Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 200-212 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM MENGUATKAN HASIL BELAJAR AFEKTIF PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMP NEGERI 3 KUTOWINANGUN Lailatur Rochmah. Imam Subarkah Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama E-mail: laellaturrochmah@gmail. Abstract The objectives of this study are: . to analyze and describe the project-based learning strategy applied in Islamic Religious Education (PAI) subjects at SMP Negeri 3 Kutowinangun, especially in strengthening students' affective learning outcomes. to analyze the obstacles of project- based learning strategies in strengthening affective learning outcomes in PAI subjects at SMP Negeri 3 Kutowinangun. to analyze solutions to the obstacles of project-based learning strategies in strengthening affective learning outcomes in PAI subjects at SMP Negeri 3 Kutowinangun. This research uses a descriptive qualitative approach with a case study. The subjects in this study were Islamic Religious Education teachers and eighth-grade students of SMP Negeri 3 Kutowinangun in the 2024/2025 academic year. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that: . A project-based learning strategy has been implemented by emphasizing active student involvement in contextual and collaborative learning activities, such as buying and selling simulations, creating Islamic value posters, and group presentations. Obstacles encountered include time constraints, lack of facilities, and teacher readiness in designing projects integrated with affective objectives. The solutions implemented include strengthening learning planning, collaboration between teachers, and developing simple projects relevant to students' life contexts. Keywords: Learning Strategy. Project-Based Learning. Affective Learning Outcomes. Islamic Religious Education. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah: . menganalisis dan mendeskripsikan strategi pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 3 Kutowinangun, khususnya dalam menguatkan hasil belajar afektif siswa. menganalisis kendala strategi pembelajaran berbasis proyek dalam menguatkan hasil belajar afektif mata pelajaran PAI di SMP Negeri 3 Kutowinangun. menganalisis solusi dari kendala strategi pembelajaran berbasis proyek dalam menguatkan hasil belajar afektif mata pelajaran PAI di SMP Negeri 3 Kutowinangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Islam dan siswa kelas Vi SMP Negeri 3 Kutowinangun pada tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 200-212 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Strategi pembelajaran berbasis proyek telah diterapkan dengan menekankan keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran yang kontekstual dan kolaboratif, seperti simulasi praktik jual beli, pembuatan poster nilai keislaman, dan presentasi kelompok. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu, kurangnya fasilitas, dan kesiapan guru dalam merancang proyek yang terintegrasi dengan tujuan afektif. Solusi yang diterapkan berupa penguatan perencanaan pembelajaran, kolaborasi antar guru, serta pengembangan proyek sederhana yang relevan dengan konteks kehidupan siswa. Kata Kunci: Strategi Pembelajaran. Project-Based Learning. Hasil Belajar Afektif. Pendidikan Agama Islam. PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara, menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 1 Untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa, pendidikan merupakan salah satu bentuk investasi nasional. Kualitas hidup seseorang akan meningkat setelah memperoleh ilmu pengetahuan. Generasi muda harus dimotivasi untuk terus belajar agar dapat meraih keberhasilan dalam pendidikan. Untuk mencetak generasi penerus bangsa yang berkarakter, maka para pendidik dituntut untuk mampu memberikan sesuatu yang dapat menginspirasi