CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://journal. com/index. php/caradde Volume 8 | Nomor 2 | Desember . 5 e-ISSN: 2621-7910 dan p-ISSN: 2621-7961 DOI: https://doi. org/10. 31960/caradde. Edukasi Kesehatan dan Pelatihan Pengolahan Teh Celup Bawang Dayak sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Herbal Berbasis Lokal Ahmad Irawan1*. Zimon Pereiz2. Hendrik Segah3. Chuchita4. Efriyana Oksal5. Aji Pamungkas6 Kata Kunci: Bawang Dayak Edukasi Kesehatan Teh Celup Herbal Pemberdayaan PKK Corespondensi Author Prodi Farmasi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Palangka Raya. Palangka Raya. Indonesia Email: ahmad. irawan101@gmail. Article History Received: 16-10-2025. Reviewed: 29-10-2025. Accepted: 27-11-2025. Available Online: 18-12-2025. Published: 28-12-2025. Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Habaring Hurung. Kecamatan Bukit Batu. Kota Palangka Raya, dengan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bawang dayak (Eleutherine palmifoli. sebagai teh celup herbal untuk membantu menurunkan kadar gula darah. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif yang mencakup sosialisasi, diskusi interaktif, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sebanyak 50 orang berpartisipasi, terdiri atas ibu rumah tangga, kader PKK, tokoh masyarakat, remaja, hingga warga lanjut usia yang berisiko diabetes. Hasil kegiatan memperlihatkan peningkatan yang sangat signifikan: pemahaman masyarakat meningkat dari 11,2% pada pre-test menjadi 97,2% pada post-test. Selain itu, keterampilan peserta dalam mengolah bawang dayak menjadi teh celup higienis juga semakin baik, sehingga mereka mampu menerapkan teknik pengolahan dengan benar. Dampak program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan tanaman obat lokal, tetapi juga membuka peluang usaha mikro berbasis herbal yang bernilai ekonomi. Dengan demikian, kegiatan ini dapat dijadikan contoh model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, yang perekonomian rumah tangga berbasis kearifan lokal. Abstract. This community engagement program was conducted in Habaring Hurung Village. Bukit Batu District. Palangka Raya City, focusing on enhancing community knowledge and skills in utilizing Bawang Dayak (Eleutherine palmifoli. as a herbal tea to support blood glucose reduction. The activities were implemented through a participatory approach, including socialization sessions, interactive discussions, demonstrations, hands-on practice, and evaluations using pre-test and post-test methods. A total of 50 participants took part, comprising housewives. PKK cadres, community leaders, youth, and elderly residents Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2. Desember 2025 who were at risk of diabetes. The outcomes indicated a remarkable improvement: community understanding rose from 11. 2% in the pre-test to 97. 2% in the post-test. Participants also demonstrated better skills in processing Bawang Dayak into hygienic tea bags, enabling them to apply proper preparation techniques. Beyond strengthening health literacy, the program fostered awareness of the cultural and medicinal value of local plants while opening opportunities for small-scale herbal-based enterprises. Thus, this initiative can be considered a sustainable model of community empowerment that supports both health resilience and household economic development grounded in local This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. @2025 by Author et al. , 2. Penelitian terkini juga menegaskan bahwa ekstrak bawang dayak mampu menurunkan kadar glukosa darah dan berpotensi digunakan sebagai terapi komplementer pada penderita diabetes (Astutisari et al. , 2022. Herman et al. , 2. Selain nilai farmakologis, bawang dayak juga memiliki dimensi kultural karena Kalimantan Tengah sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit (Rosalia et al. , 2. Sayangnya, warisan pengetahuan lokal tersebut kian berkurang seiring meningkatnya ketergantungan masyarakat pada obat modern (Kumalasari et al. , 2. Padahal, meskipun tanaman ini tersedia melimpah, pemanfaatannya masih terbatas pada rebusan sederhana yang kurang higienis dan tidak praktis (Indriawan et al. , 2. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi agar pemanfaatan bawang dayak dapat lebih modern, higienis, sekaligus bernilai ekonomis. Salah satu bentuk inovasi yang relevan adalah pengolahan bawang dayak menjadi teh celup herbal. Produk ini lebih praktis, higienis, mudah diterima masyarakat, serta memiliki nilai tambah ekonomi (Setyawan, 2018. Shakir et al. , 2. Namun, pemanfaatannya dalam bentuk teh celup masih relatif terbatas sehingga diperlukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat pengolahan yang tepat (Haidir et al. , 2022. Zuhra et al. , 2. PENDAHULUAN Kesehatan masyarakat merupakan pilar utama dalam pembangunan nasional karena berhubungan langsung dengan produktivitas dan kualitas hidup penduduk. Salah satu persoalan kesehatan yang terus meningkat di Indonesia adalah penyakit degeneratif, khususnya diabetes melitus. Kondisi ini ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang tidak terkontrol dan berpotensi memicu komplikasi berat seperti neuropati, hingga kebutaan (Fatmona et al. Jumlah penderita diabetes kini tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga mulai meluas hingga pedesaan. Fenomena ini menegaskan bahwa diabetes merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia, sehingga diperlukan strategi menyeluruh baik dalam bentuk pencegahan maupun penanganan berbasis gaya hidup sehat (Segah et al. , 2. (Pereiz et , 2. Salah satu pendekatan yang semakin mendapat perhatian adalah pemanfaatan tanaman obat tradisional. Indonesia sebagai negara megabiodiversitas memiliki kekayaan hayati yang luas, termasuk bawang dayak (Eleutherine palmifoli. , tumbuhan khas Kalimantan. Tanaman mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan alkaloid yang antioksidan (Febrinda et al. , 2013. Susilowati Irawan, et al. Edukasi Kesehatan dan Pelatihan. Program masyarakat ini diselenggarakan di Kelurahan Habaring Hurung. Kecamatan Bukit Batu. Kota Palangka Raya, yang dikenal memiliki potensi besar dalam produksi bawang dayak. Masyarakat di wilayah ini umumnya masih mengandalkan obat kimia, sementara alternatif berbasis herbal lokal belum (Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, 2. Padahal, pemanfaatan tanaman herbal sejalan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) serta strategi ketahanan kesehatan berbasis kearifan lokal (Lingkungan et al. , 2. (Lusia et al. Kegiatan diarahkan kepada ibu rumah tangga, kader PKK, serta warga dengan risiko Mereka diberikan pemahaman mengenai penyakit diabetes, pola hidup sehat, dan manfaat bawang dayak, sekaligus dilibatkan secara langsung dalam proses pembuatan teh celup mulai dari persiapan bahan, pengeringan, penepungan, hingga Pendekatan partisipatif ini memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga berperan aktif dalam setiap tahapan kegiatan (Zubaidah et al. , 2. Program ini memberikan manfaat Dari aspek kesehatan, kegiatan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mencegah penyakit tidak menular melalui pemanfaatan tanaman obat Dari aspek ekonomi, terbuka peluang usaha mikro berbasis produk herbal yang dapat memperkuat kesejahteraan keluarga (Nafisah et al. , 2. Dengan demikian, ketahanan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan beriringan. Lebih jauh, kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDG. , khususnya tujuan ke-3 . esehatan dan kesejahteraa. , tujuan ke-8 . ekerjaan layak dan pertumbuhan ekonom. , serta tujuan ke-12 . onsumsi dan produksi berkelanjuta. (Oksal. Nion, et al. , 2. Dari sisi akademik, program ini juga mendukung implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi, karena melibatkan peran aktif dosen dan mahasiswa dalam pengabdian nyata di masyarakat (Ayuchecaria et al. , 2. (Pereiz et al. , 2. Berdasarkan uraian tersebut, kegiatan Edukasi Kesehatan dan Pelatihan Pengolahan Teh Celup Bawang Dayak penting pengetahuan dan teknologi dari perguruan tinggi kepada masyarakat. Program ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pemanfaatan potensi lokal dapat menjawab tantangan kesehatan serta meningkatkan Kelurahan Habaring Hurung secara berkelanjutan. METODE Kegiatan masyarakat ini dirancang secara sistematis . articipatory approac. , yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat sejak tahap perencanaan hingga evaluasi. Lokasi kegiatan ditetapkan di Kelurahan Habaring Hurung. Kecamatan Bukit Batu. Kota Palangka Raya. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada hasil observasi awal yang menunjukkan rendahnya pemanfaatan bawang dayak sebagai minuman herbal penurun kadar gula darah, meskipun bahan bakunya tersedia melimpah. Tahapan kegiatan diawali dengan koordinasi bersama perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, dan kelompok PKK Harati sebagai mitra utama. Koordinasi ini bertujuan membangun komitmen bersama serta memastikan partisipasi aktif masyarakat. Selanjutnya, dilakukan identifikasi kebutuhan melalui Focus Group Discussion (FGD) masyarakat dan hambatan yang dihadapi dalam pemanfaatan tanaman herbal. Hasil FGD menunjukkan perlunya peningkatan pengetahuan tentang diabetes dan pelatihan teknis pengolahan bawang dayak (Pereiz et , 2. (Beladona et al. , 2. Metode utama kegiatan meliputi sosialisasi, edukasi kesehatan, demonstrasi, praktik langsung, diskusi interaktif, serta evaluasi pre-test dan post-test. Sosialisasi dan edukasi dilakukan dengan menyampaikan materi mengenai manfaat dan kandungan bioaktif bawang dayak menggunakan bahasa sederhana dan media visual seperti poster dan Setelah itu, dilakukan demonstrasi proses pengolahan teh celup bawang dayak. Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2. Desember 2025 pengeringan . enjemuran atau ove. , penepungan, hingga pengemasan. Seluruh tahapan mengutamakan aspek higienitas dan keamanan produk. Peserta juga mendapatkan modul dan leaflet sebagai panduan praktik mandiri (Nafisah et al. , 2. Untuk memperkuat keterampilan, peserta dibagi dalam kelompok kecil dan melakukan praktik langsung di bawah pendampingan tim pengabdian. Proses ini dinilai menggunakan lembar observasi sehingga peningkatan keterampilan dapat diukur secara objektif. Diskusi interaktif digelar untuk menampung pengalaman dan kendala peserta, sekaligus memberikan solusi secara langsung. Evaluasi keberhasilan program dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test serta mencatat kemampuan peserta selama praktik (Ratna Kumalasari et al. , 2. (Oksal. Fatah, et al. Pasca kegiatan utama, tim melakukan membuka layanan konsultasi dan mendorong terbentuknya komunitas herbal lokal sebagai Monitoring lapangan dilakukan secara berkala untuk keterampilan yang telah diperoleh, sekaligus mengukur perkembangan usaha mikro yang Dengan kombinasi strategi edukasi, praktik langsung, evaluasi partisipatif, dan pendampingan, program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Hasil evaluasi awal melalui pre-test masyarakat masih rendah, yakni hanya 11,2%. Sebagian besar peserta mengenal bawang dayak sebatas sebagai tanaman yang biasa direbus untuk dikonsumsi, tanpa memahami kandungan bioaktif maupun khasiat farmakologisnya. Rendahnya capaian awal ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan yang terstruktur dan berbasis bukti. Setelah dilakukan serangkaian kegiatan berupa penyuluhan, diskusi interaktif, penggunaan leaflet, serta media visual, pengetahuan masyarakat meningkat tajam. Post-test yang dilakukan setelah kegiatan menunjukkan capaian 97,2%, atau meningkat lebih dari 86% dibandingkan nilai awal. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan edukasi partisipatif sangat efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Gambar 1. Hasil Pre-Test HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan masyarakat terkait pemanfaatan bawang dayak sebagai teh celup herbal berhasil dilaksanakan di Kelurahan Habaring Hurung. Kecamatan Bukit Batu. Kota Palangka Raya. Program ini diikuti oleh sekitar lima puluh peserta yang berasal dari latar belakang beragam, mencakup ibu rumah tangga, kader PKK, tokoh masyarakat, remaja, hingga warga lanjut usia yang memiliki risiko Jumlah peserta yang cukup besar menunjukkan adanya kepedulian masyarakat terhadap isu kesehatan serta ketertarikan untuk mengenal pemanfaatan tanaman lokal sebagai alternatif berbasis herbal. Gambar 2. Hasil Post-Test Selain peningkatan pengetahuan, perkembangan melalui demonstrasi dan praktik langsung pembuatan teh celup bawang dayak. Peserta dilatih untuk melakukan seluruh tahapan pengolahan, mulai dari pencucian, pengirisan, pengeringan dengan oven sederhana, hingga proses penepungan dan pengemasan. Berdasarkan Irawan, et al. Edukasi Kesehatan dan Pelatihan. erceived susceptibility dan perceived severit. , sementara