelatihan, penggunaan aplikasi website, satwa kunci Sulawesi, siswa sekolah dasar. Kota Bitung ISSN 2746-4644 Vol. 5 No. Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Halaman 26 PENDAHULUAN Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam upaya konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya di kawasan konservasi, mitra menghadapi permasalahan yang utama, yaitu penurunan populasi satwa di kawasan konservasi di Kota Bitung, terutama Cagar Alam (CA) Duasaudara/Tangkoko dan Taman Wisata Alam (TWA) Batuputih, terutama satwa-satwa kunci yang hidup/pernah hidup di Kota Bitung, yaitu monyet yaki (Macaca nigr. , krabuku tangkasi (Tarsius spectru. , anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis. punag secara loka. , babirusa (Babyrousa punah loka. , babi hutan sulawesi (Sus celebensi. , kuskus beruang sulawesi (Ailurops (Strigocuscus celebensi. , musang sulawesi (Macrogalidia senkawor (Macrocephalon male. , kakatuakecil jambul-kuning (Cacatua sulphure. , (Rhyticeros (Rhabdotorrhinus exarhatu. , dan elang sulawesi (Nisaetus lanceolatu. (Sumarto & Tallei, 2010. Saroyo. Saroyo, 2. Permasalahan yang dihadapi dalam upaya konservasi, terutama satwa kunci Sulawesi di Kota Bitung yang menjadi isu utama di Sulawesi Utara khususnya ialah penurunan populasi satwa liar, baik yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi (Kinnaid, 1. Populasi seluruh satwa liar di Sulawesi Utara memiliki kecenderungan menurun karena tiga faktor utama, yaitu perburuan untuk dikonsumsi, perusakan habitat, serta pemeliharaan satwa liar (Gambar . (Lee et al. , 2. Beberapa hasil penelitian yang mendukung terjadinya penurunan pada beberapa satwa liar ini antara lain sebagai berikut ini: Data penurunan populasi monyet yaki dari 300 ekor/km2 . menjadi 44,9 ekor/km2 . (Saroyo, 2018. Data penurunan populasi burung dan mamalia di CA. Tangkoko dan CA. Dua Saudara dari tahun 1979-1994 (Arsyad, 2. Konsumsi Mamalia. Burung, dan Reptil Liar Pada Masyarakat Sulawesi Utara dan Aspek Konservasinya (Sumarto, 2. Permasalahan penurunan populasi satwa kunci Sulawesi di Kota Bitung, terutama pada dua CA. Dua Saudara/Tangkoko dan TWA Batuputih dapat menimbulkan beberapa persoalan sebagai berikut ini: ISSN 2746-4644 Vol. 5 No. Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Penurunan daya dukung kawasan sebagai paru-paru dunia dan sumber ilmu Penurunan fungsi kawasan hutan secara keseluruhan sehingga berakibat sulitnya mendapatkan air bersih di Kelurahan batuputih Bawah dan Atas. Terjadinya kerawanan banjir dan tanah Penurunan potensi kunjungan wisatawan yang bermaksud untuk wisata alam pendapatan masyarakat dari sektor wisata Kemungkinan zoonosis yang menular dari satwa liar ke Gambar 1. Hasil Studi Lapangan Faktor Penyebab Penurunan Populasi Satwa Kunci Sulawesi di kota Bitung: Perburuan. Perusakan Habitat, dan Pemeliharaan Satwa Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, bahwa mitra merupakan instansi pemerintah dan organisasi kepemudaan yang bergerak dalam bidang konservasi, terutama satwa kunci Sulawesi. Oleh karena itu pentingnya kegiatankegiatan yang dapat menurunkan ketia faktor penyebab permasalahan di atas, yaitu perburuan untuk konsumsi, perusakan habitat, dan pemeliharaan sebagai satwa hias. Hasil diskusi dengan kedua mitra, telah dilakukan inventarisasi aktivitas yang dapat dilakukan dalam upaya konservasi satwa kunci Sulawesi di Kelurahan Batuputih Bawah, yaitu: Patroli pelanggaran hukum di kawasan dan menghilangkan jerat yang dipasang di dalam kawasan. Penegakan hukum untuk menangkap dan menyerahkan pelaku ke aparat penegak Kegiatan edukasi kepada masyarakat di sekitar kawasan