anak didiknya untuk terus menimba ilmu. Dengan demikian, pendidikan nasional tidak hanya menekankan pada kecerdasan intelektual, kecerdasan moral, kecerdasan batin, dan kecerdasan emosional. Pendidikan Agama Islam (PAI) memegang peranan penting dalam membentuk karakter religius, moral, dan sosial siswa, terutama di Indonesia yang menjadikan PAI sebagai mata pelajaran yang wajib untuk menanamkan nilai-nilai keislaman. Namun, di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi, pembelajaran PAI menghadapi tantangan serius. Siswa kerap menganggap materi PAI sebagai subjek yang teoritis, kurang relevan dengan kehidupan modern, dan diajarkan Rohiman. AuMeningkatkan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Materi Pelaksanaan Akikah Dan Kurban Melalui Penerapan Model Project Based Learning Di Kelas IX-C SMP Negeri 7 Kuningan . Ay J-KIP (Jurnal Keguruan Dan Ilmu Pendidika. , 2024, 115. Lutfi. Zainuddin, and Soeripto. AuPenerapan Metode Pembelajaran Project Based Learning Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas IX Pada Pembelajaran Agama Islam (PAI) Di SMPT Ar-Rosyid Tulungagung. Ay ALMUADDIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan 6, no. , 45. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 200-212 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. secara monoton melalui metode ceramah atau hafalan. Hal ini berdampak pada rendahnya pemahaman siswa terhadap esensi PAI, seperti akidah, akhlak, dan syariah, yang seharusnya tidak hanya dipahami secara logika tetapi juga dihayati dan diaplikasikan dalam praktik kehidupan. Model pembelajaran berbasis proyek merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pendekatan ini sangat menekankan pada partisipasi aktif siswa dalam pendidikan mereka dengan mengerjakan proyek-proyek di dunia nyata. 4 Untuk membantu siswa memahami dan menerapkan cita-cita Islam dalam kehidupan sehari-hari, pembelajaran berbasis proyek dapat digunakan dalam kerangka Pendidikan Agama Islam untuk menghubungkan konten keagamaan dengan masalah-masalah di dunia nyata. Melalui inisiatif yang difokuskan pada aplikasi dunia nyata dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran berbasis proyek memiliki potensi signifikan untuk meningkatkan pengalaman belajar dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian sebelumnya telah menunjukkan seberapa baik pembelajaran berbasis proyek bekerja untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian oleh Inafiroh misalnya, menunjukkan bahwa penggunaan pembelajaran berbasis proyek dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konten agama serta kreativitas dan keterampilan menyelesaikan proyek mereka. 6 Demikian pula, penelitian Sari menunjukkan bahwa penggunaan pembelajaran berbasis proyek dalam mata pelajaran Akidah Akhlak dapat meningkatkan kepercayaan diri, dorongan, dan daya cipta siswa. 7 Studi oleh Wahyudi dan Sari, juga membuktikan bahwa pembelajaran berbasis proyek efektif meningkatkan higher-order thinking skills (HOTS) siswa dalam pembelajaran agama, karena model ini mendorong siswa untuk menganalisis masalah, berkolaborasi, dan merefleksikan nilai-nilai agama dalam konteks 3 Nurhidayati. AuChallenges of Islamic Education in the Digital Era: A Case Study in Indonesian Schools. Ay Journal of Islamic Studies 9, no. : 89Ae104. 4 Inafiroh. , and F. Faridi. AuImplementasi Model Pembelajaran Project Based Learning Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Ay Cendikia: Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran 2, no. : 244Ae54. 