Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 CITRA PEREMPUAN SASAK PADA NOVEL PEREMPUAN RUSUK DUA (Kajian Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan ) SASAK WOMEN'S IMAGES ON WOMEN'S TWO RULE NOVEL (Study of Sociology of Literature and Educational Value. Muh. Roni Hidayatullah Intstitut Pendidikan Nusantara Global ronihidayatullahmuh@gmail. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk: . Mengeksplanasikan latar belakang pengarang novel Perempuan Rusuk Dua. Mengeksplanasikan latar belakang sosial budaya novel Perempuan Rusuk Dua. Mengeksplanasikan citra perempuan sasak. Mengeksplanasikan nilai pendidikan yang terdapat dalam novel Perempuan Rusuk Dua. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologi Sastra. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, dan kalimat yang terdapat dalam novel Perempuan Rusuk Dua. Sumber data adalah novel Perempuan Rusuk Dua yang ditulis oleh Salman Faris dan Eva Nourma, yang diterbitkan oleh Mahkota Kata Yogyakarta. Tahun 2009, tebal 448 halaman. Dalam penelitian ini digunakan metode . ontent analysi. analisis dokumen berupa data teks novel Perempuan Rusuk Dua, wawancara dengan pengarang, dan biografi pengarang novel Perempuan Rusuk Dua. Hasil penelitian ini adalah. Latar belakang pengarang yaitu Salman Faris dan Eva Nourma, mereka sama-sama berasal dari latar belakang masyarakat menengah ke bawah, berpendidikan, dan karya mereka bernuansa kearifan lokal bahkan multikultural dengan menjadikan suku Sasak sebagai ikon . Latar belakang sosial budaya masyarakat meliputi pekerjaan sebagai petani, nelayan, dan pengembala. Tempat tinggal mereka dibagian pesisir pantai yaitu desa Kaliantan dan Serewe. Adat kebiasaan masyarakat di sana melestarikan budaya Abawu nyaleAo. enangkap cacing Masyarakat Sasak mayoritas beragama Isalam sebagaimana Lombok diberi gelar APulau Seribu MasjidA. Dan masyarakat bagian pinggiran itu meyakini bahwa AnyaleA . acing lau. itu bisa sebagai obat, perekat manusia, azimat dan mendekatkan jodoh. Citra perempuan Sasak meliputi sikap dan kasih sayang, sikap bakti kepada orang tua, menerima dan sabar menghadapi permasalahan, ikhlas dalam memberi, dan sikap berani melakukan pemberontakan. Nilai pendidikan pada novel PRD adalah agama/religius meliputi. pelaksanakan sholat. Moral meliputi. perdamaian, sifat ramah, dan tidak mengulangi kebiadapan Sasak tempo dulu. Adat/budaya kebiasaan masyarakat dalam tradisi Aobawu nyaleAo. enangkap cacing lau. yang mencerminkan perdamaian dan kepedulian terhadap budaya sendiri. Nilai sosial meliputi. kepedulian terhadap masyarakat lemah, sikap tolong menolong, dan sikap tanggungjawab. Kata Kunci: Novel. Sosiologi Sastra. Citra Perempuan Sasak Abstract. This research aimed at: . to explain the novel writer`s background of Perempuan Rusuk Dua. To explain the novel social culture background of Perempuan Rusuk Dua. To explain the image of Perempuan Sasak in novel Perempuan Rusuk Dua. This research is qualitative descriptive with literature sociology approach. The data in this research was word, phrase and The source of the data was Perempuan Rusuk Dua novel which was written by Salman Faris and Eva Nourma, publicized by Mahkota Kata Yogyakarta in 2009, 448 pages. The method in this research used an analysis document such as the data text of novel Perempuan Rusuk Dua. The results of this research were. the authors` background of Salman Faris and Eva Nourma came from petit bourgeois, educative and their creations