Adhish Pramudita, dkk 236 HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SUAMI DAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANTENATAl TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PMB FERAWATI TAHUN 2024 Adhish Pramudita¹, Rohani², Ria Gustiani3, Adisty Dwi Tresa4 1,2,3,4 Program Studi DIII Kebidanan STIKES Mitra Adiguna Palembang. Komplek Kenten Permai Blok J No 9-12 Bukit Sangkal Palembang 30114 Email : ghinakiyasah@gmail.com2, rgustiani16@gmail.com3, adistydwitreasa@gmail.com4 ABSTRAK Kecemasan dan kekhawatiran selama kehamilan merupakan kejadian yang tidak bisa dihindari, hampir selalu menyertai kehamilan dan merupakan bagian dari suatu proses penyesuaian yang wajar terhadap perubahan fisik dan psikologis yang terjadi selama kehamilan (Elsera et al. 2022). Dampak Kecemasan ibu hamil akan mempengaruhi berat lahir bayi, Stres pada saat hamil dapat menyebabkan berat badan bayi lahir rendah untuk usia kehamilan, persalinan lebih awal, hipertensi, dan perubahan hasil fisik seperti peningkatan risiko asma. Selain itu dapat juga berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf anak-anak (Magister et al. 2020). Tujuan Penelitian Untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dan frekuensi kunjungan Antenatal terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil Trimester III. Hasil penelitian didapatkan nilai p value = 0,038 < α (0,05) hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Hubungan Dukungan Suami terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Di PMB Vitri Suzanti Palembang. Sedangkan Hubungan Frekuensi kunjungan antenatal terhadap tingkat kecemasan didapatkan nilai p value = 0,038 < α (0,05) hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan. Disarankan Bagi Peneliti Selanjutnya Dapat melakukan penelitiaan serupa dengan menggunakan sampel yang lebih banyak lagi, menggunakan metode penelitian yang berbeda serta mencaritahu lebih lanjut lagi tentang hubungan antara dukungan suami dan frekuensi kunjungan antenatal terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III. Kata Kunci: Dukungan suami, Frekuensi kunjungan antenatal, Tingkat kecemasan. ABSTRACT Anxiety and worry during pregnancy are an inevitable occurrence, almost always accompany pregnancy and are part of a normal adjustment process to the physical and psychological changes that occur during pregnancy (Elsera et al. 2022). Impact Anxiety of pregnant women will affect the baby's birth weight, Stress during pregnancy can cause low birth weight for gestational age, early delivery, hypertension, and changes in physical outcomes such as increased risk of asthma. In addition, it can also have an impact on the growth and development of children's nervous systems (Magister et al. 2020). Purpose of the Study To determine the relationship between husband support and frequency of antenatal visits on the level of anxiety in pregnant women in the third trimester. The results of the study obtained a p value = 0.038 < α (0.05), this shows that there is a significant relationship between the Relationship of Husband Support and the Level of Anxiety of Pregnant Women at PMB Vitri Suzanti Palembang. Meanwhile, the relationship between the frequency of antenatal visits and the level of anxiety was obtained with a p value = 0.038 < α (0.05), this shows that there is a significant relationship. Recommended for future researchers Can conduct similar studies using more samples, using different research methods and finding out more about the relationship between husband support and frequency of antenatal visits on anxiety levels in third trimester pregnant women. Keywords: Husband support, Frequency of antenatal visits, Anxiety level. Jurnal kesehatan dan pembangunan, Vol. 15, No. 2, Juli 2025 Adhish Pramudita, dkk PENDAHULUAN Kecemasan dan kekhawatiran selama kehamilan merupakan kejadian yang tidak bisa dihindari, hampir selalu menyertai kehamilan dan merupakan bagian dari suatu proses penyesuaian yang wajar terhadap perubahan fisik dan psikologis yang terjadi selama kehamilan. Apabila ibu