5 Astuti. AuPenerapan Strategi Project-Based Learning Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Kurikulum Merdeka. Ay Jurnal Aripi, 2023, 118-123. Inafiroh. , and F. Faridi. AuImplementasi Model Pembelajaran Project Based Learning Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Ay Cendikia: Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran 2, no. : 244Ae54. Sari. Arlina. Kesuma, and M. Ilham. AuPenerapan Strategi Project Based Learning Dalam Mata Pelajaran Akidah Akhlak Di SMP Muhammadiyah 16 Lubuk Pakam. Ay Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Pelajaran Akidah Akhlak Di SMP Muhammadiyah 16 Lubuk Pakam. Ay Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) 2, no. : 580Ae Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 200-212 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. 8 Pembelajaran proyek juga terbukti dapat meningkatkan karakter sains siswa. 9 Dari penelitian terdahulu tersebut dikatakan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan hasil belajar Namun, implementasi pembelajaran berbasis proyek di SMP Negeri 3 Kutowinangun masih menghadapi berbagai kendala. Sebagai sekolah di wilayah pedesaan dengan sumber daya terbatas, hambatan seperti keterbatasan waktu, minimnya fasilitas, dan kurangnya kesiapan guru dalam merancang serta mengelola proyek menjadi tantangan utama. Meskipun sebagian guru telah mencoba menerapkan PjBL, pelaksanaannya belum optimal dan belum mampu mengembangkan aspek afektif siswa secara signifikan. Kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan antara tujuan ideal pembelajaran PAI yakni membentuk karakter dan sikap keagamaan dengan realitas di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat agar pembelajaran berbasis proyek dapat diterapkan secara efektif untuk menguatkan hasil belajar afektif siswa. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian kualitatif berupaya memahami peristiwa secara rinci dan komprehensif dalam lingkungan alaminya, dengan fokus pada makna subjektif partisipan. 10 Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki strategi model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan pemahaman Pendidikan Agama Islam (PAI), sehingga metode kualitatif dianggap dapat diterima untuk menganalisis informasi deskriptif dan kontekstual. Penelitian ini juga merupakan studi kasus arena berfokus pada satu lokasi dan lingkungan belajar yaitu SMP Negeri 3 Kutowinangun. Dengan mempertimbangkan unsur-unsur lokal termasuk karakteristik siswa, lingkungan belajar, dan budaya sekolah, studi kasus memberikan penyelidikan menyeluruh terhadap penerapan model Pembelajaran berbasis proyek. Dengan menggunakan metode ini, peneliti dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang kelebihan dan kekurangan penggunaan teknik pembelajaran berbasis proyek dalam konteks pendidikan agama SMP. Dengan studi kasus juga memungkinkan peneliti untuk menyelidiki peristiwa, kegiatan, dan proses pembelajaran di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan Wahyudi. , and R. Sari. AuProject-Based Learning for Enhancing Islamic Values in Secondary Education. Ay International Journal of Instruction 16, no. : 45Ae62. Fatimah. , & Trisnawati. Pembelajaran Proyek dengan Memanfaatkan Barang Bekas dalam Mendorong Partisipasi dan Karakter Sains Mahasiswa. In Social. Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series (Vol. No. 2, pp. Creswell. Research Design Pendekatan Kualitatif. Kuantitatif Dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014, 90. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 200-212 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Data yang terkumpul akan dievaluasi secara deskriptif dengan pendekatan analisis tematik untuk menemukan pola yang dihasilkan dari interaksi antar mata pelajaran, metodologi pembelajaran, dan pengaruhnya terhadap pengetahuan siswa terhadap materi Pendidikan Agama Islam. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum SMP Negeri 3 Kutowinangun SMP Negeri 3 Kutowinangun merupakan salah satu sekolah menengah pertama yang terletak di Jl. Dwikora No. Karanganyar. Kutowinangun. Kabupaten Kebumen. Jawa Tengah. SMP Negeri 3 Kutowinangun resmi berdiri pada 20 Desember 2004, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 3/533/KEP/2004, dan mulai beroperasi pada tanggal yang sama. Lokasi sekolah ini berada di Jalan Dwikora, di desa Kutowinangun Kecamatan Kutowinangun. Kabupaten Kebumen. Jawa Tengah. 