were wisely of local nuance even multicultural made the Sasak ethnic as the creation icon. the background of society`s social culture pervaded a work as farmer, fishermen and shepherd. Their home was in seaboard which name is Kaliantan and Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Seriwe. Tradition of the society preserved the Bau Nyale culture . ea worm catchin. Sasak societies were Islam majority as the title of Lombok Island "Pulau Seribu Masjid", and the society was convinced that ANyaleAo (Sea wor. could be medicine, human glue, charm and phenomenological of mate. the image of Sasak women pervaded attitude and devoting to parent, be patient in facing problem, sincere in giving, and brave to do a rebellion. education values in PRD were religion: performing prayer. Moral: reconcilement, hospitality and not to repeat the savage of olds society. Tradition / culture: habitual society in "Bau Nyale" tradition show up a peace and care about own culture. Social: a care about weak society, an attitude to help each other and responsible. Key word: Novel, sociology literature, women image PENDAHULUAN Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah masalah yang terjadi pada masyarakat suku Sasak yang sangat tragis yaitu perempuan Sasak yang mengalami kekerasan rumah tangga. Perempuan Sasak tempo dulu, selalu terikat dengan budaya para bangsawan. Perempuan Sasak ini tidak pernah merasakan manisnya kehidupan berumah tangga, karena terlalu banyak norma budaya kebangsawanan yang dimiliki oleh suaminya. Kesombongan dan kebiadaban suaminya membunuh karakter sang prempuan. merasakan ketidakadilan atas perilaku suami pada dirinya. Ia hanyalah sebagai budak di bawah selangkangan suaminya. Penderitaan inilah yang selalu diterima oleh para perempuan sasak waktu itu. Dari latar belakang masalah tersebut peneliti memilih pendekatan yang digunakan dalam menyelesaikan masalah ini yaitu permasalahan yang dikaji adalah masalah sosial dan budaya. Ratna . menegaskan bahwa pendekatan sosiologi sastra, khususnya untuk sastra Indonesia, baik lama maupun modern menjanjikan lahan penelitian yang tidak akan pernah kering. Setaip hasil karya, baik dalam skala angkatan maupun individual, memiliki aspek-aspek sosial tertentu yang dapat dibicarakan melalui model-model pemahaman Ilmu pengetahuan lain, seperti sosiologi, sejarah, antropologi, dan ilmu sosial justru hasil-hasil pendekatan sosiologis yang akan digunakan untuk membantu memahami gender, feminis, status peranan, wacana sosial, dan sebagainya. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Penelitian mendeskripsikan budaya suku Sasak dalam novel Perempuan Rusuk Dua berdasarkan teori sosiologi sastra, mengeksplanasikan latar belakang pengarang novel dan latar belakang sosial budaya pada novel Perempuan Rusuk Dua. METODE PENELITIAN Penelitian AuCitra Perempuan Sasak pada novel Perempuan Rusuk Dua karya Salman Faris dan Eva Nourma (Kajian Sosiologi Sastra dan Gender ) ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bersifat dinamis, sehingga tidak terikat oleh tempat penelitian. Akan tetapi sampel yang digunakan peneliti adalah masyarakat suku sasak di daerah selatan yang berdekatan dengan pesisir pantai kaliantan. Sumber data atau informasi penting yang dikumpulkan dan dikaji dalam penelitian ini berupa data kualitatif. Data penelitian berupa kutipan-kutipan . ata, frase, dan kalima. yang diperoleh dari sumber penelitian yaitu novel Perempuan Rusuk Dua karya Salman Faris dan Eva Nourma. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik interaktif. Dalam teknik ini, sumber data berupa wawancara terhadap pengarang dan melakukan pembacaan secara intensif pada novel Perempuan Rusuk Dua dan mencatat secara intensif dengan metode content analysis. Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi . ontent analysi. dengan pendekatan sosiologi sastra. Weber . alam Moleong, 2013: . menyatakan bahwa analisis konten atau kajian isi merupakan suatu Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index bentuk teknik penelitian yang memanfaatkan seperangkat prosedur untuk menaruh simpulan yang sahih dari sebuah buku atau dokumen. Analisis data penelitian ini menggunakan interactive model of analysis atau model analisis Analisis ini melibatkan hal-hal berikut: . Pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis novel Perempuan Rusuk Dua karya Salman Faris dan Eva Nourma dan wawancara kepada penulis novel tersebut, . Reduksi Data adalah proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data AukasarAy yang muncul dari catatan-catatan ketika proses Proses ini berlangsung terus sepanjang Setelah semua data terkumpul kemudian ditentukan data yang sesuai dengan penelitian, . Penyajian data mengacu pada rumusan masalah yang telah ditentukan sebagai pertanyaan penelitian sehingga apa yang disajikan merupakan deskripsi mengenai kondisi yang rinci untuk menceritakan dan menjawab pertanyaan yang ada, . Penarikan Simpulan dan Verifikasi, pada tahap ini, dapat disimpulkan setelah melalui reduksi data dan sajian data, maka simpulannya perlu diverifikasi Pengumpu Penyajia Reduksi Penarikan Simpulan / Analisis Data Model Intraktif (Intractive Mode. oleh Miles dan Huberman . alam Sugiono, 2012: . HASIL DAN PEMBAHASAN Latar Belakang Pengarang novel Proses penciptaan karya sastra sudah barang tentu tidak akan lepas dari latar belakang Dan terciptanya karya sastra itu sendiri tidak lepas dari lingkungan sosial tempat tinggalnya pengarang, karena pengarang itu sendiri merupakan bagian dari masyarakat Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 Keyakinan, mempengaruhi hasil dari karya pengarang Penciptaan karya sastra sangat dipengaruhi oleh suasana kehidupan sehari-hari, baik pengalaman sebagai masyarakat sosial maupun sebagai penulis sendiri yang merupakan bagian dari lingkungnan kelompok dengan alam Latar belakang Salman Faris Salman Al Farisi adalah nama lengkap yang diberikan oleh kedua orang tuanya ketika Dia dilahirkan dari rahim perempuan Sasak yang miskin dan buta huruf. Ibunya bernama Rapiah, ia hanya pedagang bakul Lahir di desa Rensing Barat kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada tanggal 17 Desember 1976. Salman Faris berupa nama pena yang sering digunakan pada setiap karya-karya yang telah Dia juga pernah menganyam pendidikan santri selama 13 tahun di pondok pesantren dalam berbagai jenjang yang bernaung di bawah organisasi Nahdlatul Wathan (NW). Dia mengenyam pendidikan di MI dan MTs NW Rensing dan melanjutkan di Madrasah Aliah selama satu semester kemudian pindah ke SMA NW Pancor. Setelah selesai di tingkat Sekolah Menengah Atas, dia kemudian melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi setingkat dengan S1 yaitu MaAhad Darul QurAan Wal-Hadist (MDQH NW Panco. selama dua Latar belakang Eva Nourma Eva Nourma adalah anak pertama dari empat bersaudara, dia penulis muda yang lahir di desa Kelayu. Lombok Timur tahun 1982. Eva Nourma merupakan perempuan Sasak