konservasi. Hasil musyawarah dan kesepakatan dengan kedua mitra tentang prioritas kegiatan ialah edukasi untuk masyarakat dalam hal ini ialah generasi muda, yaitu siswa Sekolah Dasar yang masih mudah untuk membentuk Halaman 27 karakter/sikap pemahaman kekayaan hayati dan manfaatnya bagi masyarakat Kelurahan Batuputih Bawah teknologi digital yang menjadi sarana penting bagi Generasi Alfa. Oleh karena itu kegiatan yang akan dilaksanakan ialah: Pelatihan dan Pendampingan dalam Penggunaan Aplikasi Website untuk Mempelajari Satwa Kunci Sulawesi bagi Siswa Sekolah Dasar di Kelurahan Batuputih Bawah. Kecamatan Ranowulu. Kota Bitung. Hal ini didasarkan pada beberapa Salah satu target kelompok masyarakat yang memiliki potensi yang besar dalam keikutsertaan untuk menjaga keutuhan kawasan ialah generasi muda, terutama anakanak usia sekolah dasar, terutama yang tinggal di sekitar kawasan konservasi. Mereka akan tumbuh menjadi pemuda yang akan bergabung dalam kelompok pemandu wisata alam dan kelompok pencinta alam. Dengan terdapatnya kawasan konservasi tersebut, masyarakat memiliki akses untuk bekerja sebagai pemandu wisata alam serta menjadi tenaga dalam penegakan hukum dan pengawasan atau penanganan permasalahan kawasan seperti Oleh karena itu masyarakat target dalam PKM ini ialah para siswa sekolah dasar di Kelurahan Batuputih. Kecamatan Ranowulu. Kota Bitung. Untuk mengatasi hal tersebut, penting peran kelompok masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian tersebut. antara komunitas tersebut ialah pemegang otoritas kawasan (Resort KSDA) dan Kelompok Pencinta Alam (KPA). Banyak hasil-hasil kajian dan kegiatan yang menunjukkan pentingnya kegiatan konservasi berbasis komunitas. Beberapa pustaka tersebut antara lain (Arswendi, 2013. Atmoko, 2011. Mangunjaya, dan Mediawati et al. , 2. Untuk melaksanakan program tersebut, kedua mitra memiliki permasalahan internal, yaitu kurangnya tenaga ahli yang menguasai teori, praktik lapangan, dan teknologi digital berkaitan dengan identifikasi dan pengamatan satwa kunci Sulawesi. Oleh karena itu diperlukan kerjasama antara tim pengabdian kepada masyarakat UNSRAT dan kedua mitra di ISSN 2746-4644 Vol. 5 No. Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat METODE PENENILITIAN Tempat dan Waktu Kegiatan Kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam mempelajari satwa kunci sulawesi bagi siswa sekolah dasar di Kelurahan Batuputih Bawah. Kecamatan Ranowulu. Kota Bitung dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut dilaksanakan pada dua tempat/lokasi, yaitu: Workshop tentang konservasi satwa kunci Sulawesi di Kota Bitung dilaksanakan di Kampung Batuputih Bawah. Praktik dan pendampingan penggunaan website dilaksanakan di TWA Batuputih Bawah. Metode Pelaksanaan Metode dipilih berdasarkan beberapa studi pustaka, yaitu: Dalam Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Monyet Yaki (Macaca nigr. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan . , upaya sosialisasi konservasi penting untuk dilakukan. Hasil Workshop Soft Skill bagi Pecinta Alam Provinsi Sulawesi Utara . , metode yang dipilihi sesuai dan memiliki efektivitas yang . Identifikasi Kesadaran Masyarakat Terhadap Konservasi dan Rehabilitasi Burung. Sosio Didaktika . , peningkatan kesadaran merupakan upaya penting dalam Tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan . Pretes: Pretes dilaksanakan untuk mengukur sikap dan pengetahuan siswa tentang isu konservasi satwa kunci Sulawesi yang ada di Kota Bitung. Pretes dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi kahoot. Pertanyaan pokok dalam pretes ialah: Apakah kalian setuju untuk berburu? Apakah