e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 13 . Desember 2023 ANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN KARAKTER MORFOLOGI GALUR TETUA JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Stur. MS-UNSIKA GENERASI M7 DI KARAWANG THE ANALYSIS OF KINSHIP ON MORPHOLOGICAL CHARACTERS OF PARENTAL LINE OF SWEET CORN (Zea mays saccharata Stur. MSUNSIKA GENERATION M7 IN KARAWANG Noviana Ahyati1*. Muhammad SyafiAoi1. Elia Azizah1 Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Singaperbangsa Karawang. Jl. HS. Ronggo Waluyo. Telukjambe Timur. Karawang. Jawa Barat 41361. Indonesia ABSTRAK Jagung merupakan sumber karbohidrat pengganti beras. Salah satu jenis jagung yang diminati masyarakat adalah jagung manis. Hal ini dikarenakan jagung manis memiliki rasa yang lebih manis dan wangi yang Kurangnya penggunaan benih yang bermutu masih menjadi penyebab rendahnya produksi jagung. Keragaman genetik yang tinggi dibutuhkan dalam pembentukan varietas unggul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kekerabatan dan jarak genetik galur-galur tetua jagung manis (Zea mays saccharata Stur. MS-UNSIKA generasi M7 berdasarkan karakter morfologi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif eksperimental, terdiri dari 12 perlakuan dan diulang sebanyak 2 kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Kemudian dianalisis dengan analisis klaster menggunakan software NTSYS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan kekerabatan yang jauh dengan keragaman yang luas antara galur dan varietas pembanding. Nilai koefisien similarity yang dihasilkan adalah 0,412 dengan nilai jarak genetik berkisar 0,1765 - 0,8235. Dalam persilangan, dibutuhkan keragaman genetik yang luas karena dapat memperkecil peluang terjadinya persilangan dalam. Kata kunci: galur. varietas unggul ABSTRACT Corn is a source of carbohydrate to replace rice. One type corn that is in high demand public is sweet This is because sweet corn has a sweet taste and fragrant smell. The lack of use of quality seeds is still the cause of low corn production. High genetic diversity is needed in the formation of excellent types. This study aimed to determine the kinship and genetic distance of the parental lines of sweet corn (Zea mays saccharata Sturt. ) MS-UNSIKA generation M7 based on morphological characters. The research method was a descriptive, experimental method consisting of 12 treatments repeated twice to obtain 24 experimental units. It was then analyzed by cluster analysis using NTSYS software. The results showed a distant kinship relationship with a wide genetic diversity between the strains and the control varieties. The similarity coefficient value is 0. 412 with genetic distance values ranging from 0. 1765 - 0. crosses, a wide genetic diversity is required as it minimizes inbreeding. Keywords: cluster. superior varieties. selain itu rasa yang dihasilkan lebih manis serta bau yang lebih wangi (Pradana et al. , 2. Hal ini yang menjadikan minat masyarakat terhadap jagung manis semakin meningkat di pasaran. Namun, produksi jagung manis di Indonesia masih terbilang rendah, terlihat dengan menunjukkan ketidak mampuan dalam menutupi permintaan jagung nasional. Rerata Produktivitas Pendahuluan Bidang pertanian memiliki beberapa komoditas yang menjadi sumber karbohidrat, salah satunya terdapat pada komoditas hortikultura yaitu jagung manis. Gizi yang terkandung dalam jagung manis lebih tinggi dibandingkan dengan jagung pada umumnya karena mengandung banyak gula dan kalori, -----------------------------------------------------------------*) Penulis Korespondensi. E-mail: novianaahyati@gmail. Telp: 62-89604362528 e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 13 . Desember 2023 jagung diseluruh provinsi Indonesia adalah 54,74 ton/ha (Tahir et al. , 2. Permasalahan yang sering terjadi