asli yang berasal dari kalangan masyarakat menengah ke Berawal dari latar belakangnya dia mengetahui persis kondisi masyarakat suku Sasak karena dia berasal dari masyarakat itu Dia sudah menikah dan memiliki dua orang anak laki-laki dan perempuan, dia Alumnus Akademi Bahasa Asing (ABA) Bumi Gora Mataram. Pendidikan terahir adalah magister pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra di Universitas Negeri Mataram Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index (UNRAM) dan sekarang menjadi staf pengajar di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzanwadi Selong di prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Latar Belakang Sosial Budaya Novel Perempuan Rusuk Dua Budaya merupakan tradisi atau kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat disuatu tempat. Adapun latar belakang budaya yang terdapat di dalam novel Perempuan Rusuk Dua adalah berlatar dari cerita putri mandalika. Sang Raja mempunyai seorang putri, namanya Putri Mandalika. Ketika sang putri menginjak usia dewasa yang amat elok Ia sangat anggun dan cantik jelita. Matanya laksana bagaikan bintang di timur. Pipinya laksana pauh dilayang. Rambutnya bagaikan mayang terurai. Di samping anggun dan cantik ia terkenal ramah dan sopan. Tutur bahasanya lembut. Itulah yang membuat sang putri menjadi kebanggaan para rakyatnya. Semua rakyat sangat bangga mempunyai raja yang arif dan bijaksana yang ingin membantu rakyatnya yang kesusahan. Berkat segala bantuan dari raja rakyat negeri Tonjang Beru menjadi hidup makmur, aman dan sentosa. Kecantikan dan keanggunan Putri Mandalika sangat tersohor dari ujung timur sampai ujung barat pulau Lombok. Dua pangeran amat murka menerima kenyataan itu. Mereka adalah Pangeran Datu Teruna dan Pangeran Maliawang. Masingmasing dari kerajaan Johor dan kerajaan Lipur. Datu Teruna mengutus Arya Bawal dan Arya Tebuik untuk melamar, dengan ancaman hancurnya kerajaan Tonjang Beru bila lamaran itu ditolaknya. Pangeran Maliawang mengirim Arya Bumbang dan Arya Tuna dengan hajat dan ancaman yang serupa. Putri Mandalika tidak Serta merta Datu Teruna melepaskan senggeger Utusaning Allah, sedang Maliawang meniup Senggeger Jaring Sutra. Pekerjaan Masyarakat Sasak penduduknya bekerja sebagai petani dan Namun sebagian dari pemuda atau para suami mengadu nasib di negeri seberang yaitu Malaysia sebagai TKI. Semua ini dikarenakan mereka merasa belum cukup untuk menghidupi anak istri dari hasil pertanian dan penangkapan Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 ikan setiap harinya. Apabila dibandingkan dengan para pekerja di daerah perkotaan mereka termasuk orang-orang miskin. Cerita ini menggambarkan sebagian besar masyarakat Lombok selatan bekerja sebagai nelayan, pengembala, dan petani. Bahasa Novel Perempuan Rusuk Dua karya Salman Faris dan Eva Nourma ini menggunakan bahasa sastra yang tinggi. Pilihan kata yang digunakan oleh pengarang tidak mudah dipahami. Meskipun penggunaan bahasa dalam novel ini mayoritas bahasa Indonesia, novel ini juga dihiasi istilah-istilah dalam bahasa Sasak yang susah dimengerti. Hal itu nampak pada kutipan di bawah ini. Saling untal . ! itulah SasakLebung . epat hancu. Bahkan yang sudah dimuntahkan pun diuntal . oleh si penguntal . rang yang maka. itu! Amat susah orang Sasak ini menarik sesama untuk menjadi hal yang sama baik dan besar. (Salman Faris & Eva Nourma, 2009:. Dalam novel Perempuan Rusuk Dua karya Salman Faris dan Eva Nourma juga diselipkan istilah-istilah bahasa