11 Jumlah siswa sekitar 570 orang dan didukung oleh 43 tenaga pendidik, sekolah ini memiliki 18 kelas aktif dengan rata-rata jumlah siswa 31Ae32 orang per-kelas. Fasilitas pendukung pembelajaran cukup memadai seperti ruang kelas, perpustakaan, dan ruang Namun, dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek, masih terdapat beberapa keterbatasan pada aspek sarana pendukung seperti media praktik atau bahan proyek yang menunjang kegiatan afektif siswa secara optimal. Strategi Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Menguatkan Hasil Belajar Afektif Strategi pembelajaran berbasis proyek diterapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam rangka menumbuhkan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran kontekstual. Penerapan PjBL memungkinkan penguatan afektif secara nyata. Strategi ini menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam merancang dan menyelesaikan proyek yang terkait langsung dengan materi ajar dan realitas kehidupan mereka. Berdasarkan teori yang dijelaskan oleh Kemendikbudristek . PjBL mendorong keterlibatan emosional, pengembangan keterampilan kerja sama, serta penanaman nilai dan tanggung jawab melalui pengalaman belajar yang bermakna. 12 Proyek- proyek yang diberikan Akupintar. AuProfil SMPN 3 Kutowinangun,Ay Aku Pintar . , 2025, https://akupintar. id/sekolah/-/cari sekolah/detail_sekolah/smp-negeri-3-kutowinangun/83414250. Kemendikbudristek. Modul Pembelajaran Guru: Project-Based Learning Dalam Kurikulum Merdeka. Jakarta: Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan, 2023. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 200-212 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. antara lain pembuatan poster nilai-nilai Islam, simulasi praktik jual beli sesuai syariat, serta presentasi kelompok tentang zakat dan akhlakul karimah. Dalam pelaksanaannya, guru memberikan pengarahan di awal, memfasilitasi diskusi kelompok, serta memonitor pelaksanaan proyek. Strategi ini terbukti mampu membangun sikap religius siswa seperti kejujuran, tanggung jawab, kerjasama, dan kepedulian sosial. Siswa menjadi lebih aktif dalam menanggapi materi dan lebih mampu mengaitkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari- hari. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru PAI, strategi PjBL sudah pernah diterapkan pada materi fiqih, khususnya topik riba dan jual beli. Guru PAI menjelaskan. AuPernah menerapkan PjBL di kelas 8 ataupun kelas 7, terakhir saya menerapkannya dalam pembelajaran fiqih terkait riba dan jual beliAy Dalam pelaksanaannya, pendekatan ini melibatkan berbagai gaya belajar siswa seperti kinestetik, auditori, dan visual yang diwujudkan dalam beragam bentuk produk. Contohnya, siswa dengan gaya belajar kinestetik membuat simulasi praktik jual beli, gaya belajar audito membuat podcast, dan gaya belajar visual menyusun poster serta peta konsep. Hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa merespons dengan antusias. Guru PAI menyatakan. AuSiswa antusias luar biasa khususnya di kelas 8F, dan belajar sesuai dengan gaya belajar masing-masing. Hal ini sejalan dengan pendapat Nugroho dan Amin bahwa penilaian afektif harus dilakukan melalui observasi dan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan nyata, bukan hanya berdasarkan kehadiran atau catatan perilaku. Secara teoritis, keberhasilan strategi PjBL dalam menguatkan aspek afektif sangat dipengaruhi oleh proses perencanaan yang matang dan desain proyek yang relevan. Menurut Sani. PjBL yang efektif harus memenuhi beberapa komponen utama: adanya pertanyaan pemantik, keterkaitan dengan dunia nyata, proses eksplorasi kolaboratif, serta adanya produk akhir dan refleksi. 