hamil tidak mampu mengontrol kecemasannya maka hal tersebut dapat berbahaya bagi kandungannya seperti tumbuh kembang janin menjadi terganggu atau bahkan dapat menyebabkan keguguran. Hal ini disebabkan karena pada sat ibu hamil stress atau cemas tubuh ibu akan memproduksi hormone stress yang bernama kortisol, ketika hormone kortisol meningkat maka pembuluh darah didalam tubuh akan menyempit sehingga pasokan oksigen ke janin menjadi terhambat (Elsera et al. 2022). Menurut WHO World Health Organization (2020) sekitar 10% ibu hamil mengalami depresi dan kondisi ini lebih tinggi terjadi pada Negara berkembang yaitu mencapai 15,6% selama kehamilan dan 19,8% setelah melahirkan. Pada ibu hamil di Tiongkok gejala kecemasan meningkat 59%, Sebesar 29% penduduk Tiongkok mengatakan mengalami kecemasan tingkat sedang hingga parah (Andriani 2022). Sedangkan Di Indonesia terdapat 373.000.000 ibu hamil yang mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan yaitu sebanyak 107.000.000 orang (28,7%) (Elsera et al. 2022). Untuk di kota Palembang pada tahun 2021 menunjukkan sebanyak 75, responden tidak mengalami kecemasan, 10,3% mengalami kecemasan ringan, 9% kecemasan sedang, 3,8% kecemasan berat, dan 1,3% mengalami kecemasan sangat berat (Mayestika and Hasmira 2021). Dampak Kecemasan ibu hamil akan mempengaruhi berat lahir bayi, Stres pada saat hamil dapat menyebabkan berat badan 237 bayi lahir rendah untuk usia kehamilan, persalinan lebih awal, hipertensi, dan perubahan hasil fisik seperti peningkatan risiko asma. Selain itu dapat juga berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf anak-anak (Magister et al. 2020). Selain itu, dampak yang terjadi pada ibu adalah melemahnya kontraksi otot rahim saat proses persalinan karena terjadinya pelepasan hormon katekolamin dan adrenalin yang dapat menghambat pengeluaran hormon oksitosin Melemahnya kontraksi otot rahim dapat menyebabkan partus lama sehingga dapat meningkatkan kejadian infeksi dan kelehahan pada ibu (Baroah et al. 2020). Faktor yang mempengaruhi kecemasan pada ibu hamil diantaranya Umur ibu hamil, paritas, pengetahuan, sosial ekonomi, dan pendamping persalinan adalah beberapa penyebab kecemasan ibu hamil. Wanita yang melahirkan di bawah usia 20 tahun atau di atas 35 tahun memiliki risiko kehamilan yang tinggi karena usia ini merupakan usia kategori kehamilan yang beresiko tinggi dan ibu yang berusia lebih lanjut memiliki risiko yang lebih besar untuk melahirkan bayi dengan cacat. Paritas dapat mempengaruhi kecemasan karena terkait dengan komponen psikologis. Ibu primigravida tidak tahu apa yang akan terjadi saat melahirkan dan takut karena mereka sering mendengar cerita mengerikan dari teman atau keluarga tentang persalinan, seperti kematian ibu atau bayi, yang memengaruhi pemikiran mereka tentang proses persalinan yang mengerikan. Namun, ketakutan, ketegangan, dan bayangan mengganggu perasaan multigravida (Djannah and Handiani 2019). Berdasarkan survei pendahuluan banyak yang belum diketahui bahwa peran dukungan suami,melakukan ANC terhadap ibu yang sedang hamil merupakan peran yang sangat penting. Jurnal kesehatan dan pembangunan, Vol. 15, No. 2, Juli 2025 Adhish Pramudita, dkk Rumusan Masalah Adakah hubungan antara dukungan suami dan frekuensi kunjungan Antenatal terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil Trimester III? Tujuan Diketahui hubungan antara dukungan suami dan frekuensi kunjungan Antenatal terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil Trimester III. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan crosssectional Dalam penelitian ini akan menggunakan survei yang melibatkan kuesioner untuk mengukur tingkat dukungan suami, frekuensi kunjungan antenatal, dan tingkat kecemasan ibu hamil. Waktu dan Tempat Penelitian Tempat Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2024. Waktu penelitian Penelitian ini di lakukan di PMB Ferawati Palembang. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini menggunakan data primer, yaitu Data yang dikumpulkan meliputi data demografis, tingkat dukungan suami, frekuensi kunjungan antenatal, dan tingkat kecemasan ibu hamil, yang akan diukur menggunakan skala Hars. Teknik Analisis Data Tekhnik analisis data ini menggunakan tekhnik univariat dan bivariat. Analisis data univariat adalah teknik dalam statistik yang digunakan untuk menganalisis satu variabel secara independen. Tanpa mempertimbangkan hubungan dengan variabel lain. Analisa univariat dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian yaitu variabel independen (Dukungan suami dan frekuensi kunjungan Antenatal) variabel dependen (Tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III) yang dianalisis dengan 238 menggunakan tabel distribusi frekuensi. Sedangkan Analisa bivariat yaitu analisa yang digunakan untuk melihat pengaruh dua variabel yang meliputi variabel independent (Dukungan suami dan Frekuensi kunjungan Antenatal) dan variable dependent (Tingkat kecemasan pada ibu hamil Trimester III) Menggunakan uji analisis chi-square. Peneliti ingin mengetahui Hubungan antara dukungan suami dan kunjungan Antenatal dengan Tingkat kecemasan pada ibu hamil. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat ini dilakukan dengan tujuan untuk menggambarkan variabel yang diteliti dengan cara membuat tabel distribusi frekuensi. Variabel yang dianalisis dalam penelitian ini adalah Hubungan antara dukungan suami dan frekuensi kunjungan antenatal terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil Trimester III sebelum dan sessudah dilakukan wawancara, data disajikan dalam bentuk tabel dan teks. TABEL 4.1 Distribusi frekuensi berdasarkan karakteristik dukungan suami di PMB Ferawati Tahun 2024 no Dukungan suami Frekuensi Presentasi (f) (%) 1 Mendukung 17 56,7 2 Tidak mendukung 13 43,3 Total 30 100 Berdasarkan tabel 4.1 di atas diketahui bahwa distribusi frekuensi dukungan suami yang mendukung sebanyak 17 responden (56,7%) sedangkan frekuensi dukungan suami tidak mendukung sebanyak 13 responden (43,3%). TABEL 4.2 Jurnal kesehatan dan pembangunan, Vol. 15, No. 2, Juli 2025 Adhish Pramudita, dkk 239 Distribusi frekuensi berdasarkan karakteristik Kunjungan Antenatal di PMB Ferawati Tahun 2024 no Frekuensi ANC Frekuensi Presentasi (f) (%) 19 63,3 Tabel 4.4 Tingkat kecemasan 1 Tinggi Dukungan Suami 2 Rendah 11 36,7 Total 30 100 Ringan Sedang Berat N % n % n % n % Mendukung 6 35, 3 9 52, 9 2 11, 7 17 100 Tidak mendukung 7 53, 8 5 38,5 1 7,7 13 100 Total 13 30 100 p value 0,038 Berdasarkan tabel 4.2 di atas diketahui bahwa distribusi frekuensi kunjungan antenatal berdasarkan tinggi dan rendah, frekuensi tinggi sebanyak 19 responden (63,3%) sedangkan frekuensi rendah sebanyak 11 responden (36,7%). TABEL 4.3 Distribusi frekuensi berdasarkan karakteristik Tingkat Kecemasan di PMB Ferawati Tahun 2024 no Tingkat kecemasan Frekuensi Presentasi (f) (%) 1 Kecemasan ringan 13 43,3 2 Kecemasan sedang 14 43,7 3 Kecemasan berat 3 10,0 Total 30 100 Berdasarkan tabel 4.3 di atas diketahui bahwa distribusi frekuensi Tingkat Kecemasan, yaitu Kecemasan ringan, Kecemasan sedang dan Kecemasan berat, didapatkan frekuensi Kecemasan ringan sebanyak 13 responden (43,3%), frekuensi Kecemasan sedang sebanyak 14 responden (46,7%) danrekensi Kecemasan berat sebanyak 3 responden (10,0%) Hasil Analisi Bivariat 1 4 3 Hubungan Dukungan Suami terhadap tingkat kecemasan Di PMB Ferawati PalembangTahun 2024 Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dari 17 responden yang Mendapatkan dukungan suami, terdapat 6 responden (35,5%) yang mengalami kecemasan ringan, 9 responden (52,2%) yang mengalami kecemasan sedang dan 2 responden (11,7%) yang mengalami kecemasan berat, sedangkan dari 13 responden yang tida mendapatkan dukungan suami terdapat 7 responden (53,8%) yang mengalami kecemasan ringan, 5 responden (38,5%) yang mengalami kecemasan sedang dan 1 responden (7,7%) yang mengalami kecemasan berat. Dari hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p value = 0,038 < α (0,05) hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan. Tabel 4.5 Hubungan Frekuensi kunjungan antenatal terhadap tingkat kecemasan Di PMB Ferawati Palembang