Sasak, namun dalam novel ini istilah tersebut juga diberi catatan kaki oleh Istilah-istilah yang diberi tanda itu supaya mudah untuk dipahami. Hal itu tampak pada kutipan di bawah. Tempat Tinggal Tempat tinggal yang dijadikan latar setting perceritaan novel Perempuan Rusuk Dua karya Salman Faris dan Eva Nourma adalah desa Serewe Kaliantarn Kecamatan Jeroaru Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Setting tempat yang sering dimunculkan dalam novel ini adalah desa Serewe. Setting cerita pada novel Perempuan Rusuk Dua tidak hanya di daerah lombok saja melainkan di pulau Sumbawa. Di Sumbawa itu, seorang pengarang menceritakan orang lombok yang tinggal di sana. Pulau Sumbawa merupakan bagian dari provinsi Nusa Tenggara Barat yang bertempat di seberang pulau Lombok. Hal ini terbukti sebagaimana yang terdapat kutipan dari pembicaraan seorang Jelinah dengan Gersom di bawah ini. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Ada apa di Sumbawa. Gersom ? Aku ditugaskan untuk meneliti orang Sasak yang ada di sana. Aku dituntut oleh pekerjaanku untuk menemukan perbedaan mentalitas orang Sasak lokal dan perantauan. (Salman Faris dan Eva Nourma, 2009:320-. Adat dan Kebiasaan Masyarakat suku Sasak yang hidup bertahuntahun di pulau Lombok pastinya tidak lepas dari kebiasaan-kebiasaan yang telah diwariskan secara turun temurun sehingga menjadi adat istiadat yang selalu dijunjung tinggi oleh Salah satu adat yang ada di dalam komunitas masyarakat menjadi sebuah kekayaan tersendiri bagi masyarakatnya, yang biasa menjadi ciri identitas masyarakat tersebut. Selain adat, dalam masyarakat tersirat kepercayaan-kepercayaan yang biasa diakui Walaupun perkembangan ilmu pengetahuan telah mengubah pola pikir masyarakat tetapi adat dan kepercayaan tetap tumbuh meski terkadang dilihat dari segi logika tidak bisa berterima. Dalam novel Perempuan Rusuk Dua karya Salman Faris dan Eva Naourma merupakan novel yang bercerita tentang kebudayaan suku Sasak. Budaya atau kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh suku Sasak pada waktu itu adalah tradisi bawu nyale . angkap cacing lau. , yang di mana biasanya dirayakan oleh para penduduk pesisir pantai atau daerah Kaliantan. Kebangsawanan Novel kebangsawanan yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat. Orang-orang bangsawan yang diberi gelar bangsa Lalu atau mamiq, dan Baiq itu merupakan suku yang paling tinggi pada waktu itu. Dia memanfaatkan status sosialnya yang lebih tinggi itu dengan cara semena-mena dengan cara memperjual belikan seorang perempuan Sasak. Status kebangsawanan bangsa lalu mamiq dan sejenisnya menjadi budaya yang sangat buruk, karena nilai harga diri perempuan sebatas harta kekayaan dan jabatan. Sebagaiman dalam kutipan di bawah ini. Sementara Lalu Ginawang, suaminya, semakin menjadi laki-laki. Laki-laki sasak yang Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 buta melihat masa depan Sasak. Laki-laki yang hanya bertumpu pada kebangsawanan. Bukan pada kemanusiaan dan perubahan zaman. (Salman Faris dan Eva Nourma, 2009:. Salman Faris menggambarkan tingkat kekuasaan para bangsawan atau tingkatan orang-orang yang memiliki harta benda seperti para raja zaman kerajaan seratus tahun yang Hal ini bisa dibuktikan pada kutipan di bawah ini. Persengketaan tanah yang selalu berujung pada pertikaian bermula dari kerakusan manusia. Warga yang memiliki tanah, dengan polos dan lugu membiarkan tanahnya terampas. Jika pun terbeli hanya sejumlah dua tiga ekor