14 Guru PAI di SMPN 3 Kutowinangun telah menerapkan hal ini, misalnya dengan merancang proyek yang melibatkan unsur jual beli sesuai syariat Islam dan penyusunan media dakwah digital. 13 Nugroho. , and M. Amin. AuTeknik Penilaian Afektif Dalam Pembelajaran PAI. Ay Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam 7, no. : 121Ae34. 14 Sari and Hartono. AuPenerapan Project-Based Learning Dalam Pembelajaran Daring Di Masa Pandemi COVID- 19. Ay2023. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 200-212 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Kelebihan penerapan PjBL juga terlihat dalam hasil pengamatan peneliti yang mendukung adanya peningkatan sikap-sikap religius, kerja sama, dan tanggung jawab siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Ini sejalan dengan pendapat Krathwohl bahwa proses internalisasi nilai melalui aktivitas reflektif, sosial, dan bermakna sangat penting dalam penguatan ranah afektif. Ranah afektif siswa dapat terlihat dari peningkatan kesadaran mereka dalam bersikap jujur, disiplin, dan menunjukkan empati terhadap sesama selama pengerjaan proyek. Ini menandakan bahwa kendala pengelolaan waktu menjadi hal signifikan dalam implementasi PjBL. Dalam konteks sekolah menengah yang jadwal pelajarannya padat, alokasi waktu yang terbatas untuk satu mata pelajaran membuat guru kesulitan memberikan ruang eksplorasi yang memadai untuk pelaksanaan proyek. Aspek pengelolaan proyek yang menyesuaikan gaya belajar siswa juga menjadi tantangan Dalam wawancara, guru menyebutkan bahwa proyek yang diterapkan harus menyesuaikan dengan siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik, auditori, dan visual. Proyek- proyek tersebut diantaranya berbentuk pembuatan simulasi praktik jual beli . , podcast dakwah . , dan poster serta peta konsep . Meski variasi proyek ini memberikan keleluasaan bagi siswa, guru mengakui bahwa beban perencanaan menjadi berat karena setiap kelompok harus disesuaikan dengan karakteristik tersebut. Ini sejalan dengan pendapat Sani bahwa guru dalam PjBL berperan sebagai perancang, fasilitator, sekaligus evaluator tugas yang kompleks dan menuntut kompetensi pedagogis yang tinggi. Selain faktor dari guru, karakter siswa juga menjadi tantangan dalam penerapan PjBL, terutama dalam aspek kerja sama tim dan keterlibatan aktif. Guru mengungkapkan bahwa. AuDalam kegiatan proyek ada beberapa siswa yang mempunyai karakter agak berbeda seperti pendiam dan sebagainya, jadi lebih susah untuk berinteraksi sehingga guru harus ekstra untuk mendampingiAy Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua siswa mampu terlibat secara optimal dalam proyek, terutama mereka yang memiliki hambatan sosial atau kurang percaya diri. Kendala ini berdampak 15 Sari and Hartono. AuPenerapan Project-Based Learning Dalam Pembelajaran Daring Di Masa Pandemi COVID- 19. Ay2023. Sani. Pembelajaran Berbasis Proyek. Jakarta: Bumi Aksara, 2020, 88. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 200-212 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. pada pembentukan nilai-nilai afektif seperti kolaborasi dan tanggung jawab. AuMengaplikasikan pembelajaran untuk kehidupan sehari-hari cukup sulit, dan cukup sulit untuk memberanikan diri untuk berbicara di depan kelasAy Kesulitan ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai tidak bisa dipaksakan dalam waktu singkat, tetapi memerlukan pembinaan dan dukungan berkelanjutan. Ranah afektif yang mencakup aspek menerima, menanggapi, menghargai, mengorganisasi, dan menghayati, harus dibentuk melalui proses yang reflektif dan bertahap. 