dalam budidaya tanaman jagung, dimana dapat mempengaruhi penurunan hasil produksi yaitu kurangnya penggunaan benih bermutu oleh Beberapa kendala yang dialami oleh petani di Indonesia dalam membudidayakan tanaman jagung diantaranya harga benih di pasaran relatif tinggi, rendahnya daya kecambah benih dan perwujudan biji jagung manis yang kisut (Hikam, 2003. SyafiAoi dan Azzahra, 2. Oleh karena itu dibutuhkan benih bervarietas Pembentukan varietas unggul dibutuhkan keanekaragaman genetik yang tinggi. Persilangan yang berasal dari galur tetua yang beragam secara genetik lebih baik digunakan dibandingkan galur tetua yang seragam (Praveen et al. , 2. Ketersediaan keragaman genetik mempengaruhi perkembangan varietas unggul. Keragaman genetik didapat dari varietas lokal yang sudah diseleksi oleh petani selama beberapa generasi dan sejumlah spesies liar (Elfianis et al. , 2. Hubungan pertimbangan dalam penilaian keragaman genetik suatu populasi tanaman. Karakterisasi karakter penting dalam pemuliaan tanaman karena dapat menunjukkan perbedaan karakter pada setiap plasma nutfah yang dipengaruhi oleh lingkungan tumbuhnya (Anjani et al. , 2. Karakter agronomi dan morfologi dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan nilai keragaman suatu tanaman (Fongod et al. , 2. Dalam kegiatan pemuliaan tanaman, untuk menentukan tetua dan mengetahui hubungan kekerabatan dianalisis menggunakan analisis Hasil dari analisis klaster berupa dendogram yang dapat digunakan untuk mengetahui pola keragaman (Boik, 2004. Juhriah et al. , 2. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kekerabatan galur tetua jagung manis (Zea mays saccharata Stur. MS-UNSIKA generasi M7 berdasarkan karakter morfologi. Percobaan terdiri dari 12 perlakuan dengan 2 ulangan sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Bahan yang digunakan terdiri dari galur SR (SR Latan. SR Sweet dan SR Jamb. , galur SR Mutasi (SR Latan mutasi. SR Sweet mutasi. SR Bonanza mutasi dan SR Jambo mutas. , varietas pembanding (Talenta. Bonanza. Maestro. Golden boy dan Exoti. Analisis Data Pengamatan mencocokan sampel dengan list deskripsi dari UPOV (UPOV, 2. Terdapat 17 karakter yang Data disajikan dalam bentuk skoring binner dan dianalisis menggunakan metode UPGMA. Software yang digunakan NTSYS. Hasil dari analisis ini berupa dendogram yang akan menunjukkan nilai persamaan karakter . imilarity valu. Hasil dan Pembahasan Koefisien Similarity Galur Tetua Jagung Manis Clustering pengelompokkan data atau objek berdasarkan karakter yang dimilikinya menjadi suatu klaster dimana setiap klaster memiliki karakter berbeda dengan yang lainnya (Sidiq dan Manaf, 2. Analisis persamaan karakter . dapat menjadi acuan dalam pengelompokkan data berdasarkan ciri yang relatif sama . Nilai menandakan hubungan kekerabatan yang dekat dan menghasilkan keragaman yang sempit. Sedangkan sebaliknya nilai koefisien similarity yang rendah menandakan hubungan kekerabatan yang jauh dan menghasilkan keragaman yang Hasil analisis klaster galur tetua jagung menghasilkan nilai koefisien similarity berkisar antara 0,18 sampai dengan 0,82 (Tabel . Nilai koefisien similarity tertinggi terdapat pada varietas pembanding Maestro dengan galur SR Sweet sebesar 0,82 atau 82% menghasilkan 14 karakter yang sama diantaranya, warna antosianin pelepah daun, bentuk ujung daun, sudut diantara helai daun dan batang, umur anthesis, warna antosianin dasar kelopak, warna antosianin tidak termasuk dasar kelopak, warna antosianin kepala sari, sudut diantara poros dan cabang samping, letak percabangan, jumlah Metode Penelitian Penelitian Lahan percobaan milik PT Corteva Agriscience Indonesia. Desa Ciwaringin. Kecamatan Lemahabang. Kabupaten Karawang. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan November 2022 sampai dengan Januari 2023. Metode yang e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 13 . Desember 2023 cabang samping, warna antosianin rambut, warna antosianin akar tunjang, kerapatan bulir dan warna permukaan biji. Sedangkan nilai koefisien terendah sebesar 0,18 atau 18% menghasilkan 3 karakter yang sama. Pada varietas pembanding Golden boy dengan galur SR Sweet mutasi, karakter yang sama diantaranya, warna antosianin pelepah daun, letak percabangan dan kerapatan bulir. Sedangkan pada varietas pembanding Talenta dengan galur SR Bonanza mutasi, karakter yang sama diantaranya, bentuk ujung daun, warna antosianin kepala sari dan letak percabangan. Perbedaan karakter morfologi pada setiap galur disebabkan oleh faktor lingkungan dan umur tanaman (Azizah et al. Tabel 1. Koefisien similarity beberapa galur tetua jagung manis dan varietas pembanding Latan Sweet Jambo Latan Sweet Bonanza Jambo SR Latan SR Sweet SR Jambo SR Latan mutasi SR Sweet mutasi SR Bonanza mutasi SR Jambo mutasi Talenta Bonanza Maestro Golden boy Exotic Talenta Bonanza Maestro Golden boy Exotic Talenta Bonanza Maestro Golden boy Exotic nilai similarity yang rendah (Tambunan et al. Hubungan Kekerabatan Galur Tetua Jagung Manis Berdasarkan hasil dendogram (Gambar . pada titik koefisien 0,41 atau 41% terbentuk 2 kelompok utama, setiap kelompok memiliki 2 sub kelompok (Tabel . Nilai similarity 41% menunjukkan bahwa beberapa galur jagung manis dan varietas pembanding memiliki menghasilkan keragaman yang luas. Apabila nilai koefisien similarity yang dihasilkan kurang dari 60% maka genotip tersebut memiliki hubungan kekerabatan yang jauh (Cahyarini et al. , 2004. Dini et al. , 2. Hubungan kekerabatan dapat dikatakan dekat apabila nilai koefisien similarity yang dihasilkan tinggi, sedangkan sebaliknya hubungan kekerabatan yang jauh ditandai dengan Tabel 2. Pengelompokkan galur berdasarkan hasil analisis klaster Kelompok Sub Kelompok Galur/Varietas SR Latan Golden boy SR Sweet Maestro Exotic Bonanza SR Jambo SRJambo e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Jurnal Agrotech 13 . Desember 2023 Talenta SR Latan SR Sweet SR. Bonanza Srlatan Goldenboy Srsweet Maestro Exotic Bonanza SrbonanzamutasiMW Srjambo Srjambomutasi Talenta Srlatanmutasi Srsweetmutasi Srbonanzamutasi Coefficient Gambar 1. Dendogram galur tetua jagung manis dekat ditandai dengan nilai jarak genetik yang berkisar antara 0,01 sampai dengan 0,37 (Pinilih et al. , 2. Kesimpulan Jarak Genetik Galur Tetua Jagung Manis Nilai koefisien similarity berkaitan dengan jarak genetik. Nilai koefisien similarity yang kekerabatan yang dekat, hubungan kekerabatan yang dekat memperlihatkan jarak genetik yang rendah (Larekeng et al. , 2. Cara menghitung jarak genetik yaitu dengan menghitung selisih nilai presentase kemiripan genetik terhadap Berdasarkan hasil analisis klaster, nilai jarak genetik tertinggi didapat pada varietas pembanding Golden boy dengan galur SR sweet mutasi dengan nilai 0,82. Hal ini menunjukkan adanya keragaman genetik yang luas. Sedangkan nilai jarak genetik terendah didapat pada varietas pembanding Maestro dengan galur SR Sweet dengan nilai 0,18. Hal ini menunjukkan adanya keragaman genetik yang sempit. Keragaman genetik yang sempit dengan kekerabatan yang Berdasarkan analisis klaster menggunakan metode UPGMA, galur tetua jagung manis (Zea mays saccharata Stur. MS-UNSIKA generasi M7 memiliki hubungan kekerabatan yang jauh dan menghasilkan keragaman yang luas serta terbentuk 2 kelompok besar pada titik koefisien 0,41 atau 41% dan setiap kelompok memiliki 2 sub kelompok. Ucapan Terimakasih Penulis mengucapkan terimakasih kepada PT Corteva Agriscience Indonesia yang telah memberikan dukungan serta memfasilitasi selama kegiatan penelitian berlangsung. Jurnal Agrotech 13 . Desember 2023 e-ISSN : 2621-7236 p-ISSN : 1858-134X Hasanuddin University Provenance. Agrotech Journal, 1. , 37-44. Daftar Pustaka