patus. Paling tinggi dua tiga ekor kerbau. Orang-orang yang kuat dengan kekuasaan dan uang memanfaatkan kepolosan orang desa. Lewat calo-calo tanah mereka masuk ke lubang dalam. Langsung menembus jantung tanah selatan. Orang berduit membeli tanah tanpa peduli apakah tanah sudah termiliki orang lain. Calo-calo pestapora seketika. Pada kutipan di atas memberikan pandangan bahwa penguasa itu memiliki kekuasaan lebih dari masyarakat biasa. Citra Perempuan Sasak pada novel Perempuan Rusuk Dua Istilah pencitraan merupakan gambaran pada seseorang mengenai masalah pribadi ataupun yang berkenaan dengan tingkah laku dan sikap terhadap orang lain maupun sikap kepada masyarakat secara umumnya. Hal ini dikuatkan oleh Sajoga . yang menyatakan citra adalah gambaran yang dimiliki oleh seseorang mengenai pribadi seseorang itu sendiri. Citraan berarti gambaran mengenai sesuatu. Berbicara tentang pencitraan baik terhadap laki-laki perempuan yang terdapat pada novel Perempuan Rusuk Dua mengenai pendekatan sosilogi sastra, gender dan pendekatan feminisme sangat dituntut melibatkan dua pihak yang beroposisi yakni laki-laki dan perempuan. Adapun hasil dalam penelitian ini, terdapat beberapa citra perempuan Sasak yang terdapat dalam novel Perempuan Rusuk Dua karya Salman Faris dan Eva Nourma di antaranya Kasih Sayang Terhadap Sesama Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Citra perempuan Sasak yang terdapat dalam novel Perempuan Rusuk Dua yang diperankan oleh tokoh utamanya adalah Zippora berupa kasih sayangnya terhadap masyarakat. Hal ini terdapat pada kutipan di bawah. Tak peduli kaki mereka terantuk batu, yang penting orang tua yang sakit mereasa aman di tangan mereka. Bisik ZipporaAy. (Salman Faris dan Eva Nourma, 2009:. Pada kutipan di atas menggambarkan bahwa sikap sang perempuan yang sangat tulus, ikhlas, dan sabar menolong orang-orang yang tidak Sikap seperti ini sangatlah patut dijadikan anutan atau contoh baik dalam kehidupan sehari-hari. Karena hidup ini adalah sosial bukan bersifat individualis. Berbakti Pada Kedua Orang Tua Sikap atau keperibadian seorang anak lebihlebih ia adalah perempuan Sasak yang mengerti tentang agama, pendidikan dan aturan yang berlaku pada waktu itu. Ia harus mengikuti apa saja yang di perintahkan oleh orang tuanya. Sebagaimana yang terdapat dalam kutipan di Tersebab pemberontakannya belum terbentuk kuat dan rapi, yang bisa ia lakukan hanyalah mengikuti saran orang tuanya. Meskipun tidak memaksa, namun di mata mereka, terutama ibunya. Zippora melihat kesungguhan harapan. (Salman Faris dan Eva Nourma, 2009:. Kutipan di atas mengajarkan kepada kita semua bahwa kewajiban berbakti pada kedua orang tua adalah wajib dituruti apabila sesuatu itu hal yang baik dan tidak menyimpang dari ajaran-ajaran yang diyakini. Tabah dan Sabar Menghadapi Kekejaman Suaminya Sikap dan perilaku yang mencitrakan perempuan Sasak oleh tokoh utama Zippora yaitu sikap tabah dan selalu bersabar atas perilaku suaminya. Ini merupakan bagian dari citra perempuan Sasak. Karena sebagian besar perempuan Sasak diperlakukan seperti itu oleh suaminya masing-masing, kekerasan dalam rumah tangga, penghinaan, pelecehan, dan kebiadaban ini menjadikan gambaran hubungan Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 rumah tangga Zippora selama 10 tahun. Walaupun demikian, dia sebagai perempuan Sasak yang cukup berpendidikan, dia tetap sabar dan tabah menghadapi perilaku suaminya. Pemberontakan Hidup merupakan gambaran bagi jiwa seseorang terhadap