17 Maka, keterbatasan waktu serta keberagaman karakter siswa menjadi hambatan signifikan dalam membentuk sikap afektif secara mendalam. Hal ini sejalan dengan pendapat Sani bahwa guru dalam PjBL berperan sebagai perancang, fasilitator, sekaligus evaluator tugas yang kompleks dan menuntut kompetensi pedagogis yang 18 Di samping itu, minimnya fasilitas seperti alat peraga atau bahan proyek juga menjadi penghambat dalam pelaksanaan yang maksimal. Solusi dari Kendala Strategi Pembelajaran Berbasis Proyek Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, guru melakukan beberapa solusi praktis seperti menyederhanakan bentuk proyek agar tetap bermakna meskipun dalam waktu terbatas. Proyek dirancang agar relevan dengan konteks kehidupan siswa dan dapat dilakukan menggunakan sumber daya yang tersedia. Solusinya adalah dengan menambahkan sesi refleksi sistematis pada akhir setiap proyek, baik secara lisan maupun tertulis. Misalnya, siswa diminta menulis esai pendek berisi pengalaman, nilai yang mereka pelajari, serta bagaimana mereka akan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Guru juga dapat memfasilitasi diskusi kelompok kecil reflektif, di mana siswa saling berbagi pengalaman, tantangan, dan nilai yang dirasakan selama proyek berlangsung. Ini sejalan dengan teori konstruktivisme yang menekankan bahwa makna dibentuk melalui pengalaman dan refleksi aktif. Guru juga meningkatkan kolaborasi dengan rekan sejawat dalam merancang dan mengevaluasi kegiatan proyek, serta mengoptimalkan penggunaan media digital dan bahan ajar Dukungan dari pihak sekolah berupa kebijakan fleksibel serta penyediaan alat bantu 17 Anderson and Krathwohl. A Taxonomy for Learning. Teaching, and Assessing: A Revision of BloomAos Taxonomy, 145. 18 Sani. Pembelajaran Berbasis Proyek. Jakarta: Bumi Aksara, 2020, 213. 19 Thomas. AuA Review of Research on Project-Based Learning. Ay The Autodesk Foundation. , 2000, 133 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 200-212 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. pembelajaran turut memperkuat pelaksanaan strategi ini. Solusi yang ditawarkan pada pembahasan ini disusun berdasarkan hasil wawancara, data lapangan, serta teori-teori relevan dalam bidang pendidikan afektif dan model pembelajaran PjBL. Solusi atas Kesiapan Guru dalam Menyusun Perangkat Pembelajaran Salah satu kendala utama yang dihadapi guru adalah beban dalam merancang perangkat pembelajaran yang sesuai dengan variasi gaya belajar siswa. Guru menyatakan. AuDengan menggunakan pendekatan auditori, kinestetik serta visual saya masing-masing harus membuatkan modul. LKPD dan rencana penyampaianAy Untuk mengatasi hal ini, solusi yang dapat diterapkan adalah kolaborasi antar guru dalam pengembangan perangkat ajar secara tim . eam teachin. , terutama melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Kolaborasi ini memungkinkan pembagian tanggung jawab dalam menyusun modul, lembar kerja proyek, dan media ajar, serta mendorong pertukaran ide untuk menghasilkan rencana pembelajaran yang lebih kaya dan variatif. Menurut Sani, pengembangan bahan ajar PjBL secara kolaboratif dapat mengurangi beban individu guru dan meningkatkan kualitas proyek karena dirancang dengan berbagai perspektif. Selain itu, optimalisasi hasil pelatihan dan bimbingan teknis . juga harus dilakukan. Guru menyebut bahwa dirinya telah mengikuti MGMP dan bimtek terkait PjBL. Au. awal penerapan kurikulum merdeka juga ikut serta dalam bimtek, selain itu di sekolah juga ada musyawarah terkait metode pembelajaranAy Namun, hasil pelatihan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan program mentoring internal, seperti pertemuan mingguan antar guru PAI untuk saling memberi umpan balik atas rencana dan hasil pembelajaran berbasis proyek yang telah diterapkan. Solusi Pengelolaan Waktu Pembelajaran yang Terbatas Guru menyatakan bahwa proyek membutuhkan waktu yang cukup lama, sedangkan alokasi waktu pelajaran terbatas. Solusinya adalah dengan mengintegrasikan proyek ke dalam pembelajaran lintas mata pelajaran . Misalnya, proyek keagamaan tentang zakat dapat 20 Sani. Pembelajaran Berbasis Proyek. Jakarta: Bumi Aksara, 2020. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 200-212 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. dikolaborasikan dengan pelajaran matematika . erhitungan zaka. dan bahasa Indonesia . embuatan poster edukati. Pendekatan ini sejalan dengan konsep integrated learning dalam Kurikulum Merdeka, yang menekankan proyek sebagai wahana penguatan Profil Pelajar Pancasila dan nilai-nilai keagamaan melalui kegiatan kolaboratif antarmata pelajaran. 21 Selain itu, strategi pengelolaan waktu dapat diperkuat dengan menyusun timeline proyek yang terstruktur, disertai pembagian tugas yang jelas untuk setiap tahap. Dengan jadwal yang rinci, siswa dan guru dapat lebih fokus menyelesaikan proyek secara bertahap tanpa mengganggu pelajaran lainnya. Solusi untuk Keragaman Karakter Siswa dalam Tim Proyek Karakter siswa yang pendiam atau kurang aktif menjadi tantangan tersendiri dalam pembelajaran berbasis proyek. Guru mengungkapkan bahwa. Au. ada beberapa siswa yang mempunyai karakter agak berbeda seperti pendiam, jadi lebih susah untuk berinteraksi sehingga guru harus ekstra mendampingiAy Solusi atas hal ini adalah dengan penyusunan kelompok secara heterogen berdasarkan karakter siswa, yaitu mencampurkan siswa yang aktif dan dominan dengan siswa yang pendiam atau pasif. Guru juga dapat memberikan pendampingan personal dan pembimbingan kelompok kecil untuk siswa yang kesulitan berinteraksi. Selain itu, guru dapat mengintegrasikan refleksi pribadi dalam proyek, seperti jurnal harian atau video reflektif, agar siswa pendiam tetap dapat menunjukkan pemahaman afektif meskipun tidak verbal. Solusi untuk Kendala Fasilitas dan Akses Teknologi Walaupun secara umum fasilitas sudah tersedia, namun keterbatasan alat seperti proyektor tetap menjadi kendala. Guru menyampaikan. Au. terkendala proyektor namun diatasi dengan meminjam di kelas lainAy Untuk mengatasi kendala ini, sekolah dapat menyusun mekanisme peminjaman dan rotasi fasilitas yang terjadwal, serta menyediakan alat bantu sederhana dan alternatif seperti penggunaan ponsel pribadi siswa atau karton dan spidol untuk membuat media visual. Strategi lain adalah dengan mengutamakan proyek yang minim teknologi namun tetap kontekstual dan afektif, seperti kampanye kebersihan masjid, simulasi jual beli Islami, atau program ber bagi. Proyek-proyek ini tidak memerlukan alat digital tetapi mampu membentuk sikap tanggung 21 Kemendikbudristek. Modul Pembelajaran Guru: Project-Based Learning Dalam Kurikulum Merdeka, 2024, 30. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 200-212 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. jawab, kepedulian sosial, dan kerja sama. Menurut Rahmawati, kegiatan riil yang membumi lebih efektif dalam membangun nilai-nilai Islam dibandingkan proyek berbasis teknologi yang cenderung fokus pada produk. Solusi untuk Meningkatkan Refleksi dan Internalisasi Nilai Salah satu kelemahan dalam PjBL adalah belum maksimalnya proses refleksi siswa terhadap nilai-nilai PAI yang diterapkan dalam proyek. Wawancara siswa menunjukkan bahwa. AuCukup jelas untuk dipahami karena menggunakan ppt dan guru menjelaskan dengan cukup jelas namun kesulitan masih ditemukan dalam mengaitkan proyek dengan kehidupan nyataAy Solusinya adalah dengan menambahkan sesi refleksi sistematis pada akhir setiap proyek, baik secara lisan maupun tertulis. Misalnya, siswa diminta menulis esai pendek berisi pengalaman, nilai yang mereka pelajari, serta bagaimana mereka akan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Guru juga dapat memfasilitasi diskusi kelompok kecil reflektif, di mana siswa pengalaman, tantangan, dan nilai yang dirasakan selama proyek berlangsung. Ini sejalan dengan teori konstruktivisme yang menekankan bahwa makna dibentuk melalui pengalaman dan refleksi aktif. Evaluasi afektif pun perlu dikembangkan dengan instrumen penilaian yang menilai proses, bukan