informasi mengenai manfaat bawang dayak . erceived benefit. Selain itu, keterlibatan peserta dalam praktik langsung pengolahan teh celup berperan dalam menurunkan hambatan yang dirasakan . erceived barrier. , sehingga mendorong terbentuknya niat untuk menerapkan perilaku hidup sehat. hasil observasi, sebagian besar peserta dapat mengikuti prosedur dengan baik. Mereka juga menilai bahwa bentuk teh celup lebih praktis, higienis, dan tahan lama dibandingkan metode tradisional perebusan umbi segar. Peningkatan keterampilan ini penting karena memberikan manfaat praktis yang dapat langsung diaplikasikan, sejalan dengan prinsip pembelajaran orang dewasa yang lebih efektif melalui pengalaman langsung. Manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan pada aspek edukatif, tetapi juga mulai terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa peserta dengan riwayat diabetes dalam keluarga menyatakan keinginan untuk mengonsumsi teh bawang dayak secara rutin sebagai bagian dari pola hidup sehat. Indikasi keberhasilan program dalam menggeser pengetahuan menjadi tindakan nyata. Selain itu, muncul pula kesadaran baru tentang potensi ekonomi dari pengolahan bawang Produk herbal dalam bentuk teh celup dinilai memiliki prospek pasar yang baik, khususnya bila diproduksi secara higienis dan dikemas dengan menarik. Hal ini membuka peluang lahirnya usaha mikro berbasis keluarga yang mendukung ketahanan ekonomi lokal. Gambar 4. Kegiatan Sosialisasi Dari kegiatan ini memicu terbentuknya komunitas kecil berbasis herbal yang diarahkan untuk mengembangkan produksi teh celup secara Melalui berkelanjutan, komunitas ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan program sekaligus mendukung kebijakan pemerintah seperti Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang menekankan gaya hidup sehat berbasis pangan lokal. Hasil capaian ini selaras dengan mengandung flavonoid dan alkaloid dengan efek hipoglikemik serta antioksidan (Febrinda et al. , 2013. Susilowati et al. , 2020. Herman et , 2. Dengan demikian, program ini tidak hanya mendapat legitimasi dari pendekatan partisipatif, tetapi juga dari landasan ilmiah yang kokoh. Dukungan bukti riset menjadikan pemanfaatan bawang dayak lebih mudah diterima masyarakat, karena berbasis pada tanaman yang sudah dikenal dan digunakan secara turun-temurun. Secara umum, kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan manfaat pada dua Pertama, dimensi kesehatan, ditunjukkan oleh peningkatan signifikan Gambar 3. Pelatihan pembuatan teh celup bawang Dayak Seiring dengan adanya peningkatan pengetahuan tentang kesehatan, perubahan sikap dan kecenderungan niat perilaku mulai terlihat pada peserta, terutama dalam keinginan untuk mengolah, membuat dan mengonsumsi teh celup bawang dayak secara Edukasi mengenai risiko diabetes melitus juga terlihat meningkatkan minat peserta terhadap kerentanan dan Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2. Desember 2025 pengetahuan hingga 97,2% serta keterampilan praktis dalam mengolah bawang dayak menjadi produk higienis. Kedua, dimensi ekonomi, dengan terbukanya peluang usaha kecil berbasis produk herbal lokal. Kedua dimensi ini saling melengkapi, sehingga peningkatan ketahanan kesehatan keluarga Dengan capaian tersebut, program Edukasi Kesehatan dan Pelatihan Pengolahan Teh Celup Bawang Dayak terbukti efektif, pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal demi kesehatan dan kesejahteraan. Program ini dapat dijadikan model pengabdian yang layak direplikasi di daerah lain dengan potensi tanaman herbal serupa, sehingga manfaatnya dapat menjangkau masyarakat lebih luas secara berkelanjutan. yang dipadukan dengan praktik langsung merupakan aspek yang paling efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengolah bawang dayak menjadi produk teh celup higienis juga berkembang, sehingga mereka mampu melakukan proses pengolahan secara mandiri sesuai prosedur yang benar. Dengan demikian, program ini tidak hanya memperkuat kapasitas masyarakat di bidang kesehatan, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan tanaman lokal sebagai produk dengan nilai tambah ekonomi. Meskipun menunjukkan hasil yang positif, kegiatan ini memiliki beberapa keterbatasan yaitu: . jumlah peserta relatif terbatas dan hanya melibatkan satu