dirinya sendiri. Karena hidup ini tidak selamanya indah walaupun bergelimang harta dan kedudukan. Malah, semua itu menjadi malapetaka bagi orang itu sendiri jika ia tidak mampu mengendalikan dan menempatkannya sesuai dengan tempat yang Sebagaimana yang dialami oleh Zippora dan suaminya dalam berumah tangga. Zippora mencitrakan perempuan Sasak yang pemberani. Digambarkan pemberontakan terhadap kebejatan suaminya. Kebanyakan orang juga menyadari bahwa kesabaran itu kadang memiliki batas. Siapa pun dia kalau mengajarkan hal yang salah, bagi pemahaman orang Sasak bahwa wajib tidak Seperti yang terdapat dalam kutipan di Laki-laki yang sudah ditunggingi perempuan, dalam tradisi masyarakat Sasak. Segeralah membasuh diri. Tidak-tidak, luntur seluruh Zippora perempuan sebagai azimat. Meskipun ia harus menunggu sepuluh tahun lebih, sepulang dari Serewe ia bisa melakukan itu. Melempar azimat ketengah lautan yang dapat membikin air laut menjadi tawar seketika. Potong sendiri kemaluan pengecut yang lugu dan pemalu itu. Ginawang! (Salman Faris dan Eva Nourma, 2009:190-. Kutipan di atas menggambarkan citra perempuan atas pemberontakan atau perlawanan yang dilakukan oleh seorang perempuan yang lugu, baik, cantik dan selalu menerima yaitu Zippora. Hilangnya kesabaran menjadikan keberanian atas dirinya untuk melawan demi harga dirinya sebagai perempuan Sasak. Perempuan Sasak Tangguh Citra yang ditampakkan oleh tokoh Zippora adalah sikap perempuan yang tangguh dalam menghadapi permasalahan. Namun pada bagian ini seorang Zippora sangat lemah dalam mengendalikan nafsu birahinya, tetapi seorang Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index laki-laki Sasak sejati yaitu Gersom. Gersom mampu membuat Zippora tangguh dalam mengendalikan dirinya, sehingga dia benarbenar menyadari apa yang dilakukannya itu Kelemahan Zippora ketangguhan bagi perempuan Sasak, karena ia mampu menahan nafsunya itu. Sikap inilah yang menjadi salah satu bagian dari citra perempuan Sasak. Hal ini dapat dilihat pada kutipan di bawah. Manusia Bukankah menginginkan diri kita masuk ke dalam golongan orang-orang Sasak semacam itu? Dan bukankah kita sudah mengikat semuanya dengan janji? Lutut Zippora serasa lemas. Gersom terlalu teguh di hadapannya. Dia benar-benar membutuhkan laki-laki seperti Gersom. Sekuatkuatnya peremuan, ia membutuhkan laki-laki kuat di sampingnya. Begitu juga sebaliknya, keduanya tidak boleh saling mengingkari dalam hal ini. Zippora sangat mengetahui itu. (Salman Faris dan Eva Nourma, 2009:314-. Pada kutipan di atas menggambarkan citra perempuan Sasak yang bersifat tangguh dalam menghadapi permasalahan. Begitu banyak permasalahan yang dialami oleh Zippora, contohnya masalah cinta dengan Gersom. Zippora sangat mencintai gersom sampaisampai dia rela menyerahkan dirinya kepada Gersom. namun Gersom dengan teguhnya tidak mau merenggut kewanitaannya Zippora tanpa ikatan yang sah. Nilai Pendidikan Karya sastra tidak lepas dari nilai-nilai Setiap pengarang pasti menyelipkan nilai-nilai pendidikan yang dapat dipetik atau diambil oleh pembaca baik itu kalangan pelajar, biasa, dan penikmat sastra. Kandungan nilai pendidikan yang terdapat dalam novel merupakan salah satu tujuan pengarang dalam penulisan karya sastranya. Oleh karena itu, dalam novel perempuan rusuk dua ini terdapat beberapa nilai pendidikan diantaranya. pendidikan agama . , nilai pendidikan moral, nilai pendidikan adat/budaya dan nilai pendidikan sosial. Nilai pendidikan agama . yang terdapat