hanya produk, seperti skala sikap, observasi perilaku, dan rubrik kerja sama. Hal ini akan memastikan bahwa penilaian berorientasi pada nilai dan karakter, bukan hanya hasil akhir proyek. Solusi untuk Memotivasi dan Melatih Kepercayaan Diri Siswa Beberapa siswa menyampaikan bahwa mereka mengalami kesulitan berbicara di depan kelas, yang merupakan bagian penting dalam PjBL. Salah satu siswa mengatakan. Au. cukup sulit untuk memberanikan diri untuk berbicara di depan kelasAy Untuk itu, guru dapat menerapkan latihan presentasi dalam kelompok kecil, yang bersifat informal dan tidak menekan. Siswa juga dapat diberikan peran yang sesuai dengan minat dan kemampuannya, misalnya menjadi penulis, editor, atau dokumentator proyek, sehingga mereka tetap Thomas. AuA Review of Research on Project-Based LearningAy, 50. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 200-212 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. berkontribusi secara aktif meski tidak tampil di depan. Selain itu, pemberian penguatan positif dan apresiasi terhadap semua bentuk partisipasi afektif, seperti sikap jujur, kerja sama, dan tanggung jawab, dapat meningkatkan motivasi siswa untuk Sejalan dengan pendekatan behavioristik, penguatan yang konsisten akan mendorong terbentuknya kebiasaan baik. Berdasarkan temuan di lapangan, strategi pembelajaran berbasis proyek terbukti memberikan dampak positif terhadap penguatan hasil belajar afektif siswa. Kegiatan proyek mendorong siswa untuk mengalami langsung nilai-nilai keislaman, tidak hanya memahami secara teori. Penerapan PjBL menghidupkan proses internalisasi nilai seperti tanggung jawab, disiplin, dan empati melalui kegiatan kolaboratif dan reflektif. Hal ini selaras dengan teori afektif Krathwohl yang menekankan lima tahap perkembangan sikap: menerima, menanggapi, menilai, mengorganisasi, dan menghayati nilai dalam diri. Meski pelaksanaan PjBL belum sepenuhnya ideal karena berbagai keterbatasan, strategi ini dinilai efektif dan layak dikembangkan lebih lanjut, terutama jika dilaksanakan secara konsisten dan didukung oleh kebijakan sekolah yang adaptif terhadap inovasi pembelajaran. Strategi ini juga berdampak pada tumbuhnya budaya belajar yang lebih reflektif dan partisipatif. Siswa dilatih untuk berpikir kritis, mengambil keputusan bersama, serta menilai kembali tindakan dan proses belajar yang telah mereka lalui. Hal ini sejalan dengan teori pembelajaran konstruktivis, yang menekankan pentingnya pengalaman langsung dan refleksi dalam pembentukan sikap dan karakter. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learnin. mampu menguatkan hasil belajar afektif siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 3 Kutowinangun. Strategi ini diterapkan melalui berbagai aktivitas kontekstual yang melibatkan siswa secara aktif, seperti pembuatan media keislaman, simulasi praktik ibadah, dan kegiatan kolaboratif lainnya. Penerapan PjBL terbukti efektif dalam membentuk sikap positif siswa, seperti tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, dan kepedulian sosial. Namun, pelaksanaannya tidak lepas dari tantangan, seperti keterbatasan waktu. Sudjana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, 90. Anderson and D. Krathwohl. A Taxonomy for Learning. Teaching, and Assessing: A Revision of BloomAos Taxonomy (New York: Longman, 2. , 232. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 5 . Tahun 2026: 200-212 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. fasilitas yang belum memadai, dan kesiapan guru dalam merancang proyek yang sesuai dengan ranah Dengan demikian, strategi PjBL layak untuk terus dikembangkan sebagai alternatif model pembelajaran PAI yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan dalam diri siswa. Penerapan strategi ini juga sejalan dengan tujuan utama pendidikan, yaitu mencetak generasi yang berilmu sekaligus berakhlak mulia. DAFTAR PUSTAKA