kalian setuju untuk merusak Apakah kalian setuju untuk memakan yaki, kuse, dan sebagainya? Apakah memberitahu keluarga agar tidak memakan satwa tadi? Apakah kalian setuju berpartisipasi dalam menjaga hutan? Apakah nama hewan ini? (Yak. Apakah nama hewan ini? (Tangkas. Halaman 28 Apakah nama cagar alam di dekat Batuputih? Apakah nama taman wisata alam di dekat Batuputih? Apakah boleh belajar di dalam CA dan TWA? Peran Mitra: menjadi penyusun soal dan mendampingi peserta dalam menggunakan Workshop: Workshop bertujuan untuk memberikan latar belakang pengetahuan dan sikap terhadap konservasi satwa kunci Sulawesi di Kota Bitung. Materi workshop meliputi: Kawasan Konservasi di Kota Bitung Contoh-Contoh Satwa Kunci Sulawesi di CA. Duasudara/Tangkoko dan TWA. Batuputih Ancaman terhadap Kelangsungan Hidup Satwa Kunci Upaya Konservasi Peran Mitra: penjelasan materi maupun menjawab pertanyaan peserta. Praktik: Dalam kegiatan ini, peserta didampingi Mitra mengunjungi TWA Batuputih untuk mengambil gambar contoh-contoh satwa kunci Sulawesi yang hidup di TWA Batuputih, serta mengenal habitat, morfologi, dan perilaku satwa. Peran Mitra: mendampingi peserta dalam mengunjungi dan mengambil gambar satwa, serta memberikan penjelasan tentang habitat, morfologi, dan perilaku Penggunaan Website: Setelah mengambil gambar hewan, pada siswa menggunakan website melalui google Lens untuk mengakses sumber-sumber informasi di google dan menentukan informasi yang penting atau tidak penting. Peran Mitra: mendampingi peserrta untuk menggunakan Google Lens. Postes: Postes dilakukan di tempat workshop dengan memberikan kuis seperti yang dilaksanakan pada pretes dengan soal yang Peran Mitra: mendampingi peserta dalam menggunakan aplikasi. Evaluasi Program: Evaluasi program dilaksanakan setelah kegiatan berakhir bersama-sama dengan ISSN 2746-4644 Vol. 5 No. Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat kedua mitra. Evaluasi yang dilaksanakan Efektivitas kegiatan Permasalahan yang ditemui pada saat pelaksanaan kegiatan Solusi jangka pendek dan jangka tersebut termasuk kelanjutan program PKM. Keberlangsungan kegiatan setelah program berlangsung ialah kedua Mitra dapat secara mandiri dapat mendampingi sekolah-sekolah jika akan melaksanakan kegiatan serupa di lapangan maupun workshop di sekolah. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah memberikan hasil sebagai berikut: Terjadi peningkatan pengetahuan tentang satwa kunci Sulawesi pada peserta, yaitu dari rata-rata skor 62 menjadi 78. Terjadi peningkatan pengetahuan tentang penggunaan Google Lens untuk mendapatkan informasi tentang satwa kunci Sulawesi, dari 0 menjadi 65. Dengan demikian program kemitraan masyarakat ini telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi peserta. Sulawesi, sebagai salah satu pulau Indonesia, keanekaragaman hayatinya yang unik. Satwa kunci Sulawesi, seperti anoa, babirusa, dan kuskus, merupakan bagian integral dari ekosistem pulau ini dan memiliki peranan penting dalam Untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa sekolah dasar tentang satwa-satwa ini, pelatihan mengenai penggunaan teknologi, khususnya Google Lens, menjadi sangat penting. Pelatihan ini bertujuan untuk membantu siswa memahami dan mengidentifikasi satwa kunci Sulawesi secara lebih baik. Pembelajaran berbasis konservasi alam memiliki manfaat yang sangat penting mengingat usia dini merupakan usia yang paling baik dalam menanamkan nilai-nilai konservasi. Hal ini didukung oleh hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Iman & Huda . Pengabdian tersebut dilaksanakan pada anak usia dini di Lembaga Paud Al-Khair Udayana Mataram. Halaman 29 Peningkatan Pengetahuan tentang Satwa Kunci Sulawesi Setelah peningkatan signifikan dalam pengetahuan siswa mengenai satwa kunci Sulawesi. Siswa diberikan materi yang mencakup informasi dasar mengenai berbagai spesies, habitat, perilaku, dan Melalui interaktif, seperti diskusi kelompok dan presentasi, siswa menjadi lebih paham tentang bagaimana setiap spesies berkontribusi terhadap ekosistem Sulawesi. Pelatihan juga melibatkan kegiatan lapangan, di mana siswa dapat langsung mengamati satwa di habitatnya. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar secara teoritis tetapi juga memperoleh pengalaman praktis yang memperkuat pengetahuan mereka. Diskusi tentang ancaman terhadap satwa kunci, seperti perusakan habitat dan perburuan liar, juga menjadi fokus penting, mendorong siswa untuk berpikir kritis dan berperan aktif dalam upaya konservasi. Hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Saroyo et al. tentang Pengenalan Satwa Endemik Sulawesi yang Hidup di Kota Bitung Bagi Siswa Sekolah Dasar di Kelurahan Batuputih Bawah. Kecamatan Ranowulu. Kota Bitung. Provinsi Sulawesi Utara, pengetahuan siswa sekolah dasar setelah dilaksanakan program kegiatan. Dengan hasil tersebut disimpulkan bahwa untuk anak-anak usia dini termasuk siswa sekolah dasar, perubahan pengetahuan bisa dilaksanakan lebih muda melalui pembelajaran yang menyenangkan dengan menggunakan pengetahuan sehari-hari yang dikuasai oleh peserta. Peningkatan Keterampilan Menggunakan Google Lens Di era digital saat ini, teknologi dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam pendidikan. Salah satu alat yang diperkenalkan dalam pelatihan adalah Google Lens, aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasi objek melalui kamera smartphone. Dengan pelatihan ini, siswa diajarkan cara menggunakan Google Lens untuk mengidentifikasi satwa kunci Sulawesi secara Melalui praktik langsung, siswa belajar untuk mengambil gambar satwa yang mereka temui, kemudian menggunakan Google Lens untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, seperti nama ilmiah, habitat, dan karakteristik ISSN 2746-4644 Vol. 5 No. Juli - Desember 2024 Jurnal Lentera : Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Keterampilan menumbuhkan rasa ingin tahu dan minat terhadap alam. Setelah melaporkan bahwa mereka merasa lebih percaya diri dalam menggunakan teknologi untuk eksplorasi alam. Mereka dapat melakukan penelitian mandiri, mencari informasi tambahan, dan membagikannya kepada teman-teman serta Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga teknologi secara efektif untuk pendidikan Pelatihan meningkatkan pengetahuan siswa tentang satwa kunci Sulawesi dan keterampilan penggunaan Google Lens terbukti berhasil. Siswa tidak hanya keterampilan praktis yang dapat digunakan dalam eksplorasi dan penelitian lebih lanjut. Melalui pelatihan ini, siswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam upaya konservasi satwa dan lingkungan di Sulawesi. Dengan memanfaatkan teknologi dan pendidikan yang tepat, kita dapat menciptakan generasi muda yang lebih peduli terhadap alam dan lebih terampil dalam mengakses informasi. Melanjutkan program ini dan menambah kegiatan serupa di masa depan sangat penting untuk menjaga keberlanjutan pendidikan lingkungan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian satwa kunci Sulawesi. KESIMPULAN Program kemitraan masyarakat tentang pelatihan dalam penggunaan aplikasi website untuk mempelajari satwa kunci Sulawesi bagi siswa sekolah dasar di Kelurahan Batuputih Bawah. Kecamatan Ranowulu. Kota Bitung ini telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi peserta. DAFTAR PUSTAKA