pada novel Perempuan Rusuk Dua Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. No. 3 November 2019 p-ISSN: 2598-9944 e-ISSN: 2656-6753 karya Salman Faris dan Eva Nourma adalah unsur-unsur yang melatarbelakangi nilai keagamaan sebagai pencerminan para pemeran ataupun pengarang dalam cerita. Dalam novel Perempuan Rusuk Dua sikap dan perilaku yang patuh terhadap ajaran agama ditunjukkan oleh tokoh Zippora. Gersom, dan Rianti. Mereka para tokoh ini sangat tekun beribadah menjalankan sholat sesuai ajaran agama Islam, namun seorang tokoh rianti beragama nonmuslim karena dia adalah keturunan cina yang menetap tinggal di pulau Lombok. Nilai pendidikan yang bersifat religius karena dalam menjalankan perintah agama yaitu selalu beribadah pada waktunya. Nilai tidak bermoral yang terdapat dalam novel Perempuan Rusuk Dua karya Salman Faris dan Eva Nourma adalah sikap dan prilaku yang ditampilakan oleh masyarakat terdahulu yaitu berupa kebutaan tentang agama, kebejatan birahi, dan kekejaman yang dilakukan pada masyarakat yang lainnya. Ini merupakan nilai pendidikan yang tidak bermoral. Akan tetapi, bagi pembaca baik kalangan pelajar, mahasiswa, dan penikmat sastra diharpakan tidak mengikuti sikap seperti itu. Nilai yang patut dicontohi adalah kerja keras, selalu baik pada masyarakat, ikhlas dalm membantu, dan tangguh dalam menghadapi cobaan. Nilai pendidikan adat/budaya yang terdapat dalam novel Perempuan Rusuk Dua adalah budaya yang ditampakkan oleh masyarakat setempat yaitu bau nyale. Karena di dalam Aubau nyaleAy . angkap cacing lau. tersebut banyak terkandung nilai budaya di antaranya. cinta pada budaya daerah sendiri, tetap menjunjung aktifitas kebudayaan mereka, cinta perdamaian, dan bangga menjadi penduduk Sasak, sehingga sampai sekarang tradisi bawu nyale tersebut masih dilakukan oleh masyarakat Kaliantan setiap sekali setahun. Nilai pendidikan yang terahir adalah nilai Di mana nilai sosial yang terdapat dalam novel Perempuan Rusuk Dua adalah memberikan peluang kerja bagi masyarakat. SIMPULAN Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dalam novel Perempuan Rusuk Dua Karya Salman Faris dan Eva Nourma dapat diambil simpulan antara lain: latar belakang pengarang, latar belakang sosial budaya, citra perempuan sasak, subordinasi wanita. Latar belakang pengarang novel Perempuan Rusuk Dua berasal dari latar belakang masyarakat yang kurang mampu, dia termasuk orang sederhana namun semangat belajarnya tidak kalah dengan orang lain. Latar belakang sosial budaya novel Perempuan Rusuk Dua Karya Salman Faris dan Eva Nourma berasal dari legenda putri mandalika yang menjelma menjadi nyale Aucacing lautAy yang dijadikan sebuah tradisi tahunan di pulau lombok bagian selatan. Ada beberapa citra perempuan Sasak yang terdapat dalam novel tersebut yaitu adanya kasih sayang terhadap sesama, selalu berbakti kepada kedua orang tua dan suami, bersikap tabah dan sabar menghadapi permasalahan, berjiwa pemurah dan selalu ikhlas dalam memberi, dan berani melakukan pemberontakan terhadap kekerasan. Nilai pendidikan pada novel ini adalah nilai agama/religius yang meliputi. Nilai moral meliputi. sifat ramah, dan tidak mengulangi kebiadapan Sasak tempo dulu. Nilai adat/budaya meliputi. kebiasaan masyarakat dalam tradisi Abawu nyaleA. enangkap cacing lau. yang mencerminkan perdamaian dan kepedulian terhadap budaya sendiri. Nilai sosial meliputi. sikap kepedulian terhadap masyarakat lemah, sikap tolong menolong, dan sikap tanggungjawab. DAFTAR PUSTAKA