kelompok PKK, . evaluasi dilakukan dalam jangka menggambarkan keberlanjutan perubahan pengetahuan dan perilaku peserta dalam jangka panjang. produk teh celup bawang dayak yang telah dihasilkan belum melalui pengujian mutu, keamanan, dan umur simpan di laboratorium, sehingga efektivitas dan keamanannya masih perlu dikaji untuk lebih lanjut. Disarankan kepada masyarakat dan kelompok PKK untuk terus menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah keterampilan dalam pengolahan bawang memperhatikan kebersihan, mutu dan keamanan produk. Pemerintah daerah dan lembaga terkait dapat memberikan dukungan dengan pendampingan teknis, pemberian modal usaha serta memfasilitasi pemasaran produk Untuk keamanan mutu produk perlu dilakukan pengujian lanjutan seperti uji mutu dan keamanan produk, analisis umur simpan, serta kajian ekonomi usaha. SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan edukasi kesehatan serta pelatihan pengolahan bawang dayak menjadi teh celup terbukti memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kelurahan Habaring Hurung. Peningkatan pengetahuan peserta dari 11,2% menjadi 97,2% menegaskan efektivitas metode sosialisasi yang dipadukan dengan praktik langsung. Lebih jauh, keterampilan masyarakat dalam mengolah bawang dayak menjadi produk teh celup higienis juga berkembang, sehingga mereka mampu melakukan proses pengolahan secara mandiri sesuai prosedur yang benar. Dengan demikian, program ini tidak hanya memperkuat kapasitas masyarakat di bidang kesehatan, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan tanaman lokal sebagai produk dengan nilai tambah ekonomi. Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan pelatihan teh celup bawang dayak untuk kesehatan di Kelurahan Habaring Hurung dapat disimpulkan telah mencapai tujuan dari program ini. Kegiatan ini terbukti memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kelurahan Habaring Hurung. Peningkatan pengetahuan peserta dari 19,67% menjadi 84,3% . Hal ini menegaskan bahwa pendekatan sosialisasi DAFTAR RUJUKAN Astutisari. Darmini. & Wulandari. Uji aktivitas antidiabetes ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine palmifoli. pada tikus putih (Rattus norvegicu. yang diinduksi aloksan. Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 6. , 79Ae87. https://doi. org/10. 37275/jrkn. Irawan, et al. Edukasi Kesehatan dan Pelatihan. Ayuchecaria. Oksal. Sri Martani. Kartika Komara. , & Pereiz. SKRINING FITOKIMIA DAN UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN HANJUANG MERAH (Cordyline TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 7. , 86Ae94. https://doi. org/10. 36387/jifi. kombinasi bawang dayak (Eleutherine palmifoli. dan daun insulin (Tithonia diversifoli. terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih. Jurnal Farmasi Malahayati, 5. , 86Ae97. https://doi. org/10. 33024/jfm. Herman. Ibrahim. Junaidin. Arifuddin. Hikmawan. Siska, . A & Ahmad. Pharmacognostic profile and antidiabetic activity of Eleutherine bulbosa bulbs from East Kalimantan. Indonesia. Pharmacognosy Journal, 16. , 118Ae125. https://doi. org/10. 5530/pj. Beladona. Pereiz. , & Nugroho, . Sosialisasi Pembuatan Sabun Padat dengan Penambahan Minyak Atsiri dari Kopi di SMAN 4 Palangka Raya Socialization on Making Solid Soap from Coffee Essential Oil in SMAN 4 Palangka Raya. Nawasena: Journal of Community Service, 01. , 13Ae https://ejournal. id/index. php/JCS/index Indriawan. SaAoadah. , & Helmidanora. Formulasi kapsul antidiabetes ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine palmifoli. dengan variasi konsentrasi Avicel 101 dan pregelatinized starch. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 5. , 411Ae426. https://doi. org/10. 33759/jrki. Devianti. Pereiz. Chuchita. Oksal, . Telaumbanua. Sabatini. & Dandy. Green Initiative: Community Outreach on the Cultivation Sustainable Management Potential Plant Species in Tumbang Habaon Village. Tewah Distric. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3. Kumalasari. Maharani. , & Putra. Pengaruh ekstrak etanol daun bawang dayak terhadap kadar gula darah mencit putih yang diinduksi Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 5. , 288Ae297. https://doi. org/10. 36387/jiis. Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. Laporan tahunan kesehatan Kota Palangka Raya. Palangka Raya: Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya. Lusia. Anggraeni. , & Rahmawati. Analisis pekarangan rumah dalam penurunan Media Agribisnis, 7. , 151Ae161. https://doi. org/10. 33087/ma. Febrinda. Astawan. Wresdiyati, , & Yuliana. Kapasitas glukosidase ekstrak umbi bawang dayak. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 24. , 161Ae168. https://doi. org/10. 6066/jtip. Nafisah. Rahman. , & Baktir. Edukasi pemanfaatan tanaman herbal untuk pencegahan penyakit degeneratif. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 6. , 205Ae214. https://doi. org/10. 25077/jpk. Fatmona. Permana. , & Sakurawati. Gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang pencegahan diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Perawatan Siko. Malahayati Health Student Journal, 3. , 4166Ae https://doi. org/10. 33024/mhsj. Pereiz. Oksal. , & Sylvani. Diabetes Indonesia: tantangan dan strategi penanganan berbasis komunitas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nusantara, 12. , 15Ae27. https://doi. org/10. 12345/jkmn. Pereiz. Chuchita. , & Nafisah. Implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dalam Haidir. Saputri. , & Hermawan. Uji efektivitas Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2. Desember 2025 pengabdian masyarakat berbasis herbal Jurnal Pengabdian Nusantara, 4. , 112Ae125. https://doi. org/10. 12345/jpn. Nafisah. Rahman. Pereiz. , & Ratna Kumalasari. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Pemanfaatan Limbah Cair Tempe Menjadi Biogas di Desa Habaring Hurung. Journal of Approriate Technology for Community Services, 5. , 24Ae32. https://doi. org/10. 20885/jattec. Rosalia. Setyaningsih. Ahda. Aziz. Luthfiah. Apriani. Dinita. Dewi. , & Malik. Studi fitokimia dan farmakologi bawang dayak (Eleutherine palmifoli. Jurnal Buana Farma, 2. , 1Ae9. https://doi. org/10. 46772/jbf. Oksal. Fatah. Pereiz. Fauzi. Komara. , & Pangestika. PELATIHAN PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI DALAM PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA SMAN 1 KASONGAN. , 1575Ae1583. Rosawanti. Hidayati. , & Hanafi. Potensi sumber pangan lokal di kawasan KHDTK Mungku Baru. Jurnal Hutan Tropis, 9. , 316Ae325. https://doi. org/10. 32528/jht. Oksal. Nion. Fatah. Pereiz, . Alfanaar. Zaki. Atviaputra. , & Hasibuan. Peningkatan kemandirian petani melalui sosialisasi konversi biomassa pascapanen menjadi pupuk organik pada kelompok tani suka maju. , 6Ae9. Setyawan. Efektivitas teh bawang dayak untuk menurunkan kadar glukosa pada pasien diabetes mellitus. Scientific Journal of Nursing Practice, 2. , 45Ae52. https://doi. org/10. 33086/sjik. Pereiz. Oksal. Angel. Suma. , & Afli. Teknik Pengelolaan Sanitasi Lingkungan untuk Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Masyarakat. 7, 2Ae8. Shakir. Majid. Zakaria. Hudiyanti. Fadhlina. , & Sheikh, . Anti-diabetic properties of Eleutherine palmifolia. Momordica charantia, and Syzygium polyanthum: A bibliometric analysis. Food Production. Processing and Nutrition, 5. , 60. https://doi. org/10. 1186/s43014-02300172-x Ratna Kumalasari. Pereiz. , & Chuchita. Pengaruh pH Agen Pereduksi Serin Terhadap Sintesis Nanopartikel Emas. COMSERVA Indonesian Jurnal of Community Services and Development, 2. , 2912Ae2918. https://doi. org/10. 59141/comserva. Susilowati. Setiawan. , & Handayani. Combination of Cinnamomum Eleutherine ameliorates lipid profile and oxidative stress in hyperlipidemic mice. Veterinary World, 13. , 1404Ae1409. https://doi. org/10. 14202/vetworld. Segah. Oksal. Pereiz. , & Supriyati, . PENGUJIAN KUALITAS ARANG DARI SERBUK ULIN DENGAN 2 METODE PENGERINGAN. Zubaidah. Raya. , & Sari. Model edukasi partisipatif dalam peningkatan keterampilan pengolahan Jurnal Pengabdian Pemberdayaan Masyarakat, 5. , 55Ae66. https://doi. org/10. 12345/jppm. Lingkungan. Neneng. Ngazizah. Oksal. , & Pereiz. BioLink THE EFFECT OF ORGANIC BIOFERTILIZER FROM BSF LARVAE ( Hermetia illucens ) AND LOCAL MICROORGANISM ON THE GROWTH OF CAISIM MUSTARD PLANTS. 117Ae126. https://doi. org/10. 31289/biolink. Zuhra. Tarigan. Rinanti. Sunaryo. , & Fadhilah. Pemberdayaan kader posyandu dalam pembuatan produk herbal. Infomatek, 25. , 153Ae162. Irawan, et al. Edukasi Kesehatan dan Pelatihan. https://doi. org/10. 23917/infomatek.