Tahun 2024 Jurnal kesehatan dan pembangunan, Vol. 15, No. 2, Juli 2025 Tingkat kecemasan Frekuensi ANC Ringan Sedang Berat N % n % n % n % Tinggi 8 42 ,1 9 47,7 2 10, 5 19 100 Rendah 5 45 ,5 5 45,5 1 9,1 11 100 p value 0,038 Total 13 Adhish Pramudita, dkk 240 tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III. DAFTAR PUSTAKA 1 4 3 30 100 Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa dari 19 responden yang Memiliki frekuensi tinggi Anc, terdapat 8 responden (42,1%) yang mengalami kecemasan ringan, 9 responden (47,4%) yang mengalami kecemasan sedang dan 2 responden (10,5%) yang mengalami kecemasan berat, sedangkan dari 7 responden yang memiliki frekuensi rendah Anc terdapat 5 responden (45,5%) yang mengalami kecemasan ringan, 5 responden (45,5%) yang mengalami kecemasan sedang dan 1 responden (9,1%) yang mengalami kecemasan berat.Dari hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p value = 0,038 < α (0,05) hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan. KESIMPULAN Kecemasan dan kekhawatiran selama kehamilan merupakan kejadian yang tidak bisa dihindari, hampir selalu menyertai kehamilan dan merupakan bagian dari suatu proses penyesuaian yang wajar terhadap perubahan fisik dan psikologis yang terjadi selama kehamilan. SARAN Bagi Peneliti Selanjutnya Dapat melakukan penelitiaan serupa dengan menggunakan sampel yang lebih banyak lagi, menggunakan metode penelitian yang berbeda serta mencaritahu lebih lanjut lagi tentang hubungan antara dukungan suami dan frekuensi kunjungan antenatal terhadap Andriani, Rini. 2022. “Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Menghadapi Persalinan Di Masa Pandemi COVID-19 Di Wilayah Kerja Puskesmas Pargarutan Kabupaten Tapanuli Selatan.” Baroah, Rizkatul, Miftahul Jannah, Era Nurisa Windari, and Diadjeng Setya Wardani. 2020. “Hubungan Antara Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil Dalam Menghadapi Persalinan Dengan Skor Prenatal Attachment Di Praktik Mandiri Bidan Rina Malang.” Journal of Issues in Midwifery 4(1): 12–19. Djannah, Roichatul, and Dinda Handiani. 2019. “Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Menghadapi Persalinan.” Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada 5(1): 1– 8. Dwi Nofitasari, Dinda et al. 2023. “Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Antenatal Care Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester Iii Menghadapi Persalinan.” Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic 3(3): 60–65. Elsera, Chori et al. 2022. “Kecemasan Berat Masa Kehamilan.” Prosiding Seminar Nasional Unimus 5: 1119–23. Giatika Chrisnawati, Tutuk Aldino. 2019. “Aplikasi Pengukuran Tingkat Kecemasan Berdasarkan Skala Hars Berbasis Android.” Jurnal Teknik Komputer AMIK BSI 2: 174–80. https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.ph p/jtk/article/view/13041/pdf. Kartika, Maudy Lila, Rosmawati Lubis, and Rini Kundaryanti. 2023. “Kelas Ibu Hamil Sebagai Upaya Mengatasi Kecemasan Dalam Kehamilan.” Jurnal Kebidanan Khatulistiwa 9(1): 32. Jurnal kesehatan dan pembangunan, Vol. 15, No. 2, Juli 2025 Adhish Pramudita, dkk 241 Magister, Jurnal, Psikologi Uma, Identifikasi Faktor Risiko, and Intervensi Kecemasan. 2020. “Identifikasi Faktor Risiko, Dampak Dan Intervensi Kecemasan Menghadapi Persalinan Pada Ibu Hamil Trimester Ketiga Identification of Risk Factors, Impacts and Anxiety Interventions Facing Childbirth in Third Trimester Pregnant Women.” 12(2): 112– 22. Mayestika, Pebyola, and Mira Hasti Hasmira. 2021. “Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Pada Masa Pandemi Covid-19.” Jurnal Perspektif 4(4): 519. Mulyaningsih, Sri et al. 2023. “Studi Literatur : Peran Suami Dalam Memotivasi Istri Melakukan Pemeriksaan Kehamilan Literature Study On The Role Of Husbands In Motivating Wife To Conduct Pregnacy Examination CORR E SPOND IN G AU THOR.” JURNAL KOLABORATIF SAINS Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) 6(7): 923–30. https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.ph p/JKS. Jurnal kesehatan dan pembangunan, Vol. 15, No. 2, Juli 2025